1

Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................... 1
Daftar Isi..................................................................................................... 2

Kesetimbangan Kimia................................................................................. 3
Kesetimbangan Kimia yang Bersifat Dinamis........................................................................ 3
Faktor Faktor yang Dapat Mempengaruhi Reaksi Kesetimbangan Kimia............................. 4
Pengaruh Perubahan Konsentrasi........................................................................................ 4
Pengaruh Perubahan Tekanan atau Volume........................................................................ 5
Pengaruh Perubahan Suhu................................................................................................... 5
Pengaruh Katalis................................................................................................................... 6

Daftar Pustaka............................................................................................ 7

2

Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan kimia adalah bab yang mempelajari reaksi kesetimbangan. Apa itu reaksi
kesetimbangan ? Reaksi kesetimbangan adalah reaksi bolak-balik (reversible) yang menunjukan
reaktan bereaksi membentuk produk dan produk dapat bereaksi balik membentuk reaktan.
Reaksi yang dapat balik, dapat ditulis dengan tanda panah yang berlawanan (↔). Arah panah
persamaan reaksinya dua arah, yaitu ke arah kanan (ke produk) dan ke arah kiri (ke reaktan).
Pada reaksi kesetimbangan, keadaan reaksinya berlangsung dinamis/terus-menerus dan laju
reaksi ke arah kanannya akan sama dengan laju reaksi ke arah kirinya. Karena laju reaksi ke arah
kanannya sama dengan laju reaksi ke arah kirinya, maka jumlah zat-zat pada saat
kesetimbangnya itu akan tetap. Reaksi kesetimbangan banyak terjadi pada reaksi-reaksi dalam
wujud gas dan cair.
Jumlah zat-zat pada beberapa awal reaksi dari reaksi kesetimbangan yang sama dibuat
bervariasi, maka akan diperoleh perbandingan jumlah zat-zat pada masing-masing saat
kesetimbangannya itu sama. Dari perbandingan jumlah zat-zat pada masing-masing saat
kesetimbangannya yang sama tersebut diperolehlah nilai tetapan kesetimbangan (K).
Kesetimbangan Kimia yang Bersifat Dinamis
Reaksi yang berlangsung setimbang bersifat dinamis, artinya reaksinya berlangsung terus-
menerus dalam dua arah yang berlawanan dan dengan laju reaksi yang sama. Contoh
kesetimbangan dinamis dalam kehidupan sehari-hari dapat digambarkan pada proses
penguapan air. Bila air dipanaskan dalam wadah tertutup rapat, airnya lama kelamaan akan
habis berubah menjadi uap air. Tetapi belum sempat habis, uap air yang naik ke atas
mengalami kejenuhan sehingga akan jatuh kembali menjadi embun. Apabila dibiarkan terus-
menerus, kecepatan menguapnya air akan sama dengan kecepatan mengembunnya uap air
menjadi air. Pada saat itu, tercapai keadaan setimbang dimana tidak nampak lagi adanya
perubahan ketinggian air dalam wadah tertutup tersebut.

3

Karena kesetimbangan bersifat dinamis, maka suatu reaksi yang berada dalam keadaan
setimbang dapat mengalami gangguan oleh faktor-faktor tertentu yang mengakibatkan terjadi
pergeseran kesetimbangan. Suatu sistem dalam keadaan setimbang cendrung
mempertahankan kesetimbangannya, sehingga bila ada pengaruh dari luar maka sistem
tersebut akan berubah sedemikian rupa agar segera diperoleh keadaan kesetimbangan lagi.
Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis, Henri Le Chatelier, menemukan bahwa jika
reaksi kimia yang setimbang menerima perubahaan keadaan (menerima aksi dari luar,
konsentrasi zat-zat yang ada dalam reaksi kesetimbangan itu ditambah atau dikurangi) reaksi
tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu untuk
mengatasi perubahan yang diterima (melakukan reaksi sebagai respon terhadap perubahan
yang diterima). Hal ini disebut Prinsip Le Chatelier. Reaksi yang diberikan oleh reaksi
kesetimbangan adalah dengan pergeseran kesetimbangan (arah reaksi kesetimbangan bergeser
entah ke arah kanan atau ke arah kiri). Tujuan aksi yang diberikan tersebut adalah supaya
perbandingan jumlah zat-zat saat kesetimbangan setelah dengan sebelum adanya gangguan
dari luar itu tetap sama. Dengan demikian harga tetapan kesetimbangan (K) pun setelah dengan
sebelum adanya gangguan dari luar itu akan tetap.
Faktor – faktor yang Dapat Mempengaruhi Reaksi Kesetimbangan :
1. Pengaruh Perubahan Konsentrasi
Penambahan konsentrasi salah satu zat (berwujud aq atau gas) akan menyebabkan
sistem kesetimbangan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat yang ditambah.
Dengan kata lain, jika konsentrasi reaktan ditambah maka kesetimbangan akan bergeser
ke arah hasil reaksi. Sedangkan jika konsentrasi hasil reaksi ditambah maka
kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan.
Contohnya pada reaksi antara larutan Besi (III) Klorida dan larutan Kalium Tiosanat
FeCl3

