You are on page 1of 91

BAB E.

PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
E.1. PENDEKATAN TEKNIS
Tugas konsultan sesuai dalam kerangka acuan kerja (TOR) mencakup pekerjaan pokok,
yaitu ” PW-01 : PENGAWASAN TEKNIK JALAN DI KOTA KUPANG DAN KABUPATEN
KUPANG ”. Konsultan menyajikan tentang pemahaman proyek untuk pekerjaan tersebut
yang diuraikan dalam sub-bab berikut ini, dan tugas utama pekerjaan Konsultan
Pengaasan Teknis diperlihatkan pada Gambar E.1.
E.1.1 PENGAWASAN TEKNIS
1. Uraian peer!aan "an# $i%a&an '%e( K'n)&%*an Pen#a+a)
Konsultan Pengaas bertugas untuk membantu Pengguna !asa dalam pengendalian dan
pengaasan pelaksanaan proyek pembangunan, meliputi "
• #engendalikan dan mengaasi rencana kerja kontraktor pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dari segi kualitas, kuantitas serta laju pencapaian $olume sesuai dengan
aktu yang ditentukan.
• #emeriksa dan menyetujui pekerjaan-pekerjaan sementara.
• Pemeriksaan dan pengetesan.
• #embantu penyiapan shop drawing.
• #enyimpan catatan lapangan.
• Pengukuran lapangan.
• #engkaji usulan perubahan yang diajukan kontraktor.
• #engusulkan perubahan pekerjaan (jika perlu).
• #embuat perhitungan dan gambar kerja apabila terjadi perubahan % modi&ikasi di
lapangan.
• #embantu kontraktor dalam mempersiapkan as built drawing.
• #engendalikan dan mengaasi perubahan-perubahan yang. terjadi di lapangan.
• #emeriksa dan menanda-tangani 'erita (cara 'obot Kemajuan Pekerjaan yang
diajukan oleh Kontraktor untuk pembayaran termijn % monthly certificate.
• #enyampaikan usulan penyempurnaan-penyempurnaan pekerjaan.
• #embantu Pengguna !asa dalam proses serah terima P)O dan jika
asignmentnya masih cukup termasuk *)O.
• #embuat justi&ikasi teknis untuk perubahan pekerjaan % tambah kurang atau
perpanjangan aktu.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 1
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-. " Tugas utama pekerjaan Konsultan Pengaasan.
E.1., MONITORING DAN MANAJEMEN TEKNIK
1. -&n#)i $an pr')e) pen#en$a%ian
Pengendalian % monitoring adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang
sesuai dengan sasaran, merancang sistem in&ormasi, membandingkan pelaksanaan
dengan standard, menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan
dan standard, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber
daya digunakan secara e&ekti& dan e&isien dalam rangka mencapai sasaran.
.angkah-langkah proses monitoring proyek dapat diuraikan sebagai berikut "
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 2
PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS
Lap'ran A(ir
Pengendalian lalu-lintas
/erti&ikasi dan pembayaran
'antuan teknis
/erah terima pekerjaan
Per)iapan A+a%
Pengaasan Teknik
Pengendalian mutu
Pengendalian kuantitas
Pengendalian aktu
Pengendalian biaya
SIKLUS PENGENDALIAN PRO.EK
a b c
/(/(R(0 PRO1,K .20+K3P K,R!( /T(04(R 5 KR2T,R2(
#embuat produk dengan "
#enyusun /RK " - #ilestone
- (nggaran - Per hirarki - (nggaran per paket
- !adal - Paket kerja - !adal % paket
- #utu tertentu - Kode biaya - /tandar mutu
- Kinerja
- Produkti$itas
P,R,06(0((0 4(0 P,013/30(0 PRO+R(#
& e d
T204(K(0 #,0+K(!2 4(0 #,#(0T(3
P,#',T3.(0 #,012#P3.K(0 PR,/T(/2 P,K,R!((0
- Relokasi sumber daya - 2nterpretasi masukan - #engukur hasil kerja
- !adal alternati& - 'iaya dan jadal - #encatat pemakaian
- Prosedur dan metode - Kualitas sumber daya
- Reork - .aporan kesimpulan - #emeriksa kualitas
- #encatat kinerja dan
produkti&itas
P,0+,04(.2(0
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #enentukan sasaran
• 4e&inisi lingkup kerja
• #enentukan standard dan kriteria sebagai patokan dalam rangka mencapai
sasaran
• #erancang % menyusun sistem in&ormasi, pemantauan, dan pelaporan hasil
pelaksanaan pekerjaan
• #engkaji, in$estigasi dan menganalisis hasil pekerjaan terhadap standard,
kriteria, dan sasaran yang telah ditentukan
• #engadakan tindakan pembetulan
Gambar E.2.. menunjukkan urutan langkah proses pengendalian proyek.
+ambar ,.7. " /iklus pengendalian proyek.
,. Teni $an /e*'$e pen#en$a%ian
/uatu sistem pemantauan dan pengendalian disamping memerlukan perencanaan yang
realistis sebagai tolok ukur pencapaian sasaran, juga harus dilengkapi dengan teknik dan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 3
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
metode yang dapat segera mengungkapkan tanda-tanda terjadinya penyimpangan (bila
terjadi).
(gar suatu sistem pengendalian % monitoring dapat bekerja dengan e&ekti&, diperlukan
unsur-unsur berikut.
• Tolok ukur yang realistis
• Perangkat yang dapat memproses dengan cepat dan tepat
• Perkiraan yang akurat
• Rencana tindakan (action plan)
/alah satu bagian pengelolaan mutu proyek yang penting adalah menyusun serta
menerapkan program penjaminan mutu (Quality Assurance). Tujuan utama kegiatan
penjaminan mutu adalah mengadakan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk
memberikan kepercayaan kepada semua pihak yang berkepentingan baha tindakan
yang diperlukan untuk mencapai tingkatan mutu produk telah dilaksanakan dengan
berhasil. 2ni semua dapat ditunjukkan dengan catatan dan dokumen yang berkaitan
dengan quality assurance / quality control.
(udit pada aspek mutu perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program 8(%86
(Quality Assurance - Quality ontrol) telah dilaksanakan. )al-hal yang diaudit meliputi
bagian berikut ini.
• Program menyeluruh untuk mencapai sasaran mutu
• Kriteria fit for use dan aman
• #engikuti peraturan dan prosedur
• #emenuhi spesi&ikasi dan kriteria
• 2denti&ikasi dan koreksi kekurangan yang menyebabkan obyek tidak memenuhi
mutu
• 4okumen yang mencatat hasil implementasi program 8(%86
3. Pen#en$a%ian Ren*an# Pre-a&$i*0 M'ni*'rin# $an P')*-a&$i*
(. Rentang kendali Pre-audit
Kegiatan konsultan dalam rangka pengendalian teknis dalam rentang 9pre-audit: adalah
seluruh kegiatan konsultan sebelum melakukan pengaasan, yang terdiri dari "
• Pengumpulan dan analisa terhadap data
• Pengecekan hasil perencanaan dengan membandingkan terhadap kondisi
lapangan
• Pemeriksaan terhadap kesiapan kontraktor, yang meliputi material, peralatan,
tenaga dan jadal pelaksanaan.
Kegiatan pengumpulan dan analisa data, in&ormasi dan hasil perencanaan akan
menghasilkan catatan mengenai seluruh pekerjaan antara lain "
• !enis pekerjaan
• Kuantitas pekerjaan
• Kualitas yang dipersyaratkan
• /chedule pelaksanaan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 4
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• /chedule pembayaran.
Pengecekan hasil perencanaan dilakukan dengan cara membaa hasil perencanaan ke
lokasi untuk menentukan apakah hasil perencanaan tersebut telah sesuai dengan
kondisi yang ada.
(pabila ternyata dari hasil pengecekan hasil design tidak sesuai dengan kondisi
lapangan, konsultan team super$isi akan membuat alternati& lain yang sesuai untuk
diajukan kepada Pemberi Tugas (Pengguna !asa).
#aterial dan peralatan yang didatangkan kontraktor akan diperiksa terlebih dahulu oleh
konsultan sehingga benar-benar memenuhi spesi&ikasi yang telah ditetapkan.
!adal aktu yang dibuat oleh kontraktor akan diteliti lebih dahulu apakah sudah
memadai terhadap $olume pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan perkiraan tenaga
kerja % tukang yang akan mengerjakannya. (pabila menurut analisa tidak seimbang
antara $olume dengan tenaga kerja dan peralatan terhadap aktu yang tersedia maka
konsultan akan menyarankan kepada kontraktor untuk menyiapkan tenaga kerja dan
peralatan yang secukupnya agar bisa selesai tepat pada aktunya.
Penyimpangan biaya keseluruhan biasanya disebabkan oleh adanya pekerjaan
tambahan sebagai akibat dari perubahan design dan pertambahan $olume pekerjaan.
(gar tidak terjadi perubahan biaya terlalu besar, konsultan akan menggantikan nilai
pekerjaan tambah itu dengan pengurangan pekerjaan lainnya sehingga terjadi
kompensasi dan tidak memerlukan biaya tambah sepanjang hal tersebut memungkinkan
dan mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas % Pengguna !asa.
'. Rentang kendali #onitoring
Kegiatan pengendalian teknis rentang 1monitoring” adalah kegiatan-kegiatan yang
dilakukan selama masa pelaksanaan pekerjaan. #eskipun konsultan pengaas telah
melakukan !pre-audit" namun setiap langkah pelaksanaan pekerjaan akan terus
memonitor agar kalau terjadi penyimpangan segera diketahui dan dapat diluruskan
kembali sesuai petunjuk yang benar. /elama periode ini konsultan akan selalu
melakukan e$aluasi terhadap progres dan kalitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh
kontraktor.
4alam melakukan monitoring, kerjasama antara anggota tim akan kita jaga sebaik-
baiknya sehingga in&ormasi dan pelaporan bisa berjalan dengan cepat, sehingga
kerugian yang menyangkut aspek mutu, $olume, aktu dan biaya keseluruhan hasil
pekerjaan dapat dihindari atau ditekan sekecil-kecilnya, selain mengaasi pekerjaan
&isik konsultan pengaas juga memonitor aspek lingkungan sekitar proyek, agar jangan
sampai pelaksana lapangan berikut tukang-tukangnya mengganggu, mematikan serta
merusak &lora dan &auna yang ada.
*aktor keselamatan kerja juga akan dimonitor secara rutin dengan memperhatikan
peraturan-peraturan yang berlaku.
6. Rentang kendali Post-audit
/etiap kemajuan penyelesaian pekerjaan akan merupakan prestasi kerja bagi
kontraktor. Kemajuan &isik ini akan dipakai untuk pengajuan pembayaran senilai hasil
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 5
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
kerjanya. 0amun kontraktor tidak akan bisa menyajikan permintaan pembayaran
sebelum mendapat rekomendasi dari konsultan pengaas baha hasil pekerjaannya
sudah memenuhi persyaratan teknis atau tidak.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 6
LA.ANAN PENGAWASAN TEKNIS
- #empelajari data dan dokumen kontrak
Pre 6onstruction - Re$ie rencana kerja kontraktor Rencana #utu
/tage - Re$ie penggunaan peralatan kontraktor Pekerjaan
- Re$ie % e$aluasi pengendalian mutu
- Re$ie design dan rekayasa lapangan
#obilisation /uper$isi pekerjaan persiapan
/tage kontraktor
- Pengaasan mutu dan pengendalian $olume
6onstruction - Rapat mingguan, bulanan
/tage - Rapat lapangan
- Penanganan perintah perubahan
- Pembinaan administrasi
Pro$isional )and O$er - Tim P)O
(P)O) - 2nspeksi P)O
- 'erita acara P)O
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
2. Pen##&naan '/p&*er
4alam rangka team pengendalian teknik, bisa meningkatkan produkti&itasnya,
memperbaiki kualitas sistem pelaporan, menghemat aktu dalam menyelesaikan
pekerjaan, menyederhanakan beberapa operasi, melakukan pengolahan berulang-ulang
secara otomatis, penghematan biaya, hal ini sangat perlu dalam monitoring dan
manajemen teknik menggunakan bantuan komputer baik perangkat kerasnya maupun
perangkat lunaknya.
4engan bantuan program komputer ini Tim Konsultan akan bekerja melaksanakan tugas
monitoring dan manajemen teknik. Konsultan memandang perlu, untuk reporting dalam
monitoring kegiatan yang cukup banyaknya itu bantuan komputer sangat diperlukan.
E.1.3 SUPER4ISI TEKNIS
Tugas utama konsultan sesuai dalam Kerangka (cuan Kerja mencakup melaksanakan
super$isi teknis, serti&ikasi perkembangan &isik konstruksi dan pembayaran, pelaporan dan
e$aluasi proyek, serah terima pekerjaan (#ro$isional %and &$er).
'loc( diagram layanan pengawasan te(nis tersebut disa)i(an seperti pada Gambar *.+.
+ambar ,.;.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 7
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
E.1.2. PENGENDALIAN TEKNIS
'ertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas, konsultan super$isi mengendalikan
pelaksanaan &isik pembangunan yang dilakukan oleh Kontraktor.
.ingkup pengendalian antara lain meliputi "
• (spek mutu hasil pekerjaan
• (spek $olume pekerjaan
• (spek aktu penyelesaian pekerjaan
• (spek biaya keseluruhan pekerjaan
/egala sesuatunya harus merujuk kepada ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum
dalam kontrak pemborongan.
E.1.5. PENGENDALIAN ATAS KOORDINASI TERKAIT
Konsultan pengaas dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian teknis tersebut
diatas berkeajiban mengendalikan proses koordinasi yang perlu dilakukan oleh pihak
lain yang terkait dengan proyek tersebut.
Koordinasi dengan instansi terkait, antara lain dilakukan dengan "
• Kuasa Pengguna (nggaran *isik
• Konsultan lain yang terkait
• 2nstansi terkait lainnya.
E.1.6. PENGENDALIAN ADMINISTRASI PRO.EK
4alam hal ini konsultan pengaas berkeajiban merancang, memberlakukan serta
mengendalikan pelaksanaan keseluruhan sistem administrasi proyek yang diaasinya,
yaitu mencakup antara lain surat, memorandum, risalah, laporan, contoh barang, &oto,
berita acara, gambar, sketsa, brosur, kontrak 5 addendum, re,uest- bac(-up perhitungan
$olume pekerjaan, administrasi ,uality control- dan lain-lain yang dianggap perlu.
.angkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan konsultan pengaas untuk maksud
diatas "
• #empelajari, menanggapi, memecahkan dan menyelesaikan sampai tuntas maksud
dari surat masuk maupun keluar.
• #emperhatikan memorandum dan risalah untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas
konsultan.
• #empesiapkan dan mengecek contoh barang agar memenuhi persyaratan yang
ditetapkan baik kualitas dan kuantitas.
• #embuat &oto-&oto dokumentasi pada setiap paket pekerjaan.
• #empelajari dan mengecek gambar-gambar % sketsa pelaksanaan agar sebelum
maupun sesudah pekerjaan selesai tidak terjadi penyimpangan.
• #embantu % menyiapkan &ormat % &ormulir untuk kelengkapan administrasi proyek.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 8
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #embantu % menyiapkan addendum serta lain-lain yang dianggap perlu.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E- 9
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
E.1.7. PE !"#$%&!%'"# (EE%'#)
#re onstruction .eeting atau Rapat Persiapan Pelaksanaan adalah pertemuan antara
pihak proyek (Kuasa Pengguna (nggaran < sesuai dengan pejabat dalam struktur
Pengguna (nggaran), Kontraktor dan Konsultan, yang dilakukan selambat-lambatnya -=
hari setelah diterbitkannya /P#K (/urat Perintah #ulai Kerja) oleh Pengguna (nggaran %
Pemimpin Proyek, guna membahas dan kemudian menyepakati bersama berbagai hal
yang secara umum adalah sebagai berikut "
• Organisasi kerja pelaksanaan konstruksi.
• Tata-cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan.
• Re$ie dan penyempurnaan terhadap construction schedule yang harus sesuai
dengan target $olume, mutu dan aktu.
• !adual mobilisasi personel dan peralatan.
• !adual penggunaan peralatan.
• !adual pengadaan bahan.
• #nyusun rencana pemeriksaan lapangan (mutual chec() dan re$ie terhadap
simpli&ied design yang ada.
• #enentukan lokasi sumber >uarry (sumber bahan % material), estimate kuantitas
bahan serta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan.
• Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat berkaitan dengan
pelaksanaan proyek.
!adi dengan demikian tujuan penyelenggaraan #re onstruction .eeting adalah
menyatukan pengertian terhadap seluruh isi dokumen kontrak dan membuat
kesepakatan-kesepakatan terhadap hal-hal penting yang belum terdapat di dalam
dokumen kontrak serta membahas jalan keluar terhadap kendala-kendala yang mungkin
terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
1. S&8)*an)i p'' "an# $i8a(a)
/ubstansi pokok yang dibahas dalam #re onstruction .eeting sebagai berikut "
a. Ap%ia)i pa)a%-pa)a% pen*in# $a%a/ $'&/en 'n*ra *en*an# :
• Pekerjaan tambah kurang.
• /ermination.
• #obilisasi.
• .aintenance 0 protection of traffic.
• 1ub letting.
• 2nsurance of wor(s.
• Organisasi kerja.
b. Pr')e$&r a$/ini)*ra)i pen"e%en##araan peer!aan0 an*ara %ain :
• 3e,uest 0 appro$al dalam rangka e4amination of wor(s.
• E4tension time for completion of wor(s.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-10
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• +ambar kerja dan kelengkapannya.
• Pengajuan #6 (.onthly ertificate).
• P)O dan *)O.
• Pembuatan addendum kontrak.
• !adual pengadaan bahan.
• !adual penggunaan peralatan.
• !adual personel.
• Re$ie dan penyempurnaan terhadap jadual kerja yang harus sesuai dengan
target $olume, mutu dan aktu.
• #enyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan (mutual chec()
sehubungan dengan re$ie design terhadap simpli&ied design yang ada.
c. Ta*a-9ara $an pr')e$&r *eni) pe%a)anaan peer!aan0 an*ara %ain :
• Pelaksanaan konstruksi.
• Pelaksanaan produksi.
• #enentukan lokasi sumber material, estimate kuantitas bahan beserta rencana
pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan.
• Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat berkaitan
dengan pelaksanaan proyek.
,. Peran /a)in#-/a)in# &n)&r $a%a/ Pre !onstruction (eeting
Peran masing-masing unsur dalam #re onstruction .eeting sebagai berikut "
a. A*a)an %an#)&n# Pe/i/pin Pr'"e :K&a)a Pen##&na An##aran;
• /ebagai moderator dan nara sumber.
• #emberikan pengarahan secara umum pelaksanaan proyek.
• #enjelaskan baha Pemimpin Proyek % Pemimpin 'agian Proyek ikut
bertanggung-jaab terhadap re$iew design beserta prosedur sur$ai sampai
dengan penyelesaiannya sebagai pedoman aal pelaksanaan pekerjaan.
• .ain-lain yang dianggap perlu.
b. Pe/i/pin Pr'"e < K&a)a Pen##&na An##aran &n*& Pen#a+a)
• #enjelaskan kebijaksanaan teknis tentang perlunya re$iew design (jika ada).
• #enjelaskan prosedur re$iew design termasuk "
o #etodologi sur$ai.
o #ekanisme proses administrasi re$ie design dan proses (ddendum
Kontrak atau #emorandum Kontrak.
• #enjelaskan kapan re$iew design harus diselesaikan.
• #enjelaskan prosedur dan jadual kerja seluruh tenaga konsultan pengaas
mulai dari mobilisasi sampai demobilisasi.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-11
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #enjelaskan TOR % tugas-tugas dan tanggung-jaab konsultan pengaas
serta kuali&ikasi personilnya.
• #enjelaskan laporan-laporan kemajuan pelaksanaan &isik yang akan dibuat
oleh konsultan pengaas dan distribusinya, jika tidak ditentukan lain oleh
Pemimpin Proyek (Kuasa Pengguna (nggaran) laporan-laporan umumnya
terdiri dari "
o #onthly e?ecuti$e summary report.
o #onthly progress report.
o 8uarterly report.
o 8uality control report.
o Technical report " Re$ie design, Technical justi&ication, Technical paper.
o 4ra&t &inal report.
o *inal report.
/erta kapan aktunya laporan tersebut harus selesai dikirim.
• #enjelaskan baha konsultan bertanggung-jaab dalam pengarsipan
dokumen-dokumen lapangan.
• #enjelaskan adanya penilaian per&ormance konsultan atau kontraktor yang
sedang melaksanakan pekerjaan.
• #enjelaskan akomodasi dan &asilitas yang disediakan oleh kontrak konsultan.
• /ecara periodik 'agian Proyek Pengaasan akan melaksanakan uji petik.
• (s built draing harus dibuat sesuai dengan standar yang berlaku.
• #enjelaskan adanya keharusan untuk mencari data yang berasal dari original
design mencakup antara lain "
o Tipe konstruksi.
o Parameter penting dalam perencanaan.
• .ain-lain yang dianggap perlu.
c. Pe/i/pin Pr'"e < K&a)a Pen##&na An##aran -i)i
• /ebagai 6hairman.
• #enjelaskan susunan organisasi Kuasa Pengguna (nggaran *isik.
• #embahas struktur organisasi pelaksanaan konstruksi yang diusulkan oleh
kontraktor maupun yang disarankan oleh konsultan pengaas.
• #embahas tugas kontraktor mengenai "
o /ur$ai dan membuat gambar kerja.
o Rencana pengadaan personil.
o Rencana pengadaan peralatan.
o Rencana pengadaan bahan.
o Penyiapan construction schedule @ *inancial progress schedule @ /. cur$e.
o Rencana Aector diagram (untuk proyek jalan) setelah re$ie design.
• #enjelaskan baha keterlambatan mobilisasi dapat dikenakan denda.
• #enjelaskan kapan dan bagaimana proses P)O dan *)O.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-12
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #enjelaskan diperlukannya /ho 6ause #eeting bilamana terjadi
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan realisasi
pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana pelaksanaan pekerjaan.
• #enjelaskan baha - bulan sebelum P)O maka Pemimpin Proyek % Pemimpin
'agian Proyek akan mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat sekitar
proyek tentang akan selesainya proyek untuk menghindari adanya tagihan
utang yang belum dibayar oleh kontraktor kepada masyarakat sekitar proyek.
• #enjelaskan mekanisme kerja antara ketiga unsure proyek (Kuasa Pengguna
(nggaran, Kontraktor dan Pengaas) dalam hal perlunya 6ontractorBs Re>uest
sebelum dimulainya pekerjaan dan sebelum mulainya penerimaan pekerjaan
(aktunya ditentukan oleh Kuasa Pengguna (nggaran *isik).
• #enjelaskan kapan serah terima lapangan dapat dilakukan.
• #enjelaskan keajiban pembayaran untuk pungutan retribusi maupun
asuransi.
• #enjelaskan prosedur pembongkaran dan penyerahan barang bekas proyek.
• #enjelaskan kapan tanggal mobilisasi terakhir dan kapan akhir masa
konstruksi dan apa sanksi-sanksinya jika tanggal tersebut dileati.
• #enjelaskan standar .aporan )arian dan #ingguan yang sudah merupakan
standar baku.
• #enjelaskan proses pengusulan dan pembayaran termijn (monthly certificate).
• #enjelaskan proses pengujian bahan.
• #enjelaskan perlu tidaknya sondir pada aal sebelum dimulainya pekerjaan
pondasi jembatan.
• #embahas metode pelaksanaan yang diajukan oleh kontraktor pada saat
pelelangan.
• #enjelaskan baha >uality control untuk pekerjaan jalan menggunakan
&asilitas laboratorium yang disediakan oleh kontraktor dari item mobilisasi.
• #enekankan tidak adanya biaya tambahan terhadap biaya test bahan untuk
>uality control dan menegaskan baha biaya test sudah termasuk dalam harga
penaaran.
• #enjelaskan perlunya pendekatan terhadap masyarakat dan pemerintah
daerah setempat sehubungan dengan rencana kerja yang nantinya akan
berkaitan dengan masalah jalan akses ke lokasi >uarry, pembebasan lahan
terhadap pagar, listrik, telpon, P4(# dan sebagainya.
• #enjelaskan baha pihak pemerintah dibebaskan dari adanya tuntutan pihak
ketiga jika terjadi kalalaian kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.
• #enjelaskan barang-barang yang menjadi milik pemerintah.
• #embahas mata pembayaran yang spesi&ik "
o 'eton.
o (gregat untuk bahu jalan.
o Pemeliharaan rutin.
o Pelaksanaan pekerjaan pada masa pemeliharaan (warranty period).
• #enjelaskan adanya tim mutual check selama periode kontrak.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-13
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
d. K'n*ra*'r
• #enjelaskan rencana kerja pada saat mobilisasi yang meliputi "
o #obilisasi personil.
o #obilisasi peralatan.
o /ur$ai lapangan meliputi " drainase, perkerasan jalan, struktur.
o Pengembalian kondisi dan pekerjaan minor (dilakukan setelah sur$ai
lapangan selesai), meliputi " perkerasan jalan, bahu jalan.
o Pemeliharaan rutin (dilaksanakan setelah diterbitkannya /P#K atau
dimulainya pekerjaan).
• Rencana kerja re$ie design "
o #elaksanakan sur$ai.
o #embuat gambar kerja.
• #enjelaskan metode % cara pelaksanaan konstruksi.
• #enjelaskan struktur organisasi serta tugas dan tanggung-jaabnya.
• #enjelaskan kuali&ikasi personil kontraktor yang akan dimobilisasi.
• #enjelaskan bagian pekerjaan yang akan di-subkontrakkan serta calon sub
kontraktornya.
• #enjelaskan rencana penggunaan peralatan, termasuk "
o !enis alat.
o Kapasitas alat.
o !umlah alat.
o Penempatan alat.
• #enjelaskan rencana pengadaan bahan serta surat ijinnya "
o !alan " aspal, agregat, tanah timbunan.
o !embatan " bangunan atas, pondasi.
o .okasi >uarry, jumlah deposit >uarry.
o Kualitas bahan jalan, struktur, termasuk cara pengujiannya.
• #enjelaskan rencana kerja berdasarkan /-6ur$e.
e. K'n)&%*an
• #encatat seluruh kesepakatan dalam #re onstruction .eeting dan
dituangkan dalam 'erita (cara tersendiri sebagai dokumen proyek.
• #empersiapkan &ormulir-&ormulir isian antara lain "
o .aporan harian.
o .aporan mingguan.
o .aporan bulanan (#onthly progress report).
o ,?ecuti$e summary report.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-14
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
o /ur$ai lapangan untuk re$ie design.
o Kerangka gambar kerja.
o Perhitungan $olume % back-up data serta #onthly 6erti&icate (#6).
o 8uality control.
o Re>uest untuk " memulai pekerjaan, test material, penerimaan pekerjaan.
• #enjelaskan struktur organisasi konsultan dan tugas dari masing-masing
personel konsultan.
• #enjelaskan personel konsultan yang sudah di-mobilisasi dan rencana
personel lainnya yang akan di-mobilisasi.
• #enjelaskan rencana kerja Re$ie 4esign (jika ada) "
o Caktu yang diperlukan untuk sur$ai lapangan.
o Personel yang dilibatkan didalam sur$ai lapangan.
o Kelengkapan yang diperlukan untuk sur$ai lapangan.
o Ruang lingkup pekerjaan yang akan disur$ai.
o (lternati$e penanganan dari hasil sur$ai pendahuluan (jika sudah ada
gambaran umum).
• #enegaskan pengambilan lokasi &oto dokumentasi " dimana, kapan, berapa
kali yang harus dilaksanakan oleh kontraktor.
E.1.=. E4ALUASI REN>ANA
Konsultan pengaas melakukan e$aluasi atas rencana proyek yang akan dilaksanakan
serta menyarankan perubahan % penyempurnaan % penyesuaian rencana yang perlu
dilakukan (bila ada) guna menjamin tercapainya maksud dan tujuan proyek dengan
sebaik-baiknya.
E.1.?. 4ERI-IKASI @ASIL PEKERJAAN KONTRAKTOR
Konsultan pengaas berenang dan pada saatnya berkeajiban menyatakan baha
hasil pekerjaan kontraktor telah memenuhi segala persyaratan untuk disetujui atau
disyahkan oleh Pemberi Tugas.
E.1.10. KONTROL SISTEMATIK TER@ADAP KEGIATAN LAPANGAN
4alam konteks lebih luas, pekerjaan konsultan super$isi mengemban juga &ungsi kontrol
manajemen proyek konstruksi. /ebelum memeriksa hasil pekerjaan, perlu diperiksa
dahulu persiapan kerjanya. Persiapan pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah atau
dengan cara perencanaan yang mendadak akan mengakibatkan hasil kerja yang tidak
memuaskan. 3ntuk menanggulangi masalah ini, diperlukan suatu kontrol yang sistimatik.
Pengaas lapangan perlu menerapkan sistim kontrol yang baik dilapangan.
Kontrol yang sistimatik terhadap kegiatan dilapangan memiliki tiga tujuan yaitu "
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-15
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #eninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan pada beberapa bidang
kegiatan pokok. 'ilamana terdapat kekurangan yang terjadi, maka harus
dikembangkan sasaran jangka pendek dan program kerja untuk mengatasinya.
• #emastikan baha pekerjaan pengaasan berjalan secara benar sehingga
peringatan secara dini dapat diberikan apabila terjadi sesuatu kesalahan.
• #engamankan baha biaya yang sudah dianggarkan oleh proyek tidak dilampaui bila
tidak terjadi perubahan kontrak.
'idang-bidang sasaran kegiatan pokok yang perlu dikontrol pada aktu peninjauan
dilapangan yaitu "
• Pencapaian target kemajuan &isik.
• Pencapaian target keuangan.
• Pengadaan dan pembelian barang, bahan dan peralatan.
• Pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin e&ekti$itas dan e&isiensi kerja
lapangan.
• Pemantapan kerja sama antar pekerja proyek dari seluruh bagian % di$isi.
• )ubungan dengan pihak pemilik.
Tiap bidang tersebut diatas ditinjau apakah situasinya mantap, kurang memadai atau
menunjukkan tendensi yang tidak menggembirakan.
4engan mengetahui keadaan dan situasi masalah dengan benar, maka langkah-langkah
yang diambil untuk mengatasinya akan lebih cepat dan e&ekti&.
E.1.11 KUNJUNGAN LAPANGAN < SITE 4ISIT
*rekensi kunjungan ke lapangan tergantung dari pentingnya keadaan lapangan,
si&atnya dapat secara harian, mingguan. *rekensi kunjungan juga dapat bergantung
pada tahapan % program kerja dari Pemimpin Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran yang
mengelolanya beserta para teamnya.
E.1.1, PENGONTROLAN PRO.EK
#erencana dan membangun adalah suatu akti$itas yang dinamis, dan yang dipengaruhi
oleh bermacam-macam &aktor. Karena itu netork % s-cur$e chart yang telah disetujui
sebagai pegangan untuk pelaksanaan harus secara periodik dicheck kembali "
• (pakah aktu yang direncanakan telah ditepati.
• (kan ditepati dalam jangka panjang atau segera.
• 0antinya akan ditepati (jangka panjang).
'ila perlu dapat diadakan perubahan baru untuk mengendalikan jalannya proyek seperti
yang dikehendaki.
Jara +a*& 'n*r'%
!arak aktu kontrol dapat dibedakan menjadi 7 macam rentang aktu yaitu "
• - - 7 minggu untuk akti$itas-akti$itas yang kritis atau yang mendekati kritis.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-16
-LOW >@ART LANGKA@-LANGKA@ >ARA MENGONTROL
UNTUK AKTI4ITAS .ANG AKAN DIMULAI
4apatkah pekerjaan
dimulai D /ida(
5a (lasannya D
(da keterlambatan D
4iperlukan
O K penanganan
pemecahannya
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• 7 - = minggu untuk akti$itas-akti$itas yang tidak kritis.
>ara /en#'n*r'%
4ibedakan ; cara mengontrol, sebagai berikut "
• 3ntuk sebuah akti$itas yang akan dimulai " 4isajikan langkah-langkah cara
mengontrol seperti &lo chart Gambar E.6.
• 3ntuk menguji pekerjaan yang seharusnya sudah dimulai " 4isajikan langkah-langkah
cara mengontrol seperti &lo chart Gambar E.7.
• 3ji pekerjaan yang seharusnya sudah selesai " 4isajikan langkah-langkah cara
mengontrol seperti &lo chart +ambar ,.*.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-17
*.OC 6)(RT .(0+K()-.(0+K() 6(R( #,0+O0TRO.
P,K,R!((0 1(0+ /,)(R3/01( /34() 42#3.(2
Pekerjaan yang
seharusnya sudah mulai
(pakah pekerjaan ini Kenapa tidak dimulai D 'erapa lama ditangguhkan D
sesuai schedule mulainya D /ida( (pa penangguhannya /ida( (da &loat D
dapat dikejar D
5a 5a
O K O K Tangani
'erapa lama terlambat D
Kenapa D
(pa prestasinya sampai aktu /ida(
kontrol dicapai D
5a
(pa prestasinya
O K bisa dikejar D /ida(
5a
'erapa lama perpanjangan D
O K (da &loat D
Tangani
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.=.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-18
*.OC 6)(RT .(0+K()-.(0+K() 6(R( #,0+O0TRO.
P,K,R!((0 1(0+ /,)(R3/01( /34() /,.,/(2
Pekerjaan yang seharusnya
selesai /ida(
5a /isa aktu sampai selesai D
(lasan keterlambatan D
4iperlukan
O K penanganan
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.E.
+ambar ,.F.
E.1.13. SISTIM IN-ORMASI MANAJEMEN PRO.EK
/istim in&ormasi manajemen proyek pada hakekatnya adalah suatu sistim untuk
mendukung pihak Pimpinan Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran dalam memantau dan
mengendalikan proyek.
Tujuan sistim ini untuk digunakan pihak Pemilik dalam mendapatkan in&ormasi proyek
secara berkala, cepat dan akurat. /istim ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan studi
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-19
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
dan e$aluasi situasi dan kondisi yang dihadapi dilapangan serta mengintegrasikan
keinginan-keinginan dari pihak Pimpinan Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran yang
meakili pihak Pemilik Proyek tentang apa-apa yang mau dimonitor dan dikendalikan.
4i pro)ect-site setiap saat hasil pekerjaan &isik berkembang bertambah banyak dan
supaya perkembangannya terjadi menurut rencana, dimana rencana tersebut dijabarkan
dalam besaran uang dan besaran aktu.
Khusus untuk mengontrol mutu pekerjaan, peranan sistim in&ormasi manajemen proyek
hanya sebagai penerus in&ormasi saja. Pengontrolan mutu pekerjaan dilakukan oleh
petugas khusus dan harus dilaksanakan dilapangan, tidak dapat dilaksanakan di kantor.
Tolok ukur pengukuran mutu pekerjaan adalah dokumen tender (/pesi&ikasi Pekerjaan).
Perkembangan pekerjaan yang terjadi selalu diikuti oleh perkembangan datanya atau
dimonitor dimana perkembangan suatu proyek selalu diikuti oleh perkembangan data
proyeknya. Aolume data kian hari kian membengkak sesuai dengan perkembangan
pekerjaan secara &isik.
4ata proyek sesungguhnya belum dapat memberikan in&ormasi kepada Pemberi Tugas,
kerena masih belum diolah, jadi masih mentah. 4ata proyek yang telah dikumpulkan
secara periodik kemudian diolah % diproses untuk dijadikan in&ormasi proyek (laporan
proyek). (rtinya dari laporan proyek dapat diketahui pekembangan pekerjaan yang nyata
terjadi (prestasi aktual). 4ari laporan proyek ini Pimpinan Proyek % Kuasa Pengguna
(nggaran baru dapat menge$aluasi tentang perkembangan proyeknya, pertumbuhan dari
tiap-tiap pekerjaan dilapangan dengan diperbandingkan terhadap rencana.
Pimpinan Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran mengendalikan proyeknya % pekerjaan
dengan keputusan-keputusan yang dibuat dan diimplementasikan ke pro)ect site. )asil
dari implementasinya menciptakan data proyek baru dan dengan demikian siklus pro)ect
management control system berulang kembali. /iklus ini baru berhenti apabila proyek
telah selesai.
E.1.12. -UNGSI KONSULTAN SUPER4ISI
*ungsi konsultan super$isi pada dasarnya dibagi dalam 7 &ungsi, yaitu " *ungsi
(dministrati& dan *ungsi Pengaasan.
-. -&n#)i a$/ini)*ra*iA
• #embantu Kuasa Pengguna (nggaran Phisik dalam memahami dan
melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum dalam dokumen
kontrak, terutama sehubungan dengan penentuan keajiban dan tugas
kontraktor.
• #engadakan komunikasi dan surat-menyurat, membuat memorandum atas
pekerjaan konstruksi.
• #embuat dokumentasi hasil-hasil test pelaksanaan pekerjaan berupa, &oto-&oto
yang dibuat sebelum proyek berlangsung (mulai), sedang berjalan dan proyek
selesai, serta kejadian dilapangan lainnya.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-20
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #enyiapkan rekomendasi sehubungan dengan !ontract hange &rder" dan
!Addendum" sehingga perubahan-perubahan kontrak yang diperlukan dapat
dibuat secara optimal dengan mempertimbangkan semua aspek yang ada.
• #enyiapkan dan menyampaikan laporan pekerjaan secara berkala.
7. -&n#)i pen#a+a)an :)&perBi)i;
• #embantu Pemimpin Proyek Phisik dalam melaksanakan tugas dan
keajibannya dalam mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.
• #elaksanakan pengumpulan data lapangan untuk mendukung re$iew design
(bila ada).
• #elaksanakan pengecekan pengukuran dan perhitungan $olume pekerjaan
sebagai dasar pembayaran.
• #eninjau pengadaan personil dan peralatan kontraktor.
• #emantau dan mengecheck pengendalian mutu dan $olume pekerjaan untuk
serti&ikasi !.onthly ertificate (.)".
• #elakukan pengecheckan dan persetujuan gambar terlaksana (as built
drawing).
• #embantu Pemimpin Proyek Phisik dalam menyiapkan pelaksanaan
!#ro$isional %and &$er (#%&)".
E.1.15. TANGGUNG-JAWAB KONSULTAN PENGAWAS
Konsultan pengaas bertanggung jaab penuh kepada Pemimpin Proyek % Kuasa
Pengguna (nggaran baha hasil pelaksanaan pembangunan proyek yang dilaksanakan
oleh kontraktor adalah benar-benar sesuai ketentuan dalam kontrak pemborongan.
Konsultan harus memberikan jaminan segala ijin kerja, persetujuan dari setiap jenis %
langkah pelaksanaan dan persyaratan konstruksi yang telah dikeluarkan.
3ntuk memperjelas uraian tersebut diatas, berikut ini dilengkapi 'agan (lir (kti$itas
Pengaasan Pekerjaan dari pekerjaan dimulai sampai pekerjaan selesai (Gambar *.8.).
E.1.16. PENGENDALIAN MUTU
/elama periode konstruksi, konsultan akan senantiasa memberikan pengaasan,
arahan, bimbingan dan instruksi yang diperlukan kepada kontraktor guna menjamin
baha semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat kualitas. (spek-aspek
pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi antara lain
sebagai berikut dibaah ini namun tidak terbatas pada "
• Peralatan laboratorium
• Penyimpanan bahan % material
• 6ara pengangkutan material % campuran ke lokasi kerja.
• Pengujian material yang akan digunakan.
• Penyiapan job mi? &ormula campuran
• Pengujian rutin laboratorium selama pelaksanaan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-21
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• Tes lapangan
• (dministrasi dan &ormulir-&ormulir
Pengendalian kualitas tersebut diatas seperti diuraikan berikut ini "
-. Pera%a*an %a8'ra*'ri&/ $an per)'ni%
• Peralatan laboratorium yang perlu dipergunakan, seperti disebutkan pada buku
spesi&ikasi, dan dimungkinkan dapat menggunakan laboratorium % &asilitas
pengujian yang berbadan hukum resmi atas persetujuan Pemberi Tugas.
• Personil % tenaga yang terkait untuk maksud pengujian harus cukup
berpengalaman dan mengenal dengan baik tentang testing laboratorium
maupun lapangan.
7. Pen"i/panan 8a(an < /a*eria%
• 'ahan-bahan harus disimpan dengan suatu cara yang sedemikian rupa untuk
menjamin perlindungan kualitas.
• 'ahan-bahan yang disimpan harus ditempatkan sedemikian rupa yang mudah
dapat diperiksa oleh konsultan.
• Tempat penyimpanan harus bebas dari tumbuh-tumbuhan dan puing, harus
mempunyai drainase yang lancar.
• 'ahan-bahan yang diletakkan langsung diatas tanah tidak boleh digunakan
dalam pekerjaan kecuali tempat kerja tersebut telah dipersiapkan dan diberi
lapisan atas dengan suatu lapisan pasir atau kerikil setebal -G cm.
• 'ahan-bahan (crushed stone, dlsb.) harus disimpan dengan cara yang
sedemikian rupa untuk mencegah segregasi dan untuk menjamin gradasi yang
sesuai serta mengontrol kadar air. Tinggi maksimum tumpukan E m.
• Penumpukan berbagai ragam agregat untuk hotmi?, beton, harus dipisahkan
dengan papan pembatas guna mencegah pencampuran bahan-bahan.
• Tumpukan agregat harus dilindungi dari hujan untuk mencegah kejenuhan
agregat yang akan mengakibatkan penurunan kualitas.
;. >ara pen#an#&*an /a*eria% < 9a/p&ran
• Konsultan dapat mengenakan pembatasan bobot pengangkutan untuk
perlindungan terhadap setiap jalan atau struktur yang ada disekitar proyek.
• Pengangkutan hotmi? perlu ditutup dengan bahan tebal guna mempertahankan
suhu campuran.
• 'ilamana terjadi gangguan diantara operasi berbagai pekerjaan, konsultan
akan mempunyai eenang untuk memerintahkan kontraktor dan untuk
menentukan urutan pekerjaan yang diperlukan guna mempercepat
penyelesaian seluruh proyek.
=. Pen#&!ian /a*eria% "an# aan $i#&naan
• /emua material dari setiap bagian pekerjaan akan di inspeksikan oleh
konsultan. /ta& anggota team konsultan setiap saat akan membuat rencana
untuk menginspeksi material yang akan digunakan berdasarkan atas jadal
kerja kontraktor.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-22
PENGENDALIAN MUTU
PENGAWAS < PRO.EK KONTRAKTOR
/ur$ey lokasi sumber
bahan
Penentuan sumber bahan
Permohonan pemakaian bahan
Pemeriksaan mutu bahan
5a
Periksa mutu Proses pengolahan
bahan material
Proses penyiapan rumusan kerja
!#*
Pelaksanaan pekerjaan
Pengujian mutu
#utu sesuai Penanganan
