0

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMISAHAN Al
2
O
3
DARI KERAMIK

Disusun untuk memenuhi tugas Praktikum Kimia yang dibina oleh
Bapak Dr. H. Sutrisno, M.Si.











Oleh :
Deklin Frantius
120331540715 / B






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
2013
1

A. Judul/Tema
Pemisahan Al
2
O
3
dari Keramik
B. Latar Belakang
Aluminium oksida atau alumina merupakan komponen utama dalam
bauksit yaitu bijih aluminium yang utama. Alumina memiliki kekerasan 9 dalam
skala Mohs. Hal ini menyebabkannya alumina banyak digunakan sebagai abrasif
untuk menggantikan intan yang jauh lebih mahal. Beberapa jenis ampelas, dan
pembersih CD/DVD juga menggunakan aluminium oksida.
Tanah atau lempung adalah akumulasi partikel mineral yang ikatan antar
partikelnya lemah, yang terbentuk karena pelapukan dari batuan. Ikatan lemah
tersebut disebabkan oleh pengaruh karbonat / oksida yang tersenyawa diantara
partikel, atau karena adanya bahan organik. Umumnya di dalam tanah
mengandung alumina (Al
2
O
3
) dan silika (SiO
2
) dalam jumlah yang dominan.
Keramik dibuat dengan bahan utama dari lumpur atau tanah. Tanah atau
lumpur dipanaskan dan dikalsinasi pada suhu tingi terlebih dahulu. Bahan yang
sudah dikalsinasi inilah yang menjadi bahan utama keramik. Oleh karena itu,
alumina dapat dipisahkan dari keramik tanpa melalui proses pemanasan dan
kalsinasi lagi.
Ekstraksi alumina dapat dilakukan dalam dua metode. Pertama, isolasi
menggunakan larutan asam dan yang kedua, menggunakan larutan basa.
Menurut hasil penelitian Putra, et al. (2013) pada isolasi alumina dari lumpur
Sidoarjo, alumina lebih efektif dipisahkan menggunakan larutan asam.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dalam praktikum ini pemisahan
alumina akan dilakukan dengan metode yang pertama. Larutan asam yang akan
digunakan dalam praktikum ini adalah asam klorida.
Untuk menguji apakah hasil pemisahan yang diperoleh merupakan Al
2
O
3

dalam praktikum ini telah dilakukan karakterisasi. Karakterisasi yang dilakukan
adalah uji titik lebur dan uji warna dengan pereaksi dari kobalt(II) nitrat, Co(NO
3
)
2
.
Reaksi Al
2
O
3
dengan kobalt(II) nitrat menghasilkan warna biru.

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam praktikum ini adalah:
1. Apakah Al
2
O
3
dapat dipisahkan dari keramik menggunakan larutan asam
klorida?
2. Bagaimana karakter dari Al
2
O
3
?
3. Berapa rendemen Al
2
O
3
yang diperoleh dari keramik?

D. Tujuan Pemecahan Masalah
Tujuan praktikum ini dilakukan adalah:
1. Untuk mengetahui apakah Al
2
O
3
dapat dipisahkan dari keramik
menggunakan larutan asam klorida.
2. Untuk menentukan karakter dari Al
2
O
3
.
3. Untuk mengetahui rendemen Al
2
O
3
yang diperoleh dari keramik.





2

E. Alat dan Bahan yang Digunakan
 Alat
Tabel 1 Alat yang digunakan dalam praktikum
Nama Alat Jumlah
Neraca analitik 1 buah
Cawan porselen 1 buah
Gelas kimia 100 mL 2 buah
Magnetic bar 1 buah
Magnetic stirrer 1 buah
Spatula 2 bah
Pipet tetes 3 buah
Corong kaca 1 buah
Kertas saring 4 lbr
Tabung reaksi 3 buah
Botol semprot 1 buah
Melting point apparatus 1 buah
Oven 1 buah

 Bahan
Tabel 2 Bahan yang digunakan dalam praktikum
Nama Bahan Jumlah
Keramik 5 gram
HCl 2 M
Digunakan hingga
sampel larut
NaOH 2 M
Digunakan hingga pH 3
dan 8
Aquades Secukupnya
Kertas pH indicator universal Secukupnya
Co(NO3)3 1 mL

