You are on page 1of 10

LBM 2

Sakit Kepala Berdenyut Sebelah

STEP 1
 Deficit Neurologis Fokal :
Penurunan kemampuan saraf ; bicara.
 Hemikrania :
Sisi Sebagian kranium.Dapat sebelah kanan dan kiri
STEP 2
 Mengapa timbul keluhan nyeri kepala?
 Apa yang menyebabkan nyeri kepala ?
 Mengapa nyeri kepala kumat kumatan ?
 Apa hubungan cahaya terang dan suara gaduh dengan nyeri kepala ?
 Apa hubungan makan keju,coklat, dan stress dengan nyeri kepala ?
 Mengapa timbul mual dan muntah ?
 Mengapa sudah diberi antalgin keluhan tidak berkurang
 Mengapa dilakukan pemeriksaan deficit neurologis fokal ?
STEP 3
 Mengapa timbul keluhan nyeri kepala?
Nyeri : suatu pertanda kerusakan jaringan atau sel.Reseptor di ujung
saraf. Reseptor nyeri terbanyak di kulit,arteri,falx,peristium,tempurung
kepala dll
3 faktor yang mempengaruhi : reseptor,ada rangsangan
(suhu,inflamia,mekanis), nilai ambang nyeri.
Kepala reseptor nyeri di tentorium.Reseptor superficial > profunda.
a. Nyeri kepala intrakranial/primer? : meningitis (peradangan selaput
otak), migrain , rendahnya tekanan LCS,alkoholik. Konstipasi,
b. Ekstrakranial/sekunder? (karena suatu infeksi) : spsme otot,iritasi
hidung dan struktur sekitar hidung, mata
Batasan ektrakranial dan intrakranial ?
 Apa yang menyebabkan nyeri kepala ?
Nyeri : suatu pertanda kerusakan jaringan atau sel.Reseptor di ujung
saraf.
a. Gangguan vaskularisasi :
b. Jaringan saraf
c. Gigi geligi
d. Hidung dan sinus paranasal
e. Jaringan lunak di kepala,kulit,subkutis dan otot
 Mengapa nyeri kepala berdenyut ?
Vasospasme pembuluh darah a.kepala  kontraksi otot polos  lelah 
penegangan tidak sama  pembuluh darah lembek  tidak mampu
mempertahankan tegangan  pembuluh darah mengembang 
berdenyut
 Mengapa nyeri kepala kumat kumatan ?
Bergantung dari stimulus(makanan ,stress,hormon dll ) yg menyebabkan
nyeri.
Tipe nyeri nya grafis dapat naik dan turun.

