You are on page 1of 4

1.

CIRI-CIRI BPR
2. CIRI-CIRI BANK UMUM
3. TUJUAN BANK SENTRAL
 MENCAPAI DAN MEMELIHARA KESTABILAN NILAI RUPIAH YANG TERCERMIN DARI LAJU
INFLASI DAN PERKEMBANGAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP MATA UANG ASING.
4. TUJUAN BANK UMUM

5. TUGAS BANK SENTRAL
 MENJAGA KESETABILAN NILAI MATA UANG
6. PRODUK BANK SYARIAH
a. PRODUK PENYALURAN DANA
PRINSIP JUAL BELI (BA’I) JUAL BELI DILAKSANAKAN KARENA ADANYA PEMINDAHAN
KEPEMILIKAN BARANG. KEUNTUNGAN BANK DISEBUTKAN DI DEPAN & TERMASUK
HARGA DARI HARGA YG DIJUAL.
TERDAPAT 3 JENIS JUAL BELI DALAM PEMBIAYAAN MODAL KERJA & INVESTASI DALAM
BANK SYARIAH, YAITU:
1. BA’I AL MURABAHAH JUAL BELI DGN HARGA ASALDITAMBAH KEUNTUGAN YG
DISEPAKATI ANTARA PIHAK BANK DGN NASABAH, DALAM HAL INI BANK
MENYEBUTKAN HARGA BARANG KPD NASABAH YG KEMUDIAN BANK
MEMBERIKAN LABA DALAM JUMLAH TERTENTU SESUAI DGN KESEPAKATAN.
2. BA’I ASSALAM DALAM JUAL BELI INI NASABAH SBG PEMBELI & PEMESAN
MEMBERIKAN UANGNYA DI TEMPAT AKAD SESUAI DGN HARGA BARANG YG
DIPESAN & SIFAT BARANG TELAH DISEBUTKAN SEBELUMNYA. UANG YG TADI
DISERAHKAN MENJADI TANGGUNGAN BANK SBG PENERIMA PESANAN &
PEMBAYARAN DILAKUKAN DGN SEGERA.
3. BA’I AL ISTISHNA MERUPAKAN BAGIAN DARI BA’I ASSLAM NAMUN BA’I AL
ISHTISHNA BIASA DIGUNAKAN DALAM BIDANG MANUFAKTUR. SELURUH
KETENTUAN BA’I AL ISHTISHNA MENGIKUTI BA’I ASSALAM NAMUN PEMBAYARAN
DPT DILAKUKAN BEBERAPA KALI PEMBAYARAN.
b. PRINSIP SEWA (IJARAH)IJARAH ADL KESEPAKATAN PEMINDAHAN HAK GUNA ATAS BARANG
ATAU JASA MELALUI SEWA TANPA DIIKUTI PEMINDAHAN KEPEMILIKAN ATAS BARANG YG
DISEWA. DALAM HAL INI BANK MEYEWAKAN PERALATAN KPD NASABAH DGN BIAYA YG
TELAH DITETAPKAN SECARA PASTI SEBELUMNYA.
c. PRINSIP BAGI HASIL (SYIRKAH)DALAM PRINSIP BAGI HASIL TERDAPAT 2 MACAM PRODUK,
YAITU:
1. MUSYARAKAH ADALAH SALAH SATU PRODUK BANK SYARIAH YG MANA TERDAPAT
2 PIHAK ATAU LBH YG BEKERJASAMA UTK MENINGKATKAN ASET YG DIMILIKI
BERSAMA DIMANA SELURUH PIHAK MEMADUKAN SUMBER DAYA YG MEREKA
MILIKI BAIK YG BERWUJUD MAUPUN YG TDK BERWUJUD. DALAM HAL INI
SELURUH PIHAK YG BEKERJASAMA MEMBERIKAN KONTRIBUSI YG DIMILIKI BAIK
ITU DANA, BARANG, SKILL, ATAUPUN ASET-ASET LAINNYA. YANG MENJADI
KETENTUAN DALAM MUSYARAKAH ADL PEMILIK MODAL BERHAK DALAM
MENETUKAN KEBIJAKAN USAHA YG DIJALANKAN PELAKSANA PROYEK.
