You are on page 1of 13

Dalam bisnis internasional dikenal suatu sistem yang memungkinkan suatu negara dapat

saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem ini disebut sebagai sistem moneter
internasional. Sistem moneter internasional menunjukkan seperangkat kebijakan, institusi,
praktik, peraturan dan mekanisme yang menentukan tingkat dimana suatu mata uang
ditukarkan dengan mata uang lain. Sistem keuangan internasional dari sejarahnya telah
mengalami begitu banyak perkembangan dan transformasi dari masa ke masa. Perkembangan
ini disebabkan oleh adanya perubahan ekonomi dan politik domestik serta internasional pada
masing-masing masa.
I. Pengaruh Nilai Tukar terhadap Bisnis Internasional
Pergerakan nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan domestik
dan internasional. Misalnya, nilai tukar mempengaruhi permintaan suatu produk perusahaan
di pasar global. Sebuah negara dengan mata uang yang lemah (bernilai relatif rendah untuk
mata uang lainnya) akan mengalami penurunan harga ekspor dan kenaikan harga impor.
arga yang lebih rendah untuk ekspor negara tersebut di pasar dunia dapat memberikan
kesempatan suatu perusahaan untuk mengambil pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan
yang memiliki perbandingan harga lebih tinggi.
Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan jika menjual produknya di negara
dengan mata uang yang kuat (salah satu yang dihargai !ukup tinggi dibandingkan dengan
mata uang lainnya), jika perusahaan tersebut berasal dari sebuah negara dengan mata uang
yang lemah. Sebagai !ontoh, jika sebuah perusahaan membayar pekerja dan pemasok saat
mata uang lokal jatuh dan menjual produknya saat mata uang naik, maka keuntungan
perusahaan akan diperoleh dengan menghasilkan pendapatan saat mata uang menguat,
sementara membayar biaya saat mata uang melemah. "amun manajer harus berhati-hati
untuk tidak melihat jenis keuntungan harga ini sebagai kondisi yang permanen karena hal itu
dapat membahayakan daya saing jangka panjang perusahaan.
#urs juga mempengaruhi jumlah keuntungan perusahaan yang diperoleh dari anak
perusahaan internasional. Pendapatan dari anak perusahaan internasional biasanya
diintegrasikan ke dalam laporan keuangan perusahaan induk dalam mata uang lokal.
Penyesuaian pendapatan anak perusahaan dari mata uang negara tuan rumah yang melemah
menjadi mata uang lokal yang menguat dapat mengurangi jumlah pendapatan, dan begitu
pula sebaliknya.
$indakan yang diambil oleh pemerintahan suatu negara dengan menurunkan nilai mata
uangnya (domestic currency) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency) disebut
International Monetary System 1
devaluasi. $indakan yang diambil oleh pemerintahan suatu negara dengan menaikkan nilai
mata uangnya terhadap nilai mata uang asing disebut revaluasi.
Devaluasi menurunkan harga ekspor suatu negara di pasar dunia dan meningkatkan harga
impor karena nilai mata uang negara tersebut sekarang lebih rendah di pasar dunia. Dengan
demikian, pemerintah bisa mendevaluasi mata uangnya untuk memberikan keunggulan
terhadap perusahaan domestik dalam menghadapi persaingan dari negara lain. $etapi
devaluasi dapat mengurangi daya beli konsumen dalam suatu negara. al ini juga dapat
memungkinkan inefisiensi untuk bertahan di perusahaan domestik karena sekarang ada
sedikit tekanan untuk memperhatikan biaya produksi. %evaluasi memiliki efek sebaliknya
yaitu meningkatkan harga ekspor dan mengurangi harga impor.
II. Pentingnya Stabilitas dan Prediktabilitas
Pergerakan yang tidak menguntungkan terhadap nilai tukar yang mahal bagi perusahaan
domestik dan internasional adalah sama. Meskipun ada metode untuk mengasuransikan
pergerakan yang berpotensi merugikan nilai tukar, namun sebagian besar terlalu mahal untuk
bisnis ke!il dan menengah. Selain itu, sebagai ketidakpastian meningkatnya nilai tukar, akan
diikuti pula oleh biaya asuransi terhadap risiko yang menyertainya. Sebaliknya, nilai tukar
yang stabil meningkatkan akurasi peren!anaan keuangan dan membuat perkiraan arus kas
yang lebih tepat.
