You are on page 1of 32

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071

)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 1
STATUS PSIKIATRI

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. CSM
Umur : 53 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Januari 1959
Pendidikan : Tamat SMA
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Padang/Indonesia
Status Pernikahan : Tidak Menikah
Pekerjaan : Belum pernah bekerja
Alamat : Jln. Kesemek Blok S/12, Kalibata Indah, Jakarta
Selatan
Tanggal Masuk RS :
 10 Juni 2003 – 31 Maret 2006 (RS Dharma Graha Khusus Jiwa Serpong)
 24 Mei 2006 - Sekarang


Riwayat Perawatan :
1980 : Pasien dirawat inap di RS Ongko Mulyo (Perbaikan)
1980-2003 : Pasien berobat jalan di RS Ongko Mulyo dengan dr. Yan
Pasien berobat jalan di RS Internasional Bintaro
2003 : Pasien dirawat inap di RS Ongko Mulyo selama 3 hari (6 – 9 Juni )
Juni 2003 – April 2006 : Pasien dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha
Serpong
Mei 2006 – sekarang : Pasien dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha
Serpong

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 2
Berikut adalah riwayat pengobatan pasien di RS Khusus Jiwa Dharma Graha
Serpong sejak 10 Juni 2003 hingga saat ini:
WAKTU PEMBERIAN OBAT NAMA OBAT DOSIS OBAT
6 Juni 2003 (RS ongkomulyo) Leponex ( Clozapine)
Artane (Trihexyphenidyl)
Haldol (Haloperidol)
Modecate 50mg (Fluphenazine)
1 x 100mg
2 x 2mg
1 x 100mg IM
3 x / minggu IM
10 Juni 2003 Niacin
Trihexyphenidyl (THP)
Melleril (Thioridazine)
3 x 1
3 x 1
1 x ½
11 Juni 2003 Zofredal (Risperidone)
Xanax ( Alprazolam)
3 x 1
3 x 1
12 Juli 2003 Zypraz (Alprazolam)
Melleril (Thioridazine)
Zofredal (Risperidone)
Haloperidol 5mg
Heximer (Trihexyphenidyl)
3 x 1
1 x 1
1 x 1
2 x 1
2 x 1
18 Juli 2003 Zypraz (Alprazolam)
Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
3 x 1
1 x 1
3 x 1
2 x 1
22 Juli 2003 Zypraz (Alprazolam)
Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Melleril (Thioridazine)
3 x 1
1 x 1
3 x 1
2 x 1
1 x 1
20 November 2003 Zypraz (Alprazolam)
Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Valium (Diazepam 5mg)
2 x 1
1 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1
8 Desember 2003 Zypraz (Alprazolam)
Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
2 x 1
1 x 1
3 x 1
3 x 1
5 Januari 2004 Zypraz (Alprazolam)
Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Trileptal (Oxcarbamazepine)
1 x 1
1 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x ½
8 Mei 2004 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Valium (Diazepam 5mg)



1 x 1
3 x 1
3 x 1
3 x 1
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 3
27 Juli 2004 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Zypraz (Alprazolam)
Trileptal (Oxcarbamazepine)
1 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
1 x ½
31 Juli 2004 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Zypraz (Alprazolam)
0- ½ - 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
12 Septembere 2004 Terapi Lanjut
22 Oktober 2004 Terapi Lanjut
22 Desember 2004 Terapi Lanjut
25 Januari 2005 Terapi Lanjut
1 April 2005 Terapi Lanjut
10 Mei 2005 Terapi Lanjut
14 Mei 2005 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Zypraz (Alprazolam)
Clozaril 25mg (Clozapine)
0- ½ - 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
1 x 1 (malam)
31 Mei 2005 Terapi lain lanjut
Melleril (Thioridazine)

1 x ½
8 Juni2005 Terapi lain lanjut
Clozaril 25 mg (Clozapine)

