You are on page 1of 26

LAPORAN

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH


PREFERENSI HAMA
Oleh
Nama : Dwi Novia Sai
NIM : !"#$%$"$!!!!"&'
Kelom(o) : Kami*+ !!,$$-!",%#
A*i*.e/ : Kamella E/0a* P,
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNI1ERSITAS BRA2I3A4A
MALANG
"$!%
BAB I
PENDAHULUAN
!,! La.a Bela)a/5
Pemenuhan kebutuhan pangan nasional baik beras maupun palawija perlu diimbangi
dengan penanganan pascapanen yang baik. Penyimpanan merupakan salah satu mata rantai
penanganan pascapanen yang sangat penting. Produk pertanian yang dihasilakan oleh petani
perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu sebelum sampai pada konsumennya. Hal ini
berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan yang melimpah pada saat musim panen,
sehingga menyebabkan sebagian besar bahan pangan harus disimpan untuk dapat digunakan
pada waktu tertentu saat masyarakat membutuhkan. Akan tetapi dalam penyimpanan sering
terjadi kehilangan atau penurunan bahan pangan yang disimpan, hal ini disebabkan oleh
adanya hama dalam pasca panen atau sering disebut hama gudang. Hama gudang merupakan
hama yang sering menyerang bahan-bahan makanan manusia yang sudah dalam
penyimpanan dan gejala yang ditimbulkan sangat merugikan. Walaupun hama gudang
(produk dalam simpanan) ini hidupnya dalam ruang lingkup yang terbatas, karena ternyata
tidak sedikit pula anis dan spesiesnya masing-masing memiliki si!at sendiri, klasi!ikasi atau
penggolongan hama yang menyerang produk dalam gudang untuk lebih mengenalnya dan
lebih mudah mempelajarinya telah dilakukan oleh para ahli taksonomi ("argbinson, #$$#).
%ehilangan hasil akibat hama pasca paen pada biji & bijian diperkirakan mencapai '$ & ()*.
Hama gudang mempunyai si!at yang khusus yang berlainan dengan hama & hama yang
menyerang di lapangan, hal ini berkaitan dengan ruang likup hidupnya yang terbatas yang
tentunya memberikan pengaruh !aktor luar yang terbatas pula.
+erangga hama gudang menyerang bahan-bahan pangan tertentu yang sesuai dengan
kebutuhan. +elain komoditi yang berbeda serangga hama gudang juga mempunyai siklus
hidup yang berbeda, dalam hal ini yaitu waktu yang diperlukan untuk siklus hidupnya. +alah
satu ciri spesi!ik dari serangga hama gudang adalah mengalami metamor!osis yang
sempurna, yaitu dari telur, lar,a, pupa, dan imago.Hama & hama yang terdapat dalam gudang
tidak hanya menyerang produk yang baru dipanen saja melainkan juga produk industri hasil
pertanian. Produk tanaman yang disimpan dalam gudang yang terserang hama tidak hanya
terbatas pada produk biji & bijian melainkan juga produk berupa daun & daunan dan kayu &
kayuan. %acang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang rentan
terhadap serangan hama gudang. Hama gudang yang sering menyerang biji kacang hijau
adalah Callosobruchus macalatus. Hama ini tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis
dan subtropis. Hama ini bersi!at poli!ag, namun imagonya lebih menyukai komoditas kacang
hijau. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas benih yang sangat ditentukan oleh si!at !isik
(kekerasan tekstur, permukaan biji, ukuran, bentuk dan ketebalan kulit biji). oleh sebab itu
maka perlu penanganan masalah hama gudang untuk mengurangi penurunan produk hasil
pertanian yang berada dalam gudang karena serangan hama pasca panen.
!," T676a/
-ujuan dari praktikum hama gudang adalah untuk mengetahui hubungan jenis pakan
terhadap tingkat pre!erensi hama Sitophilus oryzae dan Callosobruchus shinensis serta
mengetahui jenis-jenis hama yang menyerang tempat-tempat penyimpanan hasil-hasil
pertanian serta gejala serangannya.
!,8 Ma/9aa.
.an!aat yang didapat dari hasil pengamatan adalah dapat mengetahui hubungan
antara jenis pakan terhadap tingkat pre!erensi hama Sitophilus oryzae dan Callosobruchus
shinensis.
BAB II
TIN3AUAN PUSTAKA
",! De9i/i*i Hama G60a/5
/nsect pest sware house is biological !actors that can cause damage to !ood stu!!s during
storage. 0,er lldamage resulting !rominsectreaches1-'$* o!!oodstored.
(+erangga hama gudang merupakana !aktor biologis yang dapat menyebabkan kerusakan
bahan pangan selama penyimpanan. +ecara keseluruhan kerusakan yang diakibatkan
serangga mencapai 1-'$* dari bahan pangan yang disimpan)
(.orallo-2ejesus, '3)4)
+torage pests, name lydisrupti,e orde structi,e pests in storage ware house.
