You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan
Perkembangan ilmu elektronika daya yang pesat membuatnya mampu merambah ke
berbagai bidang keilmuan, termasuk aplikasinya pada bidang system tenaga. Metoda
untuk menghasilkan berbagai macam lebar pulsa tersebut adalah metoda PWM ( Pulsa
With Modulation ) atau modulasi lebar pulsa dimana semakin lama switch berstatus
on semakin banyak energi yang disimpan dalam komponen penyimpan, dan semakin besar
pula daya yang dikirim ke beban. Selain itu, untuk menghasilkan tegangan keluaran
yang stabil, maka tegangan tersebut dapat diumpan balik dan dibandingkan dengan
tegangan referensi dan selisihnya kemudian dapat digunakan untuk mengendalikan
lamanya switch berstatus on dan off.

1.2 Batasan Makalah
Pada penelitian ini yang dibahas adalah pembuatan dan perancangan pengaturan
tegangan pulsa with modulation dan melihat performasi alat serta perubahan arus
atau tegangan listrik yang disebabkan oleh kipas yang berputar pada pulsa with
modulation,dan akan memperhatikan cara kerja pada pulsa with modulation

1.3 Tujuan Penulisan
Setelah melaksanakanp raktikum elektronika dasar di laboratorium elektronika Dan
komputer, Universitas Gunadarma,setiap mahasiswa dituntut untuk membuat sebuah
proyek elektronika dasar yang terdiri dari makalah danalat proyeknya,serta harus
dipersentasikan secara kelompok Disini kami terangkain dari mulai cara pembuatan
layout hingga cara kerja raangkaian tersebut, baik secara blok diagram maupun
secara detail. Yang akan kami bahas dalam bab III nanti, tentang analisa rangkaian
.

1.4 Metode Penulisan
Lebih memahami prinsip kerja pada pulsa with modulation dan dasar-dasar
pengontrolan perancangan dengan teori yang ada maka dimulai dengan perancangan
pembuatan hasil rancangan dilanjutkan dengan perakitan komponen-komponen rangkain
berdasarkan rancangan. Pengujian setelah hasil rancangan selesai di rakit,maka
dapat dilakukan untuk pengujian berbagai macam jenis beban dan berbagai macam
sumber

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematik penulisan dalam makalah ini terdiri dari 5 (lima) bab yaitu:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah,batasan masalah,tujuan penulisan,metode
penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori
Berisikan tentang teori dasar yang berhubungan dengan analisa rangkaian
proyek,dan kerangka terbentuknya proyek “ Pulsa With Modulation “ ini.
BAB III Analisa Rangkaian
Dalam bab III ini,kami akan menjelaskan dan menganalisa rangkaian baik secara blog
diagram maupun secara detail.
BAB IV Cara Pengoperasian Alat
Berisi tentang pengoperasian alat pada Pulsa With Modulation.
BAB V Penutup
Berisi kesimpulan,saran dan pesan-pesan lainnya.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pulsa With Modulation
Salah satu cara untuk mengirimkan informasi analog adalah dengan menggunakan
pulsa-pulsa tegangan atau pulsa-pulsa arus. Dengan modulasi pulsa, pembawa
informasi terdiri dari pulsa-pulsa persegi yang berulang-ulang. Salah satu teknik
modulasi pulsa yang digunakan adalah teknik modulasi durasi atau lebar dari waktu
tunda positif ataupun waktu tunda negatif pulsa-pulsa persegi tersebut. Metode
tersebut dikenal dengan nama Pulsa With Modulation (PWM). Metode PWM dikenal juga
dengan nama Puls Duration Modulation (PDM) atau Pulsa Length Modulation (PLM)
Untuk membangkitkan sinyal PWM, digunakan komparator untuk membandingkan dua buah
masukan yaitu generator sinyal dan sinyal referensi. Hasil keluaran dari
komparator adalah sinyal PWM yang berupa pulsa-pulsa persegi yang berulang-ulang.
Durasi atau lebar pulsa dapat dimodulasi dengan cara mengubah sinyal referensi.