1 x 12,5mg
13 Juni 2005 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Zypraz (Alprazolam)
0- ½ - 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
22 Juli 2005 Terapi Lanjut
23 Agustus 2005 Terapi Lanjut
12 September 2005 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Zypraz (Alprazolam)
Valium (Diazepam 5mg)
0- ½ - 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
1 x 1
8 Okober 2005 Terapi lain lanjut
Valium (Diazepam 5mg)

1 x ½
1 November 2005 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Valium (Diazepam 5mg)
0- ½ - 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1 (malam)
7 Februari 2006 Terapi Lanjut
31 Maret 2006 Pasien diperbolehkan pulang
29 Mei 2006 (HER OP) Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Valium (Diazepam5mg)
Clozaril (Clozapine)
Lodomer 1amp (Haloperidol)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
2 x 1
0-0-1
1 x 1 (slm 3 hari)
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 4
12 Juni 2006 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Valium (Diazepam 5mg)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
2 x 1
24 Juli 2006 Zofredal (Risperidone)
Niacin-Haloperidol
Heximer (Trihexyphenidyl)
Lodopin (Zotepine)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1
31 Juli 2006 Terapi Lanjut
29 Agustus 2006 Terapi Lanjut
14 September 2006 Zofredal (Risperidone)
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP)
Lodopin (Zotepine)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1
5 Oktober 2006 Zofredal (Risperidone)
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP)
Lodopin (Zotepine)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1
30 November 2006 Lodopin stop, terapi lain lanjut
23 Januari 2007 Zofredal (Risperidone)
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP)
2 x 1
3 x 1
3 x 1
11 Februari 2007 Terapi Lanjut
24 Maret 2007 Terapi Lanjut
21 Mei 2007 Terapi Lanjut
19 September 2007 Terapi Lanjut
28 November 2007 Terapi Lanjut
4 Januari 2008 Terapi Lanjut
20 Februari 2008 Zofredal (Risperidone) 2mg
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP) 2mg
2 x 1
3 x 1
3 x 1
9 April 2008 Zofredal (Risperidone) 2mg
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP) 2mg
Abilify (Aripiprazole) 10mg
2 x 1
3 x 1
3 x 1
1 x 1
12 Mei 2008 Zofredal (Risperidone) 2mg
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP) 2mg
2 x 1
3 x 1
3 x 1
8 Oktober 2008 Terapi Lanjut
19 November 2008 Terapi Lanjut
7 Januari 2009 Terapi Lanjut
26 Desember 2009 Terapi Lanjut
10 Februari 2010 Terapi Lanjut
29 September 2010 Terapi Lanjut
10 Februari 2011 Terapi Lanjut
28 Mei 2011 s/d sekarang Zofredal (Risperidone) 2mg
Haloperidol 5mg
Trihexyphenidyl (THP) 2mg
2 x 1
3 x 1
3 x 1
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 5
II. RIWAYAT PSIKIATRI
Autoanamnesis :
Didapatkan dari pasien pada tanggal 20 Februari 2012 – 25 Februari 2012, di
pendopo RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong

Alloanamnesis :
Melalui catatan medis dan keterangan perawat pada tanggal 21 Februari 2012 –
24 Februari 2012

A. Keluhan Utama
Pasien dirawat pertama kali di RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong dengan
alasan pasien menjadi sangat curiga dengan orang-orang disekitarnya, emosi
naik turun, dan sudah sempat dirawat selama tiga hari di RS Ongko Mulyo.
Sedangkan perawatan kedua kalinya di RS Khusus Jiwa Dharma Graha
Serpong dikarenakan pasien sering tertawa berlebihan, pagi-pagi keluar
rumah tanpa berpakaian serta marah-marah dan membentak-bentak
pembantu tanpa sebab yang jelas.

