PENGUJIAN SUMUR GEOTHERMAL

PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA (UNIT GEOTHERMAL)

PROPOSAL TUGAS AKHIR








Oleh :
Ridwan Setiawan
NIM : 101101080




PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2014
KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT Tuhan semesta
alam atas segala rahmat, taufik, karunia dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Proposal Tugas Akhir yang berjudul
“Pengujian Sumur Geothermal”.
Penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam pembuatan proposal tugas akhir ini, yaitu :
1. Ibu Hj. Hanifah Handayani, M.T selaku Ketua Yayasan Bina Islami,
Indramayu.
2. Bapak Drs. H. Nahdudin Islami, M.si selaku Direktur Akamigas
Balongan, Indramayu.
3. Bapak Winarto, S.T dan Dwi Arifianto, S.T selaku Dosen Pembimbing
Tugas Akhir.
4. Orang tua saya yang selalu saya cintai dan selalu memberi motivasi
serta bimbingan kepada saya.
5. Teman-teman Akamigas Balongan, Indramayu yang telah membantu
dalam penulisan proposal ini.
Penulis menyadari betul bahwa dalam pembuatan Proposal Tugas
Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan
maupun dalam cara menyajikan data. Oleh karena itu, Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan
proposal-proposal lain selanjutnya. Semoga proposal ini dapat digunakan
sebagaimana mestinya dan juga dapat bermanfaat baik bagi pembaca
maupun bagi Penulis sendiri.

Indramayu, April 2014


Penulis
















CURICULUM VITAE

Nama : Ridwan Setiawan
Tempat, Tanggal Lahir : Sukabumi, 17 November 1992
Alamat : Kp. Balandongan RT 04/01 Kecamatan
Parakansalak Kabupaten Sukabumi.
Kode Pos : 43355
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki - laki
Telephon : 085659487302 / 088901712602
E-Mail : ridwanmigas@gmail.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
Pendidikan Formal :
SD Negeri 1 Balandongan 1999 - 2005
SMP Negeri 1 Parakansalak 2005 - 2008
SMA Negeri 1 Parungkuda 2008 - 2011
D III Teknik Perminyakan Akamigas Balongan 2011 - Sekarang



Pendidikan Non Formal :
Anggota Pramuka SD Negeri 1 Balandongan 2003 - 2005
Basket SMP Negeri 1 Parakansalak 2006
Anggota Paskibra SMA Negeri 1 Parungkuda 2011
Anggota Pencak Silat Pusaka Siliwangi 2008 - 2009

PELATIHAN SEMINAR
1. Pelatihan : Seminar “Exploraring Gas Potency And Technology Applied
to Fulfill National Demand”.
Waktu : 16 – 17 maret 2012.
Tempat : Universitas Indonesia Depok.
2. Pelatihan : Seminar “Introduction Of PDSI Drilling Equipment”.
Waktu : 26 mei 2012.
Tempat : Hotel Wiwi Perkasa, Indramayu.
3. Pelatihan : Seminar “How To Make A Curriculum Vitae”.
Waktu : 26 mei 2012.
Tempat : Hotel Wiwi Perkasa, Indramayu.
4. Pelatihan : Stadium General “Directional Drilling”
Waktu : 11 Desember 2012.
Tempat : Wisma Haji Indramayu.





PELATIHAN DAN KUNJUNGAN
1. Kunjungan : Museum Geologi.
Waktu : 07 Oktober 2011.
Tempat : Bandung.
2. Kunjungan : Museum Perminyakan.
Waktu : 12 Juli 2012.
Tempat :TMII Jakarta.

