SEKOLAH SEBAGAI SISTEM SOSIAL

Sekolah Sebagai Sistem Sosial dan Tujuan Sistem Sekolah Sistem Sekolah tersusun dari berbagai sub
sistem atau bagian dan masing-masing bagian mempunyai tujuan, dimana dalam pelaksanaanya saling
bergantung satu sama lain dan ika ada subsistem yang tidak berfungsi maka akan menganggu
subsistem yang lain. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian
yang sling berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Subsistem
juga akan berfungsi untuk mencapai tujuan dengan adanya bantuan dari luar, seperti pemerintah,
yayasan, organisasi-organisasi lain, perorangan dan sebagainya. Jadi, Sistem adalah suatu kesatuan
yang saling terkait, tidak dapat dipisahkan dan bertujuan. Sekolah sebagai sistem mempunyai tujuan
dan demi mencapainya tujuan tersebut ada 3 komponen yaitu, masukan (input), proses, dan keluaran
(output). Dapat dilihat tujuan sekolah dari beberapa sudut pandang antara lain tujuan sekolah, tujuan
masyarakat, dan tujuan individu. Tujuan sekolah tercantum dalam setiap kurikulum setiap jenis
lembaga sekolah memiliki tujuan yang berbeda antara jenis yang satu dengan yang lain, dalam istilah
kependidikan lazim disebut tujuan institusional. Tujuan individu saat ini sering disebut kompetensi
atau kemampuan. Kemampuan yang ingin dicapai masyarakat afektif, kognitif, dan psikomotor.
Sekolah Sebagai Suatu Birokrasi dan Sarana Mobilitas Sosial Birokrasi adalah rasional efisiensi
organisasi yang setiap anggotanya hanya bertanggung jawab pada tugas yang dipegangnya dan dia
mampu untuk melakukannya. Birokrasi dikatakan merupakan hal yang negatif, sebab dengan
birokrasi maka pelayanan organisai tidak cepat, harus mengikuti ketentuan yang baku dan
kepemimpinannya terpusat atau dikendalikan oleh seorang pemimpin. Namun hal-hal tersebut tidak
seluruhnya benar sebab dengan birokrasi maka kepemimpinan terkontrol, dan apabila ada kesalahan
menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Adapun ciri-ciri birikrasi yaitu; Organisasi yang terpisah
dan mempunyai banyak staf, Tingkatan organisasi yang teratur dan tersusun rapi baik dari bentuk
maupun pembagian kerjanya, Ada peraturan yang mengatur tata cara pelaksanaan birokrasi baik ke
dalam maupun ke luar, Status individu terdapat dalam birokrasi misalnya harus memahami dan
melaksanakan peraturan atau cara kerja birokrasi, Mempunyai jalur komunikasi formal baik ke dalam
maupun ke luar. Mobilitas sosial adalah turun naiknya perkembangan kelas sosial seseorang. Secara
umum mobiltias itu perputaran dari positif menjadi negatif atau sebaliknya. Hubungan antara sekolah
dengan mobilitas sosial adalah kesempatan memperoleh pendidikan dan mendapatkan pekerjaan
sesuai kualifikasi pendidikannya, karena pendidikan ikut menentukan status sosial. Jadi secara singkat
hubungan dengan mobilitas sosial dipengaruhi kesempatan memperoleh pendidikan dan kesempatan
memperoleh pekerjaan sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. Sehingga apabila ingin mobilitas
sosial semakin baik atau maju maka kesempatan memperoleh pendidikan semakin baik, dan hasil
pendidikan sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.
A. SEKOLAH DALAM DUNIA KERJA
Sekolah dan Dunia Kerja Pendidikan mengakibatkan perbedaan status. Status merupakan posisi
seseorang dalam masyarakat atau suatu kelompok sosial. Dari pernyataan tersebut kita bisa
menggambarkan bahwa status sosial antara satu orang dengan orang lain itu bebeda-beda.
