You are on page 1of 21

LAPORAN KERJA BENGKEL

TEKNOLOGI PENGAWATAN PCB 2
LAPORAN
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Paktek Tekn!"!gi Penga#atan PCB 2
$i Juusan Teknik E"ekt! P!gam %tu$i D& Teknik E"ekt!nika
O"eh
Nama ' K(M( Chan$a Ba)u %
NIM ' *+,&&*&2*2*-
Ke"as ' 2EA
POLITEKNIK NEGERI %RIWIJA.A
PALEMBANG
TA/0N AKADEMIK 2*,&12*,2
BAB I3
MERANCANG RANGKAIAN
POWER %0PPL. DIGITAL
I3(, T0J0AN
Setelah merancang rangkaian power supply digital ini mahasiswa dapat:
• Mampu membuat layout rangkaian mengunakan program atau software
dengan baik dan benar.
• Membuat layout sesuai daya kreatifitas dan seni masing-masing
• Mengetahui cara penyablonan untuk mentransfer layout yang telah di buat
dengan software ke PCB.
• Melakukan pelarutan dengan FeCl dengan campuran dan perbandingan
yang baik dan benar.
• !apat mengkoreksi dan mengambil tindakan "ika ter"adi kesalahan saat
pengu"ian atau rangkaian tidak ber"alan dengan semestinya.
• !apat menentukan akurasi yang pas dalam menentukan keakuratan
rangkaian digital.
• Menambah wawasan mahasiswa terhadap pengenalan komponen-
komponen baru khusunya komponen digital.
• Menambah wawasan mahasiswa tentang cara pembuatan mekanik suatu
perangkat elektronik dengan baik dan benar.
• Memahami prinsip dan fungsi dari rangkaian power supply digital.
I3(2 DA%AR TEORI
Powe Supply atau pencatu daya adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi
untuk menyuplai tegangan langung ke komponen atau alat elektronik# seperti
komoputer# $%# dan alat-alat elektronik yang lainnya. &nput power supply itu
sendiri berasal dari tegangan arus bolak balik-balik '(C) yang diubah men"adi
!C# karena seluruh alat elektronik menggunakan sumber tegangan yang searah
'!C).
Power supply atau catu daya secara umum memiliki dua macam "enis
tergantung penggunaannya# yaitu internal dan eksternal. Biasanya catu daya
internal di pasang langsung atau di gabungkan langsung dengan komponen
didalam alat elektronik tersebut. Misalnya $%# $% adalah alat elektronik yang
menggunakan tegamgan arus !C dalam prosesnya. (kan tetapi $% biasanya
langsung mengambil tegangan arus !C pada stop contact yang arus listriknya
berasal dari **+% (C P,-. Maka disitulah catu daya atau power supply
berfungsi. Power supply akan mengubah tegangan (C **+ % dari P,- men"adi
tengangan !C untuk menyuplai tegangan ke $% tersebut sehingga $% dapat aktif
dengan semestinya.
Sedangkan Power supply 'catu daya) eksternal adalah power supply yang
dibuat terpisah dengan alat elektronik tersebut. Biasanya dalam dunia elektronik#
power supply "enis ini sering digunakan untuk pengetasan atau pengu"ian dalam
alat elektronik yang dalam tahap pembuatan# seperti dalam hal pembuatan alat
yang membutuhkan supply tegangan# kita harus menyuplai tegangan agar kita
dapat mengetahui alat yang dibuat tersebut berhasil atau tidak dengan menyuplai
tegangan !C pada alat elektronik terserbut. $api dalam kehidupan sehari-hari#
pada dasarnya catu daya digunakan sebagai charger untuk menyuplai tegangan ke
sebuah perangkat elektronik kemudia di simpan dalam suatu komponen yang
biasa kita sebut dengan baterai# missal baterai gadget seperti ponsel# tablet# laptop#
dan lain lain.
