2.

1 ANATOMI PERIODONTAL
Periodontal merupakan jaringan yang menyangga/pendukung gigi rahang atas
dan rahang bawah. Jaringan periodontal terdiri dari empat komponen panting yaitu :
(1) Gingiva, (2) Ligamen periodontal, (3) Sementum, (4) Tulang alveolar.
1

1. Gingiva
Secara awam lebih dikenal dengan istilah gusi.Jaringan gingiva berjalan
melapisi tonjolan alveolar dan berakhir pada leher gigi. Gingiva yang sehat biasanya
berwarna merah muda, tergantung etnis individu. Makin gelap kulit seseorang, makin
gelap pula warna merah gingivanya. Konsistensinya padat dan melekat pada tulang
alveolar di bawahnya.
Pembagian gingival adalah sebagai berikut:
a. Marginal gingiva
Yaitu merupakan bagian dari gingiva yang mengelilingi leher gigi, yang terletak
dibagian labial,bukal,dan lingual.
b. Attached gingiva
yaitu merupakan bagian dari gingiva yang melekat pada gigi atau prosesus alveolaris
yang memberikan texture (bentuk).
c. Interdental gingival
Yaitu merupakan bagian gingival yang memenuhi interproximal space ( ruang antar
dua gigi ).
d. Sulkus gingival
Yaitu merupakan ruang antara gingiva dan gigi yang pada keadaan normal mempunyai
kedalaman kurang lebih 2 mm.
2. Ligamen Periodontal
Ligamen periodontal terdiri atas serabut jaringan ikat berkolagen, berwarna putih,
yang mengelilingi akar gigi dan melekat ke prosesus alveolar.
Fungsi ligamen periodontal adalah :
a. Memelihara aktivitas biologik sementum dan tulang
b. Menyuplai nutrisi dan membersihkan produk sisa melalui aliran darah dan limfe
c. Memelihara relasi gigi terhadap jaringan keras dan lunak
d. Menghantarkan tekanan dan sensasi nyeri melalui jalur trigeminal. Rasa mengenai lokasi
di rongga mulut diteruskan melalui ujung saraf proprioseptif.
3. Sementum
Sementum merupakan lapisan terluar pada akar gigi yang membatasi gigi dengan
jaringan pendukungnya. Sementum berasal dari jaringan mesoderm, yaitu susunan dan asal
yang sama dengan jaringan tulang. Sementum memiliki kemampuan untuk melakukan
regenerasi bila dihubungkan dengan jaringan pendukung gigi, sama halnya dengan dentin.
Tetapi perbedaan antara dentin dan sementum secara kimia, dentin lebih keras dari
sementum, karena dentin lebih banyak mengandung bahan kimia anorganik 69 persen. Bahan
anorganik pada sementum sama dengan tulang yaitu 40 persen. Bila terjadi rangsangan yang
kuat pada gigi maka akan terjadi Resorpsi/penyerapan sel sementum pada sisi yang terkena
rangsang, dan pada sisi yang berlawanan terbentuk sementum baru.
Fungsi utama sementum adalah :
a. Menahan gigi pada soker tulang dengan perantaraan serabut principal ligamen
periodonsium
b. Mengkompensasi keausan struktur gigi karena pemakaian dengan pembentukan terus-
menerus
c. Memudahkan terjadinya pergeseran mesial fisiologis
d. Memungkinkan penyusunan kembali serabut ligamen periodonsium secara terus-
menerus
4. Tulang alveolar
Tulang alveolar merupakan penyangga gigi yang utama.
Berdasarkan fungsi dan adaptasinya, tulang alveolar dapat dibagi menjadi 2 bagian :
a. Tulang alveolar propium
Yaitu lapisan tipis tulang yang mengelilingi akar dan memberikan tempat perlekatan
bagi ligamen periodontal.
b. Tulang alveolar pendukung
Yaitu bagian prosesus alveolar yang mengelilingi tulang alveolar