You are on page 1of 5

HARI I

Prof. Wasito
Pilih salah satu pernyataan yg benar
1. a. Infectious myonecrosis virus merupakan kepanjangan dari IMNV atau IMNV
b. white spot syndrome virus, pada pemeriksaan patologis anatomis, di bagian
*kepotong* udang, terlihat berwarna merah muda seperti direbus
c. white spot disease berbeda dengan WSSV
d. IHHNVirus tidak dapat menyerang udang
e. WSSV adalah penyakit viral pada udang
2. a. Udang mudah terinfeksi Mycobacterium marinum
b. Penaeus vannamei peka terhadap Yellowhead virus
c. Giant black tiger prawn adalah Penaeus indicus
d. pada udang penderita Yellowhead virus, lesi patologis anatomis akan ditunjukkan
adanya warna kekuning-kuningan di seluruh bagiian segmen abdomen
e. Pasific white shrimp adalah Litopenaeus vannamei
3. a. IHHNV adalah singkatan dari infectious hematopoietic hypodermal necrosis
b. lesi patologis anatomis IHHNV pada udang ditandai oleh perubahan warna Penaeus
monodon (Giant black tiger prawn) menjadi keputih-putihan
c. WSSV termasuk virus RNA
d. Taura syndrome virus termasuk genus Whispovirus
e. IMNV adalah virus RNA
4. a. Taura syndrome belum pernah mewabah di Indonesia
b. jenis udang yang tidak peka terhadap Taura syndrome adalah Litopenaeus vannamei
(Pasific white shrimp)
c. Edwardsiella tarda dapat menyerang Penaeus monodon
d. Yellowhead virus, lesi patologis anatomisnya adalah patognomonik
e. untuk uji molekuler patologi pada IMNV perlu diaplikasikan pendekatan RT-
PCR
5. a. OIE merupakan Badan Kesehataan Hewan Dunia yang tidak memasukkan WSSV
dalam daftar penyebab penyakit viral pada udang
b. pada udang penderita Yellowhead virus, lesi patologis anatomis berupa warna
kekuning-kuningan di bagian cephalothorax adalah patognomonik
c. lesi patologis IMNV serupa WSSV
d. Lesi taura syndrome serupa IHHN
e. menurui OIE, daftar penyakit viral pada udang antara lain white spot disease, taura
syndrome virus, yellowhead virus, dan IHHN Virus
6. a. Penaeus merguiensis (Indian prawn)
b. Penaeus indicus (Banana prawn)
c. Penaeus japonicus (Atlantic pink shrimp)
d. Penaeus duorarum (Kuruma prawn)
e. Penaeus aztecus (Atlantic brown shrimp)
7. a. Pada pemeriksaan histopatologis udang penderita yellowhead virus disease tidak
terlihat adanya benda-benda inklusi di dalam sitoplasma maupun nukleus
b. pada pemeriksaan histopatologis udang penderita yellowhead virus disease terlihat
adanya benda-benda inklusi basofilik di dalam nukleus
c. whispovirus merupakan genus taura syndrome virus
d. WSSV atau disebut juga white spot disease, dan IMNV*kayaknya,soalnya kepotong*
termasuk dalam familia Nimaviridae
e. pada IHHN, lesi patologis anatomisnya terlihat antara lain adanya deformitas
*kepotong* yang tumbuh pada salah satu sisi
8. a. WSSV, IHHN, dan SEMBV termasuk dalam white spot syndrome
b. pada pemeriksaan histopatologis hepatopankreas dan eksoskeleton udang windu
(Penaeus monodon) terinfeksi WSSV tidak akan pernah dijumpai adanya benda inklusi
di dalam nukleus
c. WSSV belum bersifat endemik di Indonesia
d. WSSV tidak menimbulkan morbiditas dan mortalitas tinggi
e. SEMBV adalah virus DNA baculovirus termasuk dalam genus Whispovirus
9. Ngga keliatan
10. Ngga keliatan
11. a. Penyakit yang merupakan masalah utama pada industri perudangan di Indonesia
adalah VNN
b. Life span (rentang hidup) udang kurang dari setahun
c. sistem antibodi humoral pada udang erat hubungannya dengan sel limfosit B
