You are on page 1of 23

LAPORAN KASUS

Identitas Penderita
Nama : Ny. R.H
Umur : 29 tahun
Alamat : Tompaso baru
Status : Menikah
Agama : Katolik
angsa : !n"onesia
#en"i"ikan : SMA
#eker$aan : S%asta
Nama suami :
Umur suami : &' tahun
#en"i"ikan suami : SMA
#eker$aan suami : #etani
MRS : (2 )ebruari 2'(*+ $am (2.'' ,!TA
Anamnesis Utama
Keluhan utama : #en"erita "ikirim "ari RS -antia Tompasubaru "engan "iagnosa
#
(
A
'
+ 29 tahun "engan suspek mioma uteri. #asien merasakan
keluar "arah "ari $alan lahir . & minggu yang lalu SMRS.
#embesaran perut . 2 minggu SMRS "isertai nyeri perut seperti
"iiris/iris+ hilang timbul.
Anamnesis :
• #er"arahan "ari $alan lahir se"ikit/se"ikit "ialami pen"erita se$ak . & minggu
SMRS. #embesaran perut . 2 minggu SMRS.
• Nyeri perut 012.
• Ri%ayat terlambat hai" 012.
• Mual "an muntah 012.
• Sebelumnya pen"erita su"ah "iperiksa "i RS -antia Tompaubaru "engan suspek
mioma uteri.
• A3AK biasa.
(
• #enurunan berat ba"an 012
• Na4su makan menurun 012
Anamnesis 5bstetrik 6inekologi
A. Riwayat Perkawinan dan Kehamilan Dahulu.
• Ka%in ( kali+ umur tahun.
• Kehamilan: 6
2
#
(
A
'.
• #
(
: pa"a tahun 2''7+ lahir bayi perempuan+ 8 &.2'' gram+ hi"up+ "i RS -antia
Tompasu aru.
. Riwayat Haid.
• Menar9he pa"a umur (: tahun+ siklus teratur+ lamanya & hari.
• Sakit %aktu hai" hingga ti"ak "apat beker$a: ti"ak.
• H#HT: (7 5ktober 2'(&.
-. Penyakit, Operasi dan Pemeriksaan Dahulu.
• atuk 0/2
• #enurunan berat ba"an : 012
• Na4su makan : menurun
• Nyeri saat AK : 012
• Ri%ayat K : Suntik & bulan+ terakhir tahun 2'((
• #emeriksaan #A "ahulu: ti"ak pernah.
Pemeriksaan Fisik
Status #raesens:
Kea"aan umum : 9ukup
Kesa"aran : 9ompos mentis
Tekanan "arah : (2'3;' mmHg.
Na"i : ;* <3menit.
Respirasi : 2* <3menit.
Suhu ba"an : &:+7
o
-.
,arna Kulit : Kuning langsat.
="ema : 0/2
Kepala : kon$ungti>a anemis /3/+ sklera ikterus /3/.
8i"ah : beslag 0/2.
(
6igi : 9aries 012
Kerongkongan : T(3T(+ hiperemis 0/2.
8eher : pembesaran K6 0/2.
?a"a : nipple hiperpigmentasi 012.
@antung : S!/S!! normal+ murmur 0/2
#aru/paru : rhonki /3/+ %heeAing /3/.
Hati : tak teraba
8impa : tak teraba
Kelamin : normal
=kstremitas : e"ema /3/+ akral hangat.
Neurologis : Re4leks 4isiologis 012 normal+ re4leks patologis 0/2.
Status 8okalis
Pemeriksaan abdomen:
!nspeksi : "atar
#alpasi : lemas+ T)U 2 $ari "iba%ah pusat+ ballotement 0/2.
#erkusi : ,? 0/2.
Auskultasi : peristaltik normal+ @A 0/2
Pemeriksaan ginekologi:
!nspeksi : 4luksus 012+4luor 0/2+ >ul>a tak a"a kelainan.
!nspekulo : 4luksus 012+ 4luor 0/2+ >agina t.a.k+ portio li9in+ erosi 0/2+ li>i"e 0/2+ 5U=
tertutup.
Pemeriksaan dalam:
• )luksus 012
• #ortio li9in+ kenyal+ nyeri goyang 0/2+ 5U= tertutup.
• -U sebesar kehamilan (*/(: minggu
• A3# bilateral lemas+ massa 0/2+ Nyeri tekan 0/2.
• -? ti"ak menon$ol.
Pemeriksaan lain:
• US6 02;/'2/2''*2: uterus membesar+ 6estational Sa9k 012+ tak tampak gambaran
$anin+ ke"ua a"neksa baik. Kesan: kehamilan ti"ak baik.
• Hb: ('+& gr3"l+ 8eukosit: B.&''3mm
&
+ Trombosit: &'2.'''3mm
&
.
