You are on page 1of 32

Aku cinta kamu

Contribute a better translation



Rabu, 19 Agustus 2009 - 19:57:34 WIBDibaca: 7820 kali
Huruf Hiragana
Huruf dasar hiragana berjumalah 46, dimana setiap hurufnya mewakili bunyi dari huruf tersebut.
Hiragan biasanya digunakan untuk menuliskan kosakata asli jepang yang tidak ada kanjinya,
partikel, akhiran dari kata benda, kata sifat dan kata kerja. Berikut ini merupakan table dari huruf
hiragana.

Huruf Dasar

a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko
Latihan membaca!!!

Biru kolam
merah udara
suara



sa

shi

su

se

so











ta

chi

tsu

te

to
Latihan membaca!!!

kecil bawah
bawah tanah luar
kaki



na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho
Latihan membaca!!!

apa? kulit
bunga kain/lap
anjing tulang


ma

mi

mu

me

mo

ya


yu


yo










Latihan membaca!!!

gunung laut
mimpi hujan
membaca



ra

ri

ru

re

ro

n


o
Latihan membaca!!!

mereka meminjam buku
sejarah

teori


Huruf Tambahan
Selain huruf dasar yang berjumlah 46, hiragana juga mempunyai 23 huruf tambahan yang
dibentuk dari huruf dasar, serta 33 huruf gabungan. Fungsi dari huruf hiragana yaitu untuk
menuliskan kosakata asli jepang.

ga

gi

gu

ge

go

za

ji

zu

ze

zo











da


de

do

ba

bi

bu

be

bo

pa

pi

pu

pe

po

Huruf Gabungan
(ya) (yu) (yo)
(ki)

kya

kyu

kyo
(shi)

sha

shu

sho
(chi)

cha

chu

cho
(ni)

nya

nyu

nyo
(hi)

(hya)

(hyu)

(hyo)
(mi)











(mya) (myu) (myo)
(ri)

(rya)

(ryu)

(ryo)

(gi)

(gya)

(gyu)

(gyo)
(ji)

(jya)

(jyu)

(jyo)
(bi)

(bya)

(byu)

(byo)
(pi)

(pya)

(pyu)

(pyo)

Rabu, 19 Agustus 2009 - 22:09:40 WIBDibaca: 3490 kali
Huruf Katakana
Selain huruf hiragana, jepang juga mempunyai huruf katakana yang digunakan untuk menuliskan
kosakata yang berasal dari luar Jepang, seperti nama orang asing, nama Negara (kecuali cina dan
korea), dll. Apabila dibandingakan dengan huruf hiragana, huruf katakana terlihat lebih kaku.

Huruf Dasar











a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko

sa

shi

su

se

so

ta

chi

tsu

te

to

na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho

ma

mi

mu

me

mo

ya


yu


yo

ra

ri

ru

re

ro

n


o











Huruf Tambahan

ga

gi

gu

ge

go

za

ji

zu

ze

zo

da


de

do

ba

bi

bu

be

bo

pa

pi

pu

pe

po

Huruf Gabungan
(ya) (yu) (yo)
(ki)

kya

kyu

kyo
(shi)

sha

shu

sho
(chi)

cha

chu

cho










(ni)

nya

nyu

nyo
(hi)

(hya)

(hyu)

(hyo)
(mi)

(mya)

(myu)

(myo)
(ri)

(rya)

(ryu)

(ryo)

(gi)

(gya)

(gyu)

(gyo)
(ji)

(jya)

(jyu)

(jyo)
(bi)

(bya)

(byu)

(byo)
(pi)

(pya)

(pyu)

(pyo)

















Rabu, 19 Agustus 2009 - 22:21:31 WIBDibaca: 4863 kali
Huruf Kanji
Setelah anda hafal huruf hiragana dan katakana, langkah selanjutnya yang harus anda pelajari
adalah huruf Kanji. Huruf kanji jauh lebih sulit dibandingkan hiragana ataupun katakana. Namun
demikian, belajar kanji sungguh menarik dan menyenangkan.