Gambar 2.1 sinyal PWM
Metode PWM digunakan untuk mengatur kecepatan motor, informasi yang dibawa oleh
pulsa-pulsa persegi merupakan tegangan rata-rata. Besarnya tegangan rata-rata
tersebut dapat diperoleh dari :
Vout = (Vref * duty cycle) / periode
Semakin lebar durasi waktu tunda positif pulsa dari sinyal PWM yang dihasilkan,
maka perputaran motor akan semakin cepat, demikian juga sebaliknya.
2.2 Teori Dasar Elektronika
Menjelaskan dan mengetahui karakteristik dari setiap komponen elektronika baik
yang termasuk komponen pasif maupun komponen aktif.Mengetahui cara menentukan atau
menghitung besarnya nilai dari suatu jenis komponen elektronika.
a. Komponen aktif
Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan
sumber arus atau sumber tegangan sendiri.seperti Transistor,Tranducer, Integrated
circuit dan Sensor.
b. Komponen Pasif
Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak
memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.Seperti
Kapasitor,Resistor,Dioda,Transformator dan Relay.

2.3 Transistor
Transistor adalah komponen semikonduktor yang terdiri atas sebuah bahan type p dan
diapit oleh dua bahan tipe n (transistor NPN) atau terdiri atas sebuah bahan tipe
n dan diapit oleh dua bahan tipe p (transistor PNP). Sehingga transistor mempunyai
tiga terminal yang berasal dari masing-masing bahan tersebut. Struktur dan simbol
transistor bipolar dapar dilihat pada gambar. Disamping itu yang perlu
diperhatikan adalah bahwa ukuran basis sangatlah tipis dibanding emitor dan
kolektor. Perbandingan lebar basis ini dengan lebar emitor dan kolektor kurang
lebih adalah 1 : 150. Sehingga ukuran basis yang sangat sempit ini nanti akan
mempengaruhi kerja transistor. Simbol transitor bipolar ditunjukkan pada gambar
3.1.Pada kaki emitor terdapat tanda panah yang nanti bisa diketahui bahwa itu
merupakannarah arus konvensional. Pada transistor npn tanda panahnya menuju keluar
sedangkan pada transistor pnp tanda panahnya menuju kedalam.

Gambar 2.2 Simbol transitor bipolar

Ketiga terminal transistor tersebut dikenal dengan Emitor (E), Basis (B) dan
Kolektor(C). Emitor merupakan bahan semikonduktor yang diberi tingkat doping
sangattinggi. Bahan kolektor diberi doping dengan tingkat yang sedang. Sedangkan
basis adalah bahan dengan dengan doping yang sangat rendah. Perlu diingat bahwa
semakin rendah tingkat doping suatu bahan, maka
semakin kecil konduktivitasnya.Hal ini karena jumlah pembawa mayoritasnya
(elektron untuk bahan n; dan hole untuk bahan p) adalah sedikit.

Transistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor bipolar dan unipolar.
Transistor bipolar adalah transistor yang ada pada daerah N mempunyai banyak
sekali electron pita dan pada daerah P mempunyai banyak sekali hole.Jenis dari
transistor bipolar adalah transistor PNP dan NPN, sedangkan pada transistor
unipolar misalnya FET, MOSFET, JPET dan lain-lain. Fungso dari transistor adalah
sebagai penguat arus, saklar elektronika, osilator, pencampur (mixer) dan
penyearah. JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah salah satu model
transistor junction dan mempunyai resistansi input yang cukup tinggi. JFET
memerlukan pembawa mayoritas untuk dapat bekerja (muatan hole atau elektron). JFET
mempunyai kaki terminal, sama halnya dengan transistor bipolar yaitu Drain (D),
Source (S) dan Gate (G). MOSFET (Metal Okide Semi Conductor) adalah gate yang
mempunyai gate terbuat dari bahan logam dan antara kanal dan gate dilapisi oleh
suatu bahan silikon dioksida. MOSFET mempunyai jenis kanal N dan kanal P.Dalam
penggunaan transistor untuk suatu proyek harus dipakai transistor yang tepat.
Jangan coba menggantinya dengan tipe lain yang dikatakan sama, maka akan berakibat
fatal. Letak sambungan kaki suatu transistor sudah ditetapkan.
Kegunaan Transistor.Transistor dapat dipakai untuk bebagai keperluan misalnya :
a. Mengubah arus bolak balik menjadi arus searah, pekerjaan ini disebut
penyearah
b. Menguatkan arus rata atau tegangan rata maupun arus bolak balik atau
tegangan bolak balik.
c. Menjangkitkan getaran listrik, dinamai oscilator. Rangkaian oscillator
banyak ditemui pada rangkaian elektronika.
d. Mencampur arus (tegangan) bolak balik dengan frekuensi yang berlainan
(permodulasian)
e. Saklar elektronik ;tujuannya agar saklar tidak cepat putus.
2.4 Defensi Op-Amp
Op-Amp adalah piranti yangmampu mengindera dan memperkuat sinyal maukan bai DC
maupun AC.Op-Amp yang khas terdiri dari tiga rangkaian dasar yakni penguat
Differensial impedansi masukan tinggi, penguat tegangan, penguatan tinggi, dan
penguat keluaran impedansi rendah (biasanya pengikut emitter push-pull).
Karakteristik OP-Amp yang terpenting adalah :
1. Impedansi masukan amat tinggi, sehinga arus masukan praktis dapat diabaikan
2. Penguaan lup terbuka amat tinggi
3. Impedansi keluaran amat rendah, sehingga keluaran penguat tidak terpengaruh
oleh pembebanan.

