You are on page 1of 17

REFERAT

PANOFTHALMITIS
Bagian Ilmu Penyakit Mata
Dosen Pembimbing:
!" #ulia$ S% M"
Disusun Ole& :
'&yntia Put!iasni (u!nia
)*A+*+**,
(EMENTERIAN PENDIDI(AN DAN (EB-DA#AAN
-NI.ERSITAS /ENDERAL SOEDIRMAN
FA(-LTAS (EDO(TERAN DAN ILM-0ILM- (ESEHATAN
/-R-SAN (EDO(TERAN
P-R1O(ERTO
+2*3
LEMBAR PEN)ESAHAN
Telah dipresentasikan dan disetujui referat yang berjudul
PANOFTHALMITIS
Diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti Kepanitraan Klinik
Di bagian SMF Mata
RSUD Prof. Margono Soekarjo Purokerto
Disusun oleh!
"hyntia Putriasni Kurnia #$%&$&$$'
Purokerto( %pril &)$*
Mengetahui(
Pembimbing
dr.+ulia( Sp. M

BAB I
PENDAH-L-AN
Panopthalmitis yaitu suatu peradangan pada mata yang dapat melibatkan
semua lapisan bola mata termasuk bagian intraokuler seperti humour a,uos dan
badan -itreus. Peradangan juga dapat memperluas ke jaringan di sekitar bola
mata. Kejadiannya rata.rata adalah sekitar / per $).))) pasien yang berobat dalam
setahun( dan dalam beberapa kasus mata kanan dua kali lebih mungkin terinfeksi(
mungkin karena lokasinya yang lebih proksimal untuk mengarahkan aliran darah
arteri ke arteri karotid kanan. Kejadian ini dapat meningkat karena penyebaran
%0DS( penggunaan agen imunosupresif yang berlebihan( dan yang sering yaitu
akibat dari tindakan prosedur in-asif 12gan( &)$34.
Sebagian besar kasus 1sekitar 5)64 terjadi setelah operasi intraokular.
Ketika operasi merupakan penyebab( panopthalmitis biasanya dimulai dalam
aktu $ minggu setelah operasi. Di %merika Serikat( panopthalmitis post7atara7t
merupakan bentuk yang paling umum( dengan sekitar )($.)(36 dari operasi yang
memiliki komplikasi ini( dan kejadian ini telah meningkat selama beberapa tahun
terakhir. Posttraumati7 panopthalmitis terjadi pada *.$36 dari semua 7edera
penetrasi okular. sedangkan kejadian panopthalmitis akibat benda asing
intraokular adalah sekitar 8.3$6 12gan( &)$34.
Komplikasi paling sering akibat penyakit ini ialah penurunan -isus yang
dapat menjadi permanen( dan yang paling berbahaya apabila terjadi penyebaran
infeksi se7ara hematogen dan menyebabkan syok septik. Menurut penelitian
menunjukan adanya hubungan perkembangan panopthalmitis pada pasien post
operasi dengan usia lebih atau sama dengan 8) tahun 10lyas( &))54.
BAB II
TIN/A-AN P-STA(A
A" De4inisi
Panoftalmitis ialah peradangan pada seluruh bola mata yang juga termasuk
sklera dan kapsul Tenon sehingga bola mata merupakan rongga abses dan
termasuk tahapan setelah terjadi endophtalmitis. 0nfeksi yang masuk kedalam bola
mata dapat melalui peredaran darah 1se7ara endogen4 atau perforasi dari bola mata
1se7ara eksogen4( dan dapat pula merupakan akibat tukak kornea perforasi 10lyas(
&)$)4.
Panophthalmitis merupakan suatu peradangan yang biasanya disebabkan
oleh infeksi yang mempengaruhi semua struktur dari mata. 9iasanya keadaan ini
terjadi pada pasien yang memiliki kekurangan dalam sistem kekebalan tubuh
untuk setiap penyakit yang kronis seperti diabetes atau infeksi oleh -irus :0;(
atau dapat pula sebagai akibat dari trauma atau operasi pada mata yang
menyebabkan terbentuknya jalur yang dapat membuat mikroba menembus ke
dalam bola mata 10lyas( &)$)4.
