You are on page 1of 29

POSITIVISME

Positivisme adalah salah satu aliran filsafat modern. Secara umum boleh dikatakan
bahwa akar sejarah pemikiran positivisme dapat dikembalikan kepada masa Hume (1711-
1776 dan !ant (17"#-1$%#. Hume berpendapat bahwa permasalahan-permasalahan ilmiah
haruslah diuji melalui percobaan (aliran &mpirisme. Sementara !ant adalah oran' (an'
melaksanakan pendapat Hume ini den'an men(usun )riti*ue of pure reason (!ritik
terhadap pikiran murni + aliran !ritisisme. Selain itu !ant ju'a membuat batasan-batasan
wila(ah pen'etahuan manusia dan aturan-aturan untuk men'hukumi pen'etahuan tersebut
den'an menjadikan pen'alaman seba'ai porosn(a (,hmad- "%%..
/stilah Positivisme pertama kali di'unakan oleh Saint Simon (sekitar 1$"0. Prinsip
filosofik tentan' positivisme dikemban'kan pertama kali oleh seoran' filosof
berkeban'saan /n''eris (an' bernama 1rancis 2acon (an' hidup di sekitar abad ke-17
(3uhadjir- "%%1. /a berke(akinan bahwa tanpa adan(a pra asumsi- komprehensi-
komprehensi pikiran dan apriori akal tidak boleh menarik kesimpulan den'an lo'ika murni
maka dari itu harus melakukan observasi atas hukum alam.
Pada paruh kedua abad 4/4 muncullah ,uguste Comte (1798-1857), seorang fisuf
sosia !er"e!angsaan Peran#is, (an' men''unakan istilah ini kemudian mematokn(a
secara mutlak seba'ai tahapan palin' akhir sesudah tahapan-tahapan a'ama dan filsafat
dalam kar(a utaman(a (an' berjudul Course de Philosophie Phositive- !ursus tentan'
1ilsafat Positif (1$5%-1$#"- (an' diterbitkan dalam enam jilid (,chmadi- 1..7. 3elalui
tulisan dan pemikirann(a ini- )omte bermaksud memberi perin'atan kepada para ilmuwan
akan perkemban'an pentin' (an' terjadi pada perjalanan ilmu ketika pemikiran manusia
beralih dari fase teolo'is- menuju fase metafisis- dan terakhir fase positif. Pada fase
teolo'is (tahapan a'ama dan ketuhanan di(akini adan(a kuasa-kuasa adikodrati (an'
men'atur semua 'erak dan fun'si (an' men'atur alam ini. 6aman ini diba'i menjadi ti'a
periode7 animisme- politeisme dan monoteisme. Pada tahapan ini untuk menjelaskan
fenomena-fenomena (an' terjadi han(a berpe'an' kepada kehendak 8uhan atau 8uhan-
8uhan. Selanjutn(a pada 9aman metafisis (tahapan filsafat- kuasa adikodrati tersebut telah
1
di'antikan oleh konsep-konsep abstrak- seperti :kodrat; dan :pen(ebab;. Pada fase ini
manusia menjelaskan fenomena-fenomena den'an pemahaman-pemahaman metafisika
seperti kausalitas- substansi dan aksiden- esensi dan eksistensi. <an akhirn(a pada masa
positif (tahap positivisme manusia telah membatasi diri pada fakta (an' tersaji dan
menetapkan hubun'an antar fakta tersebut atas dasar observasi dan kemampuan rasio. Pada
tahap ini manusia menafikan semua bentuk tafsir a'ama dan tinjauan filsafat serta han(a
men'edepankan metode empiris dalam men(in'kap fenomena-fenomena. (,hmad "%%..
,u'uste )omte dilahirkan pada tahun 17.$ di kota 3onpellir Perancis Selatan. ,(ah
dan ibun(a menjadi pe'awai kerajaan dan merupakan pen'anut a'ama !atolik (an' cukup
tekun. /a menikah den'an seoran' pelacur bernama )aroline 3assin (an' kemudian dia
men(esali perkawinan itu. <ia pernah men'atakan bahwa perkawinan itu adalah satu-
satun(a kesalahan terbesar dalam hidupn(a. <ari kecil pemikiran-pemikiran )omte sudah
mulai kelihatan- kemudian setelah ia men(elesaikan sekolahn(a pada jurusan politeknik di
Paris 1$1#-1$16- dia dian'kat menjadi sekretaris oleh Saint Simon (aitu seoran' pemikir
(an' dalam merespon dampak ne'atif renaissance menolak untuk kembali pada abad
perten'ahan akan tetapi harus direspon den'an men''unakan basis intelektual baru- (aitu
den'an berfikir empirik dalam men'kaji persoalan-persoalan realitas sosial.
Per'ulatan intelektual den'an Saint Simon inilah (an' kemudian membuat pola fikir
)omte berkemban'. !arena ketidak cocokan )omte den'an Saint Simon akhirn(a ia
memisahkan diri dan kemudian )omte menulis sebuah buku (an' berjudul =System of
Positive Politics, Sistem Politik Positif> tahun 1$"#. 2erawal dari pemikiran Plato dan
,ristoteles- )omte mencoba men''abun'kann(a menjadi positivistik (Purwanto- "%%$.
8erdapat ti'a tahap dalam perkemban'an positivisme (?ibowo- "%%$- (aitu7
8empat utama dalam positivisme pertama diberikan pada Sosiolo'i (positivisme
sosial dan evolusioner- walaupun perhatiann(a ju'a diberikan pada teori pen'etahuan
(an' diun'kapkan oleh )omte dan tentan' @o'ika (an' dikemukakan oleh 3ill. 8okoh-
tokohn(a ,u'uste )omte- &. @ittre- P. @affitte- AS. 3ill dan Spencer.
3unculn(a tahap kedua dalam positivisme B empirio-positivisme B berawal pada
tahun 1$7%-1$.%-an dan berpautan den'an 3ach dan ,venarius (positivisme kritis.
!eduan(a menin''alkan pen'etahuan formal tentan' ob(ek-ob(ek n(ata ob(ektif- (an'
"
merupakan suatu ciri positivisme awal. <alam 3achisme- masalah-masalah pen'enalan
ditafsirkan dari sudut pandan' psikolo'isme ekstrim- (an' ber'abun' den'an
sub(ektivisme.
Perkemban'an positivisme tahap terakhir berkaitan den'an lin'karan ?ina den'an
tokoh-tokohn(a C.Deurath- )arnap- Schlick- 1rank- dan lain-lain (positivisme lo'is. Serta
kelompok (an' turut berpen'aruh pada perkemban'an tahap keti'a ini adalah 3as(arakat
1ilsafat /lmiah 2erlin. !edua kelompok ini men''abun'kan sejumlah aliran seperti
atomisme lo'is- positivisme lo'is- serta semantika. Pokok bahasan positivisme tahap keti'a
ini diantaran(a tentan' bahasa- lo'ika simbolis- struktur pen(elidikan ilmiah dan lain-lain
$% PE&'E(TI$& POSITIVISME
Positivisme berasal dari kata =positif>. !ata positif disini sama artin(a den'an
faktual- (aitu apa (an' berdasarkan fakta-fakta. 3enurut positivisme- pen'etahuan kita
tidak pernah boleh melebihi fakta-fakta. <en'an demikian- maka ilmu pen'etahuan empiris
menjadi contoh istimewa dalam bidan' pen'etahuan. Cleh karena itu- filsafat pun harus
meneladani contoh tersebut. 3aka dari itu- positivisme menolak caban' filsafat metafisika.
3enan(akan =hakikat> benda-benda- atau =pen(ebab (an' sebenarn(a>- termasuk ju'a
filsafat- han(a men(elidiki fakta-fakta dan hubun'an (an' terdapat antara fakta-fakta.
(Praja- "%%0. Aadi- Positivisme adalah suatu aliran filsafat (an' men(atakan ilmu alam
seba'ai satu-satun(a sumber pen'etahuan (an' benar dan menolak aktifitas (an' berkenaan
den'an metafisik. Positivisme tidak men'enal adan(a spekulasi- semua harus didasarkan
pada data empiris. Positivisme dian''ap bisa memberikan sebuah kunci pencapaian hidup
manusia dan ia dikatakan merupakan satu-satun(a formasi sosial (an' benar-benar bisa
diperca(a kehandalan dan dan akurasin(a dalam kehidupan dan keberadaan mas(arakat.
)omte serin' disebut =2apak Positivisme= karena aliran filsafat (an' didirikann(a
tersebut. Positivisme adalah n(ata- bukan kha(alan. /a menolak metafisika dan teolo'ik.
Aadi menurutn(a ilmu pen'etahuan harus n(ata dan bermanfaat serta diarahkan untuk
mencapai kemajuan. Positivisme merupakan suatu paham (an' berkemban' den'an san'at
cepat- ia tidak han(a menjadi sekedar aliran filsafat tapi ju'a telah menjadi a'ama humanis
modern. Positivisme telah menjadi a'ama do'matis karena ia telah melemba'akan
5
pandan'an dunian(a menjadi doktrin ba'i ilmu pen'etahuan. Pandan'an dunia (an' dianut
oleh positivisme adalah pandan'an dunia objektivistik. Pandan'an dunia objektivistik
adalah pandan'an dunia (an' men(atakan bahwa objek-objek fisik hadir independen dari
mental dan men'hadirkan properti-properti mereka secara lan'sun' melalui data indrawi.