 Apa hubungan cahaya terang dan suara gaduh dengan nyeri kepala ?
a. Suara gaduh  emosi  vasospasme pembuluh darah  nyeri
b. Cahaya  faktor stressor eksogen ; ekstrakranial  nyeri
c. Suara gaduh,cahaya  rangsangan lebih ;melebihi nilai ambang 
nyeri
 Apa hubungan makan keju,coklat dengan nyeri kepala ?
Keju dan coklat  mengandung tiramin  sekresi serotonin 
vasokontriksi pembuluh darah intrakranial & vasodilatasi pemblh darah
ekstrakranial  nyeri
 Mengapa timbul mual dan muntah ?
Kerja dopamin dan serotonin  menganai CTZ  mual,muntah
Vasospasme pembuluh darah  gangguan pertukaran o2 dan co2 di
otak iskemik  gejala (mual,muntah)
 Mengapa sudah diberi antalgin keluhan tidak berkurang ?
Antalgin : obat pusing ?
Dimungkinkan karena,dosis kurang,kepatuhan minum obat, tidak tepat
sasaran
 Mengapa dilakukan pemeriksaan deficit neurologis fokal ?
Untuk mengatahui adanya komplikasi lanjut.Misalnya penurunan
kesadaran dll
 Definisi,perbedaan Pusing ? nyeri kepala ?
Nyeri Kepala atau dikenal dalam bahasa medisnya cephalgia/sefalgi adalah rasa nyeri atau
rasa tidak enak di kepala, setempat atau menyeluruh dan dapat menjalar ke wajah, mata, gigi,
rahang bawah, juga leher/tengkuk (leher bagian belakang).
Pusing adalah rasa berputar yang dirasakan oleh penderita, tanpa disertai rasa nyeri/sakit,
hanya rasa berputar saja, yang banyak digambarkan pada penderita sebagai, bila melihat
sekelilingnya merasa berputar semua, goyang, terhuyung huyung, bahkan dampak dari ini
semua dapat menyebabkan rasa mual hingga muntah dan yang paling parah bisa pingsan
beberapa saat dan setelah sadar kembali bisanya penderita berkeringat banyak seperti habis
berolah raga (mandi keringat), kadang pada beberapa kasus diikuti rasa mules dan melilit
seperti ingin buang air besar. Ini semua merupakan manifestasi dari berbagai gangguan atau
penyakit di bidang Neurologi (Syaraf), Otologi (Telinga), Kardiologi (Jantung), Psikiatri
(Kejiwaan) atau kelainan Iatrogenik (Penyebab yang tidak diketahui/unknown/idiopatik).
memang secara patofisiologi penyebabnya sangat berbeda, sehingga cara penanganannya
juga berbeda pula, sehingga banyak ditemukan pada pasien, merasa sudah berobat ke dokter
namun keluhannya belum juga hilang, kemungkinan besar panyebabnya adalah salah
memberikan informasi kepada dokter, sehingga obat yang diberikan pun kurang tepat
sasaran.
NYERI KEPALA
Gambaran klinik/symptomnya meliputi :
1. Lamanya serangan, berkaitan dengan waktu timbulnya serangan.
2. Bentuk serangan (paroksismal, periodic atau terus menerus)
3. Lokasi nyeri ( separuh kepala, seluruh kepala, didepan dan dibelakang kepala dan lain
lain)
4. Sifat nyeri (berdenyut-denyut, rasa berat, menusuk-nusuk, seperti dipukul benda keras
dan lain lain)
5. Prodromal
6. Ada/tidaknya faktor presipitasi, faktor yang mengurangi (seperti kalau dibawa tidur
agak enakan) atau memperberat nyeri kepala (seperti kalau batuk tambah nyut-nyut,
atau kalau buang air besar dengan mengedan keras tambah nyut-nyut)
7. Faktor stress/emosional, ada/tidaknya riwayat keluarga, ada/tidaknya riwayat trauma
kepala/ benturan kepala.
8. Ada/tidaknya faktor penyakit medis (peradangan selaput otak, tekanan darah
tinggi/hypertensi, demam typhoid/tyfus, sinusitis, glaucoma/tekanan bola mata tinggi,
gangguan tajam penglihatan mata/visus, pola haid pada wanita, riwayat alergi dan lain
lain.
9. Ada/tidaknya riwayat penggunaan obat obatan medis (analgetik, narkotik, penenang,
vasodilator) atau non medis (herbal/rempah rempah, jamu-jamuan)
10. Dan gejala penyerta lainnya.
Jenis jenis sakit kepala dan tanda tanda lain yang menyertainya :
1. Migrain Umum; sifat nyeri berdenyut (nyut-nyutan), lokasinya bisa unilateral/sebelah
saja atau bilateral/ keduabelah sisi, lamanya nyeri antara 6 s/d 48 jam, frekuensinya
sporadic/beberapa kali dalam sebulan, gejala penyerta mual, muntah, malaise/lemas,
fotofobia/takut cahaya/mudah silau.
2. Migrain Klasik; sifat nyeri berdenyut (nyut-nyutan), lokasinya unilateral/sebelah sisi
saja, lamanya nyeri antara 3 s/d 12 jam, frekuensinya sporadic/beberapa kali dalam
sebulan, gejala penyerta prodromal visual, mual, muntah, malaise dan fotofobia.
3. Cluster/klaster; sifat nyeri tajam, menjemukan, lokasinya unilateral dan
orbital(seputar mata), lamanya nyeri antara 15 menit s/d 120 menit, frekuensinya
serangan berkelompok dengan remisi lama, gejala penyerta lakrimasi ipsilateral(mata
berair pada sisi yang sama dari nyeri kepala yang timbul), wajah merah, hidung
tersumbat/horner.
4. Type Tegang; sifat nyeri tumpul, seperti ditekan, lokasinya difus/merata atau bilateral,
lama nyerinya terus menerus, frekuensinya konstan, gejala penyerta depresi,
ansietas/gelisah.
5. Neuralgia trigeminus; sifat nyeri ditusuk-tusuk, lokasinya dermatom saraf ke- 5/sesuai
perjalanan syaraf trigeminus/syarafke-5, lamanya nyeri singkat antara 15 s/d 60 detik,
frekuensinya beberapa kali dalam sehari, gejala peyerta sesuai zona pemicu nyeri.
6. Atipikal/Atypic ; sifat nyeri tumpul, lokasinya unilateral/bilateral, lamanya nyeri terus
menerus, frekuensinya konstan, gejala penyerta depresi kadang kadang psikosis.
7. Sinus; sifat nyeri tumpul/tajam, lokasinya diatas sinus/rongga hidung diantara 2 alis
mata, lamanya nyeri bervariasi, frekuensinya sporadic atau konstan, gejala penyerta
rinore/hidung berair/meler/pilek.
8. Lesi desak ruang; sifat nyeri bervariasi, lokasinya unilateral(fase awal) dan
bilateral(fase lanjut), lamanya nyeri bervariasi dan progresif, frekuensinya bervariasi
dan semakin sering, gejala penyerta papil-edema/membengkaknya syaraf dalam bola
mata, deficit neurology fokal, gangguan kesadaran/mental/perilkaku, kejang, muntah
proyektil/menyembur dan lain lain.
PUSING
Gambaran klinis/symptomnya meliputi :
1. Searangan mendadak atau perlahan dari rasa berputar (dikenal sebagai vertigo), dan
berlangsung lama disertai rasa mual hingga muntah, muka pucat pasi.
2. Gejala dipicu/diperberat dengan adanya pergerakan kepala atau perubahan posisi,
sehingga pasien merasa lebih suka diam tidak mau bergerak di tempat tidur.
3. Sifat/rasa berputar tidak bisa hilang dengan pengobatan anti nyeri/penghilang nyeri.
4. Biasanya saat serangan datang, penderita sering memejamkan mata, guna mengurangi
efek rasa berputar yang membuatnya timbul rasa mual hingga muntah.
5. Penderita menjadi irritable/sensitive terhadap segala rangsang, termasuk gerakan
sekecil apapun.
6. Penderita menjadi sulit tidur, dan dengan keadaan sulit tidur ini makin memperberat
keadaan pusingnya dan rasa berputarnya semakin menjadi.
Jenis jenis/macam dari pusing :
1. Type vestibulair; rasa berputar yang bersifat satu sisi/unidireksional, yang terjadi
akibat gangguan vestibulair perifer unilateral akut (gangguan labirin/cairan dalam
rumah siput didalam rongga telinga bagian dalam).
2. Type nystagmus semisirkularis-okuler; rasa berputar yang bersifat eksitasi sesuai
perjalanan refleks kanalis semisirkularis-okuler ( terowongan syaraf reflek dari saraf
bola mata yang berjalan melingkar).
3. Type nystagmus sentral; rasa berputar yang berupbah arah pada berbagai arah
pandangan (nystagmus multidireksional, lebih sering ditemukan pada kasus
intoksikasi/keracunan seperti keracunan obat atau mahan makanan yang mengadung
racun.
 Bangunan yang peka nyeri di kepala ?
DD

