Nyeri Dada (Chest Pain / Chest Discomfort

)
Nyeri dada/rasa tidak nyaman pada dada adalah salah satu keadaan yang paling sering
dijumpai dan merupakan suatu tantangan bagi para dokter khususnya yang bertugas di unit gawat
darurat. Diagnosis diferensial untuk nyeri dada selalu terkait pada organ-organ yang berada pada
thorax dan abdomen, dengan prognosis yang berjenjang mulai dari ringan hingga mengancam
kehidupan. Kegagalan mendiagnosa secara tepat dan akurat berpontesial mengakibatkan suatu
keadaan serius seperti penyakit iskemik jantung akut, diseksi aorta, tension pneumothorax, atau
emboli paru yang dapat berujung pada komplikasi yang serius termasuk kematian. Sebaliknya,
penilaian yang berlebihan terhadap gejala yang tampak akan mengakibatkan penilaian yang tidak
tepat untuk kebutuhan perawatan dirumah sakit, pemeriksaan-pemeriksaan tambahan, bahkan
anxietas bagi pasien.
1


Tabel 1. Diferensial diagnosis untuk nyeri dada
1,2

Kardiovaskular
Sindrom koroner akut
Angina pektosis (stabil dan tidak stabil)
Infark miokard
Diseksi Aorta
Perikarditis dan cardiac tamponade
Aritmia-fibrilasi atrial
Aneurisma Aorta
Stenosis Aorta
Pulmoner
Emboli paru
Pneumonia
Hemothorax
Pneumotorax dan tension pneumothorax
Pleuritis
Kanker paru
Penyakit gastroesofageal
Refluks gastroesofageal
Gangguan motilitas esofagus
Ulkus peptikum
Batu empedu
Gangguan pada Dinding Dada
Costochondritis atau Tietze's syndrome
Gangguan saraf spinal
Fibromyalgia
Radikulopati
Sindrom Precordial catch - nyeri tajam dan menusuk,
dan terlokalisir yang sering bias dengan
gejalapenyakit jantung
Kondisi payudara
Herpes zoster
Kejiwaan
Serangan Panik
Anxietas
Depresi
Gangguan somatis
Hipokondria
Lain-lain
Sindrom hiperventilasi
Da costa's syndrome
Bornholm disease (infeksi viral)
Keracunan Karbondioksida
Sarcoidosis
Keracunan timbal

Penilaian terhadap nyeri dapat berupa derajat nyeri, penjalaran, keadaan berkeringat, mual,
muntah, palpitasi, pemunculan nyeri dirasakan terutama pada keadaan tertentu (inspirasi atau
ekspirasi), dan keberadaan nafas pendek sebagai tanda rasa nyeri yang menusuk.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan antara lain adalah
3

 Rontgen thorax dan abdomen, CT Scan terkadang dapat lebih baik menggambarkan
keadaan
 EKG (elektrokardiogram)
 CT Angiografi Pulmoner (ketika dicurigai keberadaan emboli paru)
 Pemeriksaan laboratorium
 Hitung jenis
 Fungsi renal dan elektrolit
 Enzim hati
 Kreatin Kinase
 Troponin I
5
atau T (indikasi untuk kerusakan miokard)
 D-dimer (ketika dicurigai keberadaan emboli paru yang minimal)
 Analisa serum amilase (untuk menyingkirkan diagnosa akut pankreatitis)
Dalam pencarian penyebab dari nyeri dada, anamnesis merupakan sarana yang paling
penting. Pada angina pektoris sebagai contoh, pemeriksaan laboratorium dan uji-uji lain tidak
terlalu sensitif (Chun & McGee 2004). Diperlukan pendekatan yang baik dari dokter untuk
menentukan gejala-gejala klinis dari penyakit-penyakit yang berbahaya seperti serangan jantung,
emboli paru, dan aneurisma.
3,4


Gambar 1. Manifestasi klinis masing-masing penyakit yang tampak pada keadaan nyeri dada.
1

Kepustakaan
1. Lee TH. Harrison's Principles of Internal Medicine: Hypertensive vascular disease. 16
th

ed. New York: McGraw-Hill; 2000. p. 76-81
2. Wikipedia . Chest Pain. [cited 2009 December 10]. Availabel from
http://www.wikipedia.com
3. Stephenson, T.; Price, R. (Aug 2006). "Medically unexplained physical symptoms in
emergency medicine". EMJ 23 (8): 595–600
4. Williams, N.; Wilkinson, C.; Stott, N.; Menkes, B. (May 2008). Functional illness in
primary care: dysfunction versus disease. BMC family practice: 9: 30.
5. Keller, T. Sensitive Troponin I Assay in Early Diagnosis of Acute Myocardial Infarction.
N Engl J Med. 2009; 361: 868-77.