Manajer juga lebih suka bah&a pergerakan nilai tukar dapat diprediksi. "ilai tukar yang
dapat diprediksi akan mengurangi kemungkinan bah&a perusahaan akan terjebak oleh
perubahan kurs se!ara tiba-tiba dan tidak terduga. Mereka juga mengurangi kebutuhan akan
asuransi yang mahal terhadap pergerakan nilai tukar yang mungkin dapat merugikan.
Daripada berasuransi, perusahaan akan lebih baik menghabiskan uang mereka pada kegiatan
yang lebih produktif, seperti pengembangan produk baru atau meran!ang metode produksi
yang lebih efisien.
III. Determinan Nilai Tukar Valuta Asing
'ntuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor-faktor yang membantu menentukan
nilai tukar, pertama-tama harus dipahami dua konsep penting, yaitu hukum satu harga dan
paritas daya beli. Masing-masing dari konsep-konsep ini dapat menjelaskan di mana tingkat
kurs seharusnya. #etika mendiskusikan konsep-konsep ini, akan dibahas beberapa faktor
yang mempengaruhi tingkat nilai tukar aktual.
1. Hukum Satu Harga Law of One Price!
International Monetary System 2
"ilai tukar menjelaskan berapa banyak dari satu mata uang yang harus dibayar untuk
menerima sejumlah mata uang yang lain. $etapi hal itu tidak dapat menjelaskan apakah suatu
produk tertentu akan memiliki biaya sesungguhnya yang lebih mahal atau murah di negara
tertentu (yang diukur dalam mata uang kita sendiri). "ilai tukar tidak menjamin atau
menstabilkan daya beli mata uang kita. Dengan demikian kita bisa kehilangan daya beli di
beberapa negara.
ukum satu harga menetapkan bah&a produk yang identik harus memiliki harga yang
sama di semua negara saat harga dinyatakan dalam mata uang yang sama. al ini didasarkan
pada argumen bah&a jika ada selisih harga dari komoditas yang sama, maka akan ter!ipta
peluang untuk melakukan arbitrase. (rbitrase dilakukan dengan membeli komoditi di tempat
yang lebih murah, kemudian menjualnya di tempat yang lebih mahal. (ktivitas arbitrase ini
menyebabkan harga komoditas di tempat yang lebih murah menjadi naik dan sebaliknya
harga komoditas di tempat yang lebih mahal menjadi turun. Pada akhirnya harga komoditas
menjadi sama pada kedua tempat tersebut. #alaupun masih ada perbedaan harga, hanya
disebabkan oleh biaya transportasi, transaksi dan jasa.
'ntuk menerapkan prinsip hukum satu harga, produk harus identik dalam hal kualitas
dan kuantitas di setiap negara, dan seluruhnya diproduksi di dalam masing-masing negara.
Sebagai !ontoh, harga satu kilogram telur di (merika Serikat dinotasikan dengan P
'SD
sedangkan harga telur di )epang dinotasikan P
)P*
dan nilai tukar spot untuk dollar (merika
terhadap *en )epang dinyatakan dengan 'SD+)P*, maka harga telur di )epang dapat dihitung
sebagai berikut,
P
)P*
- 'SD+)P* . P
'SD
Sebagai !atatan kurs 'SD+)P* menyatakan nilai *en )epang per satu Dollar (merika. Misal
#urs 'SD+)P* /00,0 artinya satu Dollar (merika sama dengan /00,0 *en )epang, ini sama
artinya dengan /00,0 *en per Dollar atau / Dollar+/00,0 *en.
)ika harga telur di (merika adalah /,0 Dollar per kilogram, dan kurs spot 'SD+)P* 11,0
maka harga satu kilogram telur di )epang adalah,
P
)P*
- 'SD+)P* . 2/,0+kg, atau
P
)P*
- 11,0 *en+Dollar . 2/,0+kg
P
)P*
- 11,0 *en+kg atau
P
)P*
- 3 11,0+kg
International Monetary System 3
4erdasarkan perhitungan, maka harga telur di )epang adalah 11,0 *en per kilogramnya. 5ni
artinya jika kaidah hukum satu harga terpenuhi, maka harga satu kilogram telur di )epang
adalah 11,0 *en.
#onsekuensi dari hukum satu harga ini adalah satu kilogram telur yang dibeli dari )epang
kemudian dijual di (merika, harganya adalah satu Dollar. Dan satu kilogram telur yang dibeli
di (merika, kemudian dijual di )epang akan dihargai sebesar 11,0 *en. "amun jika harga
telur di )epang adalah /00,0 *en per kilogram, sedangkan di (merika satu Dollar, dengan
kurs 'SD+)P* 11,0, maka ada peluang mendapatkan keuntungan dengan melakukan
arbitrase. (rbitrase dilakukan dengan membeli telur di (merika dan menjualnya di )epang.
