AIRIZA ASZELEA ATHIRA

1102010011
1. Memahami dan Menjelaskan Kejadian Luar Biasa
Deinisi
Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara
epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur
oleh Peraturan Menteri Kesehatan R !o. "#"$M%!K%S$SK$&$'((#.
Suatu kejadian penyakit dikatakan wabah $ KLB apabila terjadinya peningkatan kasus
suatu penyakit di daerah tertentu pada kelompok tertentu dan pada periode waktu tertentu.
Menurut )) !o # tahun *"+# yang dikatakan wabah adalah kejadian terjangkitnya suatu
penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah melebihi keadaan yang la,im pada waktu dan
daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sedangkan KLB adalah meningkatnya
kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis- pada suatu daerah
dalam kurun waktu tertentu.
Ketentuan KLB untuk .B. /
• 0umlah kasus bulan ini 1' 2 dari kasus bulan yang sama tahun lalu
• 0umlah kasus bulan ini 1 '2 dari rata3rata tahun lalu
• 0umlah kasus bulan ini 1 dari jumlah kasus tertinggi tahun lalu
• Terdapat peningkatan kasus kematian
Tujuan )mum KLB /
4 Mencegah meluasnya 5penanggulangan6.
4 Mencegah terulangnya KLB di masa yang akan datang 5pengendalian6.
Tujuan khusus /
4 .iagnosis kasus yang terjadi dan mengidenti7ikasi penyebab penyakit .
4 Memastikan bahwa keadaan tersebut merupakan KLB-
4 Mengidenti7ikasikan sumber dan cara penularan
4 Mengidenti7ikasi keadaan yang menyebabkan KLB
4 Mengidenti7ikasikan populasi yang rentan atau daerah yang beresiko akan terjadi KLB
0enis penyakit yang menimbulkan KLB /
• Penyakit menular / .iare- 8ampak- Malaria- .9:
• Penyakit tidak menular / Keracunan- ;i,i buruk
• Kejadian bencana alam yang disertai dengan wabah penyakit
!en"e#a#
• Salah satu 7aktor yang dapat mempengaruhi timbulnya KLB adalah Herd Immunity.
• Herd immunity ialah kekebalan yang dimiliki oleh sebagian penduduk yang dapat menghalangi
penyebaran- makin banyak proporsi penduduk yang kebal berarti makin tinggi tingkat herd
immunity3nya hingga penyebaran penyakit menjadi semakin sulit.
• Kemampuan mengadakan perlindungan atau tingginya herd immunity untuk menghindari terjadi
epidemi ber<ariasi untuk tiap penyakit tergantung pada/
*. Proporsi penduduk yang kebal-
'. Kemampuan penyebaran penyakit oleh kasus atau karier- dan
=. Kebiasaan hidup penduduk.
Klasiikasi
Karakteristik Penyakit yang berpotensi KLB /
• Penyakit yang terindikasi mengalami peningkatan kasus secara cepat.
• Merupakan penyakit menular dan termasuk juga kejadian keracunan.
• Mempunyai masa inkubasi yang cepat.
• Terjadi di daerah dengan padat hunian.
Klasi7ikasi KLB menurut Penyebab/
*. Toksin
a. %ntero to>in- misal yang dihasilkan oleh Staphylococus aureus- &ibrio- Kholera-
%schorichia- Shigella.
b. %>oto>in 5bakteri6- misal yang dihasilkan oleh 8lostridium botulinum- 8lostridium
per7ringens.
c. %ndoto>in.
'. n7eksi / &irus- Bacteri- Proto,oa- 8acing.
=. Toksin Biologis / Racun jamur- ?l7ato>in- Plankton- Racun ikan- Racun tumbuh3tumbuhan
#. Toksin Kimia
@at kimia organik/ logam berat 5seperti air raksa- timah6- logam3logam lain cyanida.
@at kimia organik/ nitrit- pestisida.
;as3gas beracun/ 8A- 8A'- 98!- dan sebagainya
Klasi7ikasi menurut Sumber KLB
*. Manusia- e>/ jalan napas- tenggorokan- tangan- tinja- air seni- muntahan- seperti Salmonella-
Shigella- Staphylococus- Streptoccocus- Proto,oa- &irus 9epatitis.
'. Kegiatan manusia- e> / To>in biologis dan kimia 5pembuangan tempe bongkrek- penyemprotan-
pencemaran lingkungan- penangkapan ikan dengan racun6.
