Nama : YF.

Indah Permata sari
Nim : 112110236


1

PROCESSUS ALVEOLARIS
Proses alveolar (prosesus alveolaris) .- Proses alveolar adalah bagian paling tebal dan
paling spons tulang. Hal ini lebih luas daripada di depan belakang, dan digali ke dalam
rongga yang mendalam untuk penerimaan gigi. Rongga ini adalah delapan dalam jumlah,
dan bervariasi dalam ukuran dan kedalaman sesuai dengan gigi yang dikandungnya. Bahwa
untuk gigi taring adalah terdalam, orang-orang untuk geraham adalah terluas, dan dibagi ke
dalam rongga kecil oleh septa, orang-orang untuk gigi seri yang tunggal, tetapi dalam dan
sempit. Buccinator muncul dari permukaan luar dari proses ini, sejauh maju sebagai gigi
molar pertama. Ketika maxillae yang diartikulasikan dengan satu sama lain, proses alveolar
mereka bersama-sama membentuk lengkung alveolar, pusat margin anterior dari
lengkungan ini disebut titik alveolar.. Jumlah gigi yang akarnya dalam kaitannya dengan
lantai antrum adalah variabel. Sinus "dapat memperpanjang sehingga dapat dalam
hubungannya dengan semua gigi rahang atas yang benar, dari gigi kaninus ke seperti
sarang." (Salter). Aldren Turner (. Op. cit) memberikan pengukuran berikut sebagai orang-
orang dari sinus ukuran rata-rata: ketinggian vertikal berlawanan gigi molar pertama.( Henry
Gray (1825–1861). Anatomy of the Human Body. 1918.) Henry Gray (1825–1861).
Bagian mandibula atau maksila yang menjadi lokasi gigi disebut sebagai prosesus
alveolar. Alveoli untuk gigi ditemukan di dalam prosesus alveolar dan tulang yang
membatasi alveoli disebut tulang alveolar. Tulang alveolar berlubang-lubang karena banyak
saluran Volkman yang mengandung pembuluh darah penyuplai ligamen
periodontal.Processus alveolaris terdiri atas dinding dalam yang menghadap akar tipis dan
padat yang disebut lamina dura atau alveolar bone proper, bagian tengah berongga-rongga,
Nama : YF.Indah Permata sari
Nim : 112110236


2

terjadi dari tulang spongiosa, disebut cancellous trabeculae (cancelous bone), dinding luar
yang menghadap ke labial / lingual terdiri dari tulang kompak, disebut corticalplate.Seperti
tulang lainnya, tulang alveolar terus menerus mengalami remodeling sebagai respon
terhadap stress mekanis dan kebutuhan metabolisme terhadap ion fosfor dan kalsium. Pada
keadaan sehat, remodeling prosesus berfungsi untuk mempertahankan volume keseluruhan
dari tulang dan anatomi keseluruhan relative stabil.
Bentuk rahang dan morfologi prosesus alveolaris bervariasi antara berbagai individu
juga bentuk, besar serta ketebalan bidang kortikal dan septum interdental bervariasi pada
berbagai daerah rahang. Tepi puncak tulang alveolar biasanya berjalan sejajar terhadap
pertautan amelosemental pada jarak yang konstan (1-2mm), tetapi hubungannya bervariasi
sesuai dengan aligmen gigi dan kontur permukaan akar.Fungsi tulang/processus alveolaris
adalah sebagai pembentuk dan penyokong gigi (“tooth socket”).
dentistrymolar.wordpress.com