Eealitas den'an data indrawi adalah satu. ,pa (an' dilihat adalah realitas seba'aimana
adan(a. Seeing is believing (S(aebani- "%%$.
8u'as khusus filsafat menurut aliran ini adalah men'oordinasikan ilmu-ilmu
pen'etahuan (an' beraneka ra'am corakn(a. 8entu saja maksud positivisme berkaitan erat
den'an apa (an' dicita-citakan oleh empirisme. Positivisme pun men'utamakan
pen'alaman. Han(a saja berbeda den'an empirisme /n''ris (an' menerima pen'alaman
batiniah atau subjektif seba'ai sumber pen'etahuan- positivisme tidak meneriman(a. /a
han(a -men'andalkan pada fakta-fakta.
3enurut ,hmad ("%%.- 8ujuan utama (an' in'in dicapai oleh positivisme adalah
membebaskan ilmu dari kekan'an filsafat (metafisika. 3enurut &rnst- ilmu hendakn(a
dijauhkan dari tafisran-tafsiran metafisis (an' merusak ob(ektifitas. <en'an menjauhkan
tafsiran-tafisran metafisis dari ilmu- para ilmuwan han(a akan menjadikan fakta (an' dapat
ditan'kap den'an indera untuk men'hukumi se'ala sesuatu. Hal ini san'at erat kaitann(a
den'an tu'as filsafat. 3enurut positivisme- tu'as filsafat bukanlah menafsirkan se'ala
sesuatu (an' ada di alam. 8u'as filsafat adalah memberi penjelasan lo'is terhadap
pemikiran. Cleh karena itu filsafat bukanlah teori. 1ilsafat adalah aktifitas. 1ilsafat tidak
men'hasil proposisi-proposisi filosofis- tapi (an' dihasilkan oleh filsafat adalah penjelasan
terhadap proposisi-proposisi.
,lasan (an' di'unakan oleh positivisme dalam membatasi tu'as filsafat di atas
adalah karena filsafat bukanlah ilmu. !ata filsafat hendaklah diartikan seba'ai sesuatu (an'
lebih tin''i atau lebih rendah dari ilmu-ilmu eksakta. Penjelasan dari hal ini adalah bahwa
tu'as utama dari ilmu adalah memberi tafsiran terhadap materi (an' menjadi ob(ek ilmu
tersebut. 8u'as dari ilmu-ilmu eksakta adalah memberi tafsiran terhadap se'ala sesuatu
(an' terjadi di alam dan sebab-sebab terjadin(a. Sementara tu'as ilmu-ilmu sosial adalah
memberi tafsiran terhadap se'ala sesuatu (an' terjadi pada manusia- baik seba'ai individu
maupun mas(arakat. <an karena semua ob(ek pen'etahuanFbaik (an' berhubun'an
#
den'an alam maupun (an' berhubun'an den'an manusiaFsudah ditafsirkan oleh masin'-
masin' ilmu (an' berhubun'an den'ann(a- maka tidak ada la'i ob(ek (an' perlu
ditafsirkan oleh filsafat. Cleh karena itulah dapat disimpulkan bahwa filsafat bukanlah
ilmu.
Satu-satun(a tu'as (an' tersisa ba'i filsafat adalah analisa bahasa (tahlGl al-lu'hah.
8ujuan dari analisa ini adalah untuk mencapai kejelasan dan ketelitian- men'hindari istilah-
istilah dan proposisi-proposisi (an' tidak jelas (tidak mempun(ai arti (an' ban(ak
didapatkan dalam bahasa (terutama bahasa filsafat- dan untuk memperoleh arti (an' detail
dari suatu proposisi serta men'uji apakah proposisi tersebut sesuai den'an ken(ataan atau
tidak. <ari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa filsafat tidak menambahkan sesuatu
(an' baru ba'i pen'etahuan kita dan tidak pula memberi tafsiran atas apa (an' terjadi di
sekitar kita- tapi (an' dikerjakan oleh filsafat han(alah sekedar memberi batasan arti
istilah-istilah bahasa untuk men'hindari kerancuan.
)% CI(I-CI(I POSITIVISME
)iri-ciri Positivisme antara lain7
1. Cbjektif+bebas nilai. <ikotomi (an' te'as antara fakta dan nilai men'haruskan subjek
peneliti men'ambil jarak dari realitas den'an bersikap bebas nilai. Han(a melalui fakta-
fakta (an' teramati dan terukur- maka pen'etahuan kita tersusun dan menjadi cermin
dari realitas (korespondensi.
". 1enomenalisme- tesis bahwa realitas terdiri dari impresi-impresi. /lmu pen'etahuan
han(a berbicara tentan' realitas berupa impresi-impresi tersebut. Substansi metafisis
(an' diandaikan berada di belakan' 'ejala-'ejala penampakan ditolak (antimetafisika
5. Dominalisme- ba'i positivisme han(a konsep (an' mewakili realitas partikularlah (an'
n(ata.
#. Eeduksionisme- realitas direduksi menjadi fakta-fakta (an' dapat diamati.
0. Daturalisme- tesis tentan' keteraturan peristiwa-peristiwa di alam semesta (an'
meniadakan penjelasan supranatural (adikodrati. ,lam semesta memiliki strukturn(a
sendiri dan men'asalkan strukturn(a sendiri.
0
6. 3ekanisme- tesis bahwa semua 'ejala dapat dijelaskan den'an prinsip-prinsip (an'
dapat di'unakan untuk menjelaskan mesin-mesin (sistem-sistem mekanis. ,lam
semesta diibaratkan seba'ai giant clock work (S(aebani- "%%$.
C% POSITIVISME SOSI$*
Positivisme seba'aimana dikemban'kan oleh ,u'uste )omte- biasa di'olon'kan
dalam kate'ori positivisme sosial. ,liran positivisme jenis ini dikemban'kan di /n''ris
oleh para filsuf- seperti Aerem( 2entham- Aames 3ill- dan Aohn Stuart 3ill. Sedan'kan di
/talia- positivisme sosial dikemban'kan oleh )arlo )attaneo dan Hiuseppe 1errari. 3ereka
berdua men'an''ap diri seba'ai oran' (an' melanjutkan kar(a Hambista Iico- tokoh (an'
menurut mereka telah menempatkan sains tentan' manusia pada pusat kemanusiaan sendiri.
Para pen'anut positivisme sosial di Aerman- seperti &rnest @assa- 1riederich Aodl dan &u'en
<uhrin'- lebih men'acu pada pemikiran @udwi' 1euerbach daripada pemikiran Saint
Simon dan ,u'ust )omte. ?alaupun terdapat perbedaan pendapat di antara para pen'anut
positivisme sosial- namun semuan(a menaruh keperca(aan besar pada sains- pada
kemajuan atas dasar sains- dan pada bentuk pen'aturan sosial (an' lebih baik seba'ai
akibat dari kemajuan (S(aebani- "%%$.
Positivisme sosial sesun''uhn(a dirintis oleh Saint Simon dan penulis-penulis
sosialistik dan utilitarian (an' kar(a-kar(an(a ju'a dekat den'an tokoh besar dalam bidan'
ekonomi seperti 8homas 3altus dan <avid Eicardo. Positivisme sosial men'emban'kan
ilmu terutama untuk men'emban'kan or'anisasi sosial.
a% +isafat Positi,isti" $uguste Comte
,u'uste )omte memiliki beberapa pemikiran (an' san'at berpen'aruh dalam aliran
filsafat postivisme- beberapa pemikirann(a antara lain7
1 8i'a 6aman Perkemban'an Pemikiran 3anusia
8itik tolak ajaran )omte (an' terkenal seperti telah disebutkan secara sin'kat di
atas adalah tan''apann(a atas perkemban'an manusia- baik peroran'an- maupun umat
manusia secara keseluruhan- melalui ti'a 9aman. 3enurutn(a- perkemban'an menurut
6
ti'a 9aman atau ti'a stadia ini merupakan hukum (an' tetap. <isini akan dijelaskan
tentan' keti'a 9aman tersebut secara lebih terperinci.
-aman Teoogis
Pada 9aman teolo'is- manusia perca(a bahwa di belakan' 'ejala-'ejala alam
terdapat kekuasaan adikodrati (an' men'atur fun'si dan 'erak 'ejala-'ejala tersebut.
!uasa-kuasa ini dian''ap seba'ai makhluk (an' memiliki rasio dan kehendak seperti
manusia- tetapi oran' perca(a bahwa mereka berada pada tin'katan (an' lebih tin''i
dari makhluk insani biasa. 6aman teolo'is ini sendiri dapat diba'i la'i menjadi ti'a
periode. !eti'a periode tersebut adalah seba'ai berikut7
• ,nimisme. 8ahap animisme ini merupakan tahapan (an' palin' primitif- karena
benda-benda sendiri dian''apn(a mempun(ai jiwa.
• Politeisme. 8ahap ini merupakan perkemban'an dari tahap pertama- dimana
pada tahap ini manusia perca(a pada ban(ak dewa (an' masin'-masin'
men'uasai suatu lapan' tertentuJ dewa laut- dewa 'unun'- dewa halilintar- dan
seba'ain(a.
• 3onoteisme. 8ahap ini lebih tin''i dari dua tahap sebelumn(a. !arena pada
tahap ini- manusia han(a perca(a pada satu 8uhan saja.
-aman Metafisis
Pada 9aman ini kuasa-kuasa adikodrati di'anti den'an konsep-konsep dan prinsip-
prinsip (an' abstrak- seperti misaln(a =kodrat> dan =pen(ebab>. Pada 9aman ini
metafisika dijunjun' tin''i- dan abstraksi kemauan pribadi berubah menjadi abstraksi
tentan' sebab dan kekuatan alam semesta.
