You are on page 1of 8

_____

sito
201
shik
sen
disi
kem
kem
gal
glu
yan
(Cro
Gam
_______________________
II. BIOSI

Biosintesis se
oplasmadandiaw
10). Asam 3deh
kimatedarisubst
nyawafenolik.Asa
intesis dari asam
mudiandapatdiu
mudian mengala
loilglukosa. Gal
kosa akan mengh
ngdapatterhidro
onizeretal.2006
mbar2.1.Produk
al.2006
___________SenyawaF
NTESISSENY
enyawa fenolik
walimelaluijalurs
hidrosikimat mer
ratkarbohidraty
amgalat(C6C1,
m 3dehidrosikima
bahmenjadigl
ami galloilasi se
loilasi lebih lanj
hasilkan senyawa
olisis,yaitukelom
6).
jalurshikimated
6).

FenolikpadaSayura
YAWAFENO
sebagian besa
shikimate(Gamb
rupakan produk
yangpentingdala
Gambar1.3a)seb
at (Gambar 2.2).
lukogallin.Senyaw
ehingga terbentu
jut terhadap pe
senyawa dari go
pokgallotaninda
danasammalonat
anIndigenous
23
OLIK
r terjadi di
ar2.1)(Wink
antara jalur
mbiosintesis
bagaicontoh,
. Asam galat
waantaraini
uk pentaO
ntaOgalloil
olongan tanin
anellagitanin

t(Cronizeret

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
SenyawaFenolikpadaSayuranIndigenous____________________________________

24
Di tanaman, asam 3dehidrosikimat selain diubah menjadi
asam galat juga digunakan untuk menyintesis Lfenilalanin dan
mulai memasuki jalur fenilpropanoid. Melalui bantuan enzim
fenilalanin amonia liase, Lfenilalanin dikonversi menjadi asam
sinamat (C6C3). Pada kondisi tanaman mengalami penyerangan
oleh jamur, bakteri, atau virus, tanaman akan memproduksi asam
salisilat (C6C1) sebagai senjata pertahanan. Untuk menyintesis
asam salisilat, asam sinamat dikonversi terlebih dahulu menjadi
asam benzoat. Enzim asam benzoat 2hidroksilase kemudian
mengatalisi perubahan asam benzoat menjadi asam salisilat
(Gambar2.2)(Cronizeretal.2006).
Padakondisi normal,asamsinamatdiubah menjadiasamp
koumarat (C6C3, Gambar 1.5a) atau pkoumaroilCoA dengan
bantuan enzim sinamat 4hidroksilase atau pkoumarat:CoA
ligase. Asam pkoumarat kemudian dikonversi menjadi asam
kafeat (C6C3). Pada awalnya, diketahui bahwa asam kafeat
merupakan prekursor langsung untuk sintesis asam 5O
kafeoilquinat yang banyak terdapat di buah dan sayuran. Namun
hasil penelitian di bidang biologi molekular terbaru menyebutkan
bahwaruteutamadalamsintesissenyawatersebutadalahmelalui
pkoumaroilCoA(Gambar2.2)(Cronizeretal.2006).
Asam kafeat yang didapat dari hasil konversi asam p
koumarat kemudian diubah menjadi asam ferulat (C6C3) dengan
bantuanenzimasamkafeat/5hidroksiferulatOmetiltransferase.
Asam ferulat yang terbentuk dapat diubah menjadi asam sinapat
(C6C3) melalui produk antara 5hidroksiferulat (Gambar 2.2).
Kedua asam tersebut, ferulat dan sinapat, merupakan prekursor
untuksintesislignin(Cronizeretal.2006).

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
_____

_______________________
FAL, fenilalanin am
sinamat 4hidroksila
KOMT1, asam caffe
hidroksilase;ACoAC.
Gambar2.2
___________SenyawaF
monialiase; AB2H, a
se; GT, galloiltransf
eat/5hydroksiferulat
2.Biosintesisfeno
FenolikpadaSayura
asam benzoat 2hid
erase; 4CL, pkouma
Ometiltransferase;
olik(Cronizeretal
anIndigenous
25

droksilase; S4H,
arat:CoA ligase;
F5H, ferulat 5
l.2006).

