You are on page 1of 21

6.

DASAR-DASAR ANATOMI
TUMBUHAN
Pendahuluan
Jika kita mengamati pohon palem raksasa yang begitu tinggi, tentu kita akan
terkesima, dengan cara bagaimana air dan garam-garam tanah dapat berpindah dari
akar ke daunnya yang letaknya sangat tinggi? Begitu juga dengan hasil fotosisntesis,
bagaimana caranya bisa disalurkan ke arah bawah menuju ke batang dan akarnya?
Lalu, dari bagian mana kita harus memulai mempelajari tumbuh-tumbuhan supaya
mudah memahaminya?
Pembagian tubuh tumbuhan menjadi sejumlah organ yang dibagi-bagi lagi
menurut sel dan jaringan penyusunnya, merupakan cara yang mudah untuk
mempelajarinya, sebab pembagian itu memperlihatkan spesialisasi struktur dan fungsii
semua bagian tumbuhan. amun, kajian tentang berbagai bagian itu hendaknya tidak
mengaburkan kenyataan bahwa tumbuhan adalah satu kesatuan yang utuh.
Berbagai jaringan tumbuhan ditata dalam pola tertentu. !elompok jaringan
terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. "kar, batang, dan daun
merupakan organ utama pada tumbuhan tingkat tinggi. #ungsi yang sesuai bergantung
pada penataan yang sesuai dari jaringan yang membentuknya.
$rgan-organ tumbuhan %akar, batang, daun, dan bunga&, memiliki struktur yang
disesuaikan dengan fungsinya. "kar, berfungsi untuk melekat, menyerap air dan garam
tanah, dan menyimpan cadangan makanan. Batang, memperkuat daun, dan
memindahkan air, garam tanah dan hasil fotosintesis. 'aun merupakan organ utama
bagi fotosintesis. Bunga merupakan organ pembiakan secara seksual.
'alam memahami tentang tumbuhan, mahasiswa tidak hanya diharapkan
memiliki pemahaman yang parsial, misalnya organ per organ, tetapi juga harus bersifat
integral, karena terbentuknya salah satu organ disebabkan bekerjanya sistem organ
secara keseluruhan. (ontoh, buah tidak akan terbentuk jika tumbuhan tidak mempunyai
sistem akar, demikian juga halnya dengan organ-organ yang lain, kesemuanya, saling
mendukung. )alah satu organ tumbuhan tidak berfungsi, dapat dipastikan bahwa
pertumbuhan dan perkembangana tumbuhan tersebut tidak akan normal.
*ntuk dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada mahasiswa tentang
anatomi tumbuhan, penyajiannya harus sistematis+ yaitu menggunakan pendekatan
hierakis struktural dan memperhatikan proses pembentukannya, yaitu dimulai dari organ
yang letaknya paling bawah, akar - batang - daun - bunga - buah - biji.
1
Penyajian materi diharapkan secara utuh dan sistematis, serta pemberian contoh
diusahakan menggunakan specimen-spesimen yang berbasis lokal. 'engan pemberian
materi secara utuh dan sistematis, mahasiswa akan menyadari bahwa tumbuhan itu
harus dipahami secara utuh, karena merupakan suatu sistem, tidak ada organ yang
berdiri sendiri, tetapi saling kait. "rtinya, jika salah satu organ tidak berfungsi,
pembentukan organ yang lain juga akan terganggu.
'alam bab ini, kita akan mempelajari struktur dan organisasi tumbuhan
berbunga, yang merupakan tumbuhan paling kompleks, dan paling baru bere.olusi,
serta memiliki penyebaran paling luas. )etelah menyelesaikan pertemuan ini mahasiswa
diharapkan dapat,
1. /enjelaskan pengertian anatomi tumbuhan
2. /endeskripsikan sistem jaringan tumbuhan
3. /endeskripsikan struktur jaringan akar
4. /endeskripsikan struktur jaringan batang
5. /endeskripsikan struktur jaringan daun
6. /endeskripsikan struktur jaringan bunga
7. /endeskripsikan struktur jaringan buah
0. /endeskripsikan struktur jaringan biji
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Identitas
1aktu , 2 3 45 menit
)tandar !ompetensi , /ahasiswa mampu memahami struktur dan fungsi organ dalam
pada tumbuh-tumbuhan
K!"etensi dasar
/ampu mendeskripsikan struktur anatomi dan fungsi organ-organ utama %nutrisi dan
reproduksi& pada tumbuh-tumbuhan.