(kan tetapi# penggunaan power supply di dunia elektronik pun semakin
berkembang pesat# sehingga banyak sekarang power supply yang tadinya
berfungsi untuk menyuplai tegangan sesuai tegangan yang diperlukan pada
perangkat elektronik tersebut# sekarang sudah banyak power supply yang dibuat
bukan hanya dikhususkan untuk satu dua macam alat elektronik tertentu# yaitu
power supply yang bisa digunakan untuk menyuplai berbagai macam alat
elektronik berbasis tegangan !C# yaitu dengan cara merancang power supply
sehingga men"adi power supplu yang tegangan outputnya bisa diibah-ubah sesuai
dengan keinginan sang pengguna power supply tersebut. Power Supply "enis ini
biasa disebut dengan power supply teregulasi 'Power supply with .oltage
control)# dan bahkan sekarang bukan hanya tegangan sa"a yang dapat diatur# tetapi
"uga arus keluarannya pun dapat diatur sesuai keinginan. (kan tetapi power
supply "enis ini memiliki harga "ual yang cukup mahal dari pada catu daya yang
hanya memiliki keluaran tegangan yang tetap. Power supply teregulasi ini
biasanya menggunakan ,C!/0-segment guna menampilkan nilai tegangan dan
arus keluaran dari power supply tersebut sehingga dapat mempermudah dalam
mengatur ke tegangan yang kita inginkan tanpa harus melakukan pengecekan satu
persatu setiap kita mengatur power supply tersebut ke tegangan keluaran yang lain
menggunakan .oltmeter
1adi untuk mempermudah pembacaan tegangan keluaran dari power supply
tersebut# di pasanglah pada rangkaian power supply tersebut .oltmeter digital
sehingga tak perlu susah payah untuk mengetahui nilai tegangan tersebut
menggunakan multitester.
%oltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial atau
tegangan dalam suatu rangkaian listrik. %oltmeter biasanya disusun secara paralel
'se"a"ar) dengan sumber tegangan atau rangkaian listrik. %oltmeter terbagi
men"adi dua macam diantaranya .oltmeter analog dan .oltmeter digital.
Perbedaan .oltmeter analog dan .oltmeter digital adalah hanya cara
pembacaannya sa"a yang berbeda# yaitu "ika pada .oltmeter analog nilai tegangan
yang terukur akan ditun"ukan dengan "arum# sedangkan pada .oltmeter digital
tegangan yang terukur akan tertera pada 0-segment ,C!. Pada power supply yang
akan dibuat ini# kita akan menggunakan %oltmeter !igital sebagai pengukur
tegangan atau penampil tegangan pada keluaran pada power supply teregulasi.
0-Segment yang digunakan adalah 0-segment C( 'Common (noda). 0-
Segment pada dasarnya memiliki dua macam tipe berdasarkan penggunaannya#
yaitu common anoda dan common cathoda. 0-segment common anoda adalah 0-
segment yang akan berfungsi "ika diberi tegangan masukan bermuatan positif atau
bersumber dari .cc# atau 0-segment yang ber"alan pada tegangan aktif high#
sedangkan common cathode adalah kebalikan dari common anoda yaitu 0-
segment yang aktif low atau 0-segment yang aktif "ika diberi tegangan low
'2-!). 0-segment memiliki 3+ pin diantaranya di tun"ukan pada gambar berikut:
Gamba 2(, 7-Segment Common Anode
Pada %oltmeter digital ini# dibutuhkan gerbang logika yang dapat mengubah
analog men"adi digital. !isitulah kita membutuhkan &C '&ntegrated Circuit) yang
dapat atau yang fungsinya untuk (!C '(nalog to !igital Con.erter). Pada
kebanyakan .oltmeter digital# digunakan smart &C '&C pintar yang fungsinya dapt
diatur-diatur dengan memasukan suatu program ke dalamnya yang programnya
dapat kita buat sesuai keinginan kita dan sesuai prosedur yang telah ditentukan).
I3(& DA4TAR ALAT DAN BA/AN
&(, Da5ta A"at
NO NAMA %PE%I4IKA%I J0MLA/
,(
PCB 3+4*+cm secukupnya
2(
2ambar Sablon ,ayout serta
gambar letak komponen.