Menurut Karsidi (2007:285) disebutkan bahwa “makin tinggi tingkat sekolahnya makin tinggi
tingkat penguasaan ilmunya sehingga dipandang memili status yang tinggi dimasyarakat”.
Menurut pendapat Ralph Linton untuk butir kesatu yaitu ascribed status, bahwa status dapat
diperoleh dengan adanya kelahiran seseorang atau dengan sendirinya tergantung dari status orang
tua. Sedangkan achived status dapat diperoleh melalui usaha yaitu dengan menempuh pendidikan
tertentu. Lebih lanjut menurut Mayor Polak dalam Gunawan, (2000:42) selain status yang
diutarakan Ralph Linton masih ditambah dengan Assigned status yaitu status diberikan kepada
seseorang karena jasanya. Berkaitan dengan masalah pendidikan yang mengakibatkan perubahan
status, maka dari pendapat di atas yang paling cocok adalah achieved status jadi melalui
pendidikan seseorang akan mengakibatkan perbedaan status. Dalam mengembangkan pendidikan
perlu memperhatikan 1.) relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 2.) panduan
pendidikan dan latiha. Dalam menyelenggarakan pendidikan (sekolah) banyak kendala yang
dihadapi antara lain dana terbatas, sarana kurang memadai dan adanya drop out (DO). Drop out
adalah dimana anak didik tidak mampu menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, sehingga tidak
dapat melanjutkan studinya ke jenjang berikutnya. Langkah penanganan drop out ( putus sekolah
) menurut Gunawan adalah: a. Langkah preventif, membekali peran peserta didik dengan
keterampilan- keterampilan praktis yang bermanfaat sejak dini, agar kelak bisa diperlukan dapat
merespon tantangan-tantangan hidup dalam masyarakat secara positif, sehingga dapat mandiri
dan tidak menjadi beban masyarakat atau parasit masyarakat. Misalnya antara lain keterampilan
kerajinan, jasa, perbengkelan, elektronika, fotografi, batik, menjahit. b. Langkah pembinaan:
memberikan pengetahuan-pengetahuan praktis yang mengikuti perkembagan/pembaruan, melalui
bimbingan dan latihan-latihan dalam lembaga pendidikan luar sekolah misalnya antar lain
kelompencapir, karang taruna, LKMD. c. Langkah tindak lanjut: memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada mereka untuk fasilitas-fasilitas penunjang sesuai kemampuan masyarakat,
termasuk membina hasrat pribadi untuk berkehidupan yang lebih baik dalam masyarakat.
Misalnya malalui koperasi dengan berbagai kredit (kredit candak kulak/KCK). Keterkaitan antara
tingkat pendidikan dengan tingkat ekonomi atau hubungan antara tingkat pendidikan dengan
tingkat sosial ekonomi seseorang digambarkan oleh Clark (1944) dalam Karsidi (2007:186)
sebagai berikut: 1. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin tinggi penghasilannya
(tamatan sekolah dasar maksimal antara empat dan lima ribu dolar setahun; tingkat sekolah
menengah atas maksimal antara lima dan enam ribu dolar setahun dan tigkat perguruan tinggi
maksimal antara delapan dan sembilan ribu dolar setahun). 2. Tamatan sekolah dasar (atau
sekolah menengah pertama) akan mendapat penghasilan maksimal pada usia sekitar 25-34 tahun;
tamatan sekolah menengah atas akan mendapatkan penghasilan maksimal pada usia sekitar 35-44
tahun dan tamatan perguruan tinggi akan mendapat hasil maksimal pada usia sekitar 45-54 tahun.
3. Tamatan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pada usia tua mendapat hasil lebih
rendah dari hasil ketika mereka mulai bekerja. Tamatan sekolah menegah atas pada usia tua
mendapat hasil yang seimbang dengan hasil ketika mereka mulai bekerja. Tamatan perguruan
tinggi pada usia tua mendapat hasil yang lebih besar dibandingkan ketika mereka mulai bekerja.