-aman Positif
6aman ini dian''ap )omte seba'ai 9aman tertin''i dalam kehidupan manusia.
,lasann(a ialah karena pada 9aman ini tidak ada la'i usaha manusia untuk mencari
pen(ebab-pen(ebab (an' terdapat di belakan' fakta-fakta. 3anusia kini telah
membatasi diri dalam pen(elidikann(a pada fakta-fakta (an' disajikan kepadan(a. ,tas
dasar observasi dan den'an men''unakan rasion(a- manusia berusaha menetapkan
relasi-relasi atau hubun'an-hubun'an persamaan dan urutan (an' terdapat antara fakta-
7
fakta. Pada 9aman terakhir inilah dihasilkan ilmu pen'etahuan dalam arti (an'
sebenarn(a.
Hukum ti'a 9aman ini ju'a berlaku ba'i pertumbuhan manusia. Seba'ai anak-
manusia berada pada 9aman teolo'is- pada masa remaja ia masuk 9aman metafisis- dan
pada masa dewasa ia memasuki 9aman positif. <emikian pula ilmu pen'etahuan
berkemban' men'ikuti keti'a 9aman tersebut (an' akhirn(a mencapai puncak
kematan'ann(a pada 9aman positif.
" Susunan ilmu pen'etahuan
/lmu pen'etahuan tidak semuan(a mencapai kematan'an (an' sama pada saat (an'
bersamaan. Cleh karena itu memun'kinkan ba'i kita untuk melukiskan perkemban'an
ilmu pen'etahuan berdasarkan rumitn(a bahan (an' dipelajari di dalamn(a. Aadi-
'ejala-'ejala dalam ilmu pen'etahuan (an' palin' umum akan tampil terlebih dahulu-
baru kemudian disusul den'an 'ejala-'ejala ilmu pen'etahuan (an' semakin lama
semakin rumit atu kompleks dan semakin kon'kret. Krutan ilmu pen'etahuan tersusun
sedemikian rupa sehin''a (an' satu selalu men'andalkan ilmu pen'etahuan (an' lahir
sebelumn(a. <en'an demikian- )omte memulai den'an men'amati 'ejala-'ejala (an'
palin' sederhana- (ait 'ejala-'ejala (an' letakn(a palin' jauh dari suasana kehidupan
sehari-hari. Krutan dalam pen''olon'an ilmu pen'etahuan ,u'uste )omte adalah
seba'ai berikut (3ustans(ir- "%%1.
• /lmu Pasti (matematika
/lmu pasti merupakan dasar ba'i semua ilmu pen'etahuan- karena sifatn(a (an'
tetap- abstrak- dan pasti. <en'an metode-metode (an' diper'unakan- melalui ilmu
pasti- kita akan memperoleh pen'etahuan tentan' sesuatu (an' sebenarn(a- (aitu
hukum ilmu pen'etahuan alam dalam tin'kat =kesederhanaan dan ketetapan> (an'
tertin''i- seba'aimana abstraksi (an' dapat dilakukan akal manusia.
• /lmu Perbintan'an (astronomi
<en'an didasari rumus-rumus ilmu pasti- maka ilmu perbintan'an dapat men(usun
hukum-hukum (an' bersan'kutan den'an 'ejala-'ejala benda lan'it. /lmu
$
perbintan'an meneran'kan ba'aimana bentuk- ukuran- kedudukan- serta 'erak
benda lan'it seperti bintan'- bumi- bulan- matahari- atau planet-planet lainn(a.
• /lmu ,lam (fisika
/lmu alam merupakan ilmu (an' lebih tin''i daripada ilmu perbintan'an- maka
pen'etahuan men'enai benda-benda lan'it merupakan dasar ba'i pemahaman
'ejala-'ejala dunia anor'anik. Hejala-'ejala dalam ilmu alam lebih kompleks- (an'
tidaka akan dapat difahami- tanpa terlebih dahulu memahami ilmu astronomi.
3elalui pemahaman 'ejala-'ejala fisika dan hukum fisika- maka akan dapat
diramalkan den'an tepat semua 'ejala (an' ditunjukkan oleh suatu benda- (an'
berada pada suatu tatanan atau keadaan tertentu.
• /lmu !imia (chemistr(
Hejala-'ejala dalam ilmu kimia lebih kompleks daripada ilmu alam- dan ilmu kimia
mempun(ai kaitan den'an ilmu ha(at (biolo'i bahkan ju'a den'an sosiolo'i.
Pendekatan (an' diper'unakan dalam ilmu kimia ini tidak han(a melalui
pen'amatan (observasi dan percobaan (eksperimen- melainkan ju'a den'an
perbandin'an (komparasi.
• /lmu Ha(at (fisiolo'i atau biolo'i
/lmu ha(at merupakan ilmu (an' kompleks dan berhadapan den'an 'ejala-'ejala
kehidupan. Hejala-'ejala dalam ilmu ha(at ini men'alami perubahan (an' cepat
dan perkemban'ann(a belum sampai pada tahap positif pada saat itu. Hal ini
berbeda den'an ilmu-ilmu sebelumn(a seperti ilmu pasti- ilmu perbintan'an- ilmu
alam- dan ilmu kimia (an' telah berada pada tahap positif. karena sifatn(a (an'
kompleks- maka cara pendekatann(a membutuhkan alat (an' lebih len'kap.
• 1isika Sosial (sosiolo'i
1isika Sosial (sosiolo'i merupakan urutan tertin''i dalam pen''olon'an ilmu
pen'etahuan. 1isika sosial seba'ai ilmu berhadapan den'an 'ejala-'ejala (an'
palin' kompleks- palin' kon'kret dan khusus- (aitu 'ejala (an' berkaitan den'an
kehidupan manusia dalam berkelompok. Aadi- sosiolo'i merupakan puncak dan
pen'ahbisan untuk usaha manusia seluruhn(a. Sosiolo'i baru dapat berkemban'
.
sesudah ilmu-ilmu lain mencapai kematan'an. Cleh karena itu )omte beran''apan
bahwa selaku =pencipta> sosiolo'i- ia men'antar ilmu penhetahuan masuk ke taraf
positifn(a. <en'an demikian- dalam merancan' sosiolo'i- )omte mempun(ai
maksud praktis- (aitu atas dasar pen'etahuan tentan' hukum-hukum (an'
men'uasai mas(arakat men'adakan susunan mas(arakat (an' lebih sempurna .
!lasifikasi ilmu pen'etahuan menurut ,u'uste )omte secara 'aris besar dapat
diskemakan seba'ai berikut7
@o'ika (3atematika 3urni
,. /lmu Pen'etahuan - ,stronomi
- 1isika
/lmu Pen'etahuan &mpiris - !imia
- 2iolo'i
- Sosiolo'i
3etafisika
2. 1ilsafat
Pada umumn(a
1ilsafat /lmu Pen'etahuan
Pada khususn(a
5 ,ltruisme
,ltruisme adalah ajaran )omte (an' merupakan kelanjutan dari ajarann(a tentan'
ti'a 9aman. ,ltruisme diartikan seba'ai men(erahkan diri kepada keseluruhan
mas(arakat. 2ahkan bukan salah satu mas(arakat- melainkan I’Humanite- =suku ban'sa
manusia>- pada umumn(a. Aadi- altruisme bukan sekedar lawan dari e'oisme.
!eteraturan mas(arakat (an' dicari dalam positivisme han(a dapat dicapai jika
semua oran' dapat menerima altruisme seba'ai prinsip dalam tindakan mereka.
Sehubun'an den'an altruisme ini- )omte men'an''ap ban'sa manusia menjadi
1%
semacam pen''anti 8uhan. !eilahian baru dari positivisme ini disebut Le rand !tre-
=3aha 3akhluk>. !ebaktian untuk Le rand !tre itu len'kap den'an imam-imam-
santo-santo- pesta-pesta litur'i- dan lain-lain. /ni sebenarn(a dapat dikatakan seba'ai
=suatu a'ama katolik tanpa a'ama masehi>. <o'ma satu-satun(a a'ama ini adalah
=cinta kasih seba'ai prinsip- tata tertib seba'ai dasar- kemajuan seba'ai tujuan> (Praja-
"%%0.
!% Meto.oogi $% Comte
2a'i )omte untuk menciptakan mas(arakat (an' adil- diperlukan metode positif (an'
kepastiann(a tidak dapat di'u'at. 3etode positif ini mempun(ai # ciri (?ibowo- "%%$-
(aitu 7
• 3etode ini diarahkan pada fakta-fakta
• 3etode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari s(arat-s(arat hidup
• 3etode ini berusaha ke arah kepastian
• 3etode ini berusaha ke arah kecermatan.
,lat penelitian (an' pertama menurut )omte adalah o!ser,asi. !ita men'observasi
faktaJ dan kalimat (an' penuh tautolo'i han(alah pekerjaan sia-sia. 8indak men'amati
sekali'us men'hubun'kan den'an sesuatu hukum (an' hipotethik- diperbolehkan oleh
)omte. /ni merupakan kreasi simultan observasi den'an hukum- dan merupakan lin'karan
tak berujun'. E"s/erimentasi menjadi metode (an' kedua menurut )omte. Suatu proses
re'uler fenomena dapat diintervensi den'an sesuatu lain tertentu. 3etode (an' keti'a
adalah "om/arasi. Kntuk hal-hal (an' lebih kompleks seperti biolo'i dan sosiolo'i-
metode penelitian (an' terbaik adalah komparasi.