(
RESUME MASUK
6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ MRS tanggal ( Maret 2''7 $am (2.'' ,!TA+ "ikirim "ari #oli
6inekologi RSU #ro4. Kan"ou "engan "iagnosa 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+
"engan kehamilan ti"ak baik. Ren9ana terminasi kehamilan ti"ak baik. #er"arahan 012
se"ikit/se"ikit+ ka"ang a"a yang bergumpal+ ri%ayat terlambat hai" 012+ mual "an muntah
012. H#HT 2;/((/2''*. Hasil US6 tanggal 2;/'2/2''7 kesan: kehamilan ti"ak baik.
Status praesens: T: (2'3;' mmHg+ na"i: ;' <3menit+ respirasi: 2* <3menit+ suhu: &:+*
'
-.
Status Obstetrik: T)U 2 $ari ba%ah pusat+ @A 0/2+ ballotement 0/2.
Status Ginekologi:
• !nspeksi : 4luksus 012+ >3> t.a.k
• !nspekulo : 4luksus 012+ >3> t.a.k+ portio li9in+ erosi 0/2+ li>i"e 0/2+ 5U= tertutup.
• #? : 4luksus 012+ >3> t.a.k+ portio li9in+ kenyal+ nyeri goyang 0/2+ 5U= tertutup+
-U sebesar kehamilan (*/(: minggu+ A3# bilateral lemas+ massa
0/2+ -? ti"ak menon$ol.
Diagnosis Sementara : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak
baik.
Sikap:
• Masuk Rumah sakit.
• #eriksa laboratorium lengkap.
• Terminasi kehamilan+ lapor konsulen 0?r. M8+ Sp56/K2 a">is: terminasi kehamilan
"engan misoprostol & < C tablet per>aginam.
OBSERVASI
( Maret 2''7 $am (*.'' ,!TA
Kes: -M+ T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3menit+ R: 2* <3menit.
His: 0/2
#?: 4luksus 012+ portio tebal+ lunak+ arah a<ial+ pembukaan 0/2.
Sikap: misoprostol C tablet per>aginam
(*.''/22.'' His 0/2
22.'' #?: 4luksus 012+ portio tebal+ lunak+ arah a<ial+ pembukaan 0/2.
Sikap: misoprostol C tablet per>aginam.
22.''/':.'' His 0/2
':.'' #?: 4luksus 012+ portio tebal+ lunak+ arah a<ial+ pembukaan 0/2.
(
Sikap: misoprostol C tablet per>aginam.
2 Maret 2''7
Keluhan : per"arahan "ari $alan lahir 012 se"ikit.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (2'3B' mmHg+ N: ;'<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+7
'
-.
Kepala : kon$ungti>a anemis /3/+ skelra ikterus /3/.
Ab"omen : T)U & $ari ba%ah pusat.
=kstremitas : akral hangat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / terminasi kehamilan.
 misoprostol "ilan$utkan & < C tab. #er>aginam.
& Maret 2''7
Keluhan : per"arahan "ari $alan lahir 012 se"ikit.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (2'3B' mmHg+ N: ;'<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+7
'
-.
Kepala : kon$ungti>a anemis /3/+ skelra ikterus /3/.
Ab"omen : T)U 2 $ari ba%ah pusat.
=kstremitas : akral hangat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / terminasi kehamilan.
/ roboransia
→ a">is >isite besar: titrasi H-6.
8apor konsulen 0?r. M8+ Sp56/K2 a">is: β/H-6 kuantitati4.
* Maret 2''7
Keluhan : per"arahan 012 02 < ganti pembalut2.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (2'3;' mmHg+ N: ;*<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+7
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / roboransia.
(
/ antibiotika
/ tunggu hasil β/H-6
/ !D)? R8:?7E F (:( ;gtt3mnt
7 Maret 2''7
Keluhan : per"arahan 012 02 < ganti pembalut2.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (('3B' mmHg+ N: ;;<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+B
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / !D)? R8:?7E F (:( ;gtt3mnt.
/ roboransia
/ antibiotika
/ lapor konsulen 0?r. M8+ Sp56/K2 a">is: tunggu hasil β/H-6.
: Maret 2''7.
Keluhan : per"arahan 012 02 < ganti pembalut2.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (('3B' mmHg+ N: ;;<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+B
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / !D)? R8:?7E F (:( ;gtt3mnt  ekstra>asasi  a44 in4us.
/ roboransia
/ antibiotika
/ tunggu hasil β/H-6.
B Maret 2''7.
Keluhan : per"arahan 012 02 < ganti pembalut2.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (2'3;' mmHg+ N: ;*<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+;
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan ti"ak baik.
Sikap : / roboransia
(
/ antibiotika
Hasil β-HCG: !"#$%& mIU'mL.
A">is >isite besar: konsul "i meeting
Hasil konsul "i meeting: ra%at sebagai mola hi"ati"osa+ kuretase hisap setelah periksa
laboratorium lengkap+ =K6+ G/)oto thora< "an se"ia "onor.
; Maret 2''7.
Keluhan : per"arahan 012
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (2'3;' mmHg+ N: ;*<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
Sikap : / 8aboratorium lengkap.
/ =K6+ G/4oto thora<.
