1.

Pengertian Pengendalian
Dalam kamus Bahasa Indonesia, kata “kendali” berarti kekang, pengendalian berarti
pemimpin atau orang yang mengendalikan. Tak dapat diragukan lagi bahwa pengendalian
mempunyai kewenangan yang lebih terhadap obyek yang diawasi.
Seperti dikemukakan oleh Sujamto (!"#$%&', sebagai berikut $ “(engendalian adalah
segala kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan sesuai dengan ren)ana
yang telah ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki serta sesuai pula dengan segala
ketentuan dan kebijakan yang berlaku”.
*dapun menurut +eorge. , Terry yang dikutip oleh -asibuan (!!.$%/.', sebagai
berikut $ “(engendalian dapat dide0inisikan sebagai suatu proses penentuan apa yang
harus di)apai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai
pelaksanaan dan bila perlu melakukan perbaikan1perbaikan sehingga pelaksanaan sesuai
dengan ren)ana yaitu selaras dan standar”
Selanjutnya 2oon3, mengemukakan pendapat yang disadur oleh -asibuan (!!.$%/4'
$ “(engendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan,
agar ren)ana1ren)ana yang telah dibuat men)apai tujuan1tujuan perusahaan dapat
diselenggarakan”
5enurut Strong sebagaimana dikutip oleh -asibuan (!!.$%/4', mengemukakan
de0inisi pengendalian sebagai berikut 6 “(engendalian adalah proses pengaturan berbagai
0aktor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan1ketetapan
dalam ren)ana”
De0inisi pengendalian selanjutnya dikemukakan oleh Syamsi (!"#$7"' adalah
sebagai berikut $ “(engendalian adalah 0ungsi manajemen yang mengusahakan agar
pekerjaan8 kegiatan terlaksana sesuai dengan ren)ana, instruksi, pedoman, patokan,
pengaturan atau hasil yang telah ditetapkan sebelumnya”.
Berdasarkan uraian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa pengendalian merupakan
pemantauan, pemeriksaan dan e9aluasi yang dilakukan oleh atasan atau pimpinan dalam
organisasi terhadap komponen organisasi dan sumber1sumber yang ada untuk men)apai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumya, se)ara terus menerus dan berkesinambungan
agar semua dapat ber0ungsi se)ara maksimal sehingga tujuan organisasi dapat ter)apai
se)ara e0ekti0 dan e0isien. :adi jelas pengendalian merupakan proses pelaksanaan kerja
yang dilakukan sesuai dengan ketentuan1ketentuan ren)ana, instruksi, pedoman, patokan,
peraturan, atau hasil yang telah ditetapkan sebelumnya. Tindakan perbaikan (korekti0'
dapat dilakukan jika terdapat penyimpangan1penyimpangan atau de9iasi supaya tujuan
yang dihasilkan sesuai dengan ren)ana. :adi kontrol dilakukan sejak proses dimulai,
sampai pengukuran hasil yang akan di)apai, dan pengendalian ini diharapkan juga agar
peman0aatan semua unsur manajemen yaitu Men, Money, Methods, Materials, Mechines
and Market atau ( .5 ' dapat ter)apai dengan e0ekti0 dan e0isien.
2. Pentingnya Pengendalian
. :embatan terakhir dalam rantai 0ungsional kegiatan manajemen
%. (en)apaian tujuan (ter)apai8tidak'
#. Berkaitan dengan peren)anaan
/. Berkaitan dengan pendelegasian
3. Jenis-jenis Pengendalian
Berdasarkan si0atnya, pengendalian dapat bersi0at pre9enti0, detekti0, direkti0, dan
mitigasi. ;amun, pengendalian sering kali dikelompokkan sebagai berikut$
1. (engendalian umpan balik (feedback control' memperoleh in0ormasi mengenai
akti9itas1akti9itas yang telah selesai dijalankan. (engendalian ini memungkinkan
perbaikan di masa mendatang dengan mempelajari apa yang terjadi di masa lampau.
<leh karena itu, tindakan perbaikan terjadi setelah kejadian.
2. (engendalian simultan (concurrent control' menyesuaikan proses yang sedang
berjalan. (engendalian real-time ini mengendalian akti9itas pemantauan yang terjadi
saat ini untuk men)egah terjadinya penyimpangan yang terlalu jauh dari standarnya.
#. (engendalian ke depan (feedforward control' mengantisipasi dan men)egah masalah1
masalah. (engendalian ini memerlukan perspekti0 jangka panjang.
5engenai jenis1jenis pengendalian ini Hasibuan (!!.$%/"' mengemukakan sebagai
berikut $
1. Pengendalian Karyawan.
(engendalian ini ditujukan kepada hal1hal yang ada hubungannya dengan
kegiatan karyawan. 5isalnya apakah karyawan bekerja sesuai dengan tugas yang
diembankan kepadanya, ren)ana, perintah, tata kerja, disiplin, absensi, dan lain
sebagainya.
