LO 2 : - Yulia Arqam Siregar

- Yenni Sri Lestari
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB OBESITAS
Obesitas merupakan keadaan yang tidak dikehendaki, yaitu dengan
terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk
fungsi tubuh yang normal. etapi tidak semua orang yang mempunyai berat
badan lebih disebut sebagai obesitas. !adi untuk mengatakan seorang anak
mengalami obesitas di samping ge"ala klinis harus "uga didukung oleh
pemeriksaan antropometri #fisik$ yang "auh di atas normal. %emeriksaan fisik
tersebut antara lain berat badan terhadap tinggi badan, berat badan terhadap
umur dan tebalnya lipatan kulit dan paling sedikit perbandingannya
&' ( di atas nilai normal.
)enurut para ahli, didasarkan pada hasil penelitian, obesitas dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor. *ainun )u+tadin #2''2$ mengemukakan
bah,a faktor-faktor penyebab obesitas diantaranya adalah faktor genetik,
disfungsi salah satu bagian otak, pola makan yang berlebih,-aktor fisik kurang
gerak . olahraga,faktor psikis, dan faktor status so/ial.
a. -aktor 0enetik # 1eturunan $
Seorang indi2idu yang memiliki berat badan gemuk, menurut pandangan
geneti/ ini, dikarenakan keturunan dari kondisi orang tua yang "uga memiliki
badan gemuk. 3alam penelitian yang dilakukan 4ou/hard #dalam Santro/k,
&555$, terbukti sebanyak 26-27( orang yang gemuk karena memang dari orang
tuanya berbadan gemuk. !adi, kondisi badan seseorang sudah terdeterminasi
se"ak masa kandungan atau kelahiran. %ada saat ibu yang obesitas sedang hamil
maka unsur sel lemak yang ber"umlah besar dan melebihi ukuran normal,
se/ara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan.
3engan demikian tidak heran apabila bayi yang dilahirkan pun memiliki unsur
lemak tubuh yang relatif sama besar.
b.1erusakan pada salah satu bagian otak
%erilaku makan seseorang dikendalikan oleh sistem pengontrol yang terletak
pada suatu bagian otak yang disebut hipotalamus. 8ipotalamus merupakan
sebuah kumpulan inti sel dalam otak yang langsung berhubungan dengan
bagian-bagian lain dari otak dan kelen"ar diba,ah otak. 8ipotalamus
mengandung lebih banyak pembuluh darah dari daerah lain pada otak, sehingga
lebih mudah dipengaruhi oleh unsur kimia,i dari darah.
3ua bagian hipotalamus yang mempengaruhi penyerapan makan yaitu
hipotalamus lateral #8L$ yang menggerakan nafsu makan #a,al atau pusat
makan$9 hipotalamus 2entromedial #8:)$ yang bertugas merintangi nafsu
makan #pemberhentian atau pusat kenyang$. 3ari hasil penelitian didapatkan
bah,a bila 8L rusak.han/ur maka indi2idu menolak untuk makan atau minum,
dan akan mati ke/uali bila dipaksa diberi makan dan minum #diberi infus$.
Sedangkan bila kerusakan ter"adi pada bagian 8:) maka seseorang akan
men"adi rakus dan kegemukan.
/. -aktor aktifitas
%ola aktifitas yang minim berperan besar dalam peningkatan resiko
kegemukan dan obesitas pada anak. 1egemukan dan obesitas lebih mudah
diderita pada anak yang kurang aktifitas maupun olahraga.
1egemukan dan obesitas pada anak yang kurang beraktifitas fisik maupun
berolahraga disebabkan oleh "umlah kalori yang dibakar lebih sedikit dibanding
kalori yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehingga berpotensi
menimbulkan penimbunan lemak berlebih di dalam tubuh.
d.-aktor %ola )akan berlebih
%ola makan berlebihan /enderung dimiliki oleh orang yang kegemukan.
Orang yang kegemukan biasanya lebih responsif dibanding dengan orang yang
memiliki berat badan normal terhadap isyarat lapar eksternal, seperti rasa dan
bau makanan, atau saatnya ,aktu makan. )ereka /enderung makan bila ia
merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. %ola makan yang
berlebihan inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk keluar dari kegemukan
apabila tidak memiliki kontrol diri dan moti2asi yang kuat untuk mengurangi
berat badan.. )akanan yang mesti dihindari untuk men/egah kegemukan dan
obesitas pada anak adalah yang tinggi kadar kalorinya, rendah serat , dan
minim kandungan gi;inya.
%ara orangtua berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan pola
makan anak-anak mereka. Anak sering kali bersikap pasif dan hanya
mengonsumsi makanan yang disediakan oleh orangtuanya. Oleh karena itu,
alangkah baiknya bila para orangtua aktif menggali berbagai informasi
mengenai bahan < bahan makanan maupun produk olahan makanan yang aman
dan sehat bagi anak.
e. -aktor %sikis
%ada beberapa kasus obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak
teratasi. Orang-orang yang memiliki permasalahan men"adikan makanan
sebagai pelarian untuk melampiaskan masalah yang dihadapinya. )akanan
"uga sering di"adikan sebagai subtitusi untuk pengganti kepuasan lain yang
tidak ter/apai dalam kehidupannya. 3engan men"adikan makanan sebagai
pelampiasan penyelesaian masalah maka apabila tidak diimbangi dengan
aktifitas yang /ukup akan menyebabkan ter"adinya kegemukan
f. -aktor status sosial ekonomi
Santro/k #&555$ men/atat bah,a ,anita yang berasal dari status so/ial
ekonomi yang rendah /enderung memiliki berat badan yang gemuk
dibandingkan dengan ,anita yang berasal dari status ekonomi tinggi.
1emungkinan timbulnya kegemukan tersebut disebabkan seberapa intensitas
perhatian indi2idu terhadap pera,atan fisiknya. )ereka yang mapan se/ara
ekonomis, lebih memiliki perhatian yang tinggi. )ereka munkin akan merasa
/emas kalau berat badannya mengalami kenaikan se/ara /epat.. 1arena itu,
mereka pun segera melakukan pera,atan intensif dengan bantuan tenaga
professional ahli gi;i, dokter$ serta membeli bahan-bahan untuk merampingkan
tubuhnya. entu harganya /ukup mahal.
Sementara itu, mereka yang berasal dari kalangan so/ial ekonomi yang
belum mapan tak mampu membeli bahan < bahan tersebut.Akibatnya, kurang
perhatian terhadap kondisi fisiknya. 3engan demikian, ia /enderung berbadan
gemuk.
g. =fek samping obat
Semua "enis obat yang biasa dikonsumsi seperti obat antidepresi, kontrasepsi,
dalam beberapa kasus dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang
sangat drastis.
S>)4=? :
http:..books google./o.id.books@fa/tor penyebab obesitas
Arif )ans"oer, 1apita Selekta 1edokteran !ilid 2