You are on page 1of 2

2.

1 Candida albicans
2.1.1 Morfologi
Diantara anggota dari genus Candida, spesies dimorfik C.albicans merupakan fungal
pathogen yang umum pada manusia. Insiden C.albicans yang terisolasi dalam rongga mulut
sebanyak 45% di neonatus, 45%-65% pada anak-anak yang sehat, 30%-45% pada dewasa yang
sehat (Ribot et al., 2004; Akpan and Morgan, 2002).
Dinding sel C.albicans merupakan struktur berlapis-lapis yang secara dinamis dan
kompleks terletak di luar membran plasma. Hal tersebut, bertanggungjawab untuk
mempertahankan bentuk yang mencirikan setiap kondisi pertumbuhan (yeast dan hyphae) dari
fungus. C.albicans sebagai perantara pada interaksi awal antara mikroorganisme dan lingkungan
memiliki dinding sel yang berperan terhadap gizi dan bertindak sebagai pertahanan permeabilitas
yang memproteksi bentuk dasar fisik dan cedera osmotik.
Komponen terbanyak (80-90%) pada dinding C.albicans adalah karbohidrat: (i) mannan
atau polymers of mannose covalently yang bercampur dengan protein dalam bentuk
glycoproteins (juga disebut sebagai mannoproteins); (ii) β-glucans merupakan polimer
bercabang yang memiliki keterkaitan dengan komponen glukosa β-1,3 dan β-1,6; dan (iii) kitin
bercabang homopolymer dari N-acetyl-ᴅ-glucosamine (GlcNAc) yang mengandung rantai β-1,4.
Protein dan lipid ditunjukkan dalam unsur yang kecil pada dinding sel. β-glucans dan
kitin adalah komponen struktural pada dinding sel yang berasal dari jaringan microfibrillar kaku,
serta protein dan glycol (manno) proteins terikat pada kerangka yang ditemukan di permukaan
luar. Mannose polymers (mannan) mewakili 40% dari total dinding sel karbohidrat dan
merupakan material utama dari dinding sel matriks amorphous, dimana memiliki struktur
polimer (β-glucans dan kitin) yang tertanam. Meskipun, mannnan tidak terdapat pada dinding
sel, tetapi kovalen terkait dengan protein. Mannan juga digunakan untuk menunjukkan
komponen larut utama immunodominan yang terdapat pada lapisan dinding sel luar dari
C.albicans (Ribot et al., 2004).
2.1.2 Pertumbuhan
2.1.3 Adhesi Candida pada Jaringan Host
Faktor yang menyebabkan adhesi Candida pada jaringan host:
1. Faktor yang berhubungan dengan sel yeast: medium/penanaman, fenotipe, germ
tubes/hyphae, material polimer ektraselular (EP), floccular/lapisan permukaan fibrillar,
mannan, kitin, hidrofobik, lipid selular, ALS (agglutinin-like substances).
2. Faktor yang berhubungan dengan sel host: sumber sel, ukuran sel mukosa dan
kelangsungan hidup, fibronektin, fibrin, hormone seks, yeast carriers atau pasien yang
memiliki jejas candidiasis.
3. Faktor lingkungan yang menyebabkan adhesi: kation, pH, gula (khususnya galaktosa),
saliva, antibody humoral dan serum, konsentrasi rendah dari antifungal agen, bakteri,
lektin (Samaranayake, 2009).