B. Riwayat Penyakit Sekarang
Autoanamnesa
Pasien mengatakan dirinya dibawa ke RS Khusus Jiwa Dharma Graha
Serpong dikarenakan tidak bisa tidur kurang lebih selama 5 hari. Pasien
datang dengan dijemput oleh pihak rumah sakit di RS Ongkomulyo.
Pasien mengaku memiliki chip yang ditanamkan oleh CIA di kepalanya
sejak pasien berusia 23 tahun. Chip dipasang kurang lebih 3 bulan setelah
pasien pulang dari kuliahnya di Amerika pada tahun 1982. Chip dipasang tiba-
tiba saat pasien sedang berusaha tidur malam hari, terdapat sinar kuning dari
atap kamarnya di Jakarta menuju ke kepala pasien untuk memasukkan chip
tersebut. Saat itu pasien merasakan sangat sakit dikepalanya dan hingga saat
ini pasien sering merasa kepalanya mumet, terasa seperti kram dan berat
dikarenakan ada anggota CIA yang iseng memainkan tombol computer yang
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 6
berhubungan dengan chip dikepalanya tersebut. Sejak pasien memiliki chip,
pasien mengaku dapat mendengarkan suara pria anggota-anggota CIA yang
mengajak pasien berbincang-bincang sehingga pasien sering kesulitan untuk
tidur. Banyak hal yang biasanya diperbincangkan termasuk hal-hal pekerjaan.
Jika pasien merasa lelah, pasien tidak menanggapi suara-suara tersebut.
Suara pria tersebut kadang berganti-ganti tidak hanya 1 orang saja. Namun
pasien hanya mendengar 1 suara saja pada 1 waktu. Pada saat ini pasien
mengakui suara pria tersebut adalah suara Mike, namun sebelumnya pasien
mengatakan suara yang didengarnya adalah suara anggota CIA yang bernama
Tom, Ron, dan Albert. Pasien mengatakan Chip tersebut dipasang
dikepalanya agar CIA dapat selalu berhubungan dan menjaga pasien dari
bahaya. Pasien mengatakan, ia mendengar dari anggota CIA, bahwa CIA telah
mengamati pasien sejak pasien bayi melalui teropong dari jarak yang jauh,
sehingga pasien tidak menyadari dirinya diamati. Namun setelah pasien
dewasa, CIA mengamati dan menjaganya melalui Chip. Pasien diajak bekerja
di CIA, untuk menjadi mata-mata Negara Amerika dan mencari ide-ide untuk
memajukan Amerika. Salah satu ide yang diberikan pasien tentang
memusnahkan nuklir dari Amerika dan dunia agar dunia ini damai.
Pasien mengaku mengenal CIA dikarenakan, saat pasien kuliah di
Amerika banyak pria-pria yang menyukai dan mengejar-ngejar pasien
sehingga anggota CIA menjaganya. Dari CIA lah, pasien mengaku mengenal Al
Gore yang merupakan wakil presiden Amerika tahun 1993-2001, Bill Clinton
mantan presiden Amerika dan Obama, Presiden Amerika saat ini. Pasien
mengaku dapat berkomunikasi dengan Al Gore, Bill Clinton, dan Obama
dengan alat yang dimiliki CIA yang behubungan dengan Chip di kepala pasien.
Pasien berkomunikasi dengan cara melihat gambar mereka di tembok, yang
merupakan proyeksi dari alat CIA tersebut. Gambar wajah mereka terlihat
jelas dan suara mereka terdengar dari chip yang ada dikepalanya.
Pasien juga mengaku, ia adalah calon istri dari Al Gore. Mereka mulai
berpacaran saat pasien kuliah di Amerika. Pasien mengaku telah mengetahui
bahwa Al Gore telah memiliki istri dan anak, dan sedang berselingkuh dengan
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 7
pasien. Agar tidak ada orang yang tahu, mereka biasa bertemu di
kondominium milik pasien. Pasien juga mengaku telah dibuatkan istana di
Amerika oleh Al Gore yang akan menjadi tempat tinggal mereka nantinya
setelah menikah, dan pasien akan menjadi Ratu Amerika. Pasien mengaku
beberapa bulan yang lalu, Al Gore datang mengunjunginya di RS Khusus Jiwa
Dharma Graha Serpong dan menyuruh pasien menunggu di RS hingga nanti
Al Gore menjemputnya dan menikahinya. Pasien juga mengaku, setelah
pasien keluar dari RS Dharma Graha Khusus Jiwa Serpong, pasien akan
menikah dengan 7 orang laki-laki, 5 anggota CIA yaitu Mike, Phil, Tom, David ,
dan Adrie, serta Bill Clinton dan Al Gore. Pasien juga mengaku dulu
mempunyai pacar 2 orang pangeran kakak beradik dari Malaysia.