Hormat Saya,



Ridwan Setiawan
NIM : 101101080










PERAWATAN SUMUR GEOTHERMAL

I. Latar Belakang
Sejalan dengan pesatnya pembangunan, kebutuhan akan energi semakin
meningkat pula. Sementara itu cadangan minyak bumi sangat ter batas
sekali. Akibatnya sejak tahun 1973 dunia mengalami krisis bahan baker
minyak. Sejak itu pulalah kebutuhan hidup sehari-hari terus meningkat, dan
bila hal ini dibiarkan saja sudah tentu akan menghanbat kelancaran roda
pembangunan dan bahkian dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Sejak terjadi krisis BBM hampir semua Negara, termasuk Indonesia
mengadakan penghematan energi dengan jalan melakukan diversifikasi
energi atau penganekargaman energi. Tujuanya antara lain mengurangi
ketergantungan dari BBM.
Salah satu energi alternative dalam rangka diversifikasi energi tersebut
adalah mengembangkan sumber energi panasbumi karena energi ini bersifat
abadi. Artinya selama magma di perut bumi masih bekerja, selama itu pula
energi dapat diperoleh untuk berbagai keperluan, dan minyak diperkirakan
suatu saat akan habis.
II. Tujuan dan Manfaat
2.1 Tujuan
1. Menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah
dengan mengaplikasikannya di lapangan.
2. Meningkatkan daya kreativitas dan keahlian dari mahasiswa.
3. Mengetahui dan mengenali kondisi dan perawatan sumur
geothermal.
4. Mengetahui teknik perawatan sumur geothermal.
2.2 Manfaat
1. Dapat mengenal secara dekat dan nyata kondisi di lingkungan kerja.
2. Dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di AKAMIGAS
BALONGAN mengenai teknik perminyakan yang diperoleh dibangku
kuliah dalam praktek dan kondisi kerja sebenarya yang terjadi di
lapangan.
3. Dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perusahaan
tempat mahasiswa kerja praktek.
4. Terbinanya suatu jaringan kerjasama dengan institusi tempat Tugas
Akhir dalam upaya meningkatkan keterkaitan.
5. Meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan dengan melibatkan
tenaga terampil dari lapangan dalam kegiatan magang.
6. Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan pada
spesialisasi yang ada pada perusahaan tersebut.
7. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan
bermanfaat antara perusahaan tempat kerja praktek dengan
mahasiswa teknik perminyakan AKAMIGAS BALONGAN.





III. Tinjauan Pustaka
3.1 Sumber Panas Bumi
Pembentukan sumber energi panas bumi,dikontrol oleh proses-
proses geologi yang telah dan sedang berlangsung sepanjang jalur
vulkanisme,terobosan-terobosan magma serta pensesaran-pensesaran.
Cara terjadinya uap panasbumi dapat dikategorikan sebagai berikut:
 Sumber panas berasal dari pluton granit tidak dapat diperekirakan
persis letaknya,tetapi hasil anslisa mendapatkan bahwa letaknya
tidak terlalu dalam. Juga sumber panas tidak menampakan gejala-
gejala diatas permukaan bumi
 Suhu pans terbentuk batuan magnatik, kemudian keluar menembus
permukaan bumi. Batuan magnatik dipermukaan bumi akan
membentuk gunung api tidak aktif atau berbentuk suatu gunung api
aktif dimasa lampau.
 Pembentukan uap panas erat hubunganya dengan kegiatan gunung
api atau gunung apian. Kenampakan adanya gunung api atau bekas
gunung api dapat dipakai sebagai pedoman. Sering kali ditemukan
daerah panas tetapi tidak mempunyai kandungan air yang besar
dengan suhu rendah.
Berdasrkan katagori itu sumber energi panasbumi dapat dibagi menurut
bentuk uap atau air panas yang diperoleh dan ditentukan berdasarkan
harga entalphy dari fluida.

