You are on page 1of 6

8

LINGUA MEDIKA

LATIHAN PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH
OLEH SUNARTO

PENDAHULUAN 2. Latihan harus dilakukan setiap hari, pagi dan
Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain /LBP ) sore dan selalu dimulai dengan intensitas
adalah sindroma klinik yang ditandai dengan gejala yang ringan dan secara bertahap
utama nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di ditingkatkan
daerah tualng punggung bagian bawah. Dalam 3. Latihan dilakukan pada dasar yang datar,
masyarakat LBP tidak mengenal perbedaan umur, dianjurkan dilantai dengan alas karpet
jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, tingkat 4. Posisi awal latihan adalah berbaring
pendidikan, semuanya bisa terkena LBP. Lebih dari terlentang, lutut fleksi, kedua telapak kaki
80 % umat manusia dalam hidupnya pernah menempel lantai seluruhnya dan kedua
mengalami LBP. lengan dan taangan rileks di samping tubuh
5. Setiap latihan diulangi 5x dan bertahap
Terapi LBP selain istirahat, pemberian analgetika, dinaikkan sampai 10 x , dilakukan dengan
pemberian modalitas fisik (panas, dingin, stimulasi pelan-pelan dan hati-hati, tidak perlu
listrik ), alat ortesa (braceatau korset) dan yang tidak tergesa-gesa dan jangan terlalu banyak
kalah pentingnya yaitu terapi latihan. dengan cara mengejan.
ETIOLOGI LBP Teknik Latihan
Faktor mekanik sebagai penyebab utama dari LBP Sikap dasar adalah telentang
dfi masyarakat dapat diklasifikasikan menjadi 2 - Pelvic Tilting
kategori, yaitu : Untuk menguatkan otot gluteus maksimus
A. Statik dan mencegah hiperlordosis lumbal
LBP pada tipe ini terjadi karena kesalahan postur Teknik : menekankan punggung pada alas
seperti kepala menunduk ke depan, bahu sambil menegangkan otot perut dan kedua
melengkung ke depan, perut menonjol ke depan otot gluteus maksimus . Pertahankan
dan lordosis lumbal berlebihan. selama 5-10 hitungan.
B. Dinamik
Dalam keadaan normal gerakan tulang - Lutut ke dada
berlangsung dan terintegrasi dengan baik dan Untuk meregangkan otot punggung yang
terjadi pembatasan oleh otot dan ligamen. Agar tegang dan spasme
tidak menimbulkan keluhan nyeri , gerakan tidak Teknik : tarik lutut ke dada bergantian
boleh melanggar keterbatasan-keterbatasan ini. semaksimal mungkin tanpa menimbulkan
rasa sakit, dipertahankan 5-10 detik, lakukan
PROGRAM LATIHAN LBP juga dengan kedua lutut.
Tujuan pemberian latihan pada LBP adalah :
1. Mengurangi hiperlordosis lumbal - Meregangkan tubuh bagian lateral
/memperbaiki postur tubuh Untuk meregangkan otot lateral tubuh yang
2. Membiasakan diri untuk melakukan gerakan tegang
-gerakan yang sesuai dengan biomekanik Teknik ; dengan tangan di bawah kepala dan
tulang punggung siku menempel pada alas, paha kanan
Secara operasional, pemberian latihan ini ditujukan disilangkan ke paha kiri kemudian tarik
untuk : kesamping kanan dan kiri sejauh mungkin,
1. Mengurangi gaya yang bekerja pada tulang lakukan juga dengan menyilangkan paha kiri
punggung dengan cara mengurangi berat di atas paha kanan.
badan
2. Memperkuat otot-otot yang kurang kuat, - Straight Leg Raising
terutama otot dinding perut, otot gluteus Untuk meregangkan dan menguatkan otot
maksimus dan medius, dan otot punggung hamstring dan gluteus
3. Meregangkan otot-oto yang memendek, Teknik : satu lutut kanan di tekuk, kaki kiri di
terutama otot punggung dan otot hamstrings naikkan ke atas tanpa bantuan lengan dan
4. Mengurangi posisi bahu dan punggung tangan , dipertahankan 5-10 detik, ulangi
bagian atas yang terlalu menekuk ke depan sebaliknya
5. Mengurangi spasme otot-otot
- Sit Up
Beberapa hal penting sebelum melakukan latihan Untuk menguatkan otot perut dan punggung
1. Tidak ada penyakit lain yang membahayakan bawah
bila dilakukan latihan Teknik : pelan-pelan menaikkan kepala dan
leher sehingga dagu menyentuh dada,
diteruskan dengan mengangkat punggung

