LAPORAN LISTRIK

VOLTAGE DIVIDER RULE, CURRENT DIVIDER RULE

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
NAMA : ARDIMAN
NIM : MID138021




KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan berkah, Rahmat dan
karunia-Nya sehingga Penyususan Laporan Listrik ( VOLTAGE DIVIDER RULE,
CURENT DIVIDER RULE ) dalam Mata Kuliah Teknik Listrik 1 terlaksana dengan baik.
Dan juga penulis dapat menyelesaikan Penyusunan Laporan ini sesuai tanggal
yang telah di berikan oleh Bapak Dendin Supriadi, S.Pd, MT.



















Daftar Isi
JUDUL
KATA PENGANTAR
BAB 1 LANDASAN TEORI
A. Resistor ...........................................................................................................
B. Tegangan...........................................................................................................
C. Arus.. .................................. ..............................................................................
BAB 2 ALAT DAN BAHAN
A. Alat dan bahan................................................................................................ .
BAB 3 RANCANGAN
A. Gambar rangkaian.............................................................................................
B. Tabel penelitian................................................................................................
BAB 4
A. Isi tabel..............................................................................................................
B. Menghitung,perbedaan,dan selisih. .................................................................
BAB 5
A. Kesimpulan.....................................................................................................
B. Daftar pustaka ...............................................................................................







BAB I
LANDASAN TEORI

A. Resistor

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus
listrikdengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan
terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum
Ohm:













Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat
dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat
yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik,
dan induktansi.(sumber:Wikipedia)
Resistor berfungsi untuk: menahan arus dan tegangan listrik, membagi arus listrik,
membagi tegangan listrik.
Resistor biasanya terbuat dari bahan-bahan berikut ini: karbon, film karbon, film
metal, dan lain-lain.
Pada badan resistor atau tahanan biasanya menggunakan satuan ohm (Ω) diambil
dari nama George Ohm.Berikut ini satuan turunan dari ohm:
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
KΩ = 1 000Ω
MΩ = 1 000 000Ω
Biasanya untuk mengetahui nilai tahanan pada resistor ditandai dengan angka atau
menggunakan kode warna pada gelang resistor.Berikut ini cara membaca tahanan
resistor:
 Angka
Untuk pembacaan angka pada resistor mudah dipahami untuk dibaca.Sebagai
contoh pada badan resistor tertera angka:
- 0R5 : 0,5 ohm (Ω)
- 1K5 = 1,5 Kilo ohm (KΩ)
- 2M2 = 2,2 Mega ohm (MΩ)
 Kode warna
Untuk pembacaan kode warna ada yang menggunakan kode 4 gelang warna dan
kode 5 warna.Berikut table pembacaan untuk kode 4 warna:




















Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 10
4
Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang
lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru,
mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai
harga 10
4
, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah,
merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω atau 560 KΩ pada
keakuratan ± 2%.



B. TEGANGAN

Tegangan ( V ).

Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan terjadinya arus listrik.
Terjadinya tegangan akibat beda / selisih potensial dan dikatakan ada
tegangan ( voltage ).
Arus listrik akan mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah.
Satuan tegangan listrik disebut “ Volt “ dan disimbolkan “ V “.
1 ( MV ) = 1000 ( KV ).
1 ( KV ) = 1000 ( V ).
1 ( V ) = 1000 ( mV ).


C. ARUS

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dari suatu titik
yang berpotensial tinggi ke titik yang berpotensial rendah dalam waktu
satu detik. Peristiwa mengalirnya arus listrik disebabkan karena adanya
elektron yang bergerak. Arus litrik juga dapat diartikan sebagai besarnya
tegangan dibagi besarnya resistansi.

Simbol dari arus listrik adalah "I", dan terbagi menjadi arus listrik searah
(dc) dan arus listrik bolak balik (ac). Definisi arus listrik arus searah secara
sederhana dapat kita artikan bahwa arus listrik mengalir secara searah
(direct) sehingga pada rangkaian ini ditentukan adanya kutub positif (+)
dan kutub negatif (-). Arus akan mengalir dari kutub positif ke kutub
negatif. Sedangkan pada arus listrik bolak balik, arus akan mengalir secara
bolak-balik karena disebabkan perubahan polaritas tegangan (ac).