/ se"ia "onor
/ R3 kuretase hisap
/ roboransia
Hasil laboratorium:
 Hb : ;+; gr3"l
 8eukosit : 7.B''3mm
&
 Trombosit : 2:B.'''3mm
&
 Ureum : 2( mg3"l
 Kreatinin : '+9 mg3"l
 Asam urat : 9+* mg3"l
 S65T : (: U38
 S6#T : (; U38
9 Maret 2''7.
Keluhan : per"arahan 012 se"ikit.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: (&'3;' mmHg+ N: ;;<3mnt+ R: 2*<3mnt+ Sb:
&:+;
'
-.
Status lokalis : ab"omen: T)U 2 $ari ba%ah pusat.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
(
Sikap : / -ek hasil =K6+ H G/4oto toraks.
/ !D)?.
/ alan9e 9airan.
/ R3 kuretase hisap
/ roboransia
Hasil G/4oto toraks: -or "an pulmo "alam batas normal.
=K6: mil" in4erior myo9ar" is9hemia e.9 anemia. ??: imbalan9e >egetati4.
(' Maret 2''7.
@am '9.&'
Keluhan : keluar "arah banyak "ari kemaluan.
0pen"erita langsung "ipin"ahkan ke kamar tin"akan2.
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M+ T: 9'3:' mmHg+ N: (2'<3mnt+ R: &2<3mnt+ Sb:
&:+;
'
-.
Kepala : kon$ungti>a anemis ±3±
Toraks : @antung "an paru/paru "alam batas normal.
Ab"omen : "atar+ lemas+ T)U 2 $ari ba%ah pusat+ kontraksi 012.
=kstremitas : akral "ingin
#emeriksaan ginekologi:
• !nspeksi : 4luksus 012+ >ul>a t.a.k. Tampak keluar gelembung mola 9ampur "arah ±
7'' 99.
• !nspekulo : 4luksus 012+ >3> t.a.k+ portio li9in+ erosi 0/2+ li>i"e 012+ 5U= terbuka+
tampak gelembung mola "an $aringan keluar "ari 5U=.
?iagnosa : 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ "engan abortus mola hi"ati"osa 1 pre syok.
Sikap : / !D)? 2 $alur
/ se"ia "onor+ in4orme" 9onsent.
/ konsul penyakit "alam.
/ kuretase hisap
/ lapor konsulen  setu$u kuretase hisap.
@am ('.(7
Kuretase hisap "imulai:
• #en"erita "ibaringkan "alam posisi litotomi "i me$a ginekologi.
• ?ilakukan tin"akan antisepsis pa"a >ul>a "an sekitarnya.
• ?ilakukan pengosongan kan"ung ken9ing "engan 4olley kateter.
(
• ?ipasang spekulum 9o9or bebek.
• #ortio "an sekitarnya "i "esin4eksi.
• #ortio "i$epit "engan ring tang pa"a arah $am ((.''.
• Masukkan 9anul su9tion 0bersamaan "engan in$eksi metilergometin2+ "ilakukan
kuretase hisap se9ara sistematis "an hati/hati sampai yakin bersih.
• Ringtang "ilepas.
• Kontrol per"arahan.
• Spekulum "ilepas.
@aringan ± 7'' 99 0periksa #A2+ per"arahan ± (''' 99
6elembung mola ∅ ± */7 9m+ $anin 0/2.
@am ('.&'
Kuretase hisap selesai.
KU post kuretase: T: (''3B' mmHg+ N: ;; <3mnt+ R: 2* <3mnt.
Status lokalis : ab"omen: T)U tak teraba
Status ginekologis : #?: portio lunak+ -U sebesar umur kehamilan ;/(' mgg.
A3# kanan3kiri: massa 0/2+ Nyeri tekan 0/2.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ post kuretase hisap a.i. abortus mola
Sikap : / antibiotika
/ metilergometil & < ( tab
/ trans4usi
/ 9ek Hb
/ a">is konsulen 0"r. M8+ Sp562: pasang kateter.
Hasil laboratorium  Hb: ;+* gr3"l
Kateter "ilepas karena merembes "an pen"erita merasa kesakitan.
(( Maret 2''7
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3B' mmHg+ N: ;; <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+B
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ post kuretase hisap a.i. abortus mola.
Sikap : / 9e4a"ro<il & < 7'' mg
(
/ S) 2 < ( tab
/ !D)?
/ trans4usi
/ balan9e 9airan
/ lapor konsulen 0"r. M8+ Sp56/K2
 a">is: pasang ulang kateter+ konsul interna+ lasi< ( ampul.
Kateter "ilepas karena merembes "an pen"erita mengeluh kesakitan.
8apor konsulen  a">is: / tampung urin.
/ asam me4enamat.
(2 Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (&'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2* <3mnt+ Sb: &:+7
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa
 post kuretase hisap hari !!.
Sikap : / 9e4a"ro<il & < 7'' mg
/ S) 2 < ( tab
/ !D)?
/ trans4usi
/ 9ek Hb
/ balan9e 9airan 0tampung urin 2* $am2
/ konsul interna.
