You are on page 1of 9

SPESIFIKASI TEKNIK

Bagian 1

PERSYARATAN UMUM


1.1. RINGKASAN PEKERJAAN
1.1.1. Uraian Berbagai Pekerjaan Yang Termasuk Dalam Sepesifikasi Ini

Ruang lingkup pekerjaan meliputi semua atau salah satu yang berikut ini :
1. Perbaikan jalan dan penambahan di tempat yang ditunjukkan pada gambar rencana
atau yang diberi tanda di lapangan termasuk rekonstruksi dan perbaikan lapisan
perkerasan yang dirasa perlu
2. Pelapisan ulang atau pembuatan kembali lapis kedap permukaan perkerasan,
termasuk semua pekerjaan penyiapan permukaan atau perataan yang diperlukan.
3. Pelebaran perkerasan dan pemindahan alinyemen sedikit, termasuk pembersihan
lapangan dan penyediaan bahu jalan serta saluran tepi yang baru seperti yang
ditunjukkan pada gambar-gambar proyek dan sebagaimana yang diminta oleh
Direksi Tekenik di lapangan
4. Rekonstruksi perkerasan termasuk membentuk kembali dan membangun lapis
pondasi bawah serta lapisan pondasi atas dan memasang lapisan permukaan
pondasi atau dengan memasang lapisan permukaan aspal yang baru yang sesuai
dengan dokumen kontrak
5. Rekonstruksi atau penyediaan saluran tepi jalan yang baru baik dengan lapisan
maupun tanpa lapisan dan gorong-gorong
6. Perbaikan struktur yang besar maupun yang kecil untuk jembatan-jembatan dan
struktur jalan lainnya yang sesuai dengan dokumen kontrak, dan menurut
pertimbangan Direksi Teknik di lapangan


1.2. MOBILISASI

1.2.1. Umum
1. Mobilisasi sebagaimana ditentukan dalam kontrak ini akan meliputi pekerjaan
persiapan yang diperlukan untuk pengorganisasian dan pengelolaan pelaksanaan
pekerjaan-pekerjaan proyek ini. Ini juga akan mencakup demobilisasi setelah
penyelesaian pelaksanaan pekerjaan
2. Kontraktor harus mengerahkan sebanyak mungkin tenaga setempat dari kebutuhan
tenaga pelaksanaan pekerjaan tersebut dan bilamana perlu memberikan pelatihan
memadai.
3. Sejauh mungkin dan berdasarkan nasihat Direksi, kontraktor harus menggunakan
rute (jalur) tertentu dan menggunakan kendaraan-kendaraan yang ukurannya
sesuai dengan kelas jalan tersebut serta membatasi muatannya untuk menghindari
kerusakan jalan dan jembatan yang digunakan untuk tujuan pengangkutan ke
tempat proyek


1.2.2. Dokumen Rekaman proyek

1. Perangkat Dokumen proyek
Dengan pemenangan kontrak, Kontraktor akan mendapatkan seperangkat lengkap
semua dokumen dari PPK tanpa beban biaya, yang berkaitan dengan kontrak.
Dokumen tersebut akan meliputi :
* Persyaratan Umum kontrak
* Gambar rencana Kontrak
* Spesifikasi
* Addenda
* Modifikasi-modifikasi lain terhadap kontrak (jika ada)
* Catatan pengujian lapangan

2. Penyimpanan

Dokumen proyek tersebut harus disimpan di dalam Direksi keet (kantor lapangan)
dalam save file dan rak serta kontraktor harus menjaga serta melindunginya dari
kerusakan dan hingga sampai pekerjaan selesai, serta harus memindahkan data
rekaman tersebut kepada Dokumen rekaman proyek akhir (final)
Dokumen rekaman tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan pelaksanaan dan
dokumen itu harus dapat diperoleh setiap waktu untuk pemeriksaan oleh Direksi
Teknik
BAGIAN 2