Keterkaitan antara pendidikan dan pertumbuahan ekonomi menurut Tobing adalah mengikuti
teori modal manusia teori alokasi dan teori reproduksi strata sosial. Dimensi Psikologis Orang
Bekerja dan Sekolah Serta Hasil Yang Dicapai Bekerja adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan
hidup yang mendasar. Orang bekerja untuk hidup. Kebutuhan psikologis yang perlu dipenuhi
oleh orang yang bekerja adalah kepuasan. Biasanya orang akan merasa puas atas kerja yang telah
atau sedang ia jalankan, apabila ada yang ia kerjakan itu dianggapnya telah memenuhi
harapannya, sesuai dengan tujuan ia terpenuhinya kepuasan pribadi dengan jalan memperoleh
kekuasaan dan menggunakan kekuasaan itu terhadap orang lain. Pada pokoknya, kerja itu
merupakan aktivitas yang memungkinkan terwujudnya kehidupan sosial dan persahabatan
(Bahar, 1989:62). Bagi masyarakat yang sudah mapan ekonominya orientasi bekerja bukan hanya
untuk memenuhi keamanan dan kebutuhan hidup seperti makanan, pakaian, perumahan dan
lainnya. Prinsip bekerja orang Arab: “bekerjalah engkau sedemikian rupa seolah-olah engkau
akan hidup selamanya dan beramallah (beribadah dengan khusuknya) seolah-olah engkau akan
meninggal esok harinya.” Sedangkan prinsip bekerja orang Amerika : “siapa yang selalu bekerja
keras dan penuh dedikasi dia akan mencapai nasib baik dan keberuntungan.” Motivasi menurut
Miller dan Dorm adalah untuk bekerja tidak dapat dikaitkan hanya pada kebutuhan-kebutuhan
ekonomis belaka, sebab orang tetap bekerja walaupun mereka sudah tidak membutuhkan hal-hal
yang bersifat meteriil. Motif bekerja menurut Panji Anoraga adalah: a. Motif adalah majemuk; b.
Motif dapat berubah-ubah; c. Motif berbeda-beda bagi individu; d. beberapa motif tidak didasari
oleh individu. Pandangan kerja menurut Pandji Anoraga : 1. Kerja merupakan bagian paling
mendasar/esensial dari kehidupan manusia; 2. Baik pria maupun wanita menyukai pekerjaan,
kalaupun ada orang tidak menyukai pekerjaan biasanya disebabkan kondisi psikologis dan sosial
dari pekerjaan itu; 3. Moral dari pekerja tidak mempunyai hubungan langsung dengan kondisi
materiil yang menyangkut pekerjaan tersebut; 4. Insentif dari kerja banyak bentuk dan tidak
selalu tergantung pada uang. Tujuan didirikannya sekolah Fadjar : 1. Sebagai sarana
implementasi kebijakan pendidikan yang dikembangkan melalui sistem yang berlaku secara
nasional; 2. Memenuhi dan mewujudkan pendidikan nasional yang mumpuni secara akademik; 3.
Untuk mengembangkan visi dan misi menuju kehidupan modern. Peranan sekolah menurut
Gunawan : a. Sekolah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan; b. Sekolah merupakan
persemaian kader-kader karyawan sampai pemimpin; c. Sekolah merupakan tempat untuk
mengantisipasi mobilitas sosial; d. Sekolah membantu memecahkan masalah- masalah sosial; e.
Sekolah merupakan agen-agen penerus dan pengembang kehidupan; f. Sekolah dapat membantu
kesejahteraan keluarga.