Medika Jwalita Edisi III/406.054/2005
9
LINGUA MEDIKA
bagian sampai kedua tangan mencapai lutut - Waktu tidur punggung dalam keadaan
(tangan diluruskan), sedangkan punggung mendatar ( jangan pakai alas dari per )
bagian tengah dan bawah tetap menempel
pada dasar. e. Olah raga
- Hindari oleh raga beregu, satu lawan
- Hidung ke lutut satu karena akan meningkatkan stress pada
Untuk memperkuat otot perut dan punggung
meregangkan otot iliopsoas - Dianjurkan oleh raga perorangan
Teknik : dengan posisi menekuk , lutut seperti renang dan jogging.
secara bergantian ditarik sampai ke hidung,
pertahankan 5-10 detik, lakukan pada lutut PENUTUP
satunya. Dengan pola latihan yang benar, bertahap dan
teratur, keluhan LBP akan berkurang dan tidak
- Gerakan gunting tergantung dengan pemberian obat. Selain itu pola
Untuk meregangkan dan menguatkan otot hidup yang sehat, dengan tidak menggunakan hak
hamstring, punggung, gluteus dan abdomen yang tinggi, tidak tidur di atas kasur dengan per,
Teknik : kedua tangan di belakang kepala, akan membantu mengurangi keluhan LBP.
tarik kedua tungkai ke atas, kemudian kedua
kaki disilangkan, tungkai ditarik ke muka
belakang bergantian, lakukan 10 kali, PENYELIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA
kemudian ke samping kanan dan samping (KLB) SUATU PENYAKIT
kiri (OLEH : ICHWANU KUSNO)
- Hiperestensi sendi paha I. PENDAHULUAN
Untuk menguatkan otot gluteus dan Kejaduan Luar Biasa (KLB) adalah suatu
punggung bawah serta meregangkan otot kejadian akut, kronis ataupun penyakit non infeksi
fleksor paha dalam masyarakat tertentu yang jumlah
Teknik ; dengan posisi tengkurap, tungkai penderitanya meningkat secara bermakna melebihi
ditarik ke atas , ulangi pada kaki sebelahnya. keadaan yang lazimnya pada waktu dan daerah
tertentu :KLB sebenarnya bukan merupakan
NASEHAT sesuatu hal yang tidak bisa diprediksi ataupun
Nasehat yang perlu diberikan pada penderita LBP diantisipasi . Namun kenyataan di lapangan
sebagai berikut : menunjukan bahwa peristiwa KLB mudah terjadi
a. Waktu berdiri baru diketahui. Keadan tersebut dimungkinkan
Jangan memakai sepatu dengan hak tinggi karena sistim surveilan belum dilaksanakan
- Jangan berdiri waktu yang lama, dengan baik. Belum dilaksanakannya sistim
selingi dengan jongkok surveilan yang baik ini disebabkan belum
- Berdiri dengan satu kaki diletakkan difahaminya secara apa,mengapa dan bagaimana
lebih tinggi untuk mengurangi hiperlordosis surveilan tersebut baik ditingkat Kabupaten,
lumbal Puskesmas maupun Pustu dan Polindes.Untuk itu
- Bila mengambil sesuatu di tanah, uraian berikut ini diharapkan akan dapat mengajak
jangan membungkuk, tapi tekuklah lutut kembali wacana tema tenaga luar di Kabupaten,
- Bila mengangkat benda berat, Puskesmas, pustu, dan Polindes terhadap
renggangkan kedua kaki lalu tekuklah lutut femahaman surveilan maupun mengaplikasikan
dan punggung tetap tegak dan angkatlah dalam pelaksanaan kegitan sehari-hari di
barang tersebut sedekat mungkin dengan Lapangan sehingga kasus penularan dini terhadap
tubuh t kemungkinan terjadi KLB dapat diantisipasi
dengan baik. Selanjutnya apabila terjadi KLB dapat
b. Waktu berjalan dilakukan langkah-langkah kegitan sistematis
- Berjalanlah dengan posisi tegak, melalui penyelidikan KLB sehingga dampaknya
rileks dan jangan tergesa-gesa dapat ditekan seminimal mungkin.
c. Waktu duduk II. TUJUAN PENYELIDIKAN KLB
Pilihlah tempat duduk dengan criteria :
Busa jangan terlalu lunak A. Tujuan Umum
Punggung kursi berbentuk huruf S Mengetahui gambaran besarnya masalah
- Bila duduk seluruh punggung harus suatuKLB di suatu wilayah ( Puskesmas atau
sebanyak mungkin kontak dengan kursi Desa / Kelurahan)
Bila duduk waktu lama, letakkan satu kaki lebih
tinggi dari yang satunya B. Tujuan Khusus
1. Mendapatkan kepastiandiagnotis KLB.
d. Waktu tidur 2. Konfirmasi adanya KLB.