<oktrin positivisme adalah kesatuan ilmu- bahwa keabsahan ilmu harus disandarkan
pada kesatuan metode dan bahasa. 8i'a prinsip Positivisme tentan' kriteria batasBbatas
ilmu pen'etahuan adalah7 1 Prosedur ilmu alam dapat lan'sun' diterapkan pada ilmu
sosial. " Hasil riset dapat dirumuskan dalam hukum B hukum. 5 /lmu sosial harus bersifat
teknis dan bersifat bebas nilai (tidak bersifat etis- tidak terkait den'an dimensi politik .
11
#% Sosioogi $% Comte
)omtelah (an' pertama-tama men''unakan istilah sosiolo'i untuk men''antikan
istilah phisi"ue sociale dari Luetelet. )omte membedakan antara social statics dan social
dynamics. Pembedaan tersebut han(alah untuk tujuan analisis. !eduan(a men'analisis
fakta sosial (an' sama- han(a saja den'an tujuan (an' berbeda- (an' pertama menelaah
fun'si jenjan'-jenjan' peradaban- (an' kedua menelaah perubahan-perubahan jenjan'
tersebut.
)omte ju'a membedakan antara konsep order dan progress. Crder terjadi apabila
mas(arakat stabil berpe'an' pada prinsip dasar (an' sama. <an terdapat persamaan
pendapat. <isebut ada pro'ress- den'an diconothkan ketika muncul ide Protestantisme dan
revolusi Perancis (3oehadjir- "%%1.
Positivisme )omte men'akui eksistensi dan menolak esensi. /a menolak setiap
definisi (an' tidak bisa di'apai oleh pen'etahuan manusia. 2ahkan ia ju'a menolak nilai
(value. <asar dari pandan'an positivistik dari ilmu sosial buda(a tersebut (akni adan(a
an''apan bahwa (a 'ejala sosial buda(a merupakan ba'ian dari 'ejala alami- (b ilmu
sosial buda(a ju'a harus dapat merumuskan hukum-hukum atau 'eneralisasi-'eneralisasi
(an' mirip dalil hukum alam- (c berba'ai prosedur serta metode penelitian dan analisis
(an' ada dan telah berkemban' dalam ilmu-ilmu alam dapat dan perlu diterapkan dalam
ilmu-ilmu sosial buda(a. ,kibatn(a- ilmu sosial buda(a menjadi bersifat predictive dan
e#planatory seba'aimana haln(a den'an ilmu alam dan ilmu pasti. Heneralisasi-
'eneralisasi tersebut meran'kum keseluruhan fakta (an' ada namun serin' kali
mene'asikan adan(a =contra-mainstream>. 3anusia- mas(arakat- dan kebuda(aan
dijelaskan secara matematis dan fisis.
)omte melihat mas(arakat seba'ai suatu keseluruhan or'anik (an' ken(ataann(a
lebih daripada sekedar jumlah ba'ian-ba'ian (an' salin' ter'antun' dan untuk men'erti
ken(ataan ini maka metode penelitian empiris harus di'unakan den'an ke(akinan bahwa
mas(arakat merupakan merupakan suatu ba'ian dari alam seperti haln(a 'ejala
fisik. Sistem pen'etahuan mitolo'is irasional sudah tewas jauh sebelum abad ke-"%- dan
1"
den'an perkemban'an ilmu filsafat (an' bersifat ilmiah- )omte melihat kemajuan
intelektual (an' lo'is (an' melewati ilmu-ilmu sesudahn(a- (aitu teologis purba-
penjelasan metafisik, dan akhirn(a sampai ke terbentukn(a hukum-hukum ilmiah (an'
bersifat positif.
2edasarkan konsep ti'a 9amann(a- ,u'uste )omte berusaha untuk membuat suatu
konsep baru tentan' tatanan sosial kemas(arakatan. 3enurutn(a- perkemban'an intelektual
manusia ditandai den'an cara berpikir manusia tersebut (an' dominan dimana cara-cara
berpikir prapositif lebih rendah daripada berpikir positif modern. <i9amann(a itu tahap-
tahap (an' terdahulu ini memperlihatkan sumban'an (an' bernilai terhadap keteraturan
sosial dimana cara-cara berpikir itu dominan. )omte berpikiran sama den'an kelompok
pro'resif (an' nampakn(a siap untuk men'hapuskan seba'ian besar sejarah pemikiran
manusia seba'ai suatu cerita don'en' bohon' (an' men(edihkan- atau takha(ul demi
takha(ul (an' pen'aruh kumulatifn(a men'halan'i perkemban'an manusia. 3anusia
men'alami tahap evolusi pemikiran (an' men'antarkann(a ke sebuah peradaban (an'
modern. Pada masa awal fetisisme atau teolo'is- usaha-usaha untuk menjelaskan 'ejala dan
takha(ul primitif membantu timbuln(a pemikiran spekulatif dan mendoron' peralihan dari
cara hidup berpindah-pindah kepertanian menetap. !emudian dalam tahap politeistik-
munculn(a kependetaan mendoron' timbuln(a suatu kelas spekulatif (an' dapat
men'uraikan dan meneruskan tradisi-tradisi. !emudian ketahap monoteistik dibawah
katolisisme- upa(a men'ajarkan s(stem keperca(aan abstrak dan transedental
mempermudah pemisahan kekuasaan rohani dan duniawi (an' kemudian pada 'ilirann(a
membuat moral itu melebihi politik. &volusi pemikiran itu menjadi s(stem (an' makin
lama makin umum dan komprehensif- berhubun'an den'an meluasn(a bentuk kelompok
(an' terikat seba'ai satuan sosial. <alam artian pola or'anisasi sosial (an' dominan
mecerminkan pen'aruh keperca(aan masin'-masin' serta 'a(a intelektualn(a. <alam fase
teolo'is keluar'a merupakan satuan sosial (an' dominan- dalam fase metafisik ne'ara-
ban'sa menjadi suatu or'anisasi (an' (an' dominan. )omte optimis bahwa den'an
munculn(a fase positif- nasionalisme akan di'antikan den'an keteraturan sosial (an'
meliputi humanitas seluruhn(a. <alam diskusi arti sosial dari keti'a fase ini men'andun'
pen'aruh terhadap perasaan manusia- seirin' den'an evolusi intelektual- ada suatu evolusi
15
perasaan (an' dibatasi oleh lin'karan (an' makin lama makin meluas- dari individu
men'ikat dan membentuk ikatan emosional bertahap menerus sampai ketahap
universal. Prinsi/-/rinsi/ 0eteraturan Sosia ini sejalan den'an perspektif or'anikn(a.
)omte san'at menerima salin' keter'antun'an (an' harmonis antara =ba'ian-ba'ian>
mas(arakat- dan sumban'ann(a terhadap bertahann(a stabilitas sosial. 3eskipun
keteraturan sosial dapat terancam oleh anarki sosial- moral- dan intelektual- selalu akan
diperkuat kembali.
,nalisa comte men'enai keteraturan sosial dapat diba'i dalam dua fase. Pertama-
usaha untuk menjelaskan keteraturan sosial secara empiris den'an men''unakan metode
positif. $edua- usaha untuk menin'katkan keteraturan sosial seba'ai suatu cita-cita (an'
normative den'an men''unakan metode-metode (an' bukan tidak sesuai den'an
postivisme- tetapi (an' men(an'kut perasaan dan ju'a intelek. )omte lebih tertarik untuk
menjelaskan perkemban'an evolusi daripada menjelaskan stabilitas keteraturan sosial.
konsensus terhadap keperca(aan-keperca(aan serta pandan'an-pandan'an dasar selalu
merupakan dasar utama solidaritas dalam mas(arakat. !arena dalam sejarah manusia
dominan dipen'aruhi oleh cara berpikir teolo'is sehin''a tidak men'herankan kalau
a'ama dilihat seba'ai sumber utama solidaritas sosial. Selain itu a'ama mendoron'
individu untuk disiplin dalam mencapai tujuan serta men'atasi kepentin'an individu dan
mempersatukan emosional individu dalam keteraturan sosial. ikatan emosional ini
didukun' oleh keperca(aan bersama dan partisipasi bersama dalam ke'iatan-ke'iatan
pemujaan. Sin'katn(a secara tradisional ,'ama sudah merupakan institusi pokok (an'
mementin'kat altruisme lebih daripada e'oisme. Pen'aruh masa lampau dalam membentuk
opini meran'san' individu untuk bertindak spontan menurut cara-cara (an' perlu untuk
mempertahankan keteraturan social.
!eteraturan sosial ju'a ber'antun' pada pemba'ian pekerjaan dan kerjasama
ekonomi. /ndividu-individu menjalankan ke'iatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan individun(a. Partisipasi individu dalam ke'iaan ekonomi men'hasilkan
kerjasama- kesadaran salin' keter'antun'an dan muncul ikatan-ikatan social baru (an'
kemudian menin'kat bersama industrialisasi- dan bertambahn(a spesialisasi (an'
kemudian mendoron' individualisme. <ilain pihak ada baha(a individualisme karena
1#
menin'kat pemba'ian kerja (an' tin''i- akan san'at ditekan den'an meru'ikan solidaritas
sosial. untuk mence'ah timbuln(a disinte'rasi pemba'ian kerja- pemerintah harus
men'atur pelba'ai =ba'ian> dalam mas(arakat itu. Pemerintah itu sendiri- den'an
pemba'ian antara pemimpin dan pen'ikut- merupakan satu manifestasi pemba'ian kerja.