/pec. /ida( perbaikan
Persetujuan mutu
hasil pekerjaan
4okumentasi mutu
hasil pekerjaan
/ida(
5a
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• Calaupun bahan-bahan yang disimpan telah disetujui sebelum penyimpanan,
namun dapat diperiksa ulang dan ditest kembali oleh konsultan.
• #aterial yang akan digunakan harus ditest di laboratorium untuk mendapat
persertujuan dari konsultan, jenis dan jumlah test seperti yang disebutkan
dalam spesi&ikasi.
E. J'8 MiC -'r/&%a
(gar mendapatkan campuran yang baik dan memenuhi persyaratan spesi&ikasi,
sebelum pekerjaan dimulai perlu dibuatkan dahulu suatu !ob #i? *ormula yang
disetujui konsultan, antara lain untuk pekerjaan " 'eton, (ggregate 'ase 6lass ( 5
', )otmi?.
F. Pen#&!ian r'&*in %a8'ra*'ri&/
/elama pelaksanaan seperti yang disebutkan dalam spesi&ikasi, bahan-bahan atau
campuran-campuran perlu dilakukan pengujian routin harian atau selama
pekerjaan berlangsung guna menjamin kualitas sesuai dengan persyaratan.
!enis dan &rekuensi % jumlah test routin ini seperti yang disebutkan dalam
spesi&ikasi.
H. Te)* %apan#an
/etelah pekerjaan selesai dilaksanakan, produk tersebut perlu diadakan
pengujian%test lapangan seperti apa yang disebutkan dalam persyaratan pengujian.
I. -'r/&%ir-A'r/&%ir pen#&!ian
*ormulir-&ormulir pengujian baik untuk testing di laboratorium dan lapangan,
menggunakan &orm yang sudah baku dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
Gambar E.8. menunjukkan diagram pengendalian mutu guna memperjelas uraian diatas.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-23
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.H.
Tin!a&an (&)&) pen#en$a%ian /&*& 8e*'n
#ajor ork flyo$er 9 )embatan terdiri dari material % komponen beton, pengendalian mutu
beton perlu dilakukan agar tidak terjadi kegagalan yang beresiko tinggi. Persyaratan
dalam spesi&ikasi sudah jelas dan harus diikuti dan dilaksanakan.
-. SiAa*-)iAa* 8a(an 8e*'n
/i&at-si&at bahan beton diperlihatkan seperti pada +ambar F.J.
+ambar ,.I. " /i&at-si&at beton
7. S%&/p
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-24
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.J. " /i&at-si&at beton
;. Pen#&!ian /&*& &a* *ean 8e*'n
Pengecoran, benda uji beton, dan peralatan pengujian mutu kuat tekan beton
diperlihatkan seperti pada +ambar F.-G.
+ambar ,.-G. " Pengecoran, benda uji beton, dan peralatan pengujian mutu kuat
tekan beton.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-25
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
=. Pen$ea*an 8a*a)an pr'p'r)i *aaran 9a/p&ran
E. Pen$ea*an ran9an#an 9a/p&ran
F. Ta(apan pen#en$a%ian /&*& 8e*'n
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-26
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
E.1.17 PENGENDALIAN KUANTITAS :4OLUME;
Pengaasan kuantitas (Quantity !ontrol)* akan mengecek bahan-bahan % campuran
(atau setiap item pekerjaan) yang ditempatkan atau yang dilaksanakan oleh kontraktor.
Konsultan akan memproses bahan-bahan % campuran berdasarkan atas "
• )asil pengukuran yang memenuhi batas toleransi pembayaran.
• #etoda perhitungan.
• .okasi kerja.
• !enis pekerjaan.
• Tanggal diselesaikannya pekerjaan.
/etelah produk pekerjaan memenuhi persyaratan baik kalitas maupun ele$asi dan
persyaratan lainnya, maka pengukuran kantitas dapat dilakukan agar $olume pekerjaan
dengan teliti % akurat yang disetujui oleh konsultan sehingga kantitas dalam kontrak
adalah benar diukur dan di-serti&ikasi oleh konsultan dan mendapat persetujuan Pemberi
Tugas.
Be8erapa pen#&&ran peer!aan *er)e8&* an*ara %ain :
-. Pen#&&ran /e*er per)e#i :/
,
;
Pengukuran dilapangan dapat dilakukan dengan meteran, yaitu panjang dan lebar,
setelah ketebalan memenuhi persyaratan tebal minimal atau toleransi yang
dibenarkan dalam spesi&ikasi.
7. Pen#&&ran /e*er pan!an# :/D;
Pengukuran di lapangan dapat dilakukan dengan meteran, yaitu panjang, setelah
penampang suatu konstruksi telah sesuai dengan gambar yaitu dimensinya.
;. Pen#&&ran /e*er &8i :/
3
;
Pengkuran di lapangan dapat dilakukan dengan meteran untuk panjang dan lebar.
/edangkan untuk ketebalan dapat diukur dengan 6ore 4rill atau alat ukur,
sehingga panjang, lebar, dan tebal menghasilkan $olume yang akurat.
=. Pen#&&ran 8era* :*'n;
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-27
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
3ntuk pengukuran ton dapat dilakukan dengan dua cara "
• Penimbangan dengan timbangan atau truck scale (misal hotmi? di (#P).
• Pengukuran meter kubik dikalikan berat jenis bahan tersebut (berat jenis dapat
diketahui dari laboratorium).
*ormulir untuk perhitungan kuantitas tersebut (Quantity $+eet) telah dipunyai konsultan.
*orm-&orm ini dibuat secara computeri:ed- sehingga perhitungan-perhitungan $olume
pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-28
PENGENDALIAN 4OLUME
/ur$ey
/hop
draing
Pematokan
2jin pelaksanaan
Periksa
Aolume rencana
Pengaasan Pelaksanaan pekerjaan
Permohonan pemeriksaan
5 pengukuran pekerjaan
4iperiksa Team Pengaas
Pengaasan Pengukuran $olume pekerjaan
,$aluasi Team Pengaas
/esuai $olume
rencana
;ebih
4apat dipertanggung- .ebih dari $olume rencana
jaabkan secara teknis (tidak diterima%dibayar)
'(. )asil pengukuran Konsep #6 % Termijn
4iperiksa
Konsultan
#6 % Termijn
5a
5a
PENGAWAS < PRO.EK KONTRAKTOR
/ida(
1etu)u
<urang
5a
/ida(
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Gambar E.11. menunjukkan diagram pengendalian $olume guna memperjelas uraian
diatas.
+ambar ,.--.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-29
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
-.1?. PENGENDALIAN WAKTU
4idalam proyek padat alat, alat berat, tenaga kerja dan jumlah jam kerja per hari adalah
sangat erat sekali hubungannya dengan aktu pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
4ibaah ini adalah bagaimana pengendalian aktu perlu mendapat perhatian agar tidak
terjadi perpanjangan aktu yang tidak perlu yang akan memboroskan aktu, tenaga dan
biaya.
-. S9(e$&%e 'n*ra*'r
/ebelum pekerjaan dimulai konsultan akan mengecek schedule pelaksanaan yang
dibuat kontraktor.
(pakah rencana kerja progres pekerjaan yang ditargetkan sudah layak dan
realistis. #isalnya dalam musim hujan, target pekerjaan lebih kecil bila
dibandingkan pada musim kemarau untuk pekerjaan pengaspalan misalnya, untuk
kondisi kerja yang sama.
Kemudian juga construction method, urutan kerja kontraktor apakah sudah
sistematis, konsepsional dan benar.
/elanjutnya berdasarkan schedule kontraktor yang sudah disetujui, konsultan
pengaas akan mengendalikan aktu pelaksanaan tersebut.
4ari time schedule tersebut bisa dijabarkan kedalam target harian, sehingga setiap
hari apakah terget $olume tersebut bisa tercapai atau tidak, bila target $olume
tersebut tidak tercapai maka selisih $olume harus diprogramkan % dikejar untuk
schedule hari berikutnya.
4engan time schedule yang dibuat dan disetujui itu bila dilaksanakan dengan
sebagaimana mestinya dan dikendalikan dengan baik maka diharapkan proyek
bisa diselesaikan !on schedule".
7. A%a* 8era* (+ea,y equipment)
3ntuk mengerjakan pekerjaan jalan, diperlukan alat berat, bisa kombinasi %
beberapa jenis dari jumlah alat.
Pertama harus diketahui%dianalisis kapasitas alat, kalau alat tersebut adalah suatu
kombinasi, maka kapasitas yang diperhitungkan adalah yang terkecil, misal untuk
pengaspalan % o$erlay hotmi?, maka alat yang digunakan adalah (#P, (sphalt
/prayer, (sphalt *inisher, Tandem Roller, Pneumatic Tire Roller dan sejumlah
4ump Truck. 4ari alat tersebut dianalisis produksi nyata per jam, kemudian
produksi terkecil yang digunakan untuk e$aluasi pengendalian aktu. (lat untuk
beton, misalnya concrete batching plant, mi?er truck.
3ntuk rencana sekian jam kerja per hari, apakah mampu alat tersebut
menghasilkan produk hotmi? seperti $olume yang ditargetkan. 'ila tidak tercapai
maka perlu diambil tindakan-tindakan antara lain "
• #enambah jumlah alat, atau
• #enambah jam kerja % o$ertime
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-30
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• ,&isiensi dan manajemen pengoperasian alat berat.
/edemikian hingga $olume pekerjaan yang direncanakan bisa diselesaikan dalam
aktu yang ditentukan.
;. Tena#a er!a
4emikian juga untuk tenaga kerja, untuk suatu pekerjaan diperlukan cukup atau
sejumlah tenaga kerja, sehingga pekerjaan akan bisa diselesaikan oleh tenaga
kerja sesuai dengan jadal % aktu yang ditentukan. 'ila kondisi pekerjaan
diperkirakan tidak bisa diselesaikan, maka tenaga kerja perlu ditambah atau kerja
dua shi&t atau kerja lembur % o$ertime.
4engan tenaga kerja yang cukup dan jam kerja yang cukup % e&&ektip maka
diharapkan pelaksanaan pekerjaan bisa tepat aktu sesuai yang ditargetkan.
=. J&/%a( !a/ er!a
3ntuk penyelesaian suatu pekerjaan, tergantung juga pada jam kerja per hari.
!umlah jam kerja yang sedikit akan menghasilkan produk yang lebih kecil daripada
bila per hari jam kerjanya lebih banyak.
!am kerja perlu disesuaikan dengan kapasitas alat, tenaga kerja, sedemikian
hingga $olume pekerjaan yang ditargetkan bisa diselesaikan. Kalau suatu
pekerjaan tidak bisa diselesaikan dalam satu hari siang, maka perlu untuk kerja
malam % o$ertime.
3ntuk administrasi pengendalian aktu, agar pengendalian dapat dicapai secara
optimal maka konsultan akan memahami secara sungguh-sungguh !=etwor(
#lanning" yang umumnya telah dibuat oleh kontraktor dengan metode lintas kritis
(!ritical #ath .ethod 9 #.").
#engingat sangat pentingnya !=etwor( #lanning" ini dalam suatu pekerjaan
pengaasan, maka konsultan akan menganalisa secara rutin !=etwor( #lanning"
dari kontraktor dan akan membantu kontraktor dalam mere$ie dan menyusun
kembali !=etwo( #lanning" tersebut bila memang diperlukan.
Pengendalian schedule pelaksanaan lainnya dapat menggunakan !'archart 9 1-
cur$e" yang biasa dan juga dapat digunakan !>ector ?iagram" yang baik % cocok
untuk pekerjaan jalan karena dapat mengetahui % menunjukkan lokasi dan aktu.
/chedule ini, pada arah !basis" menunjukkan lokasi atau /T(, sedangkan arah
!ordinat" menggambarkan aktu.
E.1.1=. PENGENDALIAN BIA.A
4idalam kontrak pelaksanaan pekerjaan tercantum "
• 'iaya proyek
• Estimated Quantity % Aolume Pekerjaan
• )arga satuan pekerjaan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-31
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+una pengendalian biaya pelaksanaan proyek, hal-hal pokok yang perlu diperhatikan
antara lain sebagai berikut "
• Pengukuran hasil pekerjaan, perlu dilakukan dengan akurat dan benar-benar
sehingga kantitas yang dibayar sesuai dengan gambar rencana atau yang
terpasang. 4engan demikian $olume dalam kontrak tidak dilampaui yang pada
akhirnya biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan yang dianggarkan.
• Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan yang sudah diterima dari segi
pengukuran % kantitas dan kalitas, sehingga biaya yang dikeluarkan adalah benar-
benar untuk pekerjaan yang sudah memenuhi spesi&ikasi.
• Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan yang tercantum dalam kontrak dan
harga satuan pekerjaan yang sudah ada dalam kontrak pelaksanaan, sehingga biaya
proyek dibayarkan sesuai dengan item pekerjaan yang ada dalam kontrak.
E.1.1?. ADMINISTRASI PRO.EK
/ebelum kontraktor memulai akti$itas konstruksi, kontraktor akan membuat suatu
permohonan secara tertulis kepada konsultan untuk prosedur konstruksi dan persetujuan
pekerjaan dalam tahap yang logis.
3ntuk maksud tersebut, konsultan akan "
• #enginspeksi dan menyetujui bahan-bahan yang akan digunakan
• #enginspeksi dan menyetujui pelaksanaan pekerjaan &isik.
• #enginspeksi dan menyetujui metoda dan ketelitian pekerjaan konstruksi.
• #elaksanakan test-test lapangan.
• #elaksanakan test laboratorium terhadap sampel yang diambil dari lokasi kerja.
• #elaksanakan test-test yang lain sesuai dengan spesi&ikasi.
'agian tersebut diatas adalah merupakan sebagian dari administrasi % prosedur proyek
yang perlu dilengkapi % didukung dengan suatu kelengkapan administrasi proyek, antara
lain dalam bentuk *ormulir % *orm misalnya.
Gambar *.1@. menunjukkan kelengkapan administrasi proyek.
*orm-&orm administrasi yang diperlukan proyek antara lain dan tidak terbatas pada
sebagai berikut dibaah ini "
• /erah terima lapangan (site hand o$er).
• #re construction meeting.
• #obilisasi.
• #utual check aal (#6o).
• 4okumen kontrak.
• +ambar rencana.
• /truktur organisasi.
• 'uku direksi.
• Penyiapan time schedule.
• 'agan cuaca.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-32
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• 1hop drawing.
• 3e,uest.
• .aporan harian.
• .aporan mingguan.
• 'uku instruksi.
• 'obot pekerjaan % prestasi rutin.
• ,$aluasi produk pekerjaan.
• ,$aluasi akhir (tim e$aluasi).
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-33
ADMINISTRASI PRO.EK
1ite %and &$er
/truktur organisasi
#obilisasi
Tahap /ime schedule , metode kerja
Persiapan Persiapan /raffic management
#re onstruction .eeting
Aield Engineering
#aterial dan penyimpanan
Pembuatan &ormat-&ormat
1hop drawing
3e,uest
.aporan harian
.aporan mingguan
'uku instruksi
'obot pekerjaan prestasi rutin
,$aluasi produk pekerjaan
Teguran, peringatan
Photo dokumentasi
Risalah rapat
ontract hange &rder (&)
Tahap Addendum
Pelaksanaan As built drawing
!usti&ikasi teknis perpanjangan aktu
!usti&ikasi teknis pek. tambah%kurang
Perintah perubahan (66O)
A$/ini)*ra)i Quantity 1heet
Pr'"e
Quality ontrol
Tahap .onthly
Pembayaran ertificate
/K Pimpro, pembentukan panitia
'erita acara P)O
'( penilaian hasil pekerjaan 2
'( penilaian hasil pekerjaan 22
Tahap P)O Pemeriksaan administrasi kantor
/erah terima Pemeriksaan mutu (pengujian)
Pemeriksaan mutu (dimensi)
Pemeriksaan defect 0 deficiencies
hec( list #%&
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-7.
• Teguran (= hari) 2 dan 22.
• Peringatan (= hari).
• Photo dokumentasi.
• Risalah rapat.
• hange order (&).
• Addendum.
• !usti&ikasi teknis perpanjangan aktu pelaksanaan.
• !usti&ikasi teknis pekerjaan tambah-kurang.
• .onthly certificate (.)
• Quantity sheet.
• Quality control.
E.1.,0. SERTI-IKASI DAN PEMBA.ARAN
Kontraktor harus menyerahkan suatu nilai estimasi dari pekerjaan yang dilaksanakan
kepada konsultan super,isi pada setiap akhir bulan yang berjalan atau sesuai aturan
pembayaran, yang selanjutnya disebut sebagai -termijn / serti.ikat bulanan ((!)”.
*ormat termijn % serti&ikat bulanan harus sesuai dengan standar atau diusulkan oleh
Konsultan super$isi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
/onsultan Penga0as akan memeriksa kemajuan pekerjaan yang diajukan pada
serti&ikat bulanan dan apabila telah dianggap sesuai dengan sebenarnya yang telah
terjadi di lapangan, selanjutnya dapat disetujui untuk menanda-tangani bersama oleh
akil kontraktor, konsultan, dan Pemimpin Proyek. #6 harus didukung % dilengkapi
dengan back-up data yang terdiri dari 'ack-up 8uantity /heet dan 'ack-up 8uality
6ontrol.
Prosedur serti&ikasi pembayaran diperlihatkan seperti pada Gambar *.1B.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-34
KONTRAKTOR KONSULTAN PENGAWAS PENGGUNA JASA PERSETUJUAN
Termijn % #6 Team .eader Kuasa Pengguna (nggaran Pembayaran
Termijn % #6
'ack-up 8uantity R, /tructure
'ack-up 8uality R, )ighay 5 #easurement
R, /oil 5 #aterial
-LOW >@ART PROSEDUR SERTI-IKASI TERMIJN < MONT@L. >ERTI-I>ATE
5a 5a
/ida( /ida(
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-;.
E.1.,1. PEMERIKSAAN PEMBA.ARAN AK@IR
Tim Pengaas Teknis akan memeriksa kembali seluruh pembayaran yang telah lalu.
Pembayaran terdahulu yang sudah disetujui apabila terdapat kesalahan masih dapat
dikoreksi pada pembayaran berikutnya % akhir.
E.1.,,. PROSEDUR PERUBA@AN (!"#%A!% !1A#)E "2E)
Perubahan terhadap pekerjaan dapat dimulai oleh 4ireksi Pekerjaan atau Kontraktor dan
harus disetujui dengan suatu Perintah Perubahan yang ditandatangani oleh kedua belah
pihak. !ika dasar pembayaran yang ditetapkan dalam suatu Perintah Perubahan tersebut
menyajikan suatu perubahan dalam struktur )arga /atuan !enis Pembayaran atau suatu
perubahan yang diperkirakan dalam !umlah Kontrak cukup besar, maka Perintah
Perubahan harus dirundingkan dan dirumuskan dalam suatu (ddendum.
E.1.,3. SERTI-IKASI PEN.ELESAIAN AK@IR
'ila kontraktor menganggap pekerjaan akan selesai, termasuk semua keajiban dalam
perioda jaminan, maka kontraktor harus membuat permohonan untuk serah terima
pertama, umumnya pada tingkat penyelesaian &isik mencapai JH K (#ro$isional %and
&$er 9 #%&).
/etelah penyelesaian dari setiap pekerjaan perbaikan yang diminta oleh Panitia /erah
Terima, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan akhir terhadap pekerjaan tersebut, maka
konsultan membantu mempersiapkan /erti&ikat Penyelesaian (khir.
E.1.,3. PERN.ATAAN PER@ITUNGAN AK@IR
Kontraktor harus membuat permohonan untuk pembayaran perhitungan akhir, bersama-
sama dengan semua rincian pendukung sebagaimana diperlukan oleh 4ireksi Pekerjaan.
/etelah peninjauan kembali oleh 4ireksi Pekerjaan dan jika diperlukan, amandemen oleh
kontraktor, 4ireksi Pekerjaan akan mengeluarkan suatu pernyataan Perhitungan (khir
yang disetujui untuk pembayaran oleh Pemberi Tugas.
E.1.,2. ADDENDUM PENUTUP
'erdasarkan pada rincian pernyataan 4ireksi Pekerjaan mengenai Perhitungan (khir.
/etelah memperoleh tanda-tangan kontraktor, 4ireksi Pekerjaan akan menyampaikan
addendum penutupan tersebut kepada Pemberi Pekerjaan untuk ditanda-tangani
bersama-sama dengan Pernyataan Perhitungan (khir yang disetujui.
E.1.,5. DOKUMEN >ATATAN PRO.EK
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-35
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Kontraktor harus memelihara suatu catatan yang cermat tentang semua perubahan
dalam 4okumen Kontrak dan 4okumen 6atatan Proyek selama pelaksanaan pekerjaan.
E.1.,6. SERA@ TERIMA PEKERJAAN
Konsultan, memberikan pengarahan, petunjuk dan saran untuk membantu Kuasa
Pengguna (nggaran menyusun rencana serah terima pekerjaan (#ro$isional %and &$er
C #%&) dari kontraktor kepada Pemimpin Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran.
'ila Kontraktor menganggap pekerjaan akan selesai, termasuk semua keajiban dalam
perioda % masa jaminan, maka kontraktor harus membuat permohonan untuk serah
terima pertama.
/etelah penyelesaian dari setiap pekerjaan perbaikan yang diminta oleh Panitia /erah
Terima, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan akhir terhadap pekerjaan tersebut, maka
konsultan membantu mempersiapkan /erti&ikat Penyelesaian (khir atau 'erita (cara
/erah Terima Pekerjaan.
'agan alir serah terima pekerjaan diperlihatkan seperti pada +ambar F.7G.
E.1.,7. MANAJEMEN LALU-LINTAS DAN KESELAMATAN KERJA
Pekerjaan ini yang dengan $olume lalu lintas yang padat memerlukan pengaturan lalu
lintas dan metoda pelaksanaan yang lebih khusus dan teliti, baik pada saat pelaksanaan
pekerjaan sur$ey maupun pelaksanaan pekerjaan konstruksinya agar arus lalu lintas
yang ada tetap terjaga kelancarannya dan pemakai jalanpun merasa aman meleatinya
sesuai dengan tujuan dari pembangunan jalan % jembatan itu sendiri.
#an&aat yang didapatkan pada pemeliharaan lalu-lintas yang baik selama pelaksanaan
memberikan keselamatan dan kenyamanan lalu lintas yang lebih baik pula.
/ituasi semacam itu sangat membantu untuk menghilangkan persoalan-persoalan yang
diakibatkan oleh kacaunya lalu lintas yang pada gilirannya akan menghambat
pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri.
3ntuk itulah pada proyek pembangunan jalan % jembatan tersebut diatas perlu dibuat
sistim pengaturan lalu lintas yang baik dan memenuhi standard.
Penyajian rencana pemeliharaan lalu lintas selama masa pelaksanaan pembangunan
jalan dimaksudkan menyampaikan gambaran masalah yang ada dan yang diperkirakan
terjadi pada masa pelaksanaan.
Pada tahap pelaksanaan pembangunan, diperkirakan ada beberapa akti$itas antara lain "
• Pemasangan pagar untuk pengaman dan kerapian pekerjaan pada kedua sisi jalan.
• Pekerjaan perkerasan jalan.
• Pekerjaan beton.
• Pekerjaan tanah, galian, timbunan dan mengangkut keluar % masuk lokasi.
• Pekerjaan form wor( % alat bantu pasang.
• Pekerjaan lainnya.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-36
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
/emua kegiatan tersebut di atas jelas menjadi kendala bagi kelancaran dan keselamatan kerja
bagi pemakai jalan maupun bagi pekerja proyek.
Oleh sebab itu penanganan khusus sangat diperlukan agar tercapai hasil yang optimal
dan sesedikit mungkin akibat yang ditimbulkannya.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-37
SERA@ TERIMA PEKERJAAN
Prestasi pekerjaan
selesai -GG K
Kontraktor mengajukan
P)O
Konsultan
6hecking lapangan 5 de&ect list
Kontraktor
Perbaikan % penyempurnaan lap.
Konsultan
Rekomendasi P)O ke Pengguna (nggaran
Kuasa Pengguna (nggaran
#embentuk Panitia
P)O % *)O
Panitia
Proses penelitian
(dministrasi 5 Teknik
=o
(dministrasi Teknis ADMINISTRASI PRO.EK
(Team () (Team ') - 4okumen kontrak
- (ddendum kontrak
- .aporan-laporan
- 'ukti-bukti penagihan
- 2nstruksi-instruksi
TEKNIS
- 8uality test
- Perhitungan >uantity
- (s built draing
- *oto-&oto pelaksanaan
Main*enan9e peri'$
- ; bulan proyek-proyek .6'
- - tahun proyek-proyek 26'
+ambar ,.-=.
5es
P@O
Panitia
Rekomendasi kepada
Kuasa Pengguna (nggaran
=o
5es
(?efect list with grace period)
=o
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
3ntuk mengantisipasi pengurangan lebar jalur effecti$e- bahu jalan dibagian luar yang
sudah diperkeras bisa dipakai sebagai jalur lalu lintas khusus untuk kendaraan
penumpang sedan dan jeep atau sejenisnya dan alternatip lain dengan membuat jalur
baru dengan meman&aatkan areal yang kosong disekitar lokasi pekerjaan tersebut.
4emikian pula mengenai penanganan pembuangan tanah hasil galian haruslah dengan
penanganan yang baik, misalnya dimana 4ump Truck harus masuk dan keluar dari lokasi
proyek. Tidak kalah pentingnya dari penanganan tersebut di atas adalah cara pemuatan
dan transportasi pembuangan tanah hasil galian haruslah memperhatikan aasan
lingkungan.
Tanah yang dimuat diatas 4ump Truck harus diberi penutup agar tidak tercecer diatas
permukaan jalan yang ada, sebab bila turun hujan akan menjadi licin dan menyebabkan
kecelakaan lalu lintas yang pada gilirannya menghambat arus lalu lintas yang ada.
4idalam pelaksanaan !%ra..ic (anagement" untuk proyek ini kriteria penanganan dibagi
menjadi 7 bagian "
• Pelayanan 3mum
• Keselamatan Kerja.
-. Pe%a"anan U/&/
2ndikasi yang diperlukan dalam pelayanan umum adalah sebagai berikut "
a. EAe*iAi*a) )i)*i/ inA'r/a)i
/istim in&ormasi bersi&at pemberitahuan kepada calon pemakai jalan selama
pelaksanaan yang tujuannya memberikan in&ormasi baha akan ada proyek
pembangunan.
/istim ini dapat diujudkan dalam 7 media, yaitu "
• #elalui media cetak yang bersi&at pengumuman
• Pembagian !pamflet"
b. Men#&ran#i e/a9e*an
4alam mengatasi adanya kemacetan lalu-lintas, dapat dilakukan dengan
perambuan sementara selama pelaksanaan pekerjaan dan dengan
menyiagakan satuan penanggulangan gangguan.
7. Ke)e%a/a*an er!a
2ndikasi diperlukan dalam keselamatan kerja meliputi hal-hal sebagai berikut "
a. Di)ip%in er!a
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-38
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• Pengendalian pelaksanaan dilapangan secara ketat dan terus menerus
dimonitor dengan perlengkapan komunikasi untuk dapat saling
berhubungan setiap saat dengan cepat.
• Pengendalian aktu dimaksudkan agar penyelesaian proyek sesuai
jadal yang telah ditetapkan.
• Pengendalian aktu ini disesuaikan dengan tuntunan lapangan yang
mencakup seluruh aspek terkait.
b. Penia$aan e9e%aaan Aa*a%
• Perambuan sesuai dengan standar perambuan.
• Pemasangan pagar pengaman yang juga ber&ungsi sebagai penciptaan
kerapian kerja sepanjang daerah proyek yang diperkirakan perlu (kiri dan
kanan) dan diberi lampu-lampu agar mudah terlihat pada malam hari.
Kecelakaan lalu-lintas adalah aspek negati& dari meningkatnya mobilitas transportasi.
Keseimbangan antara mentalitas pengemudi, kemajuan teknologi kendaraan dan
penyediaan prasarana lalu lintas merupakan unsur-unsur yang menentukan mobilitas
transportasi yang semakin dinamis, cepat dan semakin nyaman sesuai dengan tuntutan
keadaan.
Ketidak-seimbangan dari salah satu unsur tersebut diatas dalam beradaptasi akan
menyebabkan kesenjangan yang cenderung kepada terjadinya kecelakaan.
'ekerja pada sebuah proyek jalan % jembatan pada tahapan pelaksanaan menanggung
resiko tinggi pada terjadinya kecelakaan yang setiap saat bisa terjadi. 3ntuk itulah maka
diperlukan persyaratan keselamatan kerja pada pelaksanaan proyek yang berbeda pada
ruas jalan yang sedang beroperasi.
4alam pelaksanaan proyek, beberapa &aktor keselamatan kerja yang terkait, antara lain "
• *aktor perambuan darurat.
• /istim transportasi pada lokasi proyek.
• (tribut pada tenaga kerja.
• (stek.
• 4an lain-lain.
Pada tahap pelaksanaan, yang mana banyak akti$itas jenis pekerjaan yang ditangani dan
melibatkan banyak tenaga yang bekerja, maka keselamatan kerja daripada semua
eksponen terkait menjadi &aktor utama dari kelancaran progress yang hendak dicapai.
Pada tahap ini, gambaran pencapaian keselamatan kerja dapat dijelaskan sebagai
berikut "
-. Pera/8&an $ar&ra*
Perambunan pada tahap pelaksanaan mempunyai andil besar dalam keselamatan
kerja yang memberikan rasa aman dalam melaksanakan pekerjaan bagi para
pekerja yang berada pada daerah perambuan.
Rambu-rambu darurat yang diperlukan pada tahap pelaksanaan misalnya rambu
peringatan, rambu perintah dan larangan serta rambu petunjuk, juga rubber cone
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-39
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
serta lighting yang pengaturan letak penempatan serta jaraknya seperti ditunjukan
pada keperluan 9rambu darurat:.
4isamping itu diperlukan pagar pembatas antara daerah kerja dan lajur yang
beroperasi yang diletakkan sepanjang daerah kerja. Pagar pambatas dicat dengan
arna crossing 9kuning-biru: dan pada setiap jarak tertentu diberi tanda !spot light"
atau cat berpendar yang bisa terlihat bila kena sorot lampu pada malam hari.
'isa juga dengan lampu-lampu sebagai pengganti spot light.
7. Si)*i/ *ran)p'r*a)i pa$a %'a)i pr'"e
Pengaturan transportasi, adalah sebagai berikut "
• Pintu keluar % masuk kendaraan proyek pada daerah kerja ditentukan, rute
perjalanan pembuangan dibuat searah dengan arus lalu lintas, pada prinsipnya
tidak boleh ada arah !crossing" sehingga tidak ada kon&lik.
• 4ump truck yang menunggu giliran pengangkutan, antri dan berderet ke
belakang namun harus masih tetap dalam area perambuan.
• 3ntuk pengangkutan tanah, tiap dump truck harus dilengkapi dengan penutup
bak belakang. 2ni dimaksudkan agar tanah yang diangkut tidak tercecer dimuka
jalan, sebab tanah yang tercecer tersebut sangat licin bila sedikit saja kena air
hujan dan ini dapat mengakibatkan kecelakaan &atal.
• #obilisasi peralatan berat ke lapangan juga harus memperhatikan keselamatan
dari peralatan maupun operatornya, dan bila perlu minta satuan pengaal dari
pihak kepolisian.
;. A*ri8&* pa$a *ena#a er!a
/emua tenaga kerja disarankan mengenakan atribut yang mudah dikenal dan
terlihat dari jarak yang cukup jauh dan ini bisa terpenuhi dengan pemakaian baju
rompi re&leksionis arna orange menyolok yang harus selalu dikenakan pada saat
melaksanakan tugas.
Penggunaan topi di lapangan juga dianjurkan, sebab sangat membantu
mengurangi keletihan akibat terik matahari. 'ekerja pada kondisi badan letih yang
dipaksakan apalagi di jalan yang padat lalu lintas yang beroperasi sangat
membahayakan dan mengurangi akurasi kerja.
=. A)*e :A)&ran)i *ena#a er!a;
!aminan perlindungan keselamatan terhadap tenaga kerja pada daerah beresiko
tinggi adalah mutlak diperlukan. /etiap tanaga kerja tersebut harus dijamin dengan
asuransi tenaga kerja yang lebih dikenal dengan astek.
#engingat pentingnya (stek pada pelaksanaan pekerjaan tersebut maka astek
tidak bisa dipisahkan dari dokumen kontrak, jadi merupakan satu kesatuan dalam
dokumen kontrak.
E.1.,=. PENGETA@UAN TENTANG PEKERJAAN -ISIK PRO.EK
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-40
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
-. Pe/a*'an $an pen#&&ran
/uatu pembangunan membutuhkan pelaksanaan seluruh elemennya pada posisi yang
benar.
3ntuk memindahkan suatu +ambar Rencana dari atas kertas ke suatu bangunan di
lapangan, maka dibutuhkan "
• 4isana harus ada sejumlah titik kontrol pengukuran yang harus dikaitkan pada
suatu sistem koordinat yang tetap.
• Perencanaan konstruksi harus dikaitkan pada sistem koordinat yang sama.
(pabila terdapat ketidak jelasan in&ormasi pada gambar rencana yang menimbulkan
keraguan interpretasi, maka pengaas lapangan harus menghubungi perencananya
untuk mendapatkan kejelasan. Kontraktor bertanggung jaab dalam penentuan dan
pematokan secara keseluruhan, sedang pengaas lapangan harus memastikan baha
kontraktor mendapatkan in&ormasi yang tepat serta menyiapkan titik-titik kontrol yang
dipasang.
a. Pen#&&ran ('riE'n*a%
Pengukuran horiLontal didasarkan baik pada sistem kontrol garis ataupun
sistem koordinat, namun bila dibutuhkan dapat merupakan kombinasi dari kedua
sistem diatas.
8. Pen#&&ran Ber*ia%
Ketinggian permukaan tanah dapat diukur dari titik 'ench #ark. +eometri
$ertikal garis kontrol biasanya telah ditentukan. 4ata ini merinci rangkaian titik
tangen $ertikal, ketinggian dan kemiringan permukaan akhir.
9. Ti*i 'n*r'% )&rBai
/uatu jaringan titik kontrol sur$ei ditentukan untuk mencakup seluruh daerah
proyek, dan ditempatkan pada posisi yang tepat didalam pekerjaan konstruksi.
!arak antara titik-titik kontrol dianjurkan kira-kira EG meter.
Titik-titik kontrol sur$ei sebaiknya berada dekat dengan lokasi pekerjaan tetapi
bebas dari area kegiatan, dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan
adanya pergeseran posisi akibat akti$itas pekerjaan termasuk pengoperasian
dari peralatan. 3ntuk itu letak titik-titik kontrol tersebut harus selalu dicek secara
teratur. Perubahan letak titik kontrol juga dapat terjadi pada dasar tanah, pada
timbunan pelapisan tanah yang mudah mampat atau proses dalam tanah itu
sendiri, seperti proses yang terjadi akibat besarnya $ariasi kadar kelembaban.
$. Penen*&an e%e/en-e%e/en )*r&*&r
.etak dari elemen-elemen utama struktur ditentukan berdasarkan pada sistem
re&erensi yang digunakan.
Titik o&&set re&erensi harus ditetapkan untuk tiap elemen utama. .etak dan jarak
o&&set tiap-tiap titik re&erensi harus hati-hati diputuskan dan dikenali dilapangan
dan untuk menyiapkan tahap penentuan kembali yang mudah bagi letak elemen
utama selama pelaksanaan pekerjaan sehingga titik-titik ini tidak terganggu.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-41
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
.etak elemen-elemen kecil lain seperti kerb, parapet, galian drainase ditentukan
berdasarkan pada letak elemen-elemen dengan mempertimbangkan
pengukuran.
Penempatan dan pematokan letak elemen-elemen yang telah ditentukan harus
diperiksa. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara terpisah dan dilakukan oleh
/ta& ,ngineer dengan menggunakan peralatan lain yang berbeda dengan
peralatan yang digunakan pada saat penempatan dan pematokan aal.
'agi kontraktor yang melaksanakan pemeriksaan ulang atas hasil pekerjaannya
sendiri, dianjurkan untuk menggunakan methoda lain yang berbeda dengan
methoda yang telah digunakan pada saat aal penempatan dan pematokan.
3ntuk menghindari kesalahan dari ketidak tepatan identi&ikasi patok, ketidak-
tepatan panandaan atau kesalahan dalam melaksanakan sur$ei, maka
pengukuran jarak dan beda tinggi dilakukan dengan memeriksa hasil pekerjaan
dari titik aal suatu sisi sampai pada titik akhir pada sisi yang lain, kemudian
diikatkan pada titik kontrol hasil sur$ei pertama. Pemeriksaan ini tidak
diperkenankan dilakukan hanya dengan mengukur dari satu titik akhir saja atau
dua titik akhir pada sisi yang terpisah.
7. Ma*eria% < Ba(an-8e*'n
a. Se/en
Konsultan /uper$isi harus memastikan baha kontraktor memenuhi persyaratan
syarat-syarat teknik yang berhubungan dengan pemakaian, penyimpanan dan
umur semen.
8. A#re#a*
Pemilihan agregat yang sesuai sangat penting pada produksi beton yang baik.
(gregat beton harus terdiri dari partikel-partikel yang bersih, keras dan tahan serta
cukup kuat untuk menahan beban yang diterima oleh beton. Pada umumnya,
agregat tersebut terdiri dari pasir atau kerikil alam, atau batu pecah.
A#re#a* 8e*'n (ar&) :
• 6ukup kuat dan keras untuk dapat menghasilkan beton dengan kekuatan tekan
yang memenuhi syarat, dan tahan terhadap abrasi.
• 'ersih atau bebas dari kotoran seperti Lat-Lat organik, karena dapat
menghambat pembekuan dan pengerasan beton. Tidak mengandung lanau
dan lempung karena dapat memperlemah beton. Partikel-partikel yang lemah
dan lunak dapat mengurangi kekuatan beton dan dapat hancur bila terbuka
terhadap cuaca. .empung atau bahan lemah lainnya yang menutupi
permukaan agregat dapat mengurangi ikatan antara agregat dan pasta semen.
Gra$a)i :
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-42
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• (gregat yang bergradasi baik akan menghasilkan beton yang mudah
dikerjakan agregat yang tidak memenuhi gradasi yang disyaratkan cenderung
untuk terjadi pemisahan (segregation) dan airnya akan merembes keluar
(bleeding).
• Pada umumnya pasir yang bergradasi kasar paling dikehendaki. 4isisi lain,
semua pasir harus mengandung kuantitas partikel halus yang cukup untuk
membantu mendapatkan kemampuan pengerjaan yang baik. /uatu gradasi
pasir dimana satu atau dua ukuran partikel sangat dominan harus dihindarkan.
Pasir demikian mempunyai kadar udara yang besar, oleh karena itu
memerlukan pasta semen dalam jumlah besar untuk dapat menghasilkan
campuran yang dapat dikerjakan dengan baik.
Ben*& par*ie% $an *e)*&r per/&aan :
'entuk partikel dan permukaan dari agregat akan mempengaruhi kemampuan
pengerjaan pada beton. Partikel sepihan (fla(ey) bersudut tidak hanya menyulitkan
dalam pengerjaan tetapi juga menyebabkan pemisah, maka harus dihindari.
Kekuatan maksimum, dengan sedikit kesulitan dalam pengerjaan, akan dihasilkan
oleh agregat pecah (crushed) dengan pelekatan antara muka batuan yang tidak
rata.
U&ran /a)i/&/ :
Penghematan yang paling besar didapatkan bila ukuran agregat maksimum
terbesar digunakan. *aktor-&aktor yang membatasi gradasi adalah kemampuan
peralatan pengaduk, pengangkat dan pengecoran untuk dapat menangani ukuran-
ukuran lebih besar, dan jarak bebas (spacing) antara acuan dan tulangan. 3kuran
agregat maksimum tidak boleh melebihi dua pertiga jarak bebas antara tulangan
atau tiga perempat selimut beton hingga penulangan. 4alam syarat-syarat teknik,
penggunaan beton pada berbagai bagian pekerjaan diberi batasan yang
menggambarkan batas-batas tersebut diatas.
9. Air
• (ir yang dipakai untuk beton tidak boleh mengandung garam, larutan Lat
organik, atau bahan lain yang akan mengganggu hidrasi semen.
• (ir yang dapat diminum biasanya memuaskan. !ika ada keraguan, suatu batch
percobaan beton harus dibuat dan diuji untuk membandingkan tingkat
pengerasan dan kekuatan ultimatenya dengan beton serupa yang dibuat
dengan air murni % segar.
• (ir laut tidak boleh digunakan pada beton bertulang, karena menyebabkan
korosi pada penulangan.
$. U$ara
Kehadiran rongga didalam beton sangat mengurangi kekuatannya. !umlah sekecil
E persen dapat mengurangi kekuatan dengan ;G persen, dan 7 persen dapat
mengurangi kekuatan -G persen.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-43
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Rongga pada beton adalah "
• +elembung udara yang tertahan, atau
• Ruangan yang tertinggal setelah air berlebihan dihilangkan, hal ini tergantung
pada ratio semen air (water cement ratio) dari campuran
Telah biasa dilaksanakan untuk entrain udara hingga I persen dalam beton dengan
menggunakan campuran tambahan yang sesuai. +elembung udara tersebut jauh
lebih kecil (G,GE mm) dari pada gelembung yang secara tidak sengaja masuk atau
tertahan, dan terpisah-pisah sehingga tidak berbentuk saluran untuk leatnya air
dan permeabilitas beton tidak bertambah.
;. Pen"i/panan Ba(an
-. Se/en
)arus disimpan didalam gudang semen atau bangunan tahan cuaca dan teratur
agar dapat digunakan dengan urutan sesuai pengiriman. /emen yang disimpan
lebih dari empat bulan harus diuji kembali sebelum digunakan.
7. A#re#a*
(gregat harus disimpan dalam bak (bin) atau tempat penimbunan (stoc(pile)
berdekatan dengan pekerjaan dengan tiap ukuran dipisah dari ukuran lainnya
secara pasti untuk mencegah saling tercampur. .antai penimbunan harus kering
dan dilapisi kerikil atau bahan untuk mencegah bercampurnya timbunan dengan
tanah.
=. Peer!aan Ja%an
A. K'/p'nen &*a/a peer!aan !a%an
Pembangunan jalan meliputi komponen pekerjaan pokok antara lain dan tidak
terbatas pada "
a. Penentuan batas-batas pekerjaan.
b. Pekerjaan galian.
c. Pekerjaan timbunan.
d. Penyiapan subgrade % tanah dasar.
e. Pembuatan sub base course 5 base course.
&. Pembuatan lapis permukaan % pengaspalan % hotmi?.
g. Pekerjaan rigid pa$ement.
h. Pekerjaan struktur.
a. Penen*&an 8a*a)-8a*a) peer!aan
/ebelum pekerjaan dimulai perlu diadakan pengukuran, khususnya
berkenaan dengan ukuran lebar jalan, lokasi jalan, ele$asi permukaan,
struktur drainase.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-44
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Kontraktor dan Konsultan harus mencapai persetujuan terlebih dahulu
mengenai ketepatan pengukuran agar hasil pekerjaan sesuai dengan
+ambar kontrak.
b. Peer!aan Ga%ian
Pekerjaan ini umumnya terdiri dari galian, pembuangan dari tanah atau
batuan atau bahan-bahan lainnya dari badan jalan atau yang berdekatan
yang diperlukan untuk pembentukan konstruksi jalan.
Pekerjaan tersebut juga diperlukan untuk pembuatan saluran air dan
selokan, untuk pembentukan pondasi untuk pipa, gorong-gorong atau
struktur lainnya, untuk pengeluaran bahan-bahan yang tidak terpakai dan
tanah humus, untuk pekerjaan stabilisasi, untuk bahan-bahan konstruksi
galian tambahan atau pembuangan bahan-bahan sisa galian dan pada
umumnya untuk pembentukan tempat kerja yang sesuai dengan spesi&ikasi.
c. Peer!aan Ti/8&nan
Pekerjaan ini terdiri dari pengangkutan, penempatan dan pemadatan tanah
atau bahan-bahan butiran untuk pekerjaan timbunan, untuk pengurugan
kembali pada parit atau galian disekeliling pipa atau daerah luar struktur,