B" Etiologi an Fakto! Risiko
Panoftalmitis disebabkan oleh masuknya organisme piogenik kedalam
mata melalui luka yang terdapat pada kornea yang terjadi se7ara kebetulan atau
merupakan akibat dari operasi atau akibat mengikuti perforasi suatu ulkus kornea(
penyebab panophtalmitis ini sama dengan endophtalmitis. Kemungkinan dapat
disebabkan oleh adanya metastasis alamiah dan terjadi dalam kondisi seperti
pyaemia( meningitis maupun septikaemia purpural 10lyas( &)$)4.
Data menunjukkan baha kebanyakan kasus terjadi akibat faktor eksogen
pada kasus pembedahan intrao7ular 15&64( masuknya benda asing ke dalam mata
1&)64( komplikasi pembedahan filtrasi anti.glukoma 1$)64( pembedahan lainnya
1keratoplasti( -itre7tomi( implantasi lensa intrao7ular4 dengan jumlah kasus yang
lebih sedikit. :anya &.'6 kasus endoftalmitis yang disebabkan faktor endogen
1;eselino-i7( &))<4.
Pneumococcus merupakan suatu organisme yang paling sering
menyebabkan panoftalmitis( disamping itu dapat pula disebabkan oleh
Streptococcus, Staphylococcus dan 2.7oli. Selain itu( jamur 1seperti Candida
albicans( :istoplasma( Cryptococcus( dll4( parasit 1seperti To=oplasma( To=o7ara(
dll4( serta -irus 1sepert "M;( :0;( dll4 juga dapat menyebabkan terjadinya
panoftalmitis.
'" Patomekanisme
Panoftahlamitis atau peradangan supuratif pada isi bola mata memiliki
gejala yaitu terdapatnya nanah( palpebra yang bengkak( dan mata masih dapat
digerakkan apabila pus keluar karena perforasi( panas( tetapi tekanan bola mata
menjadi menurun( jaringan yang mengkerut( kemudian akan menjadi ptisis bulbi.
Terjadinya panofthalmitis biasanya dikarenakan infeksi eksogen( misalnya
pas7abedah intrao7ular 1terutama ekstraksi katarak4( trauma tembus( atau tukak
kornea yang mengalami perforasi.
Terjadinya trauma penetrasi( maka korpus -itreum bagian yang pertama
kali akan terkena kemudian pada u-ea dan retina yang juga dapat ikut terkena.
Kasus metastasis( peradangan dimulai dengan terjadinya emboli septik pada arteri
retina dan arteri 7horoid. Keadaan ini biasanya mengenai kedua mata( bila pada
kasus perforasi ulkus kornea atau infeksi pas7a bedah intra.o7ular( peradangan
dimulai dengan irido7y7litis jika infeksi tidak terlalu -irulent( dapat dikontrol
dengan pengobatan sedini mungkin. Tapi jika kuman terlalu -irulent( peradangan
purulen akan berangsur.angsur menyebar ke bagian u-ea posterior dan mengenai
seluruh jaringan u-ea dan retina( akhirnya terjadi pembentukan pus atau nanah
dalam bola mata meskipun diobati.
0nfeksi endogen biasanya melalui hematogen dan merupakan penyulit dari
bakteremia atau septikemia. Dan sangat jarang terjadi adanya in-asi infeksi orbita
ke dalam bola mata yang bersifat langsung.
Bakte!i
9ila panoftalmitis yang disebabkan karena bakteri( maka perjalanan
penyakitnya akan 7epat dan berat.
a. Pseudomonas
9akteri batang gram negatif( bergerak( aerob> beberapa diantaranya
menghasilkan pigmen yang larut dalam air. 9akteri ini merupakan bakteri tipe
ganas( merupakan patogen utama bagi manusia. 9isa menghan7urkan semua
bagian termasuk kornea> sekret purulen( berupa nanah biru kehijauan>
mempunyai ?at proteolitik yang dapat menghan7urkan fibrin> banyak sel.sel
yang mati( terutama leukosit( dan jaringan nekrosis.
