You are on page 1of 43

REFERAT

“DEMAM TYPHOID”
Oleh :
MIRZA HELTOMI, S.ked
0831019
Pe!"#!"#$% : d&. M'h"(" M(h'!!'d),S*.A.M.+,
-EPA.ITRAA. -LI.I- SE.IOR /A0IA. A.A-
RS1D TASI-MALAYA FA-1LTAS -EDO-TERA.
1.I2ERSITAS MALAHAYATI
/A.DARLAMP1.0
3013
-ATA PE.0A.TAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga referat yang berjudul “Demam
Typhid! ini bisa selesai tepat pada "aktu yang telah ditentukan#
Referat ini disusun untuk memenuhi tugas di stase $nak pada Kepaniteraan
Klinik %enir di R%&D Tasikmalaya# %aya mengu'apkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada dr# Mahbub Muhammady( %p#$( M#s' selaku pembimbing di stase
$nak yang telah memberikan bimbinganya( sehingga saya dapat menyelesaikan referat
ini dengan baik# Dan tidak lupa saya mengu'apkan terima kasih kepada teman-teman
yang ikut membantu dalam penulisan referat ini#
Referat ini tentunya tidak luput dari kesalahan ataupun kekurangan( leh karena
itu kritik dan saran yang sangat membangun sangat saya harapkan demi perbaikan
kedepannya# %emga referat ini dapat bermanfaat bagi mahasis"a )akultas kedkteran
khususnya dan bagi pemba'a serta masyarakat pada umumnya#
Tasikmalaya (*+ mei *,-+
Mir.a /eltmi( %#ked
A. L'4'& /el'k'$%
Demam tifid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut pada usus
halus yang disebabkan leh %almnella enteri'a sertype typhi 0Salmonella typhi1#
Demam tifid ditandai dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai
gangguan pada saluran pen'ernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran#
0 Pramitasari( 2P#*,-+1
Demam typid salah satu sindrm klinis dari demam entrik yang dihasilkan
rganisme Salmonella tertentu# Demam typid atau typus abdminalis banyak
ditemukan dalam kehidupan masyarakat( baik diperktaan maupun pedesaan#
Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kualitas yang mendalam dari /igieni
pribadi dan sanitasi lingkungan seperti( /igienie perrangan dan higieni penjamah
makanan yang rendah( lingkungan yang kumuh( kebersihan tempat 3 tempat umum
0rumah makan( restrant1 yang kurang serta prilaku masyarakat yang tidak
mendukung untuk hidup sehat#0KMK n +45 menkes#*,,41
$ngka kejadian demam tifid 0typhoid fever1 diketahui lebih tinggi pada
negara yang sedang berkembang di daerah trpis( sehingga tak heran jika demam
tifid atau tifus abdminalis banyak ditemukan di negara kita# Di 6ndnesia sendiri(
demam tifid masih merupakan penyakit endemik dan menjadi masalah kesehatan
yang serius# Demam tifid erat kaitannya dengan higiene perrangan dan sanitasi
lingkungan# 0/adinegr#*,--1
6nsiden sangat menurun dinegara maju# Di $merika %erikat sekitar 5,,
kasus demam typid dilaprkan setiap tahun( memeberikan insiden tahunan kurang
dari ,(* per -,,#,,,( yang serupa dengan insiden tahunan di Erpa dan 7epang# Di
Erpa %elatan insiden tahunan adalah 5(+ 3 -5(8 per -,,#,,,# Di Negara yang sedang
berkembang S. typhi sering merupakan islat Salmonella yang paling sering( dengan
insiden yang dapat men'apai 8,, per -,,#,, 0,(891 dan angka mrtalitas tinggi#
2rganisasi Kesehatan Dunia 0:/21 telah memperkirakan bah"a -*(8 juta kasus
terjadi setiap tahun diseluruh dunia 0tidak termasuk ;ina1# 06lmu Kesehatan $nak
Nelsn *,,,1
<adan Kesehatan Dunia 0:/21 memperkirakan jumlah kasus demam tifid
di seluruh dunia men'apai -4-++ juta dengan 8,,-4,, ribu kematian tiap tahunnya#
Demam tifid merupakan penyakit infeksi menular yang dapat terjadi pada anak
maupun de"asa# $nak merupakan yang paling rentan terkena demam tifid(
"alaupun gejala yang dialami anak lebih ringan dari de"asa# Di hampir semua
daerah endemik( insidensi demam tifid banyak terjadi pada anak usia 8--= tahun#
0/adinegr#*,--1
Di 6ndnesia( typid jarang dijumpai se'ara epidemis tapi bersifat endemis
dan banyak dijumpai di kta 3 kta besar# Tidak ada perbedaan yang nyata insidens
typid pada pria dengan "anita# 6nsiden tertinggi didapatkan pada remaja dan
de"asa muda# %imanjuntak 0-==,1 mengemukakan bah"a insiden typid di
6ndnesia masih sangat tinggi berkisar +8, 3 >-, per -,,#,,, penduduk# Demikian
juga dari telaah kasus demam typid di rumah sakit besar di 6ndnesia( menunjukan
angka kesakitan 'enderung meningkat setiap tahun dengan rata 3 rata 8,,?-,,#,,,
penduduk# $ngka kematian diperkirakan sekitar ,(4 3 8 9 sebagai akibat dari
keterlambatan mendapaat pengbatan serta tinggi biaya pengbatan#

0KMK n +45
menkes#*,,41
Demam tifid endemis di negara berkembang khususnya $sia Tenggara#
%ebuah penelitian berbasis ppulasi yang melibatkan -+ negara di berbagai benua(
melaprkan bah"a selama tahun *,,, terdapat *-#48,#=@5 kasus demam tifid
dengan angka kematian -,9# 6nsidens demam tifid pada anak tertinggi ditemukan
pada kelmpk usia 8--8 tahun# 6ndnesia merupakan salah satu negara dengan
insidens demam tifid( pada kelmpk umur 8--8 tahun dilaprkan ->,(+ per
-,,(,,, penduduk#0%ndang %idabutar A /indra ira"an %atari#*,-,1
Di Negara yang telah maju typid masih ada( bersifat spradi' terutama
sehubungan dengan kegiatan "isata ke Negara 3negara yang sedang berkembang# Di
&%$ insiden typid tidak berbeda antara laki - laki dan "anita# Karier intestinal
krnik lebih banyak dijumpai pada perempuan dengan perbandingan +(48B- dengan
laki 3 laki# Kurang lebih >89 karier ini dijumpai pada "anita diatas 8, tahun# %e'ara
umum insidens tifid dilaprkan @89 didapatkan pada umur kurang dari +, tahun#
Pada anak 3 anak biasanya diatas - tahun dan terbanyak di atas 8 tahun dan
manisfestasi klinik lebih ringan#