(Hama 5udang adalah Hama yang mengganggu atau merusak di dalam gudang
penyimpanan).
(.anly, '33))
Warehouse pest insects generally attack the place o! storage products (warehouse).
Warehouse pests potentially cause yield loss during storage products. 6ield losses caused
by pests warehouse can reach '$-'1* o! the contents o! the warehouse. /nsect pests are
insect barn that had adapted well to the storage en,ironment.
(Hama gudang pada umumnya serangga yang menyerang produk ditempat penyimpanan
(gudang). Hama gudang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil selama produk dalam
penyimpanan. %ehilangan hasil yang disebabkan oleh hama gudang dapat mencapai '$ &
'1* dari isi gudang. +erangga hama gudang adalah serangga yang telah teradaptasi pada
lingkungan penyimpanan dengan baik).
(Wagianto, '33')
2.2 Sitophilus oryzae
5ambar '. Sitophilus oryzae
+umber7 Anonymous (#$'8)
#.#.' .or!ologi
%umbang muda dan dewasa berwarna cokelat agak kemerahan, setelah tua warnanya
berubah menjadi hitam. -erdapat 8 bercak berwarna kuningagak kemerahan pada sayap
bagian depan, # bercak pada sayap sebelah kiri, dan # bercak pada sayap sebelah kanan.
Panjang tubuh kumbang dewasa 9 (,1-1 mm, tergantung dari tempat hidup lar,anya. Apabila
kumbang hidup pada jagung, ukuran rata-rata 9 8,1 mm, sedang pada beras hanya 9 (,1 mm.
lar,a kumbang tidak berkaki, berwarna putih atau jernih dan ketika bergerak akan
membentuk dirinya dalam keadaan agak membulat. Pupa kumbang ini tampak seperti
kumbang dewasa (:aynienay, #$$4).
%umbang betina dapat mencapai umur (-1 bulan dan dapat menghasilkan telur
sampai ($$-8$$ butir. -elur diletakkan pada tiap butir beras yang telah dilubangi terlebih
dahulu. ;ubang gerekan biasanya dibut sedalam ' mm dan telur yang dimasukkan ke dalam
lubang tersebut dengan bantuan moncongnya adalah telur yang berbentuk lonjong. +tadia
telur berlangsung selama 9 ) hari. ;ar,a yng telah menetas akan langsung menggerek butiran
beras yang menjadi tempat hidupnya. +elama beberap waktu, lar,a akan tetap berada di
lubang gerekan, demikian pula imagonya juga akan berada di dalam lubang selama 9 1 hari.
+iklus hidup hama ini sekitar #4-3$ hari, tetapi umumnya selama 9 (' hari. Panjang
pendeknya siklus hidup ham ini tergantung pada temperatur ruang simpan, kelembapan di
ruang simpan, dan jenis produk yang diserang (:aynienay, #$$4).
Sitophilus oryzae dikenal sebagai bubuk beras (rice weevil). Hama ini bersi!at
kosmopolit atau tersebar luas di berbagai tempat di dunia. %erusakan yang ditimbulkan oleh
hama ini termasuk berat, bahkan sering dianggap sebagai hama paling merugikan produk
pepadian. Hama (Sitophilus oryzae) bersi!at poli!ag, selain merusak butiranberas, juga
merusak simpanan jagung, padi, kacang tanah, gaplek, kopra, dan butiran lainnya. Akibat
dari serangan hama ini, butir beras menjadi berlubang kecil-kecil, tetapi karena ada beberapa
lubang pada satu butir, akan menjadikan butiran beras yang terserang menjadi mudah pecah
dan remuk seperti tepung. %ualitas beras akan rusak sama sekali akibat serangan hama ini
yang bercampur dengan air liur hama.
#.#.# <aur Hidup
S.oryzae mengalami metamor!osis sempurna dengan perkembangan telur hingga
imago selama (1 hari di daerah tropis, dan ''$ hari di daerah beriklim dingin. ;ingkungan
paling sesuai bagi perkembangan gama ini adalah pada suhu #1-#)
o
= dan kelembaban udara
)$*. 2ata-rata masa hindup imago 8-1 bulan, tetapi beberapa indi,idu mampu hidup hingga
satu tahun.
"etina bertelur selama hidupnya dengan !ekunditas total ($$-8$$ butir, tetapi hanya 9
'1$ telur yang diletakkan dengan pucuk o,iposisi pada kualitas beras dan suhu lingkungan
penyimpanan. /mago betina membuat lubang kecil pada permukaan beras. "ertelur di lubang
tersebut, dan menutupnya kembali dengan semacam >at lilin (eggplug) yang dikeluarkan dari
mulutnya.
-elur menetas (-? hari, lar,a tidak bertungkai (apoda), dan melalui empat instar
selama 9#1 hari dan sebelumnya menjadi pupa. Pada suhu '4
o
=, stadia lar,a berlangsung
934 hari. +etelah tujuh hari sebagai pupa, imago muncul dan hanya menyisakan selaput kulit
luar beras. Apabila menyerang gabah, imago keluar dengan membuat lubang pada
(:aynienay, #$$4).
