Tugas Geokimia Bab 1-3

Nama : Aris Tri Susanto
NIM : 4311411026
Rombel : Satu

Bab 1
1. Jelaskan hubungan antara theori Doppler dengan Expanding Theori dan Big Bang Theori !
Jawab :
Teori dentuman besar (Teory BingBang) dikembangkan berdasarkan pengamatan pada
stuktur alam semesta beserta pertimbangan teoritisnya yang kemudian pada tahun 1912
Vesto Slipher berhasil mengukur geseran Doppler “nebula spiral” untuk pertama kalinya
(nebula spiral merupakan istilah lama untuk galaksi spiral). Dengan cepat ia menemukan
bahwa hampir semua nebula-nebula itu menjauhi bumi. Sepuluh tahun kemudian, Alexander
Friedmann, seorang kosmologis dan matematikawan rusia, menurunkan persamaan
Friedmann dari persamaan relativitas umum Albert Einstein. Persamaan ini menunjukkan
bahwa alam semesta mungkin mengembang dan berlawanan dengan model alam semesta
yang statis.
2. Bagaimana cara menghitung umur alam semesta ! Berapa umurnya?
Jawab :
Cara menghitung umur alam semesta yaitu dari sisa keradioaktifan uranium saat sekarang,
lalu dibandingkan dengan waktu setengah umurnya. Sehingga diperoleh umur awal uranium
yang sama dengan umur bumi terbentuk. Atau dengan cara lain yaitu dengan menggunakan
isotop-isotop timbale (
204
Pb,
206
Pb,
208
Pb)
204
Pb = tidak radioaktif, jadi jumlahnya sekarang
sama seperti saat terbentuknya. Maka jika sekarang jumlanya total Pb dapat dihitung,
kemudian dikurangi jumlah
204
Pb ketemulah jumlah
206
Pb dan
208
Pb . Sedangkan
206
Pb dan
208
Pb adalah hasil sisa peluruhan dari Uranium dan Th. Kemudian dapat memprediksi umur
bumi.
Umur bumi = 6x109 diperoleh dari sisa keradioaktifan uranium saat sekarang, lalu
dibandingkan dengan waktu setengah umurnya. Ketemulah umur awal uranium yang sama
dengan umur bumi terbentuk.
3. Apa yang saudara ketahui tentang :
a). meteor besi,
b). meteor stoney
Jawab :
a) Meteor besi adalah meteor yang tidak mengandung uranium tetapi mengandung
sejumlah kecil timbal dengan kadar
204
Pb serta beberapa material alam.
b) Meteor Stony adalah meteor yang mengandung sejumlah uranium yang terukur, dan
adanya timbal menunjukkan efek penambahan yang kontinyu dari timbal radioaktif
dalam perbandingan
206
Pb/
204
Pb dan
207
Pb/
204
Pb yang lebih tinggi daripada timbal dari
meteor besi.
4. Buktikan bahwa meteor besi tidak mengandung unsur radioaktif !
Jawab :
Meteor besi tidak mengandung uranium karena uranium termasuk unsur radioaktif didalam
meteor besi hanya terdapat
204
Pb saja. Tidak ada
206
Pb dan
208
Pb maka tidak ada Pb yang
berasal dari uranium. Sehingga meteor besi tidak mengandung unsur radioaktif.
5. Sebutkan beberapa gagasan tentang sistem matahari dan jelaskan masing-masing !
Jawab :
Beberapa gagasan tentang system matahari adalah :
a. Pendapat kuno :
1. Adanya kekuatan dari luar oleh filosof Perancis Buffon (1749). Yang mengusulkan
bahwa planet adalah robekan badan matahari yang ditabrak oleh bintang lain.