Gambar 2.3 Fisik Op-Amp

Keterangan Pin :
1. Offset Null
2. Inverting Input
3. Non Inverting input
4. -Vcc : tegangan activator negatif
5. Offset Nll
6. Output
7. +Vcc : teangan activator positif
8. NC

+Vcc

+

-

Gambar 2.4 Blok Op-Amp

2.4.1 Rangkaian Op-Amp Dasar
Dalam sub bab ini akan dijelaskan bagimana cara kerja rangkaian pada rangkaian OP-
Amp dasar.Rangkaian pembandin tegangan sederhan yangmenggunakan penguatan Lup
terbuka dari Op-Amp konfigurasi rangkaian ini akan menunjukkan keada pemaai
bagaimana menggunaan masukan secara aktif.Selanjutnya akan diterangkan bagaimaa
pembanding diterangkan dalam penginderaan AC dan pendeteksian level tegangan
informasi yang terinci akan diberkan, tentang bagaiman membuat penguatan dengan
OP-Amp dan bagaimaa resistor eksterna dapat mempengaruhi rangkaian, dan juga akn
memahami bagaimana op-amp memberikan penguatan dalam konfigurasi rangkaian
membalik dan tak membalik. Rangkaian-rangkaian khusus seperti penguat dan
penjumlah selisih disajikan untuk menunjukan kepada pecinta elektonik bahwa op-amp
memang serba guna.

Ada tiga macam rangkain dasar op-amp yaitu, sbb:
Inverting Amplifier
Non Inverting Amplifier
Voltage Follower
A. Inverting Amplifier
Pada rangaian ni input pada op-amp terdapat pada kaki inverting seperrti pada
gambar dibawah ini :

Gambar 2.5 Inverting Amplifier

Pada rankaian ini kita dapat mencari Vout dengan menggnakan rumus persaman
kirchoff I :
Ia+Ib = Ic
Dari prinsip buni semu bahwa Ic = 0 didapat :
Ia + Ib = Ic
Ia + Ib = 0
Vin + Vout = 0
Rin Rf

-Vin = Vout
Rin Rf

Vout = - Rf
Vin Rin

Av = - Rf
Rin

B. Non Inverting Amplifier

Gambar 2.6 Non Inverting Amplifier

Sama seperti Inverting amplifier pada rangkain ini juga dapat diturunkan dari
hokum kirchoff I :

Ia + Ib = Ic
0 - Vin + Vout - Vin = 0
Rin Rf

- V in + Vout - Vin = 0
R in Rf Rf

Vout = Vin Rf + 1
Rf Rin

Vout = Vin 1 + Rf
Rin

C. Voltage Follower
Gambar 2.7 Voltage Follower

Pada Voltage Follower mempunyai output Vout = Vin.
Sebab rangkaian ini mengalami penguatan satu.

2.4.2 Karakteristik ideal OP-Amp
Karateritk dan parameter piranti elektronik ini, tentunya lebih mudah bagi kita
untuk memahami penggunaannnya dalam rangkaian. Dengan mengetahui apa-apa yangbisa
diharapkan dari sebuah Op-amp.

1. AV = ~ (Penguatan Tak Hingga) = PLN
2. Zin = ~ (Impedansi Tak Hingga)
3. BW = ~ (Bandwidth Tak Hingga)
4. Zout = 0 (Impedansi Output)
5. Vout = 0 (Tegangan Output = 0, apabila Input = 0)
Sifat Op-Amp Ideal :
1. Ia = Ib = 0
2. Va = Vb
3. Ia besarnya tak tentu
4. Vsat = 90% * Vcc