5ertas kalender
atau 2lossy
secukupnya
&(
Solder 3 buah
2(
Cutter 3 buah
6(
$ang Potong 3 buah
+(
Penyedot $imah 3 buah
7(
$ang 1epit 3 buah
-(
,andasan Solder 3 buah
8(
Multimeter 3 buah
,*(
Spidol Permanent 6kuran F 3 buah
,,(
(mplas 7alus secukupnya
&(2 Da5ta Bahan
&(2(, P!#e %u99") Teegu"asi
NO NAMA %PE%I4IKA%I J0MLA/
,(
!ioda Bridge 8 ( 3 buah
2(
5apasitor +.39F :+% 3 buah
&(
5apasitor +.**9F :+% 3 buah
2(
5apasitor 39F :+% 3 buah
6(
5apasitor **++9F :+% 3 buah
+(
7earsink &C ;egulator 3 buah
7(
&C ,M30$ 3 buah
-(
5abel 1umper secukupnya
8(
,<! :MM 3 buah
,*(
%ariable ;esistor :5= Potensiometer 3 buah
,,(
%ariable ;esistor 3+5= Potensiometer 3 buah
,2(
;esistor = 3/8> 3 buah
,&(
;esistor *++ = 3/8> 3 buah
,2(
;esistor *5*= 3/8> 3 buah
,6(
Switch ?-/?FF 3 buah
&(2(2 3!"tmete Digita"
NO NAMA %PE%I4IKA%I J0MLA/
,(
0-Segment Common (noda 8 buah
2(
!ioda Bridge 8 ( 3 buah
&(
&C,M0@+: 3 buah
2(
&C,03+0 3 buah
6(
&C,0AA+ 3 buah
+(
5abel 1umper secukupnya
7(
5apasitor 3++pF 3 buah
-(
5apasitor 3+nF 3 buah
8(
5apasitor 3++nF 3 buah
,*(
5apasitor **+nF 3 buah
,,(
5apasitor 80nF 3 buah
,2(
5apasitor 3+9F 3A% * buah
,&(
5apasitor 809F :+% 3 buah
,2(
5apasitor **++9F :+% 3 buah
,6(
;esistor :A+= 3/8> 3 buah
,+(
;esistor 3*5= 3/8> 3 buah
,7(
;esistor **5= 3/8> 3 buah
,-(
;esistor 3@+5= 3/8> 3 buah
,8(
;esistor 80+5= 3/8> 3 buah
2*(
;esistor 3M= 3/8> 3 buah
2,(
%ariabel ;esistor *+5= $rimpot 3 buah
I3(2 GAMBAR RANGKAIAN
Gamba 2(2 Power Supply Teregulasi
Gamba 2(& Voltmeter Digital
I3(6 KE%ELMATAN KERJA
3. &kutilah instruksi dari instrukturB
*. 2unakan perbandingan yang benar saat membuat larutan FeCl

dan air.
. ,akukan proses pelarutan PCB diruangan khusus.
8. 7ati-hati saat proses pelarutan PCB karena larutan FeC&

cukup
berbahaya bila mengenal kulit dan mengotori ruangan# bila
perlu gunakan sarung tangan karet.
:. Pada saat pengeboran# lakukan denagn sangat hati-hati agar tidak
melukai badan dan merusak "alur PCB yang telah dibuat.
A. 2unakan tang potong dan cutter dengan hati-hati dan telitiB
0. Perhatikan cara memegang solder dengan baik dan gunakan dengan hati-
hatiB
@. Selalu letakkan solder pada yang dalam keadaan panas pada landasan
solderB
C. 1angan mnghisap asap yang dikeluarkan oleh solder karena mengandung
racunB
I3(+ LANGKA/ KERJA
3. Persiapkan semua peralatan dan bahan yang akan dipergunakan dan
letakkan pada posisi yang benar.
*. Siapkan layout komponen dan "alur yang telah di buat dengan cara
fotocopy pada kertas glossy atau kalender.
. Bersihkan permukaan PCB dari kotoran dan lemak.
