You are on page 1of 15

BAB 6

HAK ASASI MANUSIA DAN NEGARA HUKUM

H Pengertian. HAM
Sej Perk. Ger. HAM
A Hakikat HAM
M
Humanisasi Perang Asal-usul Hukum Humaniter
& Kejahatan Perang
N
Deklarasi DU HAM
E Unsur Dasar DU HAM
G Rumusan DU. HAM
A HAM di Indonesia
R HAM di Negara Hukum
A Hak dan Kewajiban WNI
Negara Hukum
Fas. HAM dalam UUD 1945
H Kedudukan
U Keadilan Produk Perundangan HAM
Hukum
K
U K. Ber. Pancasila Pengertian
M Perm. Penegakan Hukum Prinsip Hukum
Penegakan Hukum
*minto rahayu 08Etika Kehidupan Berbangsa 1
Kadarkum
SEJARAH PERKEMBANGAN HAM

Globalisasi UUD 1945: Hak & kewajiban
Bab X: 26 (1,2,3) 37 (2,3) 28, 30 (1)

DU HAM
Amandemen UUD: BAB XA

Penindasan Magna Charta (1215): kesederajatan
Westphalia (1648): kuasa wil raja

Abad 17-20
9N tanpa hukum 1689: Inggris: Raja James II
9Individual 1776: AS:dr Declaration of independen
9R jadi obyek 1789: Perancis: liberti, egalite, fraternite

*minto rahayu 08 2
PENGERTIAN HAM
Di Indonesia
1950: M. Yamin
HAM 1951: Prof Soenarko Aristoteles
(human right/hak man 1960: Prof Kuncoro Natura right:
Basic right (oleh N) 1977: Marbangun H. keadilan (UU + alam)

Normatif/ aturan/hukum/organisasi

HAM non fundamental
HAKIKAT HAM
(akibat lingstra)
9Hak dasar bebas
HAM fundamental 9Ekpolsosbudhankam
9Akui harkat martabat man 9UU (sanksi)
9Hak alamiah/melekat 9Kekeluargaan
9DPN: karunia, eksis man, universal 9Tidak tak terbatas
*minto rahayu 08 3
HUMANISASI PERANG Jean Hendri Dunant
(1859)
Perang
(ting dinasti)
Renainsance (Eropa) Humanis

PD I: tentara+rakyat terbunuh 9P. Westphalia (1648)
9Konvensi Jenewa (1864)
9Relosuli PBB 1945
Perjanjian Versailles 9Den Haag (1970)
Individu dpt dipidana DU HAM
10. 12.1948

(Hukum Humaniter
PD II: 35% duk dunia mati

MMI (adili individu Jerman) 1945
Jerman menyerah
(rencana, kekerasan, pembunuhan)
*minto rahayu 08 4
DU HAM
UNSUR DASAR

PASCA PD I: Dekade 40 Kubu sosialis (Tirai Besi)
(tata N baru) Blok Barat N Barat (liberal/demokratis)
Blok Poros

Pilar HAM U Glorium Revolution Kebebasan
9Hak pribadi (revolusi rakyat) 9Berbicara
9Hak milik 9Bertuhan
9Bebas sipil 9Kemiskinan
9Hak ek sos DU HAM 9Rasa takut

Universal >< Partikularistik Atlantic Charter
9HAM U Absolut: alat penekan N 3
9HAM U Relatif: krn bahayakan N
F. D. Roosevelt
9HAM Komunitarian Absolut:
Josep Stalin
sesuaikan dng tiap N
Winston Churchill
*minto rahayu 08 5
RUMUSAN DU HAM

Mukadimah DU HAM Resolusi PBB Nomor 217 (III) 10.12.1948
1. Akui martabat man melekat dan tidak diasingkan
2. Bengis timbulkan marah, kenikmatan lewat bebas bicara, beragama,
rasa takut, kemiskinan
3. Hak lindung perlu aturan hukum
4. Persahabatan antar N dianjurkan
5. Anggota PBB janji tingkatkan kemajuan sosial dalam kemerdekaan
6. N-N PBB bertjanji berikan penghargaan
7. Laksanakan janji sesuai dengan pengertian umum HAM