Alloanamnesa
Menurut keterangan perawat dan catatan medis pasien mulai timbul
gejala pada tahun 1980 (32 tahun yang lalu). Pasien kemudian dirawat di RS
Ongko Mulyo dan selanjutnya rutin berobat jalan dengan dr. Yan dirumah
sakit tersebut, dan pasien mengalami perbaikan. Pasien juga pernah rawat
jalan di RS Internasional Bintaro. Namun bagaimana gejala muncul saat
pertama kali dan riwayat pengobatan dan perawatan pasien tidak ditemukan
pada rekam medis dan tidak didapatkan pada perawat maupun keluarga,
karena keluarga tidak dapat dihubungi. Pada bulan Juni 2003, gejala-gejala
pasien kambuh kembali, pasien menjadi sangat curiga, pasien merasa ada
orang yang meracuni makanannya ataupun ada yang ingin menyuntik mati
dirinya, selain itu emosi pasien menjadi naik turun, sehingga pasien dirawat
di RS Ongko Multo selama 3 hari. Kemudian keluarga pasien meminta pihak
RS Khusus Jiwa Dharma Graha menjemput pasien di RS Ongko Mulyo, untuk
dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha. Setelah pasien dirawat selama ± 3
tahun dari bulan Juni 2003 hingga 31 Maret 2006, keadaan pasien membaik
dan pasien diperbolehkan pulang. Namun setelah pulang, pasien tidak
pernah kontrol kembali dan pasien tidak melanjutkan minum obat-obatan
yang diberikan dokter, dikarenakan pasien lebih mempercayai obat-obatan
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 8
herbal yang diberikan oleh kakak pasien. Sehingga setelah 2 bulan pasien
keluar RS , pasien dibawa kembali ke RS Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong
pada bulan Mei 2006, karena pasien tertawa berlebihan, keluar rumah tanpa
memakai pakaian, marah-marah dan membentak-bentak pembantu tanpa
alasan. Pasien dirawat sejak tahun 2006 hingga sekarang.
Selama perawatan (data berasal dari rekam medis):
 Tanggal 5 Juni 2003
Pasien mengaku akan dikawinkan oleh Al Gore dan pasien merupakan
utusan CIA
 Tanggal 18 Juni 2003
o Pasien mengaku disuruh menjadi ratu atau Ny. Gore untuk
mengamankan Negara Amerika
o Orang Malaysia mau mengangkat pasien sebagai ratu Negara
untuk mengatur Malaysia
o Pasien adalah anak raja Selangor
o Orang Amerika dan CIA main black magic
o Pasien mengetahui cara untuk mendamaikan dunia
 5 Agustus 2003
Pasien merasanya sehat dan memiliki chip di kepala sehingga pasien
mendengar suara-suara org BAKIN.
 13 Agustus 2003
Pasien ingin nikah dengan “Iqbal” yang merupakan pasien di RS
Khusus Jiwa Dharma Graha. Pasien mengaku dulu ditaksir seorang
laki-laki yang bernama Sudomo.
 10 September 2003
Pasien mendengar dan mengobrol dengan Bill Clinton dan pasien
dijumpai pangeran Malaysia dengan alat Spy.
 20 September 2003
Pasien mengaku sejak Oktober 1984, pasien dipakai oleh spy dunia
sehingga menjadi letih.