2. Spekulasi Kant (1755), mengusulkan bahwa sistem matahari berasal dari kumpulan
matahari. Sistem matahari berasal dari kumpulan matahari. Daerah yang kerapatan
tinggi menjadi planet.
b. Pendapat setelah pendapat kuno :
1. Laplace (1796), asal mula system matahari adalah adanya rotasi lemah dari matahari,
karena adanya kontraksi yang disertai dengan kenaikan kecepatan rotasi,
menyebabkan menjauhkan diri dari pusat oleh adanya gaya sentrifugal.
2. Clerk Maxwell seorang ahli fisika (60 tahun setelah gagasan Laplace), tidak setuju
dengan gagasan Laplace, dengan alasan :
a) Konsentrasi momentum angular berada di planet-planet dan bukan di matahari.
b) Mekanisme lingkaran-lingkaran gas yang batal yang mungkin telah mengental
menjadi planet-planet.
3. Kebangkitan teori Buffon :
a) Hipotesis Chamberlain-Moulton : planet- planet adalah kumpulan partikel-partikel
padat yang kecil (planetesemal).
b) Hipotesis Jeans-Jeffreys : planet-planet dibentuk oleh kondensasi masa gas yang
pijar.
4. Pendapat beberapa tahun terakhir :
a) Von Weizsaker : awalnya dari sebuah matahari yang berotasi secara cepat,
kemudian membentuk selimut yang konsentrasinya lebih besar, karena adanya
kontraksi (gerakan yang bergejolak), maka akan terlepas membentuk planet-planet
yang temperaturnya menjadi seperkuadrad jarak terhadap pusat rotasi.
b) Adanya bintang kembar (bintang A dan bintang B) : salah satu bintang tersebut
meledak (supernova) maka partikel parsialnya membentuk planet-planet dan dalam
pengaruh bintang yang tidak meledak.

Bab 2
1. Mengapa hukum-hukum fisika dapat digunakan untuk mengetahui sifat-sifat bumi ?
Jawab :
Karena butuh Observasi /pendekatan tidak langsung dengan cara:
a. Penerapan geofisika dalam menyelidiki sifat-sifat bumi.
b. Penerapan hukum-hukum fisika yang dilakukan terhadap gravitasi, gelombang transmisi,
konduktor panas, dan fenomena-fenomena lainnya.
Contoh:
 Percepatan dan tetapan gravitasi dapat menentukan kerapatan bumi.
 Dengan menghitung momen kelembaman, dapat menentukan tetapan presisi(tekanan
udara) waktu siang dan malam kemudian dapat mengetahui distribusi kerapatan di
dalam bumi.
 Data-data sismologi dapat menentukan konstanta elastisitas material di dalam bumi
yang kemudian dapat menunjukkan adanya diskontinyuitas dalam bumi.
 Data aliran (hantaran) panas menunjukkan adanya kelimpahan unsure-unsur radioaktif
yang ada di kulit bumi dan mantel.
2. Bagaimana peristiwa gempa bumi dapat digunakan untuk mengetahui tentang keadaan
ruangan di dalam bumi ?
Jawab :
Getaran gempa bumi menimbulkan 2 tipe gelombang yang saling tegak lurus, dengan
kecepatan yg tidak sama.
a) gelombang primer (P), analog dengan gelombang bunyi di udara. Merambat dengan
cepat, tercatat di seismograf.
b) gelombang sekunder (S), analog dengan gelombang cahaya. Merambat lebih lambat.
Vibrasinya tegak lurus thd gel P. Terdeteksi di seismograf dengan waktu yg berbeda.
Kecepatan gelombang merupakan fungsi dari kedalamnya.
3. Interpretasi dari data apa saja yang digunakan untuk mengetahui struktur internal bumi ?
Jawab :
Interpretasi data yang digunakan untuk mengetahui struktur internal bumi adalah interpretasi
data gempa bumi yang menghasilkan suatu devisi tiga lipatan utama bumi menjadi
crust(kulit),mantle (mantel) dan core(inti), dari data-data geofisika, kelimpahan relatif unsur-
unsur dan komposisi meteorit.
