LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Biokimia Umum dengan judul “Karbohidrat”
disusun oleh :
Nama : Nurfitriani
Nim : 1214141002
Kelas : B
Kelompok : V (Lima)
Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka
dinyatakan dapat diterima.

Makassar, Januari 2014
Koordinator Asisten Asisten



Djumarirmanto, S.Pd Andi Mirnawati
NIM 1114140001


Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab



Prof. Dr. Ir. Yusminah Hala, M.S
NIP: 1961 1212 1986 01 2002

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan dan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari memerlukan
energi. Jika energi ini tidak dipenuhi maka tubuh kita tidak akan melakukan
kegiatan seperti biasanya. Energi yang dimaksudkan disini yaitu energi yang
bersumber dari berbagai bahan makanan yang kita konsumsi tiap hari, tapi
ternyata dari semua makanan yang kita konsumsi, tidak semuanya
memenuhi energi yang diperlukan oleh tubuh. Maka dari itu makanan yang
kita konsumsi sebaiknya banyak mengandung karbohidrat, protein, dan
lemak.
Protein dan lemak berperan juga sebagai sumber energy tubuh kita ,
tetapi karena sebagian besar makanan terdiri dari karbohidrat maka
karbohidratlah yang terutama merupakan sumber energy bagi tubuh. Di
samping karbohidrat yang merupakan bahan makanan bagi kita, adapula
karbohidrat yang tidak dapat kita makan atau tidak berfungsi sebagai
makanan, misalnya kayu, serat kapas dan tumbuhan lain. Pada tumbuhan
tersebut karbohidrat terdapat sebagai selulosa, yaitu senyawa yang
membentuk dinding sel tumbuhan. Serat kapas dapat dikatakan seluruhnya
terdiri atas selulsa, sedangkan cairan yang terasa manis yang terkandung
pada batang tebu itu ialah cairan gula atau sukrosa.
Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami
perubahan atau metabolism. Hasil metabolism karbhidrat antara lain,
glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat
yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot
sebagai sumber energy. Jadi ada bermacam-macam senyawa yang termasuk
dalam golongan karbohidrat ini. Dari contoh-contoh tadi kita mengetahui
bahwa amilum dan pati, selulosa, glukosa, gula atau sukrosa dan glukosa
yang merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam
kehidupan manusia.
Di dalam ilmu biokima terdapat beberapa jenis karbohidrat yang
memiliki peranan penting, antara lain monosakarida, disakarida, dan
polisakarida. Uji kualitatif dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan
atau jenis karbohidrat dalam suatu bahan, sedangkan uji kuantitatif dapat
dilakukan untuk mengetahui jumlah kandungan karbohidrat dalam suatu
bahan. Untuk lebih jelasnya akan dibahas secara detail lagi di dalam laporan
ini.
B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini, antara lain:
1. Untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat pada suatu larutan melalui
uji Molisch.
2. Untuk menentukan gula yang mengandung gugus aldehid atau keton
pada sampel melalui uji Benedict.
3. Untuk mengetahui kandungan monosakarida pada sampel melalui
percobaan Barfoed.
4. Untuk mengetahui kandungan sampel pada percobaan Peragian
5. Untuk mengetahui adanya kandungan gugus ketosa pada sampel melalui
uji Seliwanoff.
6. Untuk mengamati dan mengetahui kandungan sampel melalui hidrolisis
selulosa.
7. Untuk mengamati dan mengetahui kandungan sampel melalui hidrolisis
amilum.
8. Untuk mengetahui reaksi ketosa atau aldosa dengan hidrazin melalui uji
Osazon.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Glukosa merupakan bahan bakar universal bagi sel-sel tubuh manusia dan
berfungsi sebagai sumber karbon untuk sintesis sebagian besar senyawa lainnya.
Umumnya makanan mengandung tiga unsur yaitu karbohidrat, lemak, dan
protein. Dari ketiga unsur tersebut yang merupakan sumber energi utama ialah
karbohidrat. Karbohidrat ialah senyawa organik dengan fungsi utama sebagai
sumber energi bagi kebutuhan sel-sel dan jaringan tubuh. Peran utama
karbohidrat di dalam tubuh ialah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh, yang
kemudian diubah menjadi energi. Glukosa merupakan jenis karbohidrat
terpenting bagi tubuh manusia. Karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh sebagai
sumber utama tenaga untuk bergerak, membentuk glukosa otot sebagai energi
cadangan tubuh, dan juga membentuk protein dan lemak. Kebanyakan
karbohidrat dalam makanan diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa,
galaktosa, serta fruktosa, dan akan diubah menjadi glukosa di dalam hati
(Djakani, 2013)
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang mengandung atom