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
Seny

26
SS
ka
fl
h
4
re
Gam
Flav
yawaFenolikpadaS
S, stilben sintase;
alkon isomerase;
avanon 3hidroksi
idroksilase; IOMT,
reduktase; LDOX,
eduktase;ANR,anto
mbar2.3. Biosinte
2006).
vonoiddanStilb
SayuranIndigenou
KS, kalkon sintas
IFS, isoflavon sinta
ilase; FLS, flavono
isoflavonOmetiltr
leukosianidin deok
osianidinreductase
esis flavonoid d
en
us_____________________
se; KR, kalkon red
ase; FNS, flavon s
ol sintase; F3H,
ansferase; DFR, dih
ksigenase; LAR, leu
e.
an stilben (Cron
________________

duktase; CHI,
sintase; F3H,
flavonol 3
hidroflavonol
kosianidin 4
nizer et al.

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
_____________________________________SenyawaFenolikpadaSayuranIndigenous

27

Flavonoid dan stilben memiliki jalur yang sedikit berbeda


dari senyawa fenolik lainnya. Jika senyawa fenolik lain hanya
diawali dari jalur shikimate, maka pada biosintesis flavonoid dan
stilben melibatkan juga produk dari jalur asam malonat (Gambar
2.1). Flavonoid (Gambar 1.7) memiliki dua cincin benzen yang
dihubungkan oleh tiga buah atom karbon (C6C3C6). Cincin
benzenBdanjembatanC3padaflavonoidberasaldaripkoumaril
CoA yang merupakan produk turunan dari asam 3dehidrosikimat
dari jalur shikimate (Gambar 2.1). Produk dari jalur malonat, yaitu
malonilCoA, digunakan sebagai cincin A pada flavonoid. Seperti
halnya flavonoid, stilben juga merupakan produk hasil kondensasi
pkoumarilCoAdanmalonilCoA(Cronizeretal.2006).
MalonilCoAdarijalurasammalonatdidapatdariasetilCoA.
Perubahan asetilCoA menjadi malonilCoA dibantu oleh enzim
asetilCoA karboksilase. Sebenarnya asetilCoA dapat terbentuk di
berbagai bagaian sel tumbuhan, seperti mitokondria, plastid,
peroksisom, dan sitosol. Namun demikian, asetilCoA untuk
sintesis malonilCoA pada biosintesis flavonoid dan stilben
terbentuk di sitosol. Di sitosol, enzim ATPsitrat liase mengonversi
sitrat, ATP, dan CoA menjadi asetilCoA, oksaloasetat, ADP, dan
inorganikfosfat(DaviesdanSchwinn2006).

A. Flavonoid
Gambar 2.3 memperlihatkan tahapantahapan biosintesis
flavonoid.Kalkonsintasemerupakanenzimyangmengatalisreaksi
antara 1 molekul pkoumarilCoA dengan 3 molekul malonilCoA
membentuknarigeninkalkon. Padabeberapatanaman,meskipun
sangat jarang, malonilCoA yang digunakan untuk menyintesis
kalkon ini dapat digantikan oleh kafeoilCoA atau feruloilCoA

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
SenyawaFenolikpadaSayuranIndigenous____________________________________

28
(Davies dan Schwinn 2006). Jika enzim kalkon sintase berinteraksi
dengan enzim kalkon reduktase, maka produk yang dihasilkan
adalah 2isoliquiritigenin. Perbedaan antara kedua senyawa
tersebut (narigeninkalkon dan 2isoliquiritigenin) yaitu tidak
terdapatnyagugus2hidroksipada2isoliquiritigenin.
Narigeninkalkon dikonversi menjadi narigenin oleh enzim
kalkon isomerase (CHI) tipe 1. Terdapat dua jenis enzim kalkon
isomerase(CHI)padatanaman,yaituCHItipe1danCHItipe2.CHI
tipe1adalahenzimyangterdapatdisemuajenistanaman,baikitu
kacangkacanganmaupunbukankacangkacangan.Enziminihanya
dapat mengonversi narigeninkalkon menjadi narigenin (flavanon,
C15).Sebaliknya,enzimCHItipe2yanghanyaterdapatditanaman
kacangkacangan tidak hanya dapat mengonversi narigeninkalkon
menjadi narigenin, namun juga dapat mengonversi 2
isoliquiritigenin menjadi liquiritigenin (flavon, C15) (Gambar 2.3)
(Cronizeretal.2006).
Flavanon naringenin dan flavon liquiritigenin merupakan
bahanbakuuntukmemproduksifalvonoiddarigolonganisoflavon.
Narigenin dan liquiritigenin berturutturut dikonversi menjadi
isoflavon genistein dan daidzein oleh enzim flavon sintase.
Metilasipadaatomkarbonnomor7danatomoksigenyangterikat
di karbon nomor 4 (cara penomoran dapat dilihat pada Gambar
1.7c) pada daidzein menghasilkan senyawa isofalvon lainnya,
secara berturutturut yaitu isoformonetin dan formononetin.
Reaksi metilasi tersebut dikatalisis oleh enzim isoflavon
Ometiltransferase(Gambar2.3)(Cronizeretal.2006).
Reaksi oksidasi terhadap naringenin dapat menghasilkan
senyawaflavonoiddarigolonganflavon.Reaksiinidibantudengan
enzim flavon sintase dan membutuhkan hadirnya NADPH serta