Hasil lab  Hb: ;+9 gr3"l
(& Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (&'3;' mmHg+ N: ;; <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+B
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
 post kuretase hisap hari !!!
(
Sikap : / 9e4a"ro<il & < 7'' mg
/ S) 2 < ( tab
/ !D)?
Hb sahli: 9 gr3"l.
(* Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (&'3;' mmHg+ N: ;; <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+B
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
 post kuretase hisap hari !D
Sikap : / 9e4a"ro<il & < 7'' mg
/ S) 2 < ( tab
/ 9ek hasil #A
@am (*.&7  hasil meeting: kuret !! "an ren9ana MTG.
(7 Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+7
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
Sikap : / 9e4a"ro<il & < 7'' mg
/ S) 2 < ( tab
/ a">is konsulen 0"r. M8+Sp56/K2
 periksa β/H-6 urin kualitati4 sebelum kuret !! H β/H-6
kuantitati4 setelah kuret !!.
/ ren9ana kuret ta$am 0kuret !!2  tgl (B Maret 2''7.
/ roboransia.
Hasil β/H-6 urine 012.
(: Maret 2''7.
(
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;* <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
Sikap : / roboransia
/ ren9ana kuret !! besok 0(B Maret 2''72
Hasil PA 0Kuret !2: >illi khorialis "engan "egenerasi hi"ropik "an sel/sel tro4oblast+
tampak $uga bagian per"arahan. Kesan: m()a *idatid(sa.
(B Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;* <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+2
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
Sikap : / ren9ana kuret !!
/ roboransia
/ uterotonika
@am ((.*7.
?ilakukan kuretase !! 0kuretase ta$am2.
• #en"erita "ibaringkan terlentang "alam posisi litotomi "i atas me$a ginekologi.
Antisepsis >ul>a "an sekitarnya.
• #asang spekulum 9o9or bebek.
• #ortio "an sekitarnya "ilakukan antisepsis "engan kasa beta"in.
• ?ilakukan anestesi paraser>ikal blok "i arah $am * "an $am ;.
• #ortio "i$epit "engan tenakulum "i arah $am ((.
• ?ilakukan son"ase+ uterus ante4leksi+ ukuran ± : 9m.
• ?ilakukan kuretase ta$am sesuai arah $arum $am sampai yakin bersih. Kontrol
per"arahan 0/2.
• ?iberikan in$eksi methergin !M ( ampul.
• Tenakulum "ilepas+ kontrol per"arahan ulang 0/2.
(
• #ortio "ibersihkan "engan kasa beta"ine.
• Spekulum "ilepas.
• Kuretase selesai.
#er"arahan : ± ('' 99
@aringan : ± 2' 99 → "iperiksa #A.
KU post kuretase: T: (&'3;' N: ;* <3mnt R: 2' <3mnt.
(; maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3B' mmHg+ N: ;* <3mnt+ R: 2* <3mnt+ Sb: &:+7
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa post kuret !! hari !.
Sikap : / roboransia
/ antibiotika
/ uterotonika
/ ren9ana periksa β/H-6 kuantitati4 0tgl 2( Maret 2''72.
(9 Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+7
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa+ post kuret ke/2 hari !!
Sikap : / roboransia
/ antibiotika
/ uterotonika
/ ren9ana kemoterapi pro4ilaksis "engan MTG.
2' Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
(
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa+ post kuret ke/2 hari !!!
Sikap : / roboransia
/ antibiotika
/ uterotonika
/ ren9ana kemoterapi "engan MTG.
/ 8aboratorium lengkap "an β/H-6 besok.
2( Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
Sikap : / roboransia
/ antibiotika
/ ren9ana kemoterapi "engan MTG.
/ 8aboratorium lengkap "an β/H-6.
8aboratorium:
 Hb : ('+: gr3"l
 8eukosit : ;.(''3mm
&
 Trombosit: &7B.'''3mm
&
 Ureum : (; mg3"l
 Kreatinin : '+B mg3"l
 S65T : 9 U38
 S6#T : (2 U38.
22 Maret s3" 2* Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa.
(
Sikap : / roboransia
/ antibiotika
/ ren9ana kemoterapi "engan MTG.
A">is meeting: tun"a "ulu MTG.
27 Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa 0post kuret ke/2 hari D!!!2
Sikap : / roboransia
/ kemoterapi pro4ilaksis "engan MTG  obat su"ah a"a.
Hasi) β-HCG +(st e,ak-asi: &%#"!& mIU'm)
Hasil PA 0kuret !!2:
Mikroskopik: tampak potongan/potongan $aringan ter"iri "ari bekuan "arah+ "an
potongan/potongan $aringan en"ometrium+ $aringan nekrotik "engan ra"ang+ $aringan
"engan sel/sel "esi"ua+ ti"ak tampak >illi khorialis maupun tan"a/tan"a keganasan.
Kesimpulan: aringan nekrotik ! sel"sel desidua
2: Maret s3" 2; Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa 0post kuret ke/2 hari D!!!2
Sikap : / roboransia
@am 2'.'' 02; Maret 2''72  8apor konsulen 0"r. M8+ Sp56/K2
A">is: / pulang.