2.4.3 Modus penguatan pada Op-Amp
a. Modus Loop terbuka

Gambar 2.8 Modus Loop Terbuka

Penguatan ini mmepunyai Av = max
Avmax = (Vb-Va).90% Vcc

b. Modus Loop tertutup

Gambar 2.9 Modus Loop Tertutup

Rangkaian ini mempunyai penguatan Av<Max

c. Penguatan Terontrol

Gambar 2.10 Penguatan terkontrol
Penguatan terkontrol Mempunai penguatan
Av = - Rf / Rin
Vout = - (Rf/Rin). Vin
d. Penguatan Satu
Gambar 2.11 Penguatan Satu

Pada penguatan satu rumus yang didapat adalah :
Vout = Vin
Av = 1

2.4.4 Summing Circuit
Rangkain summing circuit merupakan dasar dari computer analog yang bekerja
untkmenyeesaikan persaman-persamaan aljabar sederhana seperri penjumlahan dan
penguranagan. Adapun rangkain dari summing circuit adalah sebagai berikut :
A. Inverting adder

Gambar 2.12 Inverting Adder
Pada rangkaian ini input didapat dari kaki inverting sehingga didapt persaaan

Vout = - Rf + V1 + Rf V2
R1 R2

Jika Rf = R1 = R2 maka kita kan mendapatkan persamaan dari output adlah :
Vout = V1 + V2

B. Scalling Adder
Rangkaian ini hampir sma dengan rangkaian inverting adder tetapi scalling adder
mempunyai peguatan berskala hal itu dapat kita buktikan pada besar nilai resistor
yang berskala.

Gambar 2.13 Scalling Adder

Apabila pada rabgkaian tersebut mempunyai besar resistor yang sama Rf = R1 = R2 =
R3 maka output yang didapt : Vout = V1 + V2 + V3

C. Adder Subrtactor
Mempunyai input bak dari kaki inverting maupun kaki non inverting sebelum
menjumlahkan hasil outputnya kita harus membendingkannya terlebih dahulu dari kaki
non inverting maupun dari kaki inverting apabila berbeda kita harus menambahkan
beban resistor pada penguatannya kurang hingainput mempunyai penguatan yang sama.

Gambar 2.14 Adder Subtractor

Jika semua resistor bernilai sama maka Rf = Rf = R1 = R2 = R3 = R4 = R5 = R6 maka
outputya : V out = V1 + V + V3 + V4 + V5 + V6
Sehinga penguatan pada keduanya adalah sama.
D. Direct Adder

Gambar 2.15. Direct Adde
Rangkaian ini mempunyai input pada kaki non inverting sehingga mempunyai, jika
mempunyai besar resistor yang sama maka outputnya adalah :
Vout = V2 + V3 + V4

2.4.5 Comparator dan Detector
A. Peak Detector
Rangkaian yang digunakaan untk mendeteksi teangan tertinggi yang masuk pada Op-
Amp
B. Comparator
Rangkaian ini dapat membandingkan dua buah tegangan yang dapat mauk melalui dua
terminal input Op-Amp.
Rangkaian dasarnya menggunakan modus loop terbuka sehingga outpuntnya memenuhi
Vout = 90%.Verf (V2-V1)
Led yang dipasang saling berlawanan arah sebagai indocator polarita output yang
dihasilkan op-amp
C. Window Comparator
Rangkaian ini menggunakan rangkaian pembanding yang brfungsi sebgaai input yang
disebut UTP (upper Trip point) dan LTP ( low trip point ). Output yang dihaslkan
merupakan penjumlahan dari dua output yang dihasilkan Op-Amp.
UTP : tegangan masukkan yang menyebabkan tegangan output menuju positif
LTP : tegangan mesukkan yang menyebabkan tegangan output menuju negayif
Hysterisis : selisih antara tegangan UTP dan LTP

VA = UTP = R2 + R3 . Verf
R1+R2+R3
VB = LTP = R3 . Verf
R1+R2+R3
2.5 Resistor
Resistor adalah sutu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arusdan
tegangan listrik. Berdasarkan jenisnya resistor dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Resistor tetap
- Resistor variabel
Tetapi pada rangkaian intecom hanya menggunakan satu jenis resistor yaitu resistor
tetap, jadi kami hanya membahas tentang resistor tetap saja.
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki hambatan tetap. Resistor memiliki
batas kemampuan daya misalnya : 1,16 watt, 1,8 watt, ¼ watt, ½ watt, dan
sebagainya. Artinya resistor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai
dengan kemampuan dayanya.
Simbol Resistor Tetap:

Bentuk fisik resistor tetap:

Bentuk fisik dari resistor tetap ini terdiri dari 2 jenis yaitu ada yang memiliki
4 buah gelang dan 5 buah gelang seperti pada gambar diatas, tetapi untuk cara
perhitungannya sama saja.
Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat dilihat atau dibaca dari
warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa gelang
warna.