2. MUDHARABAH ADL KERJASAMA 2 ORANG ATAU LBH DIMANA PEMILIK MODAL
MEMBERIKAN MEMEPERCAYAKAN SEJUMLAH MODAL KPD PENGELOLA DGN
PERJANJIAN PEMBAGIAN KEUNTUNGAN. PERBEDAAN YG MENDASAR ANTARA
MUSYARAKAH DGN MUDHARABAH ADL KONTRIBUSI ATAS MANAJEMEN &
KEUANGAN PD MUSYARAKAH DIBERIKAN & DIMILIKI 2 ORANG ATAU LEBIH,
SEDANGKAN PD MUDHARABAH MODAL HANYA DIMILIKI SATU PIHAK SAJA.
b. PRODUK PENGHIMPUN DANA
 PRODUK PENGHIMPUNAN DANA PD BANK SYARIAH MELIPUTI GIRO, TABUNGAN, &
DEPOSITO. PRINSIP YG DITERAPKAN DALAM BANK SYARIAH ADALAH:
1. PRINSIP WADIAHPENERAPAN PRINSIP WADIAH YG DILAKUKAN ADL WADIAH YAD
DHAMANAH YG DITERAPKAN PD REKANING PRODUK GIRO. BERBEDA DGN
WADIAH AMANAH, DIMANA PIHAK YG DITITIPI (BANK) BERTANGGUNG JAWAB
ATAS KEUTUHAN HARTA TITIPAN SEHINGGA IA BOLEH MEMANFAATKAN HARTA
TITIPAN TERSEBUT. SEDANGKAN PD WADIAH AMANAH HARTA TITIPAN TDK
BOLEH DIMANFAATKAN OLEH YG DITITIPI.
2. PRISIP MUDHARABAHDALAM PRINSIP MUDHARABAH, PENYIMPAN ATAU
DEPOSAN BERTINDAK SBG PEMILIK MODAL SEDANGKAN BANK BERTINDAK SBG
PENGELOLA. DANA YG TERSIMPAN KEMUDIAN OLEH BANK DIGUNAKAN UTK
MELAKUKAN PEMBIAYAAN, DALAM HAL INI APABILA BANK MENGGUNAKANNYA
UTK PEMBIAYAAN MUDHARABAH, MAKA BANK BERTANGGUNG JAWAB ATAS
KERUGIAN YG MUNGKIN TERJADI.
BERDASARKAN KEWENANGAN YG DIBERIKAN OLEH PIHAK PENYIMPAN, MAKA
PRINSIP MUDHARABAH DIBAGI MENJADI 3 BAGIAN, YAITU:
1. MUDHARABAH MUTLAQAH: PRINSIPNYA DPT BERUPA TABUNGAN &
DEPOSITO, SEHINGGA ADA 2 JENIS YAITU TABUNGAN MUDHARABAH &
DEPOSITO MUDHARABAH. TIDAK ADA PEMABATASAN BAGI BANK UTK
MENGGUNAKAN DANA YG TELAH TERHIMPUN.
2. MUDHARABAH MUQAYYADAH ON BALANCE SHEET: JENIS INI ADL
SIMPANAN KHUSUS & PEMILIK DPT MENETAPKAN SYARAT-SYARAT
KHUSUS YG HARUS DIPATUHI OLEH BANK, SBG CONTOH DISYARATKAN
UTK BISNIS TERTENTU, ATAU UTK AKAD TERTENTU.
3. MUDHARABAH MUQAYYADAH OFF BALANCE SHEET:YAITU
PENYALURAN DANA LANGSUNG KPD PELAKSANA USAHA & BANK SBG
PERANTARA PEMILIK DANA DGN PELAKSANA USAHA. PELAKSANA
USAHA JUGA DPT MENGAJUKAN SYARAT-SYARAT TERTENTU YG HARUS
DIPATUHI BANK UTK MENENTUKAN JENIS USAHA & PELAKSANA
USAHANYA.
PRODUK JASA PERBANKAN
SELAIN DPT MELAKUKAN KEGIATAN MENGHIMPUN & MENYALURKAN DANA, BANK JUGA DPT
MEMBERIKAN JASA KPD NASABAH DGN MENDAPATAN IMBALAN BERUPA SEWA ATAU
KEUNTUNGAN, JASA TERSEBUT ANTARA LAIN:
1. SHARF (JUAL BELI VALUTA ASING)ADALAH JUAL BELI MATA UANG YG TDK SEJENIS NAMUN
HARUS DILAKUKAN PD WAKTU YG SAMA (SPOT). BANK MENGAMBIL KEUNTUNGAN UTK JASA
JUAL BELI TERSEBUT.
