Lymphadenitis

http://healindonesia.wordpress.com/2009/04/09/lymphadenitis-dikala-benjolan-di-leher-ketiak-dan-pangkal-
paha-terasa-sakit/
Lymphadenitis adalah peradangan pada salah satu atau lebih kelenjar getah bening, yang
biasanya menjadi bengkak dan lunak. Jadi ketika kelenjar getah bening di sekitar leher,
ketiak, dan pangkal paha membengkak dan terasa sakit ketika ditekan, itu merupakan
pertanda adanya lymphadenitis.

Sistem Limfatik
Sistim limfatik adalah bagian dari sistim kekebalan tubuh. Ia memainkan peran kunci dalam
pertahanan tubuh melawan infeksi dan sejumlah penyakit lainnya, termasuk kanker.
Seperti sistim peredaran darah, sistim limfatik adalah suatu sirkulasi, tetapi cairan yang
beredar didalamnya adalah getah bening, bukan darah.
Sistim limfatik membantu transportasi zat seperti sel, protein, nutrien, produk sisa/buangan di
seluruh tubuh. Sistim limfatik meliputi : Pembuluh limfatik (sering disebut secara sederhana
‘limfatik’), kelenjar getah bening (sering disebut ‘kelenjar limfe ’) dan organ seperti limpa
dan timus. Sumsum tulang yang ditemukan dalam tulang besar juga merupakan bagian dari
sistem limfatik. Sel darah putih dibuat dalam sumsum tulang.
Fisiologi dan Peran Sistim Limfatik
Sistim limfatik adalah suatu bagian penting dari sistim kekebalan tubuh, membentengi tubuh
terhadap infeksi dan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Suatu cairan yang disebut getah bening bersirkulasi melalui pembuluh limfatik, dan
membawa limfosit (sel darah putih) mengelilingi tubuh. Limfosit ini merupakn sel-sel dari
sistem imun yang membantu tubuh melawan penyakit. Terdapat dua tipe utama limfosit yaitu
limfosit-T dan limfosit-B. karena cairan limfe tidak mengandung sel darah merah maka ia
berwarna putih.
Pembuluh limfatik melewati kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening berisi sejumlah
besar limfosit dan bertindak seperti penyaring, menangkap organisme yang menyebabkan
infeksi seperti bakteri dan virus.
Kelenjar getah bening cenderung bergerombol dalam suatu kelompok – sebagai contoh,
terdapat sekelompok besar di ketiak, di leher dan lipat/pangkal paha.
Ketika suatu bagian tubuh terinfeksi atau bengkak, kelenjar getah bening terdekat sering
membesar dan nyeri. Hal berikut ini terjadi, sebagai contoh, jika seseorang dengan sakit leher
mengalami ‘pembengkakan kelenjar’ di leher, Cairan limfatik dari tenggorokan mengalir ke
dalam kelenjar getah bening di leher, dimana organisme penyebab infeksi dapat dihancurkan
dan dicegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya.
Penyebab Lymphadenitis
Lymphadenitis hampir selalu dihasilkan dari sebuah infeksi, yang kemungkinan disebabkan
oleh bakteri, virus, protozoa, ricketsia, atau jamur. Ciri khasnya, infeksi tersebut menyebar
menuju kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung, atau mata atau dari beberapa
infeksi seperti infectious mononucleosis, infeksi cytomegalovirus, infeksi streptococcal,
tuberkulosis, atau sifilis. Infeksi tersebut bisa mempengaruhi kelenjar getah bening atau
hanya pada salah satu daerah pada tubuh.
.
Gejala Lymphadenitis
Kelenjar getah bening yang terinfeksi membesar dan biasanya lunak dan sangat menyakitkan.
Kadangkala, kulit di sepanjang kelenjar yang terinfeksi tampak merah dan terasa hangat.
Orang tersebut bisa mengalami demam. Kadangkala, kantung atau nanah (abses) terbentuk.
Kelenjar tubuh yang membesar yang tidak menyebabkan nyeri, atau kemerahan bisa
mengindikasikan gangguan serius lainnya, seperti lymphoma, tuberculosis, atau Hodgkin
lymphoma.
.
Diagnosa
Biasanya, lymphadenitis bisa didiagnosa berdasarkan gejala-gejala dasar, dan hal itu
menyebabkan infeksi sekitarnya yang nyata. Ketika penyebab tersebut tidak dapat
diidentifikasi dengan mudah, biopsi (pengangkatan dan penelitian pada contoh jaringan di
bawah mikroskop) dan kultur (contoh dikirim ke laboratorium dan diletakkan pada kultur
medium yang membiarkan mikroorganisme untuk berkembang) kemungkinan diperlukan
untuk memastikan diagnosa dan untuk mengidentifikasikan organisme penyebab infeksi.
.
Pengobatan
Pengobatan tergantung pada organisme yang menyebabkan infeksi. Untuk infeksi bakteri,
dalam medis konvensional antibiotik biasanya diberikan secara infus atau dengan mulut,
namun pengobatan seperti ini biasanya menimbulkan resistensi bakteri serta membunuh
bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan kita. Dalam pengobatan holistik,
pemberian antibiotik alami seperti bawang putih dan propolis mampu membasmi mikroba
penyebab peradangan tanpa harus membunuh bakteri menguntungkan di dalam tubuh.
Kompres air hangat bisa membantu mengurangi rasa sakit pada peradangan batang getah
bening. Biasanya, ketika infeksi tersebut telah diobati, batang getah bening pelan-pelan
menyusut, dan rasa sakit surut. Kadangkala batang yang membesar tetap kuat tetapi tidak lagi
terasa lunak.