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 9
 14 Oktober 2003
Pasien takut dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha seumur hidup,
jadi gelisah. Pasien dibuat tidak bisa tidur karena ada orang yang
mengerjainya
 20 November 2003
Pasien sudah dapat tidur, tiap waktu merasa jenuh dan ingin pulang,
halusinasi dengar disangkal
 17 Desember 2003
Tidak punya tekanan hidup, hanya ingin menikah. Kakak pasien ada
yang jahat, ada yang guna-guna pasien.
 24 Januari 2004
Pasien ingin pulang cari jodoh, sebagai teman hidup. Halusinasi
dengar disangkal.
 24 Februari 2004
Halusinasi +, Ingin pulang mau menikah dengan Deddy, waham
kebesara +, Flight of idea
 8 Maret 2004
Pasien stress tidak diberi ijin untuk pulang, jenuh, asosiasi longgar +,
afek depresed, insight buruk, waham +, halusinasi +
 12 April 2004
Waham +, Pacar pasien Sultan Selangor yang ayahnya merupakan
teman kakak ipar pasien, Pasien merasa diguna-guna.
 12 Mei 2004
Pasien lebih tenang dan kooperatif. Mengaku obat tidak cocok, verbal
terkendali, dan pasie ingin pulang
 14 Juni 2004
Pasien kooperatif, asosiasi baik, afek constrivted, kontak adekuat.
 29 Juli 2004
Kontak adekuat, asosiai baik, emosi labil, paranoid + (kakak ipar suka
main dukun), mood depressed, tidak mau ikut kegiatan dipendopo.
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 10
 12 Agustus 2004
Pasien ingin pulang, cemas memikirkan rumah, emosi labil,
constricted afek, mood depresi.
 12 September 2004
Emosi labil, constricted afek, asosiasi longgar, mood tegang, paranoid
+, halusinasi dengar disangkal
 8 Oktober 2004
Pasien gelisah ingin pulang, emosi labil
 8 November 2004
Pola piker kacau, pasien mengaku akan dijemput Al Gore, teman
kakak ipar, dan besok diajak ke Amerika. Akhirnya pasien mendapat
jodoh orang besar karena dibantu alat-alat CIA.
 23 November 2004
Pasien adalah calon istri Al Gore, Al Gore ingin menemput pasien di RS
dan akan berkenalan dengan Kakak pasien tanggal 13 Juli 2005. Gobin
mau diangkat menjadi asisten pribadi, Pak Urip mau diangkat sebagai
pengawal. Pola pikir kacau.
 6 Desember 2004
Kontak adekuat, insight -, tenang kooperatif, constricted afek,
menunggu Al Gore. Ingin makanan dari rumah dan makan ayam atau
daging.
 25 Januari 2005
Gelisah karena tidak dapat tidur, ingin diberikan leponex ½ malam
hari. Verbal terkendali, emosi labil, constricted afek.
 14 Februari 2005
Pola pikir bizarre, emosi labil, verbal terkendali, asosiasi longgar.
 12 Maret 2005
Al Gore mau melamar pasien di rumah kakak ipar pasien, asosiai
longgar +, waham kebesaran dan erotis + , Pasien mau menikah di
Washington DC dengan Al Gore.