0KMK n +45 menkes#*,,41
<erdasarkan Prfil Kesehatan 6ndnesia tahun *,,=( demam tifid atau
paratifid menempati urutan ke-+ dari -, penyakit terbanyak pasien ra"at inap di
rumah sakit tahun *,,= yaitu sebanyak >,#>8, kasus( yang meninggal -#@5@ rang
dengan ;ase )atality Rate sebesar -(*89# %edangkan berdasarkan Prfil Kesehatan
6ndnesia tahun *,-, demam tifid atau paratifid juga menempati urutan ke-+ dari
-, penyakit terbanyak pasien ra"at inap di rumah sakit tahun *,-, yaitu sebanyak
5-#,>- kasus( yang meninggal *@5 rang dengan ;ase )atality Rate sebesar ,(4@ 9#
0 Pramitasari( 2P#*,-+1
Menurut Riset Kesehatan Dasar Nasinal tahun *,,@( preCalensi tifid
klinis nasinal sebesar -(49# %edang preCalensi hasil analisa lanjut ini sebesar -(89
yang artinya ada kasus tifid -#8,, per -,,#,,, penduduk 6ndnesia#
0 Rikesdas#*,,@1
%embilan puluh enam persen 0=491 kasus demam typid disebabkan S.
typhi( sisanya S. paratyphi. Perbedaan antara demam tifid pada anak dan de"asa
adalah mrtalitas 0kematian1 demam tifid pada anak lebih rendah bila dibandingkan
dengan de"asa# Risik terjadinya kmplikasi fatal terutama dijumpai pada anak
besar dengan gejala klinis berat( yang menyerupai kasus de"asa# Demam tifid pada
anak terbanyak terjadi pada umur 8 tahun atau lebih dan mempunyai gejala klinis
ringan# 0/adinegr#*,--1
/. De5#$#+# De!'! T)*6#d
Demam typid 0Typus abdminalis1 adalah penyakit infeksi akut yang
biasanya terdapat pada saluran pen'ernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu
minggu( gangguan pada saluran pen'ernaan dan gangguan kesadaran# 06K$ &6#Cl *#
*,,@1
Demam typid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut pada
usus yang disebabkan leh Salmonella enterica serotype typhi (salmonella typhi),
ditandai dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran
pen'ernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran# 0 Pramitasari( 2P#*,-+1
Demam typid adalah salah satu yang men'akup dari demam enterik yang
merupakan sindrm klinis sistemik yang dihasilkan leh rganism Salmonella
tertentu# 6stilah ini men'akup istilah demam yang disebabkan baik leh S. typhi dan
demam paratifid( yang disebabkan leh S. paratyphi A, B, C ( dan kadang sertype
Salmonella lain# Demam typid ( jenis demam yang paling sering dan 'enderung
untuk menjadi lebih berat dari pada bentuk yang lain# 06lmu Kesehatan $nak Nelsn
*,,,1
7adi demam typid adalah salah satu bagian dari istilah yang men'akup dari
demam enterik yang disebabkan leh kuman Salmonella serotype typhi yang bersifat
infeksi sistemik akut ditandai dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai
gangguan saluran pen'ernaan dengan ataupun tanpa gangguan kesadaran#
7. E4#6l6%# De!'! T)*6#d
Salmonella typhosa, <asil gram negatiCe( bergerak dengan rambut getar(
tidak berspra( mempunyai sekurang 3 kurangnya tiga ma'am antigen( yaitu antigen
O (somatik, terdiri dari .at kmpleks Dipplisakarida1 antigen H (flagella)( antigen
Vi.

06K$ &6#Cl *# *,,@1
Disebabkan leh sertype Salmonella typhi dari Salmonella yang berasal
dari )amily ntero!akteriasiae. Salmonella ini adalah mtil( tidak membentuk spra
tidak berkapsul( termasuk batang gram negatiCe# Kebanyakan strain meragi gluksa(
mansa( dan manitl untuk menghasilkan asam dan gas( tetapi mereka tidak meragi
laktsa dan sukrsa# 2rganisme ini tumbuh se'ara aerbi' dan mampu tumbuh
se'ara anaerbi' fakultatif# Dapat dibunuh dengan pemanasan sampai -+,

) 085(5

;1
selama - jam atau -5,

) 04,

;1 selama -8 menit# 06lmu Kesehatan $nak Nelsn
*,,,1
<asil penyebab tifid adalah Salmonella typhi dan paratyphi dari genus
%almnella# <asil ini adalah gram negatiCe( bergerak( tidak berkapsul( tidak
membentuk spra( tetapi memiliki fimbria( bersifat aerb dan anerb fakultatif#
&kuran antara 0*-51 E ,(4Fm( suhu ptimal untuk tumbuh adalah +@

; dengan P/
antar 4 3 >( basil ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas seperti
didalam air( es( sampah dan debu# %edangkan reserCir satu 3 satunya adalah
manusia yaitu serang yang sedang sakit atau karier# <asil ini di bunuh dengan
pemanasan 0 suhu 4,

;1 selam -8 3 *, menit( pasteurisasi( pendidihan dan
khlrinisasi# Masa inkubasi tifid -, 3 -5 hari dan pada anak( masa inkubasi ini lebih
berCariasi berkisar 8 3 5, hari( dengan perjalanan penyakit kadang 3 kadang juga
tidak teratur# 0KMK n +45 menkes#*,,41
Kuman ini meragikan gluksa( manitl dan maltse dengan disertai
pembentukan asam dan gas ke'uali salmnella typhi yang hanya membuat asam
tanpa pembentukan gas# Tidak membuat indl( tetapi reaksi metal merah psitif#
Tidak menghidrlisis urea dan pembentukan /*%#

0KMK n +45 menkes#*,,41
Telah lama dikenal bah"a basil %almnella "yphi dan #aratyphi ini
mempunyai struktur yang dapat diketahui se'ara serlgis#

0KMK n +45
menkes#*,,41
$ntigen smatik 021
Merupakan kmpleks fsflipid prtein plisakarida yang tahan terhadap
pendidihan( alkhl dan asam# $glutinasi 2 berlangsung lebih lambat dan bersifat
kurang imungenik( namun mempunyai nilai diagnsis yang tinggi# Titer antibdy
yang timbul leh antigen 2 ini selalu lebih rendah dari titer antibdi /#
$ntigen )lagel 0/1
Merupakan prtein termlabil dan bersifat sangat imungenik# $ntigen ini
rusak dengan pendidihan dan alkhl( tetapi tidak rusak leh frmaldehid#
$ntigen Gi
Merupakan antigen permukaan dan bersifat termlabil# $ntibdy yang
terbentuk dan menetap lama dalam darah dapat memberi petunjuk bah"a indiCidu
tersebut sebagai pemba"a kuman 0karier1# $ntigen Gi terdapat pada %# typhi( %#
paratyphi ;( dan %# Dublin#
7adi demam typid disebabkan leh kuman dari genus Salmonella dari
serotype "yphi yang paling banyak hamper =4 9 dengan sisanya leh serotype
#aratyphi, yang 'enderung lebih berat#
D. P'46%e$e+#+
Masuknya kuman Salmonella typhi 0S. typhi1 dan Salmonella paratyphi
kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan yang terkntaminasi kuman#
&kuran inkulum yang diperlukan untuk menyebabkan penyakit pada rela"an adalah
-,
8
3 -,
=
rganisme S. typhi# %ebagian kuman dimusnakan dalam lambung
tergantung asiditas asam lambung ini merupakan penentu penting kerentanan
terhadap %almnella( dan sebagian lls masuk kedalam usus selanjutnya
berkembang biak# <ila respn imunitas humral muksa 06g$1 usus kurang baik
maka kuman akan menembus sel 3 sel epitel 0terutama sel M1 dan selanjutnya ke
lamina prpia( yang terlebih dahulu kumat melekat di mikrCilli tepi bersekat illeum#
Di lamina prpia kuman berkembang biak dan difagsit leh sel 3 sel fagsit
terutama leh makrfag# Kuman dapat hidup didalam makrfag karena mnsit tidak
mampu menghan'urkan basili pada prses penyakit dan selanjutnya diba"a ke
pla$%e pyeri ileum distal dan memba"a rganisme ini kedalam kelenjar getah
bening mesentrika 0&imfanodi 'esentrika1# %elanjutnya melalui du'tus trasikus
kuman yang terdapat di dalam makrfag ini masuk kedalam sirkulasi darah
0 mengakibatkan <akterimia pertama dan asimtmatik1 dan menyebar keseluruh
rgan (etik%loendothelial tubuh terutama /ati dan Dimpa dan %umsum tulang# Di
rgan 3 rgan ini kuman meninggalkan sel 3 sel fagsit dan kemudian berkembang
biak diluar sel atau ruang sinusid dan selanjutnya masuk kedalam sirkulasi darah
lagi mengakibatkan bakterimia kedua kalinya dengan disertai tanda 3 tanda dan
gejala penyakit infeksi sistemik#