8. Pindahkan gambar layout "alur dari kertas kalkir ke papan PCB
menggunakan metode penyablonan dengan setrika panas.
:. Setelah selesai melakukan penyablonan# periksa kembali hasil layout pada
PCB# cocokkan dengan layout aslinya# apakah ada "alur yang putus atau
tidak. 1ika ada yang putus# gunakan spidol permanen untuk
menyambungkannya.
A. Siapkan larutan FeCl 'Ferrit Chloride) yang di campur air bersih dengan
perbandingan 3 : .
0. ;endam PCB yang telah dilayout selama kira-kira *+ menit# tergantung
pada kepekatan larutan dan temperatur.
@. (duk rata campuran FeCl dengan air.
C. 2oyangkan PCB agar mempercepat pelarutan PCB.
3+. 1ika sudah selesai# angkat PCB dari larutan dan cuci dengan air bersih.
,alu amplas "alur hitam pada PCB sampai bersih dan mengkilap.
33. ,ubangi letak kaki komponen yang telah dibuat dengan menggunakan
Bor.
3*. Pasanglah komponen sesuai dengan tata letak komponen lalu solderlah
komponen dengan timah.
3. 6"ilah rangkaian dengan memberikan sumber tegangan yang sesuai pada
input rangkaian dan lihat pada 0-segment# apakah saat potensio diputar#
angka yang tertampil pada 0-segment ikut berubah "uga.
38. 1ika telah berhasil# laporkan pada instruktur bila semua peker"aan telah
selesai diker"akan.
3:. ;apikan dan bersihkan semua peralatan yang telah digunakan.
3A. Simpan kembali semua peralatan ke tempat penyimpanan dalam kondisi
baik.
30. ,akukan pembersihan bengkel.
I3(7 ANALI%A RANGKAIAN
Pada "ob ini# di lakukan pembuatan PCB dengan metode yang sedikit berbeda
dari yang sebelumnya yaitu dengan metode penyablonan. Metode penyablonan ini
dilakukan dengan cara menggosok gambar layout "alur PCB yang telah di
fotocopy diatas kertas glossy atau kalender# menggunakan setrika sampai layout
"alur pada kertas glossy tersebut menempel pada papan PCB polos yang telah
disiapkan. Setelah itu dilakukan pelarutan 'etching) menggunakan larutan FeCl
'Ferrit Chloride) yang telah di campur dengan air dengan perbandingan 3 : .
Setelah selesai "alur yang dibuat menggunakan metode sablon ini sangat berbeda
dengan pembuatan PCB dengan cara manual seperti yang telah di lakukan di
semester sebelumnya. 1alur PCB yang dibuat dengan metode penyablonan sangat
rapih karena kita bisa memperindahnya pada saaat melakukannya pada program
pembuatan layout# ada beberapa program yang dapat di pakai untuk membuat
layout PCB# yaitu <4press PCB# <agle# !iptrace# Proteus# Protel '(ltium)# dan
masih banyak sekali software/program yang dapat digunakan untuk membuat
layout PCB. Perbedaannya "uga sangat terlihat "elas dalam proses pembuatannya#
pada metode sablon ini# kita sangat memakan banyak waktu karena harus
menyelesaikan beberapa tahapan terlebih dahulu untuk menyelesaikan PCB# yaitu
pembuatan layout pada program# lalu melakukan print dan fotocopy pada kertas
glossy# lalu melakukan penyablonan dengan menggosoknya dengan setrika# lalu
diperiksa lagi dakah "alur yang terputus yang kemudian di hitamkan kembali
menggunakan spidol permanen# setelah itu baru ketahap terakhir yaitu pelarutan.