'ntuk satu kilogramnya arbitator akan mendapatkan keuntungan sebesar /6,0 *en )epang
atau senilai dengan 0,/78 Dollar (merika.
/6,0 *en . / Dollar+11,0 *en - 0,/78 Dollar
9perasi artbitrase ini hanya akan untung jika seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membeli
telur di (merika dan menjualnya di )epang lebih rendah dari /00,0 yen. (rbitrase akan terus
berjalan, sampai harga telur di dua negara men!apai harga yang sama atau relatif sama.
ukum satu harga menjelaskan bah&a unit mata uang setiap negara memiliki daya beli
yang sama. (rtinya jika satu Dollar (merika dapat ditukar dengan satu kilogram telur di
(merika, maka satu Dollar (merika harus dapat pula ditukar dengan satu kilogram telur di
negara )epang dan di negara-negara yang lainnya.
Pada !ontoh kasus di atas, harga telur di (merika adalah satu Dollar sedangkan harga di
)epang adalah /00,0 *en. asil perhitungan dengan kurs 'SD+)P* 11,0 seharusnya harga
telur di )epang adalah 11,0 *en. al ini menunjukkan daya beli *en dan Dollar tidak sama
untuk tiap negara.
#etika /00,0 *en yang setara dengan satu kilogram telur di )epang ditukar dengan telur
di (merika, maka pembeli akan mendapat kembalian sebesar /6 *en. Dalam hal ini *en
memiliki daya beli lebih tinggi di negara (merika dibanding di )epang. "amun demikian satu
Dollar (merika yang setara dengan satu kilogram telur di (merika, tidak dapat digunakan
untuk membeli satu kilogram telur di )epang, karena pembeli harus mengeluarkan lebih besar
dari satu Dollar. Pembeli harus mengeluarkan /,/78 Dollar untuk membeli satu kilogram
telur di )epang. Di sini Dollar (merika memiliki daya beli yang lebih rendah di )epang di
banding di (merika.
)umlah Dollar yang harus dikeluarkan untuk membeli satu kilogram telur di )epang
adalah,
International Monetary System 4
P
'SD
- /+('SD+)P* 11,0) . /00,0 *en+kg atau
P
'SD
- /+(11,0 *en+Dollar) . /00,0 *en+kg atau
P
'SD
- / Dollar+11,0 *en . /00,0 *en+kg atau
P
'SD
- /,/78 Dollar+kg
(rtinya pembeli harus mengeluarkan /,/78 Dollar setiap membeli satu kilogram telur di
)epang.
Pada !ontoh kasus di atas, kondisi kesetimbangan atau hukum satu harga akan ter!apai
dengan dua !ara yaitu, harga telur di (merika adalah satu Dollar dan di )epang sama dengan
11,0 *en. (tau harga telur di (merika adalah /,/78 Dollar dan di )epang sama dengan /00,0
*en.
"##$%%&N#' #egunaan hukum satu harga adalah membantu kita menentukan
apakah sebuah mata uang dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Setiap tahun, majalah The
Economist mempublikasikan apa yang dikatakan sebagai :4ig Ma! 5nde.; dari nilai tukar.
5ndeks ini menggunakan hukum satu harga untuk menentukan nilai tukar yang seharusnya
antara dollar (S dan mata uang utama lainnya. Dalam hal ini digunakan M!Donald 4ig Ma!
sebagai produk tunggal untuk menguji hukum satu harga. 4ig Ma! dipilih karena memiliki
kualitas dan konten yang !ukup identik di pasar nasional dan hampir seluruhnya diproduksi
di dalam negeri di mana itu dijual.
Menurut indeks 4ig Ma! terbaru, harga rata-rata dari M!Donald 4ig Ma! sand&i!h
adalah 27,<7 di (merika Serikat. Sementara itu, 4ig Ma! di =hina harganya setara 2/,>?.
Menurut indeks 4ig Ma!, ini berarti bah&a yuan =hina dinilai terlalu rendah sebesar @1
persen (AB7,<7 - /,>?)+7,<7C x -/00D - @1 persen). Sebaliknya, sebuah 4ig Ma! dengan harga
2<,60 di "or&egia, yang berarti bah&a dinilai terlalu tinggi sebesar >7 persen (AB7,<7 -
<,60)+7,<7C x -/00D - >7 persen).
