You are on page 1of 8

Bab I

Pendahuluan
I. Latar Belakang























Bab II
Tinjauan Pustaka

II.1 Pengertian
Penyakit diventrikular adalah suatu kondisi umum yang mempengarruhi sistem
pencernaan. Hal ini terjadi ketika tonjolan kecil atau kantong ( biasanya disebut diventrikula)
terbentuk di dinding usus besar. penyakit diventrikular adalah penyakit yang umum di derita,
namun kebanyakan orang yang mengalaminya tidak merasakan gejala apapun. Penyakit ini
menjadi semakin umum diderita saat seorang semakin tua. Penyakit diventrikular terjadi
ketika area kecil dari lapisan usus melemah dan terbentuk tonjolan atau kantong selama
bertahun tahun, hal ini dikenal sebagai diventrikular. Diventrikular sebagian besar ditemukan
di bagian bawah usus besar meskipun pada beberapa orang didapati di bagian bawah dari
usus mereka. Ada 3 istilah yang biasanya digunakan untuk penyakit divertikular, yaitu:
a. Diverticulosis ; banyak orang menderita diverticula tanpa merasakan gejala apapun.
Divertikula hanya bisa terlihat ketika dilakukan scan dan tes untuk masalah ini. Divertikular
tanpa gejala biasanya dikena sebagai diverticulosis.
b. Divertikular ; jika terdapat gejala-gejala diverticula ini dikenal sebagai penyakit
divertikular.
c. Divertivulitis ; jika diverticula menjadi meradang dan menyebabkan penyakit, kondisi ini
dikenal sebagai diverticulitis. Gejala-gejala penyakit divertikular biasanya terasa di sebelah
kiri bawah perut. Rasa sakit dapat muncul setelah makan. Mungkin hilang setelah buang
angin atau buang air besar.

II.2 Anatomi dan Embriologi
Diverticulum Meckel merupakan anomali perkembangan terlazim pada usus halus,
yang timbul dalam sekitar 2% populasi. Walaupun laporan pertama oleh Fabricus Hildanus
pada tahun 1598, diingatkan kembali oleh Johann Meckel yang menggambarkan secara tepat
gambaran anatomi dan embriologi diverticulum usus halus distal ini pada tahun 1912.
Mekanisme yang bertanggung jawab bagi anomali ini adalah kegagalan duktus
omfalomensenterika (vitelinus), yang menghubungkan yolk sac dengan foregut selama
kehidupan embrionik dini untuk menjadi terobliterasi lengkap. Normalnya obliterasi terjadi
pada minggu kelima sampai ketujuh kehamilan dan dalam semua kecuali beberapa individu,
selanjutnya mengalami atrofi. Bila sebagian atau seluruh duktus omfalomesenterikus dan
pembuluh darah penyertanya gagal berobliterasi, maka kemungkinan anomali mencakup:
- Diverticulum Meckel, bila hanya bagian umbilikus duktus yang menutup
- Fistula antara ileum dan umbilikalis, sewaktu seluruh duktus tetap paten
- Diverticulum Meckel dengan pita ke umbilikus, sewaktu sebagian duktus
omfalomesenterikus atau pembuluh darah tetap sebagai tali fibrosa
- Kista (enterokistoma), bila ujung proksimal dan distal duktus tertutup, tetapi tetap ada
lubang di tengah
- Pita fibrosa di antara ileum dan umbilikus
Kista enterogenosa atau duplikasi saluran pencernaan terjadi di dalam ileum, yang
menampilkan dua selubung otot usus dan sering memperlihatkan tak ada hubungan dengan
lumen bagian utama traktus intestinalis. Divertikulum (selain dari jenis embriologi) jarang
timbul dalam ileum terminalis dan hampir selalu terletak di dalam mesenterium yang berbeda
dari Diverticulum Meckel, yang terletak pada tepi anti mesenterikus dan mempunyai suplai
darah terpisah yang mencapainya melalui mesenterium kecil.