)omte men'emukakan bahwa pemerintah merupakan suatu 'ejala social alamiah (an'
dapat diruntut bentuk dasarn(a- sampai pada mas(arakat-mas(arakat primitif. 8etapi
kekuasaan pemerintah akan meluas- be'itu mas(arakat menjadi lebih kompleks karena
pemba'ian kerja. 3eluasn(a pemerintahan ini perlu untuk men'imban'i individualisme
(an' semakin bertambah (an' muncul karena menin'katkan pemba'ian kerja. <alam
analisa men'enai pemba'ian kerja dan dalam analisan(a men'enai fun'si a'ama (an'
bersifat intero'atif- )omte mendahului beberapa sumban'an utama dari <urkheim.
$gama 1umanitas adalah sebuah hal (an' menarik dari 'a'asan comte terhadap
prospek a'ama dalam sebuah evolusi pemikiran manusia. <imana a'ama merupakan dasar
untuk =konsensus universal> dalam mas(arakat- dan ju'a mendoron' identifikasi
emosional individu dan menin'katkan altruisme. 8etapi kalau dilihat dari perspektif ilmiah
(positif 3elihat sebuah problematika (an' dihadapi- menuai sebuah tanda tan(a (an'
cukup rumit- (aitu ba'aimana keteraturan sosial itu dapat dipertahankan dalam mas(arakat
positif di masa (an' akan datan'- den'an satu dasar tradisi pokok men'enai keteraturan
sosial (an' di'ali oleh positivisme. <en'an a'ak sederhana )omte men'emukakan
'a'asan untuk men'atasi masalah ini dalam tahap kedua dari karirn(a- den'an mendirikan
a'ama baru B a'ama humanitas B dan men'an'kat dirin(a seba'ai imam a'un'. Hal
tersebut reaksi dari sebuah aspek (an' meliputi suatu analisa objektifn(a men'enai
sumber-sumber stabilitas dalam mas(arakatJ fase kedua ini meliputi usaha menin'katn(a
keteraturan sosial den'an a'ama humanitas seba'ai cita-cita normatifn(a- ini merupakan
pokok permasalahan utama dalam bukun(a (an' berjudul System of Positive
Politics%. ,'ama Humanitas )omte merupakan suatu 'a'asan utopis untuk mereor'anisasi
mas(arakat secara sempurna. Sosiolo'i akan jadi ratu ilmu pen'etahuan (seperti teolo'i
diabad-abad perten'ahan.J hal itu memun'kinkan suatu penjelasan tentan' kemajuan
pen'etahuan manusia secara komprehensif dan men'enai hokum-hukum keteraturan dan
kemajuan sosial. Ha'asan )omte men'enai suatu mas(arakat positivis dibawah bimbin'an
10
moralitas ,'ama humanitas semakin terperinci. <itandai den'an bentuk sebuah kalender
baru (an' dia susun den'an hari-hari tertentu untuk men'hormati ilmuwan-ilmuwan besar
dan lain-lain (an' sudah berjasa dan bekerja demi kemanusiaan. <isampin' itu akan ada
ritus dan do;a (an' disusun untuk men(alurkan hasrat-hasrat individu dan memasukkann(a
ke dalam the gret being of humanity% ,da ju'a kultus terhadap kewanitaan den'an
dira(akann(a perasaan altruistik wanita. )omte sendiri seba'ai imam a'un'n(a berlutut
didepan altarn(a sendiri (sebuah kursi mewah sambil meme'an' seikat rambut kepala
)lothide de vauM- dan dia men'usulkan supa(a kuburn(a merupakan tempat
9iarah. ,papun kekuran'an dan ekses 'a'asan )omte (an' terperinci itu untuk
mereor'anisasi mas(arakat dan mendirikan a'ama baru- masalah (an' dia hadapi sun''uh
pentin'- baik menurut titik pandan' intelektual maupun moral. 3asalah inipun merupakan
dilemma bertahun-tahun laman(a antara akal budi lawan emosi- pemahaman intelektual
lawan tan''un' jawab moral- keteraturan lawan kemajuan. ?alaupun ban(ak pertan(aan
(an' men(ertain(a- tidak mun'kin kita dapat meninjaun(a dari satu perspektif ilmuah
(positif saja- masalah-masalah itu tentun(a dapat dibicarakan menurut perspektif
humanistik. ,hli ilmu sosial sekaran'- (an' berpe'an' pada cita-cita suatu imu sosial (an'
bersifat objektif- analitis- didasarkan pada data empiris- ditunjuk dan diilhami oleh nilai-
nilai moral humanistic- berarti ia setia pada impian =bapak sosiolo'i> itu (Sopandi- "%%..
.% )ent2am .an Mi
8okoh semasa den'an )omte (an' ju'a memberi landasan positivisme adalah Aerem(
2entham dan Aames 3ill. 3enurut keduan(a ilmu (an' valid adalah ilmu (an' dilandaskan
pada fakta. &thik tradisional (an' dilandaskan pada moral- di'anti den'an ethik (an'
dilandaskan pada motif perilaku- pada kepatuhan manusia terhadap aturan. 3ill menolak
kekuasaan absolut dari a'ama. /a berpendapat bahwa kebebasan manusia itu ba'aikan a
sacred fortress (benten' suci (an' aman dari pen(ususpan otoritas apapun. ?awasan ini
menjadi marak pada akhir abad ke-"%.
3% POSITIVISME EVO*4SIO&E(
16
Positivisme evolusioner beran'kat dari fisika dan biolo'i (an' men''unakan doktrin
evolusi biolo'is. <oktrin (an' di'unakan adalah doktrin evolusi biolo'ik. Postivisme
evolusioner dipelopori oleh oran'-oran' seperti )harles @(ell- )harles <arwin- Herbert
Spencer- &rnst Haeckel dan ?ilhelm ?undt. Seperti pen'anut positivisme sosial- para
pen'anut positivisme evolusioner ju'a perca(a akan adan(a kemajuan. Perbedaan antara
mereka terletak pada alasan (an' mendasari kemajuan tersebut. !alau positivisme sosial
mendasarkan kemajuan pada 'ejala perkemban'an mas(arakat dan sejarah- maka
positivisme evolusioner mendasarkan pada alam seba'aimana dapat dikenali oleh fisika dan
biolo'i. Positivisme evolusioner telah menin''alkan suatu warisan ba'i dunia pemikiran
dewasa ini- berupa 'a'asan tentan' adan(a evolusi bersifat universal- satu 'aris ke depan-
berkeseinambun'an- nisca(a dan pasti bersifat pro'resif.
a% 1er!ert S/en#er
!onsep evolusi Spencer diilhami konsep evolusi biolo'ik. <alam konsepn(a- evolusi
merupakan proses dari sederhana menuju kompleks. Pen'etahuan manusia menurut
Spencer terbatas pada kawasan fenomena. ,'ama (an' otentik men'un'kap kawasan (an'
penuh misteri- (an' tidak diketahui- (an' tak terbatas- hal mana (an' fenomena tunduk
kepada (an' misteri. Seba'ai perintis sosiolo'i- Spencer berpendapat bahwa sosiolo'i
merupakan disiplin ilmu teoretik (an' mendeskripsikan perkemban'an mas(arakat
manusia. Pandan'an tersebut diterima oleh sosiolo' positivistik seperti &mile <urkheim.
Spencer- dan selanjutn(a positivis lainn(a menerima penafsiran evolusi (an' bersifat hal
dan 'erak (an' materialistik ataupun kesdaran (an' spiritualistik (3oehadjir- "%%1.
!% 1ae#"e .an Monisme
,'ama serin' melihat materi dan ruh seba'ai dua hal (an' dualistik. Haeckel
memandan' bahwa hal dan kesadaran itu menampilkan sifat (an' berbeda- tetapi men'enai
substansi (an' satu- monistik. 2erbeda den'an @ombrosso (an' berpendapat bahwa
perilaku kriminal itu bersifat positivistik biolo'ik deterministik- ?ilhwlm ?undt- pen'anut
postivisme evolusioner- menampilkan teori paralelisme psikhophisik- menentan' monisme
materialistik @ombrosso.
17
<alam perkemban'ann(a- konsep evolusioner tersebut diperka(a den'an masukn(a
unsur kebebasan (<ewe(- atau unsur baru dan kreatif (2er'son dan 3or'an.
E% POSITIVISME 0(ITIS
<i sampin' positivisme sosial dan positivisme evolusioner- ju'a berkemban' apa
(an' disebut positivisme kritis. ,liran pemikiran ini- (an' kadan' ju'a disebut
!antianisme empiris- dipelopori oleh pemikir-pemikir seperti &rnst 3ach dan Eichard
,venarius. ,liran pemikiran positivisme kritis ini secara historis merupakan pendahulu dari
aliran pemikiran kelompok atau lin'kun'an ?ina dan apa (an' secara umum disebut
empirisme lo'is- empirisme imliah- neopositivisme atau positivisme lo'is.
a%Ma#2 .an $,enarius
Pada akhir abad ke-"1- postivisme menampilkan bentuk lebih kritis dalam kar(a-
kar(a &rnst 3ach dan Eichard ,verianus- dan lebih dikenal seba'ai empiriocritisisme.