F. Metode dan Langkah Percobaan
1. Pemisahan Al
2
O
3

- Sebanyak 5 gram serbuk keramik ditimbang dan dimasukkan ke dalam
gelas kimia 100 mL.
- Dilarutkan dengan HCl 2 M.
- Magnetic bar dimasukkan ke dalam larutan dan diletakkan di atas
magnetic stirrer.
- Larutan dipanaskan di atas magnetic stirrer hingga terjadi perubahan
warna.
- Disaring menggunakan kertas saring dan filtrat ditampung dalam gelas
kimia 100 mL.
- Larutan NaOH 2 M ditambahkan pada filtrat hingga pH 3.
- Disaring kembali menggunakan kertas saring dan filtrat ditampung
dalam gelas kimia 100 mL.
- Larutan NaOH 2 M ditambahkan pada filtrat hingga pH 8.
- Dibiarkan hingga endapan berhenti terbentuk.
- Disaring menggunakan kertas saring.
- Residu diambil dan diletakkan di cawan porselen dan dipanaskan di
dalam oven hingga massa konstan.
- Dihaluskan dan ditimbang.
3

- Dilarutkan kembali dengan aquades.
- Disaring menggunakan kertas saring.
- Residu yang diperoleh dipanaskan kembali dalam oven hingga
kemudian hingga massa konstan.
- Residu yang diperoleh ditimbang dan dihitung rendemennya.

2. Karakterisasi Al
2
O
3

a. Warna
- Warna padatan Al
2
O
3
diamati dan dicatat.
b. Titik lebur
- Padatan Al
2
O
3
diambil secukupnya dan diletakkan di atas kaca preparat.
- Diletakkan di atas tempat sampel pada melting point apparatus.
- Melting point apparatus dinyalakan.
- Suhu yang ditunjukkan oleh alat dicatat.
c. Uji dengan larutan Co(NO
3
)
2

- Padatan Al
2
O
3
diambil secukupnya dan dimasukkan ke dalam tabung
reaksi.
- Ditambah Co(NO
3
)
2
sebanyak 1 mL menggunakan pipet tetes.
- Perubahan yang terjadi diamati.

G. Data Hasil Pengamatan.
1. Pemisahan Al
2
O
3

Tabel 3 Hasil pengamatan pada pemisahan Al
2
O
3

No. Langkah Praktikum Hasil Pengamatan
1. - 5 gram serbuk keramik
dalam gelas kimia 100
mL
- Tidak ada perubahan teramati.

2. - Dilarutkan dalam HCl
2 M
- Larutan berwarna coklat.
- Ada endapan.

3. - Dipanaskan di atas
magnetic bar.
- Magnetic bar berfungsi dengan baik.
- Larutan panas dan berwarna coklat
kekuningan.

4. - Disaring - Filtrat berwarna kuning

- Residu berwarna coklat.



4

5. - Ditambah NaOH 2 M
hingga pH 3 dan
disaring.
- Terbentuk endapan.
- Warna kuning dari filtrat berkurang.

6. - Ditambah NaOH 2 M
hingga pH 8 dan
disaring.
- Terbentuk endapan putih kecoklatan.

- Filtrat tidak berwarna.

7. - Residu dikeringkan di
dalam oven.
- Warna residu berangsur-angsur berubah
dari putih kecoklatan menjadi putih.
- Massa pertama yang diperoleh sebesar
3,194 gram.
- Massa kedua yang diperoleh sebesar
1,512 gram.


2. Karakterisasi padatan Al
2
O
3

Tabel 4 Hasil pengamatan pada karakterisasi padatan Al
2
O
3

No. Karaterisasi Langkah Praktikum Hasil Pengamatan
1. - Warna - Warna padatan Al
2
O
3
. - Padatan berwarna putih.

2. - Titik lebur - Padatan Al
2
O
3
diambil
secukupnya dan
diletakkan di atas kaca
preparat.
- Diletakkan di atas
sampel pada melting
point apparatus.
- Hingga suhu mencapai
>250
0
C, padatan tidak
menunjukkan tanda-
tanda akan melebur.
3. - Uji dengan
Co(NO
3
)
2

- Padatan Al
2
O
3
diambil
secukupnya dan
dimasukkan ke dalam
tabung reaksi.
- Ditambah Co(NO
3
)
2

sebanyak 1 mL
menggunakan pipet
tetes.
- Perubahan yang terjadi
diamati.
- Terbentuk larutan
berwarna biru.

- Warna merah
merupakan larutan
Co(NO
3
)
2
.



