You are on page 1of 63

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP

IBU MENGENAI PROSEDUR PEMAKAIAN POPOK
SEKALI PAKAI DENGAN RUAM POPOK DAN
INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
Studi Potong Lintang pada Bayi dan Ana U!ia "#$ Ta%un
yang Di&a'a I&unya ( Pu!at#Pu!at P()&(*an+aan
di Kota Pa*(,&ang
S)ip!i
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memeroleh gelar
Sarjana Kedokteran (S.Ked)
Oleh:
St(**a Handayani
"-.".""."/0
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNI1ERSITAS SRI23A4A
5".-
PERN4ATAAN

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Karya tulis saya, skrisi ini adalah asli dan belum ernah diajukan untuk
mendaatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan! do"tor), baik di
#ni$ersitas Sriwijaya mauun di erguruan tinggi lainnya.
%. Karya tulis ini murni gagasan, rumusan dan enelitian Saya sendiri, tana
bantuan ihak lain, ke"uali arahan $erbal &im 'embimbing.
(. Dalam karya tulis ini tidak terdaat karya atau endaat yang telah ditulis
atau diublikasikan orang lain, ke"uali se"ara tertulis dengan di"antumkan
sebagai a"uan dalam naskah dengan disebutkan nama engarang dan
di"antumkan dalam da)tar ustaka.
'ernyataan ini Saya buat dengan sesungguhnya dan aabila dikemudian hari
terdaat enyimangan dan ketidakbenaran dalam ernyataan ini, maka Saya
bersedia menerima sanksi akademik atau sanksi lainnya sesuai dengan norma
yang berlaku di erguruan tinggi ini.
'alembang, *anuari %+1,
-ang membuat ernyataan
&td
(...........)
ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI
PROSEDUR PEMAKAIAN POPOK SEKALI PAKAI DENGAN RUAM
POPOK DAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
Studi Potong Lintang pada Bayi dan Ana U!ia "#$
Ta%un yang Di&a'a I&unya ( Pu!at#pu!at
P()&(*an+aan di Kota Pa*(,&ang
(Stella Handayani, *anuari %+1,, /% halaman)
Fau*ta! K(dot()an Uni6()!ita! S)i'i+aya
Lata) B(*aang7 0uam ook dan in)eksi saluran kemih (1SK) disebabkan ook yang
)rekuensi ergantiannya kurang dari ,-2 kali er hari. Sedangkan anak yang diganti
sedikitnya 3 kali sehari memiliki lebih sedikit ruam ook dan 1SK. #ntuk men"egah
terjadinya ruam ook dan 1SK, dibutuhkan engetahuan yang teat dari orangtua,
terutama ara ibu, mengenai "ara emakaian dan lama emakaian ook sekali akai.
'enelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat engetahuan dan sika ibu
mengenai rosedur emakaian ook sekali akai dengan ruam ook dan 1SK.
M(tod(7 'enelitian yang dilakukan adalah enelitian obser$asional analitik dengan
desain otong lintang (cross-sectional). Samel enelitian adalah 11+ ibu yang membawa
bayi dan anak usia +-( tahun ke usat erbelanjaan 'alembang &rade 4enter dan 5io
'la6a *akabaring yang memenuhi kriteria inklusi. 'engumulan data menggunakan teknik
consecutive sampling dan analisa data menggunakan uji Fisher.
Ha!i*7 7nalisis data menunjukkan nilai p

tingkat engetahuan ibu mengenai rosedur
emakaian ook sekali akai dengan ruam ook sebesar +,899: O0 1,8++. Sedangkan
nilai p tingkat engetahuan ibu dengan tersangka 1SK sebesar +,88%: O0 %,,%/.
Sementara itu, nilai p sika ibu mengenai rosedur emakaian ook sekali akai dengan
ruam ook sebesar +,((,: O0 +,,/9, berbeda dengan nilai p sika ibu dengan tersangka
1SK sebesar +,+(2: O0 ,,,(3.
K(!i,pu*an7 &idak ada hubungan tingkat engetahuan ibu mengenai rosedur
emakaian ook sekali akai dengan ruam ook dan tersangka 1SK. &idak ada
hubungan sika ibu dengan ruam ook, namun ada hubungan sika ibu dengan
tersangka 1SK.
Kata Kun8i7 tingkat pengetahuan, sikap, ruam popok, ISK
ABSTRA9T
THE ASSO9IATION OF MOTHERS: KNO2LEDGE AND MOTHERS:
ATTITUDE TO2ARDS THE PRO9EDURE OF DISPOSABLE DIAPER
USAGE 2ITH DIAPER RASH AND URINAR4 TRA9T INFE9TION
(UTI)
A 9)o!!#S(8tiona* Study o; "#$#4(a)#O*d Ba&i(! 2%o '()( Ta(n &y T%(i)
Mot%()! to S%opping 9(nt()! in Pa*(,&ang
(Stella Handayani, *anuary, %+1,, /% ages)
M(di8a* Fa8u*ty o; S)i'i+aya Uni6()!ity
Ba8g)ound: Diaer rash and urinary tra"t in)e"tion (#&1) was "aused by diaers whose
"hanging )re;uen"y was less than ,-2 times a day. On the other hand, babies whose
diaers were "hanged at least 3 times a day will be less likely to su))er )rom diaer rash
and #&1. &o re$ent diaer rash and #&1, arents, ese"ially mothers, should know about
the "orre"t ro"edure and the duration o) disosable diaer usage. &his study was aimed
to )ind out the asso"iation o) mothers< knowledge and mothers< attitude towards the
ro"edure o) disosable diaer usage with diaer rash and #&1.
M(t%od o; t%( !tudy: 7n obser$ational analysis method with "ross-se"tional design was
used in this study. &he samles were 11+ mothers with in"lusion "riteria, who took their
+-(-year-old babies to 'alembang &rade 4enter and 5io 'la6a *akabaring shoing
"enters. Consecutive sampling te"hni;ue was alied to sele"t the samles and Fisher test
to analy6e the data.
R(!u*t! o; t%( !tudy: 7nalysis o) data showed that the p o) mothers< knowledge about
the ro"edure o) disosable diaer usage with diaer rash was +.899: O0 1.8++.
=eanwhile, the p o) mothers< knowledge about the ro"edure o) disosable diaer usage
with suse"ted #&1 was +.88%: O0 %.,%/. On the other hand, the p o) mothers< attitude
towards the ro"edure o) disosable diaer usage with diaer rash was +.((,: O0 +.,/9,
it was di))erent )rom the p o) mother<s attitude towards the ro"edure o) disosable diaer
usage with suse"ted #&1 whi"h was +.+(2: O0 ,.,(3.
9on8*u!ion: &here was no asso"iation between mothers< knowledge about the ro"edure
o) disosable diaer usage with diaer rash and suse"ted #&1. =oreo$er, there was also
no asso"iation between mothers< attitude towards the ro"edure o) disosable diaer
usage with diaer rash. >owe$er, there was asso"iation between mothers< attitude
towards the ro"edure o) disosable diaer usage with suse"ted #&1.
K(y 'o)d!: the levels of mothers kno!ledge, attitude, diaper rash, "#I
KATA PENGANTAR
Segala uji dan syukur ke hadirat 7llah swt, karena atas karunia dan
rahmat-?ya enulis daat menyelesaikan skrisi ini yang berjudul @>ubungan
&ingkat 'engetahuan dan Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian 'ook Sekali
'akai dengan 0uam 'ook dan 1SKA. Skrisi ini diajukan sebagai salah satu
syarat untuk memeroleh gelar Sarjana kedokteran (S.Ked) dari Bakultas
Kedokteran #ni$ersitas Sriwijaya.
'ada kesematan ini, enulis ingin menyamaikan u"aan terima kasih
keada dr. >ertanti 1ndah 5estari, S7 selaku embimbing 1 sekaligus enguji 1,
drs. Kusumo >ariyadi, 7t, =S selaku embimbing 11 sekaligus enguji 11, dan
dr. Dwi >andayani, =.Kes selaku enguji 111 yang telah bersedia meluangkan
waktu untuk membimbing, memberi saran dan kritik dalam hal embuatan skrisi
ini baik dari segi substansi mauun metodologi.
'enulis juga menyamaikan u"aan terima kasih keada dr. =utiara Cudi
76har, S#.==edS" selaku 'D 1, yang telah bersedia meluangkan waktu untuk
memberi saran, kritik juga dukungan dalam hal embuatan skrisi ini. &erima
kasih keada kedua orangtua, suami ter"inta, dan keluarga yang selalu
mendukung dan memoti$asi serta membantu di dalam doa. &idak lua ula
keada teman-teman, yang telah banyak membantu dalam roses engerjaan
skrisi dan semua ihak yang tidak daat enulis sebutkan satu ersatu.
Sebagai roses embelajaran, enulis menyadari bahwa masih terdaat
banyak kekurangan dalam enulisan skrisi ini. Oleh karena itu, enulis
mengharakan kritik dan saran yang membangun guna menyemurnakan skrisi
ini. Semoga skrisi ini berman)aat bagi semua ihak baik dalam bidang ilmiah
mauun raktisi.
'alembang, *anuari %+1,
'enulis
DAFTAR ISI
HALAMAN 3UDUL ........................................................................................... i
HALAMAN PERSETU3UAN .......................................................................... ii
HALAMAN PERN4ATAAN .......................................................................... iii
ABSTRAK ......................................................................................................... i$
ABSTRACT ......................................................................................................... $
KATA PENGANTAR ...................................................................................... $i
DAFTAR ISI .................................................................................................... $ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. iD
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... D
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... D i
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1
1.1
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
BAB II TIN3AUAN PUSTAKA
%.1 Konse Disosable Diaers ........................................................................ 5
%.1.1 'engertian ............................................................................................ 8
%.1.% Cahan Dasar ........................................................................................ 8
%.1.( Damak 'emakaian Disosable Diaers ............................................ 9
%.1., 'rosedur 'enggantian 'ook yang Caik Cerdasarkan 77' dan
OD*BS ................................................................................................. 3
%.1.2 5ama 'emakaian Disosable Diaers ............................................... 1,
%.% Konse 'engetahuan ................................................................................. 14
%.%.1 'engertian 'engetahuan .................................................................... 1,
%.%.% Dasar 'engetahuan ............................................................................ 12
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan ............................. 18
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan ........................................................ 13
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan ............................................... 1/
%.( Konse Sika ............................................................................................ 19
%.(.1 'engertian Sika ............................................................................... 1/
%.(.% Komonen Sika ............................................................................... %+
%.(.( &ingkatan Sika ................................................................................ %+
%.(., Baktor-Baktor yang =emengaruhi Sika ........................................ %1
%.(.2 'embentukan dan 'erubahan Sika .................................................. %%
%.(.8 'engukuran Sika .............................................................................. %(
%., Kerangka &eori ........................................................................................... %,
BAB III METODE PENELITIAN
(.1
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
BAB I1 HASIL DAN PEMBAHASAN
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................2%
LAMPIRAN .........................................................................................................2,
BIODATA ............................................................................................................/9
DAFTAR TABEL
&abel
1.
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
DAFTAR GAMBAR
Eambar
1.
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
DAFTAR LAMPIRAN
5amiran
1.
2.2Konsep Pengetahuan................................................................................24
%.%.1 'engertian 'engetahuan....................................................................%,
%.%.% Dasar 'engetahuan............................................................................%,
%.%.( Baktor-Baktor yang =emengaruhi 'engetahuan.............................%8
%.%., 4ara =emeroleh 'engetahuan .......................................................%9
%.%.2 4ara =engukur &ingkat 'engetahuan..............................................%3
BAB I
PENDAHULUAN
.<. Lata) B(*aang
Ceberaa tahun belakangan ini, cloth diaper (ook kain) dan disposa$le
diaper (ook sekali akai) sudah sangat luas digunakan dan mudah didaati di
masyarakat dengan berbagai tie dan harga yang terjangkau. >anya saja ook
kain mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena membuat ibu kereotan tia kali
anak berkemih. 5ain halnya dengan ook sekali akai dikenalkan ke masyarakat
sebagai roduk yang memiliki daya sera urin yang tinggi. =enurut sur$ei
terhada (.+++ orangtua yang memiliki bayi di 7SF7? termasuk 1ndonesia
menunjukkan sebanyak 3+G orangtua terutama di perkotaan menggunakan popok
sekali pakai daripada popok kain (%u$is dan &urlaila, '()))* Sedangkan di
Indonesia sendiri penggunaan popok sekali pakai se$esar +,- (.utri, '()')*
'ook sekali akai diangga raktis baik bagi ibu yang berkarir mauun ibu
rumah tangga. Ciasanya ook sekali akai menjadi andalan orangtua saat
mengajak anak berergian, untuk memastikan bayi tertidur ulas di waktu malam
tana terganggu karena ook yang basah, atau karena alasan enghematan.