PEKERJAAN TANAH


2.1. Umum
2.1.1. Uraian
a. Pekerjaan ini terdiri dari penggalian, penanganan atau penumpukan tanah atau batu
dan bahan-bahan lainnya dari jalan kendaraan dan sekitarnya yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak yang memuaskan
b. Pekerjaan ini biasanya diperlukan untuk pembuatan jalan air dan selokan-selokan
pembuatan parit atau pondasi pipa grong-gorong saluran-saluran atau bangunan-
bangunan lainnya untuk pembuangan tanah longsoran, untuk galian bahan
konstruksi ataupun pembuangan bahan-bahan buangan dan pada umumnya
pembentukan kembali daerah jalan, sesuai dengan spesifikasi ini dan dalam
pemenuhan yang sangat bertanggung jawab terhadap garis batas kelandaian dan
potongan melintang yang ditunjukan pada gambar rencana atau seerti diperintahkan
oleh Direksi Teknik.
c. Terkecuali untuk tujuan pembayaran persyaratan bab ini berlaku untuk semua
pekerjaan galian yang dilaksanakan dalam hubungan dengan kontrak. Termasuk
pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dalam bab-bab lain, dan semua bahan
diklasifikasikan dalam satu atau dua kategori


2.1.2. Defenisi
a. Galian batu terdiri dari penggalian batu-batu besar dengan volume setengah meter
kubik atau lebih besar atau bahan konglomerat pada yang keras yang dalam pendaat
Direksi Teknik tidak praktis untuk menggali tanpa menggunakan peralatan kerja
pneumatic, bor atau peledak. Ini tidak termasuk bahan bantuan yang dalam
pendapat Direksi Teknik dapat dibuat lepas dan dipecah-pecah oleh gandengan
pembelah hidrolic atau buldozer
b. Semua penggalian lain akan dianggap sebagai galian biasa


2.1.3. Toleransi Ukuran
Kelandaian, garis batas dan formasi akhir setelah penggalian tidak boleh berbeda dari
yang ditentukan lebih besar 2 cm pada setiap titik. Pekerjaan yang tidak memenuhi
toleransi ini harus diperbuat sehingga memuaskan Direksi Teknik sesuai dengan sub
bab 3.1.1 (8)


2.1.4. Pemeriksaan
a. Untuk setiap pekerjaan penggalian yang dibayar dibawah bab ini, ketinggian yang
garis batasnya harus disetujui oleh Direksi Teknik, sebelum kontraktor memulai
pekerjaan
b. Kontraktor harus menyediakan dan menggunakan mal logham dan mistar logam
untuk memeriksa punggung atau kemiringan melintang. Bilamana diminta oleh
Direksi Teknik ketinggian lapangan harus diperiksa dengan alat survey ketinggian.


2.1.5. Pemadatan Tanah Dasar
a. Pemadatan lapisan tanah di bawah permukaan tanah dasar harus dilaksanakan
sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang diberikan pada spesifikasi ini :
i. Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus
dipadatkan sampai 95 % kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai
dengan AASHTO T99
ii. Lapisan-lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang, dan sampai ermukaan
tanah dasar harus dipadatkan sampai 10 % kepadatan kering maksimum
2.1.6. Pengendalian Mutu
Pengujian-pengujian kualitas untuk kepadatan di lapangan dan daya dukung harus
dilakukan untuk setiap 100 m panjang jalan sesuai dengan persyaratan sub Bab 3.2.4 CBR
minimum untuk tanah dasar harus 5 %, dan bilamana hal ini tidak dapat dicaai, perlu
dipasang bahan lapis ondasi bawah atau bahan timbunan pilihan sampai ketebalan yang
diperintahkan oleh Direksi Teknik.


2.1.7. Cara Pengukuran Pekerjaan
a. Luas tanah dasar disiapkan yang selesai dan disetujui akan diukur sebagai jumlah
meter persegi permukan yang dipadatkan dan dibentuk
b. Tidak ada pembayaran akan dilakukan di bawah Bab Spesifikasi ini untuk penyiapan
tanah dasar mengenai pekerjaan pemeliharaan berkala, meliputi perbaikan lubang
bagian amblas atau pecahnya ujung-ujung

2.1.8. Dasar Pembayaran
Volume yang ditentukan diukur seperti dilakukan di atas, akan dibayar persatuan
pengukuran pada harga yang dimasukkan dalam daftar penawaran untuk item
pembayaran yang tercantum di bawah, yang tenaga dan pembayarannya merupakan
kompensasi penuh untuk semua pekerjaan dan biaya-biaya yang diperlukan dalam
penyelesaian penyiapan tanah dasar yang diminta seperti diuraikan sebelumnya dalam
bab ini.