penimbunan untuk pembentukan konstruksi menurut garis, kelandaian dan
ketinggian dari penampang melintang yang ditentukan.
d. Pen"iapan )&8#ra$e < *ana( $a)ar
Pekerjaan ini terdiri dari persiapan permukaan tanah dasar setelah
penyelesaian pekerjaan-pekerjaan penggalian atau penimbunan untuk
penempatan lapisan pondasi baah (subbase), trotoar, jalur-jalur pemisah
(median) dan bahu jalan (termasuk tempat parkir dan persimpangan).
Pekerjaan meliputi penggalian kecil dan pekerjaan timbunan diikuti dengan
pembentukan, pemadatan dan pengujian % test laboratorium maupun test
lapangan, serta pemeliharaan dari pada permukaan yang dipersiapkan
sampai bahan-bahan perkerasan jalan ditempatkan diatasnya.
e. Pe/8&a*an )&88a)e 9'&r)e F 8a)e 9'&r)e
Pekerjaan terdiri dari penyediaan, pemrosesan, pengangkutan,
penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat dari campuran batu
pecah bergradasi tertentu pada suatu permukaan yang dipersiapkan untuk
itu.
Pemrosesan meliputi pemecahan, penyaringan, pencampuran dan setiap
operasi pelaksanaan lainnya untuk menghasilkan suatu bahan sesuai
dengan persyaratan pengujian bahan%material apakah bisa digunakan atau
tidak untuk agregat sesuai dengan persyaratan, jika test lapangan dilakukan
untuk pengendalian kualitas.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-45
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
&. Peer!aan pen#a)pa%an < ('*/iC
Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan suatu lapisan hotmi?, campuran tersebut
harus dicampur dalam (sphalt #i?ing Plant, dihampar dan dipadatkan pada
suatu permukaan yang disetujui oleh Konsultan.
Pelapisan aspal direncanakan dengan menggunakan prosedur khusus yang
diberikan dalam spesi&ikasi, untuk menjamin baha asumsi-asumsi rencana
mengenai kadar aspal e&ektip, rongga udara, stabilitas, dan ketebalan lapisan
aspal benar-benar terpenuhi.
,>uipment yang digunakan pada umumnya terdiri dari Asphalt .i4ing #lant-
Asphalt 1prayer- Asphalt Ainisher- /endem 3oller dan #neumatic /ire 3oller.
3ntuk mendapatkan campuran hotmi? yang memenuhi persyaratan
spesi&ikasi, test-test antara lain sebagai berikut ini perlu dilaksanakan "
• .arshall test
• E4traction test
• Asphalt properties
• /uhu campuran
• ore drill
• dan lain-lain yang disebutkan dalam spesi&ikasi.
g. Peer!aan ri#i$ paBe/en*
Pekerjaan ini terdiri dari konstruksi perkerasan jalan beton semen portland
diberi dowel dan tie bar sebagaimana disyaratkan, di atas badan jalan yang
telah dipersiapkan, dan menurut garis-garis, ketinggian, kelandaian, ukuran,
penampang melintang dan penyelesaian akhir yang diperlihatkan dalam
gambar.
-). Ba(an-8a(an
'ahan % material berikut ini harus mengikuti ketentuan dalam
spesi&ikasi "
• /emen
• (ir
• Persyaratan gradasi agregat
• /i&at agregat
• #embran kedap air
• Tulangan baja, doel, tie bar " 'atan> baja untuk 4oel harus
berupa batang bulat biasa sesuai den>an ((/)TO # ;-. 'atang-
batang 4oel berlapis plastik yang memenuhi ((/)TO # 7E=
dapat digunakan. 'atang pengikat harus berupa batang-batang
baja berulir sesuai dengan ((/)TO # ;-.
• 'ahan-bahan untuk sambungan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-46
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
7). Per)"ara*an )iAa* 9a/p&ran $an e&a*an 8e*'n
• Kuat tekan karateristik beton dan kuat lentur karakteristik harus
sesuai dengan persyaratan dalam spesi&ikasi.
• 'eton harus merupakan jenis yang memi2iki si&at kemudahan
pengerjaan yang sesuai untuk mencapai pemadatan penuh. /lump
optimum harus sesuai dengan persyaratan dalam spesi&ikasi.
;) Pen#e9'ran
• Pengecoran beton harus diteruskan dengan tanpa berhenti sampai
pada suatu sambungan konstruksi yang telah ditentukan dan
disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan tersebut diselesaikan.
• 'eton harus dicor dengan cara sedemikian rupa untuk
menghindari segregasi % pemisahan partikel-partikel halus dan
kasar dalam campunan yang bersangkutan. 'eton harus dicor ke
dalam acuan-acuan sedekat mungkin dengan posisi akhirnya
untuk menghindari pengaliran dan tidak boleh mengalir lebih dari -
m setelah pengecoran.
• 'eton harus dicor dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga
beton yang baru dicor menyatu dengan beton yang dicor
sebelumnya sementara yang baru dicor masih plastis.
=). Pera+a*an
• /egera setelah penyapuan dan perapian tepi selesai peraatan
beton harus dimulai.
• Permukaan terbuka beton yang baru dicor harus dilindungi dengan
menggunakan bahan-bahan yang bersi&at mere&leksi panas dan
hujan.
• 'ahan yang digunakan harus dijaga agar tetap basah untuk aktu
tidak kurang dari E hari, sampai suatu tingkat yang menjamin
baha -GG K kelembaban dipertahankan pada permukaan beton.
• Kegiatan-kegiatan pengecoran beton harus ditunda jika
penyediaan air tidak cukup baik untuk peraatan, atau bila tidak
cukup persediaan bahan peraatan lainnya tersedia di lokasi
pekerjaan.
E). Pe/8'n#aran a9&an
(cuan-acuan tidak boleh dibongkar sampai beton yang baru
ditempatkan telah mengeras untuk sekurang-kurangnya -7 jam.
(cuan-acuan tersebut harus dibongkar dengan hati-hati untuk
menghindarkan kerusakan pada perkerasan jalan.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-47
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
F). Pe/8&aan &n*& %a%&-%in*a)
!alan tidak boleh dibuka untuk lalu-lintas sebelum hasil test terhadap
sampel mencapai kekuatan lentur minimum tidak kurang dari JG K
kekuatan umur 7I hari, sebagaimana ditentukan pada spesi&ikasi .
Perkerasan tak boleh dibuka untuk lalu-lintas sebelum -= hari dari saat
beton dihamparkan. /ebelum lalu lintas dibuka, perkerasan harus
dibersihkan dan penutup (sealing) sambungan sudah sempurna.
H). Sa/8&n#an :!'in*);
/ambungan harus dibuat dengan tipe, ukuran dan pada lokasi seperti
yang ditentukan dalam +ambar. /emua sambungan harus dilindungi
agar tidak kemasukan material yang tidak dikehendaki sebelum ditutup
dengan bahan pengisi.
a). Sa/8&n#an /e/an!an# (longitudinal joints)
• 'atang baja ulir (deformed) dengan panjang, ukuran, dan
jarak seperti yang ditentukan harus diletakkan tegak lurus
dengan sambungan longitudinal.
• /ambungan longitudinal gergajian (longitudinal sawn )oint)
harus dibuat dengan pemotongan beton dengan gergaji
beton yang disetujui sampai kedalaman, lebar dan garis
sesuai +ambar. /ambungan longitudinal ini harus digergaji
sebelum berakhirnya masa peraatan beton, atau segera
sesudahnya sebelum peralatan atau kendaraan
diperbolehkan memasuki perkerasan beton baru tersebut.
4aerah yang akan digergaji harus dibersihkan dan
sambungan harus segera diisi dengan material penutup
(sealer) sesuai dengan yang disyaratkan.
b). Sa/8&n#an 'n*ra)i /e%in*an# (trans,erse contraction
joints)
/ambungan ini terdiri dari bidang-bidang yang diperlemah dengan
membuat takikan % alur dengan pemotongan permukaan
perkerasan, disamping itu bila tertera pada +ambar juga harus
mencakup pasangan alat transfer beban (load transfer
assemblies).
• /ambungan kontraksi kepingan melintang (trans$erse strip
contraction )oints)
• Takikan % alur (formed groo$es)
• /ambungan gergajian (sawn contraction )oints)
• /ambungan kontraksi acuan melintang (trans$erse formed
contraction )oints)
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-48
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
c). A%&r pa$a )a/8&n#an
• (lur-alur tersebut dapat dibentuk pada aktu beton masih
dalam keadaan plastis atau digergaji setelah beton
mengeras.
• 'agian alur yang akan ditutup % disegel harus mempunyai
sisi-sisi yang benar-benar $ertikal dan sejajar.
I). Pen"e#e%an :pen&*&p a%&r;
• Penyegelan permanen sambungan-sambungan harus
dilaksanakan dalam aktu 7I hari sejak pengecoran beton.
/egera sebelum penyegelan permanen, sambungan harus
dibersihkan dari segala kotoran, bahan lepas, penyegelan
sementara, pembentuk atau bahan pengisi yang harus dibuang.
• 'ahan penyegel harus dituang sampai pada suatu permukaan
antara ; mm dan F mm di baah permukaan beton yang
bersangkutan.
J). A%a* *ran)Aer 8e8an (load trans.er de,ices)
• 'ila digunakan dowel (batang baja polos), maka harus dipasang
sejajar dengan permukaan dan garis sumbu perkerasan beton,
dengan memakai pengikat % penahan logam yang dibiarkan
terpendam dalam perkerasan.
• 3jung dowel harus dipotong agar permukaannya rata. 3kuran
bagian doel yang harus dilapisi pelumas harus sesuai yang
tertera pada +ambar, agar bagian tersebut tidak ada lekatan
dengan beton, penutup (selubung) dowel- harus dipasang pada
setiap batang dowel pada sambungan ekspansi. Penutup itu harus
berukuran pas dengan dowel dan bagian ujung yang tertutup harus
tahan air.
-G). Men&*&p )a/8&n#an (sealing joint)
• /ambungan harus ditutup segera sesudah selesai proses
peraatan (curing) beton dan sebelum jalan terbuka untuk lalu-
lintas, termasuk kendaraan Kontraktor. /ebelum ditutup, setiap
sambungan harus dibersihkan dari material yang tidak
dikehendaki, termasuk bahan peraatan (membrane curing
compound) dan permukaan sambungan harus bersih dan kering
ketika diisi dengan material penutup.
• #aterial penutup ()oint sealer) yang digunakan pada setiap
sambungan harus sesuai dengan yang tertera pada +ambar.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-49
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• #aterial penutup harus diaduk selama pemanasan untuk
mencegah pemanasan yang berlebihan secara tidak merata.
Caktu dituangkan, jangan sampai material ini tumpah pada
permukaan beton yang terbuka. Kelebihan material pada
permukaan beton harus segera dibersihkan. Penggunaan pasir
atau material lain sebagai pelindung material penutup tidak
diperbolehkan.
'. Jeni) $an A&n#)i %api)an perera)an
Konstruksi perkerasan lentur terdiri dari lapisan-lapisan yang diletakkan diatas
tanah dasar yang telah dipadatkan. .apisan-lapisan tersebut ber&ungsi untuk
menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan dibaahnya.
Konstruksi perkerasan terdiri dari "
• .apisan permukaan ( surface course ).
• .apisan pondasi atas ( base course ).
• .apisan pondasi baah ( subbase course ).
• .apisan tanah dasar ( subgrade ).
a. Lapi)an per/&aan ( sur.ace course )
.apis permukaan ber&ungsi sebagai "
• .apis perkerasan penahan beban roda.
• .apis kedap air.
• .apis aus.
• .apis yang menyebarkan beban ke lapisan baah.
b. Lapi) p'n$a)i a*a) ( base course )
*ungsi lapisan pondasi atas ini antara lain sebagai "
• #enahan gaya lintang beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan
dibaahnya.
• .apisan peresapan.
• 'antalan terhadap lapisan permukaan.
c. Lapi) p'n$a)i 8a+a( ( subbase course )
.apis pondasi baah ini ber&ungsi sebagai "
• #enyebarkan beban roda ke tanah dasar.
• ,&&isiensi penggunaan material.
• #engurangi tebal lapisan diatasnya yang lebih mahal.
• .apis peresapan.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-50
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• .apisan pertama agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
• .apisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke
lapis pondasi atas.
d. Lapi)an *ana( $a)ar ( subgrade )
• .apisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah
aslinya baik, atau tanah baik yang didatangkan dari tempat lain dan
dipadatkan.
• Kekuatan dan keaetan konstruksi perkerasan jalan sangat ditentukan
oleh si&at-si&at daya dukung tanah dasar.
>. Ma*eria% 'n)*r&)i perera)an
a. Tana( $a)ar
• Tanah dasar yang baik untuk konstruksi perkerasan jalan adalah tanah
dasar yang berasal dari lokasi itu sendiri atau didekatnya (klasi&ikasi
tanah baik, bukan tanah (-H-F), yang telah dipadatkan sampai tingkat
kepadatan tertentu sehingga mempunyai daya dukung yang baik serta
berkemampuan mempertahankan perubahan $olume selama masa
pelayanan alaupun terdapat perbedaan kondisi lingkungan.
• /i&at masing-masing jenis tanah tergantung dari tekstur, kepadatan,
kadar air, kondisi lingkungan, dan lain sebagainya.
• 4aya dukung tanah dasar dapat diperkirakan dengan mempergunakan
hasil klasi&ikasi ataupun dari pemeriksaan 6'R.
8. A#re#a*
(gregat % batuan merupakan komponen utama dari lapisan perkerasan jalan
yaitu mengandung J7 - JE K agregat berdasarkan persentase berat. 4engan
demikian daya dukung, keaetan dan mutu perkerasan jalan ditentukan juga
dari si&at agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain.
/i&at dan kalitas agregat menentukan kemampuannya dalam memikul
beban lalu-lintas. /i&at agregat yang menentukan kalitasnya sebagai bahan
konstruksi perkerasan jalan dapat dikelompokkan menjadi ; kelompok yaitu "
• Kekuatan dan keaetan (strength 0 durability) lapisan perkerasan
dipengaruhi oleh " gradasi, ukuran maksimum, kadar lempung,
kekerasan dan ketahanan, bentuk butir, tekstur permukaan.
• Kemampuan dilapisi aspal dengan baik, dipengaruhi oleh " porositas,
kemungkinan basah, jenis agregat.
• Kemudahan dalam pelaksanaan dan menghasilkan lapisan yang nyaman
dan aman, dipengaruhi oleh " tahanan geser (s(id resistance)- campuran
yang memberikan kemudahan dalam pelaksanaan (wor(ability).
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-51
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Gra$a)i
+radasi atau distribusi partikel-partikel berdasarkan ukuran agregat
merupakan hal yang penting dalam menentukan stabilitas perkerasan.
+radasi agregat mempengaruhi besarnya rongga antar butir yang akan
menentukan stabilitas dan kemudahan dalam proses pelaksanaan.
+radasi agregat dapat dibedakan atas "
• Gra$a)i )era#a/ (&ni.orm graded) :
(dalah agregat dengan ukuran yang hampir sama atau mengandung
agregat halus yang sedikit. +radasi seragam disebut juga gradasi
terbuka. (gregat dengan gradasi seragam akan menghasilkan lapisan
perkerasan dengan si&at permeabilitas tinggi, stabilitas kurang, berat
$olume kecil.
• Gra$a)i rapa* :Den)e #ra$e$; :
#erupakan campuran agregat kasar dan halus dalam porsi yang
berimbang, sehingga dinamakan juga agregat bergradasi baik (well
graded). (gregat dengan gradasi rapat akan menghasilkan lapisan
perkerasan dengan stabilitas tinggi, kurang kedap air, si&at drainase jelek
dan berat $olume besar.
• Gra$a)i 8&r& :P''r%" #ra$e$; :
#erupakan campuran agregat yang tidak memenuhi 7 kategori diatas.
(gregat bergradasi buruk yang umum digunakan untuk lapisan
perkerasan lentur yaitu gradasi senjang (gap graded)- merupakan
campuran agregat dengan - &raksi hilang atau sedikit sekali. (gregat
dengan gradasi senjang akan menghasilkan lapisan perkerasan yang
mutunya terletak antara kedua jenis diatas.
Ka$ar %e/p&n#
.empung mempengaruhi mutu campuran agregat dengan aspal, karena "
• .empung membungkus partikel-partikel agregat sehingga ikatan antara
agregat dan aspal berkurang.
• .uas daerah yang harus diselimuti aspal bertambah.
• Tipisnya lapisan aspal mengakibatkan lapisan mudah teroksidasi
sehingga lapisan cepat rapuh % getas.
• .empung cenderung menyerap air yang berakibat hancurnya lapisan
aspal.
Da"a *a(an a#re#a*
4aya tahan agregat adalah ketahanan agregat untuk tidak hancur%pecah oleh
pengaruh mekanis ataupun kimia.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-52
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
Ben*& $an *e)*&r a#re#a*
'entuk dan tekstur mempengaruhi stabilitas dari lapisan perkerasan yang
dibentuk oleh agregat tersebut.
• Partikel agregat bulat saling bersentuhan dengan luas bidang kontak
kecil sehingga menghasilkan daya interlocking yang lebih kecil dan lebih
mudah tergelincir.
• Partikel agregat berbentuk lonjong mempunyai si&at interlocking hampir
sama dengan yang berbentuk bulat.
• Partikel berbentuk kubus mempunyai bidang kontak yang lebih luas,
memberikan interloc(ing % saling mengunci yang lebih besar, dengan
demikian kestabilan yang diperoleh lebih besar dan lebih tahan terhadap
de&ormasi yang timbul. (gregat berbentuk kubus ini paling baik
digunakan sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan.
• (gregat berbentuk pipih mudah pecah pada aktu pencampuran,
pemadatan, ataupun akibat beban lalu-lintas, oleh karena itu banyaknya
agregat pipih ini dibatasi dengan menggunakan nilai indeks kepipihan
yang disyaratkan.
Da"a %ea* *er(a$ap a)pa%
*aktor yang mempengaruhi lekatan aspal dan agregat dapat dibedakan atas
7 bagian yaitu "
• /i&at mekanis yang tergantung dari " Pori-pori dan absorbsi, 'entuk dan
tekstur permukaan, 3kuran butir.
• /i&at kimiai dari agregat.
Bera* !eni) (spesi.ic gra,ity)
'esarnya berat jenis agregat penting dalam perencanaan campuran agregat
dengan aspal karena umumnya direncanakan berdasarkan perbandingan
berat dan juga untuk menentukan banyak pori. (gregat dengan berat jenis
yang kecil mempunyai $olume yang besar sehingga dengan berat yang sama
membutuhkan jumlah aspal yang lebih banyak. 4isamping itu agregat
dengan kadar pori besar membutuhkan jumlah aspal yang banyak.
9. A)pa%
/ebagai salah satu material konstruksi perkerasan lentur, aspal merupakan
salah satu komponen kecil, umumnya = - I K berdasarkan berat, tetapi
merupakan komponen yang relati& mahal.
/i&at aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspal akan menjadi kaku
dan rapuh dan akhirnya daya adhesinya terhadap partikel agregat akan
berkurang. Perubahan ini dapat diatasi % dikurangi jika si&at-si&at aspal
dikuasai dan dilakukan langkah-langkah yang baik dalam proses
pelaksanaan.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-53
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
!enis aspal berdasarkan cara diperolehnya dapat dibedakan atas "
• (spal alam " contoh aspal 'uton.
• (spal buatan " contoh aspal minyak.
(spal minyak dapat dibedakan "
• (spal keras % panas ((sphalt 6ement < (6) " (6 pen =G%EG, (6 pen
FG%HG, (6 pen IE%-GG, (6 pen -7G%-EG, (6 pen 7GG%;GG.
• (spal dingin % cair (6ut back asphalt) " R6 (Rapid 6uring cut back), #6
(#edium 6uring cut back), /6 (/lo 6uring cut back).
• (spal emulsi (,mulsion (sphalt) " Kationik, (nionik, 0onionik, R/ (Rapid
/etting), #/ (#edium /etting), // (/lo /etting).
(spal yang dipergunakan pada konstruksi perkerasan jalan ber&ungsi
sebagai "
• 'ahan pengikat.
• 'ahan pengisi.
4. A)pa% 8e*'n 9a/p&ran pana) :@'*/iC;
)otmi? merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan lentur. !enis perkerasan
ini merupakan campuran antara agregat dan aspal pada suhu tertentu (dicampur
dalam keadaan panas).
a. K%a)iAia)i a)pa% 8e*'n
'erdasarkan &ungsinya aspal beton campuran panas dapat diklasi&ikasikan
sebagai berikut "
• /ebagai lapis permukaan.
• /ebagai lapis pondasi atas.
• /ebagai lapis pembentuk pondasi % permukaan.
b. Kara*eri)*i 9a/p&ran
Karakteristik campuran yang harus dimiliki oleh campuran aspal beton
campuran panas adalah "
• /tabilitas.
• 4urabilitas.
• *leksibilitas.
• Tahanan geser (s(id resistance).
• Kedap air.
• Kemudahan pengerjaan (wor(ability).
• Aati,ue resistance.
c. Peren9anaan 9a/p&ran
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-54
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
6ampuran antara agregat dan aspal harus ditentukan % direncanakan
seoptimal mungkin sehingga dihasilkan lapisan perkerasan dengan kalitas
yang baik, meliputi gradasi agregat (dengan juga memperhatikan mutu
agregat) dan kadar aspal sehingga dihasilkan lapisan perkerasan yang dapat
memenuhi kriteria sebagai berikut "
• Kadar aspal cukup memberikan kelenturan.
• /tabilitas cukup memberikan kemampuan memikul beban sehingga tak
terjadi de&ormasi yang merusak.
• Kadar rongga cukup memberikan kesempatan untuk pemadatan
tambahan akibat beban berulang dan &lo dari aspal.
• 4apat memberikan kemudahan kerja.
Perencanaan campuran diperlukan untuk mendapatkan resep campuran
yang memenuhi spesi&ikasi. #etode perencanaan campuran yang umum
dipergunakan di 2ndonesia antara lain yang bersumber dari '/EJ= yang lebih
dikenal dengan nama metode 686#3.
d. A)p(a%* MiCin# P%an*
Proses pencampuran aspal beton campuran panas dilakukan di (sphalt
#i?ing Plant ((#P).
!enis (#P sesuai dengan komponen-komponen yang dimiliki (#P dibagi
atas 7 jenis yaitu "
• (lat pencampur dengan penakaran ('atch plant).
• (lat pencampur tipe menerus (ontinuous plant).
e. Per/a)a%a(an "an# $apa* /e/pen#ar&(i +a%i*a) ('*/iC
*aktor-&aktor yang dapat mempengaruhi kalitas hotmi? antara lain "
• Penimbunan agregat, yang dapat menyebabkan terjadinya segregasi
dan degradasi serta kontaminasi, jika tidak mengikuti proses yang benar.
• O$er heating baik agregat maupun aspal.
• 3nder heating baik agregat maupun aspal.
• 6ampuran rencana yang tidak tepat.
• (gregat yang basah.
• Komponen (#P mengalami kerusakan yang tidak diketahui.
• Pengaturan masing-masing komponen tidak memenuhi persyaratan
yang diminta.
• Penimbangan yang tidak baik % terkontrol baik.
• Pemuatan ke truck pengangkut yang kurang baik sehingga terjadi
segregasi.
• Penghamparan yang kurang baik sehingga terjadi segregasi.
• Tebal penghamparan yang terlalu tebal.
• (lat pemadat dan proses pemadatan yang tidak baik.
• Temperatur penghamparan dan pemadatan yang tidak tepat.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-55
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• Kondisi lokasi jalan sebelum penghamparan tidak memenuhi
persyaratan.
• !angka aktu dari proses pemadatan sampai jalan dibuka untuk lalu-
lintas umum terlalu cepat.
&. Pe/a$a*an ('*/iC
Pemadatan dilakukan dalam ; tahap yang berurutan "
• Pe/a$a*an a+a% (3reakdo0n rolling) : 'er&ungsi untuk mendudukkan
material pada posisinya dan sekaligus memadatkannya. (lat yang
digunakan adalah Tandem Roller.
• Pe/a$a*an an*ara < e$&a ($econdary rolling) : #erupakan
pemadatan seperti pemadatan akibat beban lalu-lintas. (lat yang
digunakan adalah Pneumatic Tire Roller.
• Pe/a$a*an a(ir (4inis+ing rolling) : 3ntuk menghilangkan jejak-jejak
roda ban. Penggilasan dilakukan pada temperatur diatas titik lembek
aspal. (lat pemadat yang digunakan adalah Tandem Roller.
E. Peer!aan )*r&*&r
A. Be*'n
• Pekerjaan ini mencakup pelaksanaan seluruh struktur beton, termasuk
tulangan, struktur pracetak, sesuai dengan /pesi&ikasi dan sesuai dengan
garis, ele$asi, kelandaian dan dimensi yang ditunjukkan dalam +ambar.
• Pekerjaan ini harus meliputi pula penyiapan tempat kerja untuk pengecoran
beton, pemeliharaan pondasi, pengadaan lantai kerja, pemompaan atau
tindakan lain untuk mempertahankan agar pondasi tetap kering.
• #utu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan
dalam Kontrak haruslah seperti yang ditunjukkan dalam +ambar.
• /yarat dari R/02-T--7-7GG=, '#/ -JJ7, /02-G;-7I;;--JJ7, ((/)TO ('ridge),
harus diterapkan sepenuhnya pada semua pekerjaan beton yang dilaksanakan
dalam Kontrak ini, kecuali bila terdapat ketidak-sesuaian dengan ketentuan
dalam /pesi&ikasi.
B. Ke%a) 8e*'n $an pen##&naann"a
!enis beton dan penggunaannya adalah seperti dijelaskan dalam spesi&ikasi dan
ketentuan dalam gambar, atau diperintahkan Konsultan Pengaas.
>. S*an$ar pr'p'r)i 9a/p&ran 8e*'n &n*& )*r&*&r
Proporsi campuran seperti dalam spesi&ikasi atau campuran beton yang disetujui oleh
Konsultan Pengaas dan atau Kuasa Pengguna (nggaran.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-56
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
D. Pe/8'n#aran A9&an
• (cuan tidak boleh dibongkar dari bidang $ertikal, dinding, kolom yang tipis dan
struktur yang sejenis lebih aal ;G jam setelah pengecoran beton. 6etakan
yang ditopang oleh perancah di baah pelat, balok, gelegar, atau struktur
busur, tidak boleh dibongkar hingga pengujian menunjukkan baha paling
sedikit IE K dari kekuatan rancangan beton telah dicapai.
• 3ntuk memungkinkan pengerjaan akhir, acuan yang digunakan untuk
pekerjaan ornamen, sandaran (railing), dinding pemisah (parapet), dan
permukaan $ertikal yang terekspos harus dibongkar dalam aktu paling sedikit
J jam setelah pengecoran dan tidak lebih dari ;G jam, tergantung pada
keadaan cuaca.
E. Pera+a*an $en#an pe/8a)a(an
• /egera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini,
temperatur yang terlalu panas, dan gangguan mekanis. 'eton harus dijaga
agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan diperoleh
temperatur yang relati& tetap dalam aktu yang ditentukan untuk menjamin
hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen dan pengerasan beton.
• 'eton harus diraat, sesegera mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan
menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air. .embaran bahan
penyerap air ini yang harus dibuat jenuh dalam aktu paling sedikit ; hari.
/emua bahan peraat atau lembaran bahan penyerap air harus dibebani atau
diikat ke baah untuk mencegah permukaan yang terekspos dari aliran udara.
• 'ilamana digunakan acuan kayu, acuan tersebut harus dipertahankan basah
pada setiap saat sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan-
sambungan dan pengeringan beton. .alu lintas tidak boleh diperkenankan
meleati permukaan beton dalam H hari setelah beton dicor.
• .antai beton sebagai lapis aus harus diraat setelah permukaannya mulai
mengeras dengan cara ditutup oleh lapisan pasir lembab setebal E cm paling
sedikit selama 7- hari.
E.1.,?. MENG@INDARI KEMUNGKINAN KEGAGALAN PEKERJAAN
Kesalahan umum (common mista(e) yang kemungkinan akan terjadi perlu dihindari, yaitu
mungkin disebabkan karena perencanaan dan pelaksanaan serta mungkin akibat atau
masalah yang timbul.
-. Pen#&&ran
• ,le$asi perletakan dan jarak antar perletakan tidak sesuai " 3ntuk
menyamakan ele$asi landasan, dilakukan peninggian atau pembobokan
bagian atas abutment atau pilar.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-57
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
• !embatan tidak dapat dipasang " (pabila jarak antar perletakan tidak sesuai,
dilakukan perbaikan dimensi abutment atau pilar, juga mungkin akan berakibat
pada pondasi sehingga harus menambah tiang pancang.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-58
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
7. Pen&%an#an
Penyusunan tulangan salah (tulangan utama dan bagi terbalik), 3kuran tulangan
tidak sesuai rencana " Terjadi pengurangan kekuatan, .antai retak % pecah.
(lternati& solusinya antara lain "
• 'eton dibongkar dan tulangan diperbaiki kemudian baru beton dicor.
• Kalau beton belum dicor, tulangan diperbaiki susunannya.
;. Pen##an*ian *&%an#an
Tulangan ulir diganti dengan tulangan polos tanpa dilakukan penyesuaian " .uas
tulangan berkurang, Panjang penyaluran gaya berbeda, #omen geser berkurang,
'eton dapat retak % hancur. (lternati& solusinya antara lain "
• +anti tulangan polos dengan ulir.
• .akukan penyesuaian luas yang terpasang.
• Panjang penyaluran gaya disesuaikan (polos lebih panjang daripada ulir).
• 'eton terlanjur dicor, periksa desain dan apabila batas toleransi dileati, maka
beton dibongkar.
=. M&*& 8e*'n %an*ai
#utu beton untuk lantai jembatan kurang dari K-;EG ( &cB < ;G #Pa. ) " .antai dapat
retak, 3mur rencana lantai tidak tercapai. (lternati& solusinya antara lain "
• Perkuatan lantai dengan penambahan pelat baja di bagian baah lantai.
• #engurangi momen yang akan terjadi dengan menambah gelagar.
• Perbaikan retak dan pekuatan.
E. Pen#(en*ian pen#e9'ran
Penghentian pengecoran beton tidak pada daerah momen nol " (kan terjadi retak
pada sambungan. (lternati& solusinya antara lain "
• Terlanjur dan parah, beton dibongkar dan cor ulang.
• Kondisi tidak parah, periksa tegangan yang terjadi.
• +unakan lem beton pada sambungan beton untuk menyatukan beton.
F. >e%a( e5pansion joint
6elah e4pansion )oint terlalu besar, terjadi ketidak nyamanan pengguna jalan,
dapat terjadi kecelakaan. 6elah e4pansion )oint terlalu kecil, terjadi tumbukan
antara jembatan dengan bac(wall. (lternati& solusinya antara lain "
• #odi&ikasi celah e4pansion )oint.
• +anti e4pansion )oint yang sesuai dengan lebar celah (mahal).
• 3sahakan jenis e4pansion )oint yang tertutup agar kotoran tidak merusak
bagian landasan.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-59
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
H. Pe%a)anaan !a%an pen$ea*
Tinggi tanah timbunan M tinggi iLin " Tanah timbunan akan longsor. (lternati&
solusinya antara lain "
• .akukan pengamanan tebing, dengan cara pemasangan tiang pancang, sheet
pile, tembok penahan tanah dsb.
• .akukan penimbunan tanah samping sebagai counter-weight (kalau mungkin).
Penimbunan di atas tanah lunak, tanpa perbaikan tanah " Terjadi setlement, dan
tekanan tanah dapat mendorong kepala jembatan. (lternati& solusinya antara lain "
• .akukan perbaikan tanah dengan cara pemancangan crucuk, geote4tile
dengan arah mulai dari abutment ke arah luar.
Pemadatan jalan pendekat tidak sesuai dengan /pesi&ikasi " Terjadi settlement,
jalan pendekat akan runtuh. (lternati& solusinya antara lain "
• (pabila keruntuhan jalan pendekat sudah parah, bongkar dan lakukan
pemadatan yang sesuai.
• (pabila kerusakan parah dan tidak mungkin dilakukan perbaikan, bentangan
jembatan ditambah sesuai dengan kondisi yang diperlukan, perhitungkan
abutment sebagai pilar.
I. >(e9%i)* pe/eri)aan peran9a( sca..olding :
• .andasan atau dasar kuat.
• Pondasi cukup kering % ada drainase.
• Periksa sekrup-sekrup penyesuaian.
• )arus diperoleh copy gambar layout perancah.
• Toleransi maksimum tegak - " ;GG.
• /emua kerangka harus saling berhubungan.
E.1.30. GUALIT. ASSURAN>E
!aminan mutu memerlukan perubahan struktural terhadap metode super$isi. !uga
diperlukan super$isi yang permanen (tentunya untuk pekerjaan yang lebih besar),
standarisasi test dan pengetesan (termasuk kekerapan pengetesan) serta kriteria untuk
penaksiran (termasuk toleransi yang diijinkan). 4iperlukan pula guideline yang spesi&ik
untuk super$isor dan client atau pihak ketiga (seperti konsultan atau team audit teknis).
Tetapi untuk mengikat kontraktor dengan semua jaminan ini, perlu dimasukkan kedalam
tender dan dokumen kontrak, spesi&ikasi teknis, surat pernyataan, kantitas dan gambar.
(spek lain yang sangat mempengaruhi mutu akhir pekerjaan sipil ialah kecermatan
rancangan. Rancangan yang dibuat berdasarkan dana yang tersedia dan % atau
berdasarkan sur$ey yang tidak akurat cenderung mendapatkan lebih banyak masalah
mutu dibandingkan dengan rancangan yang secara akurat meakili kebutuhan-
kebutuhan dilapangan. Karena sebagian besar kontrak berdasarkan kantitas, maka
&okus pengaasan juga berdasarkan kantitas. )al ini dikuatkan pula dengan banyaknya
perbaikan yang diperlukan sebagai akibat tidak akuratnya rancangan. Perbaikan ini juga
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-60
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
memakan banyak aktu dan usaha kontraktor dan super$isor sehingga mereka hampir
tak mempunyai aktu untuk pemeriksaan mutu.
Pada &ormat kontrak saat ini, super$isor harus membuktikan baha pekerjaan kontraktor
mengikuti standard. 2ni berarti baha semua pengetesan harus dibayarkan oleh Pemberi
Tugas, dengan kata lain " cadangan anggaran untuk pengetesan merupakan persyaratan
untuk lebih memperkuat mutu.
Persyaratan testing dan kekerapannya pada dasarnya berarti pergeseran tanggung
jaab yaitu " kontraktor harus membuktikan baha pekerjaan itu dilakukan menurut
spesi&ikasinya, bukannya super$isor harus membuktikan baha pekerjaan ada dibaah
standard.
#emulai dan membentuk perubahan tanggung jaab ini bukanlah praktek yang mudah
dan cepat. Pola kerja dan prosedur yang sudah terbentuk harus dibuang, praktek dan
prosedur baru harus diambil tetapi input-input seperti peng-auditan tehnis, e$aluasi yang
dilakukan kontraktor dan lain-lain cenderung mempunyai dampak pada pendekatan
masalah ini.
Konsultan akan mendukung dan coba memulai perubahan-perubahan tersebut melalui
saran-saran yang sehubungan dengan perhitungan tehnis, saran yang berhubungan
dengan e$aluasi yang dilakukan kontraktor, saran pengaasan konstruksi serta
pelatihan. /atu cara yang mungkin dilakukan ialah mulai ber-e?perimen dengan
beberapa proyek yang dijalankan dengan cara yang berbeda dan yang diatur dengan
jenis kontrak yang berbeda pula.
/uatu pendekatan yang berbeda, tetapi saling melengkapi, terhadap jaminan kualitas,
yang di&okus secara intern, dilakukan dengan cara ketat memberlakukan prosedur re$ie
baik terhadap rancangan maupun hal-hal berikutnya serta ketaatan terhadap jadual
aktu untuk pembuatan rancangan.
Pendekatan ini bisa dilaksanakan dengan pemberitahuan dalam aktu singkat dan
diantisipasi untuk meningkatkan kontrol proses persiapan. 4engan pemberitahuan
singkat, diantisipasi dapat meningkatkan kualitas dibanding pendekatan-pendekatan lain
yang disebutkan diatas, karena membutuhkan aktu lebih lama untuk mempersiapkan
dan melaksanakannya.
E.1.31. DIAGRAM ALIR PEKERJAAN
3ntuk memperjelas dan melengkapi suatu gambaran dari tugas dan keajiban super$isi
sehubungan dengan akti$itas dari proyek ini, maka dibuat suatu bagan alir (diagram alir)
pelaksanaan pengaasan beberapa pekerjaan, sebagai berikut "
• 'agan alir pelaksanaan pekerjaan struktur
• 'agan alir pengendalian pekerjaan tanah
• 'agan alir pelaksanaan pekerjaan sub base course
• 'agan alir pelaksanaan pekerjaan tac( coat 9 prime coat
• 'agan alir pelaksanaan pekerjaan (6 'ase
• 'agan alir pelaksanaan pekerjaan saluran samping
'agan alir tersebut, disajikan pada Gambar E17. s9d E.21. berikut ini
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-61
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-E
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-62
BAGAN ALIR PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR
Persiapan
Pemasangan &orm ork 6ampuran material beton
yang telah disetujui
Pemasangan #engaduk bahan
tulangan
Perbaikan
/lump test komposisi
Tindakan 6or
perbaikan beton
Test kuat tekan 'uang
Pemeliharaan
'ongkar &orm ork
(nalisis )asil test
teknis kuat tekan
*inishing
/top
/ida(
/ida(
5a /ida(
5a
/ida(
5a
BAGAN ALIR PENGENDALIAN PEKERJAAN TANA@
Pembersihan
lahan
Pemeriksaan kondisi +alian dan buang
tanah asli s%d subgrade
'ai(
#encari lokasi Kontrol Perbaikan
pengambilan kualitas tanah
bahan timbunan
4aerah 4aerah
Timbunan +alian
4iratakan,
Pemeriksaan dipadatkan
bahan
'ai(
Percobaan Penghamparan lapisan
pemadatan lapangan bahan timbunan
Peralatan Pemadatan
lapisan
Pemeriksaan
kadar air
5a
Pemeriksaan
kepadatan
5a
Kontrol
ele$asi
5a
/top
Dele(
/ida(
/ida(
/ida(
/ida(
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-F
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-63
BAGAN ALIR PELAKSANAAN SUB BASE
Pematokan, Pencampuran
pengukuran material
Persiapan Pemeriksaan Penyempurnaan camp.
lapangan kualitas atau rejected
Penyiapan Pengangkutan
material kelapangan
Penyebaran dan Pemeriksaan Rejected
perataan kualitas
Pemeriksaan kerataan
dan ketebalan
Pemadatan
Pemeriksaan Pemeriksaan Perbaikan
kepadatan lapangan permukaan
Pekerjaan sub base
selesai
/ida( 5a /ida(
5a
5a /ida(
/ida(
5a
/ida(
5a
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-H
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-64
BAGAN ALIR PELAKSANAAN TA>K >OAT < PRIME >OAT
Pencampuran asphalt Penyiapan peralatan "
Tack 6oat % Prime 6oat - (sphalt sprayer
- 6ompressor
Perbaikan
komposisi
campuran
6heck mutu Pengisian ke
campuran asphalt sprayer
/ida( sesuai
Persiapan, pembersihan Pemanasan dan pengangkutan
lapangan ke lapangan
6heck permukaan Kalibrasi
lapangan /ida( $olume
5a
Penyemprotan
Tinggi datang noLle,
Pengaturan noLle, /ida( sesuai Perbaikan
Tek. sprayer. dengan percobaan
Pengaturan kecepatan 5a
kendaraan penggerak
asphalt sprayer
6heck Pengaturan
/emperature temperature pemanasan
sesuai spec.
6heck mutu Perbaikan tinggi datang
(paper test) noLle, kecepatan
kendaraan penggerak
5a
Pekerjaan Tack 6oat % Pekerjaan
Prime 6oat selesai hotmi?
1esuai
1pec.
/ida( sesuai
spesifi(asi
/ida( sesuai
spesifi(asi
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-I
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-65
BAGAN ALIR PELAKSANAAN A> BASE
Pengukuran #encampur material
permukaan di (#P
Persiapan Pemeriksaan
lapangan kualitas spec.
Penyiapan Pengangkutan 4ibuang%
asphalt &inisher kelapangan rejected
Penyebaran dan 5a Pemeriksaan /ida( sesuai
perataan kualitas spec.
Pemeriksaan kerataan
dan ketebalan
5a 'reakdon rolling
Pemadatan 2ntermidiate rolling
*inishing rolling
Pemeriksaan Pemeriksaan Perbaikan
kepadatan lapangan permukaan
Pekerjaan (6 'ase
selesai
5a
/ida(
5a
/ida( sesuai
/ida( 5a /ida(
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.-J
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-66
BAGAN ALIR PELAKSANAAN SALURAN SAMPING
+ambar kerja
6heck dan penyesuaian
dengan lapangan Perubahan
Pengukuran dan
pematokan
Penentuan titik Penentuan daerah aliran
ele$asi tetap pada arah badan jalan
Pekerjaan 6heck
penggalian ele$asi
5a
6heck ele$asi
dasar saluran
6heck dimensi
saluran
Perbaikan
6heck kemiringan
dasar saluran
6heck mutu hasil
kerja keseluruhan
/top
/ida(
5a
/ida(
5a
/ida(
/ida(
5a
/ida(
/ida(
5a
5a
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM
KERJA
+ambar ,.7G
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-67
BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGARAM KERJA
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-68
-LOW >@ART AKTI4ITAS SUPER4ISI
Koordinasi proyek
/ur$ey, $eri&ikasi data,
pengendalian kerja 2nspeksi lapangan
#emeriksa dan
menyetujui metoda dan
jadal pelaksanaan
Kelengkapan konstruksi kontraktor Pengujian laboratorium
kontraktor
#emeriksa staking-
out % pengukuran
Tinjauan dokumen #emeriksa dan Record kondisi cuaca #emeriksa dan
lelang dan collecting Rekomendasi usulan menyetujui da&tar menyetujui (s built
data pelaksanaan peralatan, &asilitas draing yang dibuat
camp, lokasi (#P, #emeriksa dan kontraktor
concrete plant, stockyard menyetujui metode Pengukuran kuantitas .aporan
konstruksi (khir
Persiapan keseluruhan
Proses perubahan yang diperlukan, gambar
rencana jika diperlukan tambahan untuk kerja #emeriksa dan 6ontract change order Pemeriksaan
penyesuaian dan kontraktor yang disetujui rekomendasi personil #emeriksa dan bila ada penyerahan pekerjaan
re$isi rencana oleh employer utama kontraktor menyetujui >uarry %
material yang
disiapkan kontraktor
(ddendum kontraktor
#embantu employer #emeriksa dan menata bila ada
untuk memeriksa dan metodologi kualitas
menyelesaikan problem dan kuantitas
utama untuk mencegah
yang tidak perlu dari #eneliti shop draing
kontraktor
Rekomendasi lain
jika ada
Pengaasan kemajuan
#engarahkan kepada kontraktor
#enghindari % memeriksa claim kontraktor
Reporting
#endapatkan dan memelihara segala jaminan yang diperlukan " material, peralatan.
Pembayaran /erti&ikat 'ulanan ( #onthly 6erti&icate % Termijn )
6atatan kondisi yang tidak pasti di lapangan dan mencegah kelambatan
+ambar ,.7-