0Djk "idd#*,,4 dan 6lmu Kesehatan $nak
Nelsn *,,,1
Didalam hati( kuman masuk kedalam kandung empedu karena rentan
terinfeksi dari aliran darah atau melalui %ystem <iliaris berkembang biak#
Multiplikasi lkal dalam dinding kandung empedu menghasilkan sejumlah besar
salmnella( yang selanjutnya men'apai usus melalui empedu bersama 'airan empedu
yang dieskresikan se'ara “ intermittent) kedalam lumen usus# %ebagian kuman
dikeluarkan melalui feses sebagian lagi masuk kedalam sirkulasi setelah menembus
usus# Prses yang sama terulang kembali( berhubung makrfag telah teraktiCasi dan
hiperaktif maka saat fagsitsis kuman Salmonella terjadi pelepasan beberapa
mediatr inflamasi yang selanjutnya akan menimbulkan gejala reaksi inflamasi
sistemik sepertiH demam( malaise( mialgia( sakit kepala( sakit perut( instabilitas
Cas'ular( gangguan mental( dan kagulasi#

0Djk "idd#*,,41
Di dalam pla$%e peyeri makrfag hiperaktif menimbulkan hyperplasia
jaringan 0S. typhi intra makrfag menginduksi reaksi hipersensitiCitas tipe lambat(
hyperplasia jaringan dan nekrsis rgan1# Pendarahan saluran 'erna dapat terjadi
akibat ersi pembuluh darah sekitar pla$%e peyeri yang sedang mengalami nekrsis
dan hyperplasia akibat akumulasi sel 3 sel mnnu'lear di dinding usus# Prses
patlgis jaringan limfid dapat berkembang hingga kelapisan tt( sersa usus( dan
dapat menimbulkan perfrasi#

Endtksin dapat menempel direseptr endthel
kapiler dengan akibatnya timbulnya kmplikasi seperti gangguan neurpsikiatrik(
kardiCaskular( pernapasan dan gangguan rgan lainnya# 0Djk "idd#*,,41
Kuman salmnella typhi( paratyphi masuk
kesaluran 'erna melalui makanan
%ebagian hidup dan
menetap
%ebagian dimusnahkan asam
lambung
%ebagian masuk usus halus
Peningkatan asam
lambung
6ntake kurang
0madeIuat1
Di ileum terminalis di
limfid plaIue peyeri
Mual( muntah
pendarahan
perfrasi
Peritnitis
Masuk aliran limfe
Masuk dalam kelenjar
limfid mesentrial
%ebagian menembus lamina
prpia
-#-# %kema Patfisilgi Demam Typhid
E. P'46l6%#
/iperplasia lempeng pla$%e peyeri dengan nekrsis dan pengelupasan epitel
yang menutupi( yang menimbulkan ulkus adalah khas# 7aringan muksa dan limfatik
saluran usus teradang dan nekrsis berat# &lserasi menyembuh tanpa jaringan parut
adalah la.im# %triktur dan penyumbatan usus sebenarnya tidak pernah terjadi sesudah
Jangguan nutrisi kurang dari
kebetulan tubuh
Nyeri tekan
Jangguan rasa nyaman
Menembus dan masuk aliran
darah
Masuk dan bersaing di hati dan
limpa
/epatmegali( splenmegali
Demam Typid
Dilepas .at pirgen leh
leuksit pada jaringan
yang meradang
6nfeksi salmnella typhi(
paratyphi dan endtksin
Gangguan rasa nyaman;
panas peningkatan suhu
badan dll
demam tipid# Dapat terjadi pendarahan ( lesi radang kadang - kadang dapat
menembus tunika muskularis dan sersa usus dan menyebabkan perfrasi# Dimfandi
mesentrika( hati dan limpa hyperemia dan biasanya menunjukan daerah nekrsis
setempat# /yperplasia jaringan endthelial dengan prliferasi sel mnnu'lear
merupakan penemuan dminan# Respn mnnu'lear dapat ditemukan pada sumsum
tulang yang disertai dengan daerah nekrsis fkal# Radang Cesika falae adalah
setempat( tidak tetap dan pertengahan dalam prprsi terhadap luasnya multiplikasi
bakteri lkal# <rn'hitis la.im# Radang juga dapat ditemukan dalam bentuk abses
terlkalisasi( pneumnia( atritis septik( stemielitis( pielnefritis( endftalmitis(
dan meningitis# 06lmu Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
F. M'$#+5e+4'+# -l#$#+
Masa inkubasi biasanya @ 3 -5 hari( tetapi dapat berkisar antara + 3 +, hari(
tergantung terutama pada besarnya inkulum yang tertelan# Manisfestasi klinis
demam typid tergantung umur# 06lmu Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
a# $nak &sia %eklah dan Remaja
Mulainya gejala tersembunyi# Jejala a"al demam( malaise( anreksia(
mialgia( nyeri kepala dan nyeri perut berkembang selama * 3 + hari# :alaupun
diare berknsistensi sp ka'ang mungkin ada selama a"al perjalanan penyakit(
knstipasi kemudian menjadi gejala yang lebih men'lk# Mual dan muntah
adalah jarang dan memberi kesan kmplikasi( terutama jika terjadi pada minggu
kedua atau ketiga# <atuk dan epitaksis mungkin ada# Kelesuan berat dapat terjadi
pada beberapa anak# Demam yang terjadi se'ara bertingkat menjadi tidak berturun
3 turun dan tinggi dalam - minggu( sering men'apai 5,