Perbedaan besar antara nilai tukar mata uang di pasar valuta dan tingkat yang diprediksi
oleh indeks 4ig Ma! tidak mengejutkan. 'ntuk satu hal, harga jual makanan dipengaruhi
oleh subsidi produk pertanian di sebagian besar negara. arga juga dapat dipengaruhi karena
4ig Ma! tunduk pada strategi pemasaran yang berbeda di negara yang berbeda. (khirnya,
negara-negara memberlakukan berbagai tingkat pajak penjualan atas makanan restoran.
#elemahan dari indeks 4ig Ma! men!erminkan fakta bah&a menerapkan hukum satu
harga untuk satu produk merupakan metode yang terlalu sederhana untuk memperkirakan
nilai tukar. Meskipun demikian, studi akademis menemukan bah&a nilai mata uang
!enderung berubah ke arah yang disarankan oleh indeks 4ig Ma!.
International Monetary System 5
(. Paritas Daya Beli Purchasing Power Parity!
Paritas daya beli adalah kemampuan relatif dari mata uang dua negara untuk membeli
barang yang sama di kedua negara tersebut. Misalkan dengan 8?0 baht di $hailand akan
membeli tas belanjaan dengan biaya 270 di (merika Serikat. (pakah kedua angka tersebut
memberitahu kita tentang kondisi ekonomi masyarakat di $hailand dibandingkan dengan
masyarakat di (merika SerikatE Pertama, hal ini membantu membandingkan daya beli
konsumen $hailand dengan konsumen di (merika Serikat. $etapi pertanyaannya adalah
apakah konsumen $hailand lebih baik atau lebih buruk daripada rekan-rekan mereka di
(merika SerikatE 'ntuk menja&ab pertanyaan ini, F"P per kapita masing-masing negara
adalah sebagai berikut,
$hai F"P+kapita - /66,6<< baht
(S F"P+kapita - 68,>10 dollar
Misalkan nilai tukar antara dua mata uang adalah @/,@? baht - / dollar. Dengan angka
ini, kita dapat menerjemahkan /66,6<< baht ke dalam dollarG /66,6<< H @/,@? - 6,>?0. #ita
sekarang dapat menyatakan kembali pertanyaan kita, apakah harga di $hailand
memungkinkan konsumen $hailand dengan 26,>?0 untuk membeli lebih atau kurang dari
konsumen di (merika SerikatE
#ita sudah tahu bah&a 8?0 baht akan membeli di $hailand sementara 270 akan membeli
di (merika Serikat. )adi kita menghitung 8?0 H 70 - 6/,8< baht per dollar. Sedangkan nilai
tukar pada pasar mata uang adalah @/,@? baht+2, pembelian tingkat paritas daya beli dari baht
adalah 6/,8<+2. #ita sekarang dapat menghitung ulang F"P per kapita $hailand pada paritas
daya beli sebagai berikutG /66,6<< H 6/,8< - ?,8@7. #onsumen $hailand rata-rata tidak
hampir sama kaya seperti rekan-rekan mereka di (merika Serikat. $etapi ketika
mempertimbangkan barang dan jasa yang dapat dibeli dengan baht, bukan jumlah dollar (S
yang dapat membeli, kita melihat bah&a F"P per kapita pada paritas daya beli dari 2?,8@7
lebih akurat menggambarkan daya beli riil dari konsumen $hailand.
Dalam konteks nilai tukar, prinsip paritas daya beli dapat diartikan sebagai nilai tukar
mata uang antara dua negara dengan rasio tingkat harga yang sama. Dengan kata lain, paritas
daya beli memberitahu kita bah&a konsumen di $hailand membutuhkan 6/,8< unit (bukan
@/,@?) mata uang $hai untuk membeli jumlah produk yang sama sebagai konsumen di
(merika Serikat dengan satu dollar.
Seperti yang bisa kita lihat dalam !ontoh ini, nilai tukar paritas daya beli (6/,8<+2)
biasanya berbeda dengan nilai tukar aktual di pasar keuangan (@/,@?+2). #ekuatan ekonomi,
International Monetary System 6
menurut teori paritas daya beli, akan mendorong nilai tukar pasar yang sebenarnya terhadap
yang ditentukan dengan paritas daya beli. )ika tidak, peluang arbitrase akan timbul. Paritas
daya beli berlaku untuk produk yang diperdagangkan se!ara internasional yang tidak dibatasi
oleh hambatan perdagangan dan sedikit atau tidak ada biaya transportasi.
1! Peran In)lasi
5nflasi adalah hasil dari pena&aran dan permintaan untuk mata uang. )ika uang tambahan
disuntikkan ke dalam perekonomian yang tidak menghasilkan output yang lebih besar,
orang akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada jumlah produk yang
sama seperti sebelumnya. Sebagai permintaan untuk produk melebihi pasokan, harga
akan naik dan melahap setiap peningkatan jumlah uang yang konsumen harus habiskan.
