1

Nama : Eva Amanda Rahmawati
NPM : 1102007103
1 Memamahami dan Menjelaskan Anatomi Saluran Naas Atas
1!1 Makronatomi Saluran Naas Atas
1!2 Mikroanatomi Saluran Naas Atas
2 Memahami dan Menjelaskan "isiolo#i Saluran Naas Atas
Mekanisme $ertahanan tu%uh
1. Mekanisme pertahanan non spesifik disebut juga komponen nonadaptif atau
innate, atau imunitas alamiah, artinya mekanisme pertahanan yang tidak ditujukan
hanya untuk satu jenis antigen, tetapi untuk berbagai macam antigen. Imunitas
alamiah sudah ada sejak bayi lahir dan terdiri atas berbagai macam elemen non
spesifik. Jadi bukan merupakan pertahanan khusus untuk antigen tertentu.
2. Mekanisme pertahanan tubuh spesifik atau disebut juga komponen adaptif atau
imunitas didapat adalah mekanisme pertahanan yang ditujukan khusus terhadap
satu jenis antigen, karena itu tidak dapat berperan terhadap antigen jenis lain.
Bedanya dengan pertahanan tubuh non spesifik adalah bahwa pertahanan tubuh
spesifik harus kontak atau ditimbulkan terlebih dahulu oleh antigen tertentu, baru
ia akan terbentuk. edangkan pertahanan tubuh non spesifik sudah ada sebelum ia
kontak dengan antigen.
3 Memahami dan Menjelaskan Rhinitis Aler#ika
3!1 &einisi
!hinitis alergi adalah penyakit"kelainan yang merupakan manifestasi klinik reaksi
hypersensiti#itas tipe I $%ell & 'oombs( dengan mukosa hidung sebagai organ sasaran.
3!2 Etiolo#i
1. Menghirup )at pemicu alergi secara berulang * ulang.
2. !eaksi alergi terhadap suatu )at, seperti serbuk sari, kacang, dan makanan laut.
3!3 E$idemiolo#i
!hinitis alergi adalah salah satu penyakit yang paling umum ditemukan pada manusia.
+iperkirakan sekitar 2,- * .,- populasi orang dewasa /merika dan lebih dari 0,- anak *
anak menderita penyakit ini. !hinitis alergi sering diasosiasikan dengan asma, rinosinusitis,
infeksi telinga media, radang polip, infeksi saluran nafas, dan maloklusi ortodontik.
3!' Patoisiolo#i dan Pato#enesis
Patoisiolo#i
2
1epung sari yang dihirup, spora jamur, dan antigen hewan atau tungau diendapkan
pada mukosa hidung. /lergen yang larut dalam air berdifusi ke dalam epitel, dan pada
indi#idu yang berkecenderungan atopik secara genetik, memulai produksi immunoglobulin
lokal $Ig2(. 3elepasan mediator sel mast yang dirangsang Ig2, pembentukan mediator *
mediator sel mast yang baru, dan selanjutnya, penarikan neutrofil, eosinofil, basofil serta
limfosit bertanggung jawab atas terjadinya reaksi awal dan reaksi fase lambat terhadap
alergen hirupan. !eaksi ini menghasilkan mukus, edema, radang, gatal, dan #asodilatasi.
3eradangan yang lambat dapat turut serta menyebabkan hyperresponsi#itas hidung terhadap
rangsangan non spesifik, suatu pengaruh persiapan.
Pato#enesis
3!( &ia#nosis )Maniestasi *linis+ Pem! "isik+ Pem! Penunjan#,
a! Anamnesis
3ada anamnesis di dapati keluhan serangan bersin yang berulang. Bersin ini
merupakan gejala pada !/4' dan kadang * kadang !/45 sebagai akibat dilepaskannya
histamin. %ejala lain adalah keluar imgus $rhinorea( yang encer dan banyak, hidung
tersumbat, hidung dan mata gatal, yang kadang * kadang disertai dengan banyak keluar
air mata $lakrimasi(.
!iwayat penyakit alergi dalam keluarga perlu ditanyakan. 3asien juga perlu
ditanya gangguan alergi selain yang menyerang hidung, seperti asma, ec)ema, urtikaria,
atau sensiti#itas obat. 6eadaan lingkunga kerja dan tempat tinggal juga perlu ditanya
untuk mengaitkanawitan gejala.
%! Pemeriksaan isik
3ada rhinoskopi anterior tampak mukosa edema basah, berwarna pucat, atau li#id
diserati adanya sekret encer yang banyak. Bila gejala persisten mukosa inferior tampak
hipertrofi.
%ejala spesifik lain pada anak adalah adanya bayangan gelap di daerah bawah
mata yang terjadi karena stasis #ena sekunder akibat obstruksi hidung. %ejala ini disebut
allergic shiner. elain itu juga tampak anak menggosok * gosok hidung, karena gatal
dengan punggung tangan. 6eadaan ini disebut allergic salute. Menggososk * gososk
hidung mengakibatkan timbunya garis melintang di sorsum nasi bagian 1". bawah yang
disebt allergic crease. Mulut sering terbuka dengan lengkung langit * langit yang tinggi,
sehingga akan menyebabkan gangguan pertumbuhan gigi geligi (facies adenoid). +inding
posterior faring tampak granuler dan edema (cobblestone appearance) serta dinding
lateral faring menebal. 5idah tampak seperti gambaran peta (geographictongue).