; 0-,5
,
)1# 06lmu
Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
%elama minggu kedua penyakit( demam tinggi bertahan dan kelelahan(
anreksia dan batuk( dan gejala 3 gejala perut bertambah parah# Penderita tampak
sangat sakit( bingung dan lesu( mengigau( dan pingsan 0stupr1 mungkin ada#
Tanda tanda fisik adalah bradikardi relatiCe yang tidak seimbang dengan
tingginya demam# /epatmegali dan splenmegali dan perut kembung dengan
nyeri difus amat la.im# Pada sekitar 8,9 penderita dengan demam tipid( ruam
ma'ula atau ma'ula ppular 0yaitu bintik merah1 tampak pada sekitar hari ke @
sampai hari ke -,# Desi biasanya berdiri sendiri( eritematsa( dan diameter - 3 8
mm( lesi agak timbul dan pada penekanan pu'at# Mereka tampak dalam kelmpk
-, 3 -8 lesi pada dada bagian ba"ah dan abdmen dan berakhir * 3 + hari# Pada
penyembuhan meninggalkan "arna kulit ke'klatan#06lmu Kesehatan $nak
Nelsn *,,,1
b# <ayi dan $nak Muda 0K 8 tahun1
Relatif jarang pada kelmpk umur ini# :alaupun sepsis klinis dapat
terjadi( penyakit pada saat datang ringan( membuatnya sukar didiagnsa dan
mungkin tidak terdiagnsa# Demam ringan( malaise( salah interprestasi sebagai
sindrm Cirus( ditemukan pada bayi dengan tipid terbukti se'ara biakan# Diare
lebih la.im pada anak muda dengan demam tipid dari pada rang de"asa(
memba"a pada diagnsis Jastrentritis akut# Yang lain datang dengan tanda 3
tanda dan gejala infeksi saluran nafas ba"ah#0 6lmu Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
'# Nenatus
Disamping kemampuannya menyebabkan absrbsi dan persalinan
premature( demam tipid selama kehamilan dapat ditularkan se'ara Certi'al#
Penyakit nenatus biasanya mulai dalam tiga hari persalinan# Muntah( diare( dan
kembung sering ada# %uhu berCariasi dapat setinggi 5,(8
,
;# dapat terjadi kejang 3
kejang# /epatmegali( ikterus( anreksia( dan kehilangan berat badan mungkin
nyata# 06lmu Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
Masa tunas demam tifid berlangsung antara -, -5 hari# Jejala 3 gejala
klinis yang timbul sangat berCariasi dan ringan sampai dengan yang berat( dari yang
asimptmatik sampai gambaran penyakit yang khas disertai kmplikasi hingga
kematian# Masa inkubasi yang tersingkat empat hari jika infeksi terjadi melalui
makanan ( sedangkan yang lama sampai +, hari jika infeksi melalui minuman#
%elama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prdrmal( yaitu perasaan tidak
enak badan( lesu( nyeri kepala( pusing dan tidak bersemangat# 0Djk "idd#*,,4
A 6K$ &6#Cl *# *,,@1
Kemudian menyusul gejala klinis yang menyusul yang biasa ditemukan( yaituB
-# Demam
Pada kasus 3 kasu yang khas demam berlangsung selama tiga minggu ( bersifat
febris remiten dan suhu tidak beberapa tinggi# %elama minggu pertama( suhu
tubuh berangsur 3 angsur meningkat setiap hari( biasanya menurun tiap pagi hari
dan meningkat lagi pada sre hari dan malam hari# Dalam minggu kedua(
penderita terus dalam keadaan demam# Dalam minggu ketiga suhu badan
berangsur 3 angsur turun dan nrmal kembali pada akhir mingggu ketiga#06K$
&6#Cl *# *,,@1
*# Jangguan Pada %aluran Pen'ernaan
Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap# <ibir kering dan pe'ah 3 pe'ah
0ragaden1# Didah ditutupi selaput putih ktr 0coated tong%e1( ujung dan tepinya
kemerahan( jarang disertai tremr# Pada abdmen mungkin ditemukan keadaan
perut kembung 0meterismus1# /ati dan limpa membesar disertai nyeri perabaan#
<iasanya didapat knstipasi( akan tetapi mungkin pula nrmal bahkan dapat
terjadi diare#06K$ &6#Cl *# *,,@1
+# Jangguan kesadaran
&mumnya kesadaran penderita menurun "alaupun tidak berapa dalam( yaitu
apatis sampai samnlen( jarang terjadi spr( kma atau gelisah#0 6K$ &6#Cl *#
*,,@1
0. Pe!e&#k+''$ L'"6&'46&#(!
Pemeriksaan labratrium untuk membantu menegakkan diagnsis demam
tifid dibagi dalam empat kelmpk( yaituB 0Prasety#( 6smedijant( *,-,1
a# Pemeriksaan Darah Tepi
Pada penderita demam tifid bisa didapatkan anemia( jumlah leuksit
nrmal( bisa menurun atau meningkat( mungkin didapatkan trmbsitpenia dan
hitung jenis biasanya nrmal atau sedikit bergeser ke kiri( mungkin didapatkan
anesinfilia dan limfsitsis relatif( terutama pada fase lanjut# Penelitian leh
beberapa ilmu"an mendapatkan bah"a hitung jumlah dan jenis leuksit serta
laju endap darah tidak mempunyai nilai sensitiCitas( spesifisitas dan nilai
perkiraan yang 'ukup tinggi untuk dipakai dalam membedakan antara penderita
demam tifid atau bukan( akan tetapi adanya leukpenia dan limfsitsis relatif
menjadi dugaan kuat diagnsis demam tifid#
%ebuah nrmkrmik( anemia nrmsitik sering berkembang setelah
beberapa minggu sakit dan berhubungan dengan kehilangan darah usus atau
penekanan sumsum tulang# 7umlah leuksit darah sering rendah dalam kaitannya
dengan demam dan tksisitas( tapi ada rentang yang luas dalam jumlahH leukpenia(
biasanya tidak kurang dari *#8,, sel?mm+( sering ditemukan setelah - atau * minggu
penyakit# Ketika abses pigenik berkembang( leuksitsis dapat men'apai *,#,,,-
*8#,,, ? mm+# Trmbsitpenia mungkin men'lk dan bertahan selama - minggu#
/asil tes fungsi hati sering terganggu# Prteinuria adalah umum# Deuksit tinja dan
darah tinja sangat umum#
b# 6dentifikasi Kuman melalui 6slasi ? <iakan
Diagnsis pasti demam tifid dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri S.
typhi dalam biakan dari darah( urine( feses( sumsum tulang( 'airan dudenum
atau dari rose spots# <erkaitan dengan patgenesis penyakit( maka bakteri akan
lebih mudah ditemukan dalam darah dan sumsum tulang pada a"al penyakit(
sedangkan pada stadium berikutnya di dalam urine dan feses# /asil biakan yang
psitif memastikan demam tifid akan tetapi hasil negatif tidak menyingkirkan
demam tifid( karena hasilnya tergantung pada beberapa faktr# )aktr-faktr
yang mempengaruhi hasil biakan meliputiB
0-1 jumlah darah yang diambil
0*1 perbandingan Clume darah dari media empedu
0+1 "aktu pengambilan darah
Glume -,--8 mD dianjurkan untuk anak besar( sedangkan pada anak
ke'il dibutuhkan# *-5 mD# %edangkan Clume sumsum tulang yang dibutuhkan
untuk kultur hanya sekitar ,#8--mD#<akteri dalam sumsum tulang ini juga lebih
sedikit dipengaruhi leh antibitika daripada bakteri dalam darah# /al ini dapat
menjelaskan teri bah"a kultur sumsum tulang lebih tinggi hasil psitifnya bila
dibandingkan dengan darah "alaupun dengan Clume sampel yang lebih sedikit
dan sudah mendapatkan terapi antibitika sebelumnya#
Kegagalan dalam islasi?biakan dapat disebabkan leh keterbatasan