2a'i 3ach dan ,venarius- fakta (seba'aimana para positivis lainn(a memandan'- menjadi
satu-satun(a jenis unsur untuk memban'un realitas. Eealitas ba'i keduan(a adalah
sejumlah ran'kaian hubun'an bera'am hal inderawi (an' relatif stabil. Knsur hal (an'
inderawi itu dapat berupa fisik maupun psikis. <en'an demikian sesuatu itu adalah
seran'kaian relasi inderawi- dan pemikiran kita adalah persepsi kita atau representasi dari
sesuatu itu.
8eori tentan' konsep- hukum ilmiah- dan kausalitas pada positivisme kritis ini
berbeda den'an pada positivisme tradisional. 3enurut 3ach- "onse/ merupakan abstraksi
selektif atas sejumlah fakta (an' pemilihann(a lebih didominasi oleh (an' biolo'ik. Cleh
karena minat oran' satu berbeda den'an oran' lain- maka konsep (an' terbentuk pun
menjadi berbeda. ,hli hukum- dokter- atau lainn(a akan menampilkan konsep (an'
berbeda karena selektivitas berdasar interesn(a akan memberikan warna persepsin(a.
!% Pearson
!onsep hukum menurut postivisme klasik merupakan relasi konstan sejumlah fakta.
Sedan'kan menurut !arl Pearson konsep hukum merupakan suatu deskripsi tentan' dunia
luar- bukan persepsi. Sementara itu 3ach memandan' hukum seba'ai preskripsi tentan'
fenomena (an' diharapkan.
1$
3ach dan Pearson hendak membebaskan pen'ertian kausalitas dari konsep paksaan.
!onsep fun'si dalam matematik- menurut 3ach- dapat dipakai seba'ai pen''anti konsep
sebab. 3atematika telah berhasil men''unakan bentuk persamaan untuk menjelaskan
tentan' sesuatu unsur dapat menjadi fun'si terhadap unsur-unsur lainn(a.
#% Pet5o.t
Se'aris den'an 3ach- Aoseph Pet9oldt men'ajukan konsep law of univocal
determination seba'ai pen''anti prinsip kausalitas. 3enurut Pet9oldt hukum ini
memun'kinkan oran' memilih kondisi mana (an' diperkirakan lebih efektif terhadap
determinasi suatu fenomena. Pearson men(impulkan dari konsep deskriptifn(a tentan'
hukum ilmiah nahwa hukum han(a memberikan efek lo'is- tidak perlu sampai efek fisik.
8eori 'erak putar planet den'an sendirin(a menampilkan keharusan lo'is 'erak putar
planet- tetapi tidak men'haruskan dapat diamatin(a sekuensi 'erak putar (an' inderawi.
Pandan'an postivisme kritis ini menjadi anteseden munculn(a neopositivisme- (an' ju'a
dikenal seba'ai postivisme lo'is.
+% POSITIVISME *O'IS
Pada tahun 1."" 3orit9 SchlickFwaktu itu professor ilmu-ilmu induktif di
Kniversitas IiennaFmendirikan sebuah perkumpulan (an' dikenal seba'ai Iienna )ircle
(Hala*ah Iienna. Perkumpulan (an' dian''ap seba'ai penerus 3achisme ini diikuti oleh
ban(ak ilmuwan matematika dan fisika- antara lain7 ?aismann- Deurach- H. 1ei'l- 1.
!aufmann dan )arnap. !ajian-kajian (an' diadakan oleh perkumpulan ini ban(ak
dipen'aruhi oleh pemikiran-pemikiran ?itt'enstein- terutama melalui bukun(a (an'
terkenal- 8ractatus @o'ico-Philosophicus (an' terbit pertama kali pada tahun 1."" dalam
bahasa Aerman.
Pada masa Iienna )ircle inilah positivisme menemukan bentukn(a (an' matan'.
<an pada masa ini pulalahFtepatn(a tahun 1.51Funtuk pertama kali nama positivisme
pertama kali dipakai oleh H. 1ei'l. Selain positivisme sebenarn(a dikenal pula dua nama
lain (an' di'unakan untuk men(ebut sekumpulan pemikiran (an' dikenal dalam kalan'an
Iienna )ircle ini- (aitu &mpiricism dan @o'ical &mpiricism- (an' kesemuan(a
mempun(ai inti (an' sama (aitu penolakan terhadap metafisika den'an alasan bahwa
1.
permasalahan (an' dibahas dalam metafisika adalah permasalahan (an' berada di luar
batas pen'alaman manusia sehin''a tidak dapat dibuktikan kebenarann(a secara empiris
(,hmad- "%%..
Positivisme lo'is adalah aliran pemikiran dalam filsafat (an' membatasi pikirann(a
pada se'ala hal (an' dapat dibuktikan den'an pen'amatan atau pada analisis definisi dan
relasi antara istilah-istilah. 1un'si analisis ini men'uran'i metafisika dan meneliti struktur
lo'is pen'etahuan ilmiah. 8ujuan dari pembahasan ini adalah menentukan isi konsep-
konsep dan pern(ataan-pern(ataan ilmiah (an' dapat diverifikasi secara empiris.
8ujuan akhir dari penelitian (an' dilakukan pada positivisme lo'is ini adalah untuk
men'or'anisasikan kembali pen'etahuan ilmiah di dalam suatu sistem (an' dikenal den'an
>kesatuan ilmu> (an' ju'a akan men'hilan'kan perbedaan-perbedaan antara ilmu-ilmu
(an' terpisah. @o'ika dan matematika dian''ap seba'ai ilmu-ilmu formal.
Positivisme berusaha menjelaskan pen'etahuan ilmiah berkenaan den'an ti'a
komponen (aitu bahasa teoritis- bahasa observasional dan kaidah-kaidah korespondensi
(an' men'akaitkan keduan(a. 8ekanan positivistik men''arisbawahi pene'asann(a bahwa
han(a bahasa observasional (an' men(atakan informasi faktual- sementara pern(ataan-
pern(ataan dalam bahasa teoritis tidak mempun(ai arti faktual sampai pern(ataan-
pern(ataan itu diterjemahkan ke dalam bahasa observasional den'an kaidah-kaidah
korespondensi (?ibowo- "%%$.
Postivisme lo'is menolak (an' absolut- karena itu merupakan kebenaran di luar
waktu- merupakan sesutau (an' transenden- dan itu merupakan ilusi- sesuatu (an' tak
bermakna. 3enurut para positivis ini- dunia abadi itu sesuatu (an' tidak dapat
dibuktikanada atau tidak adan(a. Eealisme dan idealisme merupakan tesis ideolo'is (an'
tiada makna. Cleh karena itu- postivisme lo'is ju'a menolakethik transendental (an'
berada di kawasan metafisik. Schlik berupa(a membebaskan se'ala bentuk ethik dari
kawasan transenden dan menjadikan ethik (an' melandaskan pada teori naturalistik. Salah
satu teori ethik positivistik adalah emotive theory. Aan'an mencuri dimaknai seba'ai
sesuatu (an' diperintahkan ba'i kebaikan dirin(a ataupun ba'i kebaikan mas(arakat
(3oehadjir- "%%1
"%
Salah satu prinsip utama aliran ini adalah penerapan prinsip variabilitas terhadap
sesuatu seba'ai benar. ,pakah sesuatu itu dideskripsikan seba'ai benar men''unakan
proposisi atau bentuk lain- perlu diverifikasi benar salahn(a. Prinsip ini disebut ju'a
seba'ai asas verfikasi. Schlick dian''ap seba'ai oran' (an' pertama kali men'enalkan asas
iniFdalam kalan'an Iienna )ircleFsetelah melakukan diskusi (an' panjan' den'an
?itt'enstein. Secara implisit dalam 8ractatus ?itt'enstein telah men(atakan
penerimaann(a terhadap asas verifikasi. Hal inilah (an' membuat para pen'ikut
positivisme berpendapat bahwa suatu proposisi (al-*adhG(ah dian''ap mempun(ai arti
han(a apabila proposisi tersebut dapat dibuktikan kebenarann(a. /ni san'at erat kaitann(a
den'an Hume (an' memba'i proposisi ke dalam dua ba'ian7 pertama- proposisi lo'is dan
matematisJ dan kedua- proposisi empiris. Han(a dua jenis proposisi inilah (an' dian''ap
memiliki arti. Cleh karena itulah para pen'ikut positivisme menolak proposisi-proposisi
(an' ada dalam metafisika- den'an alasan bahwa proposisi-proposisi tersebut tidak dapat
di'olon'kan ke dalam salah satu dari dua jenis proposisi di atas.
Kntuk memperjelas kajian kita- berikut ini akan kita uraikan pen'ertian proposisi-
macam-macamn(a- dan beberapa hal pentin' (an' berkenaan den'an itu. Proposisi adalah
satuan pemikiran. <en'an istilah lain dapat dikatakan bahwa proposisi adalah batas terkecil
dari pembicaraan (an' dapat dipahami. ,pabila kita memba'i-ba'i satu kesatuan
pemikiranFsebuah makalah misaln(aFmaka ba'ian-ba'ian terkecil dari pemikiran
tersebut itulah (an' kita namakan seba'ai proposisi. Sebenarn(a proposisi masih bisa
diba'i la'i ke dalam ba'ian-ba'ian (an' lebih kecil. Han(a saja ba'ian-ba'ian tersebut
sudah tidak dapat dikatakan seba'ai pemikiran la'i. 2a'ian terkecil dari pemikiran
(proposisi inilah (an' dapat dibuktikan benar atau salahn(a. )ara (an' di'unakan untuk
membuktikan bahwa suatu proposisi bernilai benar atau salah san'at ter'antun' pada jenis
proposisin(a. <alam hal ini dikenal dua jenis proposisi- (aitu7
a%Pro/osisi !erita (a-6a.278a2 a-i"2!9r78a2)%
Proposisi berita adalah proposisi (an' memberitakan pen'etahuan baru ba'i kita.