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 11
 11 April 3005
Tinggal menunggu Al Gore menjemput, waham kebesaran +, asosiasi
membaik.
 14 Mei 2005
Halusinasi dengar +, pasien merasa dibangunkan orang BAKIN yang
dipakai Al Gore. Orang di BAKIN aneh-aneh, mulutnya bicara terus.
Telepon BAKIn untuk tidak banyak bicara karena berisik. Kalau minum
Clozaril, badan menjadi sakit.
 13 Juni 2005
Pasien menolak minum Clozaril, verbal terkendali, asosiasi membaik,
constricted afek, halusinasi dengar +.
 22 Juli 2005
Tidur cukup, verbal terkendali, halusinasi +, kontak adekuat, asosiasi
longgar.
 23 Agustus 2005
Gelisah, halusinasi +, afek tumpul
 22 September 2005
Tidur cukup, tenang, kooperatiif, mau sembahyang
 1 November 2005
Kontak lebih adekuat, asosiasi membaik, verbal terkendali, emosi
terkendali, waham kebesaran, halusinasi +.
 7 Januari 2006
Halusinasi +, waham erotis +
 7 Februari 2006
Menyangkal halusinasi, tapi ada orang BAKIn menjaga pasien tetapi
mereka berisik, Kooperatif, tenang, afek membaik, vermal terkendali,
emosi stabil.
 3 Maret 2006
Keputusan rapat memperbolehkan pasien pulang namun
psikopatologi masih ada.
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 12
 29 Mei 2006 :
Pasien dirawat kembali, gejala kambuh karena pasien tidak patuh
minum obat. Emosi labil, keluar rumah tanpa pakaian, Halusinasi +.
 12 Juni 2006
Pasien ingin berobat jalan karena keuangan keluarga terbatas, Pasien
tidak mau mengikuti kegiatan di pendopo karena seperti kegiatan
anak kecil, tenang dan kooperatif, halusinasi dengar +, Pasien merasa
tidak cocok minum obat Clozaril karena tambah terasa ditusuk-tusuk,
kepala pusing, Insight -.
 1 Juli 2006
Asosiasi longgar, mood depressed, verbal >>>, gelisah, pasien telat
minum obat.
 24 Juli 2006
Pasien ingin pulang, setiap hari pasien kontak dengan Al Gore melalui
Chip yang dipasang CIA di kepala pasien. Waham bizarre .
 3 Agustus 2006
Isi pikir bizarre, halusinasi +, waham kebesaran +, Pasien dimonitor
oleh BAKIN dan Al Gore, pasien mau diangkat menjadi ratu Amerika
 8 September 2006
Pasien mengatakan Al Gore mau mencabut chip yang ada di kepala
pasien. Verbal terkendali, halusinasi disangkal.
 5 Oktober 2006
Pasien minta microchip yang ada di kepala dicabut seluruhnya
termasuk yang ada di dada sebelum Al Gore datang.
 23 November 2006
Halusinasi +, kooperatif, waham kebesaran, asosiasi longgar, insight -.
 8 Januari 2007 : Emosi dan verbal terkendali.
 14 April 2007
Pasien dipasang microchip agar dapat diawasi karena calon istri Al
Gore. Micro chip terdapat di kepala, dada dan rahim.
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 13
 21 Mei 2007
Kooperatif, halusinasi +, insight –
 23 Juli 2007
Pasien tidak mau konsul lagi dengan dokter, hanya meminta resep
obat agar dapat dibeli kakak di luar.
 4 Februari 2008
Verbal >>>, waham +
 9 September 2008
Pasien calon ratu Amerika, ada chip ditanam di kepala pasien dan
pasien dimonitor terus menerus oleh CIA, tenang dan kooperatif,
Insight -.
 19 November 2008
Dikepala pasien terdapat chip, halusinasi disangkal
 18 Februari 2009
Pasien ingin kerja di USA, dan pasien minta kerja. Bicara spontan, afek
cukup luas, halusinasi +, waham +.
 9 Desember 2009
Pasien ingin cepat ke USA mau menikah dengan Al Gore. Afek cukup
luas, waham +.
 26 Desember 2009
Pasien merasa sehat dan ingin pulang. Halusinasi disangkal, waham +.
 10 Februari 2010
Merasa sehat, nanti pasien akan dijemput Al Gore, sudah menelepon
yang bersangkutan. Afek cukup luas, ADL baik.
 24 Maret 2010
Pasien tidak kontrol hanya meminta resep obat
 28 Mei 2011
Pasien tidak kontrol hanya meminta resep obat

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 14
Dalam perawatan ± 8 tahun, kondisi psikiatri pasien sering mengalami naik
turun, namun halusinasi dan waham terus menetap. Pada saat ini pasien
terlihat tenang, kooperatif dan emosi stabil. Pasien lebih sering telihat di
kamar dan tidak mau mengikuti kegiatan di pendopo karena bosan dan
seperti anak-anak. Namun pasien sering berkomunikasi dan mengobrol
dengan pasien-pasien lainnya di RS. Pasien jarang terlihat berbicara sendiri,
namun pasien mengaku masih sering diajak berbincang-bincang dengan
anggota CIA. Saat ini pasien mendapatkan pengobatan : Zofredal 2 x 1,
Haloperidol 3 x 1, dan Trihexil phenidil 3 x 1.