d. pada konsep kejadian penyakit ikan, termasuk udang ada kaitannya hanya dengan
hospes dan patogen, tidak ada kaitannya dengan lingkungan
e. diduga, I MNV pada Panaeus vannamei yang telah mewabah di Indonesia berasal
dari Brasilia yang memang merupakan negara endemik IMNV
12. a. Patogen pada penyakit udang, pada umumnya, bersifat primer
b. patogen pada penyakit udang pada umumnya bersifat sekunder
c. infeksi viral pada udang, pada umumnya tidak ada hubungannya dengan manajemen
tambak yang jelek dan kualitas air
d. polusi lingkungan perairan tidak berpengaruh besar terhadap timbulnya wabah
penyakit viral udang
e. lesi patologis anatomis patognomonik IMNV adalah adanya warna kemerahan pada
segmen tertentu abdomen ataupun mungkin seluruh segmen abdomen (segmen 1-6)
13. a. Hanya sebagian kecil saja ekspor udang budidaya ke Amerika Serikat, Jepang, dan
Eropa
b. polikultur tidak merupakan cara baru dan belum pernah dilakukan dalam
budidaya perikanan udang
c. IMNV, lesi patologis anatomisnya tidak patognomonik
d. Lesi patologis anatomis WSSV tidak patognomonik
e. Yellowhead virus dapat menginduksi hemocytopenia yang pada pemeriksaan
histopatologis akan ditandai oleh adanya beberapa sel-sel besar bentuk sferik yang
berwarna basofilik di dalam sitoplasma sel-sel epitel lamina primer maupun sekunder
insang
14. arti penting memahami anatomi pada udang terkait dengan penyakit viral adalah:
a. tidak adanya patologis anatomis
b. tidak diperlukan koleksi sampel
c. tidak diperlukan jaringan untuk diagnosis histopatologis
d. udang mempunyai sel B yang akan berkembang menjadi plasma sel
e. diperlukan untuk mempelajari lesi patologis, terutama patogenesis penyakitnya
15. a. Sel darah merah udang disebut eritrosit
b. Hemocyanin dan lectin tidak terdapat dalam hemolymph
c. timus dan ginjal anterior merupakan organ limfoid pada udang
d. pada udang, tidak biasa terjadi infeksi campuran patogen
e. timus, ginjal anterior, limpa dan hati merupakan organ limfoid pada ikan
16. a. Pada udang dan ikan, mekanisme pertahanan tubuh diperankan oleh hemocytes
b. sel fagositik pada udang adalah neutrofil
c. pada udang yang mengalami kesembuhan akibat infeksi viral, *kepotong* udang-
udang tersebut tidak dapat neraksi sebagai sumber penularan infeksi
d. infeksi persisten tidak ada pada penyakit viral udang
e. tidak seperti ikan, udang tidak mempunyai antibodi
17. a. Hanya spesies udang Paaeus vannamei yang dapat terinfeksi HPV
b. HPV menyebabkan gangguan pertumbuhan pada udang dan ikan
c. udang mempunyai imunoglobulin M sebagai kekebalan humoral
d. udang mempunyai melanophage sebagai kekebalan seluler
e. pada pemeriksaan histopatologis pada jaringan hepatopankreas udang terinfeksi HPV,
terutama di bagian distal tubuli terlihat adanya badan-badan inklusi intrasitoplasmik
18. gambar
19. gambar
20. gambar

Pak CRT
1. Red sore disease (Bacterial hemoragic septicemia) pada ikan disebabkan oleh bakteri
tertentu yaitu... a. Aeromonas salmonicida; b. Aeromonas hydrophila; c. Pseudomonas
aeruginosa; d. Pseudomonas fluorescense
2. Perubahan makroskopik pada kulit dan dasar sirrip yang ditimbulkan oleh red sore
disease adalah... a. Nekrosis; b. Ulser; c. Hemoragik; d. Edema
3. Pseudomoniasis kronis dapat menimbulkan perubhan makroskopik pada dinding perut,
yang disebut... a. Peritonitis fibrinosa; b. Peritonitis kaseosa; c. Peritonitis purulenta; d.