hydrogen dan oksigen dengan rumus umum Cn(H2O)n. karbohidrat merupakan
sumber energy dan penyusun struktur sel. Pada tanaman dan ganggang yang
memiliki klorofil (zat hijau daun) karohidrat dibentuk dari air dan karbon dioksida
yang terdapat diudara dengan bantuan energy matahari melalui proses
fotosintesis. Tanaman yang mengandung banyak karbohidrat sebagai cadangan
makanannya dapat ddigunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber
karbohidrat (Bintang, 2010)
Manusia mencerna karbohidrat dalam sistem pencernaan dan juga usus
halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi menjadi
glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah dan ditempatkan ke
berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai
macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar
pembentukan energi di dalam tubuh. Melalui berbagai tahapan dalam proses
metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh dapat mengoksidasi glukosa
dan disertai dengan produksi energi. Proses metabolisme glukosa yang terjadi di
dalam tubuh ini akan memberikan kontribusi hampir lebih dari 50% bagi
ketersediaan energi (Irawan, 2007)
Menurut Hala (2013), ada empat jenis klasifikasi karbohidrat, antara lain:
1. Monosakrida (gula sederhana), yaitu karbohidrat yang tidak dapat
dihidrolisis tanpa kehilangan sifat gulanya.
2. Disakarida, yaitu sakarida yang bila dihidrolisis menghasilkan dua
monosakarida yang sama atau berbeda.
3. Oligosakarida, yaitu sakarida yang bila dihidrolisis menghasilkan 3-10
monosakarida.
4. Polisakarida, yaitu sakarida yang bila dihidrolisis menghasilkan lebih dari 10
monosakarida.
Kerangka monosakarida adalah rantai karbon berikatan tunggal yang tidak
bercabang. Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom
oksigen, membentuk gugus karbonil; masing-masing atom karbon lainnya
berikatan dengan gugus hidroksil. Semua monosakarida, kecuali
dihidroksiaseton, mengandung satu atau lebih atom karbon asimetri atau khiral,
dan karenanya terdapat dalam bentuk isomer yang bersifat optik aktif. Aldosa
yang paling sederhana, yaitu gliseraldehida, mengandung hanya satu pusat
khiral, dan dapat berbentuk sebagai dua isomer optik yang berbeda yang bukan
bayangan cermin dan tidak saling menutupi sesamanya (Lehninger, 1982)
Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hydrogen, dan
oksigen. Jumlah atom hydrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1
seperti pada molekul air. Pada glukosa tampak bahwa jumlah atom hydrogen
berbanding jumlah atom oksigen ialah 12:6 atau 2:1, sedangkan pada sukrosa
22:11 atau 2:1. Dengan demikian dahulu orang berkesimpulan adanya air dalam
karbohidrat. Karena hal inilah maka dipakai kata karbohidrat yang berasal dari
karbon dan “Hidrar” yang berarti air. Walaupun pada kenyataannya senyawa
karbohidrat tidak mengandung molekul air, namun kata karbohidrat tetap
digunakan disamping nama lain yaitu sakarida (Poedjiadi, 2009)
Karbohidrat tersusun sebagai polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton
atau zat yang jika dihidrolisis menghasilkan salah satu senyawa tersebut.
Polisakarida yang terdapat di alam dapat dihidrolisis oleh asam maupun enzim,
dimana menghasilkan monosakrida atau turunan dari monosakarida.
Polisakarida dapat berfungsi sebagai polisakarida struktur maupun polisakarida
simpanan. Pati yang terdapat pada tumbuhan dan glikogen pada hewan
termasuk polisakrida simpanan, biasanya disimpan dalam bentuk granula besar
di sitoplasma sel. Di dalam granula juga terdapat protein dan enzim-enzim yang
sangat khas. Pada waktu glukosa berlebihan, unit-unit glukosa akan berikatan
dengan ujung pati atau glikogen secara enzimatis. Tetapi pada waktu
dibutuhkan, unit-unit glukosa ini akan dilepaskan, juga secara enzimatis
(Girindra, 1986)
Glikogen merupakan salah satu bentuk simpanan energi di dalam tubuh
yang dapat dihasilkan melalui konsumsi karbohidrat dalam sehari-hari dan
merupakan salah satu sumber energi utama yang digunakan oleh tubuh pada
saat berolahraga. Sekitar 67% dari simpanan glikogen yang terdapat di dalam
tubuh akan tersimpan di dalam otot dan sisanya akan tersimpan di dalam hati. Di
dalam otot, glikogen merupakan simpanan energi utama yang mampu
membentuk hampir 2% dari total massa otot. Glikogen yang terdapat di dalam
otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di dalam otot tersebut dan
tidak dapat dikembalikan ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa apabila
terdapat bagian tubuh lain yang membutuhkannya (Irawan, 2007)