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
E., PROGRAM KERJA
4i dalam pelaksanaan pekerjaan layanan konsultansi, perlu adanya suatu program kerja yang
konsepsional, e&ekti& dan e&isien sedemikian sehingga setiap akti$itas kerja terprogram dengan baik
dalam rangka mencapai target sukses pekerjaan.
Rencana kerja yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan dalam Kerangka (cuan
Kerja atau Term o& Re&erences (TOR).
4alam penyusunan rencana kerja antara lain dan tidak terbatas berdasar "
• Ruang lingkup pekerjaan.
• Aolume pekerjaan.
• 'atas aktu.
• Keahlian personil.
• !umlah personil.
• Peralatan yang dipakai.
• /chedule mobilisasi.
• (rahan Pemberi Tugas.
• (kti$itas pelaksana &isik.
• (spek-aspek teknis dan non teknis lainnya.
/ecara garis besar program kerja tersebut diuraikan seperti berikut ini "
3ntuk melaksanakan pekerjaan secara tepat aktu dan hasil dengan mutu yang tinggi akan
dilaksanakan sesuai dengan jadual kerja yang direncanakan.
Rencana kerja disusun dan dilaksanakan berdasarkan urutan pekerjaan yang e&ekti& dan sesuai
dengan aktu pelaksanaannya. Rencana kerja disusun secara sistimatis dengan tujuan agar
tercapai sasaran dan tujuan pekerjaan ini.
3ntuk mendapatkan e&ekti$itas tinggi atas input konsultan dan untuk menggunakan sumber daya
yang tersedia secara e&isien, kita perlu mengikuti suatu perencanaan dan pelaksanaan sistem
layanan konsultansi yang ketat. )anya dengan cara ini baik kualitas maupun kuantitas pekerjaan
dapat dikontrol sambil menghindari beban pekerjaan puncak yang cukup besar. 'eban puncak
dalam pekerjaan memerlukan mobilisasi sta& tambahan dan pengenalan terhadap proyek dan pada
umumnya mengakibatkan berkurangnya kualitas pekerjaan, hal ini diupayakan dihindari.
(kti$itas pokok pekerjaan pengaasan teknik meliputi tahapan utama sebagai berikut "
-. Persiapan aal, studi data.
7. Koordinasi konsultan dengan Pemimpin Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran.
;. Koordinasi dengan unsur proyek.
=. Koordinasi team konsultan.
E. Koordinasi dengan instansi terkait.
F. Tahap construction super$ision, technical assistance, pemeliharaan.
'lock diagram umum rencana kerja konsultan diperlihatkan pada Gambar E.22. berikut
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-69