#.#.( =ara pengendalian
'. Pengelolaan tanaman.
+erangan di lapang dapat terjadi jika tongkol terbuka. Pengelola tanaman untuk
meminimalkan serangan hama, terutama penggerek batang dan penggerek tongkol,
dapat mengurangi serangan kumbang bubuk di lapang. -anaman yang kekeringan dan
dengan pemberian pupuk dengan takaran rendah mudah terin!eksi busuk tongkol,
sehingga mudah pula terserang hama kumbang bubuk. Panen yang tepat pada saat
jagung mencapai masak !isiologis yang ditandai oleh adanya lapisan hitam pada ujung
biji bagian dalam dapat mengurangi serangan kumbang bubuk. Panen yang tertunda
dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan biji di penyimpanan.
#. @arietas tanaman
Penggunaan ,arietas yang mengandung asam !enolat tinggi dan asam amino
rendah dapat menekan perkembangan kumbang bubuk. 5alur yang relati! tinggi
kandungan asam !enolat dan asam aminonya antara lain adalah A=20++ 4)?#, +33 -;
WA (BC<), +33 -; 6A-A, dan -0.D5/E.. @arietas yang mempunyai penutupan
kelobot yang baik disukai oleh petani yang menyimpan jagungnya dalam bentuk
kelobot, karena dapat memperlambat serangan hama kumbang bubuk. @arietas tahan
masih dalam tahap penelitian dan perakitan di =/..6-, .eksiko. .ekanisme
ketahanannya sudah diketahui, yaitu mempunyai kekerasan biji dan tingginya
kandungan asam !erulik atau asam !enolat.
(. %ebersihan dan pengelolaan gudang
%ebanyakan hama gudang cenderung bersembunyi atau melakukan hibernasi
pada saat gudang kosong. 0leh karena itu, pengendalian hama di dalam gudang
di!okuskan pada kebersihan gudang. Higienis adalah aspek penting dalam strategi
pengendalian terpadu, yang bertujuan untuk mengeliminasi populasi serangga yang
dapat terbawa pada penyimpanan berikutnya. -aktik yang digunakan termasuk
membersihkan semua struktur gudang dan membakar semua biji yang terkontaminasi
dan membuang dari gudang. %arung-karung bekas yang masih berisi sisa biji harus
dibuang. +emua struktur gudang harus diperbaiki, termasuk dinding yang retak-retak di
mana serangga dapat bersembunyi, dan memberi perlakuan insektisida pada dinding
maupun pla!on gudang. +emua kegiatan ini harus diselesaikan dua minggu sebelum
penyimpanan jagung.
8. Persiapan biji yang disimpan
Parameter penting yang dapat mempengaruhi kualitas biji, adalah kadar air biji.
%adar air biji F'#* dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Pada kadar air
4*, kumbang bubuk tidak dapat merusak biji. Populasi kumbang bubuk meningkat
pada kadar air biji '1* atau lebih.
1. Pengendalian secara !isik dan mekanis.
;ingkungan perlu dimanipulasi secara !isik agar tidak terjadi pertambahan
populasi serangga. Pada suhu lebih rendah dari 1$= dan di atas (1$=, perkembangan
serangga akan berhenti. Penjemuran dapat menghambat perkembangan kumbang
bubuk. +ortasi dengan memisahkan biji rusak yang terin!eksi oleh serangga dengan biji
sehat (utuh) termasuk cara untuk menekanm perkembangan serangga.
?. "ahan nabati.
"ahan nabati yang digunakan untuk melindungi biji di penyimpanan ber,ariasi,
bergantung pada daerah dan masyarakatnya serta ketersediaan tanaman dan metode
penyediaannya. "ahan nabati yang dapat digunakan yaitu daun Annona sp., Hyptis
spricigera, ;antana camara, daun Ageratum cony>oides, dan =hromolaena odorata,
akar %haya senegelensis, Acorus calamus, bunga Pyrethrum sp., =apsicum sp., dan
tepung biji Annona sp. dan .elia sp.
). Pengendalian hayati.
Pengendalian dengan meman!aatkan musuh alami dimaksudkan untuk
menurunkan atau menekan populasi hama. Penggunaan agensi patogen dapat
mengendalikan kumbang bubuk. Aplikasi "eau,eria bassiana pada konsentrasi '$3
konidiaCml dengan takaran #$ mlCkg biji dapat membunuh 1$* kumbang bubuk.
Penggunaan parasitoid Anisopteromalus calandrae (Howard) juga mampu menekan
perkembangan kumbang bubuk.