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Biokimia tentang “Karbohidrat” dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Jumat, 3 Januari 2014
Waktu : 15.00 – 16.40 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi Lantai 2 FMIPA UNM
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Tabung reaksi
b. Rak tabung reaksi
c. Pipet tetes
d. Bunsen dan kaki tiga
e. Gelas kimia
f. Gelas ukur 10 ml
g. Stopwatch
2. Bahan
a. Fruktosa
b. Maltosa
c. Glukosa
d. Galaktosa
e. Amilum (Pati)
f. Sukrosa
g. Selulosa
h. Laktosa
i. Reagen α-naftol
j. H
2
SO
4
pekat
k. NaOH
l. Reagen Benedict
m. Reagen Barfoed
n. Asam fosfomolibdat
o. Reagen schliwanoff
p. Tissue
q. Ragi roti
r. Kertas saring
s. HCl
t. Fenilhidrazin
u. Na-asetat
v. Spiritus
w. Korek api
C. Prosedur Kerja
1. Uji Molisch
Menyiapkan


Menambahkan




Menambahkan






6 buah tabung reaksi kering dan bersih
1 cc fruktosa, maltosa, glukosa, galaktosa, amilum,
dan laktosa ke dalam masing-masing tabung.
larutan α-naftol dan H
2
SO
4
pekat ke dalam masing-
masing tabung reaksi yang sudah berisi sampel
Kocok, amati dan catat hasilnya
2. Percobaan Benedict
Menyiapkan


Menambahkan




Menambahkan


Memanaskan




3. Percobaan Barfoed
Menyiapkan



Menambahkan



Menambahkan



Memanaskan

6 buah tabung reaksi kering dan bersih
2 cc fruktosa, maltosa, glukosa, galaktosa, amilum,
dan laktosa ke dalam masing-masing tabung.
reagen benedict sebanyak 2 ml ke dalam masing-
masing tabung reaksi yang sudah berisi sampel
Selama 2-3 menit Ke 6 tabung sampel
Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya
6 buah tabung reaksi kering dan bersih
1 ml fruktosa, maltosa, glukosa, galaktosa, amilum,
dan laktosa ke dalam masing-masing tabung.
reagen Barfoed sebanyak 2 ml ke dalam masing-
masing tabung reaksi yang sudah berisi sampel
Ke 6 tabung yang berisi sampel selama 5 menit

Menambahkan



4. Percobaan Seliwanoff
Menyiapkan


Menambahkan



Menambahkan


Memanaskan



5. Percobaan Peragian
Menyiapkan


Menambahkan



Menambahkan


Mendiamkan
reagen fosfomolibdat ke 6 tabung yang berisi sampel
Amati dan catat hasilnya
6 buah tabung reaksi kering dan bersih
2 cc fruktosa, maltosa, glukosa, galaktosa, amilum,
dan laktosa ke dalam masing-masing tabung.
Reagen Seliwanoff sebanyak 2 ml ke dalam masing-
masing tabung reaksi yang sudah berisi sampel
Selama 20 menit Ke 6 tabung sampel
Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya
6 buah tabung reaksi kering dan bersih
5 ml fruktosa, maltosa, glukosa, galaktosa, amilum,
dan laktosa ke dalam masing-masing tabung.
5 ml suspense ragi roti ke dalam masing-masing
tabung reaksi yang sudah berisi sampel