'ada akhirnya, seerti banyak terlihat di kehiduan sehariHhari, orangtua
jarang bahkan tidak mengganti ook anaknya walauun anak telah berkemih
berkali-kali (Daulay dkk, %+1(). >al ini menyebabkan anak mengalami damak
dari lama emakaian ook tersebut antara lain diaper rash (ruam ook), in)eksi
saluran kemih (1SK) dan late toilet training.
0uam ook meruakan salah satu masalah kulit ada bayi dan anak.
0uam ook daat berua ruam yang terjadi di area ook. 'ada kasus ringan,
kulit menjadi merah. 'ada kasus-kasus yang lebih berat mungkin terdaat sakit.
Demikian juga dengan in)eksi saluran kemih (1SK) meruakan masalah kesehatan
serius yang banyak terjadi ada bayi dan anak-anak. 0uam ook dan 1SK
disebabkan ook yang )rekuensi ergantiannya kurang dari ,-2 kali er hari
(Daulay dkk, %+1(). Sedangkan anak yang diganti sedikitnya 3 kali sehari
memiliki lebih sedikit ruam ook dan 1SK (Sears, %++().
Kimberly 7 >orii, =D dan *ohn =ers"h, =D, B77' menyebutkan bahwa
1+-%+G diaer dermatitis dijumai ada raktek sesialis anak di 7merika.
Sedangkan re$alensi ada bayi berkisar antara 9-(2G, dengan angka terbanyak
ada usia /-1% bulan. Sementara itu, 0ania Dib, =D menyebutkan diaper rash
berkisar ,-(2G ada usia % tahun ertama (Sears, %++(). 'enelitian lain
menyatakan re$alensi 1SK ada anak usia % bulan samai % tahun adalah 2G
(&ambunan, %++8).
=eningkatnya damak emakaian ook sekali akai seiring dengan
meningkatnya enggunaan ook sekali akai disebabkan antara lain rendahnya
engetahuan ara ibu mengenai lamanya emakaian ook sekali akai dan "ara
emakaian ook sekali akai yang benar. =enurut ?otoatmodjo (%+1+),
engetahuan sangat erat kaitannya dengan endidikan. >asil enelitian
menyatakan bahwa endidikan yang tinggi dari seorang ibu memudahkan drinya
untuk men"erna dan memahami in)ormasi yang disamaikan. Sedangkan
endidikan yang rendah daat membuat seorang ibu sulit memahami in)ormasi
yang disamaikan (7nsori, %++3).
Demikian ula engaruh endidikan terhada sika ibu, baik sika
mengenai emakaian ook mauun sika dalam menangani damak yang
ditimbulkan oleh emakaian ook itu sendiri sehingga endidikan memegang
eranan enting yang menjadi dasar engertian dan konse moral dalam diri
indi$idu. 'emahaman akan baik dan buruk, garis emisah antara sesuatu yang
boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan, semua itu dieroleh dari endidikan
(76war, 1//9). Sika sendiri memiliki berbagai tingkatan antara lain, menerima,
mereson, menghargai dan bertanggung jawab. Setia tingkatan sika mewakili
tingkatan engetahuan yang dimiliki (?otoatmodjo, %++9).
77' (/merican /cademy of .ediatrics) dan OD*BS (0hio 1epartment of
2o$ and Family Services) telah membuat edoman emakaian ook yang
terangkum dalam delaan langkah dan anjuran mengenai lamanya emakaian
(OD*BS, %++9).

'enggunaan ook sekali akai yang teat daat mendukung
berbagai akti$itas anak tana mengkhawatirkan damak dari emakaian ook.
Cerdasarkan uraian di atas, enelitian sebelumnya hanya membahas
engetahuan ibu tentang ruam ook mauun hubungan in)eksi saluran kemih
dengan ook. ?amun, belum ada enelitian yang membahas engetahuan dan
sika ibu se"ara komrehensi) mengenai "ara emakaian dan lama emakaian
ook sekali akai. Dengan memiliki engetahuan mengenai hal tersebut maka
damak yang disebabkan dari ook sekali akai diharakan daat di"egah. =aka
dari itu menyadari entingnya engetahuan dan sika yang teat bagi ara ibu,
enulis tertarik melakukan enelitian.
.<5 Ru,u!an Ma!a*a%
Cagaimana hubungan tingkat engetahuan dan sika ibu mengenai
rosedur emakaian ook sekali akai dengan ruam ook dan in)eksi saluran
kemihI
.<$ Tu+uan P(n(*itian
1.(.1 &ujuan #mum
=engetahui hubungan tingkat engetahuan dan sika ibu mengenai
rosedur emakaian ook sekali akai dengan ruam ook dan in)eksi saluran
kemih ada bayi dan anak usia +-( tahun yang dibawa ibunya ke usat
erbelanjaan di Kota 'alembang.
1.(.% &ujuan Khusus
1. =engidenti)ikasi tingkat engetahuan ibu mengenai rosedur emakaian
ook sekali akai
%. =engidenti)ikasi sika ibu mengenai rosedur emakaian ook sekali
akai berdasarkan edoman 77' dan OD*BS
(. =engidenti)ikasi tingkat endidikan ibu yang membawa bayi dan anak
usia +-( tahun ke usat erbelanjaan di Kota 'alembang
,. =enganalisis hubungan tingkat engetahuan ibu mengenai rosedur
emakaian ook sekali akai yang teat dengan ruam ook dan in)eksi
saluran kemih
2. =enganalisis hubungan sika ibu mengenai rosedur emakaian ook
sekali akai yang teat dengan ruam ook dan in)eksi saluran kemih
.<- Hipot(!i!
7da hubungan engetahuan dan sika ibu mengenai rosedur emakaian
ook sekali akai dengan ruam ook dan in)eksi saluran kemih.
.<= Man;aat P(n(*itian
1. =an)aat enelitian se"ara akademis
- =enjadi bahan in)ormasi atau rujukan untuk enelitian selanjutnya.
%. =an)aat enelitian se"ara raktis
- =enjadi bahan in)ormasi bagi orangtua mengenai emakaian ook
sekali akai yang teat berdasarkan 77' dan OD*BS dan men"egah
damak dari emakaian diaers yang lama.
- =enjadi masukan keada emerintah dan tenaga kesehatan untuk
mengadakan enyuluhan mengenai "ara emakaian disposa$le
diapers ada bayi dan anak di masyarakat.
BAB II
TIN3AUAN PUSTAKA
5<. Kon!(p Disposable Diapers
5<.<. P(ng()tian
=eruakan alat yang berua ook sekali akai berdaya sera tinggi yang
terbuat dari lastik dan "amuran bahan kimia untuk menamung sisa-sisa
metabolisme seerti air seni dan )eses (=a"kono"hie, %++/).
'ook sekali akai dikenalkan ke masyarakat sebagai roduk yang
memiliki daya sera urin yang tinggi, bahkan daat menamung urin sebanyak J
2 gelas ( 1 gelas K 8+ ml ), sehingga daat lebih lama diganti. Cayi berkemih
sekurangnya 3 samai %+ kali sehari tergantung dari usia dan )rekuensi emberian
makan atau minum. Cayi usia kurang dari 1 bulan berkemih %+ kali dalam sehari.
4ara kerja ook sekali akai adalah menyera kelembaan yang ada di laisan
ermukaannya ke gel enyera kelembaan, sehingga urine tersera dan membuat
kulit teta kering.
1isposa$le diapers (ook sekali akai) diangga raktis bagi sebagian
besar keluarga di kota besar. &erutama bagi ibu muda yang menjadikan kesibukan
dan e)isiensi waktu ukurannya. Caik ibu yang berkarir mauun ibu rumah tangga,
memilih ook sekali akai sebagai erlengkaan wajib. Ciasanya ook sekali
akai menjadi andalan orangtua saat mengajak anak berergian, untuk
memastikan bayi tertidur ulas di waktu malam tana terganggu karena ook
yang basah, atau karena alasan enghematan. 'emenuhan kebutuhan akan ook
sekali akai ini semestinya diikuti dengan edukasi yang teat. 'asalnya
enggunaan ook sekali akai tak hanya sekadar membuat nyaman atau demi
alasan keraktisan dan enghematan, namun juga memengaruhi kesehatan anak di
antaranya, ruam ook dan in)eksi saluran kemih. 'ada umumnya, seerti yang
dilansir di website /merican /cademy .ediatrics ibu diharakan mengganti
ook anaknya sebanyak 1+ kali dalam %, jam (=an"ini, %+1%).
5<.<5 Ba%an Da!a)
Dalam menanggai ermintaan yang lebih besar untuk lebih ramah
lingkungan, ook sekali akai memakai bahan dasar baru yaitu selulosa yang
di"amur dengan kristal polyacrylate. Selulosa diolah dari ohon inus dan
digiling menjadi Lbulu bubur.L bubur terdiri dari serat selulosa anjang yang
memberikan e)ek kailer yang kuat, yang membantu untuk menarik "airan.
Sehingga terjadi tegangan ermukaan saat mengikat air setelah disera.
.olyacrylate (dikenal sebagai Lsuerabsorben olimerL atau S7' oleh
industri ook) di"amur dengan bulu bubur. ?ama lain untuk kristal ini adalah
3aterlock. >al ini juga digunakan ada tanaman untuk membantu menahan air
dalam tanah. .olyacrylate dibawah tekanan daat menyiman jumlah "airan
sebanyak tiga uluh kali beratnya. >al ini berkorelasi dengan komresi (tekanan)
yang terjadi ketika bayi akan duduk atau berbaring di ook. .olyacrylate ini
memungkinkan ara rodusen untuk mengurangi baik berat dan ketebalan ook
sebesar 2+G dan meningkatkan daya seranya (Cu"hhol6 dkk, 1//,).
5<.<$ Da,pa P(,aaian Disposable Diapers
1isposa$le diapers (ook sekali akai) jelas lebih nyaman dariada
ook kain dalam beberaa hal, tetai ada juga beberaa kekurangannya. Karena
laisan lastiknya, ook sekali akai daat melindungi serai dan akaian
dengan baik, tetai tidak memungkinkan udara keluar-masuk karena menamung
"airan di bagian dalam. 'ook sekali akai model baru yang @suerseraA
memungkinkan menyera "airan dengan sangat baik sehingga banyak orang tua
memakaikannya terlalu lama, hal ini meningkatkan beberaa resiko antara lain
(=a"kono"hie, %++/) :
1. 0uam 'ook
4uam popok adalah suatu istilah untuk menggam$arkan suatu ruam atau
iritasi pada daerah yang ditutupi popok* 4uam popok yang paling umum adalah
dermatitis kontak iritan* #anda pertama dari ruam popok $iasanya kemerahan
atau $en5olan kecil pada perut $agian $a!ah, $okong, genital, dan lipat paha
merupakan tempat yang $erkontak langsung dengan popok yang $asah atau
kotor* Hal ini dise$a$kan karena i$u mem$iarkan popok $asah dipakai terlalu
lama yang mem$uat kelem$apan kulit mudah terkelupas dan 5uga mem$iarkan
popok yang kotor terlalu lama sehingga 6at pencernaan dalam tin5a menyerang
kulit* #entunya penye$a$ dasar dari ruam adalah infeksi 5amur dan $akteri*
7akteri mengu$ah urin men5adi amonia, ini menciptakan alkalin yang mengiritasi
kulitnya*
Faktor lainnya adalah popok yang $ergesekan dengan kulit anak ketika
mereka $ergerak, sementara parfum, detergen dan $e$erapa 6at kimia, serta
$ahan dan lotion yang digunakan mungkin daat menimbulkan iritasi. Cer"ak-
ber"ak karena ook banyak terjadi ada bayi berusia tiga hingga enam bulan,
meskiun begitu hal ini lebih jarang terjadi ada bayi yang diberi 7S1, karena
bayi yang minum 7S1 urinenya lebih bersi)at asam, yang daat melawan e)ek
amonia.
%. 1n)eksi Saluran Kemih (1SK)
1n)eksi saluran kemih meruakan istilah umum yang menyatakan
bertumbuh dan berkembang biaknya kuman dalam saluran kemih yang
mengakibatkan in$asi serta in)lamasi jaringan ada saluran kemih dengan jumlah
bermakna M 1++.+++ koloni!ml urin segar. 'enyebab tersering 1SK adalah 8*coli
sekitar 3+-/+G dan sisanya antara lain Kle$siela, /lkaligenes, S*saphrophyticus,
.roteus, /cineto$akter, .seudomonas, S*aureus* =enurut hasil enelitian Daulay
dkk (%+1(), 1SK ada anak disebabkan oleh bakteri, terbanyak 8*Coli yang
didaatkan dari kultur urin ada ook sekali akai yang )rekuensi ergantiannya
kurang dari ,-2 kali er hari. &anda-tanda anak mengalami 1SK sebagai berikut:
buang air ke"il lebih sering dariada normalnya, demam, mudah marah,
kehilangan minat terhada makanan, mual dan muntah, bau urinenya tidak seerti
biasanya dan erut tegang ketika berkemih disertai sakit. 'ada bayi dan anak
adanya bakteri dalam saluran kemih, umumnya berasal dari tinja dan urinenya
sendiri yang menjalar se"ara ascending.
9* %ate #oilet #raining
Selain ruam ook dan in)eksi saluran kemih, masalah kesiaan )isik dan
kendali )isik untuk meninggalkan ook kotor un menjadi tantangan bagi ibu
yang terbiasa memakaikan anaknya ook sekali akai. Sebelum anak daat
mulai mengontrol kaan dia akan buang air besar atau air ke"il, otot-otot
sphincter yang mengontrol kandung kemih dan usus besarnya erlu berkembang
se"ara enuh dahulu. 7nak juga erlu menyadari erasaan-erasaan yang
berhubungan dengan buang air besar atau buang air ke"il sebelum ia belajar
menginterretasikan itu sebagai suatu tanda bahwa dia erlu buang ar ke"il atau
air besar. Setelah ia mulai mengenali sensasi-sensasi ini, se"ara alami dia akan
mulai menggunakan otot-otot yang berhubungan dengannya, dan ketika itu sudah
semakin kuat, kemamuan untuk mengendalikannya semakin meningkat. 'ada
umumnya, anak-anak men"aai taha kematangan )isik untuk mengontrol otot-
otot shin"ter antara usia 13 hingga %, bulan, meski beberaa anak mungkin baru
men"aainya ada usia (8 bulan sebelum mereka sia menjalani latihan toilet.
5<.<- P)o!(du) P(nggantian Popo yang Bai B()da!a)an AAP dan
OD3FS
Caik ook sekali akai (disposa$le) mauun ook kain (!asha$le:cloth
diaper) bukan roduk steril dan daat menimbulkan resiko untuk bayi dan anak
jika itu disiakan dan ditangani dengan tidak teat. Sebelum mengganti ook
alangkah baiknya semua sarana yang dierlukan berada dalam jangkauan tangan
ibu. *angan sekali-kali meninggalkan anak terutama bayi sendiri ada meja ganti
karena beberaa anak sangat osesi) terhada )eses mereka dan menunjukkan
kebanggaan yang besar terhada )esesnya itu dengan men"ium atau
menyentuhnya.
Cerikut meruakan rosedur enggantian ook berdasarkan 77' dan
OD*BS:
1. 5akukan ersiaan
Eambar 1. 'ersiaan
• Sebelum membawa anak ke area enggantian ook, kumulkan
aa yang dibutuhkan: Kain atau kertas emisah, ook baru, tisu,
sarung tangan, kantong lastik untuk akaian kotor, dan krim
ook atas rese dokter jika anak memerlukan daat digunakan.
• Kenakan sarung tangan sekali akai (jika ada).
%. Cawalah anak ke meja ganti, hindari kontak dengan akaian kotor.
Eambar %. =embawa anak ke meja ganti
• Selalu menjaga tangan ada anak.
• *ika kaki anak tidak bisa dijauhkan dari ook atau dari kontak
dengan kulit kotor selama roses ganti, leaskan seatu dan kaus
kaki anak sehingga anak tidak terkontaminasi tinja atau urin
mereka.
• &ematkan setia akaian kotor dalam kantong lastik dan
amankan dengan mengikat kuat kantong.
(. Cersihkan area ook anak
Eambar (. Cersihkan area ook
• &ematkan anak ada ermukaan ganti ook dan Cuka ook,
tai tinggalkan ook kotor di bawah anak.
• 7ngkat kaki anak seerlunya lalu gunakan tisu sekali akai untuk
membersihkan kulit ada alat kelamin dan bokong anak.
• >aus tinja dan urin dari dean ke belakang, dan gunakan tisu baru
setia kali membersihkan.
• 5etakkan tisu yang kotor dalam ook kotor atau langsung buang
ke dalam lastik berlais, tutu, kaki diosisikan ke semula.
,. 5easkan ook kotor tana terkena kontak dengan tinja atau urin mereka.
Eambar ,. =eleas ook
• 5iat ermukaan yang kotor ke dalam.
• =asukkan ook sekali akai yang kotor dalam lastik berlais,
tertutu.
• *ika menggunakan sarung tangan, leaskan dan taruh ke dalam
lastik berlais dan tertutu.
• 'eriksa tumahan di bawah anak. *ika ada, gunakan kertas!kain
yang memanjang di bawah kaki anak (elais) lalu liat ke dalam
sehingga lebih bersih, ermukaan kertas!kain yang tidak kotor
sekarang di bawah antat anak.
• Cersihkan tangan ibu dengan tisu sekali akai
2. 'akaikan ook bersih dan baju anak
Eambar 2. 'akaikan ook bersih
• Dorong ook baru dari bawah kaki anak.
• Eunakan tissu untuk meratakan krim ook yang dierlukan,
buang tisu ke dalam lastik berlais, tertutu, kaki diosisikan ke
semula.
• 7mati, "atat, dan ren"anakan untuk melaorkan masalah kulit
seerti kemerahan, kulit retak, atau erdarahan.
• Ken"angkan ook (jika in yang digunakan, tematkan tangan ibu
di antara anak dan ook saat memasukkan in) dan akaikan baju
dan seatu anak, berdirikan!tematkan anak ada ermukaan yang
bersih sehingga seatu anak tidak terkontaminasi dari meja
enggantian ook di sekitar ruangan.
8. 4u"i tangan anak dan kembalikan anak ke temat yang bersih
Eambar 8. 4u"i tangan anak
• Eunakan sabun "air dan air di wasta)el jika
ibu bisa mengangkatnya. *ika bayi terlalu berat selama men"u"i
tangan di westa)el gunakan bangku langkah yang kokoh untuk
anak-anak yang bisa berdiri.
• #ntuk bayi yang terlalu muda untuk berdiri, ibu daat
menggunakan tisu sekali akai atau ikuti rosedur ini:
- Cersihkan tangan bayi dengan handuk kertas yang dilembabkan
dengan setetes sabun "air.
- Cersihkan tangan bayi dengan handuk kertas basah dengan air
jernih.
- Keringkan tangan bayi dengan handuk kertas.
Catatan:
Cila bayi dan anak-anak sudah "uku besar untuk berdiri, "u"i
tangan harus dilakukan di wasta)el dengan air mengalir.
9. Cersihkan dan desin)eksi area mengganti ook
Eambar 9. Desin)eksi area mengganti ook
• Cuang liner ! emisah elais meja.
• Cersihkan setia kotoran yang terlihat dari meja ganti.
• =embersihkan meja dengan enyemrotan sehingga seluruh
ermukaan dbasahi dengan larutan emutih atau embersih (1
sendok makan emutih untuk 1 liter air).
• Cotol semrot harus digunakan untuk area ook untuk men"egah
enyebaran kuman dari botol ke area lainnya.
• Ciarkan emutih selama % menit. kemudian dihaus atau dibiarkan
kering oleh udara.
3. 4u"i tangan 7nda dan "atat ada lembar sehari-hari anak
Eambar 3. 4u"i tangan ibu
• Eunakan sabun "air dan air hangat.
• Eunakan handuk kertas untuk mematikan kran.
• Eunakan lotion tangan untuk menjaga tangan ibu dari kering dan
e"ah-e"ah.
• 4atat ada lembar harian saat mengganti ook, aa yang ada di
ook dan masalah di"atat.
5<.<= La,a P(,aaian Disposable Diapers
'ook memiliki eranan enting dalam kehiduan ibu dan anaknya hingga
beberaa tahun ke dean sehingga ibu erlu memilih tie ook yang teat
dengan gaya hidu yang sesuai. =eskiun ada banyak sekali tie, model, dan
ukuran ook, ilihan mendasarnya adalah antara ook sekali akai (disposa$le)
dan ook yang daat di"u"i untuk diakai lagi (!asha$le). >anya saja ook
kain mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena membuat ibu kereotan tia kali
anak berkemih. 5ain halnya dengan ook sekali akai dikenalkan ke masyarakat
sebagai roduk yang memiliki daya sera urin yang tinggi. 'ada akhirnya, seerti
banyak terlihat di kehiduan sehariHhari, orangtua jarang bahkan tidak mengganti
ook anaknya walauun anak telah berkemih berkali-kali.
Cerdasarkan 77' (/merican /cademy of .ediatrics) ook harus
dieriksa untuk memastikan basah dan tinja setidaknya er jam, dibuka dan
dieriksa se"ara $isual setidaknya setia dua jam, dan setia kali anak
menunjukkan ketidaknyamanan atau bererilaku menunjukkan ook kotor atau
basah. =eskiun ook sekali akai daat terus menyera kelembaan untuk
jangka waktu lama ketika basah, ook harus teta diganti setelah dua jam. >al
ini untuk men"egah gesekan ermukaan basah terhada kulit dan in)eksi dari
bakteri dari urin dan tinja.
5<5 Kon!(p P(ng(ta%uan
5<5<. P(ng()tian P(ng(ta%uan
'engetahuan adalah meruakan hasil tahu dari manusia, yang sekedar
menjawab ertanyaan ;!hat< (?otoatmodjo, %+1+).
'engetahuan adalah hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan
engindraan terhada suatu objek tertentu. 'engindraan terjadi melalui an"aindra
manusia, yakni indra englihatan, endengaran, en"iuman, rasa, dan raba.
Sebagian besar engetahuan manusia dieroleh melalui mata dan telinga
(?otoatmodjo, %++9).
5<5<5 Da!a) P(ng(ta%uan
Dari engalaman dan enelitian terbukti bahwa erilaku yang didasari
oleh engetahuan akan lebih langgeng dariada erilaku yang tidak didasari
engetahuan. =enurut ?otoatmodjo (%++9) dalam enelitian 0ogers
mengungkakan bahwa sebelum orang mengadosi erilaku baru (bererilaku
baru) di dalam diri orang tersebut terjadi roses yang berurutan, yakni
1. /!areness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam arti
mengetahui terlebih dahulu terhada stimulus (objek)
%. Interest (ketertarikan), yakni orang mulai tertarik keada stimulus atau
objek tersebut.
(. 8valuation (menimbang-nimbang), indi$idu menimbang-nimbang tentang
baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. 'ada roses ketiga ini
subjek sudah memilikii sika yang lebih baik lagi.
,. #rial (men"oba), orang telah mulai men"oba erilaku baru
2. /doption, subjek telah bererilaku baru sesuai dengan engetahuan
kesadaran dan sikanya terhada stimulus.
'engetahuan yang ter"aku dalam domain kogniti) memunyai 8 tingkatan
sebagai berikut:
1. &ahu (kno!) meruakan tingkat engetahuan yang aling rendah, yang
diartikan sebagai mengingat materi yang telah dielajari sebelumnya, yaitu
mengingat kembali (recall) suatu yang sesi)ik dari seluruh bahan yang
dielajari atau rangsangan yang telah diterima, misalnya ibu daat
menyebutkan dengan benar "ara emakaian diaper*
%. =emahami (comprehension) diartikan sebagai suatu kemamuan untuk
menjelaskan se"ara benar tentang obyek yang diketahui dan daat
menginterretasikan materi tersebut se"ara benar, misalnya ibu daat
menjelaskan alasan mengaa harus mengetahui "ara emakaian diaper*
(. 7likasi (aplication) diartikan sebagai kemamuan untuk menggunakan
materi yang telah dielajari ada situasi atau kondisi yang sebenarnya,
misalnya ibu daat memberikan "ontoh dalam memakaikan diaper dengan
teat.
,. 7nalisa (analysis) adalah suatu kemamuan untuk menjabarkan materi
atau suatu obyek ke dalam komonen-komonen, tetai masih didalam
suatu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu dengan yang lain,
misalnya ibu daat memerkirakan lama emakaian diaper yang baik.
2. Sintesis (syinthesis) adalah suatu kemamuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian suatu bentuk keseluruhan yang baru.
Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemamuan untuk menyusun
)ormulasi baru dari )ormulasi-)ormulasi yang ada.
8. F$aluasi (evaluation) meruakan kemamuan untuk melakukan enilaian
terhada suatu materi atau objek. 'enilaian itu didasarkan ada suatu
kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada,
misalnya ibu daat membandingkan antara anak yang nyaman dan tidak
nyaman selama memakai diaper, daat menanggai damak yang
ditimbulkan oleh lamanya emakaian diaper dan daat mena)sirkan sebab-
sebab mengaa ibu-ibu jarang bahkan tidak mau mengganti diaper
anaknya sesuai waktu yang dianjurkan.
5<5<$ Fato)#Fato) yang M(,p(nga)u%i P(ng(ta%uan
Baktor-)aktor yang memengaruhi engetahuan menurut Ereen dalam
?otoatmodjo (%++() yaitu,
a. #mur
#sia memengaruhi daya tangka dan ola ikir seseorang semakin
bertambah usia akan semakin berkembang ula daya tangka dan ola
ikirnya, sehingga engetahuan yang dierolehnya semakin membaik.
7kan tetai ada umur-umur tertentu bertambahnya roses erkembangan
mental ini tidak se"eat seerti ketika berumur belasan tahun.
Certambahnya umur seseorang daat berengaruh ada bertambahnya
engetahuan yang dierolehnya, tetai menjelang usia lanjut kemamuan
enerimaan atau mengingat suatu engetahuan akan berkurang.

b. &ingkat endidikan
'engetahuan sangat erat kaitannya dengan endidikan dimana
diharakan seseorang dengan endidikan tinggi, maka orang tersebut akan
semakin luas ula engetahuannya. 'enelitian 7nsori (%++3), endidikan
yang tinggi dari seorang ibu memudahkan dirinya untuk men"erna dan
memahami in)ormasi yang disamaikan. Sedangkan endidikan yang
rendah daat membuat seorang ibu sulit memahami in)ormasi yang
disamaikan. ?amun erlu ditekankan bahwa seorang yang berendidikan
rendah tidak berarti mutlak berengetahuan rendah ula. 'eningkatan
engetahuan tidak mutlak dieroleh di endidikan )ormal, akan tetai juga
daat dieroleh ada endidikan non )ormal.

b. 1n)ormasi
1n)ormasi akan memberikan engaruh ada engetahuan seseorang
meskiun seseorang memunyai endidikan yang rendah tetai jika ia
mendaatkan in)ormasi yang baik dari berbagai media, hal tersebut akan
meningkatkan engetahuannya. =enurut enelitian Saryono (%++(),
engetahuan seseorang berhubungan dengan jumlah in)ormasi yang dimiliki
orang tersebut. Semakin banyak in)ormasi yang dimiliki maka semakin
tinggi ula engetahuan orang tersebut.

". Sosial Cudaya dan Status Fkonomi
Cudaya sangat berengaruh terhada tingkat engetahuan seseorang,
karena in)ormasi-in)ormasi baru akan disaring berdasarkan sesuai atau
tidaknya dengan kebudayaan yang ada dan agama yang dianut. Status
ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu )asilitas yang
dierlukan untuk kegiatan tertentu. Sehingga status sosial ekonomi yang
rendah berengaruh ada engetahuan orang tua tentang tumbuh kembang
anak dalam memenuhi hidu sehat terutama erawatan kebersihan.

d. 'engalaman
'engalaman meruakan sumber engetahuan, suatu "ara untuk
mengetahui kebenaran engetahuan. >al ini dilakukan dengan "ara
mengulang kembali engalaman yang telah dieroleh dengan meme"ahkan
masalah yang dihadai ada masa lalu.

5<5<- 9a)a M(,p()o*(% P(ng(ta%uan
=enurut ?otoatmodjo (%+1+), "ara yang digunakan untuk memeroleh
engetahuan daat dikelomokkan menjadi dua yaitu,
1. 4ara tradisional atau non alamiah
a. 4ara "oba salah
4ara ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam
meme"ahkan masalah dan aabila kemungkinan ini tidak berhasil
maka di"oba kemungkinan yang lain samai masalah tersebut daat
diatasi.
b. Se"ara Kebetulan
&erjadi karena tidak disengaja oleh orang yang bersangkutan
". Cerdasarkan engalaman ribadi
'engalaman meruakan sumber engetahuan atau meruakan suatu
"ara untuk memeroleh kebenaran engetahuan. >al ini dilakukan
dengan "ara mengulang kembali engalaman yang dieroleh dalam
meme"ahkan ermasalahan ada masa lalu.
d. =elalui jalan ikiran
=eruakan "ara melahirkan ikiran se"ara tidak langsung baru atau
modern dalam memeroleh engetahuan lebih sistematik, logis,
ilmiah.
%. 4ara modern
4ara baru atau modern dalam memeroleh engetahuan lebih sistematis,
logis dan ilmiah. 'endekatan yang aling teat untuk men"ari suatu
kebenaran karena didasari ada engetahuan yang terstruktur dan
sistematik serta daat mengumulkan dan menganalisis data yang
didasarkan rinsi rehabilitas dan reabilitas. 'erlu adanya kombinasi yang
logis dengan mendekatkan indukti) mauun dedukti), sehingga mamu
men"itakan suatu eme"ahan masalah lebih teat dan akurat.
5<5<= 9a)a M(nguu) Tingat P(ng(ta%uan
=enurut 7rikunto (%++8) bahwa engukuran engetahuan daat dilakukan
dengan wawan"ara atau angket yang menanyakan isi materi yang ingin diukur
dari subyek enelitian atau resonden. Kualitas engetahuan ada masing-masing
tingkat engetahuan daat dilakukan dengan skoring yaitu:
1. &ingkat engetahuan baik
&ingkat engetahuan baik adalah tingkat engetahuan dimana seseorang
mamu mengetahui, memahami, mengalikasi, menganalisis,
mensisntesis, dan menge$aluasi. &ingkat engetahuan daat dikatakan
baik jika seseorang memunyai 98G-1++G engetahuan.
%. &ingkat engetahuan "uku
&ingkat engetahuan "uku adalah tingkat engetahuan dimana seseorang
mamu mengetahui, memahami, tetai kurang mengalikasi,
menganalisis, mensisntesis, dan menge$aluasi. &ingkat engetahuan daat
dikatakan "uku jika seseorang memunyai 28G-92G engetahuan.
(. &ingkat engetahuan kurang
&ingkat engetahuan kurang adalah tingkat engetahuan dimana seseorang
kurang mamu dalam mengetahui, memahami, mengalikasi,
menganalisis, mensisntesis, dan menge$aluasi. &ingkat engetahuan daat
dikatakan kurang jika seseorang memunyai N 28G engetahuan.
5<$ Kon!(p Siap
5<$<. P(ng()tian Siap
Sika meruakan reaksi atau resons yang masih tertutu dari seseorang
terhada suatu stimulus atau objek. =ani)estasi sika tidak daat langsung
dilihat, tetai hanya daat dita)sirkan terlebih dahulu dari erilaku yang tertutu.
Sika se"ara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhada
stimulus tertentu yang dalam kehiduan sehari-hari meruakan reaksi yang
bersi)at emosional terhada stimulus sosial. ?ew"omb, salah seorang ahli
sikologi sosial, menyatakan bahwa sika itu meruakan kesiaan atau kesediaan
untuk bertindak, dan bukan meruakan elaksanaan moti) tertentu. Sika belum
meruakan tindakan atau akti$itas, akan tetai meruakan redisosisi tindakan
suatu erilaku. Sika itu masih meruakan reaksi tertutu, bukan meruakan
reaksi terbuka atau tingkah laku terbuka. Sika meruakan kesiaan untuk
bereaksi terhada objek di lingkungan tertentu sebagai suatu enghayatan
terhada objek (?otoatmodjo, %++9).
5<$<5 Ko,pon(n Siap
7llort dalam ?otoatmodjo (%++9), menjelaskan bahwa sika itu memunyai (
komonen okok, yaitu:
a. Keer"ayaan (keyakinan), ide dan konse terhada suatu objek.
b. Kehiduan emosional atau e$aluasi terhada suatu objek.
". Ke"enderungan untuk bertindak (trend to $ehave)*
Ketiga komonen ini se"ara bersama-sama membentuk sika yang utuh (total
attitude)* Dalam enentuan sika yang utuh ini, engetahuan, ikiran, keyakinan
dan emosi memegang eranan enting.
5<$<$ Tingatan Siap
=enurut ?otoatmodjo (%++9), sika terdiri dari berbagai tingkatan:
a. =enerima (receiving)
=enerima diartikan bahwa orang (subjek) ingin dan memerhatikan stimulus
yang diberikan (objek).
b. =ereson (responding)
=emberikan jawaban aabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas
yang diberikan adalah suatu indikasi dari sika. Karena dengan suatu usaha untuk
menjawab ertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan, terleas dari
ekerjaan itu benar atau salah, adalah berarti bahwa orang menerima ide tersebut.
". =enghargai (valuing)
=engajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah
adalah indikasi sika tingkat tiga. =isalnya: seorang ibu yang mengajak ibu yang
lain (tetangganya, saudaranya dan sebagainya) untuk ergi menimbangkan
anaknya ke osyandu atau mendiskusikan tentang gi6i, adalah suatu bukti bahwa
si ibu tersebut telah memunyai sika ositi) terhada gi6i anak.
d. Certanggung jawab (responsi$le)
Certanggung jawab atas segala sesuatu yang telah diilihnya dengan segala
resiko meruakan sika yang aling tinggi.
5<$<- Fato)#Fato) yang M(,p(nga)u%i Siap
Baktor-)aktor yang memengaruhi embentukan sika menurut 76war (%++/)
adalah:
a. 'engalaman ribadi
Segala sesuatu yang sedang kita alami akan ikut membentuk dan
memengaruhi enghayatan kita terhada stimulus sosial. &anggaan akan menjadi
salah satu dasar terbentuknya sika, untuk daat memunyai engalaman yang
berkaitan dengan obyek sikologis. 7akah enghayatan itu kemudian akan
membentuk sika ositi) atau negati) tergantung dari berbagai )aktor.
b. 'engaruh orang lain yang diangga enting
Orang lain di sekitar kita meruakan salah satu diantara komonen yang ikut
memengaruhi sika. Orang enting sebagai re)erensi (personal reference), seerti
tenaga kesehatan (dokter, erawat, dan lain-lain). 'ada umumnya indi$idu
"enderung untuk memiliki sika yang kon)ormis atau searah dengan sika orang
yang diangga enting.
". 'engaruh kebudayaan
Kebudayaan di mana seseorang hidu dan dibesarkan memunyai engaruh
besar terhada embentukan sika seseorang. Seseorang memunyai ola sika
dan erilaku tertentu dikarenakan mendaat reinforcement (enguatan, ganjaran)
dari masayarakat untuk sika dan erilaku tersebut.
d. =edia masa
Sebagai sarana komunikasi berbagai bentuk media masa memunyai engaruh
besar dalam embentukan oini dan keer"ayaan orang. 7danya in)ormasi baru
mengenai sesuatu hal memberikan landasan ber)ikir kogniti) baru bagi
terbentuknya sika terhada hal tersebut. 7abila "uku kuat, akan memberi dasar
e)ekti) dalam menilai sesuatu hal, sehingga terbentuklah arah sika tertentu.
e. 5embaga endidikan dan lembaga agama
5embaga endidikan dan lembaga agama sebagai suatu sistem memunyai
engaruh dalam embentukan sika, dikarenakan keduanya meletakkan dasar
engertian dan konse moral dalam diri indi$idu. 'emahaman akan baik dan
buruk, garis emisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan,
dieroleh dari endidikan dan dari usat keagamaan serta ajaran-ajarannya.
). 'engaruh )aktor emosional
Kadang-kadang suatu bentuk sika meruakan ernyataan yang didasari oleh
emosi yang ber)ungsi sebagai engalaman )rustasi atau eralihan bentuk
mekanisme ertahanan ego, sika demikian daat meruakan sika yang
sementara dan segera berlalu begitu )rustasi telah hilang akan tetai daat ula
meruakan sika yang lebih ersisten dan lebih lama.
5<$<= P(,&(ntuan dan P()u&a%an Siap
=enurut Sarwono (%+++), ada beberaa "ara untuk mengubah atau
membentuk sika indi$idu, yaitu:
1. 7dosi
7dosi adalah suatu "ara embentukan dan erubahan sika melalui kejadian
yang terjadi berulang dan terus-menerus sehingga lama kelamaan se"ara bertaha
hal tersebut akan disera oleh indi$idu, dan akan memengaruhi embentukan
serta erubahan terhada sika indi$idu.
%. Di)rensiasi
Di)rensiasi adalah suatu "ara embentukan dan erubahan sika karena sudah
dimilikinya engetahuan, engalaman, intelegensi dan bertambahnya usia,
sehingga hal-hal yang tadinya diangga sejenis sekarang diandang sendiri
terleas dari jenisnya.
(. 1ntelegensi
'embentukan sika terjadi se"ara bertaha dimulai dengan berbagai
engetahuan dan engalaman yang berhubungan dengan suatu hal tertentu.
,. &rauma
&rauma adalah engalaman yang tiba-tiba, mengejutkan, dan meninggalkan
kesan yang mendalam ada jiwa orang yang bersangkutan. 'engalaman-
engalaman yang traumatis daat juga menyebabkan terbentuknya sika.
5<$<> P(nguu)an Siap
Dalam engukuran sika ada beberaa ma"am "ara, se"ara garis besar
daat dibedakan yaitu se"ara langsung dimana subjek se"ara langsung dimintai
endaat bagaimana sikanya terhada suatu masalah atau hal yang diharakan
keadanya. Dan engukuran se"ara tak langsung dilakukan dengan menggunakan
tes. Skala engukuran sika yang banyak digunakan diantaranya adalah dengan
skala sederhana, skala kategori, skala likert, skala guttman, skala erbedaan
semantis, dan skala numerik (7rikunto, %+1%).
5<- K()anga T(o)i
'engetahuan dan sika 1bu
mengenai emakaian ook
sekali akai ada bayi dan
anak
4ara emakaian
ook tidak benar
'ook jarang
diganti
0uam ook dan
1n)eksi saluran
kemih
BAB III
METODE PENELITIAN
$<. 3(ni! P(n(*itian
'enelitian yang dilakukan adalah enelitian obser$asional analitik dengan
desain otong lintang (cross-sectional)*
$<5 2atu dan T(,pat P(n(*itian
'enelitian dilaksanakan ada bulan Oktober-?o$ember %+1( di usat
erbelanjaan .alem$ang #rade Center ('&4) dan %ippo .la6a *akabaring
'alembang.
$<$ Popu*a!i dan Sa,p(*
$<$<. Popu*a!i
'oulasi enelitian adalah seluruh ibu yang membawa bayi dan anak ke-
usat erbelanjaan .alem$ang #rade Center ('&4) dan %ippo .la6a *akabaring
'alembang.
$<$<5 Sa,p(* dan B(!a) Sa,p(*
$<$<5<. B(!a) Sa,p(*
Samel enelitian adalah ibu-ibu yang membawa bayi dan anak usia +-(
tahun ke usat erbelanjaan .alem$ang #rade Center ('&4) dan %ippo .la6a
*akabaring 'alembang yang memenuhi kriteria inklusi.
'erhitungan jumlah dan samel menurut rumus -amane :
N
n ? @@@A
NdB C .
?K 'endugaan roorsi oulasi didaatkan dari jumlah roorsi oulasi
enelitian dari masing-masing temat enelitian, (?
1
K1++, ?
%
K2+)
d K batas toleransi kesalahan engambilan samel yang digunakan
n K *umlah samel
=aka jumlah minimal samel yang dibutuhkan ada enelitian ini adalah
12+
n K OOOH
12+.(+,+2)P Q 1
n K 1+/,+/ dibulatkan menjadi 11+ samel
Dengan rin"ian :
=al '&4 K 1++ D 11+ K 9(,(( di bulatkan 9( orang
12+
=al >yermart *akabaring K 2+ D 11+ K (8,88 dibulatkan (9 orang
12+
$<$<5<5 T(ni Sa,p*ing
'engumulan data menggunakan teknik consecutive sampling, yaitu
men"ari subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi se"ara berurutan
samai dienuhi jumlah samel yang dierlukan.
$<$<$ K)it()ia In*u!i dan E!*u!i
$<$<$<. K)it()ia In*u!i
1. 1bu yang membawa bayi dan anak usia +-( tahun yang menggunakan ook
sekali akai.
%. 1bu yang bersedia mengisi kuesioner
$<$<$<5 K)it()ia E!*u!i
1. 1bu yang tidak bersedia mengisi kuesioner
$<- 1a)ia&(* P(n(*itian
$<-<. 1a)ia&(* Ind(p(nd(nt
1. 'engetahuan ibu
%. Sika ibu
(. 'endidikan ibu
,. #sia bayi dan anak
2. *enis Kelamin bayi dan anak
$<-<5 1a)ia&(* D(p(nd(nt
1. 0uam ook
%. 1n)eksi saluran kemih
$<= D(;ini!i Op()a!iona* P(n(*itian
1. 'engetahuan ibu
De)inisi : 'engetahuan adalah meruakan hasil tahu dari manusia,
yang sekedar menjawab ertanyaan ;!hat<
(?otoatmodjo, %+1+). 'engetahuan ini akan dinilai
berdasarkan Skala Euttman yang digunakan dalam
enelitian ini. 'ertanyaan terdiri dari %+ soal, untuk
jawaban yang teat ibu diangga mengetahui oint yang
ditanyakan. >asil dibagi menjadi ( kategori, baik, "uku,
kurang.
7lat ukur : Kuesioner
4ara ukur : 'enilaian menggunakan Skala Euttman
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. &ingkat engetahuan baik bila jawaban ibu 98G-
1++G benar dari nilai maksimal
%. &ingkat engetahuan "uku bila jawaban ibu 28G-
92G benar dari nilai maksimal
(. &ingkat engetahuan kurang bila jawaban ibu N28G
benar dari nilai maksimal
%. Sika ibu
De)inisi : Sika belum meruakan tindakan atau akti$itas, akan
tetai meruakan redisosisi tindakan suatu erilaku
(?otoatmodjo, %++9). 'ertanyaan terdiri dari / soal,
bernilai 1 bila ibu setuju (ke"enderungan untuk
bererilaku sesuai dengan ernyataan) dan bernilai + bila
ibu tidak setuju (ke"enderungan untuk bererilaku tidak
sesuai dengan ernyataan) terhada oint yang
ditanyakan.
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. Setuju
%. &idak Setuju
(. 'endidikan ibu
De)inisi : 'endidikan )ormal terakhir yang ditemuh ibu
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. 'endidikan rendah bila ibu tidak bersekolah atau
tamat SD
%. 'endidikan menengah bila endidikan terakhir ibu
S='!sederajat atau S=7!sederajat
(. 'endidikan tinggi bila endidikan ibu erguruan
tinggi!sederajat
,. 0uam ook
De)inisi : Suatu istilah untuk menggam$arkan suatu ruam atau
iritasi pada daerah yang ditutupi popok (=a"kono"hie,
%++/).
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. 0uam ook ('ernah mengalami kemerahan di alat
genital, bokong, liat aha dan bagian bawah erut)
%. ?on ruam ook (&idak ernah mengalami
kemerahan di alat genital, bokong, liat aha dan
bagian bawah erut)
2. 1n)eksi saluran kemih
De)inisi : Certumbuh dan berkembang biaknya kuman dalam
saluran kemih yang mengakibatkan in$asi serta in)lamasi
jaringan ada saluran kemih dengan jumlah bermakna
M 1++.+++ koloni!ml urin segar (=a"kono"hie, %++/).
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. 1SK ('ernah demam tana diketahui sebabnya, sakit!
menangis serta mengedan saat C7K dan air kemih
berbau atau berubah warna dalam sebulan terakhir)
%. ?on 1SK (&idak ernah demam tana diketahui
sebabnya, sakit! menangis serta mengedan saat C7K
dan air kemih berbau atau berubah warna dalam
sebulan terakhir).
8. #sia anak
De)inisi : #mur resonden yang dihitung sejak tanggal lahir
samai dengan waktu enelitian yang dinyatakan dalam
tahun
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. N % tahun
%. M % tahun
9. *enis kelamin
De)inisi : Kelomok yang ditentukan berdasarkan identitas diri dan
obser$asi
7lat ukur : Kuesioner
Skala data : ?ominal
>asil ukur :
1. 5aki-laki
%. 'eremuan
$<> 9a)a K()+a D 9a)a P(ngu,pu*an Data
Data enelitian menggunakan data rimer yang dikumulkan dari Oktober -
?o$ember %+1( ada usat erbelanjaan kota 'alembang. 'engumulan data
menggunakan alat kuesioner dan wawan"ara. Kuesioner dibuat berdasarkan
enelitian sebelumnya oleh =eirina Daulay (%+1(), edoman dari /merican
academy .aediatrics (1//() dan 0hio 1epartment of 2o$ and Family Services
(%++9). Sebelum dilakukan wawan"ara, dilakukan in)ormed "onsent dengan
tujuan suaya resonden mengetahui maksud dan tujuan enelitian.
$</ 9a)a P(ngo*a%an dan Ana*i!i! Data
1. =etode 'engolahan Data
Setelah data terkumul, kemudian data diolah dengan "ara sebagai berikut :
a* 8diting
>asil wawan"ara atau angket yang deroleh atau dikumulkan melalui
kuesioner erlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata masih ada data
atau in)ormasi yang tidak lengka, dan tidak mungkin dilakukan wawan"ara
ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan.
$* Coding
Setelah semua data terkumul dan diedit, taha berikutnya adalah memberi
kode terhada data- data yang ada berdasarkan kategori yang telah dibuat oleh
enulis. 5embaran kode berisi nomor resonden, dan nomor-nomor ertanyaan
(?otoatmodjo, %++2).
c* #ransferring
Data yang telah dikode dimasukkan dalam "omuter kemudian data tersebut
diolah dengan rogram "omuter. 'rogram yang digunakan adalah S'SS versi
')*
d* #a$ulating
&abulating meruakan roses embuatan tabel yang digunakan untuk data dari
masing-masing $ariabel enelitian, agar data tersebut mudah diba"a (dummy
table). Dalam taha ini dibuat dua ma"am tabel yaitu tabel )rekuensi dan tabel
silang (7rikunto, %++8).
%. 7nalisis Data
a. 7nalisis #ni$ariat
7nalisis uni$ariat dilakukan terhada tia $ariabel dari hasil enelitian, tujuan
dari analisis ini untuk menjelaskan dan mendeskrisikan karakteristik masing-
masing $ariabel yang diteliti (?otoatmodjo,%+1+).
b. 7nalisis Ci$ariat
7abila telah dilakukan analisis uni$arate tersebut di atas, hasilnya akan
diketahui karakteristik atau distribusi setia $ariabel, dan daat dilanjutkan
dengan analisis be$ariate. 7nalisis bi$ariat yang dilakukan terhada $ariabel
indeenden dan $ariabel deenden yang diduga berhubungan atau berkorelasi.
>ubungan dua $ariabel tersebut dianalisis dengan menggunakan uji Fisher.
(. &abel =odel! 1ummy #a$le
&abel 1. Distribusi #sia dan *enis Kelamin 7nak dan Cayi
Karakterstik #sia dan *enis Kelamin n G
3(ni! K(*a,in
5aki-laki
'eremuan
U!ia
E % tahun
M % tahun
&abel %. Distribusi 7nak yang =engalami 0uam 'ook dan &.1SK
Brekuensi 0uam 'ook dan &.1SK n G
Rua, Popo
-a
&idak
T< ISK
-a
&idak
&abel (. Distribusi &ingkat 'endidikan 0esonden
'endidikan 1bu n G
0endah (SD)
=enengah (S='!S=7!Sederajat)
- S='
- S=7
&inggi ('& Diloma!Sarjana)
&abel ,. Distribusi &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai di 'usat 'erbelanjaan Kota 'alembang
'engetahuan 1bu n G
Kurang
4uku
Caik
&abel 2. Distribusi 'engetahuan 1bu ada &ia 'ertanyaan =engenai 'rosedur
'emakaian 'ook Sekali 'akai yang &eat Cerdasarkan 77' dan
OD*BS
'ertanyaan =enjawa
b &eat
Kurang
&eat
1. 7a saja yang ibu siakan sebelum mengganti
ook anakI
%. Dimana temat!lokasi ibu mengganti ook
anakI
(. Cagaimana "ara ibu membersihkan area
ook anakI
,. Setelah meleas ook kotor dan
membersihkan area ook anak, aa yang
kemudian ibu lakukan terhada ook kotor
dan menjaga kebersihan tangan ibuI
2. Saat ibu sia memakaikan ook, aakah ibu
memba"a etunjuk enggunaan yang tertera
di kemasan ookI 7abila jawaban ya,
aakah terdaat etunjuk untuk menggunakan
krim ookI Kemudian setelah memakaikan
ook aa yang selanjutnya ibu lakukanI
8. Cagaimana "ara ibu menjaga kebersihan anak
setelah memakaikannya ookI
9. Cagaimana "ara ibu membersihkan tangan
bayi setelah memakaikan ooknyaI
3. 7a yang ibu lakukan setelah semuanya beres
dilakukanI
/. 7akah erlu menurut ibu untuk men"u"i
tangan dengan menggunakan sabun "air dan
air hangat serta memakai lotion tanganI
&abel 8. Distribusi &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai Cerdasarkan &ingkat 'endidikan 1bu
'endidikan 1bu
'engetahuan 1bu Tota*
Kurang 4uku Caik
n
(G)
n
(G)
n
(G)
n
(G)
0endah (SD)
=enengah (S='!S=7)
- S='
- S=7
&inggi ('&)
&abel 9. Distribusi Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian 'ook Sekali 'akai
yang &eat Cerdasarkan 77' dan OD*BS
'ernyataan Setuju &idak
Setuju
1. Siakan kain, ook baru, tisu, sarung tangan,
kantong lastik, krim ook jika erlu.
Kenakan sarung tangan sekali akai (jika ada)
%. Cawalah anak ke meja ganti dilaisi elais,
hindari kontak dengan akaian kotor, leaskan
seatu dan kaus kaki jika kaki anak tidak bisa
dijauhkan dari ook! dari kulit kotor.
&ematkan akaian kotor ke dalam kantong
lastik
(. 7ngkat kaki anak seerlunya gunakan tisue
sekali akai untuk membersihkan kulit ada
alat kelamin dan bokong anak. #sa dari dean
ke belakang dan gunakan tisu baru setia kali
membersihkan. Cuang tisu kotor ke lastik
berlais, tertutu.
,. 5easkan ook kotor tana terkena kontak
dengan tinja atau urin, eriksa tumahan
kotoran dibawah anak. *ika ada liat daerah
yang kotor sehingga ermukaan yang bersih
dibawah antat anak. Cersihkan tangan ibu
dengan tisu sekali akai.
2. 'akaikan ook dengan mendorong ook dari
bawah kaki anak. Eunakan tisu untuk
meratakan krim (jika akai). 7mati aakah ada
kemerahan ada kulit. Ken"angkan ook.
'akaikan baju dan seatu. Cerdirikan anak di
temat yang bersih.
8. 4u"i tangan anak dengan menggunakan sabun
"air di air mengalir. Cila masih bayi gunakan
tisu yang dilembabkan dengan setetes sabun
"air lalu basahi dengan air kemudian keringkan
9. Cersihkan area mengganti ook dengan
menyemrot larutan emutih, buang emisah
elais meja.
3. 4u"i tangan anda dengan sabun "air dan air
hangat, gunakan tisue untuk mematikan kran.
Eunakan lotion tangan untuk menjaga tangan
ibu dari kering dan e"ah-e"ah
/. 'astikan aakah ook basah atau kotor
setidaknya er jam. 'ook harus teta diganti
setelah dua jam. >al ini untuk men"egah
gesekan ermukaan basah terhada kulit dan
in)eksi bakteri dari urin dan tinja.
&abel 3. >ubungan &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai Dengan 0uam 'ook
Tingkat
pengetahuan
Ruam Popok R
%
' O0
-a &idak
Caik
Dibawah baik
&abel /. 7nalisis >ubungan &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur
'emakaian 'ook Sekali 'akai Dengan &ersangka 1SK
Tingkat
pengetahuan
T. ISK R
%
' O0
4a Tida
Caik
Dibawah baik
&abel 1+. 7nalisis >ubungan Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian 'ook
Sekali 'akai dengan 0uam 'ook
Sikap Ibu
Ruam Popok
R
%
' O0
4a Tida
&idak Setuju
(=engganti ook sekali
akai tia % jam sekali)
Setuju
(=engganti ook sekali
akai tia % jam sekali)
&abel 11. 7nalisis >ubungan Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian 'ook
Sekali 'akai dengan &ersangka 1SK
Sikap Ibu
T.ISK
R
%
' O0
4a Tida
1a)ia&(* B(&a! (Siap)
&idak Setuju
(&idak =engganti ook
sekali akai tia % jam sekali)
Setuju
(=engganti ook sekali akai
tia % jam sekali)
$<F K()anga Op()a!iona*
Popu*a!i
Sa,p(*
K)it()ia
in*u!i
K)it()ia
(!*u!i
BAB I1
HASIL DAN PEMBAHASAN
-<. Ha!i* P(n(*itian
-<.<. Ka)at()i!ti T(,pat P(n(*itian
.alem$ang #rade Center ('&4) terletak di *l. 0. Sukamto, ?o. 37,
'alembang, mewakili wilayah ilir sedangkan %ippo .la6a *akabaring
terletak di *l. Eubernur >asan 7. Castari, Kel. Silaberanti, *akabaring,
mewakili wilayah ulu.
-<.<5 Ka)at()i!ti Su&+( P(n(*itian
P(ngu,pu*an data
(Kuesioner dan wawan"ara)
P(ngo*a%an data dan ana*i!i!
P(nya+ian data
(>asil enelitian)
Lapo)an a%i) !)ip!i
&abel di bawah ini menunjukkan karakteristik subjek enelitian
berdasarkan jenis kelamin anak dan usia anak.
&abel 1. Distribusi #sia dan *enis Kelamin 7nak dan Cayi (?K11+)
Karakterstik #sia dan *enis Kelamin n G
3(ni! K(*a,in
5aki-laki
'eremuan
2(
29
,3,%
21,3
U!ia
E % tahun
M % tahun
88
,,


8+
,+

Cerdasarkan tabel 1, didaatkan anak berjenis kelamin eremuan
(21,3G) dan anak berusia N % tahun (8+G) yang aling banyak
menggunakan ook sekali akai.
&abel %. Distribusi 7nak yang =engalami 0uam 'ook dan &.1SK (?K11+)
Brekuensi 0uam 'ook dan &.1SK n G
Rua, Popo
-a
&idak
89
,(
8+,/
(/,1
T< ISK
-a
&idak
(2
92
(1,3
83,%
Dari tabel di atas, di antara 11+ anak yang menggunakan ook
sekali akai terdaat 89 anak mengalami ruam ook dan (2 anak
tersangka 1SK.
-<.<$ Tingat P(ndidian R(!pond(n
&abel (. Distribusi &ingkat 'endidikan 1bu (?K11+)
'endidikan 1bu n G
0endah (SD)
=enengah (S='!S=7!Sederajat)
&inggi (Diloma!Sarjana)
%
,(
82
1,3
(/,1
2/,1
Dari &abel ( didaatkan bahwa dari 11+ resonden yang mengisi
kuesioner sebagian besar resonden berendidikan tinggi yaitu sebanyak
82 resonden (2/,1G).
-<.<- Di!t)i&u!i Tingat P(ng(ta%uan I&u M(ng(nai P)o!(du) P(,aaian
Popo S(a*i Paai
&abel ,. Distribusi &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai (?K11+)
'engetahuan 1bu ? G
Kurang
4uku
Caik
83
(8
8
81,3
(%,9
2,2
Dari &abel , didaatkan bahwa dari 11+ resonden terdaat 83
resonden (81,3G) memiliki engetahuan yang kurang mengenai rosedur
emakaian ook sekali akai, (8 resonden ((%,9G), berengetahuan
"uku dan 8 resonden (2,2,G) memiliki engetahuan yang baik.
&abel 2. Distribusi 'engetahuan 1bu ada &ia 'ertanyaan =engenai 'rosedur
'emakaian 'ook Sekali 'akai yang &eat Cerdasarkan 77' dan OD*BS
(?K11+)
'ertanyaan =enjawab
&eat
&idak &eat =endekati
&eat
1. 7a saja yang ibu siakan sebelum
mengganti ook anakI
%. Dimana temat!lokasi ibu mengganti ook
anakI
(. Cagaimana "ara ibu membersihkan area
ook anakI
+
%
%+
+
+
%3
11+
1+3
8%
,. Setelah meleas ook kotor dan
membersihkan area ook anak, aa yang
kemudian ibu lakukan terhada ook kotor
dan menjaga kebersihan tangan ibuI
2. Saat ibu sia memakaikan ook, aakah
ibu memba"a etunjuk enggunaan yang
tertera di kemasan ookI 7abila jawaban
ya, aakah terdaat etunjuk untuk
menggunakan krim ookI Kemudian
setelah memakaikan ook aa yang
selanjutnya ibu lakukanI
8. Cagaimana "ara ibu menjaga kebersihan
anak setelah memakaikannya ookI
9. Cagaimana "ara ibu membersihkan tangan
bayi setelah memakaikan ooknyaI
3. 7a yang ibu lakukan setelah semuanya
beres dilakukanI
/. 7akah erlu menurut ibu untuk men"u"i
tangan dengan menggunakan sabun "air dan
air hangat serta memakai lotion tanganI
81
%1
,/
1+
/
3+
9
((
18
1%
9+
%2
,%
28
2
13
(1
2
Dari &abel 2 didaatkan bahwa 3+ resonden menjawab teat ada
ertanyaan ke-/. Ceberaa ertanyaan yang tidak dijawab dengan teat
oleh mayoritas resonden, yaitu ertanyaan ke-( (%2,2G), ertanyaan ke-,
(8,,G), ertanyaan ke-2 ((+G), ertanyaan ke-8 (12,2G), ertanyaan ke-9
(1+,/G), ertanyaan ke-3 (8(,8G) dan ertanyaan ke-/ (%%,9G).
-<.<= Di!t)i&u!i Tingat P(ng(ta%uan I&u M(ng(nai P(,aaian Popo
S(a*i Paai B()da!a)an P(ndidian I&u
&abel 8. Distribusi &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai Cerdasarkan &ingkat 'endidikan 1bu (?K11+)
'endidikan 1bu
'engetahuan 1bu Tota*
Kurang
(nK83)
4uku
(nK(8)
Caik
(nK8)
n (G)
n (G) n (G) n (G)
0endah (SD)
=enengah (S='!S=7)
% (1,3)
%/ (%8,,)
+ (+)
1( (11,3)
+ (+)
1 (+,/)
% (1,3)
,( ((/,1)
&inggi (Diloma!Strata) (9 (((,8) %( (%+,/) 2 (,,2) 82 (2/,1)
Cerdasarkan tabel di atas, daat disimulkan sebagian besar
engetahuan ibu dengan latar belakang endidikan yang berbeda berada
ditingkat engetahuan kurang (81,3G).
-<.<> Di!)i&u!i Siap I&u M(ng(nai P)o!(du) P(,aaian Popo S(a*i
Paai yang T(pat B()da!a)an AAP dan OD3FS
&abel 9. Distribusi Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian 'ook Sekali
'akai yang &eat Cerdasarkan 77' dan OD*BS
'ernyataan Setuju
(nK3(/)
&idak Setuju
(nK121)
1. Siakan kain, ook baru, tisu, sarung
tangan, kantong lastik, krim ook jika
erlu. Kenakan sarung tangan sekali akai
(jika ada)
%. Cawalah anak ke meja ganti dilaisi elais,
hindari kontak dengan akaian kotor,
leaskan seatu dan kaus kaki jika kaki anak
tidak bisa dijauhkan dari ook! dari kulit
kotor. &ematkan akaian kotor ke dalam
kantong lastik
(. 7ngkat kaki anak seerlunya gunakan tisue
sekali akai untuk membersihkan kulit ada
alat kelamin dan bokong anak. #sa dari
dean ke belakang dan gunakan tisu baru
setia kali membersihkan. Cuang tisu kotor
ke lastik berlais, tertutu.
,. 5easkan ook kotor tana terkena kontak
dengan tinja atau urin, eriksa tumahan
kotoran dibawah anak. *ika ada liat daerah
yang kotor sehingga ermukaan yang bersih
dibawah antat anak. Cersihkan tangan ibu
dengan tisu sekali akai.
2. 'akaikan ook dengan mendorong ook
dari bawah kaki anak. Eunakan tisu untuk
meratakan krim (jika akai). 7mati aakah
ada kemerahan ada kulit. Ken"angkan
ook. 'akaikan baju dan seatu. Cerdirikan
anak di temat yang bersih.
8. 4u"i tangan anak dengan menggunakan
/+
1+,
/3
/2
/9
1+,
%+
8
1%
12
1(
8
sabun "air di air mengalir. Cila masih bayi
gunakan tisu yang dilembabkan dengan
setetes sabun "air lalu basahi dengan air
kemudian keringkan
9. Cersihkan area mengganti ook dengan
menyemrot larutan emutih, buang emisah
elais meja.
3. 4u"i tangan anda dengan sabun "air dan air
hangat, gunakan tisue untuk mematikan kran.
Eunakan lotion tangan untuk menjaga tangan
ibu dari kering dan e"ah-e"ah
/. 'astikan aakah ook basah atau kotor
setidaknya er jam. 'ook harus teta diganti
setelah dua jam. >al ini untuk men"egah
gesekan ermukaan basah terhada kulit dan
in)eksi bakteri dari urin dan tinja.
8%
/+
//
,3
%+
11
Dari tabel 8 daat disimulkan bahwa sebagian besar resonden
(3,,92G) bersika setuju dengan rosedur emakaian ook sekali akai yang
teat berdasarkan 77' dan OD*BS.
-<.</ Ana*i!i! Hu&ungan Tingat P(ng(ta%uan I&u M(ng(nai P)o!(du)
P(,aaian Popo S(a*i Paai d(ngan Rua, Popo dan T<ISK
&abel 3. 7nalisis >ubungan &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai
'rosedur 'emakaian 'ook Sekali 'akai dengan 0uam 'ook
Tingkat
Pengetahuan (n)
Ruam Popok
(n= !"
R
%
' O0
4a
(nK89)
Tida
(nK,()
Dibawah Caik 1+,
Caik 8
8,
(
,+
(
-
-
+,899
+,899
1,8++
1,8++
&abel 3 menunjukkan tidak terdaat hubungan antara tingkat
engetahuan dibawah baik dan terjadinya ruam ook. Di antara 1+, ibu
yang berengetahuan dibawah baik terdaat 8, anak yang mengalami
ruam ook dan ,+ anak yang tidak mengalami ruam ook. Sedangkan,
di antara 8 ibu yang memiliki engetahuan baik didaatkan ( anak yang
mengalami ruam ook dan ( anak yang tidak mengalami ruam ook.
Se"ara statistik (pK +,899S+,+2) telah dibuktikan tidak ada hubungan yang
bermakna antara hubungan tingkat engetahuan dibawah baik dan
terjadinya ruam ook. ?ilai 0dds 4atio (O0) yang didaatkan adalah
1,8++ yang artinya anak yang ibunya memiliki tingkat engetahuan
dibawah baik lebih beresiko mengalami ruam ook 1,8++ kali liat.
&abel /. 7nalisis >ubungan &ingkat 'engetahuan 1bu =engenai 'rosedur
'emakaian 'ook Sekali 'akai dengan &ersangka 1SK (? K11+)
Tingkat
Pengetahuan (n)
T.ISK
(n= !"
R
%
' O0
4a
(nK(2)
Tida
(nK92)
Dibawah baik 1+,
Caik 8
(,
1
9+
2
-
-
+,88%
+,88%
%,,%/
%,,%/
&abel / menunjukkan tidak terdaat hubungan antara tingkat
engetahuan dibawah baik dan tersangka 1SK. Di antara 1+, ibu yang
berengetahuan dibawah baik terdaat (, anak yang tersangka 1SK dan 9+
anak yang tidak tersangka 1SK. Sedangkan, di antara 8 ibu yang memiliki
engetahuan baik didaatkan 1 anak yang tersangka 1SK dan 2 anak yang
tidak tersangka 1SK. Se"ara statistik (pK+,88%S+,+2) telah dibuktikan tidak
ada hubungan yang bermakna antara hubungan tingkat engetahuan
dibawah baik dan tersangka 1SK. ?ilai 0dds 4atio (O0) yang didaatkan
adalah %,,%/ yang artinya anak yang ibunya memiliki tingkat engetahuan
dibawah baik lebih beresiko mengalami tersangka 1SK %,,%/ kali liat.
-<.<F Ana*i!i! Hu&ungan Siap I&u M(ng(nai P)o!(du) P(,aaian Popo
S(a*i Paai d(ngan Rua, Popo dan T<ISK
&abel 1+. 7nalisis >ubungan Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai dengan 0uam 'ook

Sikap Ibu (n)
Ruam Popok
(n= !" R
%
' O0
4a Tida
(nK89) (nK,()
Tida S(tu+u 11
(=engganti ook sekali
akai tia % jam sekali)
S(tu+u //
(=engganti ook sekali
akai tia % jam sekali
2
8%
8
(9
-

-
+,((,
+,((,
+,,/9
+,,/9
&abel 1+ menunjukkan tidak terdaat hubungan sika ibu dalam
mengganti ook sekali akai tia % jam sekali dengan ruam ook. Di
antara 11 ibu yang tidak setuju terdaat 2 anak yang mengalami ruam
ook dan 8 anak yang tidak mengalami ruam ook. Sedangkan, di
antara // ibu yang setuju didaatkan 8% anak yang mengalami ruam ook
dan (9 anak yang tidak mengalami ruam ook. Se"ara statistik
(pK+,((,S+,+2) telah dibuktikan tidak ada hubungan yang bermakna
antara sika ibu dalam mengganti ook sekali akai tia % jam sekali dan
ruam ook.. ?ilai 0dds 4atio (O0) yang didaatkan adalah +,,/9 yang
artinya anak yang ibunya tidak setuju mengganti ook sekali akai tia %
jam sekali hanya memiliki )aktor rotekti) +,,/9 kali untuk terkena ruam
ook.
&abel 11. 7nalisis >ubungan Sika 1bu =engenai 'rosedur 'emakaian
'ook Sekali 'akai dengan &ersangka 1SK
Sikap Ibu (n)
T.ISK
(n=!" R
%
' O0
-a
(nK(2)
&idak
(nK92)
Tida S(tu+u 11
(=engganti ook sekali
9 , - +,+(2 ,,,(3
akai tia % jam sekali)
S(tu+u //
(=engganti ook sekali
akai tia % jam sekali)
%3 91 - +,+(2 ,,,(3
&abel 11 menunjukkan terdaat hubungan sika ibu dalam
mengganti ook sekali akai tia % jam sekali dengan tersangka 1SK. Di
antara 11 ibu yang tidak setuju terdaat 9 anak tersangka 1SK dan , anak
yang tidak tersangka 1SK. Sedangkan, di antara // ibu yang setuju
didaatkan %3 anak tersangka 1SK dan 91 anak yang tidak tersangka 1SK.
Se"ara statistik (pK+,+(2N+,+2) telah dibuktikan ada hubungan yang
bermakna antara sika ibu dalam mengganti ook sekali akai tia % jam
sekali dan tersangka 1SK. ?ilai 0dds 4atio (O0) yang didaatkan adalah
,,,(3 yang artinya anak yang ibunya tidak setuju mengganti ook sekali
akai tia % jam sekali beresiko ,,,(3 kali untuk terkena tersangka 1SK.
-<5 P(,&a%a!an
-<5<. Ka)at()i!ti Su&+( P(n(*itian
Cerdasarkan karakteristik subjek enelitian, kelomok usia kurang
dari % tahun dan berjenis kelamin eremuan yang aling banyak
menggunakan ook sekali akai. =eskiun bayi-bayi dalam usia dini
menghasilkan urine lebih sedikit dariada anak-anak yang lebih besar,
mereka buang air ke"il jauh lebih sering karena kandung kemih mereka
yang ke"il. 7nak usia kurang dari % tahun diketahui memroduksi urin 12
hingga 2++ ml er hari (=a"kono"hie, %++/). Sehingga tidak
mengherankan aabila ibu beralih ke ook sekali akai yang daat
menamung urin sebanyak kurang lebih 2 gelas ( 1 gelas K 8+ ml ),
sehingga daat lebih lama diganti (Daulay dkk, %+1+).
'ada akhirnya, seerti banyak terlihat di kehiduan sehariHhari,
orangtua jarang bahkan tidak mengganti ook anaknya walauun anak
telah berkemih berkali-kali (Daulay dkk, %+1+). >asil enelitian
menunjukkan bahwa 89 anak yang mengalami ruam ook dan (2 anak
tersangka 1SK.
-<5<5 Tingat P(ndidian dan P(ng(ta%uan I&u
Canyaknya anak yang mengalami ruam ook dan tersangka 1SK
disebabkan antara lain rendahnya engetahuan ara ibu mengenai lamanya
emakaian ook sekali akai dan "ara emakaian ook sekali akai
yang benar. >al ini dibuktikan melalui enelitian yang telah dilakukan
terhada 11+ ibu, didaatkan sebagian besar ibu dengan latar belakang
endidikan berbeda, terutama ibu dengan tingkat endidikan tinggi
(2/,1G), berada ditingkat engetahuan kurang (81,3G). =eskiun
menurut ?otoatmodjo (%+1+) engetahuan erat kaitannya dengan
endidikan, akan tetai endidikan tinggi tidak mutlak berengetahuan
tinggi ula. >al ini daat disebabkan oleh beberaa )aktor di antaranya,
in)ormasi, engalaman, dan sosial budaya ekonomi (?otoatmodjo, %++().
-<5<$ Siap I&u M(ng(nai P)o!(du) P(,aaian Popo S(a*i Paai
B()da!a)an AAP dan OD3FS
Seerti yang dijelaskan sebelumnya bahwa endidikan ibu
memegang eranan enting dalam menentukan kualitas hidu dirinya
mauun anaknya, karena membuat ibu daat memahami yang baik dan
buruk, yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan (76war, 1//9).
'endidikan yang tinggi dari seorang ibu memudahkan dirinya untuk
men"erna dan memahami in)ormasi yang disamaikan sehingga
diharakan terjadi embentukan sika dari in)ormasi yang baru diterima.
>asil enelitian menunjukkan sebagian besar resonden yang mayoritas
berendidikan tinggi (2/,1G) dan menengah ((/,1G) bersika setuju
(3,,92G) dengan guideline yang diterbitkan oleh 77' dan OD*BS. >al
ini menandakan adanya kesediaan untuk bertindak akibat adanya
in)ormasi baru yang memberikan landasan ber)ikir kogniti) baru (76war,
%++/).
-<5<- Hu&ungan Tingat P(ng(ta%uan I&u M(ng(nai P)o!(du)
P(,aaian Popo S(a*i Paai d(ngan Rua, Popo dan t()!anga
ISK
'ada awal embahasan sudah dijelaskan, bahwa banyaknya anak
yang mengalami ruam ook dan tersangka 1SK disebabkan antara lain
rendahnya engetahuan ara ibu mengenai lamanya emakaian ook
sekali akai dan "ara emakaian ook sekali akai yang benar. ?amun
hal ini berbeda dengan hasil analisa uji Fisher tidak didaatkan
hubungan yang bermakna antara tingkat engetahuan ibu dengan ruam
ook dan tersangka 1SK. >asil enelitian ini mendukung enelitian
sebelumnya bahwa hanya sebagian ke"il ibu yang berendidikan tinggi
(/,1G) memiliki engetahuan baik dalam erawatan erianal terhada
en"egahan ruam ook ada neonatus (=anullang, %+1+).
>al ini daat disebabkan minimnya in)ormasi yang dimiliki oleh
ibu, baik ibu yang berkarir mauun hanya sebagai ibu rumah tangga.
Kesibukan berkarir membuat ibu tidak semat memba"a in)ormasi
enting seutar kesehatan anak. Cegitu ula dengan ibu rumah tangga
yang sibuk berkutat dengan kegiatan rumah tangganya. Disinilah eran
ara etugas kesehatan untuk memberikan enyuluhan keada ara ibu
muda yang baru saja melahirkan di rumah sakit, klinik mauun di rumah
bidan mengenai segala hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan
kebersihan anak.
-<5<= Hu&ungan Siap I&u M(ng(nai P)o!(du) P(,aaian Popo S(a*i
Paai d(ngan Rua, Popo dan T()!anga ISK
'ada enelitian ini, rosedur emakaian ook sekali akai yang
dimaksud adalah enggantian ook sekali akai tia % jam sekali. >asil
analisa uji Fisher menunjukkan bahwa tidak didaatkan hubungan
bermakna antara sika ibu dalam mengganti ook sekali akai tia %
jam sekali dengan ruam ook. 'adahal sika meruakan ke"enderungan
ibu untuk bertindak dan tindakan berhubungan dengan terjadi atau tidak
terjadinya ruam ook. =enurut 7imee 5iu, enulis buku sekaligus
anggota /merican academy of pediatrics, bahwa ruam ook lebih
sering terjadi ada bayi yang tidak dijaga kebersihannya dan dibiarkan
basah terutama bila tinja dibiarkan semalaman dalam ook, namun
ruam ook lebih jarang terjadi ada bayi yang diberi 7S1. (77', 1//().
Dengan kata lain, terdaat confounding factor mengingat sebagian besar
subjek enelitian berusia N% tahun yang masih dalam masa emberian
7S1.
Sementara itu, didaatkan hubungan bermakna antara sika ibu
dalam mengganti ook sekali akai tia % jam sekali dengan tersangka
1SK. >al ini didukung enelitian sebelumnya bahwa semakin sering
ergantian ook sekali akai dilakukan berhubungan dengan hasil
negati) ada kultur urin (Daulay dkk, %+1+). 'enyebab 1SK sendiri
sangat komleks tergantung dari )aktor ejamu dan )aktor organismenya.
'ada bayi dan anak-anak bakteri dalam saluran kemih umumnya berasal
dari tinjanya sendiri yang menjalar se"ara asending mauun akibat dari
emakaian ook sekali akai yang lama (0usdidjas dan 0amayati,
%++8). Cegitu juga dengan enelitian yang dilakukan Sugimura dkk.
(%++/) mendaatkan bahwa anak yang )rekuensi ergantian ook sekali
akainya lebih sedikit erharinya daat mengakibatkan eningkatan
risiko 1SK. 'eningkatan risiko 1SK daat terjadi oleh karena emakaian
ook sekali akai yang lama diganti yang menyebabkan daerah erineal
menjadi lembab sehingga menyebabkan mun"ulnya bakteri uroatogenik
(&ambunan, %++8).
Dengan demikian sika ibu dalam mengganti ook sekali akai
tia % jam sekali daat meminimalisir terjadinya tersangka 1SK.
BAB 1
KESIMPULAN DAN SARAN
=<. K(!i,pu*an
Cerdasarkan hasil enelitian hubungan engetahuan dan sika ibu
mengenai rosedur emakaian ook sekali akai dengan ruam ook dan
1SK di .alem$ang #rade Center ('&4) dan %ippo .la6a *akabaring daat
diambil beberaa kesimulan sebagai berikut:
1. &idak adanya hubungan yang signi)ikan antara tingkat engetahuan
ibu mengenai rosedur emakaian ook sekali akai dengan ruam
ook dan tersangka 1SK, namun terdaat hubungan yang signi)ikan
antara sika ibu mengenai rosedur emakaian ook sekali akai
dengan tersangka 1SK.
%. Sebagian besar resonden memiliki engetahuan yang kurang.
(. 'ersentase sika ibu mengenai rosedur emakaian ook sekali akai
berdasarkan 77' dan OD*BS adalah mayoritas setuju sebesar 3,,92G.
,. Sebagian besar resonden berendidikan tinggi yaitu sebanyak 82
resonden.
=<5 Sa)an
1. #ntuk raktisi
Cagi etugas kesehatan hendaknya melakukan romosi kesehatan dan
enyuluhan terhada ibu-ibu mengenai rosedur emakaian ook
sekali akai yang baik dan benar. Caik ada ibu muda mauun yang
berusia dewasa dari seluruh tingkatan endidikan.
%. #ntuk mahasiswa
Cagi eneliti berikutnya, diharakan untuk lebih meneliti dan
mengembangkan )aktor-)aktor yang terkait dengan engetahuan dan
sika di antaranya, umur, engalaman, in)ormasi dan status ekonomi
budaya dengan subjek dan temat enelitian yang berbeda.
(. #ntuk =asyarakat
Cagi ibu-ibu diharakan menambah engetahuan mengenai rosedur
emakaian ook sekali akai yang teat sehingga anak mauun bayi
daat terhindar dari risiko terkena ruam ook dan 1SK.
DAFTAR PUSTAKA
7nsori, =. %++3. >ubungan #mur 'ertama Kali 'emeberian =akanan
'endaming 7S1, *urnal Kesehatan Online. ,: hal 2,-82
7ronson SS, Shoe &0. %++/. Euideline Diaering.
( htt:!!www.healthy"hild"are.org!'DB!1n)Diseases!=%TDiaer4hanging.
d). diakses %++/ )
7rikunto, S. %++8. 'rosedur 'enelitian. 0ineka 4ita, *akarta, 1ndonesia.
7rikunto, S. %+1%. Dasar-dasar F$aluasi 'endidikan. Cumi 7ksara, *akarta,
1ndonesia.
7meri"an 7"ademy 'ediatri"s. 1//(. 4aring Bor -our Caby and -oung 4hild :
Cirth to 7ge 2. &erjemahan oleh: Satyanegara, S., 7. 4. Uidjaja. 7r"an,
*akarta, 1ndonesia. >al. 21-28
76war, S* 1//9. Sika =anusia: &eori dan 'engukurannya. 'elajar
'ustaka,-ogyakarta, 1ndonesia.
Cu"hhol6, Bredri" 5., and 'eas, ?i"holas 7., eds. (1//,). Supera$sor$ent
.olymers, Science and #echnology* Uashington, D4: 7meri"an 4hemi"al
So"iety
Daulay, =., 0. Siregar, O.0, 0amayani, Suriatmo, 0. 0amayati and 0usdidjas.
%+1+. 7sso"iation between the )re;uen"y o) disosable diaer "hanging
and urinary tra"t in)e"tion in "hildren. 2( (%),
(htt:!!www.aediatri"aindonesiana.org!d))ile!2(-%-(.d) diakses maret
%+1() (dalam Bonse"a F=EO. Diaer remo$al and di))i"ulties in
a";uiring "ontinen"e. *ournal de ediatria. %++3:%31:1-% )
5ubis, '., 7. ?urlaila. %+11. Ceda 'ook Kain dan 'ook Sekali 'akai. Vi$a
?ews (www.$i$a-news."om), 1% *anuari %+11.
=a"kono"hie, 7. %++/. 'otty &raining. &erjemahan oleh: Debby, D?. Karisma
'ublishing Erou, &angerang, 1ndonesia, hal. /, 13, %3 H (+.
=an"ini. %+1%. Diaer 4hange: &is Bor Diaering -our Caby. 'amers
(htt:!!www.amers."om. Diakses ?o$ %+1%).
=anullang, -.B. %+1+. 'engetahuan dan &indakan 1bu dalam 'erawatan 'erianal
terhada 'en"egahan 0uam 'ook ada ?eonatus. Skrisi ada *urusan
Kebidanan #S# yang diublikasikan, hal. 19-13.
?otoatmodjo, S. %+1+. =etodologi 'enelitian Kesehatan. 0ineka 4ita, *akarta,
1ndonesia. >al. 1+ - 1/.
?otoatmodjo, S. %++9. 'romosi Kesehatan dan 1lmu 'erilaku. 0ineka 4ita,
*akarta, 1ndonesia, >al.1(/ H 1,,
?otoatmodjo, S. %++(. =etodologi 'enelian Kesehatan. 0ineka 4ita, *akarta,
1ndonesia, >al.1( H 1,
Ohio Deartment o) *ob and Bamily Ser$i"es.%++9. Diaer 4hanging Euidlines
Bor 4hild 4are. (htt:!!www.odj)s.state.oh.us. diakses %++9)
'utri, E.=. %+1%. 'ook Sekali 'akai Sebabkan Kaki 7nak =elengkung. Oke
Wone (www.oke6one.health."om), 1% *uni %+1%.
0usdidjas, 0amayati 0. %++8. 1n)eksi Saluran Kemih. Dalam : 7latas >,
&ambunan &, 'rihono '', 'ardede SO, enyunting. Cuku ajar ne)rologi
anak. Fdisi %. *akarta: Eaya baru.hal.1,%-8(
Saryono, =.D.7. %++(. >ubungan 'engetahuan dan Sika dengan 'raktek 1bu
dalam =elaksanakan Stimulasi Cermain ada Cayi di Uilayah Kerja
'uskesmas #mbul >arjo 1 -ogyakarta. 2urnal =andala of Health, Vol. %.
?o.%
Sears, U., and =. Sears. %++(. &he Caby Cook, F$erything -ou ?eed to Know
7bout -our Caby ( edisi ke 1-(). &erjemahan Oleh: Dwi K, Syari)ah 5,
Frna -, 0atih 0, =irasimil. '& Serambi 1lmu Semesta, *akarta, 1ndonesia,
hal. 11+,(+(.
Sekartini, 0. %++3. 0uam 'ook 'edoman untuk Orangtua. Dalam: Eunardi,dkk.
(Fditor). Kumulan &is 'ediatri (halaman (39- (3/). 1D71.
Sugimura &, &ananari -, O6aki -, =aena -, &anak S, 1to S, dkk. %++/.
7sso"iation between the )re;uen"y o) disosable diaer "hanging and
urinary tra"t in)e"tion in in)ants. 4lini"al ediatri"s. hal:13-%+
&ambunan &. %++8. 1n)eksi Saluran Kemih. Dalam: Simosium dan Uorksho
Sehari Kegawatan ada 'enyakit Einjal 7nak (halaman %/-,9).
Deartemen 1lmu Kesehatan 7nak BK#1, *akarta, 1ndonesia.