Indikatr
/ahasiswa dapat ,
6. /enjelaskan pengertian anatomi tumbuhan
2
2. /endeskripsikan sistem jaringan tumbuhan
7. /endeskripsikan struktur jaringan akar
8. /endeskripsikan struktur jaringan batang
4. /endeskripsikan struktur jaringan daun
9. /endeskripsikan struktur jaringan bunga
:. /endeskripsikan struktur jaringan buah
0. /endeskripsikan struktur jaringan biji
Materi Pkk
6. Pengertian anatomi tumbuhan
2. )istem Jaringan ;umbuhan
7. )truktur Jaringan "kar
8. )truktur Jaringan Batang
4. )truktur Jaringan 'aun
9. )truktur Jaringan Bunga
:. )truktur Jaringan Buah
0. )truktur Jaringan Biji
Metde Perkuliahan
/etode yang digunakan dalam perkuliahan ini adalah,
1. Pendekatan secara (ooperatif Learning dan !ontekstual
2. )trategi yaitu pembelajaran berbasis kinerja yang diimplementasikan dalam kerja
kelompok
7. /etode<;eknik yaitu tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan, refleksi
#an$kah-lan$kah Perkuliahan
Wakt
u
Langkah Perkuliahan Metode Bahan
5’ Kegiatan Awal
5’
6. Penayangan dengan =(' tentang gambar
salah satu tumbuhan yang pohonnya tinggi
Presentasi )lide
Powerpoint 9
2. Brainstorming dengan mahasiswa
berdasarkan hasil tayangan gambar tersebut
'iskusi )lide
Powerpoint 9
7. 'osen menjelaskan tujuan perkuliahan pada
pertemuan kali ini
Presentasi
80’ Kegiatan Inti
3
6. /ahasiswa dibagi menjadi : kelompok+
setiap kelompok mendapat topik yang
berbeda.
'iskusi
kelompok
- !elompok 6 mengamati spesimen
penyusun jaringan dermal, jaringan
pembuluh dan jaringan dasar
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok 2 mengamati spesimen
akar,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok 7 mengamati spesimen
batang,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok 8 mengamati spesimen
daun,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok 4 mengamati spesimen
bunga,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok 9 mengamati spesimen
buah,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
- !elompok : mengamati spesimen
biji,
'iskusi
kelompok
L!/ 9
9. )etiap kelompok melakukan pengamatan
%mengidentifikasi dan menggambar bagian-
bagian spesimen yang diamatinya&.
'iskusi
kelompok
L!/ 9 dan
*raian materi
:. >asil pengamatan selanjutnya
dipresentasikan, kelompok yang lain
menanggapi
Presentasi *raian materi
0. ;anya jawab dengan kelompok yang lain ;anya
jawab
*raian materi
?. Penguatan oleh dosen Presentasi )lide
Powerpoint 9
65. 'osen memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mendiskusikan hal-hal
yang terkait dengan materi berdasarkan
hasil penguatan oleh dosen
;anya
jawab
)lide
Powerpoint 9
66. 'osen menyelesaikan materi perkuliahan *raian materi
15 Kegiatan Akhir
10’ 6. /ahasiswa melakukan refleksi dari hasil
diskusi
5’ 2. 'i akhir perkuliahan dosen menugaskan
mahasiswa untuk menelusuri materi dari
sumber lain, misalnya internet, hasil
resumenya dikumpulkan minggu depan.
Penugasan Buku Paket,
internet
Media Perkuliahan
1. (aset dan .ideo pembelajaran
4
2. )lide Power Point %;erlampir&
3. >andout /ahasiswa
4. Lembar !erja /ahasiswa
5. ."lat dan bahan praktikum
Penilaian
Penilaian yang dilakukan adalah performance assessment
6.%.&. Pen$antar
*ntuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam memahami materi, perlu
dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tes unjuk kerja, dan
tes tulis yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal *;) dan *")
6. ;es unjuk kerja L!/ dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan L!/.
2. ;es ;ulis mencakup materi pengertian anatomi tumbuhan, sistem jaringan pada
tumbuhan, bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ akar, bagian-bagian
dan fungsi jaringan penyusun organ batang, bagian-bagian dan fungsi jaringan
penyusun organ daun, bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ bunga,
bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ buah, dan bagian-bagian dan
fungsi jaringan penyusun organ biji
6.%.'. Instru!en
@nstrumen penilaian meliputi L!/ %nilai praktikum dan responsi& dan lembar tes
tulis.
/ateri soal untuk penilaian dengan tes tulis,
6. *raiakan pengertian anatomi tumbuhan
2. *raikan sistem jaringan pada tumbuhan
7. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ akar
8. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ batang
4. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ daun
9. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ bunga
:. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ buah
0. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ biji
5
#e!(ar Ker)a Mahasis*a 6
Dasar-dasar Anat!i Tu!(uhan
Pen$antar
)etiap organ tanaman sudah mengalami diferensiasi, sehingga memiliki bentuk dan
fungsi yang berbeda. Pada prinsipnya, bentuk mengakomodasi fungsi, dengan istilah
lain bahwa bentuk mencerminkan fungsi.