6. HIdrolisis Selulosa
Menyiapkan


Menambahkan


Memanaskan

Mendiamkan


Menambahkan




7. Hidrolisis Amium
Menyiapkan


Menambahkan


Menambahkan


Memanaskan


Selama 60 menit Ke 6 tabung sampel
Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya
Kertas saring yang telah dipotong kecil kedalam gelas kimia
Larutan H
2
SO
4
dan air

ke dalam gelas kimia
Larutan hingga mendidih
Gelas kimia selama 60 menit
Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya
Reagen Benedict ke dalam gelas kimia
1 tabung reaksi yang bersih dan kering
10 ml Suspense Amilum
HCl ke dalam tabung reaksi
Tabung reaksi tiap 3 menit
Menambahkan



8. Uji Osazon
Menyiapkan


Menambahkan


Menambahkan


Menambahkan


Mengocok


Memanaskan






Reagen Iod ke dalam tabung reaksi tiap 3 menit
Amati perubahan yang terjadi.
1 tabung reaksi yang bersih dan kering
0,5 cc fenilhidrazin ke dalam tabung reaksi
Na-asetat kering ke dalam tabung reaksi
2 cc sampel ke dalam tabung reaksi
Hingga semua larutan homogen
Selama 30 menit lalu amati yang terjadi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Uji Sukrosa Laktosa Glukosa Fruktosa Galaktosa Maltose Selulosa
Barfoed
Rx + + + + + +
W Biru Biru Biru Biru Biru Biru
Benedict
Rx + + + + + +
W E merah E merah E merah E merah E merah E merah
Peragian
Rx + - + + - +
W
Gelem
bung
Tanpa
gelemb
ung
Gelem
bung
Gelem
bung
Tanpa
gelem
bung
Gelem
bung

Seliwanoff
Rx + - + + + +
W Merah
Kuning
pucat
Kuning
Kuning
kmerahan
Kuning Kuning
Molisch
Rx + + + +
W
Cincin
ungu
Cincin
ungu
Cincin
ungu

Cincin
ungu
Osazon
Rx + + + + + +
W Kristal Kristal Kristal Kristal Kristal Kristal
HIdrolisis
Amilum
Rx + + + + + +
W
Bening
kbiruan
Bening
kbiruan
Bening
kbiruan
Bening
kbiruan
Bening
kbiruan
Bening
kniruan


B. Pembahasan
1. Uji Molisch
Uji molisch bertujuan untuk membedakan karbohidrat dengan senyawa
bukan karbohidrat. Uji ini sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat
dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furfural atau senyawa furfural
yang tersubstitusi seperti hidroksimetil furfural. Pada percobaan didapatkan
hasil pada glukosa, selulosa, fruktosa dan galaktosa yaitu menghasilkan cincin
ungu yang berarti hasil uji positif, hal ini sesuai dengan teori Bintang (2010)
yang menyatakan bahwa terbentuknya warna merah-violet pada perbatasan
kedua lapisan cairan menunjukkan hasil positif, sedangkan warna hijau
menunjukkan hasil negative. Hal ini disebabkan oleh furfural yang terbentuk
akan bereaksi dengan alfa naftol dan akan membentuk cincin berwarna ungu
yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan
α naftol. Adapun persamaan reaksinya yaitu :

2. Uji Benedict
Uji benedict ini digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat melalui
reaksi gula pereduksi. Menurut Hala (2013), reaksi positif ditunjukkan dengan
adanya perubahan warna hijau, kuning, jingga atau merah, dengan melihat
tabel diatas dapat disimpulkan bahwa semua sampel menunjukkan hasil
positif karena menghasilkan endapan merah. Hal ini disebabkan karena
larutan-larutan tembaga yang basa bila direduksi oleh karbohidrat yang
mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk cupro oksida
(Cu
2
O) yang berwarna kuning sampai merah. Adapun persamaan reaksinya
yaitu :