Kanji & Cara Baca
Kanji adalah huruf bergambar yang diadopsi dari negeri Cina pada awal abad ke-14. Setiap huruf
kanji mewakili tidak hanya bunyi tapi juga arti. Kanji biasanya dituliskan pada sebagian besar
kata benda, kata sifat, dan kata kerja.
Huruf kanji mempunyai 2 cara baca, yaitu kunyomi (cara baca Jepang), dan onyomi (cara baca
Cina). Pertanyaan yang muncul dari kalian mungkin kapan kanji tersebut dibaca kunyomi dan
kapan dibaca onyomi? Secara umum ketika sebuah kanji berdiri sendiri dan memberi suatu arti
bagi kanji tersebut (tidak digabungkan dengan kanji lain) maka kita menggunakan cara baca
kunyomi. Dan apabila sebuah kanji digunakan bersama dengan kanji lainnya, maka kita
menggunakan cara baca onyomi.
Contoh:

Karena berdiri sendiri, maka dibaca tsuki ()

Karena digabungkan dengan kanji lain, yaitu kanji (maka dibaca gatsu











Namun demikian ada beberapa kanji yang tidak mengikuti aturan di atas, oleh karena itu anda
harus berhati-hati.
Berikut ini beberapa list kanji dasar yang perlu kamu ketahui. Namun sebelum kamu
memperlajari bagaian ini, sebaiknya kamu sudah menghafal huruf hiragana dan katakana dengan
baik.
Kanji Dasar 1
Kanji Dasar 2
Kanji Dasar 3



Rabu, 19 Agustus 2009 - 19:33:33 WIBDibaca: 4321 kali
Karakteristik Bahasa Jepang
Pada bagian ini berisi mengenai karakteristik atau ciri-ciri umum bahasa Jepang. Pemahaman
mengenai hal tersebut sangat diperlukan bagi anda yang baru pertama kali belajar Bahasa
Jepang. Berikut adalah karakteristik umum Bahasa Jepang
Huruf Jepang
Ciri-ciri yang paling mencolok dari bahasa Jepang adalah tulisannya. Bagi kebanyakan
pembelajar bahasa Jepang, huruf jepang merupakan bagian yang paling sulit dan membutuhkan
waktu yang lama. Namun demikian, sangat perlu dan menarik untuk dipelajari.
Bahasa Jepang mempunyai konsep tulisan yang berbeda dengan bahasa lainya di dunia. Terdapat
3 tulisan yang digunakan oleh Jepang, yaitu, hiragana, katakana, dan kanji. (Ke-3 tulisan tersebut
bisa saja muncul dalam satu kalimat sederhana). Setiap huruf hiragana dan katakana mewakili
bunyi dari setiap huruf tersebut, sedangkan huruf kanji mewakili baik bunyi maupun arti.
Namun selain ke-3 tulisan tersebut diatas, Jepang juga kadang-kadang menggunakan huruf
romaji, yaitu huruf latin yang biasa kita gunakan. Huruf romaji digunakan untuk mempermudah
orang asing dalam membaca huruf.











Lafal / Ucapan Bahasa Jepang
Bunyi atau lafal Bahasa Jepang sangat mudah sekali diucapkan. Bahasa Jepang mempunyai 5
huruf vocal yaitu, A, I, U, E, dan O. Huruf-huruf vocal tersebut diucapkan dengan jelas, sama
pengucaannya seperti dalam bahasa Indonesia. Jepang tidak mempunyai huruf konsonan yang
dapat berdiri sendiri (pengecualian huruf n). Setiap huruf jepang (selain huruf vocal yang dapat
sendiri) merupakan gabungan dari huruf konsonan-vokal, seperti ka, ki, ku, ke, ko dll.
Huruf u di belakang kalimat tidak perlu dilafalkan.
Contoh: "Desu" dibaca "des"
" Masu dibaca "mas"
Huruf n mempunyai beberapa pengucapan, yaitu n, ng dan m.
Contoh: "konnichi wa dibaca konnichi wa.
sumimasen dibaca sumimaseng.
konban wa dibaca kombang wa.
Hati-hati dengan bunyi panjang!!! Bunyi panjang dalam bahasa Jepang dapat merubah
arti.
Contoh: Ojisan (paman) Ojiisan (kakek)
Obasan (bibi) Obaasan (nenek)