9leh karena itu, inflasi menggerus daya beli masyarakat.
1! Dampak terhadap *eputusan $ang Beredar
#arena efek merusak inflasi, pemerintah men!oba untuk mengelola pasokan dan
permintaan untuk mata uang. #ebijakan moneter menga!u pada kegiatan yang se!ara
langsung mempengaruhi tingkat suku bunga suatu negara atau uang beredar. Menjual
sekuritas pemerintah mengurangi pasokan uang suatu negara karena investor
membayar uang ke kas pemerintah untuk mendapatkan efek tersebut. Sebaliknya,
ketika pemerintah membeli sekuritas sendiri di pasar terbuka, kas diinfus ke dalam
ekonomi dan peningkatan jumlah uang beredar.
#ebijakan fiskal melibatkan penggunaan pajak dan pengeluaran pemerintah untuk
mempengaruhi jumlah uang beredar se!ara tidak langsung. Misalnya, untuk
mengurangi jumlah uang di tangan konsumen, pemerintah meningkatkan pajak,
dimana orang-orang dipaksa untuk membayar sejumlah uang kepada kas pemerintah.
Sebaliknya, menurunkan pajak meningkatkan jumlah uang di tangan konsumen.
Pemerintah juga dapat meningkatkan aktivitas belanja mereka sendiri untuk
meningkatkan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian atau memotong
pengeluaran pemerintah.
(! Dampak terhadap Pengangguran dan Suku Bunga
4anyak negara-negara industri yang sangat efektif dalam mengendalikan inflasi.
4eberapa ekonom menyatakan bah&a kompetisi internasional bertanggung ja&ab
untuk menjaga inflasi di ba&ah kendali. Mereka beralasan bah&a persaingan global
dan mobilitas perusahaan untuk bergerak di mana saja bah&a biaya yang terendah
tersimpan pada upah. #arena upah yang disimpan di ba&ah kontrol, namun
International Monetary System 7
perusahaan tidak menaikkan harga produk mereka, dengan demikian mengandung
inflasi.
Iaktor kun!i lain dalam persamaan inflasi adalah tingkat pengangguran dan bunga
suatu negara. #etika tingkat pengangguran yang rendah, ada kekurangan tenaga kerja,
dan pengusaha membayar upah lebih tinggi untuk menarik karya&an. 'ntuk
mempertahankan margin keuntungan yang &ajar dengan biaya tenaga kerja yang
lebih tinggi, mereka kemudian biasanya menaikkan harga produk mereka, melampaui
biaya upah yang lebih tinggi kepada konsumen dan menyebabkan inflasi.
Suku bunga mempengaruhi inflasi karena dapat mempengaruhi biaya meminjam
uang. Suku bunga yang rendah mendorong orang untuk mengambil pinjaman untuk
membeli barang-barang seperti rumah dan mobil hingga utang kartu kredit. Suku
bunga tinggi mendorong orang untuk mengurangi jumlah utang karena tingkat yang
lebih tinggi berarti pembayaran bulanan yang lebih besar pada utang. )adi salah satu
!ara untuk mendinginkan inflasi ekonomi adalah dengan menaikkan suku bunga.
Meningkatkan biaya utang mengurangi pengeluaran konsumen dan membuat ekspansi
bisnis yang lebih mahal.
+!Bagaimana Nilai Tukar Disesuaikan dengan In)lasi
Salah satu komponen penting dari konsep paritas daya beli adalah bah&a nilai tukar
menyesuaikan diri dengan tingkat yang berbeda dari inflasi di berbagai negara.
Penyesuaian tersebut diperlukan untuk mempertahankan paritas daya beli antara
bangsa-bangsa. Misalkan pada a&al tahun nilai tukar antara peso Meksiko dan dolar
(S adalah 1 peso+2 (atau 20,/6?+peso). )uga menganggap bah&a inflasi mendorong
harga konsumen yang lebih tinggi di Meksiko pada tingkat tahunan sebesar 60 persen
sedangkan harga meningkat hanya 7 persen per tahun di (merika Serikat. 'ntuk
menemukan nilai tukar baru (Je) pada akhir tahun, kita menggunakan rumus berikut,
Je - Jb (/ K i
/
) + (/ K i
6
)
dimana Jb adalah nilai tukar pada a&al periode, i
/
adalah tingkat inflasi di negara /,
dan i
6
adalah inflasi di negara 6. Dengan memasukkan angka-angka untuk !ontoh ini
ke dalam rumus, kita mendapatkan,
Je - 1 peso+2 B(/ K 0,60) + (/ K 0,07)C - >,7 peso+2
)adi kita melihat bah&a nilai tukar menyesuaikan dari 1 peso+2 menjadi >,7 peso+2
karena tingkat inflasi yang lebih tinggi di Meksiko dan perubahan yang sesuai dengan
nilai mata uang. 5nflasi yang lebih tinggi di Meksiko mengurangi jumlah dolar (S
International Monetary System 8
terhadap peso yang akan membeli dan meningkatkan jumlah peso. Dengan kata lain,
biaya hanya 1 peso untuk membeli dolar pada a&al tahun, sekarang menjadi >,7 peso.