/ kontrol tiap 2 minggu.
29 Maret 2''7.
Keluhan : ti"ak a"a
(
Status praesens : KU: 9ukup+ Kes: -M
T: (2'3;' mmHg+ N: ;' <3mnt+ R: 2' <3mnt+ Sb: &:+:
'
-.
Status lokalis : ab"omen : T)U tak teraba.
?iagnosa : #
(
A
(
+ 2: tahun+ "engan mola hi"ati"osa 0post kuret ke/2 hari D!!!2
Sikap : / R3 pulang.
.ISKUSI
#ermasalahan yang akan "i"iskusikan pa"a kasus ini a"alah:
(. "iagnosis
2. penanganan
&. komplikasi
*. prognosis
.ia/n(sis
#ermasalahan utama pa"a kasus ini a"alah a"anya kesalahan "iagnosis pa"a
a%alnya sebelum "iagnosis mola hi"ati"osa "itegakkan.
Se9ara ringkas gambaran "iagnostik yang berhubungan "engan mola hi"ati"osa
a"alah sebagai berikut:
• #er"arahan per>aginam se"ikit/se"ikit yang ireguler+ "apat $uga pro4us yang
"imulai setelah kehamilan 2 bulan.
• #embesaran uterus yang ti"ak sesuai "engan usia kehamilan.
• #a"a pemeriksaan palpasi maupun ra"iologis ti"ak "itemukan a"anya $anin
seperti pa"a kehamilan normla.
• ?enyut $antung $anin ti"ak "itemukan.
(
• #ola khusus pa"a pemeriksaan US6.
• 6e$ala/ge$ala kehamilan mu"a yang berlebihan seperti hiperemesis+
hipertiroi"isme "an preeklampsia.
• Ka"ar H-6 yang tinggi lebih "ari (''.''' m!U3ml.
#a"a a%alnya 0(& )ebruari 2''72 pen"erita ini memeriksakan "iri "i poli
ginekologi RSU #ro4. R. ?. Kan"ou+ "engan keluhan per"arahan "ari $alan lahir. Setelah
"ilakukan anamnesa "iketahui pen"erita ini memiliki ri%ayat amenore "imana hari
pertama hai" terakhir pa"a tanggal 2; No>ember 2''*. Setelah "ilakukan pemeriksaan
4isik+ "i"apatkan a"anya pembesaran uterus sebesar umur kehamilan (*/(: minggu "imana
teraba berupa massa pa"at yang berben$ol/ben$ol+ serta ti"ak "itemukan tan"a/tan"a
kehamilan berupa balotemen "an "etak $antung $anin. Setelah "ilakukan pemeriksaan h-6
urin se9ara kualitati4 hasilnya ternyata negati4+ sehingga saat itu pa"a pen"erita ini
"i"iagnosa sebagai suspek mioma uteri. Untuk memastikan "iagnosa tersebut maka
"iren9anakan untuk "ilakukan US6.
Setelah "ilakukan US6 02; )ebruari 2''72 hasilnya ternyata bukan mioma uteri
tetapi kehamilan ti"ak baik karena pa"a saat "i US6 "itemukan a"anya kantung kehamilan
0gestational sa#k2 namun ti"ak ter"apat gambaran $anin. Sehingga saat itu $uga "iagnosa
pa"a pasien ini berubah men$a"i 6
2
#
(
A
'
+ 2: tahun+ hamil (*/(: minggu+ "engan kehamilan
ti"ak baik+ "an "iren9anakan untuk "ilakukan terminasi kehamilan ti"ak baik "engan
misoprostol.
?iagnosa suspek mioma uteri pa"a a%alnya "i"asarkan pa"a pemeriksaan 4isik
"imana ter"apat pembesaran uterus berupa massa pa"at "engan permukaan berben$ol/
ben$ol. ?iagnosa kehamilan "isingkirkan karena %alaupun ter"apat ri%ayat amenore tetapi
setelah "ilakukan pemeriksaan h-6 urin kualitati4 hasilnya negati4+ selain itu tan"a
kehamilan seperti balotemen ti"ak "itemukan. er"asarkan kepustakaan pa"a mioma uteri
$uga "apat ter$a"i amenore.
2

#emeriksaan h-6 urin kualitati4 "engan hasil yang negati4 sangat ti"ak sesuai
"engan hasil US6 yang berupa kehamilan ti"ak baik+ sehingga untuk mengkon4irmasi hal
tersebut maka "ilakukan pemeriksaan h-6 "arah se9ara kuantitati4 0titrasi h-62 "an hasil
yang "i"apat a"alah ka"ar β/h-6 yang sangat tinggi $auh "ari normal yaitu 7:9.'*(
m!U3ml. #a"a kehamilan yang normal ka"ar β/h-6 biasanya kurang "ari (''.''' m!U3ml+
"an ka"ar yang lebih "ari (''.''' m!U3ml "apat "i9urigai sebagai suatu mola
hi"ati"osa.