Sumber energi panasbumi terdiri dari :
a.Sumber panasbumi sistim uap kering
Energi panasbumi dengan sistim uap kering terdapat di daerah
intrusi (penerobosan) magma dan sumber panasnya dangkal.penurunan
tekanan yang dialami suatu lapisan akibat adanya lubang bor sebagai
sarana penghubung dengan permukaan bumi secara mendadak
sehingga air panas terangkat ke permukaan bumi dalam bentuk uap
kering karena tidak dapat mengalami kondensasi kembali. Uap kering ini
tergolong uap komersil dan sangat baik untuk dipergunakan.
b. Energi panasbumi sistim uap basah
Terdapat pada suatu daerah yang sumber panasnya relatip
dalam, sehingga waktu terjadi penurunan tekanan pada lapisan sebagai
akibat kontak dengan permukaan bumi dari lubang bor. Pada air panas
tersebut terjadi kondensasi dalam pipa produksi dengan catatan bahwa
perbedaan tekanan reservoir dengan tekanan atmosfer tidak terlalu
besar atau dengan bentuk lain air panas yang terdapat si reservoir
volumenya besar, sehingga sewaktu terproduksi kepermukaan belum
sempat semuanya berubah jadi uap (air dan uap).
c. Sumber energi panasbumi sisti air panas
Terdapat pada suatu daerah atau reservoir dengan temperature
dan tekanan relatip rendah. Pada daerah atau reservoir yang dilalui air
mengalir kepermukaan bumi yang reservoirnya tidak terlalu dalam.
Prosesnya hamper bersamaan dengan panasbumi sistim uap basah.
Biasanya dimanfaatkan untuk alat pemanas atau pengering hasil bumi.
d. Sumber energi panasbumi sistim batuan kering panas
Suatu reservoir yang mempunyai temperature tinggi, tetapi tidak
permeable (tidak mempunyai kandungan air reservoir). Sistim ini belum
ada di Indonesia, tetapi di amerika sedang diteiti pemanfaatanya. Untuk
mendapatkan uap panas atau air panas perlu injeksi air kedalam
formasi. Jga dilakukan peretakan (fracking) antara sumur produksi
dengan sumur injeksi.
Energi panasbumi yang dapat dipergunakan harus mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut :
1. mempunyai suhu yang tinggi (minimum 150˚ C dibawah tanah).
2. tekanan uap cukup besar (minimum 3 atm).
3. Volume uap cukup banyak (10 ton perjam 1000  KW Listriik).
4. Tidak terlau dalam (maksimum 3000 m)
5. Upaya tidak menyebabkan karat (pH lebih dari 6).
Melihat dari cara terjadinya uap panasbumi dapat dikelompokan
dalam 3 golongan yaitu:
1. Sumber panas yang berasal dari pluton granit yang tidak dapat
diketahui persis letaknya,tetapi diperkirakan tidak terlalu dalam.
Sumber seperti ini tidak menampakan gejala-gejala diatas
permukaan bumi.
2. Berupa suhu panas yang berbentuk batuan magmatik dan kemudian
menembus permukaan bumi. Setelah di permukaan bumi membentuk
gunung api yang tidak aktif atau berbentuk suatu gunung api yang
tidsak pernah aktif di masa lampau dan sekarang sudah padam.
3. Pembentukan uap panas yang sangat berhubungan erat dengan
kegiatan gunung api/kegunung apian. Daerah panasbumi yang
pembentukanya sama dengan tipe ini adalah lapangan panasbumi
Kamojang-Darajat Dieng, Kaldera Rawa Danau di banten dan Buya
Bratan diu Bali.
Berdasarkan kandungan mineral dan jenis uapnya, dapat
dibedakan 4 macam lapangan geothermal ialah:
1. Sumber yang sebagian besar terdiri dari uap. Jenis uap ini sangat
baik untuk pemutar turbin dan pembangkit tenaga listrik.
2. sumber yang sebagaian besar terdiri dari air. Biasanya mengandung
mineral sebagai hasil sampingan, juga bahan kimia ekonomis lainya
atau dapat juga menghasilkan air tawar (80%+20%uap).
3. ]sumber yang terdiri dari uap dan air. Merupakan kombinasi dari hal
tersebut diatas.
4. sumber panas yang merupakan batuan panas pada kedalaman
tertentu. Dengan menyuntikan air ke dalam batuan tadin maka
dieroleh uap atau air panas.
3.2 Potensi Panas Bumi Indonesia
Pada umunya, air yang terletak didalam tanah tidak akan berubah
menjadi uap meskipun dipanasi dengan suhu yangb tinggi. Hal ini
disebabkan pengaruh tekanan yang makin kedalam makin besar. Untuk
keadaan normal setiap 100 m masuk kedalam tanah, tekanan akan
bertambah 27 atm, dan suhu naik dengan 3˚C. Bila disuatu tempat air
yang dipanasi dengan tekanan melebihi normal kemudian oleh
pemboran dapat disalurkan kepermukaan dan karena tekanan di
permukaaan bumi hanya 1 atm, air panas tersebut akan berubah
menjadi uapa bertekanan tinggi. Inilah yang kemudian dapat digunakan
sebagai penggerak turbin pembangkit listrik.
Daerah geothermal yang sampai saat ini sudah dikembangkan
biasanya terletak di :
a. sepanjang rekahan lempeng (spreading ridge)
b. dia atas daerah terhisap (subduction zone)
c. sepanjang jajaran pegunungan (mountaintbelt)
Dari hasil DVB, potensi panasbumi di Indonesia 10.0000 MW.
Lokasi sumbernya adalah di :
1. Pulau Jawa : luas daerah sekitar
2
000 . 68 km , yaittu di Jawa Barat
2.200 MW, Jawa Tengah 2.600 MW, dan Jawa Timur 700 MW. Dari
5.500 MW yang dapat dikembangkan hanya 4.650 MW. Potensi yang
sudah pasti 90 MW.
2. Luar Jawa : adalah 4.500 MW yaitu di Sumatera 1.100 MW, Sulawesi
1.400 MW, Nusa Tenggara 400 MW, kepulauan Maluku 100
MW, Irian Jaya 100 MW, dan di daerah lainya 1.400 MW.
Dalam memperkirakan potensi tersebut dipakai system Konveksi
Hidrothermal. Ada beberapa macam sistem yang dapat dipergunakan
ubtuk memeprkirakan potensi panasbumi yakni:
1. Sistem Konveksi geothermal : dalam skala ini diutamakan untuk
energi listrik (contoh : Kamojang dan Drajat)
2. Sistem panasbumi yang berhubungan dengan batuan beku :
diutamakan untuk energi listrik (contoh : Dieng)
3. Sistem panasbumi suhu rendah : dipakai untuk daerah yang
berlandaian suhu bumi tinggi
4. Sistem panasbumi ‘geopressure’. Sistem ini dipakai untuk daerah
yang memiliki tekanan bumi yang lebih tinggi dari biasa.
Problema
Yang menjadikan masalah didalam pemanfaatan tenaga panasbumi
antara lain ;
 Re-injeksi fluida kedalam tanah
 Kebisingan
 Emisi gas
 Penurunan tanah (subsidence )
 Kehidupoan sosial
 Efek terhadap iklim
 Efek terhadap sumur yang lain
 Keselamatan dari “ Blow Out “
 Seisme
 WEfek korosi dari gas