B. PERAN SOSIAL GURU TERHADAP SEKOLAH, MASYARAKAT, MURID,
ORANGRTUA MURID, DAN GURU LAIN. Guru adalah pendidik dan pengajar. Di sekolah
guru-guru memainkan peran berkenaan dengan murid, pegawai administrasi, sebagai teman
sesama guru Peran sosial guru di masyarakat yaitu: participant/peserta, leader/pemimpin,
pembuka jalan, perhatian penuh terhadap anak. Peran sosial guru terhadap murid selain sebagai
pendidik dan pengajar, menurut W.F.Connell yaitu sebagai pendidik, model, pengajar dan
pembimbing, pelajar, komunikator terhadap masyarakat setempat, pekerja administratif,
kesetiaan terhadap lembaga. Peran sosial di sekolah berkaitan dengan murid adalah sebagai
media, sebagai penguji, sebagai orang yang berdisiplin, sebagai orang kepercayaan, sebagai
pengenal kebudayaan, sebagai pengganti orang tua, sebagai penasehat siswa. Peran sosial guru
terhadap orang tua murid sebagai pengganti orang tua di sekolah, sehingga di sekolah
melanjutkan pendidikan dan pengajaran berhasil secara maksimal, perlu menjalin kerjasama yang
baik dengan orang tua murid. Melalui komite sekolah diharapkan antara guru dan orang tua
bahkan masyarakat berperan maningkatkan mutu pelayanan yang meliputi perencanaan,
pengawasan dan evaluasi program pengajaran. Berkaitan dengan antar sesama guru dan pegawai
sebagai teman sekerja, sebagai orang ahli/profesional sebagai pegawai, sebagai bawahan, sebagai
penasehat atau konsultan.

C. INTERAKSI ANTARA GURU DENGAN SEKOLAH
Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan
terhadap murid-muridnya. Guru sebagai guru mengacu itu adalah pekerjaan profesionalnya, yakni
mebelajarkan murid. Guru sebagai orang tua, menunjuk bahwa guru merupakan tempat mencurahkan
segala perasaaan murid, tempat mengeluh dan tempat mengadu, karena murid mengalami gangguan.
Guru sebagai teman sejawat mengarah pada sebagai pasangana untuk berbagi pengalaman, untuk
beradu argumentasi, baik pada berdiskusi formal maupun informal. Murid dapat saja secara lugas dan
tegas tidak sependapat dengan guru tentang sesuatu fenomena, namun semua ini harus didasarkan
pada fakta atau argumentasi yang logis. Kepala Sekolah di Sekolah Dasar adalah Pimpinan tertinggi
di sekolah itu. Kepala Sekolah bertanggung jawab ke dalam sekolah dan ke luar sekolah. Bertanggung
jawab ke dalam artinya bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah, baik berkenaan
dengan kurikulum maupun di luar kurikulum sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
Pembinaan guru, pegawai tata usaha, dan murid juga menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
Bertanggung jawab ke luar, artinya Kepala Sekolah harus mampu mempertanggung-jawabkan kepada
masyarakat dan pemerintah. Tanggung jawab kepala sekolah ini merupakan bentuk akuntabilitas
kepala sekolah. Jabatan kepala sekolah salah satunya berfungsi membina seluruh guru, statf tata
usaha, dan murid. Interaksi guru dan kepala sekolah harus menguntungkan ke dua belah pihak.
Mereka masing-masing harus sadar, bahwa mereka sama-sama membutuhkan, mereka saling
keterkaitan dan ketergantungan. Oleh karena itu kepala sekolah pada hakekatnya adalah menjadi
model, baik oleh guru, pegawai tata usaha, maupun para murid. Kepala sekolah harus mampu menjadi
mitra kerja guru atau sejawat guru. Pegawai tata usaha sebagai pendukung dalam memperlancar
proses pembelajaran di sekolah. Semua aparat tersebut mempunyai kontribusi di bidangnya masing-
masing. Guru harus memandang aparat tersebut sebagai sejawat yang secara bersama-sama
membangun kebersamaan demi tujuan sekolah tersebut. Jika semua komponen dapat berkerja sama
dengan baik, maka hasil yang akan dicapai tentu saja optimal. Jadi, Interaksi antara guru dengan
pegawai tata usaha seharusnya bersifat kesejawatan dan kekeluargaan. sepenuhnya menjadi tanggung