Medika Jwalita Edisi III/406.054/2005
10
LINGUA MEDIKA
3.Mendiskripsikan KLB berdasarkan variabell • Tenaga Laboratorium
Epidemiologi ( orang, tempat dan waktu) • Tenaga Kesehatan Lingkungan
• Pengemudi.

4. Mengidentifikasikan sumber dan cara penularan 3. Tenaga Puskesmas yang terdiri dari :
penyakit. • Dokter Puskesmas
5.Merumuskan saran dan cara penanggulangan • Perawat
dan pengendalian guna mencegah kasus serupa.
• Tenaga Laboratorium Puskesmas
• Tenaga Kesehatan Lingkungan
III. KRITERIA KLB
Sampai saat ini belum ada kriteria pasti KLB, • Tenaga Surveillans Puskesmas
namun beberapa kriteria berikut ini kiranya dapat 4. Tenaga Propinsi sesuai dengan kebutuhan.
digunakan sebagai pertimbangan untuk
menduga terjadinya suatu KLB guna upaya VI. PENUTUP
penyelidikan dan penanggulangan lebih lanjut. Penulisan ini hanya merupakan kerangka
Kriteria tersebut antara lain : umum yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai
1. Timbulnya suatu penyakit menular yang dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan
sebelumnya tidak ada/tidak dikenal di suatu setempat, Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
daerah.
2. Adanya peningkatan kejadian kesakitan /
kematian dua kali lipat atau lebih
dibandingkan dengan jumlah kesakitan SPM MEDIKA
/kematian yang biasa terjadi pada kurun
waktu sebelumnya.
3. Adanya peningkatan kejadian kesakitan CAKUPAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING
secara terus menerus selama 3 (tiga) kurun ASI PADA BAYI BGM DARI KELUARGA MISKIN
waktu secara berturut-turur menurut jenis
penyakitnya. PENGERTIAN
Bayi BGM usia 6-11 bulan dari keluarga miskin yang
IV. LANGKAH-LANGKAH PENYELIDIKAN KLB. memperoleh makanan pendamping Air Susu Ibu
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan di (ASI) selama 120 hari melalui petugas kesehan
dalam melakukan penyelidikan KLB yaitu :
1. Persiapan Penyelidikan KLB CARA PERHITUNGAN
2. Menetapkan / penetapan apakah suatu Jumlah bayi usia 6-11 bulan BGM
Kejadian Luar Biasa Gakin mendapat MP-ASI 120 hari
Cakupan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
3. Memastikan diagnosis etiologi MP-ASI = ________________________________x100%
4. Mengidentifikasi dan menghitung kasus
ataupun paparan Jumlah seluruh bayi BGM Gakin 6-11
5. Membuat deskripsi kasus menurut orang, bulan BGM Gakin di satu wilayah kerja dalam
Tempat dan waktu waktu yang sama
6. Membuat cara penanggulanan sementara
dengan segera (bila diperlukan)
7. Mengidentifikasi sumber dan cara penularan CAKUPAN BALITA GIZI BURUK DITANGANI
8. Merencanakan cara penelitian lain yang
yang sistimatis PENGERTIAN
9. Mengidentifikasi keadaan penyebab KLB. Balita gizi buruk yang memperoleh
10. Menetapkan saran cara penegahan dan penanganan/perawatan di fasilitas kesehatan
penanggulangannya.
11. Menetapkan sistem penemuan kasus baru CARA PERHITUNGAN
atau kasus baru atau kasus dengan Jumlah Balita Gizi Buruk ditangani
komplikasu di fasilitas kesehatan di satu wilayah
12. Pelaporan hasil penyelidikan Cakupan Balita kerja pada kurun waktu tertentu
V. TIM PENYELIDIK KLB Gizi Buruk =____________________________x100%
Tim penyelidik KLB terdiri dari unsur tenaga Ditangani
Propinsi, Kabupaten dan Puskesmas yang antara Jumlah prevalensi balita gizi buruk
lain terdiri dari : ditemukan di satu wilayan kerja
dalam waktu yang sama
1. Tenaga Epidemiologi sebagai investigator dan
Co Investigator.
2. Tenaga Kabupaten yang terdiri dari :
AKSES TERHADAP KETERSEDIAAN DARAH DAN
• Kasie pemegang program dibidang
KOMPONEN YANG AMAN UNTUK MENANGANI
Pem berantasan penyaki
RUJUKAN IBU HAMIL DAN NEONATUS
• Kasie Pengamatan Penyakit
• Asisten Entomologi