Susunan Kalimat
Susunan kalimat bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia maupun Inggris. Kalau di
Bahasa Indonesia atau Inggris kita mengikuti pola Subjek Predikat Objek, maka Bahasa
Jepang mengikuti pola Subjek Objek Predikat. Perhatikan contoh di bawah ini.
Susunan Kalimat Bahasa Inggis
Subjek Predikat Objek
I
Saya
Learn
belajar
Japanese
bahasa jepang
Susunan Kalimat Bahasa Jepang










Subjek Objek Predikat
Watashi wa
Saya
nihongo o
bahasa Jepang
benkyoo shimasu
belajar
Agak rumit memang apabila kita memperhatikan contoh diatas, namun jangan khawatir,
semuannya hanya masalah waktu. Anda akan terbiasa dengan pola kalimat seperti itu. Bahasa
Jepang tidak sesulit yang anda bayangkan!!!
Partikel
Partikel atau kata Bantu merupakan bagian yang sangat penting dalam pembentukan kalimat
bahasa Jepang. Fungsi dari partikel adalah sebagai konektor atau penghubung kata satu dengan
kata lainnya.
Banyak dari partikel yang tidak ada padananya dalam bahasa Indonesia, sehingga agak sedikit
merepotkan bagi orang yang baru belajar bahasa Jepang. Contoh partikel bahasa Jepang yaitu,
partikel wa dan o.
Partikel "wa" tidak mempunyai arti, namun berfungsi sebagai penanda subjek. Maksudnya
adalah kata sebelum partikel wa adalah subjek dari kalimat tersebut.
Contoh:
Subjek Partikel Predikat Copula
Watashi
Saya
wa
(Tidak ada arti)
Arif
Arif
desu
(tidak ada arti)
Note: Desu pada kalimat di atas digunakan sebagai penanda berakhirnya satu kalimat dan
menunjukan kalimat yang sopan atau santun.

Sedangkan partikel o merupakan partikel penanda objek. Maksudnya adalah kata sebelum
partikel "o" merupkan objek dari kata kerja.
Tata Bahasa Jepang Secara Umum
Verb atau kata kerja selalu diletakan di belakang kalimat.
Bahasa Jepang hanya mempunyai 2 tenses, yaitu bentuk sekarang, dan bentuk lampau.










Kata Benda dan kata kerja tidak terpengaruh oleh gender dan jumlah.
Subjek dalam bahasa Jepang sering kali dihilangkan apabila konteks kalimatnya sudah jelas.
Setiap kata kerja dalam bahasa Jepang mengalami perubahan dan setiap perubahan tersebut
akan menyebabkan perubahan baik artinya maupun tensesnya.
















Rabu, 19 Agustus 2009 - 21:19:06 WIBDibaca: 3155 kali










Angka Dalam Bahasa Jepang
Sudah tahu bagaimana mengatakan angka dalam Bahasa Jepang? Kalau belum mari kita belajar mengenai hitungan angka.
Pengetahuan mengenai angka sangat penting untuk dapat menyatakan jam, menyatakan harga dll.

Satuan
Romaji Kana Kanji
0 Zero/Rei
1 Ichi
2 Ni
3 San
4 Shi/Yon
5 Go
6 Roku
7 Shichi/Nana
8 Hachi
9 Kyuu/Ku
10 Juu

Puluhan

Romaji Kana Kanji
11 Juu-ichi
12 Juu-ni
13 Juu-san
14 Juu-yon
15 Juu-go










16 Juu-roku
17 Juu-nana
18 Juu-hachi
19 Juu-kyuu
20 Ni-juu

Ratusan
Romaji Kana Kanji
100 Hyaku
200 Ni-hyaku
300 San-byaku
400 Yon-hyaku
500 Go-hyaku
600 Rop-pyaku
700 Nana-hyaku
800 Hap-pyaku
900 Kyuu-hyaku

Ribuan

Romaji Kana Kanji
1,000 Issen
2,000 Ni-sen
3,000 San-zen
4,000 Yon-sen










5,000 Go-sen
6,000 Roku-sen
7,000 Nana-sen
8,000 Hassen
9,000 Kyuu-sen

Puluhan Ribu

Romaji Kana Kanji
10000 Ichi-man
20000 Ni-man
30000 San-man
40000 Yon-man
50000 Go-man
60000 Roku-man
70000 Shichi-man
80000 Hachi-man
90000 Kyuu-man
100,000 Juu-man
























Selasa, 08 September 2009 - 11:38:46 WIBDibaca: 2397 kali
Waktu (Jam&Menit)
Pada bagian ini kamu akan belajar bagaimana menanyakan dan menyatakan waktu (jam) dalam
bahasa Jepang. Sebelum memulai silakan anda lihat list hitungan jam & menit berikut ini terlebih
dahulu.
Menyatakan & Menanyakan Jam
Jam berapa?
: Nan-ji desu ka.