jawab kepala sekolah. Pembinaan guru, pegawai tata usaha, dan murid juga menjadi tanggung jawab
kepala sekolah. Bertanggung jawab ke luar, artinya Kepala Sekolah harus mampu mempertanggung-
jawabkan kepada masyarakat dan pemerintah. Tanggung jawab kepala sekolah ini merupakan bentuk
akuntabilitas kepala sekolah. Jabatan kepala sekolah salah satunya berfungsi membina seluruh guru,
statf tata usaha, dan murid. Interaksi guru dan kepala sekolah harus menguntungkan ke dua belah
pihak. Mereka masing-masing harus sadar, bahwa mereka sama-sama membutuhkan, mereka saling
keterkaitan dan ketergantungan. Oleh karena itu kepala sekolah pada hakekatnya adalah menjadi
model, baik oleh guru, pegawai tata usaha, maupun para murid. Kepala sekolah harus mampu menjadi
mitra kerja guru atau sejawat guru. Pegawai tata usaha sebagai pendukung dalam memperlancar
proses pembelajaran di sekolah. Semua aparat tersebut mempunyai kontribusi di bidangnya masing-
masing. Guru harus memandang aparat tersebut sebagai sejawat yang secara bersama-sama
membangun kebersamaan demi tujuan sekolah tersebut. Jika semua komponen dapat berkerja sama
dengan baik, maka hasil yang akan dicapai tentu saja optimal. Jadi, Interaksi antara guru dengan
pegawai tata usaha seharusnya bersifat kesejawatan dan kekeluargaan











BAB I
PENGANTAR ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
1. Apa yang menjadi kajian ISD ?
Jawab : Yang menjadi kajian ilmu sosial dasar adalah nilai-nilai kebudayaan serta masalah
yang menyertainya dalam kehidupan manusia sehari-hari, dengan harapan dapat menjadi
semacam lingua franca atau bahasa pemersatu bagi segenap akademisi dari berbagai lapangan
ilmiah.
2. Apakah yang dimaksud masalah sosial ?
Jawab : masalah sosial adalah segala permasalahan yang timbul dalam masyarakat
3. Apa perbedaan antara pengetahuan budaya dan ilmu budaya dasar ?
Jawab : Ilmu Budaya Dasar ( IBD ) dalam kelompok ilmu dan pengetahuan termasuk dalam
kelompok pengetahuan budaya ( the Humanities ) tetapi tidak identik dengan pengetahuan
budaya itu sendiri. IBD berbeda dengan pengetahuan budaya, pengetahuan budaya mengkaji
masalah nilai manusia sebagai mahluk berbudaya sedangkan IBD Mengkaji masalah
kemanusiaan dan budaya.
4. Kompetensi dasar apa yang ingin dicapai setelah belajar ISBD ?
Jawab : Kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah terwujudnya seorang ilmian dan
professional yang berfikir kritis , kreatif , sistemik dan ilmiah , berwawasan luas , etis ,
memiliki kepekaaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara
arif.
5. Mengapa ISBD diberikan kepada mahasiswa yang berlatar belakang ilmu alam ?
Jawab : Hal ini dimaksudkan agar pendekatan sosial dan budaya senantiasa dipertimbangkan
dan melandasi setiap upaya mencari solusi atas pemecahan dari masalah alam yang mereka
hadapi, jadi dengan demikian mahasiswa sebagai calon ilmuan dan professional harapan
bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana.


BAB II
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA
1. Mengapa manusia dikatakan sebagai mahluk berbudaya ?
Jawab : manusia dikatakan sebagai makhluk berbudaya karena pencipta kebudayaan ialah
manusia. Manusia menciptakan kebudayaan mlalui akan n budinya, n kebudayaan trcipta
krna adanya interaksi manusia dngan alam skitarnya.
2. Makanakah yang benar , Kebudayaan adalah produk manusia atau manusia adalah produk
kebudayaan ?
Jawab : Menurut saya yang benar adalah pernyataan “ Kebudayaan adalah produk manusia
“karena manusia dianugerahi dengan akal dan fikiran dengan keduanya itulah menusia dapat
menciptakan dan mengembangkan kebudayaan.perwujudan kebudayaan adalah benda –
benda yang diciptakan manusia sebagai mahluk yang berbudaya yang kesemuanya ditujukan
untuk membantu manusia.