Teknik Eksplorasi
Didalam melakukan eksplorasi panasbumi pekerjaan dibagi atas
beberapa tahap antara lain :
1. Investarisasi
Sebelum dilakukan penelitian detil dilapangan terlebih dahulu
dikumpulkan data mengenai adanya kenampakan panasbumi
dipermukaan,seperti fumarola solfatara,mata air panas dan kubangan
lumpur panas (“Mud pools”).
2. Survai pendahuluan
Survay pendahuluan meliputi pekerjaan lapangan mengenai
goelodi dan geokimia yang dilakukan secara sepintas untuk
mengetahui keadaan geologi secara umum seperti batuan penudung
(caprock),struktur geologi dan pengambilan contoh air panas guna
dianalisa secara kimia dimana hal ini hal ini penting bagi pendugaan
suhu dibawah tanah serta sifat-sifat fluida yang ada di suatu daerah
panas bumi.
Penentuan lokasi manifestasi permukaan juga dilakukan disamping
penentuan jenis manifestasi seperti solfarata, fumarola, kibangan
lumpur panas dan mata air panas.
Selesai survey pendahuluan dapat diusulkan atau disarankan untuk
penelitian lebih lanjut seperti geologi detil, geologi fisika dan
pemboran dangkal untuk lapangan yang dianggap prospek

3. Pemetaan geologi
Pemetaan geologi diperlukan untuk mengetahui stratigrafi
daerah tersebut sehingga dapat ditentukan ada tidaknya lapisan yang
permeable untuk reservoir dan yang impermeable untuk lapisan
penudung ( caprock).
Disamping itu dicari struktur geologi seperti kaldera dan graben yang
ideal untuk suatu lapangan panas bumi.
4. Penelitian geokimia
Penelitian geokimia dilakukan 2 tahap:
a. sebelum pemboran
pada tahap ini dilakukan pengambilan contoh manifestasi
permukaan seperti mata air panas dan fumarola untuk dianalisa
kimia unsure yang dikandungnya.
Dari hasil itu akan didapat prospek tidaknya lapangan panas bumi
b. setelah pemboran
uap yang keluar dari dalam sumur bor diambil contohnya
kemudian dinalisa kimia. Dari entalpi yang didapat serta unsure
kimia yang dikandung dapat ditentukan besarnya “steam down”
yang dapat dikonversikan menjadi watt listrik. Disamping itu sifat
lapangan dapat ditentukan apakah dareah tersebut bersifat “hot
water dominated” ataukah “vapour dominated”. Hal ini perlu untuk
menentukan jenis metal yang digunakan dalam pembuatan “power
plant”.
5. Penelitian geofisika
Setelah seslesai dengan penelitian geologi dan geokimia
maka dilakukan penelitian geofisika antara lain survei resistiviti atau
M.T.5-Ex (Magneto Tellurie 5 Exponent). Anomali geofisika ini dapat
disebabkan oleh fluida panas dikedalaman, perubahan batuan
resernoir ataupun struktur.
Anomali resistiviti rendah dapat disebabkan oleh :
- zona fosil hidrothermal
- aliran air panas dari pusat geothermal
- zona lapisan lempung
6. Pemboran dangkal
Pemboran dangkal dilakukan guna mengetahui gradien temperatur
disautu daerah. Hal ini dilakukan dengan pembuatan lubang sedalam
100-200 meter, kemudian diukur suhunya pada setiap interval
kedalaman.gradien temperatur yang normal adalah naik 3˚C setiap
kedalaman naik 100 m.
7. Pemboran dalam eksplorasi
Pemboran dalam eksplorasi dilakukan setelah didapatkan data
dareah prospektif yang dihasilkan berdasarkan kompilasi data
geologi, geokimia dan geofisika serta bor dangkal.
Pada tahap ini dilakukan penelitian serbuk bor yang keluar dan pada
interval kedalaman tertentu diambil batuan inti (“core”). Juga
dilakukan pengukuran temperature pada tekanan dasar sumur
setelah mendekati daerah (“zona”) produksi.
Dari hasil-hasil tersebut diatas dapat dibuat kolom stratrigrafi dari
sumur yang akan berguna untuk pembuatan bentuk (model) reservoir
lapangan panas bumi.
Analisa dampak lingkungan ( ANDAL )
1. masalah pokok yang dihadapi dengan berbagai aspek dampak
lingkungan :
a. kwalitas air dan udara
b. kebisingan
c. kwalitas ekosistem
d. efek visuil dan kesehatan
2. Bobot dampak lingkungan suatu lapangan panasbumi tergantung
dari :
a. tipe sumber panasbumi
b. tipe fluida yang dihasilkan
c. karakteristik umum daerah (geologi,hdrologi,topografi,vegetasi)









