Tahapan pasak Fabricated

1. Pengambilan guttap
 Pengambilan guttap baru dapat dilakukan minimal 1 minggu setelah pengisian
saluran akar. Pengambilan gutta point dalam saluran akar dapat dilakukan
dengan menggunakan alat pesos reamer/gates gliden drill yang memiliki no 1
sampai no 6, pemakaiannya tergantung besar saluran akar.
Contoh pengambilan guttap :
- Panjang kerja gigi (pk) = 23 mm
- Panjang mahkota (pm) = 11 mm
- Maka, guttap yang dipisahkan pada saluran akar adalah
Panjang guttap dalam saluran akar = (pk – pm) / 3
= (23 – 11)mm / 3 = 4 mm
- Alat pesso reamer yang masuk dalam saluran akar untuk mengambil
guttap adalah (pk) – sisa guttap saluran akar = 23 mm – 4 mm =19 mm
 Retensi mahkota pasak terletak pada pasak dalam saluran akar. Retensi akan
menjadi baik bila memenuhi persyaratan yaitu diameter pasak adalah ⅓ luas
penampang akar dengan panjang pasak ⅔ panjang akar atau minimal
sepanjang mahkota klinis gigi.
 Saluran akar dilebarkan dan dihaluskan secukupnya dengan file (minimal no
100-no 140). Saluran harus cukup lebar, lurus rata dan halus. Menghaluskan
saluran akar memakai file.
 Dekaputasi mahkota
Setelah pengambilan guttap maka dilakukan :
- Membuat 2 lubang pada permukaan bidang labial setinggi interdental
papil menggunakan round bur sebagai guide atau pedoman.
- Kemudian lubang tersebut ditembus sampai ke arah palatal
menggunakan fissure diamond bur sambil digunakan arah mesial distal
sehingga sel mahkota patah.


 Retraksi gusi
- Dilakukan sebelum pencetakan sehingga hasil cetakan margin gingival
jelas dan akurat.
- Cara retraksi gusi bias secara :
Mekanis : menggunakan rubber dam atau mahkota sementara
Kombinasi mekanis dan chemis : dengan benang
Electrosurgical technique
- Bila menggunakan retraksi caranya : benang dimasukkan ke dalam
saku gusi dan dibiarkan selama 5 menit kemudian dilepas dan baru
dilakukan pencetakan.
 Preparasi pasak
- Pembentukan atap harus dengan memotong bagian labial dan palatinal
sehingga membentuk sudut tumpul (> 90 derajat). Mengelilingi servikal
dibentuk tepat setinggi gingival. Mata bur yang digunakan adalah
fissure diamond bur.
- Pembuatan dudukan (seat) bila memungkinkan tergantung sisa
jaringan gigi. Dudukan pada saluran akar selebar 2 mm dari servikal.
Dengan kedalaman 2 mm dari puncak atap bagian labial dan palatal.
 Pasak sebaiknya berbentuk lonjong sehingga tidak mudah berputar. Bila
memungkinkan dapat dibuat dudukan (seat) pada atap akar yang telah
dilakukan dekaputasi.

2. Pencetakan
 Siapkan paper clip atau tusuk gigi atau batang korek api yang dikerat. Bias
masuk kedalam saluran akar sesuai dengan panjang pengambilan guttap.
 Aduk bahan light body diulaskan pada paper clip atau tusuk gigi atau batang
korek api yang sudah dikerat kemudian dimasukkan ke dalam saluran akar
tunggu sampai setting.
 Setelah setting cetakan dilepas. Dilihat hasil cetakan apakah sudah lengkap
dan ada porositas atau tidak.
 Bila hasil cetakan terdapat kekurangan atau porositas hanya sedikit/kecil bisa
ditambahkan sedikit bahan light body kemudian dipasangkan lagi cetakan ke
dalam saluran akar sesuai dengan posisi semula. Tetapi bila hasil cetakan
jelek, maka harus dicetak ulang secara keseluruhan.
 Setelah itu hasil cetakan pasak disimpan dahulu.
 Operator melakukan cetak gigi yang dipreparasi menggunakan sendok cetak
sebagian dengan bahan heavy body/putty tipe.
 Setelah itu hasil cetakan dikerok pada bagian gigi yang dipreparasi untuk
tempat hasil cetakan pasak.
 Coba dulu untuk mengembalikan sendok cetak ke posisi saat mencetak
dengan heavy body. Bila sudah dapat memasang hasil cetakan ke posisi saat
mencetak dengan tepat kemudian pasang kembali hasil cetakan pasak ke gigi
yang dicetak. Isi hasil cetakan heavy body/putty tipe pada sendok cetak
dengan light body pada bagian gigi yang dipreparasi/dikerok beserta gigi
disebelah kanan dan kirinya, kemudian cetakan dipasangkan kembali ke
posisi saat mencetak.
 Hasil yang didapat setelah cetakan dilepas dari gigi penderita adalah cetakan
pasak (light body) menyatu dengan cetakan heavy body/putty tipe.
 Setelah hasil cetakan disetujui dilakukan pengecoran dengan gypsum tipe IV.