5

H. Pembahasan
1. Pemisahan Al
2
O
3

Pada praktikum ini telah dilakukan proses pemisahan Al
2
O
3
dari keramik.
Langkah pertama yang dilakukan adalah melarutkan sampel (serbuk keramik)
dengan HCl 2 M. Tujuannya adalah melarutkan Al
2
O
3
sehingga terpisah dari
sampel. Endapan yang dihasilkan merupakan pengotor. Reaksi yang terjadi
dalam tahap ini adalah sebagai berikut.

Al
2
O
3
(s) (dari serbuk keramik) + 6H
+
(aq) + 8Cl
-
(aq)  2AlCl
4
-
(aq) + 3H
2
O(l)

Langkah selanjutnya adalah meletakkan sampel yang telah dilarutkan
dengan HCl ke magnetic stirrer. Tujuan dari tahapan ini adalah agar proses
pelarutan Al
2
O
3
lebih optimal, sehingga diharapkan Al
2
O
3
yang larut semakin
banyak. Setelah proses pemanasan selesai, sampel disaring dan filtratnya
ditampung dalam gelas kimia 100 mL. Filtrat yang diperoleh berwarna kuning.
Warna kuning pada filtrat diduga karena disebabkan keberadaan ion Fe
3+
.
Filtrat yang ditampung kemudian ditambah NaOH. Namun sebelumnya,
pH filtrat dikukur terlebih dahulu. Filtrat yang diperoleh memiliki pH kurang dari 1.
Penambahan NaOH diatur untuk mengubah pH menjadi 3. Tujuan dari tahapan
ini adalah untuk mengendapkan ion Fe
3+
. Larutan kemudian disaring. Warna
kuning pada filtrat berkurang. Hal ini menunjukkan jumlah ion Fe
3+
dalam larutan
berkurang dan mengendap. Selanjutnya filtrat yang diperoleh ditambah NaOH
hingga pH filtrat menjadi 8. Tujuannya adalah untuk mengendapkan ion
aluminium dalam bentuk Al(OH)
3
. Larutan disaring. Diperoleh residu yang
berwarna putih kecoklatan dan filtrat tidak berwarna. Residu yang dihasilkan
merupakan endapan Al(OH)
3
dan filtrat yang dihasilkan merupakan larutan
garam, NaCl hasil dari reaksi penetralan. Reaksi yang terjadi dalam tahap ini
adalah sebagai berikut.

AlCl
4
-
(aq) + 4Na
+
(aq) + 3OH
-
(aq)  Al(OH)
3
(s) + 4NaCl(aq)

Tahap selanjutnya adalah proses pemanasan. Endapan yang telah
disaring kemudian dipanaskan. Tujuan dari pemanasan ini adalah untuk
mendapatkan Al
2
O
3
. Bila Al(OH)
3
dipanaskan maka akan diperoleh senyawa
Al
2
O
3
. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah sebagai berikut.

2Al(OH)
3
(s)  Al
2
O
3
(s) + 3H
2
O(g) (reaksi terjadi bila Al(OH)
3
dipanaskan)

Tahap terakhir adalah mencuci endapan yang diperoleh dengan aquades.
Proses dilakukan dengan tujuan untuk memurnikan padatan Al
2
O
3
yang
diperoleh. Massa padatan Al
2
O
3
yang diperoleh sebelum dicuci adalah 3,194
gram. Padatan kemudian dicuci dengan aquades. Penambahan aquades pada
proses ini bertujuan untuk melarutkan garam NaCl yang diduga masih ikut
tercampur dalam padatan. Sampel disaring kemudian dipanaskan kembali.
Massa yang dipeoleh setelah padatan dicuci dengan aquades adalah 1,512
gram. Massa yang diperoleh semakin berkurang relatif terhadap massa sebelum
dicuci. Hal ini terjadi karena garam terpisah dari padatan sebelumnya.





6

Rendemen Al2O3 di dalam keramik dihitung sebagai berikut.
Rendemen Al
2
O
3
=

x 100%
=


x 100%
= 30,24%

2. Karakterisasi padatan Al
2
O
3

a. Warna
Padatan yang diperoleh berwarna putih.
b. Titik lebur
Hasil eksperimen menunjukkan titik lebur dari padatan yang diperoleh
>250
0
C. Penentuan titik lebur dihentikan karena keterbatasan alat. Proses ini
dilakukan hanya untuk menguji titik lebur. Titik lebur Al
2
O
3
menurut literatur
adalah 2.051
0
C.
c. Uji dengan larutan Co(NO
3
)
2

Untuk mengidentifikasi padatan yang dihasilkan, praktikan menggunakan
larutan Co(NO
3
)
2
. Reaksi yang terjadi bersifat spesifik untuk mengidentifikasi
logam Al
2
O
3
. Reaksi positif jika menghasilkan warna biru pada sampel. Reaksi
yang terjadi dalam identifikasi ini adalah sebagai berikut.