Tu)uan
'alam kegiatan ini, mahasiswa mengidentifikasi struktur jaringan pada organ dalam
tumbuh-tumbuhan
Alat dan Bahan
1. (aset dan .ideo pembelajaran tentang "natomi ;umbuhan
2. "lat dan bahan praktikum
7. "lat tulis menulis
#an$kah Ker)a
1. /ahasiswa membentuk kelompok sesuai dengan jumlah topik yang akan dibahas.
2. )etiap kelompok melakukan identifikasi bagian-bagian dari spesimen yang diamatinya
7. >asil identifikasi kelompok selanjutnya dimasukkan dalam tabel berikut,
;abel 9.6. >asil Pengamatan !arakteristik "natomi $rgan ;umbuhan
o.
ama
organ
Jenis jaringan
penyusunnya
(iri-ciri
jaringannya
Letaknya #ungsinya
6. a.
b.
c.
a.
b.
c.
2. a.
b.
c.
a.
b.
c.
a.
b.
c.
8. )elanjutnya, diskusikan hasil identifikasi bersama kelompok saudara untuk
mendapatkan simpulan.
4. Langkah berikutnya, presentasikan simpulan kelompok saudara di hadapan
kelompok yang lain untuk mendapatkan tanggapan
9. Aefleksikan hasil pengamatan saudara bersama-sama dengan kelompok yang lain.
Pertan+aan Diskusi
6. *raikan sistem jaringan pada tumbuhan
6
2. "pakah sama fungsi epidermis yang terdapat pada akar, batang, dan daun?
7. "pa perbedaan bentuk dan fungsi 3ylem dengan floem
8. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ akar
4. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ batang
9. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ daun
:. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ bunga
0. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ buah
?. *raikan bagian-bagian dan fungsi jaringan penyusun organ biji
7
Uraian Materi 6
Dasar-dasar Anat!i Tu!(uhan
6.&.Pen$ertian Anat!i Tu!(uhan
"natomi tumbuhan adalah kajian tentang letak dan fungsi organ dalam pada
tumbuh-tumbuhan %Bstiti, 6??4&. )utrian %2558& menyatakan bahwa anatomi tumbuhan
mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk bagian dalam organ-organ tumbuhan
Berdasarkan definisi di atas, tampak bahwa anatomi tumbuhan tidak hanya mengkaji
tentang letak dan fungsi tumbuhan, tetapi juga mengkaji tentang susunan dan bentuk-
bentuk organ dalam tumbuh-tumbuhan.
6.'.Siste! ,arin$an "ada Tu!(uhan
*nit terkecil tumbuhan adalah sel, kumpulan sel disebut jaringan. Jaringan yang
terdiri atas sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya disebut jaringan sederhana+
sedangkan jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam sel namun asalnya sama
disebut jaringan kompleks atau jaringan majemuk (Estiti, !!5".
'alam tahun 60:4, )achs membagi jaringan dalam tiga sistem, yakni sistem
dermal, sistem jaringan pem#uluh, dan sistem jaringan dasar. $istem dermal
terdiri atas epidermis, yang merupakan pelindung pertama %primer& untuk bagian luar
tubuh tumbuhan, dan periderm, yang menggantikan epidermis pada tumbuhan yang
mengalami pertumbuhan sekunder. $istem jaringan pem#uluh, terdiri atas %&lem,
yang mengangkut air dan garam tanah, dan 'loem, yang mengangkut hasil fotosintesis.
$istem jaringan dasar merupakan jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan
namun sekaligus juga menunjukkan spesialisasi. Jaringan dasar utama adalah
parenkim dengan semua .ariasinya+ kolenkim, yakni jaringan berdinding tebal dan
selnya tetap hidup+ dan sklerenkim, yakni jaringan pengokoh utama dengan dinding
tebal, keras dan seringkali terlignifikasi %berkayu& dengan sel yang biasanya mati %Bstiti,
6??4&.
6.'.&. Siste! Der!al
&. -"ider!is
Bentuknya beragam, namun kebanyakan berbentuk lempengan+ lapisan luarnya
terdiri atas kutikula dan mengalami kutinisasi. #ungsinya adalah pelindung mekanis dan
berperan dalam membatasi transpirasi dan pertukaran udara %Bstiti, 6??4&.
)ifat-sifat jaringan epidermis menurut 'jumhana dkk %2559& diantaranya adalah,
8
3. Pada daun, mengalami modifikasi menjadi mulut daun, trikoma+ sedangkan pada
batang mengalami modifikasi menjadi lentisel untuk pertukaran gas
4. Pada akar, bermodifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk menyerap air
5. ;idak berklorofil, kecuali pada mulut daun dan daun paku-pakuan
6. )elnya berbentuk kubus, berinti dan tidak mempunyai rongga antar sel
7. )ebagai jaringan pelindung, kebanyakan dilapisi kutikula %lapisan lilin&
'. Perider!