II.3 Epidemiologi
Divertikulum Meckel timbul dalam sekitar 2% populasi (insiden 0,8-4% dalam sei
autopsi yang besar). Anomali ini dapat mengenai baik pada lelaki maupun perempuan,
walaupun laki-laki lebih sering terkena komplikasinya. Komplikasi dari Divertikulum Meckel
dapat terjadi di usia kapanpun, walaupun yang tersering terjadi pada saat bayi dan anak kecil.
Biasanya anomali ini terletak sekitar 90-100 cm dari valva ileosekalis dan panjangnya
dari 1-5 cm. Mukosa heteropik bisa ada di dalam Divertikulum Meckel dan lebih sering dari
jenis lambung; jarang menyerupai mukosa duodenum atau jejunum; kadang-kadang ada
jaringan pankreas heteropik. Mukosa lambung dari jenis pilorus dan fundus serta timbul
dalam 13% pada seri autopsi dan dalam 67% kasus yang dioperasi. Kehadiran mukosa
lambung ektopik dengan kecenderungannya menyebabkan ulserasi peptikum bertanggung
jawab bagi sejumlah gejala terlazim yang berhubungan dengan Divertikulum Meckel
menetap.
Penatalaksanaan Divertikulum Meckel yang ditemukak kebetulan telah diteliti dengan
cermat, karena hasil penelitian akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa angka komplikasi jauh
lebih rendah dari 25%. Soltero melaporkan angka komplikasi 4,2% dalam masa bayi, 3%
dalam masa dewasa serta hampir 0,0% dalam usia lanjut. Data ini berasal dari penelitian
menyeluruh populasi besar yang dilayani oleh satu kelompok rumah sakit.
Angka mortalitas saat ini kurang dari 0,3% dengan divertikulum tak berkomplikasi
dan sekitar 6% pada penyakit berkomplikasi. 50% komplikasi timbul dengan mencapai usia 2
tahun serta kesempatan gangguan nantinya menurun dengan bertambahnya usia, maka
mungkin hanya divertikulum yang ditemukan kebetulan dalam 2 dasarwasa pertama
kehidupan harus dieksisi.

II.4 Etiologi




II.5 Patofisiologi
Penyakit divertikula adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
divertikulitis dan divertikulosis. Divertikulosis merujuk pada adanya sakus mukosa luar usus
non-inflamasi. Divertikulisis adalah sakus luar buntu atau herniasi mukosa usus diseluruh
pembungkus otot usus besar, biasanya kolon sigmoid. Penyakit diverticular umum terjadi
pada pria dan wanita serta pada usia lebih dari 45 tahun dan pada orang gemuk. Kasus ini
terjadi pada kira-kira sepertiga populasi lebih dari 60 tahun. Diet rendah serat dihubungkan
dengan terjadinya divertikula, karena diet ini menurunkan bulk dalam feses dan
mempredisposisikan pada konstipasi. Pada adanya kelemahan otot di usus dapat
meningkatkan tekanan intramular yang dapat menimbulkan pembentukan divertikular.
Penyebab divertikulosis meliputi atrofi atau kelemahan otot usus, peningkatan tekanan
intramural, kegemukan dan konstipasi kronis.
Divertikulosis terjadi bila makanan yang tidak dicerna menyumbat divertikulum, yang
menimbulkan penurunan suplai darah ke area dan mencetuskan usus pada invasi bakteri ke
dalam divertikulum. Divertikula mempunyai lumen usus sempit seperti leher botol. Titik
lemah di otot usus pada cabang-cabang pembuluh darah yang menembus dinding kolonik.
Titik lemah ini menciptakan area prostusi usus bila ada peningkatan tekanan intraluminal.
Diventrikula sering terjadi oada kolon sigmoid karena tekanan tinggi pada area ini diperlukan
untuk mengeluarkan feses ke rectum. Diventrikulis mungkin akut dan kronis. Bila
diventrikulum tidak infeksi (diventrikulosis), lesi ini menyebabkan sedikit masalah namun
bila fekalit tidak encer dan mengalir dari diventrikulum, fekalit dapat terperangkap dan
menyebabkan iritasi dan inflamasi (diventrikulosis). Area terinflamasi terbendung oleh darah
dan dapat berdarah. Diventrikulus dapat menimbulkan perforasi bila masa terperangkap
didalam diventrikulum mengikis dinding usus. Diventrikulitis kronis dapat mengakibatkatkan
peningkatan jaringan parut dan akhirnya penyempitan lumen usus, potensial menimbulkan
obstruksi.
Diverticulum Meckel adalah pembentukan sakus usus, penyelidikan terhadap
perkembangan embrionik ditemukan pada ileum 10 cm dari sekum. Sakus ini dilapisi oleh
mukosa lambung atau dapat mengandung jaringan pankreas. Lapisan mukosa lambung
kadang-kadang menimbulkan ulserasi dan berdarah atau perforasi. Selain itu divertikulum
dapat terinflamasi dan melekat pada umbilikus oleh pita fibrosa dan menjadi fokus terjadinya
pemilinan usus yang menyebabkan obstruksi. Tindakan terhadap keadaan ini meliputi
pembedahan terhadap divertikulum.