BAGIAN 3

PERKERASAN BERBUTIR
(LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A DAN B)


3.1.1. Umum
a. Uraian
Lapis pondasi agregat kelas A adalah mutu lapis pondasi atas untuk suatu lapisan di
bawah lapisan beraspal. Lapis pondasi agregat kelas B adalah untuk lapis pondasi
bawah. Lapis pondasi agregat kelas B boleh digunakan untuk bahu jalan tanpa
penutup aspal.
b. Sifat
Dalam kedudukannya sebagai bahan konstruksi pekerjaan jalan, pondasi agregat
mempunyai nilai konstruksi yang menentukan kualitas pekerjaan jalan.


3.1.2. B a h a n
a. Sumber Bahan
Penawar harus menentukan sendiri lokasi, jumlah mutu dan gradasi bahan yang
akan digunakan untuk lapis pondasi. Segala biaya yang berhubungan dengan biaya
pengambilan, pengangkutan, penyaringan dan pemecahan harus sudah tercakup
dalam harga satuan agregat A dan B. Selambat-lambatnya 30 hari sebelum dimulai
pekerjaan pelapisan agregat untuk pondasi, kontraktor harus melaporkan kepada
Direksi Pekerjaan mengenai tempat asal dan mutu bahan yang akan digunakan
sebagai pondasi bawah agregat dan bahan tersebut memenuhi spesifikasi.

b. Pemeriksaan dan Pengujian Bahan
Untuk memastikan mutu bahan agregat lapis pondasi, sebelumnya dimulai
pengambilan bahan kontraktor harus menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium
dari bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi
Pengambilan contoh-contoh bahan untuk pemeriksaan dilakukan oleh Kontraktor
dan disaksikan oleh Direksi atau wakil yang ditunjuk. Duplikat contoh-contoh bahan
harus diserahkan kepada Direksi untuk digunakan sebagai referensi. Segala biaya
yang dikeluarkan untuk pengambilan dan pemeriksaan contoh-contoh bahan
menjadi tanggungjawab kontraktor. Sebelum pengambilan bahan dilaksanakan,
semua sumber bahan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi, dimana
persetujuan itu bukan merupakan persetujuan akhir terhadap bahan dari sumber
tersebut, kecuali setelah dikerjakan menurut ketentuan yang ditetapkan.

c. Pencampuran bahan untuk lapis pondasi agregat
Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan
di lokasi crushing plant atau pencampur yang disetujui, dengan menggunakan cara
mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh campuran dengan proporsi yang
benar. Tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.

3.1.3. Penghamparan Dan Pemadatan
a. Penyiapan penghamparan
i. Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan atau bahu jalan
lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan atau bahu jalan lama harus
diperbaiki terlebih dahulu.
ii. Lokasi yang telah disediakan untuk pekerjaan lapisan pondasi agregat, harus
disiapkan dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.
iii. Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar langsung di atas permukaan
perkerasan aspal lama, maka harus diperlukan penggaruan atau pengaluran pada
permukaan perkerasan aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih baik.



b. Penghamparan
i. Lapis pondasi agregat harus dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang merata
dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan
ii. Setiap lapis harus dihampar pada suatu operasi dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan.
Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut harus
diusahakan sama tebalnya.
iii. Lapis pondasi agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metode
yang disetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel agregat kasar dan
halus. Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan
bahan yang bergradasi baik.
iv. Tebal padat minimum dan maksimum dalam penghamparan harus sesuai dengan
yang disyaratkan.
c. Pemadatan
i. Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus
dipadatkan menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan
disetujui, hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimum
(modified) seperti yang ditentukan.
ii. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang
3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana
kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering
maksimum (modified) yang ditentukan.
iii. Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi
sedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber
”superelevasi”, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak
sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus
dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut
terpadatkan secara merata.
iv. Bahan sepanjang kerb, tembok, dan tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas
harus dipadatkan dengan timbris mekanis atau alat pemadat lainnya yang
disetujui.