2. IJARAH (SEWA)KEGIATAN IJARAH INI ADL MENYEWAKAN SIMPANAN (SAFE DEPOSIT BOX) &
JASA TATA-LAKSANA ADMINISTRASI DOKUMEN (CUSTODIAN), DALAM HAL INI BANK
MENDAPATKAN IMBALAN SEWA DARI JASA TERSEBUT.
7. PERBEDAAN LKBB DAN LKB
ADA BEBERAPA PERBEDAAN ANTARA BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK, YAITU
:
1. LEMBAGA KEUANGAN BANK (DISEBUT BANK SAJA) MERUPAKAN LEMBAGA KEUANGAN YANG
PALING LENGKAP KEGIATANNYA YAITU MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT DAN
MENYALURKAN KEMBALI DANA TERSEBUT KEPADA MASYARAKAT DALAM BENTUK
PINJAMAN SERTA MELAKSANAKAN KEGIATAN JASA KEUANGAN LAINNYA,
LEMBAGA KEUANGAN NON BANK (DISEBUT LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA) KEGIATANNYA
DIFOKUSKAN PADA SALAH SATU KEGIATAN KEUANGAN SAJA. MISALNYA : *PERUSAHAAN
LEASING MENYALURKAN DANA DALAM BENTUK BARANG MODAL KEPADA PERUSAHAAN
PENYEWA (LESSEE), *PEGADAIAN MENYALURKAN DANA DALAM BENTUK PINJAMAN JANGKA
PENDEK DENGAN JAMINAN BARANG BERGERAK.
2. - BANK DAPAT SECARA LANGSUNG MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT DALAM
BENTUK GIRO, TABUNGAN, DEPOSITO BERJANGKA.
- LK NON BANK TIDAK DAPAT SECARA LANGSUNG MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT
DALAM BENTUK GIRO, TABUNGAN, DAN DEPOSITO BERJANGKA.
3. - BANK UMUM DAPAT MENCIPTAKAN UANG GIRAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI JUMLAH
UANG YANG BEREDAR DIMASYARAKAT
- LK NON BANK TIDAK BISA MELAKUKAN HAL TERSEBUT.
8. JENIS-JENIS LKBB
1) PERUSAHAAN ASURANSI : PERUSAHAAN YANG MEMBERIKAN JASA-JASA DALAM
PENANGGULANGAN RESIKO ATAS KERUGIAN, KEHILANGAN MANFAAT, DAN
TANGGUNG JAWAB HUKUM PADA PIHAK KETIGA KARENA PERISTIWA
KETIDAKPASTIAN
2) PERUSAHAAN DANA PENSIUN ( TASPEN ) : BADAN HUKUM YANG MENGELOLA
DAN MENJALANKAN PROGRAM YANG MENJANJIKAN MANFAAT PENSIUN
3) KOPERASI SIMPAN PINJAM : MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT DAN
MEMINJAMKAN KEMBALI KEPADA ANGGOTA ATAU MASYARAKAT
4) BURSA EFEK / PASAR MODAL : TEMPAT JUAL BELI SURAT-SURAT BERHARGA
5) PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG : BADAN USAHA YANG MELAKUKAN
KEGIATAN PEMBIAYAAN DALAM BENTUK PEMBELIAN ATAU PENGALIHAN SERTA
PENGURUSAN PIUTANG.
6) PEGADAIAN : SUATU USAHA YANG MEMBERIKAN PINJAMAN BAGI NASABAH
DENGAN JAMINAN BARANG BERGERAK
7) PERUSAHAAN SEWA GUNA : PEMBELIAN SECARA ANGSURAN, NAMUN SEBELUM
ANGSURANNYA SELESAI (LUNAS), HAK BARANG YANG DIPERJUALBELIKAN MASIH
DIMILIKI OLEH PENJUAL.
9. FUNGSI ASLI UANG
FUNGSI ASLI ATAU FUNGSI POKOK UANG ADALAH SEBAGAI ALAT TUKAR MENUKAR DAN
SATUAN HITUNG.
10. PERBEDAAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DAN ALAT TUKAR
 UANG SEBAGAI ALAT TUKAR MENUKAR, ARTINYA BAHWA UANG DAPAT
DITUKARKAN DENGAN BARANG ATAU JASA APA SAJA YANG DIBUTUHKAN
 UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN, ARTINYA BAHWA UANG DAPAT DIGUNAKAN
UNTUK MEMBAUAR ATAU MELUNASI SEMUA KEWAJIBAN EKONOMI.