3. Uji Seliwanoff
Uji Seliwanoff ini bertujuan untuk membedakan gula aldosa dan ketosa.
Ketosa dibedakan dari aldosa karena adanya gugus fungsi keton atau aldehida
pada gula tersebut. Pada percobaan kali ini sukrosa, glukosa, fruktosa,
galaktosa dan maltosa menghasilkan hasil positif karena berwarna merah,
kuning kemerahan dan kuning. Menurut Bintang (2010), pembentukan warna
merah ini menunjukkan reaksi positif adanya karbohidrat yang tergolong
ketosa, hal ini juga didukung dengan teori Hala (2013), yang menyatakan
fruktosa akan bereaksi cepat dengan menunjukkan warna merah. Prinsipnya
reaksi berdasarkan atas pembentukan 4-hidroksi metil furfural yang akan
membentuk senyawa berwarna ungu dengan adanya resorsinol (1,3-dihidroksi
benzena). Reaksi ini spesifik untuk ketosa, yang ditandai dengan hasil reaksi
berubah warna menjadi merah. Adapun persamaan reaksinya yaitu :








4. Peragian
Dari hasil pengamatan yang dilakukan semua sampel mengalami reaksi
positif, kecuali laktosa dan galaktosa. Hal tersebut ditandai dengan adanya
gelembung gas dan endapan pada setiap sampel yang diuji. Hal ini sesuai
dengan teori dari Hala (2013), yang mengatakan bahwa pada percobaan
peragian apabila bereaksi positif ditandai dengan adanya gelembung gas.
Pada umunya ragi megandung alkohol, dan apabila direaksikan dengan
dengan fruktosa, maltosa, laktosa, sukrosa, glukosa, galaktosa, dan amilum
(contoh dari karbohidrat) akan menghasilkan gelembung gas. Pada reaksi
peragian, terjadi reaksi pemutusan ikatan pada suatu polimer menjadi
monomer-monomernya. Supensi ragi larutan karbohidrat (amilum)
membuat reaksi cepat terjadi dan tidak membutuhkan waktu yang lama
sehingga muncul gelembung-gelembung gas dan terbentuknya endapan dan
dapat dicium bau alkohol padatabung reaksi. Gelembung tersebut
merupakan gas CO
2
yang merupakan hasil sampingan dari pemutusan ikatan
pada amilum dan semakin lama gelembung gas yang terbentuk semakin
banyak dan memenuhi mulut tabung reaksi. Terbentuknya gelembung gas
CO
2
ini menunjukkan adanya reaksi peragian. Keadaan ini menunjukkan
bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang
dapat difermentasikan.
Ragi + karbohidrat ----Buffer fosfat-- CO2

5. Percobaan Barfoed
Uji ini digunakan untuk mendeteksi monosakarida yang terdapat
dalam disakarida. Pada percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa semua sampel menghasilkan reaksi positif karena menunjukkan
warna biru, yang dimana menurut teori Hala (2013), bila terjadi larutan yang
berwarna biru menunjukkan reaksi positif. Begitu juga dengan teori Bintang
(2010), warna biru gelap dan endapan merah bata yang terbentuk
menunjukkkan adanya monosakarida.
Pereaksi Barfoed dapat bereaksi positif dengan karbohidrat yang
memiliki gula pereduksi. Uji ini dilakukan pada suasana asam. Pada suasana
asam, reaksi oksidasi akan lama terjadi, sehingga hanya monosakarida yang
dapat teroksidasi dengan cepat pemanasan pada uji ini harus dilakukan
dengan baik agar monosakarida bereaksi positif, sedangkan disakarida tidak.
Pereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula
pereduksi monosakarida daripada disakarida, dan menghasilkan Cu
2
O (kupro
oksida berwarna biru gelap atau merah bata. Adapun persamaan reaksinya
yaitu :
O O
║ Cu
2+
asetat ║
R—C—H + ─────→ R—C—OH + Cu
2
O+ CH
3
COOH
n-glukosa Endapan merah bata
monosakarida