Al
2
O
3
(s) + Co
2+
NO
3
-
 CoAl
2
O
4
(s) (warna biru) + 4NO
2
(g) + O
2
(g)

Dari hasil uji dengan larutan Co(NO
3
)
2
, setelah sampel dilarutkan dalam
larutan Co(NO
3
)
2
, reaksi yang terjadi positif. Reaksi menghasilkan warna biru.
Pada persamaan reaksi ditunjukkan bahwa reaksi menghasilkan gas NO
2

(berwarna coklat) dan O
2
(tidak berwarna), namun dari hasil pengamatan tidak
menunjukkan adanya tanda-tanda munculnya gas berwarna coklat. Hal ini
disebabkan jumlah gas yang dihasilkan dalam jumlah yang relatif kecil sehingga
tidak dapat diamati. Indikator yang dapat diamati adalah warna biru yang
dihasilakan oleh sampel ketika diberi larutan Co(NO
3
)
2
.
I. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan data pengamatan dalam
praktikum ini adalah sebagai berikut.
a. Al
2
O
3
dapat dipisahkan dari keramik menggunakan larutan asam klorida.
b. Karakterisasi Al
2
O
3
adalah padatan berwarna putih, titik lebur >250
0
C,
dan bereaksi positif dengan larutan Co(NO
3
)
2
.
c. Rendemen yang diperoleh sebesar 30,24%.
2. Saran
Beberapa saran yang berkaitan dengan pelaksanaan praktikum ini adalah
sebagai berikut.
a. Perlu diujicoba pemisahan Al
2
O
3
pada keramik dengan larutan basa.
b. Karakterisasi perlu dilakukan lebih jauh, misalnya FT-IR dan AAS.
J. Daftar Pustaka
Putra, A.N.H.E., Tjahjanto, R.T., & Khunur, M.M. 2013. Optimasi Ekstraksi Silika
dan Alumina dari Lumpur Sidoarjo. Kimia Student Journal, 2(1):365-37.



7

- Ditambah NaOH hingga pH 8.
- Disaring.
K. Lampiran
1. Jadwal Praktikum
No. Hari/Tanggal Kegiatan Praktikum yang Dilakukan
1. Kamis, 19 Desember 2013 - Pemisahan Al
2
O
3
.
2. Jum’at, 20 Desember 2013 - Karakterisasi padatan Al
2
O
3
.

2. Diagram Alir
a. Pemisahan Al
2
O
3







































- Ditimbang sebanyak 5 gram dan dimasukkan ke dalam gelas kimia 100 mL.
- Dilarutkan dengan larutan HCl 2 M.
- Dipanaskan di atas magnetic stirrer.
- Endapan dipisahkan dengan kertas saring.
Serbuk Keramik
Filtrat
Residu
- Ditambahkan NaOH 2 M hingga pH 3.
- Disaring.
Filtrat
Residu
- Panaskan pada dalam oven hingga massa konstan.
- Dihaluskan dan ditimbang.
Endapan
Filtrat
Padatan Al
2
O
3

- Dicuci dengan aquades.
- Disaring.
- Dihaluskan dan ditimbang
Padatan Al
2
O
3

Filtrat
- Dipanaskan dalam oven hingga massa konstan.
- Dihaluskan dan ditimbang.
- Dihaluskan dan ditimbang
Padatan Al
2
O
3

8

b. Karakterisasi padatan Al
2
O
3

i. Titik lebur








ii. Uji dengan larutan Co(NO
3
)
2

Padatan Al
2
O
3

Hasil data pengamatan
- Diletakkan di atas kaca preparat.
- Diletakkan di tempat sampel melting point apparatus.
- Suhu yang ditunjukkan alat dicatat.


Padatan Al
2
O
3

Hasil data pengamatan
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
- Ditambah Co(NO
3
)
2
sebanyak 1 mL.
- Perubahan yang terjadi diamati