11. PERBEDAAN UANG GIRAL DENGAN UANG KARTAL
a. UANG KARTAL : ADALAH UANG YANG DIKELUARKAN OLEH PEMERINTAH/BANK
SIRKULASI.
b. UANG GIRAL : ADALAH TAGIHAN/REKENING PADA SUATU BANK YANG SEWAKTU-
WAKTU DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN
PERANTARA CEK , GIRO DAN TELEGRAPHIC TRANSFER.
c. ADA 4 HAL YANG MEMBEDAKAN ANTARA UANG KARTAL DAN UANG GIRAL,
YAITU :
UANG KARTAL :
a. SIFAT BERLAKUNYA SETIAP ORANG HARUS MEMILIKI.
b. BEREDAR DI SELURUH MASYARAKAT.
c. BERWUJUD UANG KERTAS DAN UANG LOGAM.
d. DIKELUARKAN OLEH BANK INDONESIA.
UANG GIRAL :
a. SIFAT BERLAKUNYA ORANG BOLEH MENOLAK .
b. BEREDAR DI KALANGAN TERTENTU.
c. BERWUJUD CEK, GIRO, BILYET,
d. REKENING, TABUNGAN.DIKELUARKAN OLEH BANK UMUM
12. PRINSIP DALAM SISTEM PEMBAYARAN
a. AMAN BERARTI SEGALA RESIKO DALAM SISTEM PEMBAYARAN HARUS DAPAT
DIKELOLA DAN DIMITIGASI DENGAN BAIK OLEH SETIAP PENYELENGGARA SISTEM
PEMBAYARAN.
b. EFISIENSI MENEKANKAN AGAR PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN
DAPAT DIGUNAKAN SECARA LUAS SEHINGGA BIAYA YANG DITANGGUNG
MASYARAKAT LEBIH MURAH KARENA MENINGKATNYA SKALA EKONOMI.

c. KESETERAAN AKSES ARTINYA BANK INDONESIA TIDAK MENGINGINKAN ADANYA
PRAKTIK MONOPOLI PADA PENYELENGGARAAN SUATU SISTEM YANG DAPAT
MENGHAMBAT PEMAIN LAIN UNTUK MASUK.
d. KEWAJIBAN SELURUH PENYELENGGARA SISTEM PEMBAYARAN UNTUK
MEMPERHATIKAN ASPEK-ASPEK PERLINDUNGAN KONSUMEN
13. DEFINISI MENEJMENT MENURUT SENI
 SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELELUI ORANG LAIN(MARY PARKER
FOLLET)
14. UNSUR-UNSUR MENEJEMENT
 MANUSIA (ORANG)
MANUSIA ADALAH MEREKA YANG TELAH MEMENUHI SYARAT TERTENTU
DAN TELAH MENJADI UNSUR YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI ORGANISASI
ATAU BADAN USAHA TEMPAT IA BEKERJA.
 MEKANISME KERJA
MEKANISME KERJA ADALAH TATA CARA DAN TAHAPAN YANG HARUS DILALUI
ORANG YANG MENGADAKAN KEGIATAN BERSAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN.
 TUJUAN MANAJEMEN
TUJUAN UTAMA MANAJEMEN, YAITU MEMBERI KEMUDAHAN KEPADA
PENCAPAIAN PRODUKTIVITAS ORGANISASI DENGAN CARA MENGU RANGI
KETIDAK PASTIAN DALAM MEWUJUDKAN BERBAGAI AKTIVITAS ORGANISASI
(BADAN USAHA) YANG BERBEDA.