=. Binatang- e> / binatang piaraan- ikan- binatang mengerat- contoh / Leptospira- Salmonella- &ibrio-
8acing dan parasit lainnya- keracunan ikan$plankton
#. Serangga 5lalat- kecoa- dan sebagainya6- e> / Salmonella- Staphylokok- Streptokok.
B. )dara- e> / Staphyloccoccus- Streptococcus- &irus- pencemaran udara.
C. Permukaan benda3benda$alat3alat- e> / Salmonella.
D. ?ir- e> / &ibrio 8holerae- Salmonella.
+. Makanan$minuman- misal / keracunan singkong- jamur- makanan dalam kaleng.
Kri$eria
KLB meliputi hal yang sangat luas seperti sampaikan pada bagian sebelumnya- maka untuk mempermudah
penetapan diagnosis KLB- pemerintah ndonesia melalui Keputusan .irjen PPM E PLP !o. #B*3$P..(=.(#$*"""
tentang Pedoman Penyelidikan %pidemiologi dan Penanggulangan KLB telah menetapkan criteria kerja KLB yaitu
/
*. Timbulnya suatu penyakit$menular yang sebelumnya tidak ada$tidak dikenal.
'. Peningkatan kejadian penyakit$kematian terus3menerus selama = kurun waktu berturut3turut menurut jenis
penyakitnya 5jam- hari- minggu- bulan- tahun6
=. Peningkatan kejadian penyakit$kematian- ' kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya 5jam-
hari- minggu- bulan- tahun6.
#. 0umlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan
dengan angka rata3rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
B. ?ngka rata3rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding
dengan angka rata3rata per bulan dari tahun sebelumnya.
C. 8ase :atality Rate dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan B(F atau
lebih- dibanding dengan 8:R dari periode sebelumnya.
D. Propotional Rate 5PR6 penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau
lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu$tahun sebelumnya.
+. Beberapa penyakit khusus / Kholera- G.9:$.SSH- 5a6Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya
5pada daerah endemis6. 5b6Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode # minggu
sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.
". Beberapa penyakit yg dialami * atau lebih penderita/ Keracunan makanan- Keracunan pestisida.
!en%e&ahan
 Pencegahan Primordial
)ntuk Menghindari kemunculan dari adanya 7aktor resiko. Pencegahan primordial memerlukan peraturan
yang tegas dari yang berwenang untuk tidak melakukan hal3hal yang akan menjadikan 7aktor risiko bagi
timbulnya penyakit tertentu.
 Pencegahan Tingkat Pertama 5Primary Pre<ention6
Sasaran pencegahan tingkat pertama dapat ditujukan pada 7aktor penyebab- lingkungan serta pejamu.
Sasaran yang ditujukan pada 7aktor penyebab bertujuan untuk mengurangi atau menurunkan pengaruh
penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain/ desin7eksi- pasteurisasi- sterilisasi- penyemprotan
insektisida dalam rangka menurunkan dan menghilangkan sumber penularan.
 Pencegahan Tingkat Kedua 5Secondary Pre<ention6
Pencegahan tingkat kedua ini meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah
meluasnya penyakit atau untuk mencegah timbulnya wabah- serta untuk mencegah proses penyakit lebih
lanjut serta mencegah terjadinya akibat samping atau komplikasi.
 Pencegahan Tingkat Ketiga 5Tertiary Pre<ention6
Mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen- mencegah bertambah parahnya
suatu penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut. Pada tingkat ini juga dilakukan usaha
rehabilitasi
!enan&&ulan&an
Penaggulangan KLB ?dalah kegiatan yg dilaksanakan utk menangani penderita- mencegah perluasan
KLB- mencegah timbulnya penderita atau kematian baru pada suatu KLB yg sedang terjadi
Tujuan penanggulangan KLB /
• Mengenal dan mendeteksi sedini mungkin terjadinya klb
• Melalukan penyelidikan klb
• Memberikan petunjuk dalam mencari penyebab dan diagnose klb
• Memberikan petunjuk pengiriman dan penanggulangan klb
• Mengembangkan sistem pengamatan yang baik dan menyeluruh- dan menyusun perencanaan yang
mantap untuk penanggulangan klb
)paya Penanggulangan KLB /
• Penyelidikan epidemiologis
• Pemeriksaan- pengobatan- perawatan dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina
• Pencegahan dan pengendalian
• Pemusnahan penyebab penyakit
• Penanganan jena,ah akibat wabah
• Penyuluhan kepada masyarakat
ndikator Program penanggulangan KLB adalah /
• Terselenggaranya system kewaspadaan dini KLB di unit3unit pelayanan wilayan puskesmas-
kabupaten$kota- propinsi dan nasional.