Medika Jwalita Edisi III/406.054/2005
11
LINGUA MEDIKA
PENGERTIAN
Akses terhadap ketersediaan darah dan komponen
yang aman untuk menangani rujukan ibu hamil dan

neonatus adalah ibu hamil dan neonatus komplikasi SARANA KESEHATAN DENGAN PELAYANAN
dirujuk yang memeroleh pelayanan transfusi darah GAWAT DARURAT

sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan persediaan PENGERTIAN
darah serta komponen yang aman pada UPTD di Sarana kesehatan yang telah mempunyai
satu wilayah kerja. kemampuan untuk melaksanakan pelayanan gawat
darurat sesuai standar dan dapat diakses oleh
Ibu hamil adalah ibu yang mengandung sampai usia masyarakat dalam kurun waktu tertentu
kehamilan 40 minggu
Neonatus alah bayi baru lahir dengan usia 0-28 hari CARA PERHITUNGAN
Darah yang aman adalah darah yang bebas dari
HIV/AIDS, Hepatitis dan STD Sarana Jumlah sarana pelayanan
kesehatan dg gawat darurat yang sesuai
CARA PERHITUNGAN pelayanan standart dan dapat diakses
gawat darurat oleh masyarakat
Jumlah bumil dan neonatus resti/komplikasi =__________________________x100%
yang mendapat
kan transfusi darah yang aman Jumlah sarana pelayanan kesehatan yang
Cakupan bumil di satu wilayah kerja pada kurun Ada di wilayah kerja tertentu
dan Neonatal waktu tertentu
Resti yang =__________________________x100%
tertangani DESA/ KELURAHAN MENGALAMI KLB YANG
Jumlah seluruh bumil dan neonatus DITANGANI <24 JAM
resti /komplikasi yang tertangani
membutuhkan darah di satu wilayah kerja PENGERTIAN
dan dlam kurun waktu yang
Desa/ kelurahan yang mengalami KLB adalah
tertentu
kejadian peningkatan kesakitan potensial KLB,
penyakit karantina atau keracunan makanan pada
desa/kelurahan tersebut
IBU HAMIL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI YANG
DITANGANI CARA PERHITUNGAN
Jumlah KLB yang terjadi dan
PENGERTIAN ditangani <24 jam di suatu
Ibu hamil yang mengalami risiko tinggi/komplikasi KLB yang wilayah selama 1 tahun
yang ditangani oleh petugas kesehatan di polindes, ditangani <24=________________________x100%
puskesmas dan rumah sakit pemerintah dan swasta jam
Jumlah seluruh KLB yang terjadi
CARA PERHITUNGAN di wilayah tersebut dalam kurun
waktu/tahun yang sama
Ibu hamil risiko Jumlah ibu hamil risiko tinggi/
tinggi komplikasi yang ditangani KECAMATAN BEBAS RAWAN GIZI (<15% GIZI
/komplikasi =_________________________x100% KURANG DAN GIZI BURUK)
yang ditangai
Jumlah ibu risti /komplikasi ditemukan PENGERTIAN
Kecamatan Bebas Rawan Gizi : kecamatan bukan
merupakan daerah rawan gizi bila prevalensi gizi
kurang dan gizi buruknya kurang 15%
NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI YANG
DITANGANI CARA PERHITUNGAN

