You are on page 1of 1

Di alam, terdapat kandungan uranium U-238 (99.28%) dan U-235 (0.

71%) dan U-234
(0,01%). Untuk bahan bakar nuklir digunakan U-235, tetapi karena kadar di alam sangat
rendah (0.71%), maka diperlukan pengayaan (memperbanyak rasio kandungan U-235
dibandingakan dengan U-238), setidaknya sebanyak 3% supaya reaksi nuklir antara U-235
dan neutron dapat terjadi secara efektif. U-238 sendiri tidak bisa bereaksi fisi dengan
neutron. Pada dasarnya, pengayaan uranium berarti ‘membuang’ kandungan U-238 dalam
uranium oksida sehingga rasio/kadar U-235 menjadi tinggi. Sebelum proses pengayaan,
uranium dioksida (UO
2
) terlebih dahulu harus dikonversi secara kimia menjadi uranium
heksaflorida (UF
6
). Proses konversi tersebut adalah sebagai berikut:
U
3
O
8
+ 2H
2
===> 3UO
2
+ 2H
2
O ΔH = -109 kJ/mol ,
atau UO
3
+ H
2
===> UO
2
+ H
2
O ΔH = -109 kJ/mol .
Selanjutnya uranium dioksida dikonversi menjadi uranium heksaflorida melalui proses:
UO
2
+ 4HF ===> UF
4
+ 2H
2
O ΔH = -176 kJ/mol, kemudian dilanjutkan dengan:
UF
4
+ F
2
===> UF
6

Metode pengayaan uranium untuk bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir
pada dasarnya adalah sama, namun untuk senjata nuklir, pengayaan uranium harus minimal
20% sedangkan untuk bahan bakar nuklir diperlukan pengayaan antara 3% - 20%. Ada
beberapa metode pengayaan uranium, namun saat ini hanya ada 2 metode yang paling
banyak digunakan di dunia, yaitu dengan metode difusi gas dan metode/proses sentrifugal.
Kedua metode ini sama-sama bertujuan untuk memisahkan U-235 dan U-238.
Dalam metode difusi gas, uranium florida (UF
6
) yang berada dalam fase gas ditekan
dengan tekanan tertentu melalui membran semipermeable sehingga U-235 dan U-238
terpisah sedikit demi sedikit. Pemisahan kedua isotop tersebut terjadi karena masa U-235
lebih rendah daripada U-238 sehingga U-235 dapat lolos lebih cepat melalui membran
berpori tersebut. Dengan teknologi cascade multi-stage (difusi bertingkat), pemisahan
uranium tersebut menjadi lebih efektif.
Pada metode sentrifugal, uranium heksaflorida ditempatkan di dalam silinder yang
berputar dengan cepat dalam jumlah yang banyak (ratusan bahkan ribuan silinder). Setiap
silinder yang berputar menghasilkan gaya sentrifugal sehingga molekul gas yang lebih berat
(yang mengandung U-238) bergerak menuju bagian luar silinder sedangkan molekul yang
lebih ringan (yang mengandung U-235) akan terkumpul mendekati pusat silinder. Metode
ini membutuhkan energi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan metode difusi gas.
Metode ini menghasilkan sekitar 54% dari total hasil pengayaan uranium di dunia.