• .eteksi dan respon dini KLB
• Tidak terjadi KLB besar.
ndikator Keberhasilan Penanggulangan KLB /
• Menurunnya 7rek KLB
• Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB
• Menurunnya jumlah kematian pada setiap KLB
• Memendeknya periode KLB
• Menyempitnya penyebarluasan wilayah KLB
Penanggulangan pasien saat KLB /
• 0angka pendek
o Menemukan dan mengobati pasien
o Melakukan rujukan dengan cepat
o Malakukan kaporasi sumber air dan disin7eksi kotoran yang tercemar
o Memberi penyuluhan tentang hygiene dan sanitasi lingkungan
o Melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektoral
• 0angka panjang
o Memperbaiki 7aktor lingkungan
o Mengubah kebiasaan tidak sehat menjadi sehat
• Pelatihan petugas
)paya penaggulangan KLB .B. /
• Pengobatan$ perawatan penderita
• Penyelidikan epidemiologi
• Pemberantasan <ector
• Penyuluhan kepada mayarakat
• %<aluasi$ penilaian penanggulangan KLB
2. Memahami dan Menjelaskan !en"elidikan E'idemi(l(&i
Deinisi
• Penyelidikan atau sur<ei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau
penyakit secara lebih menyeluruh. Iang diselidiki dalam epidemiology in<estigation adalah mengenai
apakah tempat yang terkena KLB tersebut merupakan endemik atau epidemik penyakit- merupakan
penyakit in7eksi atau penyakit kronis- dan kondisi kesehatan lainnya.
• Penyelidikan epidemiologi KLB yaitu semua kegiatan yang dilakukan untuk memastikan adanya penderita
penyakit yang dapat menimbulkan KLB- mengenai si7at3si7at penyebabnya dan 7aktor7aktor yang
mempengaruhi terjadinya dan penyebarluasannya
• Penyelidikan epidemiologi 5P%6 adalah rangkaian kegiatan untuk mengetahui suatu kejadian baik sedang
berlangsung maupun yang telah terjadi- si7atnya penelitian- melalui pengumpulan data primer dan
sekunder- pengolahan dan analisa data- membuat kesimpulan dan rekomendasi dalam bentuk laporan.
Tujuan ) Manaa$
*. Mendapatkan gambaran masalah yang sesungguhnya
'. Mendapat gambaran klinis tentang suatu penyakit
=. Mendapat gambaran mengenai kasus menurut <ariabel epidemiologi
#. Mendapat in7ormasi tentang 7aktor resiko 5lingkungan- <ektor- perilaku- dll6 dan etiologi
G.engan mengetahui tujuan tersebut dapat mengambil tindakan untuk pencegahan maupun penanggulangan
penyakit.H
Lan&kah*lan&kah
*. Tahap sur<ey pendahuluan /
a. Memastikan adanya KLB
b. Menegakan diagnosa
c. Buat hypotesa sementara 5 penyebab- cara penularan- 7aktor yg mempengaruhi6
'. Tahap Pengumpulan .ata /
a. denti7ikasi kasus kedalam <ariabel epid 5orang- tempat- waktu6
b. )ji hipotesis
c. Menentukan kelompok yg rentan
=. Tahap pengolahan data /
a. Lakukan pengolahan menurut <ariable epid- menurut ukuran epid- menurut nilai statstik.
b. Lakukan analisa data menurut <ariable epid- ukuran epid-dan nilai statistik. Bandingkan dg nilai yang
sudah ada
c. Buat intepretasi hasil analisa
d. Buat laporan hasil penanggulangan
#. Tentukan tindakan penanggulangan dan pencegahan /
J Tindakan penanggulangan /
3 Pengobatan penderita
3 solasi kasus
J Tindakan pencegahan /
3 Sur<eilans yg ketat
3 Perbaikan mutu lingkungan
3 Perbaikan status kesehatan masyarakat
Indikasi
• Pencegahan E Penanggulangan
• Laporan masyarakat- politik- serta kepentingan legal aspek
• An the 0ob Traning
• Penelitian
• Masalah Program Pemberantasan
+. Memahami dan Menjelaskan !ela"anan Keseha$an (leh !uskesmas
S"s$em rujukan Keseha$an Mas"araka$
.e7inisi
o Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan
yang timbul baik secara <ertikal 5dan satu unit ke unit yang lebih lengkap $ rumah sakit6 untuk
hori,ontal 5dari satu bagian lain dalam satu unit6.
o Rujukan adalah sesuatu yang digunakan pemberi in7ormasi 5pembicara6 untuk menyokong atau
memperkuat pernyataan dengan tegas. Rujukan mungkin menggunakan 7aktual ataupun non 7aktual.