WARNA GELANG KE
1 DAN 2 3 4
HITAM 0 100 -
COKLAT 1 101  1 %
MERAH 2 102  2 %
JINGGA 3 103
KUNING 4 104 -
HIJAU 5 105 -
BIRU 6 106 -
UNGU 7 107 -
ABU – ABU 8 108 -
PUTIH 9 109 -
EMAS - 10-1  5 %
PERAK - 10-2  10 %
TANPA WARNA - -  20 %

Tabel 1 : Kode Warna Resistor (4 Gelang Warna)
Keterangan :
- Gelang ke 1 dan 2 menunjukkan angka
- Gelang ke 3 menunjukkan faktor pengali
- Gelang ke 4 menunjukkan toleransi

WARNA GELANG KE
1,2 DAN 3 4 5
HITAM 0 1 -
COKLAT 1 10  1%
MERAH 2 102  0,1%
JINGGA 3 103  0,01%
KUNING 4 104  0,001%
HIJAU 5 105 -
BIRU 6 106 -
UNGU 7 107 -
ABU-ABU 8 108 -
PUTIH 9 109 -
EMAS - 10-1 -
PERAK - 10-2 -
TANPA WARNA - - -

Tabel 2 : Kode Warna Resistor (5 Gelang Warna)

Keterangan dari gelang warna yang tertera pada resistor yaitu :
Gelang pertama dan kedua menyatakan angka dari resistor tersebut.
Gelang ketiga menyatakan faktor pengali (banyaknya angka nol).
Gelang ke empat menyatakan toleransi.
Misalnya :
Resistor dengan warna : merah hitam kuning perak
Maka nilainya : 2 0 104
10%

Berarti nilai tersebut adalah = 200.000 Ω atau 200 KΩ dengan toleransi sebesar 10
%.
Range hambatan resistor tersebut adalah
= 200.000 + 10 %
= 10 % x 200.000 = 20000 Ω
= 200.000 – 20.000 sampai 200.000 + 20.000
= 180.000 sampai 220.000 Ω

Pada rangkaian intercom yang kami buat menggunakan satu buah resistor
bernilai 1M dan 2 buah resistor bernilai 1 KΩ.
Untuk resistor yang bernilai 1M berarti memiliki warna :
Coklat Hitam Hijau Emas
Range hambatan resistor 1 M adalah
= 1.000.000.000 + 5%
= 5 % x 1.000.000.000 = 50.000.000 Ω
= 1.000.000.000-50.000.000 sampai 1.000.000.000+50.000.000
= 950.000.000 sampai 1.050.000.000 Ω

Sedangkan untuk resistor yang berwarna 1KΩ yangkami gunakan berarti memiliki
warna:
Coklat Hitam Merah Emas

Range hambatan 1KΩ adalah :
= 1000 + 5%
= 5% x 1000 = 50 Ω
= 1000 – 50 sampai 1000 + 50
= 950 sampai 1050 Ω

2.5.1 Karakteristik resistor.
Menurut karakteristik utamanya resistor dibagi 2 yaitu:
1. resistansinya
2. rating dayanya

2.5.2 Pertimbangan Untuk Memilih Resistor.
1. Ukuran fisiknya
2. bentuknya
3. cara pemasangan dan penyambungan pada rangkaian
4. nilai resistansinya
5. dissipasi dayanya
6. kemampuan menangani beban lebih
7. keandalan
8. perubahan resistansi terhadap frekuensi dan terhadap tegangan yang jatuh
9. ketahanan sebagai beban
10. pengaruh kondisi dan lingkungannya
2.5.3 Noise dalam resistor karbon terdiri dari

1. Noise thermal
2. Noise arus
2.6 DIODA
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan
tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium
(Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
a. Dioda Kontak Titik
Dioda ini dipergunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi
rendah.
Simbol Dioda Kontak Titik :

Gambar 2.16 dioda kontak titik
b. Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu arah. Dioda
ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan.
Simbol dioda hubungan sama dengan simbol dioda kontak titik.
c. Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja
reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.
Simbol Dioda Zener :

Gambar 2.17 dioda zener

d. Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya). Dioda
ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan arus 1,5
mA. LED banyak digunakan sebagai lampu indikator dan peraga (display).
Simbol LED :

Gambar 2.18 dioda led
e. dioda foto
Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan
dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik.
Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah,
cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari
penghitung kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera
serta beberapa peralatan di bidang medis.
Alat yang mirip dengan Dioda foto adalah Transistor foto (Phototransistor).
Transistor foto ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan
kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai
sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini
disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini
di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian,
waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Dioda-
Foto.
Gambar 2.19 dioda foto
f. SCR SCR
singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi
sebagai pengendali. SCR atau Tyristor? Masih termasuk keluarga semikonduktor?
Dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron?. Sebagai pengendalinya
adalah gate (G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran
P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya
disebut PNPN Trioda?.