Masuk pada rangkaian# setelah selesai tahap pengu"ian# di ketahui bahwasaya
tegangan keluaran pada power supply ini di dri.er oleh &C ,M30$. &C ,M 30$
ini adalah sebuah &C ;egulator yang keluaran tegangannya bisa diatur dari 3.*:%
hingga @% dengan tegangan input maksimum 8+%. (rus yang di keluarkan
adalah 3.: (. &C ini memiliki kaki yang "uga memiliki masing-masing fungsi
yang ditun"ukan pada gambar di bawah ini :
Gamba 2(2 IC LM317T
Pada gambar diatas terlihat "elas bahwasanya &C ini memiliki fungsi ad"
'ad"ustable) guna mengatur tegangan keluaran yang di inginkan dengan cara
menentukan nilai resistornya dan untuk mempermudahnya kita bisa menggunakan
resistor ber.ariabel seperti potensio sehingga nilai resistor dapat dengan mudah di
ubah dengan hanya memutarnya sa"a seperti pada Gamba 2(,. 1adi tegangan
ouputnya dapat di hitung dengan rumus:
%out D 3.*: '3 E ;*/;3)
;3 D ;esistor pada keluaran &C ,M30$
;* D Potensiometer yang di pasang seri dengan pin 3 'ad") &C ,M30$
Pada percobaan ini di gunakan transformator dengan keluaran tegangan
A%(C berarus ( yang di searahkan oleh diode bridge 8( men"adi A% !C.
(kan tetapi semakin "auh "arak tegangan input masukan dengan keluaran dari &C
,M 30$ maka semakin besar pula daya yang dihasilkan# karena disini kita
menggunakan input A% dan output yang digunakan dari 3.*:%-+%# dan
mungkin kita menggunakan tegangan yang kecil antara :%-3*% dan seterusnya#
itu memiliki selisih yang sangat "auh dengan input tegangan yang benilai A%.
Sehingga membuat &C ,M30$ men"adi panas dan rusak. $api pada dasarnya
rata-rata semua &C regulator memiliki safety tersendiri sehingga "ika ter"adi
kelebihan daya maka &C tersebut akan menonaktifkan sendiri sehingga bisa
meminimalisir bahaya seperti terbakar atau membuat "ebol &C tersebut. (kan
tetapi# itu hanya membuang-buang komponen sa"a# "adi ada baiknya kita haru
merogo kocke lebih dalam sedikit dengan menambahkan heatsink. 7eatsink
adalah ,ogam berongga yang fungsinya sebagai pendingin atau menghantarkan
panas pada suatu komponen degan menyebarkannya ke rongga-rongga pada
heatsink tersebut. 1adi pada percobaan ini di gunakan heatsink &C regulator
dengan tambahan pasta thermal agar lebih dingin.
Pada rangkaian .oltmeter digital di dapatkan bahwa rangkaian ini memerlukan
komponen yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog men"adi sinyal digital
atau biasa disebit dengan (!C '(nalog to !igital Con.erter). Fungsi (!C ini
banyak ditemukan pada &C yang berbasis smart &C atau Mikrokontroler yang
fuingsinya dapat di ubah-ubah sesuai keinginan kita dengan memsaukan program
yang di buat dengan prosedur yang berlaku. Banyak mikrokontroler yang
diproduksi oleh berbagai perusahaan# dan mikrokontroler yang paling sering di
"umpai di pasaran adalah Mikrokontroler keluaran ($M<,# dan M(F&M. 5edua
merk mikrokontroler tersebut banyak di "umpai pada alak elektronik# tapi untuk
alat alat elektronik yang membutuhkan ;?M dan ;(M yang lebih besar dan
fungsi yang lebih lagi seperti layaknya penggunaan mikrokontroler pada
perangkat gadget# biasanya merk Samsung dan $oshiba yang biasa digunakan.
1adi untuk menggunakan &C Mikrokontroler ini# kita harus mengerti cara
membuat program yang nantinya akan di compile ke Mikroontroler tersebur
dengan downloader# dengan menggunakan Bahasa pemrograman seperti Bahasa
C/CEE# Basic dan sebagainya. -amun pada percobaan ini kita tak perlu susah
payah membuat program untuk mikrokontroler# karena M(F&M 'perusahaan
besar komponen elektronik ini) telah mengeluarkan sebuah &C yang sudah di
program langsung dan memiliki fungsi (!C dengan keluaran ma4imum 8 digit 0-
segment yaitu &C,03+0/03+A. -amun &C ini agak sulit di cari di pasaran karena
fungsinya sangat "arang di perlukan di &ndonesia. 1adi kita harus berburu
&C,03+0/03+A ini dengan e4tra.
&C,03+0 adalah &C '&ntegrated Circuit) keluaran M(F&M dan &ntersil yang
fungsinya untuk (!C '(nalog to !igital Con.erter)# &C ini memiliki 8+ pin
dengan beberapa fungsi yang ditun"uka pada gambar berikut:
ICL7,*+: ICL7,*7 ;PDIP<
$?P %&<>
Gamba 2(6 ICL717
• Tabe" kaakteistik 9in ICL7,*7
Pada rangkaian .oltmeter digital ini# pin 3 dari &C,03+0 di gunakan sebagai
probe 'E) dan pin + sebagai probe '-). &C ini membutuhkan konsumsi tegangan
sebesar :% dan konsumsi arus sebesar *++m(. (kan tetapi &C,03+0 ini
membutuhkan supply tegangan negatif "uga yang akan diberikan pada pin *A
&C,03+0# sehingga "ika tidak ada tegangan negatif yang menyuplai ke &C,03+0
tersebut# maka .oltmeter tidak akan berfungsi dengan baik. 1adi disini banyak cara
untuk menghasilkan supply tegangan negati.e# yaitu bisa dengan menggunakan
rangkaian gabungan &C ;egulator 0@44 dan 0C44# atau dengan rangkaian !C
con.erter to !C simetris. Memang kedua rangkaian tersebut memiliki komponen
yang sangat mudah di "umpai dipasaran dan dengan harga yang murah tentunya#
namun kedua rangkaian tersebut menggunakan banyak komponen yang akan
mempersempit space pada PCB nantinya. 1adi pada rangkaian ini "alan satu-
satunya untuk mempermudahnya adalah dengan menggunakan &C,0AA+.
&C,0AA+ adalah &C CM?S %oltage Con.erter keluaran M(F&M dan &ntersil
yang dibuat dengan fungsi sebagai pengubah tegangan positif men"adi tegangan
negati.e# "adi kita hanya memberikan sumber tegangan !C sebagai inputan dari
&C ini# lalu &C ini akan mengeluarkan tegangan negati.e dengan besar tegangan
yang sama dengan masukan. 1adi# "ika kita memberikan tegangan input E:%#
maka tegangan outputnya adalah -:%. &C,0AA+ ini "ika di lihat dari fisiknya tidak
"auh berbeda dengan &C-<:::# hanya sa"a &C,0AA+ ini memiliki perbedaan
fungsi pada pinnya yang di tun"ukan pada gambar dibawah ini:
Gamba 2(+ ICL7!!
Pada rangkaian .oltmeter digital ini akurasi ditentukan oleh %ariabel resistor
untuk menetukan di resistansi mana akurasi yang tepat. 5enapa digunakan
$rimpotG 5arena terkadang resistor di pasaran memiliki toleransi yang membuat
nilai resistor tidak akurat sehingga digunakan resistor .ariable yang resistansinya
dapat kita atur dengan sesuka kita sampai menemukan keakuratan yang pas. $apia
da baiknya kita mennggunakan resistor .ariable trimpot# bukan potensiometer#
karena perputaran potensiometer terkedang masih sering suka kendur sehingga
bisa berubah sendiri resistansi pada potensio tersebut "ika tersenggol sedikit oleh
benda# "adi digunakan trimpot karena ukurannya lebih kecil sehingga tidak mudah
tersentuh atau tersenggol oleh benda-benda tertentu dan resistor .ariable hanya
dapat diubah resistansinya dengan menggunakan obeng '-) atau benda-benda
tertentu. 1adi bisa dikatakan lebih aman dari pada menggunakan potensiometer.