Sekarang, jam berapa?
: Ima, nan-ji desu ka.

Di Jepang sekarang
jam berapa?
: Nihon wa ima nan-ji desu ka.

Jam ~
: ~ ji desu.











Jam 8.
: Hachi-ji desu.

Sekarang jam 8.
: Ima, hachi-ji desu.

Am
: Gozen

Pm
: Gogo

Sekarang jam 8 pagi.
: Ima, gozen hachi-ji desu.

Sekarang jam 8 malam.
: Ima, gogo hachi-ji desu.

Catatan:
Untuk menyatakan jam kita menggunakan "~ ji desu" (Jam ~). Sedangkan untuk menanyakan
jam digunakan "nan-ji desu ka" (jam berapa?).
Perlu diketahui, Di Jepang pembagian waktu menurut jam dalam sehari mengacu seperti yang
berlaku umum dan dikenal di dunia. Yakni berdasarkan pembagian a.m. (ante meridiem) dan
p.m. (post meridiem). Untuk jelasnya lihat keterangan di bawah ini.
Gozen

mengacu pada a.m. (ante meridiem, yakni untuk menunjukkan waktu dari lewat
jam 12 malam hingga 12 siang.
Gogo
mengacu pada p.m. (post meridiem), untuk menunjukkan keterangan waktu
lewat jam 12 siang hingga jam 12 malam.

Menyatakan & Menanyakan Menit
Menit ~
: ~ fun/pun.
/
10 menit.
: Juppun desu.

Jam 8 lewat 10 menit. : Hachi-ji juppun desu.











Sekarang jam 8 lewat
10 menit.
: Ima, hachi-ji juppun desu.

Sekarang, jam 10 lewat
15 menit.
: Ima, juu-ji juu-go-fun desu.

Cepat sekali (waktu)
: Hayai desu ne.

Lama sekali (waktu)
: Osoi desu ne.

Catatan:
Untuk menanyakan menit, digunakan kalimat Nan-pun desu ka, yang artinya "berapa
menit?". Sedangkan untuk menyatakan menit, caranya dengan menambahkan ~pun/fun di
belakang angka menit yang disebutkan.
Jikan ga hayai desu ne, merupakan ungkapan yang digunakan ketika waktu berjalan sangat
cepat, sedangkan jikan ga osoi, digunakan apabila waktu berjalan terlalu lama.

Untuk melihat contoh percakapan dari pelajaran ini, silakan lihat di "Percakapan Bahasa
Jepang".







Jumat, 11 September 2009 - 01:50:49 WIB
Dibaca: 2001 kali










Hari, Tanggal, dan Bulan
Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana menanyakan hari, tanggal, dan bulan. Namun
sebelum masuk ke pelajaran tersebut, silakan pelajari daftar kosakata hari, tanggal, dan bulan
terlebih dahulu.
Menanyakan Hari
Hari apa?
Nan yoobi desu ka.

Hari ini
Kyoo

Hari ini hari apa?
Kyoo wa nan yoobi desu ka.

Besok
Ashita

Lusa
Asatte

Hari ini hari senin.
Kyoo wa getsuyoobi desu.

Besok hari selasa.
Ahita wa kayoobi desu.

Libur hari apa?
Yasumi wa nanyoobi desu ka.

Hari Sabtu dan Minggu.
Doyoobi to nichiyoobi desu.

Catatan:
Partikel "to" digunakan untuk menghubungkan 2 kata dalam kalimat. Apabila diterjemahkan
"to" berarti "dan" dalam bahasa Indonesia.

Untuk menambah kosakata anda mengenai keterangan waktu, silakan lihat "kosakata waktu".











Menanyakan Tanggal & Bulan
Tanggal berapa?
Nan-nichi desu ka.

Bulan berapa?
Nan-gatsu desu ka.

Tanggal dan
bulan berapa?
Nan-nichi, nan-gatsu desu ka.

Kapan?
Itsu desu ka.