2. Pengendalian Keuangan.
(engendalian ini ditujukan kepada hal1hal yang menyangkut keuangan
(anggaran', tentang pemasukan dan pengeluaran, biaya1biaya perusahaan termasuk
pengendalian anggarannya.
3. Pengendalian Produksi.
(engendalian ini di tujukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi
yang di hasilkan, apakah sesuai dengan standar atau ren)ana yang telah ditentukan.
4. Pengendalian Waktu.
(engendalian ini ditujukan kepada waktu, artinya apakah waktu untuk
mengerjakan suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan ren)ana dan target yang telah
ditetapkan.
5. Pengendalian Teknis.
(engendalian ini ditujukan pada hal1hal yang bersi0at 0isik, yang berhubungan
dengan tindakan atau teknis pelaksanaan.
. Pengendalian kebijaksanaan.
(engendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai, apakah kebijaksanaan1
kebijaksanaan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah digariskan.
!. Pengendalian Penjualan.
(engendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai, apakah in9entaris
perusahaan masih ada semuanya atau ada yang hilang.
". Pengendalian Pe#eli$araan.
(engendalian ini ditujukan untuk mengetahui, apakah semua in9entaris
perusahaan dan kantor dipelihara dengan baik atau tidak, dan jika ada yang rusak apa
kerusakannya, apa masih dapat diperbaiki atau tidak.
(endapat lain mengenai jenis1jenis pengendalian menurut %iswanto &ejo (!!7$.#'
ditinjau dari sistem pelaksanaannya, maka pengendalian dapat diklasi0ikasikan menjadi
sistem pengendalian umpan balik, pengendalian umpan maju, dan pengendalian
pen)egahan. Se)ara lebih jelas akan dikemukakan dibawah ini $
1. %iste# Pengendalian '#(an &alik
Sistem pengendalian umpan balik beroperasi dengan pengukuran beberapa aspek
proses yang sedang dikendalikan dan perbaikan proses, apabila ukuran menunjukkan
bahwa proses menyimpang dari ren)ana yang telah ditetapkan. (engendalian ini
memantau operasi proses maupun masukan dalam suatu usaha untuk menerka de9iasi
yang potensial, agar tindakan perbaikan atas de9iasi yang terjadi dapat dilakukan guna
men)egah problema kompleks yang menimpa organisasi.
Sistem pengendalian umpan balik biasanya terdiri dari atas lima komponen, yaitu $
a. (roses operasi yang mengolah masukan menjadi keluaran6
b. 2arakteristik proses yang merupakan subyek pengendalian6
). Sistem pengukuran yang menentukan kondisi karakteristik6
d. Serangkaian standar atau kriteria di mana kondisi proses yang diukur dengan
standar atau kriteria yang selanjutnya diadakan e9aluasi6
e. (engatur yang 0ungsinya untuk mengkomparasikan standar karakteristik proses
dengan standar yang mengambil tindakan untuk adaptasi proses, apabila
komparasi terebut menunjukkan bahwa terjadinya de9iasi proses dari ren)ana
yang telah ditetapkan.
Salah satu kelemahan utama sistem umpan balik adalah bahwa sistem tersebut tidak
memberikan peringatan suatu de9iasi sebelum hal tersebut menjadi )ukup berarti.
Dampaknya, de9iasi yang memakan biaya besar dapat berlangsung terus atau semakin
buruk sebelum tindakan perbaikan yang e0ekti0 dilaksanakan.
2. %iste# Pengendalian '#(an )aju
-adirnya sistem pengendalian umpan maju dengan maksud untuk bertindak se)ara
langsung pada problema tersebut dan men)oba men)egah sebelum penyimpangan terjadi
lagi.
Sistem pengendalian umpan maju memiliki komponen yang sama dengan sistem
pengendalian umpan balik, yaitu $
a. (roses operasi yang mengolah masukan menjadi keluaran6
b. 2arakteristik proses yang merupakan subyek pengendalian6
). Sistem pengukuran yang menentukan kondisi karakteristik6
d. Serangkaian standar atau kriteria di mana kondisi proses yang diukur dengan
standar atau kriteria yang selanjutnya diadakan e9aluasi6
e. (engatur yang 0ungsinya untuk mengkomparasikan standar karakteristik proses
dengan standar yang mengambil tindakan untuk adaptasi proses, apabila
komparasi terebut menunjukkan bahwa terjadinya de9iasi proses dari ren)ana
yang telah ditetapkan.
3. %iste# Pengendalian Pen*ega$an
Dua sistem pengendalian yang telah dideskripsikan di atas, baik sistem
pengendalian umpan maju ber0ungsi se)ara ekstern terhadap proses yang sedang
dikendalikan, memantau operasi, dan terlibat dalam mengambil tindakan perbaikan
apabila terjadi de9iasi dari ren)ana yang telah ditetapkan. Sebaliknya sistem
pengendalian pen)egahan adalah kebijakan dan prosedur yang sebenarnya merupakan
bagian dari proses tersebut. (engendalian pen)egahan merupakan pengendalian intern
organisasi.