II.6 Manifestasi Klinis
Pendarahan rektum yang bisa merah cerah, merah tua atau hitam, seharusnya
mewaspadai seseorang, bagi kemungkinan ulserasi peptikum yang berhubungan dengan
mukosa lambung ektopik di dalam divertikulum. Kadang-kadang timbul perdarahan samar
dan menyebabkan anemia defisiensi besi.
Gejala klasik obstruksi usus halus bisa menunjukkan diagnosis Divertikulum Meckel.
Dalam kasus intususepsi atau volvulus di sekeliling pita, maka mulainya gejala bisa sangat
akut. Pada waktu lain, gejala bisa hilang timbul dalam masa yang bervariasi akibat obstruksi
usus tak lengkap intermiten.
Kadang-kadang peradangan akut dalam atau sekitar divertikulum menimbulkan gejala
yang tak dapat dibedakan dari yang berhubungan dengan apendisitis akuta. Mual, anoreksia
dan ketidaknyamanan atau nyeri periumbilikus lazim ditemukan dalam pasien Divertikulum
Meckel.
Tanda fisik yang lazim adalah nyeri tekan lokalisata atau massa yang dapat dipalpasi
dalam kuadran kanan bawah abdomen, tanda klasik obstruksi usus. Tak ada tanda ini yang
spesifik bagi Divertikulum Meckel, tetapi saah satunya akan mewaspadakan pemeriksa yang
cerdik bagi kemungkinan masalah ini atau komplikasi dari itu.

II.7 Diagnosis






II.8 Penatalaksanaan
Ketika diverticulitis terjadi, antibiotik-antibiotik biasanya diperlukan. Antibiotik-
antibiotik oral cukup diberikan ketika gejalanya ringan. Beberapa contoh dari antibiotik yang
biasa diberikan adalah ciprofloksasin, metronidazole, cephalexin, doxycycline dan lain-lain.
Cairan atau makanan-makanan berserat disarankan untuk diberikan selama serangan-
serangan akut dari diverticulitis. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah material yang
melalui usus besar, yang akhirnya secara teori, mungkin memperburuk diverticulitis. Pada
diverticulitis yang berat dengan demam tinggi dan nyeri, pasien-pasien diopname dan
diberikan antibiotik-antibiotik secara intravena. Operasi diperlukan untuk mereka dengan
halangan usus besar yang gigih atau bisul-bisul (abses) yang tidak merespon pada antibiotik.

- Bedah
Diverticulitis yang tidak merespon pada perawatan medis memerlukan intervensi
secara operasi. Operasi biasanya melibatkan pengaliran dari segala kumpulan-kumpulan dari
nanah dan resection (pengangkatan secara operasi) dari segmen dari usus besar yang
mengandung diverticuli, biasanya sigmoid colon. Oleh karenanya, pengangkatan secara
operasi dari diverticula yang berdarah adalah perlu untuk mereka dengan perdarahan yang
gigih. Pada pasien-pasien yang memerlukan operasi untuk menghindari perdarahan yang
gigih, lokalisasi yang tepat menjadi penting sekali untuk memandu ahli bedah.
Adakalanya operasi mungkin disarankan untuk pasien-pasien dengan kekambuhan
serangan-serangan yang seringkali dari diverticulitis yang menjurus pada berkali-kali
perawatan dengan antibiotik-antibiotik, opname-opname di ruah sakut, dan hari-hari kerja
yang hilang. Sewaktu operasi, tujuannya adalah mengangkat semua atau hampir dari usus
besar yang mengandung diverticula dalam rangka mencegah episode-episode dari
diverticulitis dimasa depan. Ada sedikit konsekuensi-konsekuensi jangka panjang dari
resection (pengangkatan secara operasi) dari sigmoid colon untuk diverticulitis, dan operasi
sering dapat dilakukan secara laparoskopi, yang membatasi nyeri setelah operasi dan waktu
untuk sembuh.
Dua teknik dasar untuk pembuangan Divertikulum Meckel adalah eksisi sederhana
dengan penutupan transversa ileotomi hasilnya dan reseksi segmen ileum yang mengandung
divertikulum dengan ileoieostomi (ujung ke ujung).
Divertikulektomi merupakan tindakan terpiih dalam sebagian besar kasus.
Divertikulum dikomplikasi oleh perdarahan atau peradangan yang melibatkan ileum
berdekatan atau yang mengandung massa yang dapat dipalpasi (yang menggambarkan
jaringan ektopik atau neoplasma), paling baik ditangani dengan seksi segmental ileum dan
anastomosis primer.
Dalam kasus intusupsepsi, usaha reposisi cermat layak dilakukan dan jika berhasil
akan memungkinkan divertikulektomi sederhana. Reseksi diperlukan bila posisi intususepsi
tak mungkin dilakukan. Bila tumor ganas muncul di dalam divertikulum, maka baji
mesenterium ileum harus dicakup dalam inkseksi untuk memastikan pembuangan kelenjar
limfe yang adekuat.