b. Staphylococcus
%dalah bakteri gram positif berbentuk bulat( biasanya tersusun dalam
rangkaian tak beraturan separti anggur. 9akteri ini mampu menghasilkan
substansi 1eksotoksin( leukosidin( koagulase( dan enterotoksin4( substansi ini
meningkatkan kemampuannya untuk berlipat ganda dan menyebar se7ara luas
ke dalam jaringan dan menghasilakan sekret mu7opurulen 1kental berarna
kekuningan( elastis4. Permukaan Stafilokok ditutupi dengan substansi yang
dinamakan protein %( yang menghambat fagositosis. 9akteri stafilokok yang
telah difagostosis masih mampu bertahan dalam jangka aktu lama.
c. Streptococcus
%dalah bakteri gram positif berbentuk bulat yang se7ara khas membentuk
pasangan atau rantai selama masa pertumbuhan. Sekret pseudo.membrana7ea(
seolah.olah melekat pada konjungti-a tetapi mudah diambil dan tidak
mengakibatkan pedarahan> infeksi oleh bakteri ini akan membentuk sekret(
terdapatnya sel.sel lepas dan jaringan nekrotik(sehingga terjadi defek pada
konjungti-a.
Pa!asit
a. Toxoplasma gondii
@esi okuler mungkin didapat inutero atau mun7ul sesudah serangan infeksi
sistemik akut. Toksoplasmosis adalah penyebab retinokoroiditis paling umum
pada manusia. Ku7ing peliharaan dan spesies ku7ing lain berfungsi sebagai
hospes definitif bagi parasit ini. Aanita peka terkena penyakit ini selama
kehamilan dapat menularkan penyakit ini ke janin. Sumber infeksi pada
manusia adalah ookista di tanah atau leat udara ikut debu( daging kurang
matang yang mengandung bradi?oit 1parasit bentuk kista4( dan taki?oit 1bentuk
proliferatif4( yang diteruskan melalui plasenta.
Tanda dan gejala infeksi parasit ini yaitu seperti melihat benda
mengambang( penglihatan kabur( atau fotofobia. @esi okuler berupa daerah.
daerah retinokoroiditis fokal nekrotik keputih.putihan( ke7il atau besar( satu.
satu atau mulipel. @esi yang aktif dapat bersebelahan dengan parut retina yang
telah sembuh dan dikelilingi edem retina. Dapat terjadi -askulitis retina( yang
menimbulkan perdarahan retina. Peradangan berakibat terlihatnya sel.sel
didalam -itreus dan eksudasi. Mungkin juga akan menimbulkan edem pada
makula kistoid. 0ridosklitis sering dijumpai pada pasien retinokoroiditis
toksoplasmik.
b. Toxocara cati dan Toxocara canis
Toksokariasis okuler dapat terjadi tanpa manifestasi sistemik. %nak.anak
yang rentan terkena penyakit ini( berhubungan erat dengan binatang peliharaan
dan karena memakan kotoran yang terkontaminasi o-um To=o7ara. Telur yang
termakan membentuk lar-a yang menembus mukosa usus dan masuk ke dalam
sirkulasi sistemik( dan akhirnya sampai di mata.
Tanda dan gejala lar-a To=o7ara diam di retina dan mati( menimbulkan reaksi
radang hebat dan pembentukan antibodi To=o7ara setempat. Keluhan berupa
penglihatan kabur( atau pupil keputihan. Terdapat tiga presentasi klinik( yaitu
endoftalmitis( granuloma posterior lokal( dan granuloma posterior perifer
dengan u-eitis intermediate.
.i!us
Manifestasi okuler pada infeksi :0; adalah bintik Bcotton wool”,
peradarahan retina( sar7oma Kaposi pada permukaan mata dan adneksa( dan
kelainan neurooftalmologik pada penyakit intrakranial. Selain itu sering
terkena infeksi oportunistik. Retinopati sitomegalo-irus adalah penyakit yang
membutakan dan merupakan infeksi okuler paling umum.
/amu!
9ila panoftalmitis akibat jamur perjalanan penyakit akan berjalan
perlahan.lahan dan malahan gejala akan terlihat setelah beberapa minggu
setelah terjadinya infeksi. "andida albi7ans adalah salah satu jamur oportunis
yang terpenting. @esi 7andida aal berujud retinitis granulomatosa
nekrotikans fokal dengan atau tanpa koroiditis( yang ditandai lesi eksudatif
putih berjonjot yang berhubungan dengan sel.sel dalam badan ka7a yang
menutupi lesi tersebut. @esi ini bisa menyebar dan mengenai saraf optik dan
struktur mata lainnya. Camur ini juga bisa menyebabkan endoftalmitis(
panoftalmitis( ber7ak Roth( papilitis( dan ablasi retina. Penyebaran ke badan
ka7a dapat mengakibatkan terjadinya abses badan ka7a. Cuga bisa akan terjadi
u-eitis anterior dengan sel.sel dan flare di dalam bilik mata depan( serta
hipopion.