Guna SCR:
• Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
• Sebagai rangkaian pengendali (remote control)

Gambar 2.20 dioda SCR

2.6.1 Fungsi umum dioda;
sebagai penyearah
Saklar elektronik

Kurva dioda;
Forward bias
Arus bocor
Teg. Knee

Reverse bias

Dari kurva diatas dioda yang digunakan ialah dioda jenis ilicon yang mempunyai
potensial barier 0,7 V. setelah melewati tegangan 0,7 V arus akan naik dengan
cepat hingga titik tertentu.

Forward Bias Reverse Bias

Arus mengalir dari kaki anoda ke katoda. Arus tidak mengalir.

2.21 forward bias dan reverse bias

Tegangan Knee
Tegangan dimana mengalir dengan cepat setelah melewati potensial barrier.

Arus Bocor
Arus yang mengalir pada saat bias reverse, padahal seharusnya tidak ada arus yang
mengalir.

2.6.2 Jenis Dioda;
a. Dioda schotshy; berfungsi untuk menyearahkan frekuensi diatas 300 MHz.
b. Dioda varactor; untuk mengubah frekuensi resonansi.
c. Dioda step recovery; untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat

2.7 IC(INTEGRATED CIRCUIT)
Sirkuit terpadu (bahasa Inggris: integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar
yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang
dipakai sebagai otak peralatan elektronika.
Pada komputer, IC yang dipakai adalah mikroprosesor. Dalam sebuah mikroprosesor
Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta
transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh
mikroprosesor adalah 60nm.
Sirkuit terpadu dimungkinkan oleh teknologi pertengahan abad ke-20 dalam fabrikasi
alat semikonduktor dan penemuan eksperimen yang menunjukkan bahwa alat
semikonduktor dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum.
Pengintegrasian transistor kecil yang banyak jumlahnya ke dalam sebuah chip yang
kecil merupakan peningkatan yang sangat besar bagi perakitan tube-vakum sebesar-
jari. Ukuran IC yang kecil, terpercaya, kecepatan "switch", konsumsi listrik
rendah, produksi massal, dan kemudahan dalam menambahkan jumlahnya dengan cepat
menyingkirkan tube vakum.
Hanya setengah abad setelah penemuannya, IC telah digunakan dimana-mana. Komputer,
telepon selular, dan peralatan digital lainnya yang merupakan bagian penting dari
masyarakat modern. Contohnya, sistem transportasi, internet, dll tergantung dari
keberadaan alat ini. Banyak skolar percaya bahwa revolusi digital yang dibawa oleh
sirkuit terpadu merupakan salah satu kejadian penting dalam sejarah umat manusia.
IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan dapat diisi
sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:
Telepon, kalkulator, handphone, radio
Contoh-contoh IC
555 multivibrator, IC seri 7400, Intel 4004, Intel seri x86