3. Apa perbedaan antara Etika dan Estetika ?
Jawab :Etika dan estetika berbeda satu sama lain, Etika berkaitan dengan niali yang baik dan
buruk, bias diterima oleh banyak orang. sedangkan estetika berkaitan dengan hal yang indah
dan jelek. Nilai estetik tidak bisa dipaksakan kepada orang lain karena lebih bersifat perasaan
bukan pernyataan.
4. Berikan tiga Contoh perilaku yang tidak menghargai manusia !
Jawab : a. Kekerasan terhadap para pembantu rumah tangga
b. Memperlakukan orang lain berdasarkan warna kulit , Suku bangsa , Ras ,Agama , dan status
sosial Ekonomi
c. Penjajahan atau Kolonialisme
5. Masalah apa yang dihadapi pada kasus pewarisan kebudayaan ?
Jawab : Permasalahan yang muncul oleh adanya pewarisan budaya yaitu :
- Sesuai tidaknya dinamika tersebut dengan keadaan masyarakat yang sekarang
- Penolakan generasi penerima terhadap budaya tersebut
- Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan budaya yang diwariskan.


BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1. Apa makna manusia sebagai makhluk individu?
Manusia memiliki arti sebagai makhluk yang berakal budi dan mampu menguasai
makhluk lain. Makhluk sendiri memiliki arti bahwa segala sesuatu yang diciptakan
oleh Tuhan. Individu mengandung arti bahwa manusia mampu berdiri sendiri, maka
aktivitas individu adalah untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan jiwa, rohani,
atau psikologis, serta kebutuhan jasmani atau biologis. Pemenuhan kebutuhan tersebut
adalah dalam rangka menjalani kebutuhannya.
2. Apa makna manusia sebagai makhluk sosial? Sosialisasi adalah suatu proses dimana
didalamnya terjadi pengambilan peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang
harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peranan yang ada dalam masyarakat
ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain.
3. Apa implikasi-implikasi yang terjadi dari sifat kesosialan manusia itu? Implikasi-
implikasi yang terjadi dari sifat kesosialan manusia: Kesadaran akan
„ketidakberdayaan‟ manusia bila seorang diri. Kesadaran untuk senantiasa dan harus
berinteraksi dengan orang lain. Penghargaan akan hak-hak orang lain. Ketaatan
terhadap norma-norma yang berlaku.
4. Mengapa interaksi sosial menjadi kunci dalam kehidupan sosial?
5. Apa semua interaksi sosial yang berlangsung bersifat positif bagi kehidupan manusia?
Kontak sosial dapat bersifat positif, apabila mengarah kepada suatu kerjasama. Dan
dapat bersifat negatif apabila mengarah kepada suatu pertentangan atau bahkan lama
sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.





BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN

1. Benarkah setiap kebudayaan menghasilkan peradaban ?
Tidak , Peradaban menunjuk pada hasil kebudayaan yang bernilai tinggi dan maju , oleh
karena itu dapat dikatakn bahwa satiap bangsa atau masyarakat dimanapun selalu
berkebudayaan tapi tidak semuanya memiliki peradaban .
2. Apa sajakah ciri-ciri masyarakat yang adab atau berkeadaban ?
Suatu bangsa dapat dikatakan memiliki peradaban dapat dilihat dari tingkat pendidikan ,
kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki yang senantiasa berkembang ssuai
degan jamannya.
3. Apakah peradaban mengalami perkembangan ? Buktikan !
Iya, peradaban sbagai bgian dri evolusi budaya selalu berkesinambungan yang dicirikan
kualitas tertentu dari unsure budaya yang menonjol. Sebagai contoh Kapal laut yang dulunya
berlyar selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk melintasi laut dengan
menggunakan tenaga angin untuk berlayar kini ditukar denga tenaga uap dan listrik yang
hanya memerlukan waktu beberapa hari untuk tiba di tujuan.