4. Jelaskan bagaimana struktur internal bumi ?
Jawab :
Bedasar penelitian, bahwa lapisan bumi terdiri dari: crust, mantel dan core dari interpretasi
data gunung api, dari data-data geofisika, kelimpahan relative unsure-unsur dan komposisi
meteorit.
5. Akibat dari pengaruh temperatur dan tekanan pada mineralogi pirolit menyebabkan 4
kelompok kristal yang berbeda . Jelaskan dan sebutkan!
Jawab :
Empat kelompok Kristal adalah
a) Olivin dan amphibol................................................................Amphibol
b) Olivin + Al miskin piroksin + plagioklas.....................Plagioklas pirolit
c) Olivin + Al kaya piroksin + spinel...................................Piroksin pirolit
d) Olivin + Al miskin piroksin + granet.................................Granet pirolit
6. Bagaimana terjadinya medan magnit bumi ?
Jawab :
Teori alternatif tentang terjadinya medan magnet Bumi. Ernest McFarlane dalam
artikelnya “Asal muasal medan magnet Bumi” menyebutk an sebuah sistem yang terbuat
dari sel-sel elektronik di dalam inti logam yang mengkristal dengan titik-titik panas dari
logam berat yang memancarkan partikel Alpha dan Beta. Karena suhu yang tinggi partikel
Alpha tidak dapat menyatu dengan elektron bebas. “Akibatnya terjadi putaran dari dalam
dan luar inti , medan magnet tercipta sebagai akibatnya”.
Faktor yang mempengaruhi sifat kemagnetan salah satunya adalah unsur prmbrntuk
material tersebut. Setiap atom memiliki suatu sifat magnetic yang ditentukan oleh momen
magnetic total dari susunan electron dalam atom teersebut, sedangkan momen magnetic
setiap electron dapat dijelaskan oleh bilangan kuantum yang disebut spin electron. Larangan
pauli menyatakan bahwa dalam 1 orbital hanya boleh diisi oleh 2 elektron yang memiliki
spin berlawanan. Apabila orbitalnya penuh maka atom tidak dapat menghasilkan medan
magnet karena momen magnetiknya sama dengan nol. Gainya Ada juga atom yang
orbitalnya tidak penuh yang dapat menghasilkan medan magnet lemah. Logam transisi
seperti besi, kobalt, nikel, dan sebagainya bisanya berisi orbital yang tidak penuh, campuran
berbagai unsur tersebut dapat menjadi magnet asalkan susunan momen magnetic setiap
atomnya teratur. Kemungkinan , medan magnet bumi disebabkan karena di dalam inti bumi
terkandung logam ferromagnetic dalam jumlah yang besar.
7. Apa saja akibat pengaruh gelombang seismik ?
Jawab :
Gelombang seismik adalah gelombang mekanis yang muncul akibat adanya gempa bumi.
Sedangkan gelombang secara umum adalah fenomena perambatan gangguan (usikan) dalam
medium sekitarnya. Gangguan ini mula-mula terjadi secara lokal yang menyebabkan
terjadinya osilasi (pergeseran) kedudukan partikel-partikel medium, osilasi tekanan maupun
osilasi rapat massa. Karena gangguan merambat dari suatu tempat ke tempat lain, berarti ada
transportasi energi. Akibat gelombang seismik terjadi tsunami dan rumah yang rusak akibat
gempa yang sangat kuat.

Bab 3
1. Apa manfaat hukum termodinamika dalam geokimia ?
Jawab :
Manfaat hukum termodinamika dalam geokimia :
a. memberi pendekatan pada masalah : stabilitas, kesetimbangan, perubahan kimia.
b. memprediksi pada masa lalu (dengan ekstrapolasi)
c. dapat mengetahui suatu perubahan geologis yg tdk dapat dilakukan di laboratorium.
2. Dimana (dalam hal apa) hukum termodinamika I diterapkan ?
Jawab :
Hukum termodinamika I diterapkan untuk memprediksi keadaan reaksi tertentu yang terjadi,
bahkan kita dapat meniru secara eksperimen. Penerapan termodinamika I dalam pemecahan
praktis suatu masalah telah digunakan untuk mempelajari stabilitas jadeite (NaAlSi2O6).