Periderm terdiri atas jaringan gabus %felem&, kambium gabus %felogen&, dan
feloderm %sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam&. #elem teriri atas sel
berbentuk lempeng, tersusun rapat, dan dindingnya mengandung suberin %Cat gabus&.
#elogen dibentuk secara sekunder, terletak dalam jaringan yang telah dewasa di bawah
epidermis atau di dalam epidermis. #elogen ke arah luar membentuk felem, dan ke
arah dalam membentuk felem, dan terdiri atas sel hidup %Bstiti, 6??4+ 'jumhana dkk,
2559&.
6.'.'. Siste! ,arin$an Pe!(uluh
&. .+le!
Berdasarkan struktur dan fungsi, 3ylem merupakan jaringan yang kompleks,
berasosiasi dengan floem membentuk jaringan yang bersinambungan di seluruh tubuh
tumbuhan. Dylem teridri atas beberapa jenis sel dan berfungsi dalam pengangkutan air,
penyimpanan makanan, dan penyokong %Bstiti, 6??4&.
Dylem tersusun atas trakeid dan trakea. ;rakeid terdiri atas sel yang agak
memanjang, dalam irisan melintang, terlihat persegi dengan dinding ujung yang
meruncing, sel-selnya akan mati setelah dewasa, dan hanya sel yang berlignin yang
tetap tinggal. "ir dapat bergerak secara lateral diantara dinding selnya karena adanya
pit, yaitu lekukan tempat tidak terbentuknya dinding sekunder. ;rakea berasal dari
trakeid, ujungnya banyak memiliki pori untuk masuknya air dan Cat hara, komponennya
lebih pendek dan lebih lebar dari trakeid, berlignin dan dindingnya mengalami penebalan
berupa gelang, cincin dan berpilin. )etelah dewasa trakea dan trakeid berbentuk bulat
panjang, terdiri atas lignin, dan tidak mengandung kloroplas %/ader, 6?0:+ 'jumhana
dkk, 2559&. Pada tumbuhan paku-pakuan dan tusam, 3ylem hanya mengandung trakeid
%!imball, 6??2&.
'. /le!
#loem merupakan unsur pembuluh tapis, yang masing-masing memiliki suatu sel
pengiring, 'inamakan pembuluh tapis, karena dinding ujung selnya berlubang,
9
)el pengiring<pendukung mempunyai nuklues, sehingga dapat mengambil alih
pengendalian umum sel-sel pembuluh tapis %!imbal, 6??2&, dengan adanya nucleus
tersebut memungkinkan sel pengiring membelah diri sehingga dapat mengawal dan
mengawetkan kehidupan di kedua sel %/ader, 6?0:&, sel pengiring terdiri atas serat dan
sklereida %Bstiti, 6??4&. #loem berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis %terutama
karbohidrat, hormon, dan sedikit asam amino&, menyimpan cadangan makanan, dan
sebagai pendukung %Bstiti, 6??4+ 'jumhana, 2559&.
Eambar , "natomi sel 3ylem dan sel floem %/ader, 6?0:&
6.'.%. Siste! ,arin$an Dasar
&. Parenki!
Parenkim merupakan sel hidup, bentuknya bersegi banyak, ataupun berbentuk
bintang+ terdapat pada korteks akar, batang, dan mesofil daun+ fungsinya antara lain
dalam fotosintesis, penyimpanan bahan, dan penyembuhan luka %Bstiti, 6??4&.
Jenis-jenis sel parenkim dapat dibedakan menurut bentuk, dan fungsinya.
Berdasarkan bentuknya, sel parenkim dibagi menjadi 7, yaitu parenkim palisade,
merupakan penyusun mesofil daun, bentuk selnya panjang, mengandung banyak
kloroplas+ parenkim sponsa %bunga karang&, sebagai penyusun mesofil daun, ruang
antar selnya relati.e besar, dengan susunan sel yang tidak teratur+ parenkim lipatan,
dinding selnya melipat ke arah dalam dan mengandung kloroplas, misalnya pada
mesofil daun padi, dan daun pinus. Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi 4,
yaitu, parenkim asimilasi, di dalam sel-selnya terdapat kloroplas untuk berfotosintesis,
terdapat pada mesofil daun, dan pada batang yang berwarna hijau+ parenkim
pengangkut, terdapat pada batang dengan sel berbentuk memanjang menurut arah
angkut+ parenkim air, terdapat pada tumbuhan 3erofit, epifit, sebagai bentuk adaptasi
terhadap kondisi musim kering, tidak mengandung kloroplas, .okuola besar dan
mengandung sedikit plasma, kadang berlendir seperti pada Aloe vera+ parenkim
10
penimbun, terdapat dalam bagian tubuh tanaman, misal pada empulur batang, umbi,
dan akar+ parenkim udara, ruang antar selnya besar, sel berbentuk bulat atau bintang,
misal pada daun (anna %'jumhana dkk, 2559&.