4. Bumigasi.
Bumigan merupakan senyawa kimia, yang dalam suhu dan tekanan tertentu
berbentuk gas, dapat membunuh seranggaChama melalui sistem perna!asan. Bumigasi
dapat dilakukan pada tumpukan komoditas, kemudian ditutup rapat dengan lembaran
plastik. Bumigasi dapat pula dilakukan pada penyimpanan sistem kedap udara, seperti
penyimpanan dalam silo dengan menggunakan kaleng yang dibuat kedap udara atau
pengemasan dengan menggunakan jerigen plastik, botol yang diisi sampai penuh
kemudian mulut botol atau jerigen dilapisi dengan para!in untuk penyimpanan skala
kecil. enis !umigan yang paling banyak digunakan adalah phospine (PH() dan methyl
bromida (=H("r).
("orror et.al., '33?)
2.3 Callosobruchus macalatus
5ambar #. Callosobruchus macalatus
+umber7 Anonymous (#$'8)
#.(.' .or!ologi
Callosobruchus chinensis merupakan hama primer pada biji kacang-kacangan
terutama kacang hijau. +erangga ini termasuk 0rdo =oleoptera dan Bamily "ruchidae
serta kecenderunganmenyerang kacang hijau sesaat setelah di panen dan ketika pada
masa penyimpanan. C. chinensisadalah jenis serangga yang memiliki tubuh pendek namun
kuat dengan capit dan kepala mengecil serta bagian belakang (posterior) abdomen lebih
lebar. +atu ruas abdomen terakhir tampak terlihat (seluruh atau sebagian). .emiliki dua
bintik putih pada batas panta dan sebuah noda hitam yang mencolok pada masing-masing
penutupsayap. %umbang jantan memiliki antena bergerigi.+erangga ini banyak ditemukan
di wilayah tropis dan subtropis. -iap matanya berbentuk lebar dengan punggung yang
membesar dari pada bagian dasar antena. Panjangnya sekitar ',?-1,) mm.
#.(.# <aur Hidup
+iklus Hidup Callosobruchus chinensis (;.) /nduk =. chinensis mempunyai
peranan penting dalam pemilihan inang untuk meletakkan telurnya (A,ido, et al. '3?1).
-elur C. chinensis berbentuk lonjong dan berwarna keputihan. %umbang betina dapat
memproduksi telur hingga '1$ butir. -elur ditempatkan pada permukaan biji yang disimpan
dan umumnya menetas setelah (-8 hari pada suhu #8,8-($,)G= dengan kelembaban nisbi
?),1-4#,?*. .asa lar,a berlangsung sekitar '8 hari dan masa kepompong 8-? hari
(%artasaputra, '34)). +iklus hidup serangga ini adalah #1-(1 hari, umur imago betina
'-# minggu (imago tidak makan). %ondisi optimum serangga ini adalah pada suhu (# o=
dan 2H 3$*. -elur diletakan di permukaan biji, satu telur per biji. ;ar,a dan pupa
hidup di dalam biji sehingga cepat merusak kacang hijau
%erusakan yang diakibatkan Callosobruchus chinensis (;.) .enurut %artasaputra
('34)), =. chinensis mulai menyerang biji sejak di lapangan sampai tempat
penyimpanan. %ehilangan hasil akibat in!estasi =. chinensis mencapai )$*. +erangga ini
menetap di dalam biji serta merusak kacang hijau makanan manusia dan bijiyang telah
dirusak tidak bisa ditanam kembali. %ondisi biji yang diserang oleh serangga ini, awalnya
memiliki bintik-bintik dan selanjutnya biji tersebut terlihat berlubang.
5ambar (. Callosobruchus macalatus
+umber7 Anonymous (#$'8)
#.(.( =ara Pengendalian
Pengendalian hama ini yakni melalui pengaturan suhu, kelembaban dalam tempat
penyimpanan untuk menciptakan lingkungan yang tidak sesuai bagi perkembangan serangga,
membangun tempat penyimpanan berbahan dasar pasir, tanah liat dankayu jati untuk
melindungi biji-bijian sesuai skala penyimpanan, tambahkan bahan dari tumbuhan seperti
bibit neem, daun neem, dan minyak neem karena mengandung senyawa kimia penolak hama
dalamsimpanan. Peman!aatan patogen hama gudang misalnya bakteri Bacillus thuringiensis
dengan aplikasi secara langsung pada komoditas simpanan atau aplikasi dengan cara
disebarkan pada perangkap. peman!aatan musuh alami (predator dan parasitoid) pada
tempatpenyimpanan, dan penggunaan genotipe tahan terhadap serangan hama pasca panen
(Wagianto, A.5. '33').
BAB III
METODOLOGI
8,! 2a).6 0a/ Tem(a.
Praktikum -eknologi Produksi "enih dilaksanakan pada hari %amis, #8 April #$'8
jam ''.$$ & '#.'8 W/" di laboratorium gedung HP- Bakultas Pertanian Eni,ersitas
"rawijaya .alang.