PENGERTIAN Jumlah kecamatan dg prevalensi gizi
Neonatal yang mengalami risiko tinggi / komplikasi kurang dan buruk pada balita <15% di
yang ditangani oleh petugas kesehatan di satu satu wilayah kerja pd kurun waktu tertentu
Kecamatan
wilayah pada kurun waktu tertentu =________________________x100%
Bebas Rawan
Gizi Jumlah kecamatan di satu wilayah kerja
CARA PERHITUNGAN
pada kurun waktu yang sama
Neonatal risiko Jumlah neonatal risiko tinggi/
tinggi/komplika komplikasi yang ditangani
si yang =_________________________x100%
ditangani
Medika
Jumlah neonatal risiko tinggi/ Jwalita Edisi III/406.054/2005
komplikasi yang ditangani
12
LINGUA MEDIKA
Klien yang mendaptkan penanganan HIV/AIDS
adalah klien HIV/AIDS yang mendapat penanganan
HIV/AIDS sesuai standar di suatu wilayah kerja pada
kurun waktu 1 tahun.

KESEMBUHAN PENDERITA TB PARU BTA
POSITIF (+) Yang dimaksud penanganan HIV/AIDS meliputi :
konseling dan testing secara sukarela, perawatan,
PENGERTIAN pengobatan infeksi oportunistik dan Anti Retro Viral
Persentase penderita baru TB BTA positif yang ibu hamil sesuai criteria klinis dan imunoligis
diobati dengan paket standar yang sembuh di akhir
pengobatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu CARA PERHITUNGAN
1 tahun
Jumlah klien yang mendaptkan penanganan
CARA PERHITUNGAN HIV/AIDS di suatu wilayah kerja pada kurun
Klien yang waktu 1 tahun
mendapat =_________________________x100%
Jumlah penderita baru TB penanganan
BTA (+) yang sembuh di HIV/AIDS
suatu wilayah kerja pada Jumlah seluruh klien HIV/AIDS
Kesembuhan kurun waktu 1 tahun yang datang ke Sarkes di suatu wilayah
penderita TB BTA
=______________________x100% kerja pada kurun waktu
(+) yang sama
Jumlah penderita baru TB
BTA (+) yang diobati dalam
waktu yang sama INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) YANG
DIOBATI

PENGERTIAN
CAKUPAN BALITA DENGAN PNEUMONIA YANG Persentase infeksi menular seksual yang diobati
DITANGANI melalui pendekatan sindrom dan etiologis

PENGERTIAN CARA PERHITUNGAN
Pneumonia adalah batuk disertai nafas cepat dan
atau nafas sesak Jumlah penderita IMS yang diobati
Infeksi di satu wilayah kerja pada kurun
Nafas cepat : menular waktu 1 tahun
Umur <2 bulan > 60 kali/menit seksual yang
=____________________________x100%
Umur 2 bln-1 tahun > 50 kali/menit diobati
Umur 1-5 tahun > 40 kali/menit Jumlah kasus IMS yang datang ke
Sarkes di suatu wilayah kerja pada
Batasan nafas sesak adalah munculnya tarikan waktu yang sama
dinding dada bagian bawah waktu inspirasi.

Tatalaksana standar pneumonia balita : PENDERITA DBD YANG DITANGANI
Pneumonia berat : rujuk ke RS
- Pneumonia diberi antibiotik pilihan PENGERTIAN
utama selama 5 hari dan dirawat di RT Persentase penderita DBD yang mendapat
- Bukan pneumonia diberi obat penanganan sesuai standar di suatu wilayah kerja
penunjang dan di rawat di RT
CARA PERHITUNGAN
CARA PERHITUNGAN

Jumlah kasus pneumonia balita Jumlah penderita DBD yang
Cakupan yang ditangani di suatu wilayah ditangani sesuai standar di
balita dg kerja pada kurun waktu 1 tahun Cakupan suatu wilayah kerja pada kurun
pneumonia =_________________________x100% penderita DBD waktu 1 tahun
yang yang ditangani
=__________________________x 100%
ditangani Jumlah kasus pneumonia yang ditemukan
di suatu wilayah kerja Jumlah penderita DBD yang
pada kurun waktu yang sama ditemukan di suatu wilayah
kerja pada kurun waktu yang
sama
PERSENTASE KLIEN YANG MENDAPATKAN
PENANGANAN HIV/AIDS

PENGERTIAN

Medika Jwalita Edisi III/406.054/2005
13
LINGUA MEDIKA

Medika Jwalita Edisi III/406.054/2005