Peritonitis granulomatosa
4. Sumber penularan vibriosis adalah... a. *kepotong*; b. Ikan karier; c. Air kolam yang
tercemar bakteri tersebut; d. Penularan secara vertikal
5. Vibriosis kronis dapat menimbulkan perubahan makroskopik pada kulit, yang
tergolong... a. Lesi granulomatosa; b. Hemoragik; c. Nekrosis; d. Ulser
6. Pencegahan dan pengendalian viibriosis dapat dilakukan dengan cara tertentu... a. Seleksi
genetik; b. Vaksinasi; c. Vaksinasi dan seleksi genetik; d. Sanitasi/desinfeksi air kolam
7. Penyakit putrefaktif emfisematosa pada lele disebabkan oleh bakteri tertentu, yaitu... a.
Flexibacter psychrophila; b. Nocardia asteroides; c. Yersinia ruckeri; d. Edwardsiella
tarda
8. Penyakit putrefaktif emfisematosa pada lele dapat menimbulkan perubahan makroskopik
pada hepar dan ren yang disebut... a. Degeneraasi melemak; b. Nekrosis; c. Hemoragik;
d. Kongesti
9. Columnaris disease (bacterial gill disease) disebabkan oleh bakteri terntentu, yaitu... a.
Flexibacter colymnaris; b. Yersinia ruckeri; c. Flexibacter psychrophila; d.
Pseudomonas fluorescens
10. Perubhan makroskopik pada insang yang disebabkan oleh columnaris disease adalah... a.
Hemoragik; b. Edema; c. Degenerasi hidropik; d. Nekrosis dan kongesti
11. Peduncle disease (cold water disease) biasanya ditemukan pada kondisi temperatur
tertentu pada air kolam, yaitu... a. 8-15 C; b. 4-12 C; c. 7-18 C; d. 6-16 C
12. Cara penularan cold water disease adalah... a. Vertikal; b. Vektor ektoparasit; c. Kontak
langusng dengan ikan sakit; d. Ikan carier
13. Perubahan makroskopik pada sirip yang ditimbulkan oleh cold water disease adalah... a.
Nekrosis; b. Hemoragik; c. Edema; d. Busuk sirip
14. Bacterial kidney disease dapat menimbulkan perubahan mikroskopik pada ginjal yang
disebut... a. Lesi granulomatosa; b. Hemoragik; c. Nekrosis; d. Embuhhh
15. Nukardiosis dapat menimbulkan perubahan makroskopik pada mesenterium yang
disebut... a. Nekrosis; b. Ulser; c. Lesi granulomatosa; d. Hemoragik
16. Tuberkulosis pada ikan dapat disebabkan oleh bakteri tertentu, yaitu... a. Mycobacterium
tuberculosis; b. Mycobacterium fortuitum; c. Mycobacterium bovis; d. Mycobacterium
avium
17. Tuberkel miliaris akibat tuberkulosis dapat ditemukan pada organ tertentu, yaitu... a.
Intestinum; b. Hepar; c. Musculus; d. Integumentum
18. Ulcer disease pada ikan dapat disebabkan oleh bakteri tertentu, yaitu... a. Aeromonas
salmonicida; b. Nocardia asteroides; c. Hemophilus piscium; d. Pasteurella piscicida
19. Perubahan patologik yag ditimbulkan oleh pasterellosis pada ikan dapat berbentuk... a.
hemoragik; b. Granulomatosa; c. Ulseratif; d. Nekrotik
20. Tail and fin rot (busuk ekor dan sirip) dapat menimbulkan perubahan makroskopik pada
sirip yang disebut... a. Hemoragik; b. Edema; c. Nekrosis; d. Noduli

Prof. Asih
1. Furunculosis adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh... a. Pseudomonas anguillisepti;
b. Yersinia ruckeri; c. Aeromonas salmonicida; d. Aeromonas hydrophila
2. Perbedaan antara Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila adalah... a.
Produksi H2S; b. Media NaCl 1%; c. Tumbuh pada suhu 37 C; d. Furunculosis dan
MAS
3. Perubahan histopatologis menciri dari infeksi Aeromonas salmonicida... a. Bukan
furunkel sejati; b. Non inflamasi; c. Jawaban a dan b benar; d. Jawaban a dan b salah