Naskah DU HAM: 30 pasal Individu
Pasal 29 (1) kata kewajiban
Manusia
Warga negara

Hak identik kewajiban
*minto rahayu 08 6
HAM DI INDONESIA
Negara Merdeka
UUD 1945
Dekade 60-an Bld KMB: RIS
Blok Barat
Blok Sosialis UU 39/99 ttg HAM
ND3 diaruhi Barat
Blok ND3 (Komnas HAM)
bentuk LSM

Hukum=HAM HAM DI NEGARA HUKUM

Renaisance Landasan
Thomas Aguino 9HAM dr Tuhan: alam
John Locke 9Utamakan puasan batin
Montesque 9Sesuai dgn budaya, iptek
Voltaire 9Man tdk kehilangan haknya
9HAM melekat abadi
9N hormati HAM martabat man
9Man bebas, sama dlm hukum
9Ham berkaitan dgn kewajiban
9N lindungi hak alami
*minto rahayu 08 7
HAK DAN KEWAJIBAN WNI

Konferensi Regional PBB Toleransi di ND3
di Kabul 1964

Ajukan
UUD 1945 Reservation
1. Preambule: hak merdeka
2. Ps 26 (1): hak ber-WN
3. Ps 27: hak dlm hukum 1992: KTT Nonblok
hak pekerjaan N tdk pearuhi N lain
hak dan wajib bela-N AIPO 1992
4. Ps 28: berserikat, berkumpul,
berbicara + 28A s.d. 28J Deklarasi Vienna 1993
5. Ps 29: beragama & kepercayaan
6. Ps 30: hak & wajib dlm hankam
7. Ps 31: hak & wajib pendidikan PS: sila 2, 4, 5,
8. Ps 33: hak jah sos
9. Ps 34: hak jam sos
*minto rahayu 08 8
PRODUK HUKUM HAM DI INDONESIA

1. Tap MPR-RI Nomor XVIII/1998 tentang HAM
2. Kepres RI 50/1993: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
3. UURI 5/1998: Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan
dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam, Tidak
Manusiawi atau Merendahkan Martamat Manusia
4. UURI 9/1998: Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum
5. UURI 21/1999: Konvensi ILO Mengenai Diskriminasi dalam
Pekerjaan dan Jabatan
6. UURI 39/1999: Hak Asasi Manusia
7. UURI 26/2000: Pengadilan HAM
8. UURI 13/2006: Perlindungan Saksi dan Korban
9. UURI 21/2007: Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
10. Perpu 1/1999: Pengadilan Hak Asasi Manusia
11. Perpu 1/2002: Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
12. Kepres RI 181/1998: Komisi Nasional Anti Kekerasan thd Perempuan
13. Kepres 40/2004: Rencana Aksi Nasional HAM 2004-2009
*minto rahayu 08 9
NEGARA HUKUM
Hukum identik pola pandang B

Jean Jacques Rousseau Liberalisme: individualistik
Integralistik (BI)

Hukum:
alat menegakkan tata tertib
dan untuk mendapatkan
jah sos yg demokratis, adil, …membentuk berkehidupan kebangsaan..
dan manusiawi (Pembukaan UUD 1945 alinea III)

Penjelasan umum nomor IV alinea II UUD 1945: Hukum;
Maka telah cukup jikalau UUD hanya memuat aturan-aturan pokok,
hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada Pemerintah
Pusat dan lain-lain penyelenggara Negara untuk menyelenggarakan
kehidupan negara dan kesejahteraan sosial
*minto rahayu 08 10
PRINSIP HUKUM INDONESIA SECARA FORMAL DAN MATERIAL

1. P.III UUD: Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
2. P. butir I: I berdasarkan hukum bukan kekuasaan
3. P. pem berdasarkan sistem konstitusi (hukum dasar)
4. Ps 27 (1) kesamaan di depan hukum: hak dan kewajiban
5. P. Ps 24+25: kekuasaan kehakiman (yg mandiri)

PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

Meskipun dibikin UUD yang menurut kata-katanya bersifat
kekeluargaan, apabila semangat para penyelenggara negara,
para pemimpin pemerintahan itu bersifat perseorangan,
UUD tadi tentu tidak ada artinya dalam praktek.