Rujukan 7aktual terdiri atas kesaksian- statistik contoh- dan obyek aktual. Rujukan dapat berwujud
dalam bentuk bukti. !ilai3nilai- dan$atau kredibilitas. Sumber materi rujukan adalah tempat materi
tersebut ditemukan.
0enis3jenis rujukan /
o Rujukan Medis5rujukan pasien- dan rujukan laboratorium6
o Berkaitan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pasien- mencakup
rujukan konsultasi medis dan bahan3bahan pemeriksaan.
o )paya penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan. berlaku untuk pelayanan
kedokteran 5Medical Ser<ice6. Sama halnya dengan rujukan kesehatan. Maka rujukan ini
dibedakan dengan tiga macam yaitu /
 Rujukan penderita / Konsultasi penderita untuk keperluan diagnosis- pengobatan-
tindakan operati7 dan lain3 lain yang disebut trans7er o7 patien.
 Pengetahuan / Mendatangkan atau mengirimkan tenaga yang lebih kompeten atau ahli
untuk meningkatkan mutu pelayanan pengobatan setempat disebut trans7er o7
knowlwdge$ personel.
 Bahan3 bahan pemeriksaan / Pengiriman bahan 5spesimen6 untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap disebut trans7er o7 spesimen.
o Rujukan Keseha$an 5rujukan iptek dan keterampilan yaitu pengalihan pengetahuan dan keterampilan6
o Rujukan ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit 5pre<enti76 dan peningkatan
kesehatan 5promosi6. Rujukan ini mencakup rujukan teknologi- sarana dan operasional.
o pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kesehatan masyarakat 5public health ser<ice6. ?dapun
rujukan kesehatan ini dibedakan atas ti ga macam yakni rujukan tekhnologi- sarana- dan
operasional.
o Rujukan Manajemen5pengiriman in7ormasi guna kepentingan monitoring semua kegiatan pelayanan
kesehatan diperlukan sistem in7ormasi6
Tujuan rujukan
a. .ihasilkannya upaya pelayanan kesehatan klinik yang bersi7at kurati7 dan rehabilitati7
b. .ihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersi7at pre<enti7 dan promoti7.
i. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik3baiknya.
ii. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang
kurang lengkap ke unit yang lengkap 7asilitasnya.
iii. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan 5Trans7er knowledge and skill6 melalui
pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah peri7er.
Man7aat rujukan
*. .ari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan 5Police Maker6 /
o Membantu penghematan dana- karena tidak perlu menyediakan berbagai macam peralatan
kedokteran pada setiap pelayanan kesehatan.
o Memperjelas system pelayanan kesehatan- krena terdapat hubungan kerja antara berbagai sarana
kesehatan yang tersedia.
o Memudahkan administrasi pada setiap aspek perencanaan.
'. .ari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan 59ealth 8onsumer6 /
o Meringankan biaya pengobatan- karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara berulang3
ulang.
o Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan- karena telah diketahui dengan jelas
7ungsi dan wewenang setiap sarana kesehatan.
=. .ari sudut kalangan kesehatan sebagai penyedia pelayanan kesehatan 59ealth Pro<ider6 /
o Memperjelas jenjang karier tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positi7 lainnya seperti semangat
kerja- ketekunan- dan dedikasi.
o Membantu peningkatan ketrampilan dan pengetahuan yakni melalui kerjasama yang terjalin.
o Memudahkan atau meringankan beban tugas- karena setiap sarana kesehatan mempunyai tugas dan
kewajiban tertentu.
Kri$eria 'ela"anan keseha$an
Suatu pelayanan kesehatan dikatakan baik apabila/
*. Tersedia 5a<ailable6 dan berkesinambungan 5continuous6
?rtinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tidak sulit ditemukan- serta
keberadaannya dalam masyarakat adalah pada setiap saat yang dibutuhkan.
'. .apat diterima 5acceptable6 dan bersi7at wajar 5appropriate6
?rtinya pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan
masyarakat. Pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan adat istiadat- kebudayaan- keyakinan dan
kepercayaan mesyarakat- serta bersi7at tidak wajar- bukanlah suatu pelayanan kesehatan yang baik.
=. Mudah dicapai 5accessible6
Ketercapaian yang dimaksud disini terutama dari sudut lokasi. .engan demikian- untuk dapat mewujudkan
pelayanan kesehatan yang baik- maka pengaturan distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting.