6. Uji Osazon
Dari hasil pengamatan yang diperoleh, semua sampel mengalami
reaksi positif yang ditandai dengan adanya kristal yang terbentuk ataupun
endapan berwarna kuning. Hal tersebut sesuai dengan teori Hala (2013),
yang menyatakan bahwa reaksi positif pada percobaan osazon akan
mengahsilkan endapan kuning setelah didinginkan. Aldosa dan ketosa dapat
bereaksi dengan hidrazin yang akan membentuk suatu osazon.
Reaksi pembentukan osazon adalah sebagai berikut:
Aldosa + fenilhidrazin ——→ fenilhidrazon
Fenilhidrazon + 2 fenilhidrazin ——→ Osazon + aniline + NH
3
+H
2
O
Menurut Bintang (2010) prinsip uji osazon adalah reaksi aldosa atau
ketosa dengan hidrazin untuk membentuk hidrazon. Dengan hidrazin yang
berlebih, maka akan terbentuk produk oksidasi hidrazon. Tahap berikutnya
adalah reaksi ketosa atau aldehida hidrazon dengan fenilhidrazin, yang
membentuk osazon. Osazon yang terbentuk ditunjukkan dengan
terbentuknya kristal.
H H OH H H
│ │ │ │ │
CH2OH—C—C—C—C—C=O+H2NNHC6H5 (D-glukosa + fenilhidrazin)
│ │ │ │
OH OH H OH

H H OH H H
│ │ │ │ │
CH2OH—C—C—C—C—C=O+NNHC6H5 + H2 (D-glukosafenilhidrazon)
│ │ │ │
OH OH H OH

│2 C6H5 NHNH2

H H OH H
│ │ │ │
CH2OH—C—C—C—C—C=O+NNHC6H5 (D-glokosazon / Ozsazon
kuning)
│ │ │ ║
OH OH H NNH C6H5

7. Hidrolisis Amilum
Dari hasil pengamatan yang dilakukan semua sampel mengalami reaksi
positif. Menurut Hala (2011), reaksi positif pada uji ini ditandai dengan
adanya cincin ungu dan perubahan warna menjadi merah atau ungu
menunjukkan adanya kandungan karbohidrat pada sampel di uji. Adapun
reaksinya yaitu :

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada uji Molisch sampel fruktosa, glukosa dan galaktosa mengalami
reaksi positif yang ditandai dengan terbentuknya cincin ungu yang
menandakan adanya karbohidrat.
2. Pada uji Benedict sampel yang mengalami reaksi positif yaitu fruktosa,
glukosa, galaktosa, maltosa, dan laktosa yang ditandai dengan
terbentuknya endapan merah yang menandakan sampel merupakan
gula yang mengandung gugus aldehid/keton.
3. Untuk percobaan Barfoed hanya fruktosa yang bereaksi positif ditandai
dengan perubahan warna biru. Artinya fruktosa tergolong dalam
monosakarida
4. Percobaan peragian semua sampel mengalami reaksi positif yang
ditandai dengan adanya gelembung gas kecuali pada sampel laktosa dan
galaktosa.
5. Pada uji Schliwanoff semua sampel positif kecuali laktosa artinya gula ini
memiliki kandungan gugus ketosa.
6. Pada hidrolisis selulosa dan hidrolisis amilum semua sampel yang diuji
bereaksi positif dengan menghasilkan warna bening kebiruan artinya
sampel mengandung karbohidrat
7. Pada uji Osazon, semua sampel positif yang ditandai dengan
terbentuknya endapan kuning serta kristal.
B. Saran
1. Diharapkan kepada praktikan untuk lebih teliti berhati-hati dalam
memegang alat, sebab harga alat yang digunakan sangat mahal
harganya.
2. Diharapkan kepada laboran untuk menyediakan bahan praktikum lebih
lengkap agar praktikum dapat berjalan secara efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Bintang, Maria. 2010. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta : Erlangga.
Djakani, Hindri. 2013. Gambaran Kadar Gula Darah Puasa pada Laki-laki Usia 49-
50 Tahun. Jurnal e-Biomedik (eBM). Volume 1. No 1. 71-75

Girindra, Aisjab. 1986. Biokimia. Jakarta : PT.Gramedia.

Hala, Yusminah. 2013. Penuntun Praktikum Biokimia Umum. Makassar :
Universitas Negeri Makassar.

Irawan, M. Anwari. 2007. Karbohidrat. Jurnal Olahraga. Vol 1(2007). No 3

Lehninger. 1982. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Erlangga.
Poedjiadi, Anna. 2009. Dasar- Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia.