You are on page 1of 12

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA
TITRASI ASAM BASA
Arinda Natalia XI IPA 2/
Idham Akbar XI IPA 2/
Lisna Sekar XI IPA 2/
M. Iriandr Pradi!ta XI IPA 2/
Ratih "ah# Perti$i XI IPA 2/
I. %dl
Titrasi Asam Basa
II. T&an
Menentkan k'nsentrasi asam (ka dan )*l setelah di titrasi den+an
NaO) ,.- M
III. Alat dan Bahan
Alat .
-. Stati/
2. Bret
0. Lab 1rlenme#er
2. 3elas kr
4. Pi!et Tetes
5. *'r'n+
Bahan .
-. Lartan NaO) ,6- M
2. Lartan asam (ka 7merk Ind'mart8
0. Lartan )*l
2. Indikat'r 9en'l/talein
I:. Lan+kah Ker&a
i. Per('baan !ertama
-. Tan+kan lartan asam (ka 7merk Ind'mart8 seban#ak -, mL
kedalam +elas kr kemdian lartkan den+an air seban#ak 2, mL.
2. Maskan 4, mL lartan asam (ka dan 2 tetes indikat'r /en'l/talein
ke dalam sebah lab 1rlenme#er.
0. Isi bret den+an lartan NaO) ,.- M hin++a +aris , mL.
2. Letakkan lab 1rlenme#er te!at di ba$ah bret #an+ sdah di&e!it
'leh stati/.
4. Tetesi lartan )*l den+an lartan NaO). Penetesan hars dilakkan
den+an hati;hati dan den+an sedikit demi sedikit.
5. Ketika !enetesan berlan+sn+6 lan 1rlenme#er hars di+n(an+kan
ata di+'#an+kan se(ara ters;meners.
<. Penetesan dihentikan !ada saat ter&adi !erbahan $arna #an+ teta!6
#ait men&adi merah mda.
ii. Per('baan keda
-. Tan+kan lartan asam (ka 7merk Ind'mart8 seban#ak -, mL
kedalam +elas kr kemdian lartkan den+an air seban#ak 2, mL.
2. Maskan 4, mL lartan asam (ka dan 2 tetes indikat'r /en'l/talein
ke dalam sebah lab 1rlenme#er.
0. Isi bret den+an lartan NaO) ,.- M hin++a +aris , mL.
2. Letakkan lab 1rlenme#er te!at di ba$ah bret #an+ sdah di&e!it
'leh stati/.
4. Tetesi lartan )*l den+an lartan NaO). Penetesan hars dilakkan
den+an hati;hati dan den+an sedikit demi sedikit.
5. Ketika !enetesan berlan+sn+6 lan 1rlenme#er hars di+n(an+kan
ata di+'#an+kan se(ara ters;meners.
<. Penetesan dihentikan !ada saat ter&adi !erbahan $arna #an+ teta!6
#ait ham!ir merah mda.
PENENTUAN ASAM CUKA PERDAGANGAN
I. Tujuan Percobaan
 Mahasiswa mampu membuat dan membakukan larutan baku basa menggunakan senyawa
sekunder yang berupa padatan
 Mahasiswa mampu menetapkan kadar asam cuka perdagangan untuk mengetahui apakah
kadar yang tertera pada etiket cuka perdagangan sudah sesuai dengan kadar yang
sebenarnya
II. Dasar Teori
Asidi dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang
berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang
bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara pemberi proton (asam)
dengan penerima proton (basa).
Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-senyawa
yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam. Sebaliknya alkalimetri merupakan
penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asm dengan menggunakan baku basa.
itrasi asam-basa dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu
digunakan pengamatan dengan indicator bila p! pada titi eki"alen antara #-$%. &emikian juga
titik akhir titrasi akan tajam pada titrasi asam tau basa lemah jika pentitrasian adalah basa atau
asam kuat dengan perbandingan tetapan disosiasi asam lebih besar dari $%. Selama titrasi
asam-basa ' p! larutan berubah secara khas. p! berubah secara dratis bila "olume titrasinya
mencapai titik eki"alen.
Analisa titrimetri atau analisa "olumetric adalah analisis kuantitatif dengan
mereaksikan suatu (at yang dianalisis dengan larutan baku (standar) yang telah diketahui
konsentrasinya secara teliti' dan reaksi antara (at yang dianalisis dan larutan standar tersebut
berlangsung secara kuantitatif. )arutan baku (standar) adalah larutan yang telah diketahui
konsentrasinya secara teliti' dan konsentrasinya biasa dinyatakan dalam satuan N (normalitas)
atau M (molaritas).
*ndikator adalah (at yang ditambahkan untuk menunjukkan titik akhir titrasi telah di
capai. +mumnya indicator yang digunakan adalah indicator a(o dengan warna yang spesifik
pada berbagai perubahan p!. itik ,kui"alen adalah titik dimana terjadi kesetaraan reaksi
secara stokiometri antara (at yang dianalisis dan larutan standar. itik akhir titrasi adalah titik
dimana terjadi perubahan warna pada indicator yang menunjukkan titik ekui"alen reaksi
antara (at yyang dianalisis dan larutan standar. -ada umumnya' titik ekui"alen lebih dahulu
dicapai lalu diteruskan dengan titik akhir titrasi. .etelitian dalam penentuan titik akhir titrasi
sangat mempengaruhi hasil analisis pada suatu senyawa.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan analisis "olumetric adalah
sebagai berikut /
$. 0eaksinya harus berlangsung sangat cepat.
1. 0eaksinya harus sederhana serta dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi yang
kuantitatif2stokiometrik.
3. !arus ada perubahan yang terlihat pada saat titik ekui"alen tercapai' baik secara
kimia maupun secara fisika.
#. !arus ada indicator jika reaksi tidak menunjukkan perubahan kimia atau fisika.
*ndikator potensiometrik dapat pula digunakan.
Alat-alat yang digunakan pada analisa titrimetri ini adalah sebagai berikut /
$. Alat pengukur "olume kuantitatif seperti buret' labu tentukur' dan pipet "olume yang
telah di kalibrasi.
1. )arutan standar yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti atau baku primer
dan sekunder dengan kemurnian tinggi.
3. *ndikator atau alat lain yang dapat menunjukkan titik akhir titrasi telah di capai.
4aku primer adalah bahan dengan kemurnian tinggi yang digunakan untuk
membakukan larutan standar misalnya arsen trioksida pada pembakuan larutan iodium.
4aku sekunder adalah bahan yang telah dibakukan sebelumnya oleh baku primer' dan
kemudian digunakan untuk membakukan larutan standar' misalnya larutan natrium
tiosulfat pada pembakuan larutan iodium.
itrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. itrasi
asam basa berdasarkan reaksi penetralan. .adar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa dan sebaliknya. itrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit
sampai mencapai keadaan ekui"alen (artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat
habis bereaksi). .eadaan ini disebut sebagai 5titik ekui"alen6. -ada saat titik ekui"alent
ini maka proses titrasi dihentikan' kemudian kita mencatat "olume titer yang diperlukan
untuk mencapai keadaan tersebut. &engan menggunakan data "olume titrant' "olume dan
konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.
7ara Mengetahui itik ,kui"alen.
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekui"alen pada titrasi asam basa.
$. Memakai p! meter untuk memonitor perubahan p! selama titrasi dilakukan' kemudian
membuat plot antara p! dengan "olume titrant untuk memperoleh kur"a titrasi. itik
tengah dari kur"a titrasi tersebut adalah 5titik ekui"alent6.
1. Memakai indicator asam basa. *ndikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi
dilakukan. *ndikator ini akan berubah warna ketika titik ekui"alen terjadi' pada saat inilah
titrasi kita hentikan.
+ntuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin
dengan titik e8ui"alent' hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan
sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan. .eadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara
melihat perubahan warna indicator disebut sebagai 5titik akhir titrasi6.
III. Alat dan Bahan
Alat/
- 4uret 9% ml - ,rlenmeyer 19% ml
- :elas ukur $% ml - :elas piala
- )abu takar $%%% ml - 7orong
- )abu takar $%% ml - 7awan porselein
- Statif' klem - -ipet tetes
- Neraca Analitik - -ipet "olum
- Mortir ; Samper - .ompor listrik
4ahan/
- Asam cuka perdagangan
- Na<!
- Asam <ksalat
- A8uadest
- *ndicator --
IV. CARA KERJA
a Pe!buatan larutan Na"#
Siapkan alat dan bahan
=
imbang #'%%%$ g Na<! kristal
=
)arutkan dalam air bebas 7<1 hingga "olume $%%% ml
b Pe!ba$uan larutan Na"#
Siapkan alat dan bahan
=
imbang > #9% mg asam oksalat' gerus jika perlu
=
Masukan ke dalam labu takar $%% ml
=
ambahkan air bebas 7<
1
ad $%% ml' tutup dan gojog sampai larut
=
Masukkan kedalam erlenmeyer 19% ml
=
ambahkan 1 tetes indikator fenolftalein
=
itrasikan dengan larutan Na<! hingga warna berubah menjadi merah muda
itrasi dilakukan 1 kali
=
c Meneta%$an $adar asa! cu$a %erda&an&an
Siapkan alat dan bahan
=
Ambil $%'% ml asam cuka perdagangan
=
Masukan dalam labu takar $%% ml' lalu encerkan dengan a8uadest
bebas 7<
1
hingga "olume $%% ml' gojog
=
Masukan $%'% ml larutan encer di atas dalam erlenmeyer
=
ambahkan 1 tetes indikator fenolftalein
=
itrasi dengan larutan baku Na<!' hingga diperoleh warna
menjadi merah muda
=
itrasi dilakukan 1 kali
V. #asil Analisis
-erhitungan massa Asam <ksalat yang ditimbang yaitu /
&iketahui
Normalitas Asam <ksalat ? %'$ N
Asam oksalat (!
1
7
1
<
#
)  Mr ? @% ' ekui"alen ? 1
:rek ? A N
Massa Asam <ksalat
A N
Massa asam oksalat ? A. N. 4,
? $%% ml B %'$ N B (@% /1)
? #9% mg
Molaritas dan Normalitas larutan Na<!
$. -enimbangan/
4erat cawan C asam oksalat / 9D.%$1'D mg
4erat cawan kosong / 99.9D%'E mg
4erat asam oksalat / #9$'E mg
1. itrasi
Aolume larutan Na<! (titran) /
i. E'3 ml
ii. E'# ml
rata-rata ? (E'3CE'#)/1 ? E'39 ml
A. N
titran

(Na<!)
?1 A .N
titrat

(As <ksalat)
E'39 ml B N ? 1 B $%ml B %'$N
N
Na<!
? 1 ml N / E'39 ml
N
Na<!
? %'1# N
-enetapan kadar asam cuka perdagangan
$. )abel asam cuka perdagangan yang digunakan/ FF..
1. itrasi
Aolume larutan Na<! (titran) /
i. $G ml
ii. $G ml
Maka dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut/
Asam asetat (7!
3
7<<!)/ 4M ? D%
4, (7!
3
7<<!) ? ? D%
$%%H
$%%H
$%%H
? B $%%H
? 1'##E H
VI. Pe!bahasan
&alam praktikum standardisasi larutan Na<! dan penetapan kadar Asam cuka
perdagangan ini' metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif' yang dimana analisis
kuantitatif fokus kajiannya adalah penetapan banyaknya suatu (at tertentu (analit) yang
ada dalam sampel. Analisis kuantitatif terhadap suatu sampel terdiri atas empat tahapan
pokok/
$. -engambilan atau pencuplikan sampel (sampling)' yakni memilih suatu sampel yang
mewakili dari bahan yang dianalisis
1. Mengubah analit menjadi suatu bentuk sediaan yang sesuai untuk pengukuran
3. -engukuran
#. -erhitungan dan penafsiran pengukuran
-ada praktikum ini cara pembuatan larutan baku Na<! %'$ N perlu menggunakan
air yang terbebas dari 7<
1
' yang nantinya digunakan untuk melarutkan Na<!. .arena
7<
1
akan mempengaruhi dari hasil reaksi yang akan terjadi pada titrasi. ujuan dari
praktikum ini sama seperti apa yang telah tertulis pada tujuan praktikum' yaitu
menetapkan kadar asam cuka atau asam asetat perdagangan. -enentuan kadar asam cuka
perdagangan ini digunakan untuk mengetahui kebenaran kadar yang tertera pada etiket
asam cuka yang dijual dipasaran. -enentuan kadar ini menggunakan metode asidimetri
dan alkalimetri dengan larutan Na<! %'$ N sebagai titran' karena metode ini masuk ke
dalam metode itrimetri atau Aolumetri. Sehingga perlu adanya standarisasi larutan
Na<! terlebih dahulu supaya mendapatkan larutan Na<! dengan konsentrasi %'$ N.
-ada proses praktikum standarisasi larutan Na<! dan penentuan kadar asam cuka
perdagangan ini selalu menggunakan cara titrasi atau titrimetri' karena penetapan kadar
secara titrimetri atau "olumetri mempunyai kelebihan dibanding secara gra"imetri' yaitu/
$. eliti sampai $ bagian dalam $%%%
1. Alat sederhana' cepat' serta tidak memerlukan pekerjaan yang menjemukan seperti
pengeringan dan penimbangan berulang-ulang.
Ada beberapa hal yang diperlukan dalam analisis secara titrimetri ini' yaitu/
$. Alat pengukur "olume seperti buret' pipet "olume' dan labu takar yang ditera secara
teliti (telah dikalibrasi)
1. Senyawa yang digunakan sebagi larutan baku atau untuk pembakuan harus
senyawa dengan kemurnian yang tinggi
3. *ndikator atau alat lain untuk mengetahui selesainya titrasi
!al pertama dilakukan adalah pembuatan larutan Na<!' karena Na<! yang tersedia
adalah masih berbentuk kristal. -embuatan larutan dimulai dengan merebus air atau
mendidihkan air (a8uadest)sampai terbebas dari 7<
1
. -ada saat mendidihkan air untuk
membuang 7o
1
yaitu setelah mendidih' mulut gelas beker yang berisi air bebas 7<
1
tersebut ditutup dengan plastik yang diikat menggunakan benang kasur' kemudian
direndam dalam air yang menggenang. !al tersebut ditujukan agar air lebih cepat dingin.
7ara kerja pada pembuatan larutan baku Na<! %'$ N adalah sebanyak #'%%%$ gr Na<!
kristal dilarutkan dalam air bebas 7<
1
hingga "olume $%%% ml dalam labu ukur..
.emudian untuk pembakuannya lebih kurang #9% mg Asam <ksalat(!
1
7
1
<
#
) ditimbang
secara saksama yang sebelumnya telah dikeringkan.
-erhitungan massa Asam <ksalat yang ditimbang yaitu /
&iketahui
Normalitas Asam <ksalat ? %'$ N
Asam oksalat (!
1
7
1
<
#
)  Mr ? @% ' ekui"alen ? 1
:rek ? A N
Massa <ksalat
A. N
Massa asam oksalat ? A. N. 4,
? $%% ml B %'$ N B (@% /1)
? #9% mg
.emudian' #9% mg asam oksalat digerus jika perlu' masukkan ke dalam labu ukur $%% ml
untuk pengenceran2dilarutkan' tutup labu takar $%% ml dan gojog sampai larut. Setelah itu
ambil $% ml dan masukkan kedalam ,rlenmeyer 19% ml lalu ditetesi dengan indikator --.
Selanjutnya dititrasi dengan larutan Na<! hingga warna berubah menjadi merah muda.
-ada saat titrasi berlangsung' hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat akan mencapai
titik ekui"alent' perlu koordinasi yang baik antara mata dan jari-jari tangan kiri untuk
segera menghentikan atau mengunci kran pada buret. .arena jika terlambat pada saat
mengunci kran' akan mengurangi ketepatat pada saat pembacaan "olume Na<! yang
digunakan sebagai titrat.
Iang kemudian dari titrasi tersebut maka didapatkan data sebagai berikut ini.
Molaritas dan Normalitas larutan Na<!
-enimbangan/
4erat cawan C asan oksalat / 9D.%$1'D mg
4erat cawan kosong / 99.9D%'E mg
4erat asam oksalat / #9$'E mg
itrasi
Aolume larutan Na<! (titran) /
iii. E'3 ml
i". E'# ml
rata-rata ? (E'3CE'#)/1 ? E'39 ml
A. N
titran

(Na<!)
?1 A .N
titrat

(As <ksalat)
E'39 ml B N ? 1 B $%ml B %'$N
N
Na<!
? 1 ml N / E'39 ml
N
Na<!
? %'1# N
-roses titrasi dilakukan sampai muncul perubahan warna dari yang tidak berwarna
menjadi berwrna merah jambu' warna merah jambu adalah pengaruh dari --. Jenolftealin
mempunyai p.a @'# (perubahan warna antara p! E'# K $%'#). Struktur -- akan mengalami
penataan ulang pada kisaran p! ini karena proton dipindahkan dari struktur fenol dari --
sehingga p!-nya meningkat akibat akan terjadi perubahan warna. -- sendiri bersifat asam
lemah' karena syarat suatu indikator adalah asam atau basa lemah yang berubah warna
diantara bentuk terionisasinya dan bentuk tidak terionisasinya. Setelah terjadi perubahan
warna untuk yang pertama kali' titrasi langsung dihentikan dan Na<! yang berkurang
langsung dicatat.
Setelah larutan baku Na<! tersebut jadi' maka larutan tersebut sudah dapat digunakan
untuk menentukan kadar asam cuka perdagangan. -ada percobaan ini menetapkan asam
cuka perdagangan untuk mengetahui apakah kadar yang tertera pada etiket cuka
perdagangan sudah sesuai dengan kadar yang sebenarnya. Analisis dilakukan secara
alkalimetri yaitu dengan cara menitrasi larutan asam asetat perdagangan dengan larutan
baku Na<!.
Setelah kita mengetahui normalitas dari larutan Na<!' maka dilakukan langkah yang
selanjutnya yaitu menetapkan kadar asam cuka perdagangan dengan cara mengambil $% ml
asam cuka perdagangan dengan pipet "olume' lalu dimasukkan ke dalam labu takar $%%
ml' dan diencerkan dengan air suling bebas 7<
1
hingga "olumenya tepat $%% ml. .emudian
memasukkan $% ml larutan encer tersebut ke dalam labu erlenmeyer 19% ml' dan ditambah
dengan 1 tetes indikator --. )arutan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan baku Na<!
diatas' hingga diperoleh perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah jambu. &an
titrasi ini dilakukan sebanyak 1 kali.
Iang kemudian diperoleh data sebagai berikut/
$. )abel asam cuka perdagangan yang digunakan/FFF.(tdk diketahui)
1. itrasi
Aolume larutan Na<! (titran)/
a. $G ml
b. $G ml
Maka dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut/
Asam asetat (7!
3
7<<!)/ 4M ? D%
4, (7!
3
7<<!) ? ? D%
$%%H
$%%H
$%%H
? B $%%H
? 1'##E H
VII. Kesi!%ulan
$. Asidi dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang
berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air
yang bersifat netral.
1. Normalitas dari larutan baku Na<! yang dipakai yaitu %'1#N
3. Normalitas Asam <ksalat yang dipakai adalah %'$ N
#. Massa Asam <ksalat yang ditimbang adalah #9% mg
9. .adar asam asetat pada larutan Na<! ? 1'##E H b2"
D. .adar asam asetat atau asam cuka perdagangan sebenarnya adalah D'9G H
G. *ntinya perbedaan hasil titrasi disebabkan oleh /
a. -erubahan skala buret yang tidak konstan.
b. &alam produksi cuka tidak sesuai dengan label yang di siratkan pada label
c. .urangnya ketelitian dalam memperhatikan perubahan warna indikator.
d. Adanya perbedaan massa jenis yang mencolok dari masing-masing cuka sampel.
:. Analisis =ata
:I. Kesim!lan
Kadar ata k'nsentrasi asam (ka dan )*l 7asam kat8 da!at
ditentkan melali !r'ses titrasi6 #ait den+an mereaksikan asam
(ka dan )*l 7titrat8 #an+ ditambahkan 2 tetes indikat'r Pen'/talin
den+an NaO) 7titran8.
Titrasi hars dihentikan bila lartan berbah $arna dari benin+
hin++a men&adi merah mda. :'lme NaO) #an+ di+nakan akan
mem!en+arhi hasil k'nsentrasi dari asam (ka dan )*l tersebt.