8," Ala. 0a/ Baha/
(.#.' Alat
'. -imbangan 7 untuk menimbang bahan praktikum
#. =awan petri 7 untuk tempat meletakan bahan ketika ditimbang
(. 5elas AHua 7 untuk tempat beras dan hama ketika disimpan untuk dilakukan
pengamatan
(.#.# "ahan
'. "eras 2askin #$$$ butir 7 sebagai bahan perbandingan perlakuan
#. "eras /2?8 #$$$ butir 7 sebagai bahan perbandingan perlakuan
(. "eras Pandan Wangi #$$$ butir 7 sebagai bahan perbandingan perlakuan
8. %acang Hijau 8$$$ butir 7 sebagai bahan perbandingan perlakuan
1. %aret gelang 7 untuk melekatkan kain penutup pada gelas aHua
?. %ain 7 untuk menutup gelas aHua agar hama tidak hilang
). %ertas label 7 untuk menandai berbagai jenis perlakuan
4. Hama beras Sitophilus oryzae 7 sebagai bahan pengamatan hama gudang
penyerang
beras
3. Hama kacang hijau Callosobruchus macalatus 7 sebagai bahan pengamatan hama
gudang penyerang kacang hijau
Hitung tiap ,arietas beras sebanyak #$$$ "utir
Hitung kacang hijau masing-masing #$$$ butir untuk # perlakuan
8,8 :aa Ke7a
(.(.' =ara kerja perlakuan beras
(.(.# =ara kerja perlakuan kacang hijau
<itimbang dan dicatat
"eras dimasukkan ke gelas aHua
<itutup dengan kain dan diberi label
<imasukkan Sitophilus oryzae masing-masing
#$ ekor
<iamati selama 8 minggu
<itimbang dan dicatat
.asing-masing kacang hijau ' dan # dimasukkan ke dalam aHua
<itutup dengan kain dan diberi label
<imasukkan Callosobruchus macalatus masing-masing #$ ekor untuk
kacang hijau ' dan '$ ekor untuk kacang hijau #
#$ ekor
8,% A/ali*a Pela)6a/
(.8.' Analisa Perlakuan Pengamatan "eras
Pada praktikum pre!erensi hama Sitophilus oryzae dengan menggunakan tiga
jenis beras yang berbeda yaitu7 beras Pandan Wangi, /2?8 dan beras 2askin. ;angkah
pertama yang dilakukan mengambil #$$$ butir beras untuk tiap jenis beras , kemudian
timbang berat awal. .asukkan tiap jenis beras kedalam ( gelas aHua. +elanjutnya
.emasukkan #$ Sithophilus otyzae pada tiap gelas aHua. .enutup gelas aHua dengan
menggunakan kain kasa, hal ini dilakukan agar kutu beras tersebut tidak keluar dan masih
bisa bernapas didalam gelas aHua, dan ikat dengan karet gelang. +etelah selesai
melakukan pengamatan hingga #' hari. ;angkah terakhir yang dilakukan yaitu timbang
berat akhir pada tiap masing-masing jenis beras.
(.8.# Pengamatan %acang Hijau
Pada praktikum pre!erensi hama Callosobruchus chinensis dengan menggunakan
biji kacang hijau. ;angkah pertama yang dilakukan mengambil #$$$ butir %acang Hijau
kemudian .asukkan kedalam # gelas aHua dan timbang berat awal. +elanjutnya
.emasukkan '$ dan #$ Callosobruchus chinensis pada tiap gelas aHua. .enutup gelas
aHua dengan menggunakan kain kasa, hal ini dilakukan agar kutu beras tersebut tidak
keluar dan masing bisa bernapas didalam gelas aHua, dan ikat dengan karet gelang.
+etelah selesai melakukan pengamatan hingga #' hari. ;angkah terakhir yang dilakukan
yaitu timbang berat akhir pada tiap masing-masing %acang Hijau.
<iamati selama 8 minggu
BAB I1
HASIL DAN PEMBAHASAN
%,! Ha*il
8.'.' -abel Hasil Pengamatan
8.'.'.' Hasil Pengamatan Pada "eras
1aie.a* Bea. Bea*
Awal & HAS !% HAS "! HAS "% HAS
"eras /2 ?8 8$,4 g 8',#? g 8$,)1 g 8$,') g (3,41 g
"eras jatah 8$ g 8$,) 8$,(1 (3,38 (3,?(
"eras pandan
wangi
(? g (),? (),'? (?,)# (?,((
1aie.a* 36mlah Hama
Awal & HAS !% HAS "! HAS "% HAS
"eras /2 ?8
#$
H I '3,
. I '
H I '?,
. I (
H I '1,
. I '
HI '(,
. I #
"eras jatah
#$
H I #$,
. I $
H I '(,
. I )
H I '$,
. I (
H I '$,
. I $
"eras pandan
wangi
#$
H I #',
. I $
H I '),
. I 8
H I '1,
. I #
H I 3,
. I ?