-! Pemeriksaan $enunjan#
In vitro: hitung eosinofil dalam darah tepi dapa normal atau meningkat.
+emikian pula pemeriksaan Ig2 total seringkali menunjukkan nilai normal.
In vivo: alergen penyebab dapat dicari dengan cara pemeriksaan test kulit, uji
intrakutan, atau intradermal yang tunggal atau berseri (Skin End – Point Titration/SET).
21 dilakukan untuk alergen inhalan dengan menuntikkan alergen dalam berbagai
3
konsentrasi yang bertingkat kepekatannya. 7ntuk alergen makanan, uji kulit
Intracutaneus Provocative Dilutional Food Test (IPDFT), namun sebagai baku emas
dapat dilakukan dengan diet eliminasi dan pro#okasi (challenge test).
3!. &ia#nosis %andin#
!hinitis alergika harus dibedakan dengan8
1. !hinitis #asomotorik.
2. !hinitis bakterial.
.. !hinitis #irus.
3!7 Penatalaksanaan
! "ntihista#in
28 mengantuk.
$! "ntihista#in non%sedatif (aste#i&ol' loratadin' terfenadin)
(! Dekongestan (pseudoefedrin atau fenilpropanola#in)
3enggunaan obat ini pada pasien dengan penyakit jantung harus berhati * hati.
2fek samping obat ini antara lain hypertensi, berdebar * debar, gelisah, agitasi,
tremor, insomnia, sakit kepala, kekeringan membran mukosa, retensi urin, dan
eksaserbasi glaukoma atau tirotoksikosis.
)! *eklo#etason (+ancenase/*econase)' budenosid (,hinocort)' flunisolid (-asalide)'
flutikason (Flonase)
+igunakan pada anak yang gejala hidungnya resisten terhadap antihistamin *
dekongestan.
3!/ *om$likasi
1. inusitis kronis $tersering(
2. 3oliposis nasal
.. inusitis dengan trias asma $asma, sinusitis dengan poliposis nasal dan sensiti#e
terhadap aspirin(
0. /sma
9. :bstruksi tuba 2ustachian dan efusi telingah bagian tengah
;. <ipertyopi tonsil dan adenoid
=. %angguan kognitif
3!0 Pen-e#ahan
1. <indari bermain dengan mainan lembut untuk menghindari menghirup bahan yang
dapat menyebabkan iritasi.
2. Jangan memelihara hewan peliharaan di rumah untuk meminialisir kemungkinan
menghirup bulu binatang.
.. Mengurangi kelembaban di rumah.
3!10 Pro#nosis
4
Banyak gejala rinitis alergi dapat dengan mudah diobati. 3ada beberapa kasus $khususnya
pada anak * anak(, orang mungkin memperoleh alergi seiring dengan sistem imun yang menjadi
kurang sensitif pada alergen.
' Memahami dan Menjelaskan Pandan#an 1slam 2entan# Saluran Pernaasan
6etika menarik napas umumnya dibaca kalimat tahlil, tasbih, tahmid, istighfar, asmaul
husna atau kalimat hau>alah. 6etika menahan napas dibaca kalimat )ikir atau do?a yang umum
diajarkan !asulullah, dari @ur?an atau do?a yang disusun sendiri sesuai dengan kehendak. 6etika
menghembuskan nafas baca beberapa kalimat sebagai berikut8
! .aa ilaaha illallahu /ahdahu laas0ariikalah lahuu #ulku /alahulha#du' 0uh0ii
/a0u#iitu /ahu/a ala kulli s0ai1inkodir
A1idak ada 1uhan selain /llah yang 2sa, tiada sekutu bagiBya, bagiBya kerajaan dan
bagiBya pujian, +ia yang menghidupkan dan mematikan, dan +ia maha kuasa atas segala
sesuatu.C
$! .aa haula /ala ku//ata illa billahil ali00il ad&ii#
A1iada daya dan kekuatanku melainkan dengan pertolongan /llah.A
(! Ta2obbal #inna du1a aana 0a arha#ar rohii#in' ka0 nusabbihaka katsiro
/anad&kuroka katsiro innaka kunta bina bashiro
A3erkenankan do?a kami wahai yang maha pengasih dan penyayang, agar kami tasbih
dengan sebanyak * banyaknya padaMu, dan agar kami ingat padaMu dengan sebanyak
banyaknya, sesungguhnya 2ngkau maha melihat keadaan kami.C
+alam wudhu disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. 'ara
ini adalah penangkal efektif I3/ $Infeksi aluran 3ernapasan /kut(, 1B', dan kanker secara
dini.