Pelayanan kesehatan yang terlalu terkonsentrasi di daerah perkotaan saja- dan sementara itu tidak
ditemukan didaerah pedesaan- bukanlah pelayanan kesehatan yang baik.
#. Mudah dijangkau 5a77ordable6
Keterjangkauan yang dimaksud adalah terutama dari sudut biaya. )ntuk dapat mewujudkan keadaan
yang seperti itu harus dapat diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan
ekonomi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang mahal hanya mungkin dinikmati oleh sebagian kecil
masyarakat saja bukanlah kesehatan yang baik.
B. Bermutu 5Kuality6
Mutu yang dimaksud disini adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang
diselenggarakan- yang disatu pihak tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standart
yang telah ditetapkan.
Mu$u 'ela"anan
Sistem mutu adalah program perencanaan- kegiatan- sumberdaya dan kejadian yang didorong oleh manajemen-
berlaku diseluruh organisme dan proses dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain dari dimensi mutu-
cakupan dari mutu juga harus diperhatikan. Iang mana cakupan tersebut sebagai berikut/
*. Mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan.
'. Menterjemahkan secara cepat dan dicirikan pada produk jasa yang kita berikan.
=. Merancang sistem agar produk jasa disampaikan secara tepat dan cepat.
#. Mempersiapkan personal yang akan memberikan pelayanan.
B. Memepersiapkan material untuk menghasilkan in7ormasi pelayanan tersebut.
C. Mempersiapkan sistem untuk memperoleh in7ormasi baik.
Mutu Pelayanan Kesehatan dapat dilihat dalam B dimensi mutu yaitu /
*. Responsi<eness 58epat Tanggap6
Pelayanan kesehatan yang responsi7 ditentukan oleh sikap sta7 yang didepan karena berhubungan
langsung dengan para pengguna jasa dan keluarganya.
'. Reliability  Pelayanan kesehatan dengan tepat waktu dan akurat sesuai dengan yang ditawarkan.
=. ?ssurance
Pengetahuan- kesopanan dan si7at petugas yang dipercaya oleh pelanggan. .imensi ini meliputi 7aktor
keramahan- kompetensi- kredibilitas dan keamanan.
#. %mpathy
Kriteria ini terkait dengan rasa kepedulian dan perhatian khusus sta7 kepada setiap pengguna jasa-
memahami kebutuhan mereka dan memberikan kemudahan untuk dihubungi setiap saat jika para
pengguna jasa ingin memperoleh bantuannya
B. Tangible
Mutu jasa pelayanan kesehatan juga dapat dirasakan secara langsung oleh para penggunanya dengan
menyediakan 7asilitas 7isik dan perlengkapan yang memadai. 8ontohnya ruang penerimaan dan
perawatan pasien yang bersih- nyaman- lengkap.
,. Memahami dan Menjelaskan !ermasalahan S(sial ) Buda"a "an& #erkai$an den&an Keseha$an
Pengaruh sosial budaya terhadap kesehatan masyarakat Tantangan berat yang masih dirasakan dalam
pembangunan kesehatan di ndonesia adalahsebagai berikut.

*. 0umlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cukup tinggi serta penyebaran penduduk
yang tidak merata di seluruh wilayah.
'. Tingkat pengetahuan masyarakat yang belum memadai terutama pada golongan wanita.
=. Kebiasaan negati7 yang berlaku di masyarakat- adat istiadat- dan perilaku yang kurang menunjang
dalam bidang kesehatan.
#. Kurangnya peran serta masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan.?spek sosial budaya
yang berhubungan dengan kesehatan?spek soaial budaya yang berhubungan dengan kesehatan
anatara lain adalah 7aktorkemiskinan- masalah kependudukan- masalah lingkungan hidup-
pelacuran dan homoseksual.
K(munikasi
Komunikasi kesehatan disebut juga promosi kesehatab. Karena komunikasie merupakan kegiatan
untuk mgnondisikan 7akktor37aktor predisposisi. Kurangnya pengetahuan- dan sikap masyarakat terhadap
kesehatan dan penyakit- adanya tradisi- kepercayaan yang negati<e tentang penyakit- makanan-
lingkungan- dan sebagainya- mereka tidak berprilaku sesuai dengan nilai3nilai kesehatan. )ntuk itu maka
diperlukan komunikasi- pemberian in7ormasi3in7ormasi tentang kesehatan. )ntuk berkomunikasi yang
e7ekti7 para petugas kesehatan perlu dibekali ilmu komunikasi- termasuk media komunikasinya.