Ulang tahun
kapan?
Tanjoobi wa itsu desu ka.

Ulang tahun
kamu kapan?
Anata no tanjoobi wa itsu desu ka.

Ulang tahun
tanggal 17.
Tanjoobi wa juu-shichi-nichi desu.

Ulang tahun
saya
tanggal
17.
Watashi no tanjoobi wa
juu-shichi-nichi desu.


Mau kursus private
Bahasa Jepang?
Silahkan klik di sini

Anda pengajar Bahasa Jepang?
Promosikan profil anda
di freejapanese.org
klik di sini

Info Materi:

Info Kursus:

Anda tidak punya YM id?
Silahkan klik chatbox dibawah ini











Chatbox [+]




(hajimemashite)
Perkenalkan
nice to meet you

Lebih detail...





(Dare)
Siapa?

Lebih detail...






























Rabu, 21 Oktober 2009 - 08:31:53 WIB
Dibaca: 2639 kali
Ungkapan Umum Bahasa Jepang
Bagian ini berisi list mengenai ungkapan atau ekspresi bahasa Jepang yang paling
umum atau sering digunakan. Dont make things complicated!!! Hafalkan saja ungkapan
berikut ini sebagai kesatuan frase. Kami yakin apabila anda sudah hafal ungkapan-
ungkapan berikut, motivasi belajar bahasa jepang anda akan semakin meningkat.
Bertemu Seseorang
Ohayoo gozaimasu

Selamat pagi
Konnichi wa

Selamat siang/sore
Konban wa

Selamat malam
Ii tenki desu ne

Cuaca cerah ya










O-genki desu ka

Apa kabar?
Hai, genki desu

Baik.
Okagesama de, genki desu

Alhamdulillah, baik.
Amari yoku arimasen

Tidak terlalu baik/sehat.
O-hisashiburi desu ne

Sudah lama tidak bertemu ya

Ungkapan Perpisahan
O-saki ni

Duluan ya...
Doozo, o-saki ni

Silakan duluan
Dewa mata

Sampai nanti
Jaa ne / Mata ne
/
Sampai nanti (informal)
Dewa shitsurei shimasu

Saya permisi dulu (sopan)
Mata ashita

Sampai bertemu besok
Mata asatte

Sampai bertemu lusa
Mata raishuu

Sampai bertemu minggu depan
Mata rainen

Sampai bertemu tahun depan










Sayoonara

Selamat tinggal
Genki de ne

Jaga diri baik-baik
O-yasuminasai

Selamat istirahat


Ungkapan Maaf & Terima Kasih
Gomen nasai

Maaf (Informal)
Sumimasen

Maaf
Shitsurei shimashita

Maaf
Mooshiwake gozaimasu

Maaf (Sangat formal)
Iie, daijoobu desu

Tidak apa-apa
Ii desu yo

Tidak apa-apa
Doomo

Terima kasih
Arigatoo

Terima kasih
Arigatoo gozaimasu

Terima kasih (sopan)
Doomo arigatoo gozaimasu

Terima kasih banyak
Iie, doo itashimashite Sama-sama













Pergi dan Datang
Itte kimasu

Saya pergi!
Itte rasshai

Selamat jalan.
O-dekake desu ka

Mau berangkat?
Ki o tsukete kudasai

Hati-hati.
Tadaima

Saya pulang!
O-kaeri nasai

Selamat datang.
O-kaeri desu ka

Mau pulang?

Ungkapan Makan atau Minum
Itadakimasu

Makan ya.
Go-chisoosama deshita

Terima kasih atas hidangannya.
Doozo, tabete kudasai

Silakan, dimakan.
Doozo, nonde kudasai

Silakan, diminum.










Kanpai!

Mari bersulang.
Onaka ga suita!

Lapar!
Nodo ga kawaita!

Haus!
Onaka ga ippai!

Kenyang!

Ungkapan di dalam Kelas
1) Ungkapan Perintah di Dalam Kelas.
Itte kudasai!

Katakan
Moo ichido itte kudasai!

Katakan sekali lagi
Kiite kudasai!

Dengarkan
Yoku kiite kudasai!

Dengarkan baik-baik.
Mite kudasai!

Lihat!
Yonde kudasai!

Baca!
Hakkiri yonde kudasai!

Baca dengan jelas!
Yukkuri yonde kudasai!