Dalam !ontoh ini, perusahaan yang berbasis di Meksiko harus membayar lebih dalam
peso untuk setiap persediaan yang dibeli dari (merika. $etapi perusahaan-perusahaan
(S akan membayar lebih sedikit, dalam dolar, untuk persediaan yang dibeli dari
Meksiko, &isata&an dari (merika Serikat akan senang, seperti berlibur di Meksiko
menjadi lebih murah, tetapi Meksiko akan memperoleh biaya yang lebih mahal untuk
mengunjungi (merika Serikat.
Diskusi ini menggambarkan setidaknya salah satu kesulitan yang dihadapi negara-
negara dengan tingkat inflasi yang tinggi. #edua konsumen dan perusahaan di negara-
negara yang mengalami peningkatan pesat harga melihat daya beli mereka tergerus.
"egara-negara berkembang dan negara-negara dalam transisi adalah yang paling
sering diganggu oleh meningkatnya harga yang pesat.
(! Peran Suku Bunga
'ntuk melihat bagaimana tingkat bunga mempengaruhi nilai tukar antara dua mata uang,
pertama harus ditinjau hubungan antara inflasi dan suku bunga dalam perekonomian
tunggal. Di sini dibedakan antara dua jenis suku bunga yaitu suku bunga riil dan tingkat
bunga nominal. =ontohnya suku bunga pada kredit mobil baru. (ngka tersebut adalah
tingkat bunga nominal, yang terdiri dari tingkat bunga riil ditambah biaya tambahan
untuk inflasi. (lasan di balik prinsip ini adalah sederhana, pemberi pinjaman harus diberi
kompensasi atas pengikisan daya beli selama periode kredit yang disebabkan oleh inflasi.
&)ek ,isher Misalkan bank meminjamkan uang untuk bisnis rumahan. Mengingat
peringkat risiko kredit, bank biasanya akan mengenakan biaya ? persen bunga tahunan.
$etapi jika inflasi diperkirakan menjadi 6 persen selama tahun depan, tingkat bunga
tahunan akan menjadi < persen, ? persen bunga riil ditambah 6 persen untuk menutupi
inflasi. Prinsip yang berhubungan dengan inflasi suku bunga ini disebut efek fisher,
prinsip bah&a tingkat bunga nominal adalah jumlah tingkat bunga riil dan tingkat inflasi
yang diharapkan selama periode tertentu. ubungan antara inflasi dan suku bunga
seperti,
Suku 4unga "ominal - Suku 4unga %iil K Laju 5nflasi
)ika uang bebas dari semua kontrol saat ditransfer se!ara internasional, dengan tingkat
suku bunga riil harus sama di semua negara. 'ntuk melihat mengapa hal ini benar,
anggaplah bah&a suku bunga riil adalah @ persen di #anada dan 8 persen di (merika
International Monetary System 9
Serikat. Situasi ini men!iptakan peluang arbitrase, dimana investor dapat meminjam
uang di #anada pada @ persen, meminjamkan di (merika Serikat pada 8 persen, dan
mendapatkan keuntungan pada penyebaran 6 persen suku bunga. )ika !ukup banyak
orang mengambil keuntungan dari kesempatan ini, suku bunga akan naik di #anada, di
mana permintaan uang akan menjadi lebih berat, dan turun di (merika Serikat, di mana
jumlah uang beredar tumbuh. 5tulah mengapa tingkat bunga riil harus se!ara teoritis tetap
sama di seluruh negara.
Jfek fisher menjelaskan hubungan antara inflasi dan suku bunga. 'ntuk menggambarkan
hubungan ini, kita menga!u pada efek fisher internasional, prinsip bah&a perbedaan suku
bunga nominal yang didukung oleh mata uang kedua negara akan menyebabkan
perubahan sama tetapi berla&anan dalam nilai tukar. Sebuah negara yang sedang
mengalami inflasi lebih tinggi dari negara lain harus melihat nilai mata kejatuhan. )ika
demikian, nilai tukar harus disesuaikan untuk men!erminkan perubahan dalam nilai.