Rumus Untuk Menghitung Arus Listrik | Perhitungan Kuat Arus Listrik

Rumus arus listrik yang dihitung dengan muatan listrik (Q) maka,

I = q / t

Keterangan :
I : arus listrik (ampere)
q : besarnya muatan listrik (coulumb)
t : waktu (sekon)

Rumus arus listrik yang dihitung dengan tegangan listrik (V) maka,

I = V / R

Keterangan :
I : kuat arus listrik (ampere)
V : tegangan listrik (volt)
R : resistansi / tahanan listrik (ohm)

Rumus arus listrik yang dihitung dengan daya listrik (P) maka,

P = I kuadrat dikali R
I = Akar dari ( P / R)

Keteragan :
P : daya listrik (watt)








BAB II
ALAT DAN BAHAN

A. Alat yang digunakan dalam penelitian

 Resistor = 5 buah
 Tang Potong = 1 buah
 Puwer Suply = 1 buah
 AVO meter = 1 buah
 Solder = buah
 Timah = 10 cm







BAB III
RANCANGAN


A. Gambar Rangkaian


B. Tabel Penelitian

TABEL I

NAMA GELANG HITUNGAN PERSENTASI KISARAN HARGA
Abu, Merah, Emas, Emas 9,2 Ω 5% 8,74 sd 9,66
Kuning, Ungu, Silver, Emas 100 Ω 5% 95 sd 105
Jingga, Jingga, Silnver, Emas 33 Ω 5% 31,35 sd 34,65
Coklat, Hitam, Coklat, Emas 47 Ω 5% 44,65 sd 49,35
Coklat, Hijau, Emas, Emas 1,5 Ω 5% 1,425 sd 1,57

TABEL II






NO HUBUNGAN RANGKAIA
PERSENTASE TEGANGAN ARUS
H U H U H U
1. R3 // R4 O,194 Ω
2. ( R3 // R4) + R5
3. {( R3 // R4 )+R5} // R2
4. [{( R3 // R4) + R5} // R2] + R1



BAB IV
A. ISI TABEL

 Tabel 1 berisikan tentang warna gelang dari masing-masing resistor serta
besar hambatan dan persentase dari tiap warnanya sehingga dapat diketahui
kisaran dari tiap resistornya.
 Tabel 2 berisikan tentang hubungan tiap resistor dari rangkaian serta hasil
perhitungan dan pengukuran tegangan, hambatan,dan arus dari tiap
komponen yang terhubung.

1 2 3 4 5 T
B. PERHITUNGAN, ANALISIS,PERBEDAAN,DAN SELISIH


 Rp1 = _R3 . R4_
R3 + R4
= _0,33 . 0,47_ = 0,194
0,33 + 0,47

 Rs1 = Rp1 + R5
= 0,194 + 1,5 = 1,694

 Rp2 = _Rs1 . R2_
Rs1 + R2
= _1,694 . 100_ = 1,67
1,694 + 100
 Rs2 = R T = Rp2 + R1
= 1,67 + 1,92
= 10, 87

 I T = V T = _12_
R T 10,87

 IR1 = IT = 1,104

 IR2 = IR1 x Rs1 _
Rs1 + R2
= 1,104 x 1,694 _ = 0,0184 A
1,694 + 100

 IRS1 = IR – IR2
= 1,104 – 0,0184 = 1,0856

 IRS1 = IT _ R2 _ = 1,104 _ 100 _
RS1 + R2 1,694 + 100
= 1,0856 A

 IR3 = IRS _ R4 _ = 1,086 _ 0,47 _
R3 + R4 0,47 + 0,33

= 0,64 A

 IR4 = IRS1 – IR3
= 1,086 – 0,64 = 0,446. A

 IRS = IRS1 = 1,086. A



















BAB V

KESIMPULAN

 Nilai pengukuran resistor berbeda pada perhitungannya yang dilakukan
karena saat pengukuran memiliki toleransi masing pada resistor tersebut
 Arus dan tegangan pada resistor berbeda
 Jumlah tegangan dari semua komponen resistor adalah +-12 V