2.8 Kapasitor
Kapasitor merupakan komponen yang dapat menyimpan dan
melepaskan muatan listrik atau energi listrik. Sebuah kapasitorterdiri dari dua
bahan penghantar yang dipisahkan oleh sebuah bahan isolasi yang disebut
dielektrikum. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor
disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Kapasitas kapasitor merupakan
sebuah ukuran dari banyaknya muatan listrik yang dapat disimpan oleh
kapasitor tersebut dibagi (per) satuan beda petensialnya.
Kapasitas terdapat dalam beraneka ragam yang sangat besar, dalam
bentuk ukuran, tipe, pembuatan/bahan baku, nilai voltage kerja dan nilai
kapasitansinya. Nilai kapasitor dinyatakan dalam satuan farad (F) atau pada
umumnya satuan tersebut mempunyai skala mikro Farad (uF) yang tertera
pada badan kondesantor, artinya huruf ini menunjukan nilai sekian per sejuta
dari 1 Farad. Satu Farad adalah nilai kapasitas yang sedemikian besarnya,
sehingga tidak akan pernah dijumpai dalam bidang elektronika khususnya,
atau juga pada umumnya dilengkapi dengan potensial kerja kapasitor tersebut.
Fungsi Kapasitor pada rangkaian listrik :
1. Untuk menyimpan muatan listrik.
2. Untuk menahan arus searah dan melewatkan arus bolak-balik.
3. Sebagai kopel (penghubung) pada rangkaian listrik.
4. Sebagai penentu frekuensi.
Macam-macam kapasitor :
1. Kapasitor elektrolit,mempunyai kapasitas sebesar 1uF atau lebih dan
mempunyai polaritas kutub (+) dan kutub (-).
2. Kapasitor non elektrolit, mempunyai kapasitas kurang dari 1 uF dan tidak
mempunyai polaritas, umumnya terbuat dari bahan dielektrik keramik, mika
atau poliyester.
3. Kapasitor Variable (varco).
4. Kapasitor Trimmer.
Kebanyakan kapasitor tidak dipolaritaskan, yang artinya dapat dipasang
bolak-balik, akan tetapi beberapa tipe dipolaritaskan, artinya tidak boleh
dipasang bolak-balik. Kapasitor elektrolit selalu dipolaritaskan, kecuali jika ada
tanda keterangan lainnya (beberapa elektrolit non-polarisasi dibuat untuk
penggunaan tertentu). Kapasitor yang dipolaritaskan selalu diberi tanda yang
memperhatikan kutubnya. Cara yang umum ialah tanda negatif (-) dan tanda
positif (+) pada kawat tiap sambungan, atau ada juga yang diberi tanda warna
merah pada terminal positif atau warna hitam pada terminal negative

2.9 Langkah-langkah Membuat Pulsa With Modulation
Dalam pembuatan rangkaian Pulsa With Modulation diperlukan langkah langkah dalam
pembuatannya, yaitu penulis akan membahasnya dalam pembahasan kali ini.
A. Merancang Lay Out
Dalam pembuatan suatu rangkaian,pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus
merancang sebuah layoutnya lebih dahulu disebuah kertas, yang dalam hal ini kita
akan merancang layout untuk rangkaian intercom.
Cara pembuatan atau merancang layout kita harus melihat dahulu bentuk asli atau
gambar rangkaian intercom,dengan melihat gambar rangkaian barulah setelah kita
teliti dan enemukan ide bagaimana agarlayout dapat terlihat indah dan sempurna
kita dapat merancang sebuah layout pada kertas dan sebaiknya menggunakan kertas
milimeter block.
Setelah layout selesai kita rancang dan kita buat diatas kertas milimeter block,
sekarang kita harus meneliti dan memeriksa seteliti mungkin layout yang kita buat.
Kita harus mencocokkkan dengan gambar rangkaian auto-fan aslinya, kita perhatikan
satu persatu komponen apakah sudah benar semua letaknya atau belum apakah
komponennya tidak terbalik dalam peletakan kaki-kakinya.
Kemudian kita juga harus memperhatikan jalur-jalur yang kita rancang apakah suah
benar atau masih ada jalur yang salah tujuannya.
Perancangan layout ini merupakan langkah yang paling penting dalam pembuatan suatu
rangkaian, karena akan menentukan hasil akhir dari rangkaian yang kita buat. Jika
kita benar-benar teliti dan sudah benar benar yakin layout yang kita rancang sudah
benar maka ada kemungkinan hasil akhirnya baik.
Mengapa setelah kita yakin layout benar tetapi penulis masih mengatakan hasil
akhirnya mungkin baik,karena masih ada lagi satu langkah yang sangat menentukan
hasil akhir suatu rangkaian yaitu pada saat pemasangan komponen komponen
pendukungnya karena ada komponen yang tidak boleh terbalik dalam penempatan kaki-
kakinya.
B. Memindahkan Rancangan Layout ke papan PCB
Setelah kita yakin bahwa layout yang kita buat sudah benar maka kita tempelkan
rancangan yang kita buat di kertas milimeter block tersebut diatas papan pcb. Akan
tetapi kita menempelkan jangan secara permanent melainkan cukup di ujung-ujung
sudut kertas milimeter block tersebut, karena nantinya kita akan melepasnya.
Setelah kita tempelkan dan benar-benar rapih lalu skarang kita siapkan sebuah bor
pcb dan menggunakan mata bor dengan ukuran 0,5mm. Lalu kita bor pcb yang telah
kita tempelkan rancangan layout tadi yaitu tepat pada gambar lingkaran-lingkaran
kecil yang berfungsi untuk penempatan kaki-kaki komponen.
Kemudian setelah selesai kita bor semua lubang untuk kita kaki-kaki komponen
tersebut dan yakin tidak ada satupun yang terlewatkan. Maka sekarang kita harus
melepas kertas milimeter block bergambar layout tesebut dari papan pcb.
Dan setelah kita melepas kertas tersebut maka diatas pcb hanya akan tampak lubang-
lubang kecil yang kita bor tadi. Sekarang pada sisi pcb yang ada tembaganya,
gambar sekeliling tiap lubang lubang bor tadi dengan menggunakan rugos lingkaran
dan usahakan jangan sampai ada yang terlewat. Lingkaran-lingkaran kecil ini
nantinya sebagai tempat timah solder.
Jika sudah semua lubang bor kita lingkarkan dengan rugos lingkaran,maka sekarang
hubungan antara lingkaran-lingkaran kecil tersebut dengan menggunakan rugos garis
atau dengan sebuah spidol permanent. Tetapi kiat harus menghubungkan lingkaran-
lingkaran tersebut dengan melihat hasil rancangan layout tadi agar kita tidak
salah menghubungkan jalur-jalurnya. Karena., jika salah menghubungkan jalur
jalurnya maka rangkaian tidak akan berfungsi.
Jika layout di papan pcb telah selesai kita buat maka sekarang kita harus
melarutkan tembaga yang tidak terkena gambar yaitu dengan larutan zat kimia yang
bernama ferri clorit. Dalam menggunakan ferri clorit kita harus melarutkannya
dengan air mendidih agar tembaga pada papan pcb juga cepat larut.
C. Memasang komponen pada papan PCB
Langkah dalam pemasangan komponen adalah pertama pasanglah komponen yang
mudah dipasang dahulu yaitu komponen memiliki sifat non polar dengan kata lain
komponen ini tidak memiliki kutub positif maupun kutub negatif artinya dalam
pemasangannya bebas antara kedua kakinya tanpa harus kuatir akan terbalik.
D. SWITCH
Switch adalah komponen eletronika yang berfungsi sebagai penghubung
antara sumber tegangan dan ground dalam rangkaian elektronika.
E. POTENSIOMETER
Potensiometer adalah salah satu jenis dri resisitor yang variabel hambatannya
dapat diubah ubah. Pengubahan variabel hambatan pada potensiometer dapat dilakukan
dengcara mengubah frekuensi dengan memutar potensiometer tersebut. Dengan cara ini
frekuensi output rangkaian atau alat elektronika dapat diubah-ubah. Potensio
banyak terdapat pada alat-alat elektronika seperti radio untuk mengatur volume
radio tersebut.