%et 7 H I Hidup
. I .ati
8.'.'.# Hasil Pengamatan Pada %acang Hijau
Sam(el
Bea. )a;a/5 hi7a6
Awal & HAS !% HAS "! HAS "% HAS
'$ hama (A) '#3,4 g '#3, (8 g '#),83 g '#),#4 g '#),$( g
#$ Hama (") '($,) g '#4,(8 g '#),38 g '#),43 g '#4,$' g
Sam(el 36mlah hama
& HAS !% HAS "! HAS "% HAS
'$ hama (A) H I#,
. I 4
H I $,
. I $
H I ',
. I $
H I '),
. I $
#$ Hama (") H I $,
. I $
H I $,
. I $
H I $,
. I $
H I ?',
. I $
%et 7 H I Hidup
. I .ati
8.'.# 5ra!ik
8.'.#.' gra!ik Hasil Pengamatan .ingguan "erat

8.'.#.# 5ra!ik Hasil Pengamatan .ingguan umlah Hama

%," Pem<aha*a/ Pa).i)6m
8.#.' Pembahasan pada beras
Pada praktikum pre!erensi hama ini menggunakan ( bahan jenis beras sebagai
perbandingan perlakuan. "ahan yang digunakan yaitu beras /2?8, beras pandan wangi
dan beras raskin yang diperoleh hasil berat beras dan juga jumlah hama pada beras
mengalami !luktuasi, baik pada beras /2-?8, beras raskin maupun pandan wangi. "erat
beras dapat mengalami !luktuasi karena jumlah hama yang ada juga mengalami
!luktuasi.
.enurut bahwa tingkat kekerasan kulit, kadar air biji, warna, tekstur biji (ada
tidaknya bulu) dan komposisi senyawa yang dikandungnya sangat berpengaruh terhadap
kecenderungan serangga hama +itophilus ory>aes dalam memilih sumber makanan.
Hasil & hasil penelitian mencatat bahwa ,arietas yang berbulu keras dan kadar tanin
yang tinggi, mengalami kerusakan dengan tingkat skor kerusakan rendah, sebaliknya,
kulit yang lunak dengan kadar tanin yang rendah, skor kerusakannya nampak tinggi.
Benomena ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara kondisi !isikokimiawi
suatu biji terhadap tingkat kerusakan.
<ari hasil pengamatan selama #8 hari didapatkan hasil yaitu hasil berat awal beras
/2.?8 yaitu 8$,4 gram dan mengalami penyusutan pada berat akhir yaitu (3,41 gram.
Pada beras jatah didapatkan hasil berat awal 8$ gram dan mengalami penyusutan pada
berat akhir yaitu (3,?( gram. +edangkan pada beras pandan wangi diperoleh berat awal
(? gram dan berat akhir (?,(( gram.
Pada hasil pengamatan jumlah hama pada ketiga jenis beras yang berbeda
didapatkan hasil pada beras ,arietas /2.?8 jumlah hama pada awal yaitu #$ hama, dan
setelah #8 hari diperoleh hama hidup sebanyak '( imago dan yang mati sebanyak #
imago. +edangkan pada beras jatah jumlah hama pada awal yaitu #$ hama, dan setelah
#8 hari diperoleh hama hidup '$ imago dan tidak ada yang mati. +edangkan pada beras
pandan wangi didapatkan hasil jumlah hama pada awal yaitu #$ hama, dan setelah #8
hari diperoleh hama hidup sebanyak 3 dan yang mati sebanyak ? imago.
<ari hasil pengamatan berat beras maupun hama beras mengalami penurunan
berat maupun jumlah hama. Pada beras ,arietas pandan wangi menagalami penurunan
paling banyak, kemudian beras /2.?8 dan yang terakhir beras jatah raskin. +edangkan
pada pengamatan hama beras, hama paling banyak terdapat pada /2.?8 kemudian raskin
dan yang terakhir adalah pandan wangi. <apat disimpulkan bahwa penurunan berat
beras paling banyak adalah pada pandan wangi. +edangkan jumlah hama paling banyak
adalah pada /2?8. %edua jenis beras ini memiliki kualitas yang sangat bagus, sehingga
hama menyukai kdua beras tersebut. Hal tersebut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa
!aktor seperti penyebaran dan kelimpahan hama pada ,arietas pandan wangi yaitu
tergantung kesesuaian lingkungan dan makanan.
.enurut 6ayuk ('33$) bahwa hama Sitophilus oryzae lebih menyukai beras
pandan wangi. .akanan dan kandungan dalam makanan sangat mempengaruhi
pre!erensi hama. <an menurut 6asin (#$$3) Baktor lain yang mempengaruhi yaitu7 a)
kurangnya kandungan unsur yang diperlukan serangga, b) rendahnya kadar air bahan, c)
permukaan terlalu keras, bentuk material bahan yang kurang disenangi, misalnya beras
lebih disenangi dari pada gabah.