3isaln(a7 =)aha(a berjalan den'an kecepatan 1$6 ribu mil per detik.> <alam proposisi ini
kita mendapatkan pen'etahuan baru- (aitu bahwa caha(a berjalan den'an kecepatan
"1
tersebut. /nformasi tentan' kecepatan caha(a (an' dimuat oleh proposisi ini merupakan
tambahan dari pen'ertian caha(a (an' sebelumn(a sudah kita ketahui. Cleh karena itulah
proposisi ini disebut den'an proposisi berita.
)ontoh lain dari proposisi jenis ini adalah7 =,hmad S(aw*i adalah oran' pertama
(an' menulis drama puitis dalam sastra ,rab.> Sub(ek dari proposisi ini adalah ,hmad
S(aw*i. ,hmad S(aw*i adalah sebuah nama. <an tidak den'an sendirin(a pemilik nama
itu adalah oran' pertama (an' menulis drama puitis dalam sastra ,rab. Cleh karena itu-
proposisi di atas memberitakan kepada kita sesuatu (an' sebelumn(a belum kita ketahui.
)ara (an' di'unakan untuk men'hukumi proposisi jenis ini- apakah benar atau salah-
adalah den'an kembali pada ken(ataan (alam. Sebuah proposisi (an' berbun(i7 =Hula
mencair dalam air>- dapat kita buktikan kebenarann(a den'an men'ambil sesendok 'ula
dan memasukkann(a ke dalam se'elas air. <an karena ken(ataan membuktikan bahwa
apabila kita memasukkan 'ula ke dalam air maka dia akan mencair- maka dapat kita
simpulkan bahwa proposisi di atas adalah benar. Cleh karena itu- apabila ada proposisi
(an' berbun(i7 =Hula tidak mencair di dalam air>- maka ini adalah proposisi (an' salah.
!% Pro/osisi /enguangan (a-6a.278a2 a-ti"r9r78a2, re/etisi)
Nan' dimaksud den'an proposisi pen'ulan'an adalah proposisi (an' unsur-unsur
predikatn(a merupakan pen'ulan'an dari unsur-unsur sub(ekn(a. <en'an demikian
proposisi jenis ini tidak memberikan pen'etahuan baru ba'i kita. 3isaln(a7 =Aanda adalah
perempuan (an' pernah menikah.> Proposisi ini tidak memberitakan sesuatu (an' baru
ba'i kita- karena apabila kita ditan(a :,pakah itu jandaO;- kita tidak akan bisa
menjawabn(a kecuali den'an men(ebut sifat (an' ada dalam proposisi tersebut- (aitu
:perempuan (an' pernah menikah;. <en'an kata lain lain dapat dijelaskan bahwa sub(ek
dan predikat (an' terdapat dalam proposisi pen'ulan'an ini memiliki arti (an' sama- han(a
saja memiliki susunan kata (an' berbeda.
,pabila benar-salahn(a proposisi berita ditentukan oleh sesuai-tidakn(a proposisi
tersebut den'an alam n(ata- maka tidak demikian haln(a den'an proposisi pen'ulan'an.
Dilai kebenaran proposisi pen'ulan'an ditentukan oleh kesesuain definisi antara unsur-
unsur pen(usun proposisi tersebut. <an ini san'at ter'antun' pada kesepakatan kita dalam
""
mendefinisikan suatu kata. Selama kita masih sepakat bahwa janda adalah perempuan (an'
pernah menikah- maka proposisi di atas adalah benar dan akan salah apabila dikatakan
bahwa janda adalah perempuan (an' belum menikah- kecuali apabila kita sepakat untuk
merubah definisi kata janda.
Seluruh proposisi (an' ada ilmu eksakta adalah proposisi berita karena proposisi-
proposisi tersebut men''ambarkan apa (an' terjadi di alam n(ata dan san'at erat
hubun'ann(a den'an pen'alaman. Sedan'kan semua proposisi (an' ada dalam matematika
dan lo'ika adalah proposisi pen'ulan'an karena proposisi-proposisi tersebut han(a
merupakan pen'ulan'an susunan kalimat (tahshGl al-hPshil- men'adakan (an' sudah ada.
Cleh karena itulah- para pen'ikut positivisme men(atakan bahwa proposisi-proposisi dalam
matematika dan lo'ika semuan(a bersifat a priori. Damun demikian hal ini tidak lantas
menjadikan proposisi-proposisi tersebut keluar dari lin'kup pen'alaman- tapi justru
sebalikn(a. Penjelasan dari hal ini adalah bahwa sebenarn(a proposisi-proposisi (an' ada
dalam matematika dan lo'ika ituFdalam bentuk (an' san'at abstrak dan umumF
men''ambarkan hubun'an antara satu benda den'an benda (an' lain di alam n(ata.
<ari uraian di atas dapat disimpulkan bahwaFmenurut positivisme lo'isFsuatu
proposisi dian''ap mempun(ai arti han(a apabila proposisi tersebut dapat dibuktikan
benar-salahn(a- baik den'an men''unakan verifikasi lo'is (al-taha**u* al-manthi*G
maupun verifikasi empiris (al-taha**u* al-tajrGbG. Sementara proposisi (an' tidak mun'kin
dibuktikan salah-benarn(a den'an salah satu dari dua jenis verifikasi ini dian''ap tidak
mempun(ai arti.
Hal ini pada 'ilirann(a san'at mempen'aruhi :apakah sebenarn(a (an' benar-benar
bisa disebut seba'ai ilmuO; 2erdasarkan dua jenis proposisi di atas- positivisme memba'i
ilmu ke dalam dua ba'ian. Pertama- ilmu-ilmu formal (an' mencakup matematika- lo'ika
(dalam arti sempit- dan lo'ika terapan. <an kedua- ilmu-ilmu aktual (an' mencakup ilmu-
ilmu eksakta.
/lmu-ilmu (an' menjadikan manusia seba'ai ob(ek bahasann(aFseperti psikolo'i-
ilmu ekonomi dan sosiolo'iFdian''ap seba'ai caban' dari eksakta dalam pen'ertian (an'
luas- karena materi (an' dibahas dalam ilmu-ilmu ini adalah sesuatu (an' ada di alam
"5
n(ata dan dapat ditan'kap melalui panca indera seba'aimana materi (an' dibahas dalam
ilmu-ilmu eksakta.
Sedan'kan metafisika harus keluar dari lin'karan ilmu. Hal ini disebabkan karena
materi (an' dibahas dalam metafisika adalah se'ala sesuatu (an' ada di balik alam n(ata
tapi bukan merupakan ba'ian dari alam n(ata itu. <an karena manusia tidak dapat
meneran'kan kecuali sesuatu (an' ada di alam n(ata- maka proposisi-proposisi (an' ada
dalam metafisika tidak dapat dikatakan benar atau salah.
<emikian haln(a den'an etika dan estetika. <ua (an' terakhir disebut ini tidak dapat
di'olon'kan baik ke dalam ilmu-ilmu formal maupun ilmu-ilmu aktual. ,lasann(a adalah
karena keduan(a berhubun'an erat den'an perasaan. <an karena setiap oran' mempun(ai
perasaan (an' berbeda den'an (an' lain- maka proposisi-proposisi (an' ada dalam
keduan(a tidak dapat diuji kebenarann(a (,hmad- "%%.
'% 0(ITI0 TE(1$3$P POSITIVISME
Pandan'an epistemolo'i 2arat (an' bersifat antroposentrisme den'an mendistorsi
nilai-nilai reli'i seperti nampak dalam positivisme F menimbulkan ketidakpuasan- baik di
kalan'an ilmuan muslim maupun ilmuan 2arat. S(ed Hossen Dasr memaparkan- ban(ak
kalan'an (an' semakin men(adari bahwa aplikasi ilmu pen'etahuan modern (an' seba'ian
besar berasal dari 2arat- baik lan'sun' maupun tidak lan'sun'- menimbulkan malapetaka
lin'kun'an san'at n(ata (an' belum pernah terjadi sebelumn(a. ,l-1aru*i menjelaskan-
sains (an' bersifat sekuler-materialistik men'akibatkan ummat saat ini men'hadapi
masalah (an' san'at berat dalam semua aspek. 3asalah-masalah ekonomi- sosial- politik
(an' berpatokan pada standar keilmuan sekuler merupakan puncak 'unun' es dari krisis
(an' san'at mendalam pada tin'kat intelektual dan moral.
<i kalan'an ilmuan-a'amawan 2arat ju'a terjadi ketidakpuasan. 2ond men(esali
bahwa /lmu berkemban' tanpa wisdom. 3enurut 2ond- mas(arkat modern sejak abad ke-
1$ menderita akibat revolusi sekularisme- materialisme- dan atheisme. /lmu steril dari nilai-
nilai reli'i. <alam bukun(a (an' terdiri dari 1# bab- ia men'usulkan perlun(a internalisasi
nilai ke dalam sainstek. /a mene'askan7 =8he comple seculari9ation of science- education-
industr(- and societ( in the ?est and &ast will lead to ultimated disaster (Sekularisasi sains-
"#
pendidikan- industri dan mas(arakat di 2arat dan 8imur akan mendoron' pada puncak
kehancuran>. (S(opians(ah- "%%.