15. CONTOH TINGKATAN MENEJEMENT
a. MENEJEMENT PUNCAK (TOP)
TUGAS >> MENETAPKAN KEBIJAKAN YG SIFATNYA UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP
ORGANISASINYA ( JANGKA PANJANG)
b. MENEJEMENT MENENGAH (MIDDLE)
TUGAS >> MENETAPKAN KEBIJAKAN OPERASIONAL DAN MENJALANKAN TUGAS YANG
DITETAPKAN MENEJEMENT PUNCAK
c. MENEJEMENT PELAKSANA (SUPERVISORY)
TUGAS >> MENJALANKAN RENCANA YG DITETAPKAN MENEJEMENT MENENGAH
DAN MENGAWASI PEKERJA DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN
16. YANG TERMASUK PLANNING
a. PERENCANAAN (PLANNING)
YAITU MERUPAKAN PROSES DASAR MENEJEMENT UNTUK MENENTUKAN TUJUAN DAN
LANGKAH2 YANG HARUS DILAKUKAN AGAR TUJUAN DAPAT TERCAPAI
PERENCANAAN MELIPUTI:
 PENYUSUNAN VISI DAN MISI
 PENYUSUNAN SASARAN/TUJUAN DAN STRATEGI MENCAPAI TUJUAN
 MEMBUAT PROGRAM KEGIATAN BESERTA ANGGARAN
17. YANG TERMASUK CONTROLLING
b. PENGAWASAN (CONTROLLING)
YAITU FUNGSI MENEJEMENT YANG MENGADAKAN PENILAIAN DAN KOREKSI,
SEHINGGA TUGAS/PEKERJAAN BAWAHAN DAPAT DIARAHKAN KETUJUAN YANG TELAH
DIGARISKAN
PENGAWASAN MELIPUTI:
 MENETAPKAN STANDAR DAN METODE DALAM MENGATUR PRESTASI
 MENGAMBIL TINDAKAN KOREKTIF APABILA TERJADI PENYIMPANGAN
 MENGUKUR PRESTASI KERJA
18. FUNGSI MENEJEMENT MENURUT AHLI
a. KOONTZ O’DONNELL DAN NLANDERIC
 ORGANIZING
 STAFFING
 DIRECTING
 CONTROLLING
b. GEORGE R. TERRY
 PLANNING
 ORGANIZING
 ACTUATING
 CONTROLING
c. HENRY FAYOL
o FORECASTING AND PLANNING
o ORGANIZING
o COMMANDING
o COORDINATING
o CONTROLLING
19. YANG TERMASUK DALAM BIDANG MENEJEMENT PERSONALIA
a. MELAKUKAN PEREKRUTAN, MELATIH KARYAWAN, MENEMPATKAN, DAN
MELAKUKAN PROMOSI DAN NOTASI (TURUN)
b. BERTANGGUNG JAWAB UNTUK SUASANA KERJA YANG NYAMAN
20. YANG TERMASUK DALAM BIDANG MENEJEMENT PEMASARAN
a. MELAKUKAN RISET PASAR (PENELITIAN TENTANG BARANG APA YANG
DIINGINKAN OLEH KONSUMEN)
b. MELAKUKAN MARKETING MIX (PROMOTION, PLACE, PRICE)
SEPERTI PAMERAN, TEMPAT, DAN HARGA
c. MENETAPKAN SEGMENTASI PASAR (SASARAN PASAR)
d. PELAYANAN PURNA JUAL (SEPERTI SERVICE)
21. YANG TERMASUK DALAM BIDANG PRODUKSI
a. MENENTUKAN VOLUME PRODUKSI (BARANG YANG AKAN DIPRODUKSI)
b. MENENTUKAN SISTEM PRODUKSI (TAHAP PRODUKSI)
c. MENETAPKAN STANDART / MUTU PRODUK (KUALITAS PRODUKSI)
22. PENGERTIAN FOREX
FOREX ADALAH SUATU JENIS TRANSAKSI YANG MEMPERDAGANGKAN MATA UANG
(CURRENCY) SUATU NEGARA TERHADAP MATA UANG NEGARA LAINNYA.
23. TUJUAN DIADAKANNYA KOPERASI SEKOLAH
a. AGAR SISWA MEMILIKI KESADARAN TENTANG FUNGSI DAN PERANAN
KOPERASI SEBAGAI SOKO GURU DAN WADAH UTAMA PEREKONOMIAN
RAKYAT.
b. AGAR PARA SISWA MEMILIKI RASA TANGGUNG JAWAB, DISIPLIN, SETIA
KAWAN, DAN JIWA DEMOKRATIS.
c. AGAR DAPAT MENINGKATKAN UPAYA PEMBINAAN KELEMBAGAAN
KOPERASI SEKOLAH SECARA SISTEMATIS, TERARAH, DAN TERUSMENERUS.
d. AGAR SISWA MEMILIKI BEKAL PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN
PENGALAMAN PRAKTIS DALAM HAL PENGELOLAAN KOPERASI SEKOLAH
MELALUI LATIHAN-LATIHAN MAUPUN PRAKTIK KERJA NYATA.
e. MENANAMKAN DAN MEMUPUK RASA TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM
HIDUP BERGOTONG ROYONG DI MASYARAKAT.
f. MENUNJANG PROGRAM PEMBANGUNAN PEMERINTAH DI SECTOR
KOPERASI MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.
g. MENUMBUHKAN ASPIRASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT SEKOLAH
TERHADAP KOPERASI, SEKALIGUS SEBAGAI SARANA UNTUK MENANAMKAN
JIWA, SEMANGAT, SERTA SIKAP BERKOPERASI.
h. MENUNJANG PENDIDIKAN SEKOLAH KE ARAH KEGIATAN-KEGIATAN PRAKTIS
UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERUPA PEMENUHAN KEBUTUHAN SISWA.