+alam penelitian yang dilakukan Muhammad alim, tentang manfaat kesehatan wudhu,
dijelaskan, bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar, maka tubuh seseorang akan
terhindar dari segala penyakit. 3Sesungguhn0a cara ber/udhu 0ang baik adalah di#ulai dengan
#e#basuh tangan lalu berku#ur – ku#ur' ke#udian #enga#bil air dan #enghirupn0a ke
dala# hidung lalu #engeluarkann0a! .angkah ini dilakukan seban0ak tiga kali dan seterusn0a!4
+an berdasarkan analisisnya, orang * orang yang tidak berwudhu, maka warna hidung
mereka memudar dan berminyak, terdapat banyak kotoran dan debu. +itambahkanya, rongga
hidung mereka itu memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. /dapun orang * orang
yang teratur dalam berwudhu, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak
berdebu.
elain itu, jumlah kuman tampak lebih banyak terdapat pada rongga hidung orang yang
tidak berwudhu, dan itu menjadi tempat pertumbuhan kuman penyakit. 6ondisi tersebut, akan
mempercepat pertumbuhan dan penularan kuman penyakit lainnya.
ementara itu, orang * orang yang senantiasa mengerjakan wudhu, maka hidung mereka
tampak bersih dari kuman. Bahkan, tempat pertumbuhan kuman relatif tidak ada.
5
3enelitian Muhammad alim ini juga menjelaskan, bahwa orang yang berwudhu dengan
memasukkan air ke dalam rongga hidungnya, kendati hanya sekali, maka hal itu dapat
membersihkan hidung dari separoh penyakit.
elanjutnya, bila memasukkan air ke dalam rongga hidung sebanyak dua kali, maka dapat
menambah sepertiga kebersihan. 6emudian, jika memasukkan air sebanyak tiga kali, maka
hidung benar * benar bersih dari kuman.
+ari hal yang tampaknya kecil dan bahkan disepelekan, ternyata wudhu mengandung
hikmah yang sangat besar manfaatnya bagi kesehatan seseorang. !asulullah /D bersabda8
3Se#purnakan /udhu' lakukan istins0a2' 0aitu #e#asukkan air ke dala# lubang hidung'
kecuali 5ika ka#u berpuasa!4
ecara ilmiah telah dibuktikan, besarnya manfaat yang bisa dipetik dari wudhu, terutama
dalam hal membersihkan lubang hidung. 5ogikanya, apabila sekali berwudhu dan melakukan
istinsya>, maka hal itu dapat menjaga kebersihan hidung hingga . * 9 jam. +an bila kotor lagi,
maka dapat dibersihkan dengan wudhu berikutnya.
:rang yang rajin berwudhu dengan melakukan istinsya> dan istintsar $mengeluarkan air
dari hidung(, kemudian melanjutkannya dengan mendirikan shalat, maka hal itu dapat
menghilangkan 11 kuman penyakit membahayakan yang ada di dalam lubang hidung, terutama
dalam hal gangguan pernafasan, radang paru * paru, panas rumatik, penyakit rongga hidung, dan
lain * lain. ebaliknya, orang yang tidak berwudhu, akan lebih mudah terkena penyakit
gangguan pernafasan.
Banyak manfaat yang dapat dipetik dari berEistinsya> dan istintsar ini. etiap kali orang
membersihkan dan membasuh hidung, maka kuman penyakit seperti sinusitis, influen)a $pilek
dan flu(, bronchitis, dan lainnya akan hilang. +an faedah yang bisa diambil dari membasuh
hidung ini memiliki makna ganda, yakni untuk kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. $syafik(.
6
&atar Pustaka
udoyo, /ru. +kk. 2,,;. Il#u Pen0akit Dala# vol II. Jakarta8 3enerbitan +epartemen Ilmu
3enyakit +alam
Belson, dkk. Il#u 6esehatan "nak vol! ed!7. 2,,,. 2%'
Dasar Patologis Pen0akit ed! 8. 3enerbit Buku 6edokteran 2%'. 2,,F
6umar G, 'otran !, !obbins 5. 2,,0. *asic Patholog0' 8 th ed' DB aunders.
herwood, 5auralee. Fisiologi 9anusia! 2,,1. Jakarta8 2%'
.nell,!ichard. "nato#i 6linik! 2,,;. Jakarta8 2%'
http8""suryoEwibowo.blogspot.com"2,,;",9"rhinitisEalergika.html
http8""childrenallergyclinic.wordpress.com"2,,H",9"1="rinitisEalergika"
http8""www.persify.com"id"perspecti#es"medicalEconditionsEdiseases"rinitisEalergikaEIE
H91,,,1,.1FF
http8""medlinuJ.blogspot.com"2,12",2"rhinitisEalergi.html
http8""ningrumwahyuni.wordpress.com"2,,H",F",."rinitisEalergi"
http8""sien#isgirl.wordpress.com"2,11",;",."farmakoterapiErhinitisEalergi"KmoreE229
http8""www.scribd.com"doc";FFH;90="!initisE/lergi
http8""syeikhthanauddin.blogspot.com"2,11"12"meditasiE)ikirEpernafasanEdiEdalam.html