media yang digunakan( adanya penggunaan antibitika( jumlah bakteri yang
sangat minimal dalam darah( Clume spesimen yang tidak men'ukupi( dan "aktu
pengambilan spesimen yang tidak tepat# :alaupun spesifisitasnya tinggi(
pemeriksaan kultur mempunyai sensitiCitas yang rendah dan adanya kendala
berupa lamanya "aktu yang dibutuhkan 08-@ hari1 serta peralatan yang lebih
'anggih untuk identifikasi bakteri sehingga tidak praktis dan tidak tepat untuk
dipakai sebagai metde diagnsis baku dalam pelayanan penderita#
'# 6dentifikasi Kuman Melalui &ji %erlgi
&ji serlgis digunakan untuk membantu menegakkan diagnsis
demam tifid dengan mendeteksi antibdi spesifik terhadap kmpnen antigen %#
typhi maupun mendeteksi antigen itu sendiri# Glume darah yang diperlukan
untuk uji serlgis ini adalah --+ mD yang diinkulasikan ke dalam tabung tanpa
antikagulan# Metde pemeriksaan serlgis imunlgis ini dikatakan
mempunyai nilai penting dalam prses diagnstik demam tifid# $kan tetapi
masih didapatkan adanya Cariasi yang luas dalam sensitiCitas dan spesifisitas
pada deteksi antigen spesifik %# typhi leh karena tergantung pada jenis antigen(
jenis spesimen yang diperiksa( teknik yang dipakai untuk mela'ak antigen
tersebut( jenis antibdi yang digunakan dalam uji 0pliklnal atau mnklnal1
dan "aktu pengambilan spesimen 0stadium dini atau lanjut dalam perjalanan
penyakit1# 0:hardani dkk#*,,81
<erikut adalah ma'am-ma'am uji serlgis yang dapat membantu
menegakan diagnsis demam tifid B
-# &ji :idal
Tes ini mengukur tingkat antibdi terhadap agglutinating 2 dan /
antigen# Tingkat diukur dengan menggunakan dua kali lipat pengen'eran serum
dalam tabung uji yang besar# <iasanya( 2 antibdi mun'ul pada hari 4-> dan
antibdi / pada hari -,--* setelah nset penyakit# Tes ini biasanya dilakukan
pada serum akut 0pada kntak pertama dengan pasien1# %ebuah serum sembuh
sebaiknya juga dapat dikumpulkan sehingga titrasi dipasangkan dapat
dilakukan# Dalam prakteknya( bagaimanapun( ini sering sulit# %etidaknya - ml
darah harus dikumpulkan setiap kali untuk memiliki jumlah yang 'ukup serum#
Dalam keadaan luar biasa tes dapat dilakukan pada plasma tanpa efek buruk
pada hasilnya#0:/2( GA<#*,,+1
Tes hanya memiliki sensitiCitas dan spesifisitas mderat# /al ini dapat
menjadi negatif pada +,9 kasus budaya terbukti demam tifid# 6ni mungkin
karena terapi antibitik sebelumnya yang telah menumpulkan respn antibdi#
Di sisi lain( %# typhi saham 2 dan / antigen dengan sertipe %almnella lain
dan memiliki 'rss-bereaksi dengan epitp Enterba'teria'ae lain( dan ini
dapat menyebabkan hasil psitif palsu# /asil tersebut juga dapat terjadi dalam
kndisi klinis lain( misalnya malaria( tifus( bakteremia yang disebabkan leh
rganisme lain( dan sirsis# Di daerah endemisitas sering ada tingkat latar
belakang rendah antibdi dalam ppulasi nrmal# Menentukan yang sesuai
'ut-ff untuk hasil psitif bisa sulit karena itu berCariasi antara daerah dan
antar "aktu di daerah tertentu# 0:/2( Ga''ines and <ilgi'als#(*,,+1
&ji :idal merupakan suatu metde serlgi baku dan rutin digunakan
sejak tahun ->=4# Prinsip uji :idal adalah memeriksa reaksi antara antibdi
agglutinin dalam serum penderita yang telah mengalami pengen'eran berbeda-
beda terhadap antigen smatik 021 dan flagela 0/1 yang ditambahkan dalam
jumlah yang sama sehingga terjadi aglutinasi# Pengen'eran tertinggi yang
masih menimbulkan aglutinasi menunjukkan titer antibdi dalam serum#
Teknik aglutinasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji hapusan 0slide
test1 atau uji tabung 0tube test1# &ji hapusan dapat dilakukan se'ara 'epat dan
digunakan dalam prsedur# 0:hardani dkk#*,,81
penapisan sedangkan uji tabung membutuhkan teknik yang lebih rumit
tetapi dapat digunakan untuk knfirmasi hasil dari uji hapusan# Penelitian
pada anak leh ;h dkk 0-==,1 mendapatkan sensitiCitas dan spesifisitas
masing-masing sebesar >=9 pada titer 2 atau / L-?5, dengan nilai prediksi
psitif sebesar +5#*9 dan nilai prediksi negatif sebesar ==#*9#-5 <eberapa
penelitian pada kasus demam tifid anak dengan hasil biakan psitif( ternyata
hanya didapatkan sensitiCitas uji :idal sebesar 45-@59 dan spesifisitas
sebesar @4->+9# penapisan sedangkan uji tabung membutuhkan teknik yang
lebih rumit tetapi dapat digunakan untuk knfirmasi hasil dari uji hapusan#
0:hardani dkk#*,,81#
Penelitian pada anak leh ;h dkk 0-==,1 mendapatkan sensitiCitas
dan spesifisitas masing-masing sebesar >=9 pada titer 2 atau / L-?5, dengan
nilai prediksi psitif sebesar +5#*9 dan nilai prediksi negatif sebesar
==#*9#-5 <eberapa penelitian pada kasus demam tifid anak dengan hasil
biakan psitif( ternyata hanya didapatkan sensitiCitas uji :idal sebesar 45-
@59 dan spesifisitas sebesar @4->+9# yang digunakan# 0:hardani dkk#*,,81
Kelemahan uji :idal yaitu rendahnya sensitiCitas dan spesifisitas serta
sulitnya melakukan interpretasi hasil membatasi penggunaannya dalam
penatalaksanaan penderita demam tifid akan tetapi hasil uji :idal yang
psitif akan memperkuat dugaan pada tersangka penderita demam tifid
0penanda infeksi1# %aat ini "alaupun telah digunakan se'ara luas di seluruh
dunia( manfaatnya masih diperdebatkan dan sulit dijadikan pegangan karena
belum ada kesepakatan akan nilai standar aglutinasi 0c%t*off point1# &ntuk
men'ari standar titer uji :idal seharusnya ditentukan titer dasar 0!aseline
titer1 pada anak sehat di ppulasi dimana pada daerah endemis seperti
6ndnesia akan didapatkan peningkatan titer antibdi 2 dan / pada anak-anak
sehat#0:hardani dkk#*,,81
*# Test TubeE
Test TubeE adalah pemeriksaan diagnsti' in Citr semikuantitatif yang
'epat dan mudah untuk deteksi demam tifid akut# Pemeriksaan ini
mendeteksi antibdy 6gM terhadap antigen ,= DP% %almnella typhi#
%ensistiCitas dan spesifikasi pemeriksaan adalah L =8 9 dan L=+ 9# 0:/2(
Ga''ines and <ilgi'als#(*,,+1
Prinsip pemeriksaan yang digunakan adalah 6nhibtin Magneti'
<inding 6mmunassay 06M<61# $ntibdy 6gM terhadap antigen ,= DP%
dideteksi melalu kemampuannya untuk menghambat antara kedua tipe partikel
reagen yaitu indikatr mikrsfer lateks yang disensitisasi dengan anti
mn'lnal anti ,= 0reagen ber"arna biru1 dan mikrsfer magneti' yang
disensitisasi dengan D %almnella typhi 0reagen ber"arna 'klat1# %etelah
sedimentasi partikel dengan kekuatan magnet knsentrasi partikel indikatr
yang tersisa dalam 'airan menunjukan daya inhibisi# Tingkat inhibisi yang