D" Penegakan Diagnosis
*" Anamnesis
Pada umumnya pasien datang dengan keluhan!
a. Demam
b. Sakit kepala
7. Muntah
d. Rasa nyeri
e. Mata merah
f. Kelopak mata bengkak atau edem
g. Penurunan tajam penglihatan
+" Peme!iksaaan 4isik
Pada pemeriksaan( ditemukan!
a. Kongesti konjungti-a dengan injeksi 7iliar hebat
b. Khemosis konjungti-a selalu ada dan kornea tampak keruh
7. Kamera o7uli anterior sering menunjukkan pembentukan hypopion
d. Pupil menge7il dan menetap
e. Reflek berarna kuning terlihat pada pupil dengan illuminasi obli,ue
f. 2ksudasi purulen dalam -itreus humor
g. Peningkatan intra okuler.
h. Proptosis derajat sedang serta gerakan bola mata terbatas disebabkan
peradangan pada kapsul TenonDs 1Tenonitis4.
5" Peme!iksaan Penun6ang
Pemeriksaan klinis yang baik dibantu slit lamp( sedangkan untuk
men7ari penyebabnya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan mikroskpik
dan kultur. Diagnosis laboratorium panoftalmitis se7ara integral berkaitan
dengan terapinya. 9iasanya 7airan badan ka7a 17orpus -itreum4 diambil
untuk 7ontoh pada aktu dikerjakan debridemen rongga badan ka7a
1-itrekomi4.
E" Ren7ana Te!a%i
Pada tahap aal( tepi luka( baik itu luka karena operasi atau ke7elakaan(
harus di 7auterisasi dengan asam carbolic murni. Pengobatan dengan antibiotik
dosis tinggi lokal dan sistemik harus segera dimulai( seperti Vancomycin dan obat.
obat sulfa( misalnya Trimethoprim-sulfamethoxazole. Deksametason Ea fosfat $
mg( neomisina 3(/ mg( polimiksina 9 sulfat 5))) U0 1kandungan tiap ml tetes
mata atau g salep mata4.
Cika peradangan terjadi pada segmen anterior bola mata( pengobatan yang
intensif dengan kompres hangat( atropin lokal dan sulfonamide sistemik serta
antibiotik sebaiknya diperiksa kemajuannya. Cika penyebabnya jamur diberikan
amfotererisin 9$/) mikrogram sub konjungti-a( flusitosin( ketokona?ol se7ara
sistemik( dan -itrektomi.
Penyebab parasit 1toxoplasma4 diberikan pyrimetamine( &/ mg peroral per
hari( sulfadia?ine( )(/ g per oral empat kali sehari selama * minggu. Selain itu mg
kalsium leuko-orin per oral dua kali seminggu( dan urin harus tetap dijaga agar
tetap alkalis dengan minum satu sendok teh natrium bikarbonat setiap hari.
%lternatif lain 7lindami7yn( 3)) mg per oral empat kali sehari( dengan
trisulfapyrimidine( )(/.$ g peroral empat kali sehari. %ntibiotik lain spiramy7in
dan mino7y7line. Toksokakariasis okuler pengobatan dengan kortikosteroid se7ara
sistemik atau periokuler bila ada tanda reaksi radang intra okuler(
dipertimbangkan -itrektomi pada pasien dengan fibrosis -itreus nyata.
Sedangkan bila penyebabnya -irus dapat diberikan sulfasetamid dan
anti-irus 10DU4. %pabila mata sudah tidak dapat diselamatkan lagi harus segera
dilakukan e-iserasi.
E8ise!asi
%dalah suatu tindakan operasi dimana isi bola mata dikeluarkan dan s7leral 7up
disingkirkan. :al ini biasanya dilakukan pada kasus supuratif intra.o7ular
1panoftalmitis4( perdarahan anterior staphyloma dan trauma penetrans pada bola
mata dengan keluarnya isi bola mata.