*+7
Karena tingginya ka"ar "ari β/h-6 pa"a pen"erita ini sehingga mulai tanggal
(
; Maret 2''7 "ira%at sebagai mola hi"ati"osa "an "iren9anakan untuk "ilakukan e>akuasi
mola hi"ati"osa "engan kuretase hisap.
?iagnosa mola hi"ati"osa pa"a pen"erita ini belum "apat "itegakkan se$ak a%al
karena pa"a a%alnya ti"ak "itemukan ge$ala maupun tan"a yang "apat menun$ang
"iagnosa mola hi"ati"osa. 6e$ala yang a"a pa"a pen"erita ini hanya berupa per"arahan
"ari $alan lahir yang se"ikit/se"ikit yang bisa $uga "itemukan pa"a kelainan ginekologi lain
seperti pa"a mioma uteri. 6e$ala lain yaitu ge$ala kehamilan mu"a yang berlebih yang
merupakan ge$ala "ari mola hi"ati"osa seperti hiperemesis+ hipertiroi"isme+ "an
preeklamsi $uga ti"ak menon$ol. #a"a pemeriksaan 4isik ter"apat pembesaran uterus tetapi
bila "ilihat "ari keterlambatan hai" 0ri%ayat amenore2+ pembesaran uterusnya sesuai
"engan umur kehamilan. #a"a mola hi"ati"osa salah satu tan"a klasiknya a"alah
pembesaran uterus yang lebih besar "ari usia kehamilan. Namun ti"ak semua pen"erita
mola hi"ati"osa "apat menun$ukkan pembesaran uterus yang lebih besar "ari usia
kehamilan. er"asarkan penelitian hanya kira/kira 7'E "ari pen"erita mola hi"ati"osa
yang menun$ukkan pembesaran uterus yang lebih besar "ari usia kehamilan.
7
ahkan a"a
$uga pen"erita mola hi"ati"osa "engan besar uterus lebih ke9il "ari usia kehamilan yang
bisa "itemukan pa"a $enis dying mole.
2
Selain itu+ "engan pemeriksaan h-6 urin kualitati4
"i poliklinik ginekologi hasilnya negati4.
?iagnosa mola hi"ati"osa baru "apat "itegakkan "engan pasti bila kita melihat
lahirnya gelembung mola. Tetapi bila kita menunggu sampai gelembung mola keluar
biasanya su"ah terlambat karena pengeluaran gelembung mola umumnya "isertai
per"arahan yang banyak "an kea"aan umum pasien menurun.
2
#a"a pen"erita ini
gelembung mola baru terlihat setelah "iagnosa mola hi"ati"osa "itegakkan "ari
pemeriksaan β/h-6.
Untuk membantu "alam men"iagnosa mola hi"ati"osa+ salah satu pemeriksaan
yang "ianggap memiliki ketepatan "an sensiti4itas yang tinggi yaitu "engan US6. ?ari
US6 suatu mola hi"ati"osa "apat terlihat berupa gambaran khas yaitu menyerupai ba"ai
sal$u 0snow $lake pattern2 atau gambaran sarang ta%on 0honey #omb apperean#e2 "an
terlihat gambaran seperti rangkaian buah anggur 0grape de raisins2 bila gelembung mola
mempunyai "iameter yang lebih besar.
:+('+((
Namun US6 pa"a pen"erita ini ti"ak
menun$ukkan gambaran khas tersebut+ yang terlihat hanya berupa kantung kehamilan
0gestational sa#k2 tanpa a"a gambaran $anin sehingga "i"iagnosa sebagai suatu kehamilan
ti"ak baik. Ti"ak "itemukannya gambaran khas "ari mola hi"ati"osa "engan US6 pa"a
(
pen"erita ini kemungkinan "isebabkan oleh mola yang ti"ak terlalu besar sehingga ti"ak
terlihat "engan $elas. er"asarkan kepustakaan pa"a kehamilan trimester ! gambaran mola
hi"ati"osa ti"ak spesi4ik+ sehingga seringkali sulit "ibe"akan "ari kehamilan anembrionik
atau mioma uteri. 6ambaran spesi4ik biasanya terlihat pa"a trimester !!.
2
?engan "emikian "iagnosa mola hi"ati"osa pa"a pen"erita ini sebelum e>akuasi
mola hanya "itegakkan melalui pemeriksaan ka"ar β/h-6 "arah yang tinggi 07:9.'*(
m!U3ml2. ?iagnosa yang pasti pa"a pasien ini baru "apat "itegakkan setelah terlihat
gelembung mola yang keluar+ yang "ipertegas "engan pemeriksaan #A terha"ap $aringan
yang "ie>akuasi "engan kuretase hisap.