3.1.4. Cara pengukuran pekerjaan
a. Kontraktor harus membiayai semua pembayaran untuk setiap pengangkutan dan
kompensasi lainnya dalam memperoleh dan pengambilan bahan yang harus digunakan
untuk agregat lapis pondasi atas. Di bawah keadaan aapun pemberi tugas (pemilik
proyek) harus bebas dari setiap kewajiban pembayaran, terkecuali hal-hal yang sudah
termasuk dalam Daftar Penawaran.

b. Jumlah yang harus dibayar merupakan jumlah meter kubik lapis pondasi atas yang
terpasang yang sesuai dengan gambar dan spesifikasi atau sebagaimana yang
diperintahkan oleh Direksi/Pengawas Lapangan.
Perhitungan volume lapis Pondasi Atas, harus atas dasar ketebalan dan lebar lapis pondasi
yang diminta sebagaimana terlihat pada gambar rencana, atau yang disesuaikan oleh
“perintah perubahan” dikalikan dengan panjang terpasang sebenarnya dan disetujui oleh
Direksi Teknik/Pengawas Lapangan. Setiap penyimpangan bentuk dan ketebalan lapis
atas tidak boleh melebihi toleransi ukuran yang ditetapkan.




3.1.5. Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja
Lapis pondasi agregat tidak boleh ditempatkan, dihampar, atau dipadatkan sewaktu
turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan atau bila kadar air bahan
jadi tidak berada dalam rentang yang ditentukan.

3.1.6. Perbaikan Terhadap Lapis Pondasi Agregat
Perbaikan terhadap lapis pondasi agregat yang tidak memenuhi ketentuan, dilakukan
sebagai berikut ini :
a. Lokasi hamparan dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memenuhi
ketentuan toleransi yang disyaratkan, atau yang permukaannya menjadi tidak rata
baik selama pelaksanaan atau setelah pelaksanaan, harus diperbaiki dengan
membongkar lapis permukaan tersebut dan membuang atau menambahkan bahan
sebagaimana diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan dan
pemadatan kembali.
b. Lapis pondasi agregat yang terlalu kering untuk pemadatan, dalam hal rentang kadar
air seperti yang disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang
dilanjutkan dengan penyemprotan air dalam kuantitas yang cukup serta
mencampurnya sampai rata.
c. Lapis pondasi agregat yang terlalu basah untuk pemadatan seperti yang ditentukan
dalam rentang kadar air yang disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan
tersebut secara berulang-ulang pada cuaca kering dengan peralatan yang disetujui
disertai waktu jeda dalam pelaksanaannya. Alternatif lain, bilamana pengeringan
yang memadai tidak dapat diperoleh dengan cara tersebut di atas, maka bahan
tersebut dibuang dan diganti dengan bahan kering yang memenuhi ketentuan.
d. Perbaikan atas lapis pondasi agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat-sifat
bahan yang disyaratkan, dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan disertai
penyesuaian kadar air dan pemadatan kembali, pembuangan dan penggantian bahan,
atau menambah suatu ketebalan dengan bahan tersebut.

3.1.7. Dasar Pembayaran
Volume yang ditentukan sebagaimana disediakan di atas akan dibayar persetujuan
pengukuran pada harga-harga yang masuk dalam Daftar Penawaran untuk item-item
pembayaran yang diberikan dibawah, yang harga dan pembayaran tersebut akan
merupakan kompensasi penuh bagi semua pekerjaan dan biaya-biaya yang diperlukan
dalam menyelesaikan lapis pondasi atas yang diminta, sebagaimana diuraikan dalam
bagian ini.