Anestesi
%nestesi umum dianjurkan pada anak.anak( sedangkan pada orang deasa operasi
dapat dilakukan dengan anastesi lokal dengan trans,uili?er sistemik. 0nfiltrasi *
ml( & 6 larutan ligno7aine hydro7hlor ke dalam jaringan retrobulber akan
mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada saat operasi. 0nfiltrasi
subkonjungti-a pada anestesi disekeliling kornea membantu memisahkan
7onjungti-a dari bola mata dengan mudah.
Tinakan O%e!asi
Kulit kelopak mata disterilkan dengan larutan sa-lon dan 7onjungti-a
diirigasi dengan larutan garam fisiologis. Dan pada umumnya eye spekulum
disisipkan untuk membuka kelopak mata. Kemudian dilakukan irisan 7ir7um.
7orneal pada 7onjungti-a bulbi yang mengelilingi limbus. "onjungti-a bulbi
dengan kapsul TenonDs dipisahkan dari bola mata ke fornik. @alu dibuat irisan
sirkuler pada s7lero.7ornea dan kornea terpisah. Pada bagian tepi s7leral 7up
kemudian di geser dengan forsep arteri dan isi bola mata dikeluarkan dengan
s7oop.
:ati.hati pada saat proses mengeluarkan semua jaringan u-ea dari dalam
permukaan s7leral 7up( karena bagian portio pada s7lera mungkin saja terkena.
Untuk memastikan agar tekanan tetap seimbang maka kelopak mata ditutup
dengan memasangan perban.
Setela& O%e!asi
Pemakaian pertama kali sebaiknya setelah *' jam dan setiap &* jam selama 8 hari.
Pasien sebaiknya raat jalan pada hari ke.8. Mata buatan mungkin akan
menyesuaikan setelah 3.* minggu.
F" P!ognosis
Prognosis mata yang terinfeksi oleh staphylococcus epidermidis
keadaannya lebih baik( tetapi jika infeksinya karena Pseudomonas atau spesies
gram negatif lainnya prognosisnya tetap buruk dan sangat buruk terutama bila
disebabkan jamur atau parasit.
BAB III
(ESIMP-LAN
$. Panoftalmitis merupakan peradangan pada seluruh bola mata yang juga
termasuk sklera dan kapsul Tenon sehingga bola mata merupakan rongga
abses.
2. Penyebab panoftalmitis yaitu Streptococcus, Staphylococcus dan 2.7oli(
jamur 1seperti Candida albicans( :istoplasma( Cryptococcus( dll4( parasit
1seperti To=oplasma( To=o7ara( dll4( serta -irus 1sepert "M;( :0;( dll4.
3. 0nfeksi yang masuk kedalam bola mata dapat melalui peredaran darah
1se7ara endogen4 atau perforasi dari bola mata 1se7ara eksogen4( dan dapat
pula merupakan akibat tukak kornea perforasi.
*. Prognosis untuk mata yang terinfeksi oleh staphylococcus epidermidis
keadaannya lebih baik( tetapi jika infeksinya karena Pseudomonas atau
spesies gram negatif lainnya prognosisnya buruk.
DAFTAR P-STA(A
2gan( Daniel. &)$3. 2ndophtalmitis. edscape !eference"
0lyas( S.( 0lmu Penyakit Mata( 2disi 3( 9alai Penerbit FKU0( Cakarta( &)$) ! $88.
$8'.
Cames( 9ru7e( dkk( @e7ture Eotes Fftalmologi( 2disi <( Penerbit 2rlangga(
Cakarta( &))5.
0lyas( S.( %tlas 0lmu Penyakit Mata( Sagung Seto( Cakarta( &))$! /3.
;augh( Daniel #.( Fftalmologi Umum( 2disi $*( Aidya Medika( Cakarta( &)))!
$//.$5/.
Radjamin( Tamin( R.K.( dkk( 0lmu Penyakit Mata( %irlangga Uni-ersity Press(
Surabaya( $<<'! '/.<&.
;eselino-i7( D.( ;eselino-i7( %. &))<. 2ndoftalmitis. #cta edica edianae
$%%&'()*+,-./-/$"