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
_____________________________________SenyawaFenolikpadaSayuranIndigenous

29
oksigen. Senyawa flavon yang dihasilkan yaitu apigenin (Gambar
2.3)(Cronizeretal.2006).
Selain menjadi substrat untuk senyawa dari golongan
isoflavon dan flavon, naringenin juga digunakan sebagai subtrat
untuk membetuk senyawa dari golongan dihidroflavonol/
flavanonol. Enzim flavanon 3hydroksilase membantu terjadinya
reaksi hidroksilasi naringenin pada atom karbon nomor 3
membentuk senyawa dihidrokaemferol (flavanonol). Hidroksilasi
lebihlanjutterhadapdihidrokaemferolpadaatomCnomor3yang
dikatalisis oleh enzim flavonol 3hidroksilase menghasilkan
senyawa dihidroquersetin (flavanonol). Selain dihidroksilasi,
dihidrokaemferol juga dapat dikonversi menjadi kaemferol yang
merupakan senyawadari golongan flavonol melalui pembentukan
ikatanrangkapdengankatalisenzimflavonolsintase(Gambar2.3)
(Cronizeretal.2006).
Senyawaflavonoiddarigolonganleukosianidindibentukdari
dihidroquersetin dengan katalis enzim dihidroflavonol 4
reduktase.Golonganleukosianidininimerupakansenyawapenting
pada tanaman dalam memproduksi tanin terkondensasi. Enzim
leukosianidin 4reduktase secara langsung mengatalisis
perubahan leukosianidin menjadi (+)katekin (golongan flavan
3ol). Isomer (+)katekin, yaitu ()epikatekin, merupakan senyawa
dari golongan flavan3ol yang banyak terdapat di tanaman,
terutama teh. Berbeda dengan isomernya, ()epikatekin tidak
secara langsung terbentuk dari leukosianidin. Pertama, dengan
katalis enzim leukosianidin deoksigenase leukosianidin dikonversi
terlebih dahulu menjadi sianidin (golongan antosianidin). Sianidin
inilah yang kemudian diubah menjadi ()epikatekin oleh enzim
antosianidin reduktase. Tanin terkondensasi didapat dari hasil
polimerasileukosianidindanflavan3ol(Cronizeretal.2006).

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2
SenyawaFenolikpadaSayuranIndigenous____________________________________

30
Enzimenzim yang terlibat dalam biosintesis flavonoid pada
umumnya merupakan enzim yang berlokasi di sitosol tanaman.
Produkakhirdaribiosintesisflavonoidtersebutkemudiandiangkut
menuju subselular atau extraselular. Flavonoid yang terlibat
sebagai pigmen dalam tanaman kebanyakan diangkut menuju
vakuola(DaviesdanSchwinn2006).

B. Stilben
Seperti halnya flavonoid, stilben juga disintesis dengan
menggunakan satu molekul pkomaroilCoA dan tiga molekul
malonilCoA(Gambar2.3).Jikadalamsintetisflavonoidenzimyang
berperandalammengondensasikeempatmolekultersebutadalah
enzim kalkon sintase, maka pada biosintesis stilben, enzim yang
digunakanadalahstilbensintase.Enzimstilbensintasedankalkon
sintase memiliki struktur kimia yang sangat mirip sehingga
dipercaya kedua enzim tersebut merupakan enzim dari golongan
yang sama, yaitu enzim poliketida. Perbedaan pada kedua enzim
tersebut adalah enzim kalkon sintase selalu terdapat di jaringan
tanaman, sebaliknya enzim stilben sintase baru terbentuk jika
terinduksi oleh tekanan lingkungan. Tekanan lingkungan yang
dimaksudsepertiradiasisinarUV,trauma,daninfeksi(Cronizeret
al.2006).

S
E
A
F
A
S
T

C
e
n
t
e
r

2
0
1
2