dihasilkan adalah setara dengan knsentrasi antibdy 6gm %almnella Typhi
dalam sampel yang diba'a se'ara Cisual dengan membandingkan "arna akhir
reaksi terhadap skala "arna# 0:/2( Ga''ines and <ilgi'als#(*,,+1
Keunggulan Pemeriksaan TubeE T)B 0:/2( Ga''ines and
<ilgi'als#(*,,+1
-# Mendeteksi se'ara dini infeksi akut akibat %almnella Typhi( karena
antibdy 6gM mu'ulnya pada hari + 3 5 terjadinya demam
*# Mempunyai sensitiCitas yang tinggi terhadap kuman %almnella 0L=891
+# /anya dibutuhkan sampel darah sedikit
5# /asil dapat diperleh lebih 'epat#
6nterprestasi hasil dari tes tubeE T) adalahB 0:/2( Ga''ines and
<ilgi'als#(*,,+1
-# K* 3 + menunjukan Negatif <rderline( tidak menunjukan infeksi Demam
tipid pengukuran tidak dapat disimpulkan# Dakukan pengambilan darah
ulang + 3 8 hari kemudian
*# 5 3 8 menunjukan Psitif( indikasi infeksi Demam tipid
+# L 4 menunjukan Psitif( dengan indikasi Kuat infeksi Demam tipid
Tes T&<EM merupakan tes aglutinasi kmpetitif semi kuantitatif yang
sederhana dan 'epat 0kurang lebih * menit1 dengan menggunakan partikel
yang ber"arna untuk meningkatkan sensitiCitas# %pesifisitas ditingkatkan
dengan menggunakan antigen 2= yang benar-benar spesifik yang hanya
ditemukan pada %almnella sergrup D# 0 Juna"an( %J( dkk# *,,@1
Tes ini sangat akurat dalam diagnsis infeksi akut karena hanya
mendeteksi adanya antibdi 6gM dan tidak mendeteksi antibdi 6gJ dalam
"aktu beberapa menit# :alaupun belum banyak penelitian yang menggunakan
tes T&<EMN ini( beberapa penelitian pendahuluan menyimpulkan bah"a tes
ini mempunyai sensitiCitas dan spesifisitas yang lebih baik daripada uji :idal#
0 Juna"an( %J( dkk# *,,@1
Penelitian leh Dim dkk 0*,,*1 mendapatkan hasil sensitiCitas -,,9
dan spesifisitas -,,9#-8 Penelitian lain mendapatkan sensitiCitas sebesar @>9
dan spesifisitas sebesar >=9#= Tes ini dapat menjadi pemeriksaan yang ideal(
dapat digunakan untuk pemeriksaan se'ara rutin karena 'epat( mudah dan
sederhana( terutama di Negara berkembang#
+# Metde En.im 6mmuniassay 0E6$1 D2T
&ji serlgi ini didasarkan pada metde untuk mela'ak antibdi
spesifik 6gM dan 6gJ terhadap antigen 2MP 8, kD %# typhi# Deteksi terhadap
6gM menunjukkan fase a"al infeksi pada demam tifid akut sedangkan
deteksi terhadap 6gM dan 6gJ menunjukkan demam tifid pada fase
pertengahan infeksi# Pada daerah endemis dimana didapatkan tingkat
transmisi demam tifid yang tinggi akan terjadi peningkatan deteksi 6gJ
spesifik akan tetapi tidak dapat membedakan antara kasus akut( knCalesen
dan reinfeksi# Pada metde Typhidt-MN yang merupakan mdifikasi dari
metde TyphidtN telah dilakukan inaktiCasi dari 6gJ ttal sehingga
menghilangkan pengikatan kmpetitif dan memungkinkan pengikatan antigen
terhadap 6g M spesifik#
&ji dt E6$ tidak mengadakan reaksi silang dengan salmnellsis nn-
tifid bila dibandingkan dengan :idal# Dengan demikian bila dibandingkan
dengan uji :idal( sensitiCitas uji dt E6$ lebih tinggi leh karena kultur
psitif yang bermakna tidak selalu diikuti dengan uji :idal psitif# Dikatakan
bah"a Typhidt-M ini dapat menggantikan uji :idal bila digunakan bersama
dengan kultur untuk mendapatkan diagnsis demam tifid akut yang 'epat dan
akurat# <eberapa keuntungan metde ini adalah memberikan sensitiCitas dan
spesifisitas yang tinggi dengan ke'il kemungkinan untuk terjadinya reaksi
silang dengan penyakit demam lain( murah 0karena menggunakan antigen dan
membrane nitrselulsa sedikit1( tidak menggunakan alat yang khusus
sehingga dapat digunakan se'ara luas di tempat yang hanya mempunyai
fasilitas kesehatan sederhana dan belum tersedia sarana biakan kuman#
Keuntungan lain adalah bah"a antigen pada membran lempengan
nitrselulsa yang belum ditandai dan diblk dapat tetap stabil selama 4 bulan
bila disimpan pada suhu 5O; dan bila hasil didapatkan dalam "aktu + jam
setelah penerimaan serum pasien#
5# Metde En.ime-Dinked 6mmunirbent $ssay 0ED6%$1
&ji En.yme-Dinked 6mmunsrbent $ssay 0ED6%$1 dipakai untuk
mela'ak antibdi 6gJ( 6gM dan 6g$ terhadap antigen DP% 2=( antibdi 6gJ
terhadap antigen flagella d 0/d1 dan antibdi terhadap antigen Gi S. typhi# &ji
ED6%$ yang sering dipakai untuk mendeteksi adanya antigen S. typhi dalam
spesimen klinis adalah do%!le anti!ody sand+ich ED6%$# ;hai'umpa dkk
0-==*1 mendapatkan sensitiCitas uji ini sebesar =89 pada sampel darah( @+9
pada sampel feses dan 5,9 pada sampel sumsum tulang#
Pada penderita yang didapatkan S. typhi pada darahnya( uji ED6%$ pada
sampel urine didapatkan sensitiCitas 489 pada satu kali pemeriksaan dan =89
pada pemeriksaan serial serta spesifisitas -,,9#-> Penelitian leh )adeel dkk
0*,,51 terhadap sampel# urine penderita demam tifid mendapatkan
sensitiCitas uji ini sebesar -,,9 pada deteksi antigen# Gi serta masing-masing
559 pada deteksi antigen 2= dan antigen /d#
Pemeriksaan terhadap antigen Gi urine ini masih memerlukan
penelitian lebih lanjut akan tetapi tampaknya 'ukup menjanjikan( terutama
bila dilakukan pada minggu pertama sesudah panas timbul( namun juga perlu
diperhitungkan adanya nilai psitif juga pada kasus dengan <ru'ellsis#
8# Dipsti'k
&ji serlgis dengan pemeriksaan dipstik dikembangkan di <elanda
dimana dapat mendeteksi antibdi 6gM spesifik terhadap antigen DP% S. typhi
dengan menggunakan membran nitrselulsa yang mengandung antigen S.
typhi sebagai pita pendeteksi dan antibdi 6gM antih%man immo!ili,ed
sebagai reagen kntrl# Pemeriksaan ini menggunakan kmpnen yang sudah
distabilkan( tidak memerlukan alat yang spesifik dan dapat digunakan di
tempat yang tidak mempunyai fasilitas labratrium yang lengkap#
Penelitian leh Jasem dkk 0*,,*1 mendapatkan sensitiCitas uji ini
sebesar 4=#>9 bila dibandingkan dengan kultur sumsum tulang dan >4#89
bila dibandingkan dengan kultur darah dengan spesifisitas sebesar >>#=9 dan
nilai prediksi psitif sebesar =5#49#*, Penelitian lain leh 6smail dkk 0*,,*1
terhadap +, penderita demam tifid mendapatkan sensitiCitas uji ini sebesar
=,9 dan spesifisitas sebesar =49#*- Penelitian leh /atta dkk 0*,,*1
mendapatkan rerata sensitiCitas sebesar 48#+9 yang makin meningkat pada
pemeriksaan serial yang menunjukkan adanya serknCersi pada penderita
demam tifid#** &ji ini terbukti mudah dilakukan( hasilnya 'epat dan dapat
diandalkan dan mungkin lebih besar manfaatnya pada penderita yang
menunjukkan gambaran klinis tifid dengan hasil kultur negatif atau di tempat
dimana penggunaan antibitika tinggi dan tidak tersedia perangkat
pemeriksaan kultur se'ara luas#