Sebagai !ontoh, tingkat bunga nominal adalah ? persen di (ustralia dan 7 persen di
#anada. 5nflasi di (ustralia adalah 6 persen lebih tinggi daripada di #anada. Jfek fisher
internasional memprediksi bah&a nilai dolar (ustralia akan turun 6 persen terhadap dolar
#anada.
3) "enge-aluasi Paritas Daya Beli
Paritas daya beli digunakan untuk memprediksi nilai tukar jangka panjang lebih dari /0
tahun, namun merupakan perkiraan yang akurat dari suku bunga jangka pendek yang
paling bermanfaat bagi manajer internasional. 4ahkan ren!ana jangka pendek harus
menganggap hal-hal tertentu tentang kondisi ekonomi dan politik di masa depan di
berbagai negara, termasuk biaya tambahan, hambatan perdagangan dan psikologi
investor.
(/)Dampak biaya tambahan
(da banyak kemungkinan alasan atas kegagalan paritas daya beli untuk memprediksi
nilai tukar akurat. Misalnya, paritas daya beli menganggap tidak ada biaya
transportasi. Di dunia di mana adanya biaya transportasi, paritas daya beli tidak selalu
benar memprediksi pergeseran nilai tukar.
(6)Dampak dari hambatan perdagangan
Paritas daya beli juga mengasumsikan tidak ada hambatan untuk perdagangan
internasional. "amun, hambatan tersebut tentu ada. Pemerintah menetapkan hambatan
International Monetary System 10
perdagangan karena berbagai alasan, termasuk membantu perusahaan-perusahaan
dalam negeri tetap kompetitif dan melestarikan pekerjaan bagi &arga negara mereka.
(7)Dampak keper!ayaan bisnis dan psikologi
Paritas daya beli mengarah pada aspek manusia dari nilai tukar, peran keper!ayaan
dan keyakinan masyarakat tentang ekonomi suatu negara dan nilai mata uang itu.
4anyak negara mengukur keper!ayaan dalam ekonomi mereka dengan melakukan
survei keper!ayaan bisnis, dimana survei terbesar dari jenisnya di )epang disebut
survei $ankan. al ini mengukur keper!ayaan bisnis empat kali setiap tahun di antara
/0.000 perusahaan. #eper!ayaan investor terhadap nilai mata uang memegang
peranan penting dalam menentukan nilai tukar. 5tulah mengapa negara-negara
berusaha untuk menjaga keper!ayaan investor, pelaku bisnis, dan konsumen di negara
mereka. #ehilangan keper!ayaan menyebabkan perusahaan menunda investasi dalam
produk dan teknologi baru serta menunda mempekerjakan karya&an tambahan.
#onsumen !enderung untuk meningkatkan tabungan mereka dan tidak meningkatkan
utang mereka jika mereka telah kehilangan keper!ayaan dalam perekonomian. 5ni
merupakan perilaku yang bertindak untuk melemahkan mata uang suatu negara.
IV. "emprediksi Nilai Tukar
Sebelum melakukan kegiatan bisnis internasional, manajer harus memperkirakan nilai
tukar masa depan dan mempertimbangkan dampak dari nilai mata uang pada pendapatan.
4agian ini mengeksplorasi dua pandangan yang berbeda tentang bagaimana tingkat
pertukaran akurat di masa depan dapat diprediksi dengan tarif valuta berjangka yang
disepakati untuk pembayaran valuta asing di masa mendatang. Di sini juga dilihat teknik
yang berbeda untuk nilai tukar peramalan. $ransaksi internasional biasanya diselesaikan
dalam &aktu dekat. Perkiraan nilai tukar diperlukan untuk mengevaluasi arus kas mata uang
asing yang terlibat dalam transaksi internasional. Dengan demikian, peramalan nilai tukar
sangat penting untuk mengevaluasi manfaat dan risiko yang melekat pada lingkungan bisnis
internasional.