Musta2in8a Positi,isme
3enurut <9ulfikar ("%%7- doktrin empirisme dan positivisme bersandar pada
beberapa proposisi dasar berikut ini7
1 pen'alaman inderawi adalah sumber pertama pen'etahuan manusia- dan tidak ada
pen'etahuan rasional apa pun (an' mendahului pen'alaman.
" pen'alaman inderawi adalah asas satu-satun(a untuk mene'askan &men'tashdi", to
assent kebenaran suatu proposisi. <alam bentuk ekstrimn(a- suatu proposisi dian''ap
mempun(ai makna jika ia dapat ditasdik secara empirik.
5suatu proposisi- jika mungkin mencapai pen'alaman inderawi (an' memberi petunjuk
tentan'n(a- meskipun kita tidak memiliki pen'alaman seperti itu- mempun(ai arti dan perlu
dibahas.
Aelas proposisi-proposisi ini mustahi- di sini akan diberikan beberapa bukti (an'
cukup simpel.
Pertama- karena dalam pen'amatan pen'alaman apa pun- mau tidak mau kita mesti
menerima prinsip non-kontradiksi terlebih dahulu- sehin''a kita bisa men'identifikasi
bahwa ,Q,- dan , bukanlah bukan ,. 8anpa menerima prinsip ini terlebih dahulu- (an'
jelas merupakan prinsip nisca(a rasional tak terindera- tidak mun'kin men'identifikasi
semua pen'alaman indera, sehin''a semua pen'alaman indera kehilan'an maknan(a.
0e.ua, pen'alaman inderawi kehilan'an seluruh makna ob(ektifn(a jika tanpa
menerima terlebih dahulu prinsip kausalitas. ,pa (an' diterima mata adalah
ima'e+ba(an'an- bukan benda (an' dilihatn(a seba'ai dirin(a sendiri. Prinsip kausalitaslah
(an' memberikan suatu relasi antara ima'e den'an benda sebenarn(a- bahwa ima'e adalah
suatu akibat (an' disebabkan oleh benda (an' dilihat. 8anpa menerima prinsip kausalitas -
(an' jelas merupakan prinsip nisca(a rasional tak terindera - seluruh penan'kapan ima'e
indera kita tidak memestikan apa pun tentan' apa (an' diindera.
0etiga, bahkan pen'alaman inderawi saja tidak mampu mentahkik (membenarkan-
mene'askan adan(a matter% !arena seperti (an' dikatakan tadi- tanpa prinsip kausalitas-
"0
hasil pen'alaman indera tak lain han(a kesan-kesan sub(ektif (an' tidak menunjukkan
adan(a apa pun (an' diindera.
0eem/at- dan ba'aimana mun'kin pen'alaman inderawi membuktikan kesalahan
inheren pada pen'inderaan den'an dirin(a sendiriO ,pa beda oase fatamor'ana den'an
oase sejati ba'i indera pen'lihatan kitaO 2a'aimana mun'kin sesuatu yang mun'kin salah
membenarkan &men'tashdi"( kebenaran dirin(a sendiriO
0eima, jadi ba'aimana mun'kin semua eksperimen dilakukan jika keberadaan
matter saja tidak mampu ditahkik dan kesalahn inheren tak bisa teratasi.
0eenam- dan bahkan bukankah semua proposisi (an' din(atakan tersebut tidak dapat
diinderaO Sehin''a jika mereka termasuk pen'etahuan primer (sumber pen'etahuan- maka
karena proposi pertama mempers(aratkan keter-indera-an sumber-sumber pen'etahuan-
jelas menurut dirin(a sendiri seluruh proposisi ini bukan pen'etahuan primer% ,tau pun-
jika mereka rnerupakan suatuu pen'etahuan (an' perlu di'tashdi", proposisi kedua
meniadakan kemun'kinan untuk men-tashdi* "etiga /ro/osisi ini. <an- mari kita
persilahkan para positivis menjelaskan kemun'kinan membenarkan untuk melakukan suatu
eksperimen untuk men'uji kebenaran keti'a proposisi ini berdasarkan proposisi keti'a.
,da satu pertan(aan (an' pentin'- mun'kin. !enapa mereka terjebak ke dalam
pemikiran senaif ituO Hal ini mun'kin saja terjadi karena pemahaman do'matis kea'amaan
&ropa pra-Eenaissance (an' menekan akal manusia dan kemanusiaan membuat akal
manusia mencari kemerdekaan dirin(a pada 9aman Eenaissance den'an seman'at anti-
a'ama- seba'aimana sebelumn(a Ra'amaR telah mene'askan otoritasn(a (an' mutlak dan
memojokkan RakalR. <an ini adalah akar dari sekularisme%
0ar (% Po//er: 0riti" ter2a.a/ Positi,isme *ogis
,sumsi pokok teorin(a adalah satu teori harus diuji den'an men'hadapkann(a pada
fakta-fakta (an' dapat menunjukkan ketidakbenarann(a- dan Popper men(ajikan teori ilmu
pen'etahuan baru ini seba'ai penolakann(a atas positivisme lo'is (an' beran''apan bahwa
pen'etahuan ilmiah pada dasarn(a tidak lain han(a berupa 'eneralisasi pen'alaman atau
fakta n(ata den'an men''unakan ilmu pasti dan lo'ika. <an menurut positivisme lo'is
tu'as filsafat ilmu pen'etahuan adalah menanamkan dasar untuk ilmu pen'etahuan.
"6
Hal (an' dikritik oleh Popper pada Positivisme @o'is adalah tentan' metode /nduksi-
ia berpendapat bahwa /nduksi tidak lain han(a kha(alan belaka- dan mustahil dapat
men'hasilkan pen'etahuan ilmiah melalui induksi. 8ujuan /lmu Pen'etahuan adalah
men'emban'kan pen'etahuan ilmiah (an' berlaku dan benar- untuk mencapai tujuan
tersebut diperlukan lo'ika- namun jenis penalaran (an' dipakai oleh positivisme lo'is
adalah induksi dirasakan tidak tepat sebab jenis penalaran ini tidak mun'kin men'hasilkan
pen'etahuan ilmiah (an' benar dan berlaku- karena elemahan (an' bisa terjadi adalah
kesalahan dalam penarikan kesimpulan- dimana dari premis-premis (an' dikumpulkan
kemun'kinan tidak len'kap sehin''a kesimpulan atau 'eneralisasi (an' dihasilkan tidak
mewakili fakta (an' ada. <an menurutn(a a'ar pen'etahuan itu dapat berlaku dan bernilai
benar maka penalaran (an' harus dipakai adalah penalaran deduktif.
Penolakan lainn(a adalah tentan' 1akta !eras- Popper berpendapat bahwa fakta keras
(an' berdiri sendiri dan terpisah dari teori sebenarn(a tidak ada- karena fakta keras selalu
terkait den'an teori- (akni berkaitan pula den'an asumsi atau pendu'aan tertentu. <en'an
demikian pern(ataan pen'amatan- (an' dipakai seba'ai landasan untuk memban'un teori
dalam positivisme lo'is tidak pernah bisa dikatakan benar secara mutlak (?ibowo- "%%$.
"7
3$+T$( P4ST$0$
,chmadi- <rs. ,smoro.1..7. )ilsafat *mum. &d. 1- cet. !e-". Aakarta7 P8. EajaHrafindo
Persada.
,hmad- ,bu. "%%.. Logical Positivisme. http++7philosphisme.blo'spot.com. . 1ebruari
"%%.
<9ulfikar. "%%7. Kritik Terhadap Positivisme.
http7++awaited1"th.blo'spot.com+"%%7+%6+kritik-positivisme-bahan-kuliah-html. .
1ebruari "%%..
3oehadjir- Prof. <r. H. Doen'. "%%1. )ilsafat Ilmu+ Positivisme, PostPositivisme, dan
Post,odernisme. No'(akarta7 Eakesarasin.
3ustans(ir- <rs. Ei9al- 3.Hum S <rs. 3isnal 3unir- 3.Hum. "%%1. )ilsafat Ilmu. )et.ke-
1. No'(akarta7 Pustaka Pelajar.
Poedjawijatna- Prof. /r. 1..7. Pembimbing ke -rah -lam )ilsafat. )et. !e-1%. Aakarta7
Eineka )ipta.
Praja- Prof. <r. Auha(a S. "%%0. -liran'-liran )ilsafat dan !tika. &d. 1. cet. !e-". Aakarta7
!encana.
Purwanto- &di. "%%$. ,enyelami .unia Positivisme%
http7++jendelapemikiran.wordpress.com+"%%$+%0+1#+men(elami-dunia-
positivisme-mencari-dunia-post-positifisme+ . . 1ebruari "%%..
Sopandi- )ecep. "%%.. Perspektif Positivis Comte /entang ,asyarakat. http7++pelajar-
islam.or.id+indeM.phpOpilihQnewsSmodQ(esSaksiQlihatSidQ0.. . 1ebruari "%%.
S(aebani. "%%$. )ilsafat Positivisme dan Ciri'Cirinya.
http7++s(aebani.blo'spot.com+"%%$+%0+filsafat-positivisme-dan-ciri-cirin(a.html. .
1ebruari "%%..
S(opians(ah- S Kjan' 3aman. "%%.. Sains &Science( dan .ominasi Positivisme.
http7++s(opian.net+blo'+OpQ"$7. . 1ebruari "%%.
"$
?ibowo- ,rif. "%%$. Positivisme dan Perkembangannya.
http7++staff.blo'.ui.edu+arif01+"%%$+%5+51+positivisme-dan-perkemban'ann(a+. .
1ebruari "%%..
".