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM KERJA
+ambar ,.77. 'lock diagram umum rencana kerja konsultan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-70
(d$is % bantuan teknis
Koordinasi dengan unsur proyek
Koordinasi internal team konsultan
Koordinasi dengan instansi terkait
Pelaporan
Pengendalian lalu-lintas
(dministrasi proyek
Pemeriksaan akhir pekerjaan
Koordinasi dgn Pemimpin Proyek
BLO>K DIAGRAM UMUM REN>ANA KERJA KONSULTAN
#asa pemeliharaan
Technical assistance Per)iapan a+a% Lap'ran A(ir
Tahap construction super$ision
Pengendalian mutu
Pengendalian kuantitas
Pengendalian aktu
Pengendalian biaya

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
E.,.1. REN>ANA KERJA PADA PERIODE TA@UN ANGGARAN ,01,
/esuai Kerangka (cuan Kerja 'esarnya biaya konsultansi yang disediakan pada tahun
anggaran 7G-7, dan aktu yang tersedia sampai dengan /eptember 7G-7, maka konsultan
memperkirakan akti$itas lapangan relati$e terbatas pada pekerjaan-pekerjaan aal saja.
Kondisi ini konsultan akan menyesuaikan mobilisasi dan kegiatannya, namun tetap berprinsip
kelancaran pekerjaan perlu mendapat perhatian.
E.,.,. PERSIAPAN AWAL DAN STUDI DATA
-. Per)iapan a+a%
/egera setelah konsultan mengadakan mobilisasi sesuai #anning /chedule dan atau
kebutuhan akti$itas pekerjaan, team konsultan segera mengadakan persiapan aal,
antara lain dan tidak terbatas pada "
• #enata % penyiapan kantor, &urniture, perlengkapan kantor, dll.
• #engadakan rapat koordinasi aal seluruh team konsultan.
• #engadakan kunjungan % koordinasi aal dengan instansi - instansi dan pihak - pihak
terkait.
• Penyiapan &ormat % &orm - &orm standar yang akan digunakan selama periode
pekerjaan.
• Pengumpulan data yang tersedia.
• /tudi % analisa data yang tersedia.
• Aield reconnaisance 9 site $isit.
• #empelajari kembali design dan scope pekerjaan &isik.
7. S*&$i $a*a
/emua data yang akan dijadikan dasar % pegangan pelaksanaan pengaasan konstruksi
adalah berupa gambar-gambar rencana dan spesi&ikasi-spesi&ikasi, baik teknis maupun
umum yang akan dikumpulkan % dicari konsultan pengaas untuk dipelajari dan kemudian
dilaksanakan. 4ata tersebut umumnya dapat diperoleh dari Pengguna !asa.
E.,.3. KOORDINASI KONSULTAN DENGAN PEMIMPIN PRO.EK :WAKIL PENGGUNA JASA;
Koordinasi dengan Pemimpin Proyek (3epresentati$e Pengguna !asa) perlu dilakukan secara
routine dan dengan &rekensi yang cukup.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-71