1. Perspekti) Pasar Sempurna
Suatu pasar akan efisien jika harga instrumen keuangan dengan !epat men!erminkan
informasi publik yang baru dibuat tersedia untuk pedagang. Pandangan pasar yang efisien
menahan harga instrumen keuangan sehingga men!erminkan semua informasi publik yang
tersedia pada &aktu tertentu. Seperti diterapkan pada nilai tukar, ini berarti bah&a nilai tukar
ke depan adalah perkiraan yang akurat dari nilai tukar di masa depan. Dalam pasar mata uang
International Monetary System 11
yang efisien, nilai tukar ke depan men!erminkan semua informasi publik yang tersedia yang
relevan pada &aktu tertentuG mungkin mereka dianggap yang terbaik sebagai prediktor nilai
tukar. Para pendukung pandangan ini berpendapat bah&a tidak ada informasi publik lainnya
yang dapat meningkatkan perkiraan nilai tukar yang disediakan oleh forward rate. 'ntuk
menerima pandangan ini adalah dengan menerima bah&a perusahaan membuang-buang
&aktu dan uang untuk mengumpulkan dan memeriksa informasi yang diyakini
mempengaruhi nilai tukar di masa depan. $etapi selalu ada sejumlah penyimpangan antara
nilai tukar ke depan dan aktual. Iakta bah&a nilai tukar ke depan yang kurang sempurna
mengilhami perusahaan untuk men!ari teknik peramalan yang lebih akurat.
(. Perspekti) Pasar Tidak Sempurna
Pandangan pasar tidak efisien menyatakan bah&a harga instrumen keuangan tidak
men!erminkan semua informasi publik yang tersedia. Para pendukung pandangan ini per!aya
perusahaan dapat men!ari potongan informasi baru untuk meningkatkan peramalan. $etapi
biaya men!ari informasi lebih lanjut tidak boleh lebih besar daripada manfaat dari
penemuannya.
+. Teknik Peramalan
(da dua teknik peramalan utama didasarkan pada keyakinan dalam nilai informasi
tambahan yaitu,
/) (nalisis fundamental menggunakan model statistik berdasarkan indikator fundamental
ekonomi untuk meramalkan nilai tukar.
Model ini seringkali !ukup kompleks, dengan banyak variasi yang men!erminkan
kondisi ekonomi. Model ini meliputi variabel ekonomi seperti inflasi, suku bunga,
jumlah uang beredar, tarif pajak, dan belanja pemerintah. Praktisi menggunakan model
struktural untuk menghasilkan nilai tukar ekuilibrium. #urs ekuilibrium dapat digunakan
untuk proyeksi atau untuk menghasilkan sinyal trading. Sebuah sinyal perdagangan
dapat dihasilkan setiap kali ada perbedaan yang signifikan antara nilai tukar yang
diharapkan atau diperkirakan berdasarkan model dan nilai tukar yang diamati di pasar.
)ika ada perbedaan yang signifikan antara nilai tukar yang diharapkan dan tingkat aktual,
praktisi harus memutuskan apakah perbedaan ini disebabkan oleh mispricing atau premi
risiko tinggi. )ika praktisi memutuskan perbedaan ini disebabkan oleh mispricing , maka
harus membeli atau menjual sinyal yang dihasilkan.
6) (nalisis teknis yang menggunakan grafik tren masa lalu dalam harga mata uang dan
faktor-faktor lain untuk meramalkan nilai tukar.
International Monetary System 12
Dengan menggunakan model yang sangat statistik dan grafik tren data masa lalu, analis
memeriksa kondisi yang berlaku selama perubahan nilai tukar, dan mereka men!oba
untuk memperkirakan &aktu, besaran, dan arah perubahan masa depan. 4anyak peramal
menggabungkan teknik analisis baik fundamental dan teknis untuk sampai pada
perkiraan yang berpotensi lebih akurat. Pendekatan teknis berfokus pada bagian yang
lebih ke!il dari data yang tersedia. Se!ara umum, hal itu didasarkan pada informasi
harga. (nalisis ini MteknisM dalam arti bah&a hal itu tidak bergantung pada analisis
fundamental ekonomi yang mendasari faktor-faktor penentu nilai tukar atau harga aset,
tetapi hanya pada ekstrapolasi dari tren harga di masa lalu. (nalisis teknis men!ari
pengulangan pola harga tertentu. (nalisis teknis adalah seni, bukan ilmu pengetahuan.
.. *eterbatasan Teknik Peramalan
'saha tukar peramalan adalah industri yang berkembang pesat. $ren ini tampaknya
memberikan bukti bah&a semakin banyak orang per!aya adalah untuk memperbaiki
perkiraan nilai tukar yang mungkin di&ujudkan dalam forward rate. Meskipun teknik
statistik yang sangat !anggih berada di tangan analisis terlatih, peramalan bukanlah ilmu
murni. )ika setiap perkiraan pernah benar-benar akurat, itu hanya karena kejadian tak terduga
yang terjadi selama periode perkiraan.
International Monetary System 13