!(la !ikir
Perilaku pencarian Pengobatan 5Health Seeking Behavior6 adalah pola atau perilaku pencarian
pelayanan kesehatan di masyarakat. .ua hal yang perannya kuat dalam menentukan pengambilan
keputusan tentang pengobatan.
• Pertama adalah persepsi mereka terhadap penyakit.
Arang yang mempesepsikan penyakitnya sebagai penyakit ringan cenderung untuk memilih
pengobatan sendiri 5sel7 medication6 misalnya dengan mencari obat di warung atau apotik- orang
yang mengganggap penyakit mereka serius- biasanya tiga hari sampai seminggu tidak sembuh
cenderung untuk memilih datang ke dokter atau layanan kesehatan- tetapi mereka yang
menganggap penyakitnya sangat serius atau kronis seperti diabetes- stroke dan hipertensi justru
memilih pengobatan alternati7 baik itu tabib- pengobatan herbal- maupun dukun.
• Kedua adalah persepsi mereka tentang layanan kesehatan pro7esional.
Mereka yang mempersepsikan bahwa pengobatan pro7esional sulit untuk dijangkau- mahal dan
tidak e7ekti7 cenderung untuk lari ke pengobatan sendiri dan pengobatan alternati7. Pada penderita
penyakit kronis yang si7atnya degenerati7 seperti penyakit diabetes dan darah tinggi atau strok-
tampaknya kebanyakan mengangap bahwa penyembuhan melalui usaha medis adalah sia3sia.
Ke#iasaan
Perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan
penyakit- system pelayanan kesehatan- makanan- serta lingkungan. Bentuk dari perilaku tersebut ada dua yaitu
pasi7 dan akti7. Perilaku pasi7 merupakan respon internal dan hanya dapat dilihat oleh diri sendiri sedangkan
perilaku akti7 dapat dilihat oleh orang lain. Masyarakat memiliki beberapa macam perilaku terhadap kesehatan.
Perilaku tersebut umumnya dibagi menjadi dua- yaitu perilaku sehat dan perilaku sakit /
• Perilaku sehat yaitu perilaku seseorang yang sehat dan meningkatkan kesehatannya tersebut. Perilaku
sehat mencakup perilaku3perilaku dalam mencegah atau menghindari dari penyakit dan penyebab
penyakit atau masalah- atau penyebab masalah 5perilaku pre<enti76. 8ontoh dari perilaku sehat ini antara
lain makan makanan dengan gi,i seimbang- olah raga secara teratur- dan menggosok gigi sebelum tidur.
• Perilaku sakit. Perilaku sakit adalah perilaku seseorang yang sakit atau telah terkena masalah kesehatan
untuk memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatannya. Perilaku ini disebut perilaku
pencarian pelayanan kesehatan 5health seeking beha<ior6. Perilaku ini mencakup tindakan3tindakan yang
diambil seseorang bila terkena masalah kesehatan untuk memperoleh kesembuhan melalui sarana
pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Secara lebih detail- Becker 5*"D"6 membagi perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan
menjadi tiga- yaitu/
*. Perilaku kesehatan
9al yang berkaitan dengan tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
8ontoh / memilih makanan yang sehat- tindakan3tindakan yang dapat mencegah penyakit.
'. Perilaku sakit
Segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan seseorang indi<iduyang merasa sakit- untuk merasakan
dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit.
8ontoh / pengetahuan indi<idu untuk memperoleh keuntungan.
=. Perilaku peran sakit
Segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh indi<idu yang sedang sakit untuk memperoleh
kesehatan.
Terdapat dua paradigma dalam kesehatan yaitu paradigma sakit dan paradigma sehat /
• Paradigma sakit adalah paradigma yang beranggapan bahwa rumah sakit adalah tempatnya orang sakit.
9anya di saat sakit- seseorang diantar masuk ke rumah sakit. ni adalah paradigma yang salah yang
menitikberatkan kepada aspek kurati7 dan rehabilitati7.
• Paradigma sehat Menitikberatkan pada aspek promoti7 dan pre<enti7- berpandangan bahwa tindakan
pencegahan itu lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan.
!enan&&ulan&an
Dam'ak
.erajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being - merupakan
resultante dari # 7aktor yaitu/
*. %n<ironment atau lingkungan.
'. Beha<iour atau perilaku- ?ntara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological
balance.
=. 9eredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi- distribusi penduduk- dan sebagainya.
#. 9ealth care ser<ice berupa program kesehatan yang bersi7at pre<enti7- promoti7- kurati7- dan
rehabilitati7.