Tension headache Migran CLUSTER

Icepick Analgesic-dependent Raised intracranial pressure

Low intracranial pressure


MIGRAIN
 Definisi :
Nyeri stengah kepala; peningkatan aktifitas  bertambah berat
 Etiologi
Belum jelas,diduga genetik berperan.
 Faktor resiko ; faktor pencetus ?
a. Hormonal : esterogen dan progesteron
Mengapa saat menstruasi menyebabkan stress ?
Fase luteal karena penurunan esterogen dan progesteron yg menurun
drastis.
b. Stressor
c. Jenis kelamin : wanita > pria
d. Makanan
e. Obat-obatan
f. IQ tinggi
g. Alkoholik
h. Perokok
i. Rangsang sensorik (Cahaya,bau menyengat)
j. Kepribadian (ambisius,perfectsionis,obsesional) tipe kepribadian
apa ?
k. Penurunan serotonin  vasodilatasi 
Penurunan serotonin  vasokontriksi  iskemik
 Klasifikasi
a. Migrain klasik /tipikal : didahului gejala prodormal yg segera diikuti
sakit kepala hemikranial,mual,muntah
- Dengan aura/visualisasi : kabur,bintik hitam,kunang
kunang,cahaya terang dll
- Tanpa aura
b. Migrain atipikal : tanpa gejala prodormal dan tidak selalu hemikranial
tanpa mual dan muntah
c. Migrain Asosiasi : nyeri kepala tanpa disertaia deficit neurologic
sifatnya sementara
d. Migrain komplikata : adanya deficit neurologic yg menetap
e. Migrain varian : migrai yg disertai gejala penyerta bontoh nyeri pada
retina mata
f. Migrain umum : tanpa didahului nyeri pada aura visual
 Patofisiologi
Stress dll  vasospsme pembuluh darah  iskemik gejala prodormal
(nausea,vomitus,berkurangnya lapang penglihatan,aura visual atau tipe
sensorik halusinasi yg lainnya ) iskemik hebat  kelelahan / kontraksi
otot polos melemah  pembuluh darah lembek  tidak mampu
mempertahankan tegangan pembuluh darah krg lbh 24-48 jam 
tekanan pembuluh darah mengembang  berdenyut secara hebat
nyeri kepala
 Manifestasi klinis
a. Nyeri kepala yg berdenyut
b. Mual
c. Muntah
d. Nyeri kepala sebelah
 Diagnosis
 Anamnesis : nyeri kepala berdenyut ?sebelah ? mual muntah ?
akral dingin ?lama nyeri ?kualitas? sejak kapan ?beratnya ?
frekuensi ? Faktor mencetus,memperberat memperingan ?riwayat
keluarga ?riwayat tekanan darah tinggi ? riwayat trauma ?
 Pentalakasanaan
 Non farmakologis : edukasi (penyakitnya,mekanisme), perubahan
pola hidup,tidur teratur, olah raga,menegah puncak stress,
relaksasi,refreshing
 Farmakologis
Ergotamin : vasokontriktor (mencegah dilatasi)
Eletriptan & Naratriptan : menaikkan serotoni
 komplikasi
 Prognosis
Klasifikasi dilengkaapi !!!migrain dan nyeri kepala ?
Sinar dan suara istilah ?

STEP 4