You are on page 1of 5

LAPORAN PRAKTIKUM

Penggantian Komponen AC

PRAKTIKUM AIR CONDITIONER
No. JTS/OTO/OTO 330/012






Disusun oleh:
NAMA : Wisnu Abi A (12509134011)
KELAS : B-1


PRODI TEKNIK OTOMOTIF D-3
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013
LAPORAN PRAKTIKUM
Penggantian Komponen AC
A. Tujuan penyusunan laporan :
Setelah selesai mengerjakan praktikum mahasiswa diharapkan :
1. Mahasiswa dapat mengecek komponen yang terdapat pada sistem AC.
2. Mahasiswa dapat menentukan kerusakan komponen yang terjadi pada
sistem AC.
3. Mahasiswa dapat menentukan solusi untuk penggantian komponen.
4.
B. Dasar Teori
Penggantian komponen pada ac diperlukan agar dalam kenerja maupun
output yang dikeluarkan AC maksimal. Komponen-komponen tersebut
meliputi kompresor, condensor, receiver, katup ekspansi, evaporator,
magnetic clutch, dan extra fans. Untuk mencegah kerusakan pada komponen
tersebut maka perlu dilakukannya pengecekan terhadap komponen-
komponen tersebut. Alat-alat yang digunakan adalah :
- Kompresor vakum, dan
- Manifold gauge
Dengan menggunakan alat tersebut, kita dapat mengetahui berapa tekanan
pada sistem AC. Dengan mengetahui berapa tekanan dalam sistem AC, kita
dapat mengetahui apakah ada kebocoran atau tidak dalam sistem AC tersebut.
Komponen yang telah rusak maka perlu dilakukan perbaikan atau
penggantian komponen. Agar kinerja AC dapat maksimal.

C. Data Praktik :

Gmb. Engine stand yang digunakan

Gmb. Komponen-komponen


D. Hasil Pengamatan
a. Fungsi alat
Pada penggantian komponen AC diperlukan alat yang berfungsi sebagai
berikut :
a. Manifold gauge
Alat yang erfungsi untuk mendeteksi tekanan pada sistem AC.
Biasanya alat ini digunakan untuk membantu saat pemvakuman dan
saat pengisian refrigrant.
b. Pompa vakum
Berfungsi untuk memvakumkan sirkulasi pada sistem AC.
b. Analisis kondisi sistem AC
Dari hasil pengecekan terhadap sistem AC, tedapat kebocoran pada
sistem AC. Ini ditandai pada saat mengukur tekanan menggunakan
manifold gauge tidak ada tekanan pada saluran suction maupun
discharge. Ini menandakan adanya kebocoran pada sistem AC.
Kebocoran ini disebabkan oleh pemasangan pipa-pipa saluran tidak
rapat, sehingga memungkinkan refrigerant dapat keluar dari celah
tersebut. Efeknya tekanan menjadi berkurang.
c. Prosedur penggantian komponen
Langkah pertama untuk mengecek kondisi AC adalah memasang
manifold gauge ke saluran service yang telah tersedia. Dengan
memasang manifold gauge ini maka dapat kita lihat berapa tekanan yang
ada pada sistem AC.
Dari data yang telah diperoleh, maka dapat dihipotesiskan kondisi
pada sistem AC tersebut. Dari data menunjukkan bahwa tekanan yang
terdapat dalam saluran suction maupun discharge sebesar 0 psi. Ini
mengindikasikan bahwa terdapat kebocoran pada sistem AC.
Setelah mengetahui bahwa telah terjadi kebocoran maka
dilakukannnya pengecekan terhadap komponen-komponen AC maupun
keseluruhan sistem AC. Penyebab terjadinya kebocoran adalah tidak
rapatnya sambungan pada pipa-pipa sehingga memungkinkan refrigerant
keluar melalui celah-celah tersebut. Untuk perbaikannya maka dilakukan
pengencangan kembali pada sluran pipa-pipa tersebut.

E. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
seluruh komponen AC masih dalam kondisi bagus. Tetapi terdapat kebocoran
pada sistem AC yang disebabkan karena tidak rapatnya sambungan saluran
pipa pada sistem AC. Solusinya yaitu dengan mengencangkan kembali
sambungan saluran pipa tersebut sehingga kebocoran dapat teratasi.

F. Daftar Pustaka