.ari empat 7aktor tersebut di atas- lingkungan dan perilaku merupakan 7aktor yang paling besar pengaruhnya
5dominan6 terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Tingkah laku sakit- peranan sakit dan
peranan pasien sangat dipengaruhi oleh 7aktor 37aktor seperti kelas social- perbedaan suku bangsa dan budaya.
Maka ancaman kesehatan yang sama 5yang ditentukan secara klinis6- bergantung dari <ariable3<ariabel tersebut
dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien.
-. Memahami dan menjelaskan Imunisasi dan %aku'an 'ela"anan keseha$an
munisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara akti7 terhadap suatu antigen-
sehingga bila kelak ia terkena antigen yang serupa- tidak terjadi penyakit 5Ranuh-'((+-p.*(6.
munisasi merupakan suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang
antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu. Sistem imun tubuhmempunyai
suatu sistem memori 5daya ingat6- ketika <aksin masuk kedalam tubuh- maka akan dibentuk antibodi untuk
melawan <aksin tersebut dan sistem memori akan menyimpannya sebagai suatu pengalaman. 0ika nantinya
tubuh terpapar dua atau tiga kali oleh antigen yang sama dengan <aksin maka antibodi akan tercipta lebih
kuat dari sebelumnya.
.enis*jenis imunisasi
munisasi telah dipersiapkan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan e7ek3e7ek yang merugikan. munisasi
ada ' macam- yaitu/
a. munisasi akti7
Merupakan suatu pemberian bibit penyakit yang telah dilemahkan 5<aksin6 agar nantinya sistem imun
tubuh berespon spesi7ik dan memberikan suatu ingatan terhadap antigen ini- sehingga ketika terpapar lagi
tubuh dapat mengenali dan merespon.
b. munisasi pasi7
Merupakan suatu proses peningkatan kekebalan tubuh dengan cara pemberian ,at immunoglobulin- yaitu
,at yang dihasilkan melalui suatu proses in7eksi yang dapat berasal dari plasma manusia 5kekebalan yang
didapat bayi dari ibu melalui placenta6 atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang
sudah masuk dalam tubuh yang terin7eksi .
Tujuan !r(&ram Imunisasi
Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi. Pada saat ini- penyakit3penyakit tersebut adalah disentri- tetanus- batuk rejan
5pertusis6- campak 5measles6- polio dan tuberkulosa.
/aku'an Imunisasi
.e7inisi
Perbandingan antara jumlah anak usia *3' tahun yang telah mendapat imunisasi lengkap dengan jumlah
anak uisa *3' tahun- dan biasanya dinyatakan dalam persen.
Rumus
Kegunaan
Memberikan gambaran tentang tingkat pelayanan kesehatan terhadap anak usia *3' tahun. 8akupan yang
baik minimal +( persen.
.ad0al Imunisasi
/aku'an 'ela"anan keseha$an
Sistem terbentuk dari elemen atau bagian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. ?pabila salah
satu bagian atau sub sistem tidak berjalan dengan baik maka akan mempengaruhi bagian yang lain. Secara garis
besar- elemen3elemen dalam sistem itu adalah sebagai berikut /
*. Masukan 5nput6 adalah sub3sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk ber7ungsinya sistem.
'. Proses ialah suatu kegiatan yang ber7ungsi untuk mengubah masukan sehingga menghasilkan sesuatu
5keluaran6 yang direncanakan.
=. Keluaran 5out put6 ialah hal yang dihasilkan oleh proses.
#. .ampak 5impact6 adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran setelah beberapa waktu lamanya.
B. )mpan balik 57eed back6 ialah juga merupakan hasil dari proses yang sekaligus sebagai masukan untuk
sistem tersebut.
C. Lingkungan 5en<ironment6 ialah dunia di luar sistem yang mempengaruhi sistem tersebut.
Bentuk Pelayanan Berdasarkan Kesehatan Berdasarkan Tingkatannya
*. Pelayanan kesehatan tiongkat pertama 5primer6  .iperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan
masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan.
8ontohnya / Puskesmas-Puskesmas keliling- klinik.
'. Pelayanan kesehatan tingkat kedua 5 sekunder6  .iperlukan untuk kelompok masyarakat yang
memerlukan perawatan inap- yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer.
8ontoh / Rumah Sakit tipe 8 dan Rumah Sakit tipe .. Pelayanan kesehatan diberikan oleh dokter
spesialis terbatas.
=. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga 5 tersier6  .iperlukan untuk kelompok masyarakat atau pasien yang
sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder.
8ontohnya/ Rumah Sakit tipe ? dan Rumah sakit tipe B. Pelayan kesehatan diberikan oleh dokter
subspesialis luas.
Perbedaan 0enis Pelayanan Kesehatan
 Pelayanan Kedokteran
.itandai dengan cara pengorganisasian yang bersi7at sendiri atau secara bersama3sama dalam suatu
organisasi- tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan- serta utamanya
adalah perseorangan dan keluarga.
 Pelayanan Kesehatan Masyarakat
.itandai dengan cera pengorganisasian yang umunnya secara bersama3sama dalam suatu organisasi-
tujuan utamanya yaitu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit- serta
sasaran utamanya adalah kelompok dan masyarakat.
1. Memahami dan Menjelaskan Hukum menja&a keseha$an dan #er(#a$ dalam islam
Penanggulangan KLB dalam syariat islam
!abi tidak memerintahkan mereka untuk mengucilkan para pengidap penyakit lepra tersebut. Tetap bergaul
seperti biasa- namun waspada dan antisipati7. 9adis !abi di atas adalah dalam konteks tersebut- bukan dalam
rangka mengukuhkan opini masyarakat kala itu bahwa suatu penyakit mutlak bisa menular secara alamiah.0ika
kita melihat hal ini dari konteks tauhid- sesungguhnya tidak ada penyakit menular dari atau melalui apapun secara
alamiah. 0elas3jelas !abi pernah menyatakan- GTidak ada penyakit menular 5Ladwa6.H 59R Muslim dari ?bu
9urairah6. Bahkan- dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh mam Tirmi,i dari sahabat 0abir bin ?bdullah- !abi
pernah menemani makan salah seorang sahabat penderita lepra bernama MuMaiKib bin ?bi :athimah- tanpa
memiliki kekhawatiran yang berlebihan.
9ukum berobat dalam islam
*. Pendapat pertama mengatakan bahwa berobat hukumnya wajib, dengan alasan adanya perintah Rosululloh
shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berobat dan asal hukum perintah adalah wajib- ini adalah salah satu pendapat
mad,hab Malikiyah- Mad,hab Sya7iMiyah- dan mad,hab 9anabilah.
'. Pendapat kedua mengatakan sunnah/ mustahab, sebab perintah !abi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
berobat dan dibawa kepada hukum sunnah karena ada hadits yang lain Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam
memerintahkan bersabar- dan ini adalah mad,hab Sya7iMiyah.
=. Pendapat ketiga mengatakan mubah/ boleh secara mutlak - karena terdapat keterangan dalil3 dalil yang
sebagiannya menunjukkan perintah dan sebagian lagi boleh memilih- 5ini adalah mad,hab 9ana7iyah dan salah
satu pendapat mad,hab Malikiyah6.
#. Pendapat kelima mengatakan makruh- alasannya para sahabat bersabar dengan sakitnya- mam Nurtubi
rahimahullah mengatakan bahwa ini adalah pendapat bnu MasMud- ?bu .arda radhiyallahu ‘anhum- dan
sebagian para TabiMin.
B. Pendapat ke enam mengatakan lebih baik ditinggalkan bagi yang kuat tawakkalnya dan lebih baik berobat
bagi yang lemah tawakkalnya- perincian ini dari kalangan mad,hab Sya7iMiyah.
9ukum menjaga kebersihan
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat ! yang bermaksud" 2Makanlah dari makanan "an& #aik*
#aik "an& $elah Kami #erikan ke'adamu. Dan $idaklah mereka men&ania"a Kami3 melainkan mereka
men&ania"a diri mereka sendiri4.
2Hai sekalian manusia3 makanlah "an& halal dan #aik dan a'a "an& $erda'a$ di muka#umi5 dan jan&anlah
kamu men&iku$i lan&kah*lan&kah s"ai$an3 kerana sesun&&uhn"a s"ai$an i$u adalah musuh "an& n"a$a
#a&imu4. #Surah Al-Baqarah$ ayat %&'( 2Sesun&&uhn"a menda'a$ kemenan&anlah (ran& "an&
mem#ersihkan dirin"a 2NS ?l ?Mla ayat / *#.alam slam- kebersihan adalah bersi7at global atau luas. ?rtinya
kebersihan itu meliputi semua aspek dalam slam. Barangsiapa benar3benar dapat mengamalkan kebersihan
yang global secara slam ini maka oleh ?llah mereka dijanjikan kemenangan baik di dunia terlebih lagi di akhirat.