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
E.,.2. KOORDINASI DENGAN UNSUR PRO.EK
/elama aktu pelaksanaan, akan diadakan !.onthly #ro)ect .eeting" (jika dipandang perlu
dapat dilakukan wee(ly meeting) antara Konsultan, Kontraktor dan 3epresentati$e Pengguna
!asa % *isik, disini bisa die$aluasi, dimonitor dan dibahas hal-hal antara lain "
#embahas pekerjaan yang akan dikerjakan, agar tidak terjadi keragu-raguan atau kesalahan
dalam pelaksanaan.
• .anagement % pengaturan % penempatan alat berat oleh kontraktor.
• Kemajuan pekerjaan.
• 2n&ormasi-in&ormasi yang perlu disampaikan kepada kontraktor dan atau sebaliknya.
• #asalah-masalah di lapangan dan pemecahannya.
• Rencana kerja kontraktor untuk bulan berikutnya.
• 4an lain-lain.
'ila terjadi hal-hal khusus misal kelambatan pekerjaan, pekerjaan yang perlu dilaksanakan
dengan !crash-program" dan lain-lain, dalam hal ini perlu diadakan meeting khusus.
#ro)ect meeting antara Konsultan dan Kontraktor dilakukan secara periodik (mingguan), untuk
kondisi khusus dapat dilakukan dalam rentang 7 @ ; harian.
E.,.5. KOORDINASI TEAM KONSULTAN
4alam melaksanakan tugas, team konsultan selain akan melaksanakan tugasnya sesuai
dengan )ob description, juga perlu ada koordinasi antara Team .eader dengan sta&nya, seperti
antara lain dan tidak terbatas pada "
a. Rapat bulanan antara Team .eader dan sta&&, membahas "
• .aporan bulanan.
• (kti$itas yang sudah dan akan dilaksanakan.
• #asalah lapangan dan pemecahannya.
• Penjelasan dan diskusi teknis untuk menunjang kelancaran pekerjaan.
b. Pro&essional /ta&& (Tenaga 2nti) Konsultan akan melakukan kunjungan secara berkala
kelapangan pada aktu pekerjaan berjalan untuk meyakinkan baha pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan kontrak. Porsi kunjungan lapangan direncanakan ± IG K
setiap bulan, sisanya ± 7G K setiap bulan untuk mengadakan e$aluasi, analisis, koordinasi
dikantor proyek. 0amun personil konsultan akan selalu tetap berada di lapangan setiap hari
dengan mengatur penempatan % schedule.
c. /ub Pro&essional /ta&& (Tenaga Teknisi) akan melaksanakan inspeksi harian untuk
meyakinkan baha material, tenaga kerja dan hasil pekerjaan &isik sesuai dengan dokumen
kontrak dalam hal mutu, $olume dan aktu.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-72
+ambar E.-.