;angkaian .oltmeter digital ini menggunakan 8 digit 0-segment sebagai
penampil nilai tegangannya# keakuratan bisa di atur sampai +.++3 dengan
mengganti resistornya yaitu resistor yang terpasang seri pada pin + dan 3
&C,03+0 dengan ketentuan sebagai berikut:
+ H * % IIII ; D + ohm 3J '3 digit)
+ H *+ % III.. ; D 3.* 5ohm 3J '* digit)
+ H *++ % III. ; D 3* 5ohm 3J ' digit)
+ H *+++ % III ; D 3*+ 5ohm 3J '8 digit)
,alu .oltmeter digital pun di pasang pada output tegangan dari power supply
teregulasi# akan tetapi keluaran power supply ini beker"a dari 3.*:% sampai +%.
1adi bukan dari nol '+)# karena &C ,M30$ itu sendiri memiliki konsumsi
tegangan minimal 3.*:% yang membuat &C ,M30$ mengeluarkan tegangan
minimal 3.*:%. 5enapa output tegangan ini hanya bisa menyuplai tegangan
sampai +%# hal ini disebabkan tegangan input yang digunakan pada rangkaian
power supply teregulasi ini adalah A% dengan arus (# karena berdesarkan
ketentuan &C,M 30$# minimal tegangan input harus lebih besar 3.*:%-*.:% dari
tegangan ouput maksimum. 1adi sebenarnya rangkaian ini bisa mengeluarkan
tegangan lebih dari +%. 7anya sa"a untuk men"aga kestabilan# "adi di gunakan
hanya sampai +% sa"a.
I3(- GAMBAR /A%IL LA.O0T
• P!#e %u99") 3!"tage C!nt!"
• %u99") =1 63
• 3!"tmete Digita" $engan %u99") =1 63
I3(8 KE%IMP0LAN
!ari percobaan yang telah di lakukan dan telah di lakukan pengu"ian dapat
ditarik kesimpulan bahwasanya untuk membuat power supply digital di butuhkan
rangkaian tambahan yaitu rangkaian .oltmeter digital untuk menampilkan besar
beda potensial yang keluardari power supply tersebut. 6ntuk membuat power
supply yang tegangan keluarannya bisa diatur dapat digunakan &C regulator
.oltage ad"ustable menggunakan &C ,M30$ dengan mengubah resistansi pada
potensiometer# akan tetapi power supply ini mengularkan tegangan yang tidak
stabil dan masih memiliki tegangan ripple yang cukup besar sehingga tegangan
keluarannya dapat berubah-ubah sendiri dari 3m% -3+++m% tiap detiknya.
6ntuk menentukan akurasi yang mendetail dan lebih spesifikasi kita harus
mengatur trimpot dengan teliti dan perlahan-perlahan dengan menyamakan nilai
tegangan yang terukur pada multitester dengan tegangan yang terukur pada
.oltmeter digital yang di buat. 5arena power supply yang di buat ini memiliki
tegangan ripple yang cukup besar# sehingga ada baiknya kita menggunakan digit
atau dengan akurasi 3 angka decimal.
6ntuk meminimalisir kerusakan atau memperpan"ang umur dari &C regulator
ada baiknya menambahkan heatsink guna men"aga &C regulator dari kelebihan
daya agar &C tidak cepat panas dan rusak. ,etakkan &C regulator yang telah
terpasang heatsink agak lebih "auh dari komponen lain# "angan sampai tersentuh
komponen lain# karena dapat merusak komponen yang tersentuh heatsink tersebut.
,alu "angan lupa "auhkan transformator dengan rangkaian agar rangkaian tidak
terganggu dengan induksi magnetic dari transformator dan berilah isolator yang
bagus dan baik pada transformator untuk men"aga keamanan dan umur power
supply digital.
DA4TAR P0%TAKA
Supriatna# $oni. *+3. "ela#ar Muda$ Merang%ai &ang%aian 'le%troni%a.
Kogyakarta: 5ata Pena.
http://komponenelektronika.biL/pengertian-power-supply.html
http://.ongola-f.blogspot.com/*+3/+@/pengertian-fungsi-power-supply-
tugas.html
http://id.wikipedia.org/wiki/%oltmeter
http://ekokiswantoblog.blogspot.com/*+3*/+A/membuat-sendiri-.olt-meter-
digital.html
http://skemarangkaianpcb.com/rangkaian-.olt-meter-digital/