II.9 Prognosis







II.10 Komplikasi
Komplikasi yang bisa terjadi pada diverticulitis adalah perdarahan masif yang berasal
dari tukak peptik di mukosanya. Umumnya, penderita tidak sadar akan bahaya tukak ini
karena tidak bergejala dan tidak menyebabkan nyeri. Gambaran klinisnya bergantung pada
hebatnya pendarahan. Perdarahan mungkin sedemikian hebatnya sehingga penderita tiba-tiba
mengalami syok dan anemia sebelum letak dan sumber perdarahan dapat ditemukan. Kadang
ditemukan melena yang sukar ditentukan asalnya sehingga dibutuhan pemeriksaan khusus
seperti arteriografi atau pemindaian divertikulum Meckel yang memperlihatkan ambilan Te
99
oleh jaringan mukosa lambung ektopik. Penanganan perdarahan ini tidak sukar, hanya
dengan divertikulektomi.
Obstruksi usus dapat berasal dari diverticulum Meckel karen dua sebab, yaitu
invaginasi dan hernia interna akibat kelok usus mengait di belakang divertikulum dan pitanya
ke umbilikus. Sering didapatkan jaringan pankreas aberans dan atau mukosa lambung di
dalam diverticulum Meckel.
Pada Diverticulum Meckel mungkin masih ada sisa duktus omfalomesentericus
sebagai pita dari ujung dari diverticulum ke umbilikus. Pita ini dapat menyebabkan volvulus
usus halus dan ileus obstruksi yang memerlukan tindakan bedah darurat. Ileus obstruksi juga
dapat disebabkan invaginasi diventrikulum ke lumen ileum. Diventrikulum yang seharusnya
menonjol keluar malah terbalik masuk dan menonjol ke lumen usus sehingga menjadikan
invaginasi atau intususeptum.
Pada tahapan perkembangan usus, dapat terjadi gangguan rotasi dan fiksasi usus pada
peritoneum dinding belakang. Malrotasi dapat menimbulkan gangguan pasase dan
vaskularisasi. Gambaran klinisnya berupa gangguan pasase usus halus, bila timbul tanda
obstruksi, muntah hijau, dan perut kembung segera setelah lahir, dapat dipikirkan gangguan
pasase usus halus. Gambaran klinis obstruksi usus yang hilang timbul mungkin dimulai pada
masa bayi dan berlangsung sampai umur dewasa. Foto polos perut akan memperlihatkan dua
gelembung yang mencolok jika malrotasi menyebabkan obstruksi tepat terjadi di bagian
ketiga duodenum. Bila malrotasi terjadi di usus tengah, gambarannya biasanya berupa satu-
dua bayangan gelembung kecil. Foto kontras per os kadang diperlukan untuk menentukan
tempat sumbatan. Foto kontras per enema dapat menolong untuk menemukan obstruksi
setinggi sekum bila terjadi malrotasi usus halus.
Bila jelas ada obstruksi usus yang lengkap, parsial maupun berulang, baru dilakukan
tindakan bedah yang berupa laparotomi untuk mengembalikan usus agar tidak berputar dan
arteri mesentarika superior agar tidak terjepit. Sebaiknya, jangan berusaha mengembalikan
anatomi usus ke anatomi “normal”.

II.11 Pencegahan
Sekali terbentuk, diverticula adalah permanen. Tidak ada perawatan yang telah
ditemukan untuk mencegah komplikasi-komplikasi dari penyakit diverticular. Diet-diet tinggi
serat meningkatkan limbak feces dan mencegah sembelit, dan secara teori mungkin
membantu mencegah lebih jauh pembentukan diverticular atau perburukan dari kondisi
diverticular. Beberapa dokter-dokter merekomendasi pencegahan kacang-kacangan, jagung
dan biji-bijian yang dapat menyumbat (mengisi) bukaan-bukaan dari diverticular dan
menyebabkan diverticulitis. Apakah penghindaran dari makanan macam itu bermanfaat
belum ada yang jelas pembuktiannya.
Pasien-pasien dengan penyakit diverticular yang diketahui yang mengembangkan
demam, kedinginan atau nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan harus memberitahu dokter
mereka karena kemungkinan dari komplikasi-komplikasi dari diverticulitis. Suatu pengertian
yang lebih baik tentang cara diverticula terbentuk dan menjadi terinfeksi akan mudah-
mudahan akan ditemukan cara-cara yang lebih efektif untuk mengendalikan kondisi seperti
ini.