4. Furunculosis dapat menyerang... a. Reptil; b. Freshwater fish; c. Marine fish; d. Jawaban
a,b,c benar
5. Cara penularan furunculosis... a. Kontak dengan ikan sakit; b. Air yang terinfeksi bakteri;
c. Melalui telur; d. Jawaban a,b,c benar
6. Infeksi Aeromonas salmonicida kronis dapat menyebabkan... a. Hemoragi; b. Oedema
fibrinosa; c. Radang granulomatosa; d. Nekrosis liquefaktif
7. Vibriosis adalah penyakit yang disebabkan oleh... a. Bakteri gram negatif; b.
Pseudomonas vibrosa; c. Vibrio anguillarum; d. Vibrio lacticus
8. Perubahan histopatologis yang patognomonik dari vibriosis adalah... a. Myocarditis
supprativa; b. Myocarditis granulomatosa; c. Endocarditis fibrinosa; d. Pericarditis
catarhalis
9. A. Anoreksia; b. Sirip gripis; c. Exopthalmus dan ascites; d. Depigmentasi kulit
10. *kepotong*
11. Red mouth disease adalah penyakit pada ikan yang disebabkan oleh... a. E. ictaluri; b. S.
Iniae; c. P. Anguillarum; d. Y. Ruckeri
12. Ciri khas dari edwardsiellosis adalah... a. Nekrosis kulit dan berbau; b. Dermatitis
elcerativa; c. Ascites; d. Nekrosis dan peritonitis
13. Perbedaan identifikasi E. tarda dan E. ictaluri adalah... a. Produksi H2S pada TSIA; b.
Produksi gas pada PAD; c. Fermentasi glucose; d. Oxidase positif
14. Adanya abses pada otak ikan nila akibat infeksi... a. flexibacter columnaris; b.
Staphylococcus aureus; c. Streptococcus iniae; d. Mycobacterium fortuitum
15. Bacterial kidney disease disebabkan oleh... a. flexibacter columnaris; b. Renibacterium
salmoninaris; c. Y. Ruckeri; d. Hemophilus piscium
16. Perbedaan antara dactylogyrus dan gyrodactylus adalah... a. morfologi; b. Target organ;
c. Daur hidup; d. Gejala klinis
17. Ichtyophthirius multifilis adalah parasit yang daur hidupnya mempunyai... a. 1 hospes; b.
2 hospes; c. 3 hospes; d. Jawaban a dan b benar
18. Infeksi Myxosoma cerebralis dapat menyebabkan penyakit... a. Myxoboliasis; b.
Costiasis; c. Velvet disease; d. Whirling disease
19. Lernaea cyprinii adalah tergolomg... a. protozoa; b. Trematoda; c. Copepoda; d.
Ergasilida
20. Costiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh... a. ichtyophthirius marinum; b.
Trichodina sp.; c. Chilodonella sp.; d. Ichtyobodo necatrix

Bu Farmasi
1. 5 manfaat bentuk sediaan dan contohnya
 Melindungi obat dari kerusakan oleh oksigen atau kelembaban(tablet salut,
ampul tertutup)
 Melindungi obat dari kerusakan asam lambung(tablet salut enterik)
 Menutupi rasa dan bau yang tidak enak(kapsul,tab.bersalut,sirup yg diberi
pengenak rasa)
 Menyediakan sedian cair dari obat yg tidak larut atau tidak stabil dlm.
Pembawa yg diinginkan(suspense)
 Menyediakan sedian cair dari obat yg larut dalam pembawa yg
diingikan(larutan)
2. Serbuk adalah.... kelebihan (stabilitas obat lebih terjamin dp bentuk
larutan,suspense,emulsi, dokter dapat membuat variasi dosis, variasi obat sesuai
dgn kebutuhan pasien, lebih cepat memberikan efek terapi drpd
tablet,kpsul,pil)dan kekurangan serbuk(obat yg higroskopis , rasa tdk enak obat
tidak dapat ditutupi,waktu menyiapkan lebih lama darpd obat paten)

Pak Tato
1. Ikan yang terinfeksi bakteri A. salmonicida diobati dengan... a. penicilin; b. Penicilin v;
c. Oksitetrasiklin; d. Cepalothinin; e. cepaloridin
2. Obat antibakterial untuk ikan yang dapat rusak karena sinar yang terang adalah... a.
ampicilin; b. Erythromycin; c. Furozolinidone; d. Gentamycin; e. tetracyclin
3. Ikan yang terinfeksi pesudomonas sp dapat diobati a. kanamycin; b. Teloramycin; c.
Ampicilin; d. Tetracyclin; e. amoxicilin
4. Pengobatan ikan air laut dengan tetracyclin dengan dosis a. 1x; b. 2x; c. 3x; d. 4x; e. 5x
dosis ikan air tawar
5. Branchomycosis pada ikan diobati dengan a. penicilin; b. Kanamycin; c. Formalin; d.
Tetracyclin; e. chloramphenicol
TM-50 premix mengandung 50 gram Terramycin/454 gram TM-50 premiks, dosis terramycin
55 mg/kg/hari diberikan 10 hari, jumlah ikan 200 ekor berat 1 kg/ekor. Berapa gram TM-50
premiks?
X=454x55:50=500 g 200kgx0,5kgx10 hari=1000 kg utk 10 hr