H. 06ld S4'$d'& D#'%$6+#+
Diagnsis pasti demam tifid ditegakkan dengan ditemukannya kuman
%almnella typhi dari biakan darah( urin( tinja( sumsum tulang atau dari aspirat
dudenum# Tetapi pemeriksaan tersebut membutuhkan "aktu yang lama sehingga
se'ara klinik tidak menjadi patkan untuk memberikan terapi# Dengan demikian
se'ara praktis diagnsis klinis demam tifid telah dapat ditegakkan berdasarkan
gejala klinik( pemeriksaan darah tepi( dan pemeriksaan serlgis# Ma'am-ma'am
spesimen yang digunakan untuk kultur B 0Prasety#( 6smedijant( *,-,1B
-# Kultur A 6dentifikasi S.typhi dalam darah
-1 <aku emas 0mahal( "aktu lama1
*1 :aktu pengambilanB mg 6 demam
+1 Prsedur pemPkaian islasi kuman( identifikasi dgn bikimia( tes serlgik
51 0-1 palsu B "aktu tdk tepat( pemakaian antimikrba( spesimen sedikit
81 %ensitiCiti terhadap pasien dengan kultur psitif men'apai 48#+9 pada hari ke
4-@ demam 05+#89 ?hari ke 5-4( =*#=9 ?hari ke @3= A -,,9 ?hari ke -,1
*# Kultur Kultur A 6dentifikasi S.typhi dalam tinja
-1 :aktu pengambilanB mg 66 A 666 demam
*1 %pesimen B tinja segar( tdk ter'ampur urin( "adah steril( pE K * jam
+1 Prsedur pem P islasi kuman( identifikasi dgn bikimia( tes serlgik
51 /asil 0Q1 P mendukung dE jika gejala klinis 0Q1
+# Kultur A 6dentifikasi S.typhi dalam urin
-1 :aktu pengambilanB mg 66 A 666 demam
*1 %pesimen B urin prsi tengah( pagi( "adah steril
+1 Prsedur pem P islasi kuman( identifikasi dgn bikimia( tes serlgik
I. Pe$e%'k'$ D#'%$6+#+
Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan adanya penurunan kadar
hemglbin( trmbsitpenia( kenaikan DED( anesinfilia( limfpenia( leukpenia(
leuksit nrmal( hingga leuksitsis#0 Dimas#%#/#*,-*1
Jld standard untuk menegakkan diagnsis demam tifid adalah
pemeriksaan kultur darah 0biakan empedu1 untuk %almnella typhi# Pemeriksaan
kultur darah biasanya akan memberikan hasil psitif pada minggu pertama penyakit#
/al ini bahkan dapat ditemukan pada >,9 pasien yang tidak dibati antibitik#
Pemeriksaan lain untuk demam tifid adalah uji serlgi :idal dan deteksi antibdi
6gM %almnella typhi dalam serum#0 Dimas#%#/#*,-*1
&ji serlgi "idal mendeteksi adanya antibdi aglutinasi terhadap antigen 2
yang berasal dari smatik dan antigen / yang berasal dari flagella %almnella typhi#
Diagnsis demam tifid dapat ditegakkan apabila ditemukan titer 2 aglutinin sekali
periksa men'apai R -?*,, atau terdapat kenaikan 5 kali pada titer sepasang# $pabila
hasil tes "idal menunjukkan hasil negatif( maka hal tersebut tidak menyingkirkan
kemungkinan diagnsis demam tifid#0 Dimas#%#/#*,-*1
8. D#'%$6+#+ /'$d#$%
bila terdapat demam yang lebih dari satu minggu sedangkan penyakit yang
dapat menerangkan penyebab demam tersebut belum jelas( perlulah dipertimbangkan
pula seperti penyakit 3 penyakit berikut iniH influen.a( tuber'ulsis pneumnia
lbaris( malaria# 0 6K$ &6#Cl *# *,,@1
selama stadium a"al demam diagnsis klinis dapat terkelirukan dengan
gastrenteritis( sindrm Cirus( brn'hitis atau brkpneumnia( selanjutnya diagnsis
banding meliputi sepsis dengan bakteri pathgen lainnyaH infeksi yang disebabkan
mikrrganisme intraseluler seperti Tuberkulsis( <ruselsis( Tularemia(
Deptspirsis( dan penyakit Riket'sia# 6nfeksi Cirus seperti mnnu'lesis infeksisa
dan hepatitis anikterik dan keganasan seperti leukemia dan limfma# 06lmu
Kesehatan $nak Nelsn *,,,1
-. -6!*l#k'+#
Kmplikasi demam tifid dapat dibagi di dalam B
-6!*l#k'+# #$4e+4#$'l
-# Perdarahan usus
*# Perfrasi usus
+# 6leus paralitik
-6!*l#k'+# ek+4&'#$4e4+4#$'l
-# Kmplikasi kardiCaskularB kegagalan sirkulasi perifer 0renjatan?sepsis1(
mikarditis( trmbsis dan trmbflebitis#
*# Kmplikasi darahB anemia hemlitik( trmbsitpenia dan atau kagulasi
intraCaskular diseminata dan sindrm uremia hemltilik#
+# Kmplikasi paruB penumnia( empiema dan peluritis#
5# Kmplikasi hepar dan kandung kemihB hepatitis dan klelitiasis#
8# Kmplikasi ginjalB glmerulnefritis( pielnefritis dan perinefritis#
4# Kmplikasi tulangB stemielitis( peristitis( spndilitis dan artritis#
@#Kmplikasi neurpsikiatrikB delirium( mengingismus( meningitis( plyneuritis
perifer( sindrim Juillain-<arre( psiksis dan sindrm katatnia
Pada anak-anak dengan demam tifid( kmplikasi lebih jarang terjadi# Kmplikasi
lebih sering terjadi pada keadaan tksemia berat dan kelemahan umum( bila
pera"atan pasien kurang sempurna#
DAFTAR P1STA-A
Pramitasari( 2P#*,-+(# -aktor (esiko .e/adian #enyakit 0emam "ifoid #ada #enderita
1ang 0ira+at di (S20 2ngaran. 3%rnal .esehatan 'asyarakat 4567, Vol%me 4,
8omor 6 tah%n 4567,. Diakses pada tanggal -, mei *,-+ di
http9::e/o%rnals6.%ndip.ac.id:inde;.php:/km
KMK#(N# +45?MENKE%?%K?G?*,,4#( "entang #edoman #engendalian 0emam
"ypoid. Diakses pada -, mei *,-+#(
httpB??"""#hukr#depkes#g#id?upSprdSkepmenkes?KMK9*,N#9*,+459*,ttg
9*,Pedman9*,Pengendalian9*,Demam9*,Tifid#pdf
/adinegr#(%R#(Prf#DR#dr %p$#(*,--# 0emam "ifoid #ada Anank 9 Apa 1ang #erl%
0iketah%i<. 3%rnal 'ana/ement 'odern dan .seehatan 'asyarakat 4566. Diakses
pada -, mei *,-+ di """#6tkind#rg
%idabutar#% A %atari#6#/#(*,-,#(#ilihan "erapi 0emam "ipoid #ada Anak.,dikutif dari
TeEtbk B 2'hiai RD( ;amil 7( $'sta ;7( /lliday DM;( <aiIing D(
<hatta'harya %K( dkk# %tudy f typhid feCer in fiCe $sian 'untriesB disease burden
and impli'atins fr 'ntrls# <ull :rld /ealth 2rgan *,,>H>4B*4,->#
6lmu Kesehatan $nak Nelsn#Gl#*?editr( Ri'hard E#<erhman( Rbert M#Kliegmann(
$nn M#Ed -8# 7akarta#-===
6lmu Kesehatan $nak )K&6#Gl*?editr( Rusepn /asan( /usein $latas#'etakan
kesebelas# 7akarta *,,@
<adan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan R6#*,,@#((iset .esehatan 0asar "ah%n
455=., 3akarta.,455=
Djk :idd#*,,4#(B%k% A/ar >lm% #enyakit 0alam 3ilid >>> d. >V.,7akarta *,,4#
Prasety( Risky Gitria#( 6smedijant# *,-,# Metde diagnstik demam tifid pada
anak# DiCisi trpik dan penyakit infeksi <agian 6lmu Kesehatan $nak )K &N$6R?
R%& dr#%etm %urabaya
:ardhani( puspa#( Prihatani#( Prbhusd( M#Y# *,,8# .emamp%an %/i ta!%ng +idal
mengg%nakan antigen import dan antigen lokal. ndonesian 3o%rnal of Clinical
#athology and 'edical &a!oratory( Gl# -*( N# -( NC *,,8B +--+@
Juna"an( %J( dkk# *,,@# )armaklgi dan Terapi Edisi 8# 7akartaB )K&6#
Perhimpunan Dkter %pesialis Penyakit Dalam 6ndnesia( *,,4( %tandar Pelayanan
Medik( P< P$<D6( 7akarta#
Dimas#%#/#*,-*#(0emam "ypoid. 3%rnal .esehatan .edokteran 2niversitas >slam
>ndonesia. Mengutif dari#(;ammie )# Desser( %amuel 6# Miller( *,,8# %almnellsis#
/arrisnTs Prin'iples f 6nternal Medi'ine 0-4th ed1( >=@-=,,#