'. Klenki!
Bentuknya berkisar antara bentuk prisma sampai memanjang, dengan
penebalan dinding sel yang tidak merata, umumnya terjadi di susut-sudut sel+ terdapat
di dekat permukaan korteks pada akar, batang, tangkai daun, dan sepanjang tulang
daun besar pada helaian daun+ fungsinya adalah sebagai penunjang
mekanis<penyokong organ tumbuhan yang muda. %!imball, 6??2, Bstiti, 6??4&.
Berdasarkan penebalan pada dinding sel, kolenkim dibedakan menjadi 8, yaitu,
kolenkim sudut %angular&, pada irisan melintangnya terlihat adanya penebalan di sudut-
sudut sel+ kolenkim tubular, penebalannya merata di dinding sel, sehingga ruang sel
terlihat seperti tabung+ kolenkim lempeng %lamellar&, penebalan dindingnya sejajar
permukaan organ+ kolenkim lakunar, penebalannya terdapat di bagian dinding sel yang
menghadap rongga antar sel %'jumhana dkk, 2559&.
%. Sklerenki!
'inding selnya tebal, sekunder dan seringkali berlignin, pada saat dewasa protoplasnya
bisa hilang+ membentuk kumpulan sel yang berkesinambungan ataupun terdapat
tersendiri di antara sel-sel lain. )el-selnya berongga dan bukan sel hidup, serta memiliki
dinding yang sangat kuat. #ungsinya adalah sebagai penyokong bagian tumbuhan yang
telah dewasa %/ader, 6?0:+ Bstiti, 6??4&. )klerenkim dibedakan menjadi 2 kelompok,
yaitu serabut dan sel batu %sklereid&. )erabut terdiri atas sel-sel yang panjang dan
sempit, berujung runcing, sel-selnya berkumpul menjadi sebuah jalur panjang. Pada
saat masih muda dan tumbuh aktif, ujung dindingnya saling merapat dan terlihat
runcing. )klereid, berasal dari jaringan parenkim dengan penebalan dinding yang
terlihat berlapis-lapis, bentuknya sangat ber.ariasi dari isodiametrik sampai tidak
beraturan %'jumhana dkk, 2559&. )el-sel skelerinkim terdapat dalam batang, tulang
daun, dan berperan penting sebagai penutup luar pada buah dan biji yang keras
%!imball, 6??2&.
6.0.%.%. Struktur ,arin$an Akar
'alam irisan membujur, akar memiliki bagian sebagai berikut, %a& Tudung akar
%Kaliptra&, berfungsi sebagai pelindung berbagai meristem dan melumasi akar untuk
mengurangi gesekan antara ujung akar dan butiran tanah pada saat menembus tanah+
%b& daerah meristem, terdapat di sebelah dalam tudung akar yang selalu membelah,
tujuannya adalah untuk memperbanyak sel dan mengganti sel-sel yang rusak+ %c&
daerah pemanjangan %elongation zone&, sel-sel baru yang terbentuk dari meristem
11
membesar dan mengakibatkan akar tumbuh memanjang+ %d& daerah penyerapan,
tumbuh rambut-rambut akar, yang merupakan modifikasi dari sel-sel epidermis akar
muda+ %e& daerah diferensiasi, merupakan tempat sel-sel menjadi matang, terlihat
adanya perbedaan jaringan penyusun akarnya. 'alam irisan melintang, akar memiliki
bagian sebagai berikut, %a& epidermis, merupakan terluar dari akar, selnya rapat dan
tidak memiliki ruang antar sel, fungsinya untuk menyerap air dan membentuk rambut
akar %trikoblas&+ %b& korteks, berada di sebelah dalam epidermis, terdiri dari sel parenkim
berdinding tipis dengan rongga antar sel untuk pertukaran Cat+ %c& endodermis, terdiri
atas sel yang saling berhubungan berbentuk silinder, memisahkan parenkim korteks
dengan silinder pusat<stele dan berkas pengangkut di dalamnya+ %d& stele/silinder pusat,
bagian paling dalam dari akar, terdiri atas jaringan, perisikel<perikambium, berkas
pembuluh angkut dan empulur %'jumhana dkk, 2559&.
.