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
d. Pertemuan-pertemuan khusus antara /ite ,ngineer dengan team atau antar /ta&& konsultan
dengan &rekensi yang cukup atau sesuai kebutuhan (harian) agar terjadi komunikasi,
koordinasi, in&ormasi yang baik.
E.,.6. KOORDINASI DENGAN INSTANSI TERKAIT
4alam rangka melaksanakan tugas pengaasan teknik, konsultan perlu melakukan koordinasi
dengan instansi dan konsultan lain terkait yang berhubungan dengan scope pekerjaan.
E.,.7. TA@AP >ONSTRU>TION SUPER4ISION
Konsultan selama periode konstruksi, akan senantiasa memberi arahan, bimbingan dan
instruksi yang diperlukan kepada kontraktor guna menjamin baha semua pekerjaan
dilaksanakan dengan baik, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat aktu dan tepat biaya dengan
berdasarkan dokumen kontrak dan petunjuk teknis lainnya.
/elain itu, tugas konsultan meliputi " melakukan serti&ikasi atas pekerjaan penanganan jalan dan
jembatan yang dilaksanakan oleh kontraktor.
/emua akti$itas konsultan dilapangan, dirangkum di baah ini "
-. Pe/a*'an 8er)a/a ($etting out)
/emua sur$ey di lapangan selama pematokan bersama dan selama konstruksi akan
dilaksanakan oleh kontraktor di baah petunjuk konsultan.
)asil sur$ey tersebut akan dikaitkan dengan gambar-gambar konstruksi, kondisi yang ada
dan beberapa ketidaksesuaian antara gambar-gambar dan kondisi-kondisi yang ada akan
dipergunakan oleh konsultan untuk mere$ie design untuk keperluan proyek (bila ada).
7. Per)iapan %apan#an
Pada tahap persiapan dilapangan, tim pengaas akan mengaasi dan mencek akti$itas-
akti$itas konstruksi sebagaimana yang dijabarkan di baah ini "
• #emeriksa kualitas dari semua bahan-bahan yang akan dipergunakan untuk
konstruksi.
• Penyiapan rancangan campuran pekerjaan ()ob mi4 formula) untuk beton, aspal
dan lain-lain.
• .okasi letak bahan-bahan.
• Kondisi tumpukan bahan di lokasi kerja.
• !umlah dan kondisi semua peralatan.
• !umlah personil kontraktor.
• !umlah dan kualitas bahan-bahan.
• Kondisi cuaca.
• Prosedur administrasi kontraktor.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-73

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
• *orm % &ormulir kerja.
• Persiapan &orm-ork.
• #engecek jadual kontraktor.
• Persiapan konstruksi.
;. Peer!aan 'n)*r&)i
/etelah mobilisasi dan persiapan di lapangan telah selesai dan diperiksa oleh konsultan
dan Representati$e Pengguna !asa Proyek *isik maka kontraktor akan diijinkan untuk
melanjutkan pekerjaan konstruksi.
Team konsultan akan mengecek langsung dalam hal-hal berikut ini "
• #etoda pekerjaan konstruksi.
• 6ampuran-campuran bahan.
• Pengecekan jadual.
• Kondisi cuaca dari aktu ke aktu selama periode pelaksanaan pekerjaan.
• Pengambilan contoh (sampling).
/ebelum pekerjaan &isik dimulai, kontraktor mengajukan 93e,uest: terlebih dahulu, yang
berisi antara lain "
• !enis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
• .okasi pekerjaan.
• Peralatan yang akan digunakan.
• ,stimasi $olume pekerjaan.
• #aterial yang akan digunakan.
• Rencana jam kerja.
=. Pen#a+a)an /&*&
Pekerjaan yang perlu diaasi dengan teliti dan cermat selama pengaasan kualitas antara
lain sebagai berikut "
/ebelum kontraktor memulai akti$itas konstruksi, kontraktor akan membuat suatu
permohonan secara tertulis kepada konsultan untuk prosedur konstruksi dan persetujuan
pekerjaan dalam tahap yang logis.
Konsultan akan "
• #enginspeksi dan menyetujui bahan-bahan yang akan digunakan.
• #enginspeksi dan menyetujui pelaksanaan pekerjaan &isik.
• #enginspeksi dan menyetujui metoda dan ketelitian pekerjaan konstruksi.
• #emeriksa % menginstruksikan test-test lapangan.
• #emeriksa % menginstruksikan test laboratorium terhadap sampel-sampel yang
diambil dari lokasi kerja.
• #emeriksa % menginstruksikan test-test yang lain sesuai dengan spesi&ikasi.
E. Pen#a+a)an &an*i*a)
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-74

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
Pekerjaan perlu diaasi dengan teliti dan cermat. Pengaasan kuantitas (,uantity
control) akan mengecek bahan-bahan yang ditempatkan atau yang dipindahkan oleh
kontraktor. Konsultan akan memproses bahan-bahan dan produk &isik nya berdasarkan
atas "
• )asil pengukuran yang memenuhi batas toleransi pembayaran.
• #etoda perhitungan.
• .okasi kerja.
• !enis pekerjaan (wor( item).
• Tanggal diselesaikannya pekerjaan.
F. >a*a*an-9a*a*an *eni)
6atatan-catatan akan dikeluarkan % diberikan dari aktu ke aktu, untuk memberikan
petunjuk-petunjuk kepada kontraktor guna meningkatkan aspek-aspek pekerjaan &isik,
metode kerja % construction methode dan lain-lain.
4emikian juga catatan-catatan % instruksi-instruksi diberikan juga untuk pekerjaan yang
hasilnya tidak sesuai dengan spesi&ikasi.
H. Ma)a pe/e%i(araan
Pekerjaan yang dilakukan pada tahap masa pemeliharaan antara lain "
• #engaasi kualitas dan kuantitas pekerjaan selama masa pemeliharaan.
• #emeriksa kondisi hasil pekerjaan yang telah diselesaikan pada tahap konstruksi
yang mungkin terjadi kerusakan-kerusakan yang perlu perbaikan.
• #embantu Pemimpin Proyek % Kuasa Pengguna (nggaran dalam pendataan
penyiapan da&tar ?efect 0 deficiencies (cacat dan ke-tidak sempurnaan) pekerjaan.
E.,.=. WAKTU PELAKSANAAN
!angka aktu pelaksanaan untuk pekerjaan jasa konsultan pada PW 25 : Pen#a+a)an Teni
Ja%an $i P&%a& Pan*ar yaitu 5 :%i/a; bulan.
Pelaksanaan Konsultan mulai bekerja setelah dikeluarkan % diterbitkan /PK % /P#K (/urat
Perintah #ulai Kerja).
E.,.? TATA LAKSANA BAKU (SOP) PENERAPAN K3
1. Pen#er*ian
Tata .aksana 'aku (/tandar Operating Procedure < /OP) penerapan K;
Konstruksi diatur dalam Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-75

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
Konstruksi yang dikeluarkan dalam bentuk /urat keputusan 'ersama #enteri Tenaga
Kerja dan #enteri Pekerjaan
umum tanggal = #aret -JIF, yang sekaligus ber&ungsi sebagai
petunjuk umum berlakunya 'uku Pedoman Pelaksanaan, terutama khusus tentang
Keselamatan Kerja dan yang si&atnya lebih menekankan kepada pencegahan.
(dapun tentang Kesehatan Kerja lebih khusus diatur dalam Keputusan Presiden 0o. 77
Tahun -JJ; tentang Penyakit 1ang Timbul Karena )ubungan Kerja., yang kemudian
dilengkapi dengan petunjuk melalui /urat Keputusan #enteri Tenaga Kerja tentang Pedoman
4iagnosis dan Penilaian 6acat Karena Kecelakaan dan Penyakit (kibat Kerja. 1ang terakhir
ini lebih menekankan pada penanganan akibat.
4alam Pedoman yang tertuang dalam /urat Keputusan 'ersama tersebut persyaratan yang
harus ditemui dirinci sebagai berikut "
a. Persyaratan (dministrati&
b. Persyaratan Teknis
c. Perancah (/ca&&olds)
d. Tangga Kerja .epas (.adder) dan Tangga Kerja /ementara (/tairs)
e. Peralatan 3ntuk #engangkat (.i&ting (ppliance)
&. Tali, Rantai dan Perlengkapan .ainnya.
g. Permesinan " Ketentuan 3mum
h. Peralatan
i. Pekerjaan 'aah Tanah
j. Penggalian
k. Pemancangan Tiang 'or
l. Pengerjaan 'eton
m. Operasi lainnya 4alam Pembangunan
n. Pembongkaran (4emolition)
o. Penanggulangan Kecelakaan
Terlihat baha Tata .aksana 'aku ini mengatur sebagian besar bidang dan jenis
pekerjaan konstruksi. 4alam setiap 'agian lebih lanjut diatur sangat rinci mengenai lingkup
berlakunya peraturan, keajiban umum, keharusan dibentuknya organisasi K;, laporan
kecelakaan dan pertolongan pertama pada kecelakaan serta persyaratan-persyaratan
lainnya. 3raian lebih rinci dapat di acu kepada /K', #enaker dan #entri
P3 tersebut di atas.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-76

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
,. Per)"ara*an
a. Persyaratan (dministrati&
4alam persyaratan ini pertama-tama dinyatakan, terhadap semua tempat dimana
dila(u(an (egiatan (onstru(si be rla k u s e m u a k ete n tu a n h u k u m m e n g en a i
Ke s e la m a t a n d a n K e s e h a ta n Ke rja yang berlaku di 2ndonesia. 4isini jelas, baha tidak
hanya berlaku untuk proyek milik Pemerintah atau 'adan 3saha #ilik 0egara ('3#0)
akan tetapi juga proyek milik sasta ataupun anggota masyarakat lainnya.
/elanjutnya sebagai keajiban umum bagi kontraktor dinyatakan baha "
• Tempat kerja, peralatan, lingkungan kerja dan tata cara kerja diatur demikian rupa
sehingga tenaga kerja terlindung dari risiko kecelakaan.
• )arus menjamin baha mesin-mesin peralatan, kendaraan atau alat-alat lain harus
aman digunakan dan sesuai keselamatan kerja.
• Kontraktor harus turut mengaasi agar tenaga kerja bisa selamat dan aman dalam
bekerja.
• Kontraktor harus menunjuk #etugas <eselamatan (er)a yang karena jabatannya di
dalam organisasi kontraktor bertanggungjaab mengaasi koordinasi pekerjaan yang
dilakukan, untuk menghindari risiko bahaya kecelakaan.
• Pekerjaan yang diberikan harus cocok dengan keahlian, usia dan jenis kelamin serta
kondisi &isik dan kesehatan tenaga kerja.
• Kontraktor harus menjamin baha semua tenaga kerja telah diberi petunjuk
terhadap bahaya demi pekerjaannya masing- masing dan usaha pencegahannya.
• Petugas Keselamatan Kerja tersebut diatas bertanggungjaab pula terhadap semua
tempat kerja, peralatan, sarana pencegahan kecelakaan, lingkungan kerja dan cara-
cara pelaksanaan kerja yang aman.
• )al-hal yang menyangkut biaya yang timbul dalam penyelenggaraan
keselamatan dan kesehatan kerja ini menjadi tanggung jaab kontraktor.
b. Organisasi keselamatan dan Kesehatan kerja
#engenai organisasi Keselamatan dan Kesehatan kerja digariskan sebagai berikut "
• Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus bekerja secara penuh (&ull time),
berarti tidak bisa sambilan atau separoh aktu.
• 'ila mempekerjakan sejumlah minimal -GG orang atau kondisi dari si&at proyek memang
memerlukan, d i a jib k a n untuk membentuk unit #embina <eselamatan dan <esehatan
<er)a. 3nit ini merupakan unit struktural yang dikelola organisasi Kontraktor.
• Petugas K; harus bekerja sebaik @ baiknya dibaah koordinasi
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-77

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
Kontraktor serta bertanggung jaab kepada kontraktor.
• 4alam hubungan ini keaajiban kontraktor adalah "
- #enyediakan &asilitas untuk melaksanakan tugasnya untuk Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (/a&ety 6ommittee).
- 'erkonsultansi dengan /a&ety 6ommittee dalam segala hal yang berhubungan
dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di proyek.
- #enggambil langkah-langkah praktis untuk memberikan e&ek pada rekomendasi
dari /a&ety 6ommittee.
• !ika terdapat dua atau lebih Kontraktor bergabung dalam suatu proyek mereka harus
bekerja sama membentuk kegiatan-kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. .aporan Kecelakaan
• /etiap kejadian kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan
kepada 4epnakertrans, dan 4epartemen Pekerjaan 3mum
• .aporan tersebut harus meliputi statistik yang "
- #enunjukkan catatan kecelakaan dari setiap kegiatan kerja, pekerja masing-
masing, dan
- #enunjukkan gambaran semua kecelakaan dan sebab- sebabnya.
d. Keselamatan Kerja dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P;K)
• 4iajibkan memeriksa kesehatan indi$idu pekerja pada "
- /ebelum atau beberapa saat setelah pertama kali memasuki masa kerja.
- /ecara berkala sesuai risiko yang terdapat pada pekerjaan.
• Pekerja berumur dibaah -I tahun harus dapat pengaasan kesehatan khusus,
meliputi pemeriksaan kembali atas kesehatannya secara teratur.
• 4ata pemeriksaan keehatan harus dicatat dan disimpan untuk re&erensi.
• /uatu organisasi untuk keadaan darurat harus dibentuk untuk setiap daerah tempat
bekerja yang meliputi semua pekerja, dibentuk petugas Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (P;K)yang dilengkapi alat komunikasi dan jalur transportasi. /etiap pekerja
harus diberitahu adanya hal ini.
• #emberikan pertolongan pertama kecelakaan atau ada yang kena sakit secara tiba-
tiba harus dilakukan oleh 4okter. !uru Raat atau orang yang terdidik dalam P;K.
• (lat-alat P;K dan kotak obat yang memadai harus tersedia ditempat kerja dan
dijaga agar tidak kotor, kena udara lembab dsb.
• 2si alat P;K atau kotak obat tidak boleh ditempati benda-benda
lain, dan paling sedikit harus berisi " obat kompres, perban.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-78