Penan/anan
%& Perbaiki keadaan umum
?engan "itegakkannya "iagnosa mola hi"ati"osa pa"a pen"erita ini maka
"ilakukan penanganan yang sesuai untuk mola hi"ati"osa. #a"a pen"erita ini "ilakukan
perbaikan kea"aan umum terlebih "ahulu yaitu "engan pemberian 9airan !D)? "an
roboransia. Selain itu "isiapkan $uga "onor "arah untuk mengantisipasi per"arahan yang
banyak saat e>akuasi mola. ?isamping perbaikan kea"aan umum+ pa"a pasien ini $uga
"ilakukan pemeriksaan lain sebagai persiapan yaitu =K6+ G/4oto toraks "an laboratorium
lengkap.
'& ()akuasi
Tahap berikutnya a"alah e>akuasi $aringan mola. #a"a pasien ini e>akuasi pertama
"engan kuretase hisap 0>akum kuretase2. Kuretase hisap merupakan pilihan saat ini untuk
e>akuasi mola karena memiliki beberapa keunggulan yaitu tin"akan yang lebih 9epat+
per"arahan kurang+ ti"ak memerlukan pembukaan ser>iks yang terlalu besar "an ti"ak
memerlukan pembiusan.
2+('
Sebelum "ilakukan kuretase hisap+ pasien sempat mengalami per"arahan
per>aginam yang banyak sehingga pa"a hari itu $uga langsung "iambil tin"akan kuretase.
Setelah kuretase "ilakukan perbaikan kea"aan umum "engan pemberian trans4usi. Untuk
men9egah in4eksi maka "iberikan antibiotika "an selain itu $uga "iberikan uterotonika
0metilergometil2 untuk memperkuat kontraksi uterus sehingga "apat men9egah per"arahan
setelah e>akuasi mola. Setelah kuretase yang pertama+ $aringan "iperiksa #A "an hasilnya
a"alah mola hi"ati"osa. Setelah kuret yang pertama+ satu minggu kemu"ian "ilakukan
kuret ke"ua berupa kuret ta$am untuk membersihkan sisa/sisa $aringan+ "an hasilnya
(
"ikirim lagi untuk pemeriksaan #A. Hasil pemeriksaan #A untuk $aringan hasil kuret
ke"ua yaitu sel/sel "esi"ua "an $aringan nekrotik+ tan"a/tan"a keganasan ti"ak a"a.
#a"a pen"erita ini setelah e>akuasi mola+ "ilakukan pemeriksaan β/h-6 ulang "an
hasilnya ka"ar β/h-6 menurun men$a"i (*.9:( m!U3ml. Hal ini memberikan prognosa
yang baik karena ter$a"i penurunan ka"ar h-6 "an "iharapkan penurunannya ter$a"i terus
sampai normal.
*& +erapi pro$ilaksis&
#enanganan tahap berikutnya yaitu pemberian terapi pro4ilaksis "engan sitostatika.
#a"a pen"erita ini sempat "iren9anakan tetapi karena a"a perbe"aan pen"apat sehingga
sampai pen"erita pulang terapi ini belum "iberikan. Terapi pro4ilaksis biasanya "iberikan
apabila pengamatan lan$utan sukar "ilakukan "an pa"a kasus mola "engan resiko tinggi
akan ter$a"i keganasan+ misalnya umur tua 0I &7 tahun2+ paritas yang tinggi atau kasus
mola "engan hasil histopatologi yang men9urigakan.
2
Untuk pasien ini pengamatan lan$ut
ti"ak sulit untuk "ilakukan "an ti"ak termasuk pa"a mereka yang beresiko tinggi. Tu$uan
pro4ilaksis "engan sitostatika a"alah untuk men9egah atau mengurangi kemungkinan
ter$a"inya koriokarsinoma. A"a beberapa ahli yang kurang sepen"apat "engan terapi
pro4ilaksis "engan alasan bah%a kasus mola hi"ati"osa yang men$a"i ganas ti"ak banyak
"an sitostatika a"alah obat yang berbahaya.
2+('
Terapi pro4ilaksis yang ke"ua yang "apat "ilakukan pa"a pen"erita pas9a mola
hi"ati"osa a"alah "engan histerektomi totalis. !n"ikasi tin"akan ini a"alah bila usia
pen"erita I &7 tahun "an $umlah anak 9ukup.
(*
#a"a kasus ini terapi ini belum "ian$urkan
karena umur pen"erita yang masih mu"a 02: tahun2 "an belum memiliki anak.
,& Pengawasan lanut
Saat pulang pen"erita "isarankan untuk melakukan kontrol setiap 2 minggu "engan
tu$uan untuk penga%asan terha"ap kemungkinan ter$a"inya keganasan. 8ama penga%asan
ini "ian$urkan berkisar satu sampai "ua tahun. Selama penga%asan+ se9ara berkala
"ilakukan pemeriksaan ginekologi+ ka"ar h-6 "an ra"iologi. Selama penga%asan
pen"erita $uga "ian$urkan untuk $angan "ulu hamil "engan menggunakan alat kontrasepsi
seperti kon"om+ "ia4ragma atau pil K agar ti"ak menga9aukan pemeriksaan selama
perio"e penga%asan.