24. CONTOH KEGIATAN PADA TAHAP PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH
a. TAHAP PERSIAPAN
PADA TAHAP PERSIAPAN, RENCANA DAN PROGRAM PENDIRIAN KOPERASI
DISOSIALISASIKAN OLEH KEPALA SEKOLAH BERSAMA GURU, KOMITE SEKOLAH,
DAN OSIS SERTA PERLU DIINFORMASIKAN KEPADA SISWA YANG LAIN.
SELANJUTNYA PERLU DIBENTUK TIM KECIL/PANITIA YANG BERTUGAS
MENYELENGGARAKAN RAPAT PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN OLEH TIM KECIL DI ANTARANYA:
 MENENTUKAN HARI, TANGGAL DAN JAM PELAKSANAAN
PEMBENTUKAN,
 MENENTUKAN TEMPAT DIADAKAN RAPAT PEMBENTUKAN,
 MENENTUKAN PESERTA YANG MENGIKUTI RAPAT,
 MENYIAPKAN UNDANGAN RAPAT,
 MENYIAPKAN ALAT ATAU PERLENGKAPAN RAPAT,
 MENYIAPKAN BAHAN-BAHAN YANG AKAN DIBICARAKAN DALAM
RAPAT,
 MERENCANAKAN DAN MENYIAPKAN BIAYA-BIAYA PENYELENGGARAAN
RAPAT PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH.

b. TAHAP PEMBENTUKAN
SETELAH MELALUI TAHAP PERSIAPAN, SELANJUTNYA DIADAKAN RAPAT
PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH. ADAPUN PIHAK-PIHAK YANG HARUS
DIHADIRKAN ADALAH:
 MURID/ PERWAKILAN KELAS MINIMUM 2 (DUA) ORANG, PALING
SEDIKIT 20 ORANG MURID,
 GURU EKONOMI/ KOPERASI DAN GURU YANG DITUNJUK
 KEPALA SEKOLAH
 PEJABAT KANTOR DINAS KOPERASI KABUPATEN/KOTA
 PERWAKILAN DARI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA
HASIL DARI RAPAT PEMBENTUKAN KOPERASI TERSEBUT ANTARA LAIN:
 ANGGARAN DASAR KOPERASI SEKOLAH,
 SUSUNAN PENGURUS YANG TERDIRI DARI KETUA,
SEKRETARIS, DAN BENDAHARA (DARI UNSUR GURU YANG
DITUNJUK),
 PEMBENTUKAN PENGAWAS PALING BANYAK 3 SISWA,
 PENETAPAN SUMBER MODAL KOPERASI YANG TERDIRI
ATAS SIMPANAN POKOK, SIMPANAN WAJIB, CADANGAN,
DAN HIBAH,
 PENETAPAN PEMBAGIAN SHU KOPERASI,
 LAIN-LAIN YANG PERLU.
c. TAHAP PENGESAHAN
SETELAH KOPERASI SEKOLAH TERBENTUK, MAKA PENGURUS MENGAJUKAN
PERMOHONAN PENGAKUAN KEPADA KANTOR DINAS KOPERASI
KABUPATEN/KOTA YANG DILAMPIRI:
 ANGGARAN DASAR/AKTA PENDIRIAN KOPERASI SEKOLAH RANGKAP 3
(TIGA) YANG ASLI BERMATERAI RP6.000,00 ATAU SESUAI PERATURAN
YANG BERLAKU,
 BERITA ACARA PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH,
 NERACA AWAL/NERACA PERMULAAN DARI KOPERASI SEKOLAH.

 APABILA TELAH MEMENUHI SYARAT, SELAMBAT-LAMBATNYA DALAM WAKTU 3 (TIGA)
BULAN DARI TANGGAL PENGAJUAN ITU AKAN DITERIMA SURAT PENGAKUAN ATAU SURAT
KEPUTUSAN PENGESAHAN DAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI SEKOLAH DARI KANTOR DINAS
KOPERASI.

25. STRUKTUR KOPERASI SEKOLAH
 ANGGOTA
 PENGURUS
 BADAN PEMERIKSA
 PEMBINA DAN PENGAWAS
 BADAN PENASEHAT