Dimas#%#/#*,-*#(0emam "ypoid. 3%rnal .esehatan .edokteran 2niversitas >slam
>ndonesia. Mengutif dari#(;hambers( /#)#( *,,4# 6nfe'tius DiseaseB <a'terial and
;hlamydial# ;urrent Medi'al Diagnsis and Treatment 058th ed1( -5*8--5*4#
Dimas#%#/#*,-*#(0emam "ypoid. 3%rnal .esehatan .edokteran 2niversitas >slam
>ndonesia. Mengutif dari#(<rus'h( 7#D#( *,-,( Typhid )eCer#
httpB??emedi'ine#meds'ape#'m?arti'le?*+--+8-CerCie"#
Dimas#%#/#*,-*#(0emam "ypoid. 3%rnal .esehatan .edokteran 2niversitas >slam
>ndonesia. Mengutif dari#(6katan Dkter $nak 6ndnesia( *,,>( <uku $jar 6nfeksi
dan Pediatri Trpis 0*nd ed1( <adan Penerbit 6D$6( 7akarta#
:/2( Ga''ines and <ilgi'als#(*,,+#("he 0iagnosis, "reatment and #revention of
"hypoid -eve. Dikutif dari TeEtbk B ;legg $( Passey M( 2mena MK( Karigifa K#(
%ueCe N# Re eCaluatin f the :idal agglutinatin test in respnse t the 'hanging
pattern f typhid feCer in the highlands f Papua Ne" Juinea# Acta "ropica
-==5H8@051B*88-4+
:/2( Ga''ines and <ilgi'als#(*,,+#("he 0iagnosis, "reatment and #revention of
"hypoid -eve. Dikutif dari TeEtbk B Dim PD( Tam );/( ;heng YM( Yegathesan
M# 2ne-step * minute test t dete't typhid-spe'ifi' antibdies based n parti'le
separatin in tubes# 3o%rnal of Clinical 'icro!iology -==>H +40>1B **@-->#
I. -ETERA.0A. 1M1M
Nama B R
7enis kelamin B Daki-laki
&mur B 4 tahun
$lamat B Kp# K< %a" Rt ,+?,@( ;iparay( <andung
$gama B 6slam
Tanggal masuk R%/% B ,4 $pril *,,4
Tanggal pemeriksaan B -- $pril *,,4
II. A.AM.ESIS
Keluhan utama B
Panas badan
$namnesis Khusus B
%ejak > hari sebelum masuk rumah sakit( penderita mengalami panas badan yang
a"alnya tidak begitu tinggi( namun semakin lama panas semakin tinggi terutama pada malam
hari# Pada pagi harinya demam turun namun panasnya belum hilang#
Demam tidak disertai menggigil(
Demam tidak disertai batuk pilek(
Demam tidak disertai batuk lebih dari + minggu( maupun ri"ayat berat badan yang
sulit naik#
Demam tidak disertai sesak(
Demam tidak disertai kejang maupun penurunan kesadaran(
Demam tidak disertai gangguan buang air ke'il(
Demam tidak disertai dengan penurunan berat badan yang tiba-tiba(
Demam tidak disertai bintik-bintik perdarahan maupun nyeri sendi#
%ehari sebelum masuk rumah sakit( penderita juga mengalami men'ret( dengan
frekuensi @ kali sehari( tiap men'ret kira-kira sebanyak U gelas belimbing# Men'ret berupa
'airan kekuningan tidak disertai darah ataupun lendir# Men'ret tidak ber"arna kehitaman dan
tidak disertai muntah#
Karena keluhannya( penderita diba"a ke dkter umum( diberi 5 ma'am bat berbentuk
sirup 0ibu penderita tidak tahu nama batnya1( masing-masing diberikan +E- 'th 0sendk teh1#
Namun karena tidak ada perbaikan( penderita diba"a berbat ke R%/%#
Ri"ayat kntak dengan penderita batuk lama atau berdarah disangkal# Ri"ayat berat
badan sulit naik disangkal# Ri"ayat pernah berkunjung ke tempat endemis malaria disangkal#
Penghuni rumah berjumlah 8 rang( mempunyai - M;K# %umber air minum adalah air ledeng
yang dimasak terlebih dahulu# $nak suka jajan jajanan di seklah#
$namnesis imunisasi B
- <;J B -E
- Pli B +E
- DPT B +E
- /epatitis < B +E
- Mrbili B -E
III. PEMERI-SAA. FISI-
A. -ESA. 1M1M
-e'd''$ (!(!
Kesan sakit B Tampak sakit sedang
Kesadaran B ;mps Mentis
Tinggi <adan B -,> 'm
<erat <adan B -@ Kg
%tatus gi.i B <aik 0=>9 N;/%1
T'$d' 2#4'l
Tekanan Darah B --,?@, mm/g
Nadi B >, E?menit
Respirasi B +5 E?menit
%uhu B +4(*
,
;
/. PEMERI-SAA. -H1S1S
-# %tatus Dermatlgikus B Rse spt a?r ThraE ba"ah dan $bdmen atas 0-1
Edema 0-1
$kral B hangat
*# Kepala
Rambut B tidak kusam dan tidak mudah di'abut
Muka B simetris( flushing 0-1
Mata 02D%1 B
Palpebra B tidak ada kelainan
KnjungtiCa B tidak anemis
%klera B tidak ikterik
/idung B Pernafasan ;uping /idung 0-1( %ekret -?-
Telinga B tidak ada kelainan( sekret -?-
Mulut B <ibir dan muksa mulut B tidak ada kelainan
%iansis periral B 0-1
Jigi B tidak ada kelainan
Jusi B perdarahan gusi 0-1
Muksa B tidak ada kelainan
Didah B typhid tngue 0-1( tepi tidak hiperemis( tremr 0-1
Tnsil B T--T-( pharyng tenang tidak hiperemis
*# Deher B KJ< leher tidak teraba membesar
Retraksi supra strenal 0-1
+# ThraE
<entuk dan gerak simetris
Retraksi inter'stal 0-1
>. #%lmo
$# 6nspeksi
<entuk dan gerak B simetris
<#Palpasi
G'al )remitusB kiriVkanan
;#Perkusi B %nr( kiri V kanan(
D# $uskultasi B G<% kiri V kanan(
;rakles B -?-H :hee.ing B-?-
G'al resnanse B tidak meningkat
>>. 3ant%ng
$# 6nspeksi B iktus krdis tampak
<# Palpasi B iktus krdis teraba di 6;% G DM;%( kuat mengangkat
;# Perkusi B
batas kanan jantung B Dinea %ternalis
batas kiri jantungB - 'm Dinea Mid ;laCi'ula %inistra ke arah medial
D# $uskultasi B bunyi jantung %- %* murni reguler ( Thrill 0-1( mur mur 0-1
)rekuensi 6'tus 'rdis >,E?menit
<radikardia relatif 0-1
8# $bdmen
$# 6nspeksi B Datar
Retraksi epigastrium 0-1
Kntur usus 0-1
<#Palpasi B Dembut
/epar dan Dien tidak teraba membesar
Nyeri tekan epigastrium 0-1
;#Perkusi B Timpani( ruang traube ksng
D# $uskultasi B <ising &sus 0Q1 nrmal
4# Ekstremitas
Tidak ada defrmitas
Capillary refill B K * detik
@# Pemeriksaan Neurlgikus
Kuduk kaku 0-1
Rangsang Meningeal B kaku kuduk 0-1
I2. PEMERI-SAA. PE.1.8A.0
/ematlgi B 0T'$%%'l 03 A*&#l 3009
/b B -,(+ gr?dl
Deuksit B 5#5,,?mm
+
/ematkrit B ++9
Trmbsit B -*=#,,,?mm
+
Tes :idal B 0T'$%%'l 03 A*&#l 3009
%# typhi / B -?+*,
%# typhi 2 B -?+*,
Pemeriksaan urine rutin B 0T'$%%'l 03 A*&#l 3009
<erat jenis B -(,*,
p/ B 4(,
Prtein B @8 mg?dl
Reduksi B negatif
bilirubin B negatif
urbilingen B negatif
nitrit B negatif
ketn B -8, mg?dl 0QQQQ1
eritrsit B negatif
leuksit B , 3 - ?lpb
epitel B - - * ?lpb
/itung jenis leuksit :T'$%%'l 0 A*&#l 3009
<asfil B ,
Esinfil B ,
<atang B ,
%egmen B 5=
Dimfsit B 8-
Mnsit B ,
2. DIFERE.SIAL DIA0.OSIS
Demam thypid e#'# Salmonella thyphii
Demam thypid e#'# Salmonella parathyphii
2I. DIA0.OSIS -ER8A
Demam thypid
2II. 1S1L PEMERI-SAA.
Kultur Salmonella thyphii
Kultur Salmonella parathyphii
2III. PE.ATALA-SA.AA.
$# &mum
<edrest ? istirahat relatif
Diet makanan lunak dan mudah di'erna( serta rendah serat
<# Khusus
KlramfeniklB 5E5*8mg?hari( p#( diberikan dalam -, 3 -5 hari
Para'etaml +E*8,mg 0bila suhu L+>(8
,
;1
;# Pen'egahan
Gaksinasi thypid Ty - *-a( W - kapsul perral ( - jam setelah makan pada hari ke -( + (
dan 8
%anitasi pribadi B
- ;u'i tangan sebelum makan
- $"asi kebiasaan jajan
2III. PRO0.OSIS
Xu ad Citam B ad bnam
Xu ad fungsinam B ad bnam