IV. Rencana Kerja
A. Rencana Acara
Tanggal 2 Juni - 7 Juni : Pengenalan Tempat Tugas Akhir dan
Teori tentang Geothermal.
Tanggal 09 Juni - 21 Juni : Pengenalan Metode perawatan sumur
Geothermal.
Tanggal 23 Juni -12 Juni : Pengumpulan Data dan Menganalisa
Permasalahan yang Terjadi ditempat
Praktek.
Tanggal 14 Juli – 26 Juli : Persiapan untuk Penyusunan Laporan.

B. Tempat Kerja
Tempat : PLTP PT. Chevron Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.
C. Rencana Laporan
Rencana laporan merupakan bagian dari pada penyusunan
laporan yang didasarkan pada sistematika penulisan adapun rencana
laporan sebagaimana terlampir.

V. Metodologi Penelitian
5.1 Orientasi Lapangan
Dimana data yang diperoleh dari penelitian secara langsung
tentang bagaimana cara perawatan sumur geothermal. Berdasarkan
penelitian itulah penulis mendapatkan data-data yang akan menjadi
sumber data dalam pembuatan laporan.

5.2 Metode Observasi
Data-data diperoleh dari konsultasi langsung dengan
pembimbing lapangan maupun dengan operator-operator yang
berasangkutan.
5.3 Study Literatur
Merupakan data yang diperoleh dari buku-buku dan hand book
sebagai bahan tambahan dalam penyusunan laporan yang berkaitan
dengan tema yang diambil.

VI. Kesimpulan Sementara
1. Sumber panasbumi terdiri dari :Sumber panasbumi sistim uap kering,
Sumber panasbumi sistim uap basah, Sumber panasbumi sistim air
panas dan Sumber panasbumi sistim batuan kering panas
2. Terjadinya uap panasbumi dibagi 3 golongan :
 Sumber panasbumi yang berasal dari pluton granit yang tidak diketahui
persis letaknya.
 Berupa suhu panas yang berbentuk batuan magmatik dan kemudian
menembus permukaan bumi.
 Pembentukan uap panas yang sangat berhubungan erat dengan
kegiatan gunung api/kegunung apian.
3. Berdasarkan kandungab mineral dan jenis uapnya
 Sumber yang sebagian besar terdiri dari uap
 Sumber yang sebagian besar terdidri dari air
 Sumber panas yang merupakan batuan panas pada kedalaman maka
diperoleh uap atau air panas.
4. dalam melakukan eksplorasi panasbumi pekerjaan dibagi atas beberapa
tahap antara lain : Investarisasi, Survai pendahuluan, Pemetaan geologi,
Penelitian geofisika, Penelitian geokimia, Pemboran dangkal dan
Pemboran dalam





















LAMPIRAN






























Related Interests