3. Walaupun mineral jadeite dapat terjadi secara alami, tetapi pembuatan mineral jadeite di
laboratorium sulit dilakukan. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Jelaskan !
Jawab :
Pembuatan mineral jadeite di laboratorium susah dilakukan karena menganggap keadaan
stabilitas jadeite berasal pada faktor kinetik melibatkan energi aktivasi dan tingkat reaksi.
Berdasarkan hasil pengujian termodinamika Kracek dan para pembantunya didapatkan hasil
bahwa jadeite lebih stabil pada tekanan dan temperatur biasa, sehingga stabilitasnya tidak
dikondisikan oleh tekanan tinggi.
4. Jelaskan , bagaimana proses perubahan olivin menjadi piroksen ?
Jawab :
Peridotit batuan intrusi ultrabasa adalah satu. Terutama terdiri dari olivin dan piroksen.
Konten Olivine dapat berkontribusi sebesar 40% sampai 90%, piroksen adalah
orthopyroxene atau clinopyroxene, kadang-kadang dengan hornblende ringan dan biotit atau
kromit. Berwarna hijau gelap, dengan struktur granular, struktur pelek reaksi yang
mengandung struktur, spons struktur meteorit besi. Pada suhu, tekanan tertentu, dengan efek
hidrotermal terjadi perubahan, misalnya dengan hidrasi menjadi serpentine setelah olivin
dan brucite, silisifikasi menjadi serpentine setelah olivin, peran karbonasi forsterit menjadi
serpentin dan magnesium. Berkaitan dengan mineral kromium, nikel, kobalt, platina, asbes,
talk dan sejenisnya. Murni, transparan, tidak retak, dengan peridot hijau zaitun sebagai batu
permata. Deposito batu permata Peridot dengan nilai ekonomi tinggi.
5. Apa perbedaan antara kristal dengan gelas ?
Jawab : Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung
pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketka terjadi pemadatan, dan tekanan ambien. Proses
terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi. Meski proses pendinginan sering
menghasilkan bahan kristalin, dalam keadaan tertentu cairannya bisa membeku dalam bentuk non-
kristalin. Dalam banyak kasus, ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat sehingga atom-
atomnya tdak dapat mencapai lokasi kisinya. Suatu bahan non-kristalin biasa disebut bahan amorf
atau sepert gelas. Walaupun terkadang bahan sepert ini juga disebut sebagai padatan amorf,
meskipun ada perbedaan jelas antara padatan dan gelas. Proses pembentukan gelas tdak
melepaskan kalor lebur jenis (Bahasa Inggris: latent heat of fusion). Karena alasan ini banyak
ilmuwan yang menganggap bahan gelas sebagai cairan, bukan padatan.
6. Sifat geometri muka kristal ditentukan oleh apa ?
Jawab : Meskipun istlah "kristal" memiliki makna yang sudah ditentukan dalam ilmu
material dan fsika zat padat, dalam kehidupan sehari-hari "kristal" merujuk pada benda padat yang
menunjukkan bentuk geometri tertentu . Berbagai bentuk kristal tersebut dapat ditemukan di alam.
Bentuk-bentuk kristal ini bergantung pada jenis ikatan molekuler antara atom-atom untuk
menentukan strukturnya, dan juga keadaan terciptanya kristal tersebut. Bunga salju, intan,
dangaram dapur adalah contoh-contoh kristal.
7. Bagaimana penemuan difraksi sinar X terhadap kristal ?
Jawab : Difraksi sinar-x merupakan proses hamburan sinar-x oleh bahan kristal. Pembahasan
mengenai difraksi sinar-x mencakup pengetahuan yang berhubungan dengan pembentukan sinar-x ,
hamburan (scatering) gelombang elektromagnetk dan sifat kekristalan bahan (kristalograf)