4. Berikan contoh wujud peradaban global saat ini dalam bidang sosial budaya !
Masuknya nilai-nilai dari poeradaban lain yang berakibat timbulnya erosi nilai dari peradaban
lain
5. Adakah dampak negativ peradaban global saat ini bagi bangsa Indonesia ?
ada, misalnya Masukya nilai budaya luar yang akan menghilangkan nilai nilai tradisi dan
identitas suatu bangsa







BAB V
MANUSIA , KERAGAMAN DAN KESETARAAN
1. Apakah manusia itu beragam ? jelaskan pendapatmu !
iya , manusia itu memang bergam, ttapi kebergaman manusia itu bukan berate bermacam –
macam seperti halnya hewan dan tumbuhan. Keragaman itu dimaksudkan bahwa setiap
manusia memiliki oerbedaan kisalnya dari sifat pribadi , sikap , watak , kelakuan , tempramen
, dan hasrat .
2. Apa makna dari suatu konsep kesetaraan atau kesederajatan manusia ?
Kesetraan manusia brmakna bhwa mnusia sbagai mahluk tuhan memiliki tingkat atau
kedudukan yang sama yang bersumber dari pandangan bahwa semua manusia tampa
dibedakan a/ diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai mahluk yang mulia dan
tinggi derajatanya dibanding mahluk lain.
3. Kemajemukan dalam diri bangsa Indonesia bermula dari adanya kemajemukan ras ! Benar-
kah demikian ?
Iya sudah diakui secara umum bahwa bangsa indonesia dikenal sbagai bngsa yg majemuk.
bangsa terutama karena adanya kemajemukan etnik,disebut juga suku bangsa atau
suku.disamping itu,kemajemukan dalam hal ras,agama,golongan,tingkat ekonomi,dan gender.
4. Berikan contoh satu kasus konflik horizontal di Indonesia serta penyebab dari konflik itu !
Contoh konflik di Indonesia :
Konflik di Poso ( 2002 ) Penyebab terjadinya konflik di Indonesia yaitu tida adanya
komunikasi dan pemahaman pada berbagai kelompok masyarakat dan budaya.
5. Berikan contoh sederhana perilaku merendahkan kedudukan martabat manusia !
Mencemooh orang karena tingkat taraf hidup





BAB 6
MANUSIA,NILAI,MORAL,DAN HUKUM
1. Apa hubungan antara nilai dengan norma ?
Hubungan antara nilai dengan norma yaitu setiap norma pasti terkandung nilai didalam-
nya.Nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma.Tanpa ada nilai tidak mungkin terwujud
norma.Sebaliknya,tanpa dibuatkan norma maka nilai yang hendak dijalankan itu musta-hil
terwujud.
2. Moral berkaitan dengan nilai,tetapi tidak semua nilai adalah moral.Jelaskan yang dimaksud
dengan pernyataan tersebut !
Dalam hubungannya dengan nilai,moral adalah bagian dari nilai,yaitu nilau moral.Nilai moral
berkaitan dengan perilaku manusia tentang hal baik – buruk.
3. Mengapa manusia masih membutuhkan norma hukum,padahal sudah ada norma moral,
agama,dan kesopanan ?
Norma hukum dibutuhkan karena bentuk sanksi dari ketiga norma belum cukup memuaskan
dan efektif untuk melindungi keteraturan dan ketertiban masyarakat. Serta masih ada perilaku
lain yang perlu diatur di luar ketiga norma di atas,misalnya perilaku di jalan raya.
4. Hukum bertujuan untuk menciptakan keadilan.Jelaskan !
- Hukum bertujuan untuk meciptakan keadilan artinya menetukan siapa yang salah dan
siapa yang benar.Hukum dapat menghukum siapa yang salah,hukum dapat memaksa agar
peraturan ditaati dan siapa yang melanggar diberi sanksi hukuman.
5. Apa sanksi atas pelanggaran moral ?
NDAK KU JAWAB PI HAHAHAHA
Sampai bab 6 mo nah,,besok pi lanjutkanki bab 7 sama 8~~
S