(aq) + 3KSCN (aq) Fe(SCN)3 (aq) + 3KCl (aq)
- Jika ditambahkan larutan KSCN, maka reaksi bergeser ke kanan, dan akan
menyebabkan warna merah darah semakin pekat. (Konsentrasi KSCN bertambah)
4

- Jika ditambahkan FeCl3, maka reaksi bergeser ke kanan, dan akan menyebabkan
warna merah darah semakin pekat. (Konsentrasi FeCl3 bertambah)
- Jika ditambahkan larutan KCl, maka reaksi bergeser ke kiri, dan warna merah akan
memudar. (Konsentrasi KCl bertambah)

2. Pengaruh Perubahan Tekanan atau Volume
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan
volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan
berupa pergeseran kesetimbangan.
- Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah
jumlah Koefisien Reaksi yang lebih Kecil.
- Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah
jumlah Koefisien reaksi yang lebih besar.
Contoh : N
2
(g) + 3H
2
(g) 2NH
3
(g)

- Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (Volume diperkecil), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
- Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (Volume diperbesar), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

3. Pengaruh Perubahan Suhu
Sesuai dengan azas Le Chatelier,
- Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan
bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).
- Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan
bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).
Contoh : 2NO (g) + O
2
(g) 2NO
2
(g) ; dH = -216 kJ

Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4

5

- Jika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
- Jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.

4. Pengaruh Katalis
Untuk mempercepat proses kesetimbangan kimia,sering dipergunakan zat tambahan
lain yaitu katalisator. Dalam sistem kesetimbangan, katalisator tidak mempengaruhi
letak kesetimbangan, katalisator hanya berperan mempercepat reaksi yang
berlangsung, mempercepat terjadinya keadaan setimbang, pada akhir reaksi katalisator
akan terbentuk kembali. Katalis tidak dapat menggeser kesetimbangan kimia. (harga
tetapan kesetimbangan K
c
tetap)
Contoh : N2 (g) + 3H2 (g) 2 NH3 (g)
Jika suatu reaksi yang sudah dalam keadaan setimbang ditambahkan katalis ke
dalamnya, maka katalis akan mempercepat laju pembentukan NH3, tetapi juga akan
sekaligus mempercepat laju penguraian menjadi gas N2 dan gas H2. Pengaruh ini sama
kuatnya. Katalisator dalam dunia industri umumnya logam, namun dalam makhluk
hidup katalisator didapat dari dalam tubuhnya yang dikenal dengan dengan
biokatalisator atau enzim.







6

Daftar Pustaka
http://wikenovi.wordpress.com/kimia-kelas-xi-2/kesetimbangan-kimia-2/
http://aboutche-mistry.blogspot.com/2012/11/kesetimbangan-kimia.html
http://pasihahtetrasianoferat.wordpress.com/kelas-xi/kesetimbangan-kimia/
http://tisna-dj.blogspot.com/2013/08/pengaruh-konsentrasi-terhadap_8978.html
http://kurosaki-kuronoageha.blogspot.com/2013/02/laporan-percobaan-kimia-pengaruh-
suhu.html
http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Kimia/0180%20Kim%201-
6c.htm

Related Interests