BAGIAN 4

LAPISAN PERMUKAAN PERKERASAN


LAPIS PERMUKAAN KERIKIL

Umum
a. Uraian
* Lapisan permukaan kerikil terdiri dari suatu campuran stabilisasi berbutiran terpasang
sampai kedalaman yang ditentukan pondasi bahan butir. Pekerjaan tersebut meliputi
pengadaan, pengangkutan pemadatan bahan butiran untuk pelapisan permukaan kerikil di
atas lapis pondasi bawah yang disiapkan atau merupakan pengkrikilan ulang permukaan
jalan kerikil yang ada yang tidak aus.
* Pengadaan bahan-bahan akan mencakup sebagaimana diperlukan, pemecahan,
penyaringan dan operasi lainnya yang diperlukan untuk mendapatkan bahan-bahan
berbutir yang memenuhi persyaratan spesifikasi.
b. Toleransi ukuran
* Tebal minimum tidak boleh kurang dari tebal rencana atau ketebalan yang ditentukan
dalam daftar penawaran
* Satu kemiringan minimum 4 % harus diberikan untuk lapisan permukaan kerikil
* Ketinggian permukaan padat tidak boleh berbeda-beda lebih dari 2 cm, di atas atau
dibawah ketinggian rencana selesai pada setiap titik.
c. Contoh bahan
* Dua buah contoh bahan yang harus digunakan untuk lapisan permukaan kerikil harus
diserahkan kepada Direksi Teknik setidak-tidaknya 14 hari sebelum pekerjaan dimulai dan
disertai dengan rincian sumber penyedia dan hasil-hasil data pengujian yang sesuai dengan
persyaratan spesifikasi untuk mutu bahan sebagaimana diuraikan dalam spesifikasi ini.
* Tidak boleh ada perubahan sumber pengadaan atau perubahan bahan lapisan permukaan
berbutir akan dibuat tanpa persetujuan Direksi Teknik, atau setiap perubahan demikian
harus disertai dengan penyerahan contoh bahan beserta laporan pengujian untuk
pemeriksaan lebih lanjut serta persetujuan seperti di atas.
d. Pengendalian Lalu Lintas
* Kontraktor akan mengambil semua tindakan pencegahan, memberi peringatan dan
mengendalikan lalu lintas selama berlangsungnya pekerjaan sampai persetujuan Direksi
Teknik dan mengatur pekerjaan pengkrikilan
e. Cara pengukuran pekerjaan
* Volume lapis permukaan penetrasi macadam yang harus diukur untuk pembayaran harus
ditemukan dalam meter persegi berdasarkan hasil perkalian lebar rata-rata (diukur dan
disetujui bersama antara Direksi Teknik dan Kontraktor dengan pengukuran lebar rata-rata
setiap 50 meter) kali panjang, sepanjang sumbu jalan, yang disetujui dan diterima oleh
Direksi Teknik.
* Bila lapis aspal resap pelekat dan lapis aspal pelekat dipaang, sesuai dengan persyaratan
kontrak, khusus dan daftar penawaran lapis resap lekat atau lapis lekat tersebut harus
diukur dalam liter dan dibayar dibawah item pembayaran.
* Bilamana perbaikan-perbaikan lapis permukaan yang tidak memuaskan telah diminta
sesuai dengan spesifikasi ini, tidak ada tambahan pembayaran yang akan dibuat untuk
pekerjaan ekstra atau volume yang diperlukan oleh perbaikan-perbaikan tersebut
* Tidak ada pengukuran atau pembayaran tambahan akan dibuat untuk penyiapan lapangan
atau pengujian bahan-bahan yang diperlukan dibawah spesifikasi ini, dan semua pekerjaan
tersebut akan dianggap telah dimasukan dalam item pembayaran untuk lapi permukaan
penetrasi macadam.
f. Dasar pembayaran
Volume yang ditentukan sebagaimana diberikan di atas akan dibayar persatuan pengukuran
pada harga yang dimasukkan dalam daftar penawaran bagi item pembayaran yang diberikan
dibawah, yang mana harga dan pembayaran tersebut merupakan konpensasi lapis permukaan
penetrasi macadam sebagaimana diuraikan sebelumnya dalam bab ini

BAGIAN 8

LAIN - LAIN


Umum
a. Uraian
* Pekerjaan ini terdiri dari pelapis bagian samping dan memberikan perkerasan dasar
selokan serta pembangunan lintasan air kecil lainnya dengan pasangan batu dengan siar
yang memenuhi garis-garis, kemiringan dan ukuran yang ditunjuk pada gambar rencana
atau menurut petunjuk Direksi.
* Dalam beberapa hal bilamana dimintakan mutu tinggi dari bahan-bahan dan penanganan,
Direksi dapat memerintahkan bahwa untuk pasangan batu plasteran harus digunakan
sebagai pengganti pasangan batu dengan siar

b. Toleransi
* Pada umumnya bidang muka permukaan masing-masing batu permukaan tidak boleh beda
dari rata-rata permukaan profil lebih dari 3 cm
* Ukuran masing-masing batu untuk pasangan batu dengan siar harus berada dalam
kepantasan dengan persyaratan-persyaratan berikut, dengan berat minimum 6 Kg
* Permukaan rata-rata profil tidak boleh berada dengan lebih dari keterangan sebagai
berikut :
Selokan / saluran masuk = 2 cm
Penampang melintang selokan / saluran = 5 cm
Bak pengumpul = 2 cm


c. Contoh
* Dua contoh yang menggambarkan batu yang diambil dari sumber pengadaan harus
diserahkan kepada Direksi Teknik untuk mendapat persetujuan paling sedikit 14 hari
sebelum pekerjaan dimulai