Eambar 9.4. )istem Jaringan "kar %/ader, 6?0:&
6.0.%.0. Struktur ,arin$an Batan$
Batang memiliki bagian buku tempat daun melekat dan bagian ruas yang
merupakan bagian di antara dua buku. Pertumbuhan meristem apical antara batang
dykotilidoneae dan batang monotylidoneae memiliki perbedaan yang khas. )truktur
batang 'ykotylidoneae ber.ariasi, berasal dari meristem apical yang terus menerus
membelah, sehingga batang dapat tumbuh memanjang, kemudian tumbuh
berdiferensiasi menjadi jaringan primer. (aringan primer tersebut meliputi #akal daun,
12
tunas ketiak, epidermis, korteks, ikatan pem#uluh, dan empulur %'jumhana dkk,
2559&.
Epidermis biasanya terdiri atas satu lapisan sel yang memiliki mulut daun
%stomata& dan rambut %trikomata&. )el epidermis termasuk sel hidup dan mampu
bermitosis, berfungsi untuk memperluas permukaan apabila terjadi tekanan dari dalam
akibat pertumbuhan sekunder %Bstiti, 6??4&. 'inding sel epidermis tidak mudah
ditembus air dan berfungsi melindungi batang<jaringan di bagian dalamnya %'jumhana
dkk, 2559&.
)orteks adalah daerah di antara epidermis dan sel silinder pembuluh paling luar,
biasanya terdiri atas parenkim yang dapat berisi kloroplas, di tepi luar sering terdapat
kolenkim dan sklerinkim. Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh sering tak
jelas karena tidak ada endodermis. Pada batang muda jarak %Ricinus communis&,
misalnya, lapisan sel korteks terdalam dapat berisi pati dan disebut seludang pati.
amun, beberapa dycotiledoneae membentuk pita caspary pada lapisan korteks paling
dalam, dan pada beberapa tumbuhan paku menunjukkan endodermis yang jelas %Bstiti,
2559&.
$tele adalah bagian terdalam organ batang tumbuhan, terdiri atas jaringan, %a&
berkas pengangkut, pada tanaman dycotylidoneae terdiri atas 3ylem dan floem yang
tersusun dalam ikatan pembuluh, karena letaknya berdekatan+ %b& empulur, terdiri atas
jaringan parenkim, dengan ruang antar sel yang jelas, bagian luarnya terdiri atas sel
yang kecil dan rapat, biasanya berisi kelenjar minyak, kristal, dan lain-lain+ %c&
perikambium, disebut juga sebagai perisikel, merupakan jaringan yang melingkari
pembuluh angkut, bagian dalamnya berbatasan dengan floem primer dan bagian
luarnya dibatasi oleh endodermis atau dengan korteks+ %d& jari-jari empulur, terdiri atas
sedertan sel seperti pita radier, mulai dari empulur sampai floem, dalam selnya terdapat
kristal butir amilum %'jumhana dkk, 2559&.
)truktur batang /onocotyledoneae memiliki meristem apical yang kecil, yang
akan berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak, dan epidermis. Jika pada
Eymnospermae dan 'ycotyledoneae, letak ikatan pembuluh berada dalam lingkaran, ,
sedangkan pada /onocotyledoneae letaknya tersebar<terpisah-pisah berbentuk
kolateral, atau dalam dua lingkaran, tidak ditemukan kambium %kolateral tertutup,
sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder %Bstiti, 6??4+ 'jumhana dkk, 2559&.
13
Eambar 9.9. "natomi Batang ;umbuhan %http,<<www.iel.ipb.ac.id, 68 Januari 2550&
Eambar 9.:. )truktur "natomi Batang ;umbuhan %http,<<www.iel.ipb.ac.id, 68-56- 2550&
14
6.0.%.1. Struktur ,arin$an Daun
'alam irisan melintang, daun terdiri atas %a& jaringan epidermis, tidak berklorofil,
terdapat di permukaan dan bawah helaian daun, susunan selnya rapat<kompak
sehingga tidak mempunyai rongga antar sel, mengalami modifikasi menjadi mulut daun
%stomata&, trikomata, dan kelenjar minyak+ %b& jaringan mesofil, merupakan bagian
utama daun, banyak mengandung kloroplas dan ruang antarsel, dapat bersifat homogen
atau terbagi menjadi jaringan tiang %palisade& dengan ciri khas selnya memanjang tegak
lurus terhadap permukaan helaian daun, susunannya lebih rapat, namun sisi panjang
selnya terpisah sehingga udara dalam ruang antarsel tetap dapat mencapai sisi
panjang, dan jaringan bunga karang %spons& yang memiliki ruang antarsel lebih luas+ %c&
jaringan pembuluh angkut, tersebar dalam tulang daun dan seluruh helaian daun, 3ylem
terletak di bagian atas menghadap ke jaringan palisade yang berupa rongga udara
besar berdinding tebal, sedangkan floem terdiri atas sekelompok sel, dan terletak di
sebelah bawah 3ylem, dan %d& jaringan sekresi, berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya proses sekresi atau pengeluaran senyawa dari daun tumbuh-tumbuhan.