Limfoma
http://healindonesia.wordpress.com/2008/10/05/limfoma-waspadai-benjolan-di-leher-ketiak-atau-pangkal-paha/

Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang
sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada
berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah
ataupun organ lain.
Ada dua jenis kanker sistem limfotik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin
(NHL). Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan
yang berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari
sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan
kanker.
Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan
limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam
sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri
dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.
.
Gejala
Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah
bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.
Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara
drastis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa
sebab dan berkeringat malam hari.
Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas hanya memiliki semacam benjolan atau
pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Benjolan ini jika ditekan TIDAK TERASA
SAKIT, berbeda dengan lymphadenitis yang akan terasa sakit jika ditekan. Karena tidak ada
keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker
sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.
.
Diagnosis
Jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening atau gejala lain yang
menandakan limfoma non-Hodgkin, maka dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut
berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta menjalankan tes darah dan
prosedur diagnostik berikut:

Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di leher,
ketiak dan selangkangan Anda. Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati Anda untuk
memastikan apakah ada pembengkakan.
Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa
jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate
dehydrogenase (LDH). Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.
Sinar X untuk dada: Anda perlu menjalani sinar X untuk memeriksa kelenjar getah bening
yang bengkak atau tanda-tanda penyakit lain di dada Anda.
Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel limfoma. Biopsi adalah satu-
satunya cara terbaik untuk mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar
getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah bening (biopsi insisional).
Dokter patologi akan memeriksa jaringan sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.
Realitas Statistik
WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu
orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif
dan tumbuh cepat.
NHL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru.
Angka kejadian NHL meningkat 80 persen dibandingkan tahun 1970-an. Setiap tahun angka
kejadian penyakit ini meningkat 3-7 pesen. NHL banyak terjadi pada orang dewasa dengan
angka tertinggi pada rentang usia 45-60 tahun.
Makin tua usia makin tinggi risiko terkena limfoma karena daya tahan tubuhnya menurun.
Hingga kini penyebab limfoma belum diketahui secara pasti. Ada empat kemungkinan
penyebabnya yaitu faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteri dan
toksin lingkungan (herbisida, pengawet, pewarna kimia). Penyebabnya multifaktor.
Terdapat lebih dari 30 subtipe NHL (90 persen dari jenis sel B) yang dapat diklasifikasikan
dengan pertimbangan beberapa faktor, penampakan di bawah mikroskop, ukuran, kecepatan
tumbuh dan organ yang kena.
.
Derajat Keganasan
Limfoma indolen (derajat rendah) tumbuh lambat sehingga diagnostik awal lebih sulit. Pasien
dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun tetapi belum ada pengobatan yang
menyembuhkan. Pasien biasanya memberi respon baik pada terapi awal, tetapi sangat
mungkin kambuh lagi. Penderita limfoma indolen bisa mendapat terapi hingga enam kali
sepanjang hidup, tetapi makin lama responnya menurun.
Limfoma agresif (derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa
pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan. Angka harapan hidup rata-rata lima tahun
dan 30-40 persen sembuh. Pasien yang terdiagnosa dini langsung diobati lebih mungkin
meraih risiko sempurna dan jarang kambuh, karena ada proteksi kesembuhan, biasanya
pengobatan lebih agresif.
.
Tahapan Limfoma non-Hodgkin
Dokter harus mengetahui tingkatan (tahapan) NHL untuk merencanakan pengobatan yang
terbaik. Tahapan ini berdasarkan lokasi tempat sel-sel limfoma ditemukan (di kelenjar getah
bening atau di organ atau jaringan lain) dan jangkauan area yang terkena. Tahapan NHL
adalah sebagai berikut:
 Stadium I: Sel-sel limfoma berada dalam satu kelompok kelenjar getah bening
(misalnya di leher atau di ketiak). Atau, jika sel-sel abnormal itu tidak berada dalam
kelenjar getah bening, tapi hanya pada satu bagian jaringan atau organ tubuh saja
(misalnya di paru-paru, tapi tidak di hati atau di sumsum tulang).
 Stadium II: Sel-sel limfoma berada sekurangnya di dua kelompok kelenjar getah
bening, pada sisi diafragma yang sama (baik di atas atau di bawah). Atau, sel-sel
limfoma ini berada di organ tubuh dan di kelenjar getah bening di sekitarnya (pada
sisi yang sama seperti diafragma) Mungkin ada sel-sel limfoma di kelompok kelenjar
getah bening yang lain di sisi diafragma yang sama.
 Stadium III: Limfoma terdapat dalam kelompok kelenjar getah bening di atas dan di
bawah diafragma. Juga dapat ditemukan di organ atau di jaringan di sekitar kelompok
kelenjar getah bening ini.
 Stadium IV: Limfoma ini berada di seluruh satu organ atau jaringan (selain di
kelenjar getah bening). Atau, berada dalam hati, darah, atau sumsum tulang.