8.#.# Pembahasn pada kacang hijau
Pada praktikum kali ini menggunakan perbedaan perlakuan perbedaan jumlah
hama. Hama yang di jadikan sampel adalah '$ dan #$. <ari hasil pengamatan pada berat
kacang hijau selama #8 hari didapatkan hasil berat awal kacang hijau (A) yaitu '#3,4
gram dan setelah #8 hari menjadi '#),$(gram. +edangkan pada %acang Hijau (")
didapatkan hasil berat awal yaitu '($,) gram, dan setelah #8 hari menjadi '#4,$' gram.
Pada hasil pengamtan jumlah hama pada %acang Hijau (A) dan (") didapatkan
hasil pada %acang Hijau (A) jumlah hama pada awal yaitu '$ imago dan setelah #8 hari
menjadi ') hama yang hidup dan tidak terdapat hama mati. +edangkan %acang Hijau
(") jumlah hama pada awal yaitu #$ imago dan setelah #8 hari menjadi ?' hama yang
hidup dan tidak terdapat hama mati.
<ari hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa pada kacang hijau A
maupun " dengan jumlah '$ dan #$, antara berat kacang hijau tersebut dengan jumlah
hama berbanding lurus. Hal ini sesuai dengan pendapat -alekar J ;in ('33#) dalam
;estari Ejianti et.al., (#$'') menyatakan bahwa hama kacang hijau dapat menyerang
baik sebelum dan sesudah panen, dan jika biji yang terserang tersebut disimpan, hama
tersebut akan tumbuh dan berkembang serta meletakkan telur pada biji lainnya.
+erangan pada saat penyimpanan ini dapat mengakibatkan kerusakan biji secara total
hanya dalam waktu ( bulan.
.enurut %artasaputra ('34)), hama mulai menyerang biji sejak di lapang sampai
tempat penyimpanan. %ehilangan hasil akibat in!estasi =. chinensis mencapai )$*.
%umbang betina dapat memproduksi telur hingga '1$ butir. -elur ditempatkan pada
permukaan biji yang disimpan dan umumnya menetas setelah (-8 hari pada suhu #8,8-
($,)G= dengan kelembapan nisbi ?),1-4#,?*.
%,8 Pem<aha*a/ Soal
'. <ari gra!ik pengamatan saudara, apakah ada penambahan populasi Sitophilus oryzae pada
ketiga jenis berasK .engapa demikianK Apakah ,ariable tersebut sudah menunjukkan
bahwa ,arietas tertentu yang disukai oleh Sitophilus oryzaeK
1aie.a* 36mlah Hama
Awal & HAS !% HAS "! HAS "% HAS
"eras /2 ?8
#$
H I '3,
. I '
H I '?,
. I (
H I '1,
. I '
HI '(,
. I #
"eras jatah #$ H I #$, H I '(, H I '$, H I '$,
. I $ . I )
. I (
. I $
"eras pandan
wangi
#$
H I #',
. I $
H I '),
. I 8
H I '1,
. I #
H I 3,
. I ?
Penambahan Sitophilus oryzae terdapat pada ketiga jenis beras. %enaikan
populasi tertinggi pada beras /2?8. Hal ini menunjukkan bahwa beras /2?8 lebih disukai
hama yang ditunjukkan dengan penamabahan populasi paling banyak. Hal ini sesuai
dengan pendapat yang dikemukakan oleh 6ayuk ('33$) bahwa makanan dan kandungan
dalam makanan sangat mempengaruhi pre!erensi hama. +ementara itu kita tahu bahwa
beras Pandanwangi dan /2 ?8 memiliki kualitas yang jauh lebih baik jika dibandingkan
dengan raskin, tetapi justru menunjukkan kondisi yang berbeda.
Penambahan populasi hama ini menunjukkan bahwa pada beras Pandan Wangi
lebih disukai oleh hama.
#. <ari ketiga jenis beras, manakah yang memiliki kualitas bagus, sehingga disukai oleh
Sitophilus oryzaeK Apakah kualitas pada beras mempengaruhi pre!erensi Sitophilus
oryzaeK elaskan AlasannyaK "agaimana kualitas (kondisi) ketiga jenis beras setelah
akhir pengamatanK
awab 7
"erdasarkan data jumlah hama dan kualitas beras, beras jenis pandan wangi
merupakan beras dengan kualitas yang bagus, karena hama dapat berkembang biak
yang menyebabkan penurunan bobot dari beras pandan wangi yang cukup banyak
dibanding lainnya. %ualitas beras juga pastinya berpengaruh teradap pre!erensi
Sitphilus oryzae , karena kesesuaian makanan erat kaitannya dengan dinamika
serangga memilih sumber makanan yang cocok untuk pertumbuhan populasinya atau
dalam proses perkembangbiakan keturunannya. "anyak kemungkinan lain yang bisa
terjadi, hal itu bergantung pada sudut pandang dan pengetahuan yang dimiliki serta
literatur yang menunjang. %ondisi beras pada akhir pengamatan tidak sebaik pada
awal pengamatan yakni terdapat beberapa biji yang berlubang dan terdapat beras yang
menjadi tepung.
