Senin, 07 Desember 2009

Proses Umum Pabrik Gula


Proses Pengolahan Gula Tebu

Perlu diketahui bahwa gula dibuat di batang tebu melalui proses
fotosintesa dari unsur C, H, O dengan batuan sinar matahari 6CO2 +
6H2O C6H12O6 + 6O2, pabrik gula tidak membuat gula melainkan
mengambil gula (sukrosa) dari batang tebu dan di proses menjadi kristal –
kristal gula dengan menekan kehilangan seminimal mungkin.
Gambaran secara umum dari proses pengolahan gula melalui beberapa
tahapan, secra singkat dapat kami uraikan sebagai berikut :

1. Pengambilan ( ekstraksi ) nira tebu.
Proses ekstraksi nira dari batang tebu dilakukan di Stasiun Gilingan proses
ekstraksi ini dilakukan semaksimal mungkin sehingga dapat diperoleh
nira sebanyak mungkin dan menekan kehilangan gula yang terikut dalam
ampas semaksimal mungkin. Dalam melakukan proses ini melalui
beberapa tahapan yaitu :

a. Pembongkar Tebu (unloading crane)
Proses pembongkaran tebu ini dalakukan untuk memindahkan tebu dari
truck atau lori ke meja tebu dan kemudian tebu akan dibawa oleh cane
carrrier menuju alat pekerjaan pendahuluan.

b. Pekerjaan Pendahuluan.
Tujuan utama dari alat pekerjaan pendahuluan ini adalah memotong dan
mencacah batang tebu menjadi bagian yang lebih kecil yang akan
memperbesar luas permukaan dari batang tebu sehingga mempermudah
rol gilingan dalam melakukan ekstraksi.

c. Pemerahan (ekstraksi )Nira.
Pemerahan dilakukan oleh rol gilingan dimana tebu yang sudah tercacah
dibawa oleh cane carrier masuk kemulut gilingan sehingga akan terperah
oleh rol gilingan dan hal ini dilakukan berulang – ulang kali secara
berkesinambungan. Hasil yang diperoleh di Stasiun Gilingan adalah nira
mentah yang akan diproses dan ampas tebu yang digunakan sebagai
bahan bakar boiler.

2. Pemurnian Nira
Proses pemurnian nira dilakukan di Stasiun Pemurnian dengan tujuan
untuk memisahkan kotoran yang tedapat dari nira mentah dan menekan
kehilangan gula sekecil kecilnya sehingga diperoleh nira jernih. Proses
penghilangan kotoran dalam nira dilakukan baik secara fisika, kimia
maupun kimia – fisika yang kemudian diakhiri dengan proses mekanis.
Proses dilakukan secara fisika yaitu memisahkan kotoran atau bukan gula
dengan cara pemanasan, pengendapan, penyaringan. Secara kimia
dengan menggunakan bahan pembantu susu kapur Ca(OH)2, belerang
SO2, phospat P2O5, floculant dengan dosis yang telah ditentukan. Secara
kimia – fisika yaitu proses penghilangan kotoran yang melayang –
layang (koloid) dengan pemberian susu kapur dengan pH tertentu dan
dilakukan pemanasan sehingga akan terjadi pengumpalan (koagulasi)
maka akan terikat oleh endapan yang sudah terbentuk.

3. Penguapan
Tujuan dari penguapan ini adalah untuk menguapakan air yang
terkandung dalam nira encer atau nira jernih. Pemisahan air di Stasiun
Penguapan dilakukan dalam berbagai sistem untuk 4 seri daban
penguapan disebut “Quadrople Effect” dan untuk 5 seri badan penguapan
disebut “Quintiple Effect”, sehingga 1 kg uap pemanas akan menguapkan
4 atau 5 kg air. Hasil dari proses di Stasiun Penguapan berupa nira kental
dengan °Be ± 32 atau brix ± 64 %.
4. Kristalisasi
Kristalisasi disini dilakukan di Stasiun Masakan yang merupakan
penguapan air tahap kedua dimana tahap pertama dilakukan di Stasiun
Penguapan. Sisa air yang terkandung dalam nira kental diuapkan dengan
terkendali karena untuk mengatur tingkat kejenuhan larutan gula. Dimana
larutan tersebut kan terbentuk kristal – kristal gula yang sesuai dengan
yang diharapkan.

5. Puteran
Di Stasiun Puteran merupakan proses untuk memisahkan kristal – kristal
gula dari larutan ( stroop / tetes / klare ). Dengan gaya sentrifugal maka
larutan akan terdorong keluar melalui lubang – lubang pada saringan
sedangkan kristal gula tertahan oleh saringan. Larutan selain tetes akan
diolah lebih lanjut sedangkan kristal gula hasil dari pemutaran masih
mempunyai kelembaban yang tinggi sehingga harus dilakukan
pengeringan dan pendinginan karena kelembaban yang tinggi pada kristal
gula dapat menurunkan mutu dari gula itu sendiri. Pengeringan dilakukan
dengan menghembuskan steam sedangkan pendinginan dilakukann
ditalang goyang. Setelah kristal gula kering maka kristal gula dilakukan
pemisahan menjadi 3 ukuran dengan penyaringan berdasarkan ukuran
kristal yaitu ukuran halus, ukuran normal (produk), ukuran kasar. Untuk
gula yang menpunyai ukuran halus dan kasar maka akan dilebur untuk
diolah lebih lanjut sedangkan untuk gula dengan ukuran normal atau
sesuai ketentuan maka akan dilakukan packing dan disimpan dalam
gudang pada kondisi tertentu dan siap dijual dipasaran.
Demikian gambaran secara umum proses pengolahan gula dipabrik gula
dengan bahan baku tebu.







Diposkan oleh DONY TRI W di 14.06





0 komentar:



Poskan Komentar




Link ke posting ini

Buat sebuah Link






Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langgan: Poskan Komentar (Atom)





Arsip Blog


Arsip Blog 21 Maret (1) 6 Desember (1) 29 November (1)





Mengenai Saya


DONY TRI W Lihat profil lengkapku







Sugar Factory


● www.eaglesugar.co.uk

● www.sucrose.com

● www.ziliwu.blogspot.com

● www.duniaPustaka.com

● www.translate.google.co.id

● www.ptpn-11.com

● www.sugartech.co.za




Facebook

Dony Tri Widihartono

Buat Lencana Anda



● www.istana-musik.blogspot.com

● www.thehack3r.com

● www.film-terbaru.co.cc