2+&
@a"%al penga%asan yang "ian$urkan sesuai protap "i bagian
5bstetri "an 6inekologi RSU #ro4. ?r. R.?. Kan"ou Mana"o yaitu & bulan ! "ua minggu
sekali+ & bulan !! ( bulan sekali "an : bulan terakhir 2 bulan sekali.
(*
#enga%asan "iakhiri
(
bila selama satu tahun setelah keluar "ari pera%atan ka"ar h-6 pasien "alam batas normal+
atau bila telah hamil lagi.
(*
K(m+)ikasi
#a"a pen"erita mola hi"ati"osa ka"ang ter$a"i komplikasi/komplikasi yang "apat
membahayakan+ seperti per"arahan hebat sampai syok+ in4eksi sekun"er+ per4orasi karena
keganasan "an karena tin"akan serta men$a"i ganas pa"a kira/kira (;/2'E kasus.
&
#a"a
kasus ini selama pera%atan "an setelah e>akuasi mola $uga pa"a pemeriksaan #A ti"ak
"itemukan komplikasi yang membahayakan.
Pr(/n(sa
#rognosa pa"a pen"erita ini saat pulang a"alah "ubia a" bonam karena ti"ak
ter"apat komplikasi yang membahayakan. Namun prognosa "apat sa$a berubah bila suatu
saat timbul keganasan yaitu koriokarsinoma. #rognosa yang baik tergantung pa"a
"iagnosis yang 9epat "an terapi yang tepat. Kematian pa"a kasus mola hi"ati"osa biasanya
"isebabkan oleh a"anya per"arahan yang banyak+ in4eksi+ eklampsi+ payah $antung "an
tirotoksikosis.
(+2
Ter$a"inya proses keganasan bisa berlangsung antara B hari sampai &
tahun pas9a mola+ tetapi paling banyak "alam : bulan pertama. Ke$a"ian mola berulang
agak $arang. Martaa"isoebrata+ "i RS Hasan Sa"ikin ban"ung hanya menemukan * "ari
&2& kasus atau (+2&E. A"a yang mengatakan bah%a mola berulang mempunyai resiko
lebih tinggi untuk men$a"i koriokarsinoma.
2
Untuk menentukan kapan kembalinya 4ungsi
repro"uksi agak sukar karena umumnya mereka "iharuskan untuk memakai kontrasepsi.
Namun pa"a umumnya kemampuan repro"uksi pas9a mola ti"ak banyak berbe"a "ari
kehamilan lainnya "an anak/anak yang "ilahirkan setelah mola hi"ati"osa ternyata
umumnya normal.
2

(
KESIMPULAN .AN SARAN
Kesim+-)an
#a"a kasus ini "apat "itarik kesimpulan:
(. ?iagnosa suatu mola hi"ati"osa ti"aklah mu"ah untuk "itegakkan "an ti"ak semua
pen"erita "engan mola hi"ati"osa "apat menun$ukkan ge$ala "an tan"a yang khas
"ari mola hi"ati"osa. Untuk itu "alam menegakkan suatu mola hi"ati"osa perlu
"ilakukan rangkaian pemeriksaan yang lengkap "an teliti yang meliputi
pemeriksaan klinik+ US6+ pengukuran ka"ar h-6 "an pemeriksaan histopatologi
serta amniogra4i.
2. ?iagnosa mola hi"ati"osa yang 9epat serta penanganan yang tepat akan "apat
membantu men9egah ter$a"inya komplikasi yang membahayakan sehingga "apat
menurunkan angka morbi"itas "an mortalitas "ari mola hi"ati"osa.
&. #emberian terapi pro4ilaksis "engan sitostatika setelah e>akuasi mola masih
menimbulkan perbe"aan pen"apat karena pertimbangan untung "an ruginya.
(
*. #a"a pasien ini ti"ak ter$a"i komplikasi yang membahayakan "an "ari hasil #A
ti"ak menun$ukkan tan"a/tan"a keganasan.
Saran
• #emeriksaan terha"ap pasien "engan mola hi"ati"osa harus "ilakukan "engan teliti
"an terpa"u sehingga "iagnosa "apat "itegakkan lebih a%al "an ti"ak ter$a"i
kesalahan "alam men"iagnosa. ila mungkin "apat "ilakukan pemeriksaan US6
lebih "ari satu kali untuk memastikan "iagnosa mola hi"ati"osa "an pengukuran
ka"ar β/h-6 bila memungkinkan "apat "ilakukan lebih a%al.
• #emberian terapi pro4ilaksis "engan sitostatika sebaiknya "apat "iberikan karena
bila "ipertimbangkan untung ruginya maka keuntungannya lebih besar karena
"apat men9egah ter$a"inya keganasan %alaupun ti"ak semua mola hi"ati"osa "apat
men$a"i ganas+ tetapi lebih baik kita men9egah "aripa"a nantinya terlambat.
• ?ian$urkan pa"a pen"erita untuk tetap melakukan kontrol sampai selama ( atau 2
tahun untuk menghin"ari kemungkinan keganasan "an seharusnya $angan "ulu
hamil selama "alam masa penga%asan.

(