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
• +auLe yang steril, antiseptic, plester, &orni>uet, gunting, splint dan perlengkapan bila
ada yang digigit ular. !uga harus dilengkapi instruksi yang jelas dan mudah
dimengerti, dan harus dijaga supaya tetap berisi.
• Kereta pengangkut orang sakit (6arrying 'asket) harus selalu tersedia.
• !ika tenaga kerja dipekerjakan dibaah tanah atau pada keadaan lain, alat penyelamat
harus selalu tersedia di dekat tempat mereka bekerja.
• !ika tenaga kerja dipekerjakan di tempat-tempat yang ada kemungkinan risiko
tenggelam atau keracunan gas alat-alat penyelamat harus selalu tersedia di dekat tempat
mereka bekerja.
• Persiapan-persiapan harus dilakukan untuk memungkinkan mengangkut dengan
cepat, jika diperlukan untuk petugas yang sakit atau mengalami kecelakaan ke
rumah sakit atau tempat berobat semacam itu.
• Petunjuk atau in&ormasi harus diumumkan atau ditempelkan ditempat yang strategis
dengan memberitahukan "
- Kotak obat terdekat, alat P;K, ambulan, alat pengangkut orang sakit dan alamat
untuk urusan kecelakaan.
- Tempat telepon terdekat untuk memanggil ambulan, nama dan nomor telepon
orang yang bertugas.
- 0ama, alamat nomor telepon dokter, rumah sakit dan tempat penolong yang
dapat segera dihubungi dalam keadaan darurat.
3. Per)"ara*an Teni)
Persyaratan Teknis mengatur tentang Tempat Kerja dan Peralatan
a. Pintu #asuk dan Keluar harus dibuat dan dipelihara dengan baik.
b. .ampu dan Penerangan bila tidak memadai harus diadakan diseluruh tempat kerja, harus
aman dan cukup terang. )arus dijaga oleh petugas bila perlu bila ada gangguan.
c. Aentilasi, harus ada ditempat tertutup termasuk pembuangan udara kotor.
d. !ika tidak bisa menghilangkan debu dan udara kotor, harus disediakan alat pelindung diri.
e. Kebersihan, bahan yang tidak terpakai harus dibuang, paku yang tidak terpakai harus
dibuang atau dibengkokkan, benda-benda yang bisa menyebabkan orang tergelincir serta
sasa barang dan alat harus dibuang, tempat kerja yang licin karena oli harus dibersihkan
atau disiram pasir. (lat-alat yang mudah dipindahkanharus dikembalikan ke tempat
penyimpanan.
&. Pencegahan 'ahaya Kebakaran 4an (lat Pemadam Kebakaran.
Persyaratan ini sangat rinci antara lain mengatur baha harus tersedia alat
pemadam kebakaran dan saluran air dengan tekanan yang cukup. /emua pengaal
dan sejumlah tenaga terlatih harus disediakan dan selalu siap selama jam kerja. (lat-
alat itu harus diperiksa secara periodik oleh yang berenang, dan ditempatkan ditempat
yang mudah dicapai. (lat pemadam dan jalan menuju ketempat pemadaman harus
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-79

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
terpelihara. 4emikian juga tentang syarat jumah, bahan kimia peralatan itu dan syarat
pemasangan pipa tempat penyimpanan air.
g. /yarat-syarat mengenai (lat Pemanas ()eating (ppliances). h. /yarat-syarat
mengenai 'ahan 1ang #udah Terbakar.
i. /yarat mengenai 6airan 1ang #udah Terbakar.
j. /yarat-syarat tentang 2nspeksi dan Pengaasan.
k. /yarat-syarat tentang Perlengkapan dan (lat Peringatan.
l. /yarat-syarat tentang perlindungan Terhadap 'enda-benda !atuh dan
'agian 'angunan 1ang Rubuh.
m. Persyaratan Perlindungan (gar Orang Tidak !atuh, Tali Pengaman dan pinggir Pengaman.
n. Persyaratan .antai Terbuka dan .ubang Pada .antai. o. Persyaratan
tentang .ubang Pada 4inding.
p. Persyaratan tentang Tempat Kerja 1ang Tinggi.
>. Pencegahan Terhadap 'ahaya !atuh Kedalam (ir.
r. /yarat-syarat mengenai kebisingan dan getaran (Aibrasi).
s. /yarat-syarat tentang Penghindaran Terhadap Orang 1ang Tidak
'erenang.
t. /yarat-syarat tentang /truktur 'angunan dan Peralatan. #emuat mengenai Konstruksi
'angunan, Pemeriksaan, Pengujian dan Pemeliharaan serta Pemakaian atau
penggunaannya.
2. P e r a n 9 a ( :S9aAA'%$;
a. Persyaratan 3mum
• Perancah harus dibuatkan untuk semua pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan secara
aman pada suatu ketinggian.
• Perancah hanya dapat dibuat atau diubah oleh Pengaas yang ahli
bertanggungjaab atau orang-orang yang ahli.
b. Persyaratan rinci tentang bahan untuk perancah. c. Persyaratan
konstruksi Perancah.
d. Persyaratan Pemeriksaan dan Pemeliharaan.
e. Persyaratan Perlengkapan Pengangkat Pada Perancah.
&. Persyaratan Kerangka /iap Pasang (Pre&abricated *rames). g. Persyaratan
Penggunaan Perancah.
h. Persyaratan Pelataran Tempat Kerja (Plat&orm) yang memuat "
• Persyaratan 3mum
• 'alustrade Pengaman dan Papan Pengaman Kaki (+uard rails and toeboards).
• Pelataran Tergantung.
i. Persyaratan +ang, !alur Penghubung (ntar Tingkat Pelataran 1ang
Tidak /ama Tinggi dan !alur Pengangkut 'ahan.
j. Perancah Kayu 'ulat (4olken), terdiri atas "
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-80

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
• 1ang Tegak Aertikal
• 'atang Penyangga 'entangan Panjang dan 'alok #emanjang.
k. Perancah +antung dan Perancah 4itarik 4engan Tangan.
l. Perancah +antung 1ang 4itarik Oleh #otor.
m. Perancah Tupang /udut dan Perancah Tupang /iku.
n. Perancah Tangga.
o. Perancah 4ongkrak Tangga.
p. Perancah /iku 4engan Penunjang.
>. Perah Kuda-kuda.
r. Perancah Persegi.
s. Perancah Topang !endela.
t. Pelataran 3ntuk Truk dan Kereta Pembuang 'ahan-bahan.
u. Perancah Pipa .ogam.
$. Perancah 1ang 'ergerak.
. Perancah Kursi +antung.
?. Truk 4engan Perancah 'ak.
5. Tan##a Ker!a Lepa) Dan Tan##a Ker!a Se/en*ara
a. Persyaratan 3mum, memuat "
• Persyaratan Konstruksi
• Pengaasan dan Pemeliharaan.
b. Tangga 'erkaki 1ang 4apat 'erdiri /endiri.
c. Tangga Kuda-kuda 1ang 4apat 'erdiri /endiri.
d. Tangga 1ang 4apat 4iperpanjang.
e. Tangga .epas #ekanik.
&. Tangga Permanen.
g. Tangga /ementara.
h. Peralatan 3ntuk mengangkat.
-. Pesyaratan 3mum, memuat "
• Persyaratan +aya #uatan #aksimal 1ang (man.
• Persyaratan Pemasangan.
• Persyaratan Ruang Kemudi dan Tenda Pengemudi.
• Persyaratan (lat-alat Pengendali.
• Persyaratan (lat Penyetop (Rem).
• Persyaratan Keranjang dan /angkar #uatan.
• Persyaratan #esin 4erek dan Tromol.
• Persyaratan Tali-tali dan Katrol.
• Persyaratan Pengaasan dan Pemeliharaan.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-81

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
• Persyaratan Pengoperasian.
7. (lat Pengangkut, memuat "
• Pesyaratan Ruang .uncur dan #enara.
• Persyaratan #esin Penggerak.
• Persyaratan Tali Kaat 'aja.
• Persyaratan Pelataran.
• persyaratan Pemberat.
• Persyaratan Tempat Pemberhentian.
• Persyaratan Pengaasan dan Pemeliharaan.
;. 4erek atau Keran (ngkat, memuat "
• Persyaratan Kerangkanya.
• Persyaratan Pemasangan.
• Persyaratan Tentang (ngker dan 'obot 2mbang (ballast).
• Persyaratan Kran (ngkat 'erbatang Tambahan.
• Persyaratan 4erek 'ersumbu Putar.
• Persyaratan 4erek /cotch (/cotch 4errick 6ranes).
• Persyaratan Pengendalian 4erek (ngkat dengan Tenaga .istrik.
• Persyaratan #uatan dan 2ndikator Radius.
• Persyaratan Pemeriksaan dan Pengujian.
• Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan.
=. 4erek (tau Kran Pengangkat 1ang 4apat 'erpindah, memuat "
• Persyaratan 'atang Rel.
• Persyaratan !alur !alan.
• Persyaratan !arak 1ang 'ebas Penghalang.
• Persyaratan Kran Pengangkat .istrik 4engan Rel.
• Persyaratan !alur Kereta .istrik.
• Persyaratan Kerangka 3ntuk Kran Pengangkat 1ang 'ergeser.
E. 4erek 'ergeser 4i (tas, memuat "
• Persyaratan Rel.
• Persyaratan Konstruksi 4erek%Kran (ngkat.
• Persyaratan !embatan.
F. 4erek%Kran (ngkat #enara 1ang 'ersumbu Putar, memuat "
• Persyaratan 3mum.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-82

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
• Persyaratan 'obot Pengimbang.
• Persyaratan 3ntuk #enjalankan 4erek%Kran (ngkat.
H. Kerekan #onorail%Kerekan 'er-rel Tunggal, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan Pengendali Tenaga +erak.
• Persyaratan Ruang Kemudi.
I. 4 e r e k, memuat "
• Persyaratan 4erek 'erkaki Kuat.
• Persyaratan 4erek 1ang #emakai !epit Penguat.
• Persyaratan #enjalankan 4erek.
J. Persyaratan Ranka /egi Tiga ((-&rame) dan Kaki Penahan (/heer- legs).
• Persyaratan Tiang 4erek dan Roda 4erek.
• Persyaratan Kerekan (Cinches), memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Teromol Kerekan.
• Kerekan 1ang 4igerakkan Oleh Tangan.
• 4 o n g k r a k.
i. Tali, Rantai dan Perlengkapan .ainnya.
• Persyaratan 3mum.
• Kabel-kabel Kaat 'aja.
• Tali-tali 1ang Terbuat 4ari /erat (*ibre Rops).
• Rantai-rantai.
• (lat Penggantung.
• Roda Kerekan.
• P e n g a i t.
• 'elenggu Pengikat.
j. Permesinan, Ketentuan 3mum "
• 2nstasi dan Pemasangan.
• Pengaasan dan Pemeliharaan #esi.
• Penggunaan #esin.
k. P e r a l a t a n, terdiri atas "
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-83

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
-. Peralatan Pemindahan Tanah, Ketentuan 3mum "
• Persyaratan Kontruksi.
• Persyaratan 6ara Penggunaan Peralatan.
7. Poer /cho$els dan ,?ca$ator, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan 6ara Penggunaan /cho$els.
;. ' u l d o L e r s
=. / c r a p e r s.
l. Peralatan (spal, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyararan 6ara Penggunaan. >. #esin Penggilas !alan.
r. Pengaduk 'eton, memuat "
• Persyaratan 3mum
• Persyaratan 6ara Penggunaan.
m. (lat-alat Pemuat ('an 'erjalan atau Cheel .oaders).
n. #esin 3ntuk Pekerjaan Kayu, memuat "
• Pesyaratan 3mum.
o. +ergaji 'undar, memuat "
• Persyaratan Pemeriksaan dan Pemeliharaan.
• Persyaratan 6ara Penggunaan.
p. +ergaji Pita, memuat "
• Persyaratan Kontruksi.
• Persyaratan 6ara Penggunaan.
>. #esin Penyerut, memuat "
• Persyaratan Konstruksi.
• Persyaratan 6ara Penggunaan
r. (lat Kerja Tangan ()and Tools), memuat "
• Persyaratan 'ahan dan Konstruksinya.
• Persyaratan Pemeliharaan.
• Persyartatan Pengangkutan.
• Persyaratan Tempat Penyimpanan.
• Persyaratan 6ara #emegang dan #enggunakannya.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-84

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
s. Peralatan 1ang #enggunakan Tekanan 3dara, memuat "
• Persyaratan Konstruksi.
t. (lat 1ang #enggunakan 'ubuk Peledak /ebagai Tenaga (Poder
(ctuated Tools), memuat "
• 4e&iinisi
• Ketentuan 3mum
• Persyaratan Konstruksi (lat.
• Persyaratan Peluru dan (munisi.
• Persyaratan Proyektil.
• Persyaratan Pemeriksaan dan Pemeliharaan.
• Persyaratan Penyimpanan (lat, Peluru dan Proyektil
• Persyaratan Penggunaan.
u. Traktor 4an Truk, memuat "
• Persyaratan umum.
• Persyaratan Kabin.
• Persyaratan
• Persyaratan (lat Penyambung%Penggandeng.
• Persyaratan Titik Penggandeng.
• Persyaratan .ampu /orot.
• Persyaratan (lat Penghidup #esin ((lat /tarter).
• Persyaratan Peralatan .ainnya.
$.Truk Pengangkut 4an Truk Keperluan 2ndustri .ainnya, memuat "
• Persyaratan Konstruksi.
• Persyaratan
. Pekerjaan 'aah Tanah, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan #embuat atau #enggali /umur.
• Persyaratan Penyangga.
• Persyaratan Aentilasi 3dara.
• Persyaratan Perlindungan Terhadap 'ahaya Kebakaran.
• Persyaratan Penerangan 'aah Tanah.
• Persyaratan Pengeboran.
• Persyaratan Pengaturan 4ebu.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-85

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
?.Pekerjaan Penggalian, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan Penyangga Pekerjaan +alian.
• Persyaratan Pekerjaan +alian Parit.
• Persyaratan Pekerjaan +alian /umur.
y.Pemancangan Tiang 'or, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan Pemeriksaan dan Pemeliharaan #esin 'or.
• Persyaratan Penggunaan #esin 'or.
• Persyaratan #esin 'or Terapung.
L. Pekerjaan 'eton, memuat "
• Persyaratan 3mum.
• Persyaratan Pengecoran dan Pemancangan 'eton.
• Persyaratan 'esi Tulangan.
• Persyaratan #enara 'ak #uatan 'eton.
• Persyaratan Pekerjaan /truktur%Kerangka.
aa. Operasi .ainnya 4alam Pembangunan, terdiri atas "
• Persyaratan Pendirian 'angunan 4engan #enggunakan Pre&ab yang mudah
4ibongkar-pasang.
• Persyaratan Transportasi.
• Persyaratan Penempatan Komponen Pre&ab.
• Pemasangan Konstruksi 'aja, memuat "
- Persyaratan 3mum.
- Persyaratan .antai *loorinhg.
- Persyaratan Pengerekan.
- Persyaratan Pengelingan.
a. Persyaratan Pekerjaan 4alam .i&t Koker dan .ubang
Tangga.
b. Persyaratan Pemasangan Kerangka (tap.
c. Persyaratan #engenai .antai /ementara.
d. Pekerjaan 4engan (spal Panas, Ter dll., memuat "
- Persyaratan Peralatan dan Perlengkapan.
- Persyaratan Pengoperasian.
e. Persyaratan Pekerjaan 4engan Pengaet Kayu.
&. Persyaratan .antai, 4inding 4an 'ahan 1ang #udah
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-86

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
Terbakar.
g. Pekerjaan 2nsulasi, memuat N
- Persyaratan Pekerjaan 4engan (sbes.
- Persyaratan Pekerjaan 1ang #enggunakan +lass Cool
4an 'ahan /ejenisnya.
h. Pekerjaan 1ang 'erhubungan 4engan (tap, memuat "
- Persyaratan 3mum.
- Persyaratan (tap 'angunan 1ang 6uram.
- Persyaratan (tap 'angunan 1ang Terbuat 4ari 'ahan
1ang #udah pecah (Rapuh).
i. Pekerjaan Pengecetan, memuat "
- Persyaratan 3mum.
- Persyaratan 6at 1ang #engandung Timah.
- Persyaratan 6at /emprot.
- Persyaratan Penyemprotan 6at Tanpa 3dara.
j. Pengelasan dan Pemotongan 4engan 0yala (pi, memuat "
- Persyaratan 3mum.
- Persyaratan .as .istrik.
- Pekerjaan Peledakan, memuat "
- Persyaratan 3mum.
- Persyaratan Pengeboran dan Pengisian 'ahan Peledak
Pada .ubang 'or.
- Persyaratan Penembakan dan Peledakan #emuat "
k. Persyaratan 3mum.
l. Persyaratan Peledakan 4engan /umbu Peledak.
m. Persyaratan Peledakan 4engan .istrik.
n. Persyaratan /etelah Penembakan dan Peledakan.
o. Pekerjaan Pencampuran 'atuan.
bb. Pembongkaran (demolition), memuat"
• Persyaratan Persiapan Kerja.
• Persyaratan 3mum Pekerjaan Pembangunan.
• Persyaratan 4aerah !alan Keluar-#asuk.
• Persyaratan (lat Pelindung 4iri.
• Persyaratan Peralatan 3ntuk Pembongkaran.
• Persyaratan .antai Pengaman 3ntuk Pekerjaan Pembongkaran.
• Persyaratan Pembongkaran 4inding
• Persyaratan Pembongkaran lantai
• Persyaratan Pembongkaran 'angunan 'aja.
• Persyaratan Pembongkaran 6erobong Tinggi dan /ejenisnya,-
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-87

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
cc. Penanggulangan Kecelakaan.
4alam hal terjadi kecelakaan kerja, proses yang harus ditempuh adalah sebagai
berikut"
a. Kontraktor ajib melaporkan setiap terjadi kecelakaan kerja kepada Kantor
4epartemen%4inas Tenaga Kerja dan PT !amsostek /etempat.
b. Tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, keluarganya atau teman sekerjanya
berhak melaporkan terjadinya kecelakaan, tanpa menghilangkan keajiban
kontraktor menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud di atas.
c. 4alam hal terjadi kecelakaan kerja, kontraktor ajib "
• #emberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
• #embayar terlebih dahulu ongkos pengangkutan dari tempat terjadinya
kecelakaan ke Rumah /akit atau ke-rumahnya.
• #embayar terlebih dahulu biaya pengobatan dan peraatan.
• #embayar terlebih dahulu santunan sementara tidak mampu bekerja.
E3 ORGANISASI DAN PERSONIL
E.3.1. STRUKTUR ORGANISASI TEAM KONSULTAN
Penyusunan organisasi team konsultan untuk PW-01 : PENGAWASAN TEKNIK JALAN DI
KOTA KUPANG DAN KABUPATEN KUPANG ini didasarkan pada kepentingan dan prioritas
dari jenis kegiatan.
3ntuk penyelenggaraan seluruh tugas-tugas layanan konsultansi dilaksanakan oleh seluruh
team pelaksana tugas yang terkait dengan tugas % akti$itasnya yang dikoordinir % dipimpin oleh
/ite ,ngineer.
/ite ,ngineer berkeajiban melaksanakan, mengkoordinir, mengarahkan dan memonitor
seluruh kegiatan anggota team konsultan.
/truktur organisasi team konsultan diperlihatkan pada /abel E.1. beri(ut.
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-88

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-89

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
E.3.,. PERSONIL PELAKSANA PEKERJAAN
/eperti telah disebutkan pada 'ab sebelumnya, Tenaga (hli (#rofessional 1taff)- 1ub
#rofessional 1taff dan 1upporting 1taff yang ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan ini,
seperti pada Tabel ,.-. Penempatan tugasnya pada Paket ini sampai tugas pengaasan
berakhir.
Tabel ,.-. " 4a&tar #rofessional 1taff- 1ub #rofessional 1taff 0 1upporting 1taff
0o. Posisi%!abatan 0ama
.ama Caktu
Penugasan
Perusahaan
I. Pr'Ae))i'na% S*aAA
-. /ite ,ngineer (/,) 2r.4idik /ulitia H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7. 8uality ,ngineer (8,) Komaruddin 4. Oaini,
/T
E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; 8uality ,ngineer (8,) )arrya Raditia, /T =.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; 8uality ,ngineer (8,) 2r. ,dy /uyanto E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
E 6hie& 2nspektor (62) 2r. #ubarak E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
F 6hie& 2nspektor (62) #. Risan,/T F.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
H 6hie& 2nspektor (62) .ilik 2brahim, /T E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
6hie& 2nspektor (62) 4ede /obar, /T E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
6hie& 2nspektor (62) 4aryuli, /T F.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
II. S&8 Pr'Ae))i'na% S*aAA :Tena#a Pen$&&n#;
uas/6ink 7 Pelebaran 8alan "esao - 3okong
- 2nspector (2 -) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 /ur$eyor (/ -) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
E .ab. Technician (.t-) To 'e 0ame ;.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
uas/6ink 7 3erkala "esao 9 3okong
- 2nspector (2) To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 /ur$eyor (/) To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; .ab. Technician (.t) To 'e 0ame =GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-90

BAB E. PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM
KERJA
uas/6ink 7 3erkala 2alam /ota /upang (%imor aya* &rip $umo+arjo* Pa+la0an :os $udarso)
- 2nspector (2) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 /ur$eyor (/) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; .ab. Technician (.t) To 'e 0ame ;.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
uas/ 6ink 7 /a0asan $trategis Peningkatan 8alan 6inkar 6uar /ota /upang !s
- 2nspector (2) To 'e 0ame F.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 /ur$eyor (/) To 'e 0ame F.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; .ab. Technician (.t) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
uas 6ink 7 Peningkatan $truktur 8alan %ua 3ata
- 2nspector (2) To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 /ur$eyor (/) To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; .ab. Technician (.t) To 'e 0ame E.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
III. S&pp'r*in# S*aAA
- Project O&&icer To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
7 6adman To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
; Operator 6omputer To 'e 0ame H.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
= O&&ice 'oy To 'e 0ame I.GG bulan PT. '( !O 6A.'P, PT.6C0,,
4(0 PT.+('
PT. BUANA ARCHICON JO CV. BAYU PRATAMA, PT. CIPTA WAHANA NUSANTARA,
DAN PT. GAGAS ADI BAGASKARA
E-91