Eambar 9.0. )truktur Jaringan 'aun %http,<<www.iel.ipb.ac.id, 68 Januari 2550&
6.0.%.6. Struktur ,arin$an Bun$a
Bunga terdiri atas bagian yang steril dan bagian yang fertil %reproduktif&. Bagian steril
meliputi sejumlah helai daun kelopak %sepal&, kumpulannya disebut kaliks, dan sejumlah
helai daun mahkota %petal&, kumpulannya disebut korola !aliks dan korola, bersama-
sama disebut perhiasan bunga !periant" Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan
15
korola, setiap helaiannya disebut tepal. Bagian reproduktif adalah benang sari atau
stamen %mikrosporofil& dan daun buah atau karpel %megasporofil&. !eseluruhan stamen
disebut andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium %Bstiti, 6??4&
Eambar, "natomi Bunga %/ader, 6?0:&
6.0.%.2. Struktur ,arin$an Buah
Buah merupakan organ tanaman yang mengandung biji, biasanya berasal dari alat
pembiakan betina, namun ada juga bagain-bagian bunga yang ikut serta menyusun
buah. !ulit buah sebelum masak tidak mengalami perubahan yang berarti. Pada proses
pendewasaan buah, banyak terjadi perubahan, ada jaringan yang tertekan, dan ada
jaringan yang meluas. !ulit buah yang telah masak dapat dibedakan menjadi 7 bagian
utama, yaitu, %a& eksokarp, merupakan kulit terluar atau disebut juga epikarp# %b&
mesokarp, bagian yang terdapat di tengah, umumnya tebal, terutama pada buah
berdaging, misalnya papaya, ataupun berbentuk serabut, misalnya pada kelapa+ dan %c&
endocarp, merupakan kulit terdalam, biasanya sangat keras karena mengandung sel-sel
batu, misalnya pada kelapa %Bstiti, 6??4+ 'jumhana, 2559&.
16
Gambar 6.9. Irisan melintang: a. buah kelapa, dan
b. buah jeruk (www.nccpg.com: 09-0-!00"#
6.0.%.3. Struktur ,arin$an Bi)i
)truktur biji yang masak terdiri atas 7 bagian, yaitu, %a& embrio, berasal zygot %hasil
penyatuan gamet jantan dengan sel telur&, merupakan sporofit muda yang tidak segera
melanjutkan pertumbuhannya, tetapi memasuki masa istirahat !dorman", dikelilingi oleh
cadangan makanan untuk menunjang pertumbuhannya sampai mampu berfotosintesis+
%b& endosperm, dibentuk oleh hasil penyatuan inti sel jantan dengan inti sel sentral,
berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan+ %c& kulit biji !integument", berasal
dari dinding bakal biji, berfungsi untuk melindungi embrio dan bagian-bagian biji yang
ada di dalamnya.
17
$picarp
%esokarp
$ndokarp
$pikarp
%esokarp
$ndokarp
&iji
a. Buah kelapa b. Buah jeruk
Eambar 9.0. )truktur Biji ;umbuhan, a. Biji tumbuhan monokotil, dan
b. Biji tumbuhan dikotil %/ader, 6?0:&
6.0.%.4. Ran$ku!an
Jaringan tumbuhan dibagi ke dalam tiga sistem, yakni %a& sistem dermal, &ang
terdiri atas epidermis, berfungsi sebagai pelindung pertama %primer& untuk bagian luar
tubuh tumbuhan, dan periderm, yang menggantikan epidermis pada tumbuhan yang
mengalami pertumbuhan sekunder+ (#" sistem jaringan pem#uluh, terdiri atas %&lem,
yang mengangkut air dan garam tanah, dan 'loem, yang mengangkut hasil fotosintesis+
dan %*& sistem jaringan dasar, terdiri atas parenkim dengan semua .ariasinya+
kolenkim, yakni jaringan berdinding tebal dan selnya tetap hidup+ dan sklerenkim,
yakni jaringan pengokoh utama dengan dinding tebal, keras dan seringkali terlignifikasi
%berkayu& dengan sel yang biasanya mati.