(. =arilah jurnal yang berhubungan dengan soal materi ini. +ertakan print out jurnal
sebagai acuan dalam menjawab soal. "erilah tanda (garis bawah atau stabilo) pada
kata yang menjadi acuan untuk menjawab.
awab 7 dilampiran
8. Ambil 1-'$ sample dari masing-masing jenis beras da kacang hijau yang telah rusak,
dokumentasikan secara jelas gejala yang terdapat pada permukaan beras. gunakan
kamera dgn resolusi yang bagus untuk hasil dokumentasi yang jelas.
awab 7 dilampiran
BAB 1
PENUTUP
#,! Ke*im(6la/
Sitophilus oryzae dikenal sebagai bubuk beras (rice weevil). Hama ini bersi!at kosmopolit
atau tersebar luas di berbagai tempat di dunia. %erusakan yang ditimbulkan oleh hama ini
termasuk berat, bahkan sering dianggap sebagai hama paling merugikan produk pepadian.
Callosobruchus chinensis merupakan hama primer pada biji kacang-kacangan terutama
kacang hijau. +erangga ini termasuk 0rdo =oleoptera dan Bamily "ruchidae serta
kecenderunganmenyerang kacang hijau sesaat setelah di panen dan ketika pada masa
penyimpanan.
<ari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penurunan berat beras paling banyak adalah
pada pandan wangi. +edangkan jumlah hama paling banyak adalah pada /2?8. %edua jenis
beras ini memiliki kualitas yang sangat bagus, sehingga hama menyukai kdua beras tersebut.
Hal tersebut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa !aktor seperti penyebaran dan kelimpahan
hama pada ,arietas pandan wangi yaitu tergantung kesesuaian lingkungan dan makanan.
+edangkan dari hasil pengamatan pada kacang hijau A maupun " dengan jumlah perlakuan
hama '$ dan #$, antara berat kacang hijau dengan jumlah hama berbanding lurus.
#," Saa/ 0a/ Ki.i)
Entuk asisten 7 lebih ontime lagi dan praktikum lebih dikondisikan lagi
Entuk praktikum 7 sebaiknya pengamatan saat praktikum didampingi oleh asisten
DAFTAR PUSTAKA
A,ido,, A.+.W., Applebeam, and ... "oulinger. '3?1. Physiologycal aspects o! host speci!ity
the "ruchidae. // 0,ipositional pre!erence and beha,ior o! =. chinensis (;.).
"orror, <.., -riplehorn, =.A and :.B. ohnson. '33?. Pengenalan Pelajaran serangga. Ddisi
@/. E5. Press, 6ogyakarta. h. 14?
=hamp, ".2. dan =. D. <yte. '3)?. BA0 5lobal +ur,ey o! Pesticide, +usceptibility o! +tored
5rain Pest. BA0 o! Enited :ation, 2ome.
Hadipranoto, <.+. '348. Kualitas dan Aanalisis Kualitas Beras dan abah. "P-P "E;05
-ambun.
Husain, /. '34#. -he susceptibility o! milled rice and rough rice attack by Sitophilus oryzae (;in)
and Sitophilus zeamais (.otsch). "ogor /ndonesia."iotrop.
ones, B. 5. W. dan .. 5. ones, '3)8. Pest Bield =rops. Ddward Arnold, ;ondon. 884p
%alsho,en, ;.D. '34'. -he Pest o! =rops in /ndonesia. 2i,ised and translated by P.A. @ander
;aan with Assistance o! 5.;.H. 2othsid. P-. /khtiar "aru- @an Hoe,en. akarta.
%artasapoetra. '33'. !ama !asil "anaman #alam udang. akarta7 P- 2/:%A =/P-A
%artasaputra, A. 5. '34). Hama Hasil -anaman dalam 5udang. "ina Aksara. akarta.
.anly, ". B . 2andomi>ation and .onte =arlo methods in biology. '33). =hapman J Hall
:ew 6ork.
.orallo rojesus, '3)4. +tored 5rains Pest Problems and research :eeds in +outh east Asia.
+DA2=A Pro!esional ;ecture in Dntomology. uli #', '3)4
:aynienay, #$$4. http7CCnaynienay.wordpress.comC#$$4C$'C#4Ctentang-hama- tumbuhanC. <i
akses pada tanggal ## .ei #$'8
Payne, 5.A. #$$(. A$lto%in in maize. &evplan. http7CCwww. pesthouseinsect .com , diakses tanggal
'3 .ei #$'8
Pranata, 2./. '34#, 'engantar Biologi !ama udang. "/0-20P, "ogor.
Wagianto. A.5. '33'. !ama(hama "anaman dalam udang. akarta7 "umi Aksara /khtiar
LAMPIRAN
.acam-macam @arietas yang digunakan pada praktikum Hama 5udang
Pandan Wangi /2 ?8 2askin
<okumentasi saat penimbangan beras