Baca pelan-pelan!
Hon o akete kudasai!

Buka buku!










Hon o tojite kudasai!

Tutup bukunya!
Shukudai o dashite kudasai!

Kumpulkan PR!
Oboete kudasai!

Hafalkan!
Kaite kudasai!

Tulis!
Shizuka ni shite kudasai!

Jangan berisik!
Suwatte kudasai!

Duduk!
Tatte kudasai!

Berdiri!
Wakarimasu ka.

Mengerti?
Hai, wakarimashita.

Iya, mengerti
Iie, wakarimasen.

Tidak, tidak mengerti
Dekimasu ka.

Bisa?
Hai, dekimasu.

Iya, bisa
Iie, dekimasen.

Tidak, tidak bisa
2) Ungkapan Larangan di Dalam Kelas.
Okurenaide kudasai

Jangan terlambat!
Kanningu shinaide kudasai

Jangan menyontek










Shukudai o wasurenaide kudasai

Jangan lupa Prnya.
Koko de tabenaide kudasai

Jangan makan di sini
Tabako o suwanaide kudasai

Jangan merokok!
Ookii koe de hanasanaide kudasai

Jangan bicara keras-keras
Lihat materi ungkapan yang lebih detail di "Ungkapan Bahasa Jepang".




Mau kursus private
Bahasa Jepang?
Silahkan klik di sini

Anda pengajar Bahasa Jepang?
Promosikan profil anda
di freejapanese.org
klik di sini

Info Materi:

Info Kursus:

Anda tidak punya YM id?
Silahkan klik chatbox dibawah ini

Chatbox [+]














(hajimemashite)
Perkenalkan
nice to meet you

Lebih detail...





(Dare)
Siapa?

Lebih detail...



Rabu, 19 Agustus 2009 - 09:33:21 WIB
Dibaca: 6406 kali

Bertemu Seseorang
Pada bagianawal materi ungkapan ini, kita akan belajar bagimana
menyapa seseorang yang kita temui dalam bahasa Jepang.
Berikut ini adalah ungkapan-ungkapan Bahasa Jepang yang biasa
digunakan ketika menyapa seseorang.
Berdasarkan Waktu
Mau kursus private
Bahasa Jepang?
Silahkan klik di sini

Anda pengajar Bahasa Jepang?
Promosikan profil anda
di freejapanese.org
klik di sini

Info Materi:

Info Kursus:











Selamat pagi
: Ohayoo.


: Ohayoo gozaimasu.

Selamat siang/sore
: Konnichi wa.

Selamat malam
: Konban wa.

Catatan: "Ohayoo" digunakan pada situasi informal, biasanya
digunakan ketika menyapa anggota keluarga atau teman dekat.
Salam Berdasarkan Keadaan Cuaca
Selain ungkapan tersebut di atas, ternyata orang Jepang juga
mempunyai cara lain untuk mengekspresikan salam ketika
bertemu seseorang. Ungkapan salam tersebut disesuaikan
berdasarkan keadaan cuaca pada saat itu.
Cuaca cerah ya
: Ii tenki desu ne

Dingin ya
: Samui desu ne

Panas ya
: Atsui desu ne

Cuaca buruk ya
: Iya na tenki desu ne

Catatan: Untuk menjawab salam di atas anda cukup katakan soo
desu ne (Iya, ya). Soo desu ne digunakan ketika anda setuju
dengan penyataan lawan bicara.
Latihan Percakapan:
Anda tidak punya YM id?
Silahkan klik chatbox dibawah
ini

Chatbox [+]




(hajimemashite)
Perkenalkan
nice to meet you

Lebih detail...





(Dare)
Siapa?

Lebih detail...














Arif:
Ohayoo gozaimasu.

Selamat pagi.
Dea:
Ohayoo, Arif san.

Selamat pagi, Arif.
Arif:
Ii tenki desu ne.

Cuaca cerah ya
Dea:
Soo desu ne.

Iya ya
Arif:
O-dekake desu ka.

Mau berangkat?
Dea:
Hai.

Iya.
Catatan: "O-dekake desu ka", digunakan ketika menyapa
seseorang yang baru akan berangkat. Sedangkan untuk menyapa
seseorang yang baru akan pulang digunakan "o-kaeri desu ka"
(mau pulang?).