BAB IV

CARA PENGOPERASIAN ALAT

Pada rangkaian ini kami menggunakan sumber tegangan +12 Volt, -12 Volt, + 5 Volt
dan ground, alat ini akan menghasilkan output dari Motor DC 12 volt yang
dihubungkan dengan 2 buah Relay bertegangan 12 volt, yang akan menjadi acuan dari
alat ini apakah alat ini bekerja atau tidak.
Pengoperasian alat yang kami buat adalah sebagai berikut :
1. Hubungkan kutub positif dengan +12 Volt, -12 Volt, +5 Volt dan ground sesuai
pada tempatnya. Dan jangan sampai terbalik untuk menghindari sort circuit yang
akan membuat alat tersebut rusak.
2. Nyalakan switch atau sakelar untuk memilih arah putaran motor, ketika switch
telah dipilih, maka alat akan berjalan secara otomatis.
3. untuk mengatur kecepatan dari motor, putar potensiometer sesuai dengan yang
diinginkan.
BAB V

PENUTUP

5.1 Saran
Dalam Pembuatan alat, hendaknya hati hati. Dimulai dari penggambaran ke papan pcb.
Karena dari pengalaman praktikan, beberapa percobaan gagal karena adanya garis
garis rangkaian yang putus, seperti kena goresan pada saat mencelup papan ke
larutan ferri clorit. Oleh sebab itu Dibutuhkan kerja sama antar tiap praktikan
agar penyelesaian alatnya berjalan baik.

DAFTAR PUSTAKA

• www.ilmukomputer.com
• www.library.gunadarma.ac.id
• www.google.com (search google)
• Modul Praktikum dan Data pengamatan Elektronika Dasar, Universitas
Gunadarma, Jakarta, 2009