)truktur jaringan akar menurut arah membujur adalah sebagai berikut, %a&
Tudung akar %Kaliptra&, berfungsi sebagai pelindung ujung akar pada saat menembus
tanah+ %b& daerah meristem, fungsinya adalah untuk memperbanyak sel dan mengganti
sel-sel yang rusak+ %c& daerah pemanjangan %elongation zone&, sebagai daerah
pemanjangan akar+ %d& daerah penyerapan, tempat tumbuh rambut-rambut akar, %e&
daerah diferensiasi, sebagai tempat tpematangan sel. 'alam irisan melintang, akar
memiliki bagian sebagai berikut, %a& epidermis, fungsinya untuk menyerap air dan
membentuk rambut akar %trikoblas&+ %b& korteks, terdiri atas sel parenkim berdinding tipis
dengan rongga antar sel untuk pertukaran Cat+ %c& endodermis, memisahkan parenkim
korteks dengan silinder pusat<stele dan berkas pengangkut di dalamnya+ %d&
stele/silinder pusat,
18
Pertumbuhan meristem apical antara batang 'ykotyilidoneae dan batang
/onotylidoneae memiliki perbedaan yang khas. )truktur batang 'ykotyilidoneae
ber.ariasi, berasal dari meristem apical yang terus menerus membelah, sehingga
batang dapat tumbuh memanjang, kemudian tumbuh berdiferensiasi menjadi jaringan
primer, yang terdiri atas #akal daun, tunas ketiak, epidermis, korteks, ikatan
pem#uluh, dan empulur. )truktur batang /onocotyledoneae memiliki meristem apical
yang kecil, yang akan berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak, dan epidermis.
Jika pada Eymnospermae dan 'ycotyledoneae, letak ikatan pembuluh berada dalam
lingkaran, pada /onocotyledoneae letaknya tersebar<terpisah-pisah berbentuk kolateral.
'alam irisan melintang, daun terdiri atas %a& jaringan epidermis, %b& jaringan
mesofil, dapat bersifat homogen atau terbagi menjadi jaringan tiang %palisade& dengan
ciri khas selnya memanjang tegak lurus terhadap permukaan helaian daun, dan jaringan
bunga karang %spons& yang memiliki ruang antarsel lebih luas+ %c& jaringan pembuluh
angkut, terdiri atas 3ylem terletak di bagian atas menghadap ke jaringan palisade,
sedangkan floem terletak di sebelah bawah 3ylem, dan %d& jaringan sekresi, berfungsi
sebagai tempat berlangsungnya proses sekresi atau pengeluaran senyawa dari daun
tumbuh-tumbuhan.
Bunga terdiri atas bagian yang steril dan bagian yang fertil. Bagian steril meliputi
sejumlah helai daun kelopak %sepal&, kumpulannya disebut kaliks, dan sejumlah helai
daun mahkota %petal&, kumpulannya disebut korola !aliks dan korola, bersama-sama
disebut perhiasan bunga !periant" Bagian reproduktif adalah benang sari atau stamen
%mikrosporofil& dan daun buah atau karpel %megasporofil&. !eseluruhan stamen disebut
andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium
!ulit buah yang telah masak dapat dibedakan menjadi 7 bagian utama, yaitu, %a&
eksokarp, merupakan kulit terluar atau disebut juga epikarp# %b& mesokarp, bagian yang
terdapat di tengah, umumnya tebal, terutama pada buah berdaging, ataupun berbentuk
serabut, dan %c& endocarp, merupakan kulit terdalam, biasanya sangat keras karena
mengandung sel-sel batu,
)truktur biji yang masak terdiri atas 7 bagian, yaitu, %a& embrio, merupakan
sporofit muda+ %b& endosperm, dibentuk oleh hasil penyatuan inti sel jantan dengan inti
sel sentral, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan+ %c& kulit biji
!integument", berasal dari dinding bakal biji, berfungsi untuk melindungi embrio dan
bagian-bagian biji yang ada di dalamnya.
19
Media
,enis !edia
(aset dan .ideo pembelajaran
2. )lide Power Point %;erlampir&
7. >andout /ahasiswa
8. Lembar !erja /ahasiswa
4. "lat dan bahan praktikum
Petun)uk Pen$$unaan Media
6.6. Da5tar Pustaka
'jumhana, ., 1uryastuti, )., >endrawati, F. dan Peristiwati, 2559. Konsep Dasar
Biologi untuk SD. Bandung, *P@ Press.
Bstiti, B. >. 6??4. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung, Penerbit @;B
http,<<www.iel.ipb.ac.id, 68 Januari 2550&
!imball, J.1. 6?07. Biology. "ddison-1esley Publishing (ompany @nc. "lih Bahasa
)utarmi, ).;. dan )ugiri, . 6??2. Jakarta, Brlangga.
/ader, ).), 6?0:. Biology: Eolution! Diersity an" the Enirontment. @owa,
1m.(.Brown Publisher. "lih Bahasa @ndonesia %Purnomo, B.).& 6??4. Penerbit
!ucica.
)utrian, F. 2558. #engantar Anatomi Tumbuh$tumbuhan. Jakarta, Aineka (ipta
20
21