9Susunan hukum
9Pelayan hukum
9Kehidupan berkedaulatan rakyat/demokratis
9Penegakan hukum
9Kehidupan yang berkeperimanusiaan:
9Penyesuaian
N ketuhanan adil dan beradab
*minto rahayu 08 sos+iptek 11
Indonesia: N Nasional:
KESADARAN HUKUM

Kesatuan sosbud Kesatuan ekonomi
1. Bhineka: selaras, serasi, deimbang 1. SDA milik bersama B
2. Budaya nasional (budaya daerah) 2. Bangnas ek merata
3. Kesatuan bahasa 3. Kemajuan ek sinergi

Lem.N
Pancasila
9Bermasyarakat
Rakyat dan lem wakil 9Berbangsa
Rakyat dan ormas 9Bernegara

N I berdaulat, adil, makmur? Bangnas
Man I yg kekeluargaan? Ban man I utuh, bang mas I seluruh
*minto rahayu 08 12
KEADILAN DALAM HUKUM INDONESIA
Keadilan
(Aristoteles)
Hukum positip: memaksa untuk mematuhi
K. Distributif
K. Legal
K. Komunikatif
Tantangan
1. Kependudukan Keadilan PS
2. Kemiskinan
3. Kesenjangan Mas. Makmur Mas yg adil
4. Ketergantungan 9Merata dinamis 9Bahagia
5. Kelestarian LH 9Berkecukupan 9Tak terhina
9Tak ditindas
9Tak dihisap
9Damai
1. Bina mas jadi dewasa, bermutu, sadar
9Tak sewenang
2. Mas jadi mandiri dan produktif
3. Tingkatkan makmur dan jah mas Aturan + UU
4. Pemerataan: feodal jadi demokratis Pelaksanaan hukum
5. Tingkak kelolaan SDA dan man Aparat hukum
*minto rahayu 08 13
ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA

E. Sosbud: jujur, peduli, pahami, hargai, cintai, tolong, malu, teladan
budaya nasional mampu antisipasi globalisasi (adaptasi)

E. Politik dan pemerintahan: pem. bersih, efisien, efektif, demokratis.
APN yg peduli, layani publik, siap mundur, jujur amanah, sportif,
rendah hati, jiwa besar, tidak arogan, toleran. Utamakan ting bersama.

E. Ekonomi dan bisnis: saingan sehat/jujur, adil, kondisif, berdayakan
rakyat kecil, cegah monopoli, oligopili, KKN, diskriminasi

E.Penegakan hukum yang bertkeadilan: keteraturan.ketertiban hidup
bersama dalam supremasi hukum

E. Keilmuan: junjung nilai kemanusiaan dan iptek: cipta, karsa, karya:
kreatif, inovatif, invertif: membaca, beljar, meneliti, menulis:
kerja keras, berani terima tantangan

E.Lingkungan: pelestarian lingkungan untuk masa depan
*minto rahayu 08 14
BAHAN DISKUSI

1. Dalam Makna Charta, hak raja dibatasi, dapatkah ini
diterapkan di Indonesia untuk membatasi hak para pimpinan?

2. Menurut Anda, apakah penerapan HAM dapart disamaratakan
di setiap negara dan di setiap kondisi?

3. Bagaimana rekevansi bab XA UUD 1945 tentang HAM dengan
pasal-pasal lain yang bermuatan HAM?

4. Apa yang dimaksud dengan negara hukum? Bagaimana
penerapannya di Indonesia? Bagaimana mengantisipasinya?

5. Hukum sangat berkaitan dengan keadilan, bagaimana
keadilan hukum di Indonesia? Sudahkah memenuhi HAM
*minto rahayu 08 15