Grafik Perjalanan Penyakit Pasien



C. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Riwayat Psikiatrik
Keluarga pasien mengaku bahwa gejala-gejala ini pertama kali muncul
pada tahun 1980, dan secara perlahan-lahan pasien lebih senang berdiam
diri di kamar, tidak melakukan aktivitas-aktivitas lainnya hanya makan
dan tidur, dan terkadang curigaan serta emosi menjadi labil.
0-3 thn 3 - 11
thn
12 - 21
thn
22 - 30
thn
31 - 40
thn
41 - 50
thn
51 - 60
thn
Usia Pasien
Perjalanan Penyakit
Perjalanan Penyakit
Normal
Gejala timbul
Perbaikan
Gejala kambuh
Perbaikan
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 15
2. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif
Menurut pasien, perawat dan catatan medis, pasien tidak pernah
menggunakan zat-zat psikoaktif. Namun pasien mengaku merokok sejak
SMA hingga kini, dalam sehari dapat menghabiskan kurang lebih 6 batang
rokok. Pasien mengaku, dengan merokok rasa mumet, kram dan pusing
dikepalanya dapat berkurang, sehingga pasien menggunakan rokok untuk
pengalihan.

3. Riwayat Medis Umum
Menurut status medis RS Khusus Jiwa Dharma Graha, perawat, dan
pasien, tidak pernah ditemukan riwayat trauma kepala dan kejang. Pasien
pernah mengalami riwayat:
 September 2003 : Kandidiasis inguinalis dan intertriginosa
 Juli 2004 : Batuk berdahak
 Desember 2004 : Batuk berdahak dan flu
 Juni 2005 : Flu
 Agustus 2005 : Mialgia
 Juni 2003 – sekarang: Diabetes Melitus Tipe II terkontrol dengan
Glibenclamid 1 x 1.

III. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
a. Riwayat Masa Prenatal dan Perinatal
Pasien merupakan anak yang dikehendaki orang tuanya. Selama kehamilan
ibu pasien dalam kondisi sehat, hamil cukup bulan, dan lahir spontan di
rumah sakit.
b. Masa Kanak-Kanak Awal (0-3 tahun)
Selama masa batita, pasien tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya
secara normal. Tidak ada riwayat penyakit yang cukup berat.



Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 16
c. Masa Kanak-Kanak Pertengahan (4-11 Tahun)
Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya.
Perkembangan, perilaku dan kepribadiannya juga normal sesuai dengan
usianya. Pasien dapat bergaul dengan teman seusianya secara normal. Pasien
senang bermain layang-layangan bersama kakak-kakak pasien di dekat
rumah. Pasien mengaku sering mendapat ranking 1 saat duduk di bangku SD.
Ayah pasien meninggal saat pasien berusia 9 tahun.
d. Masa Kanak-kanak akhir(pubertas sampai remaja)
Pasien cukup banyak teman di sekolah, dan bukan menjadi ketua dalam
kelompoknya. Pasien tidak pernah tinggal kelas. Pasien senang olahraga dan
mengaku pernah masuk tim basket. Saat SMA pasien juga mengikuti kegiatan
ekstrakulikuler bahasa Perancis dan Jerman namun tidak mengikuti kegiatan
di OSIS. Pasien terkadang pergi jalan-jalan bersama teman-temanya ke luar
kota seperti Puncak, Bogor dan Bandung.
e. Riwayat Masa Dewasa
1. Riwayat Pendidikan
Pasien menamatkan pendidikan SD dan SMP di Perguruan Cikini,
kemudian melanjutkan SMA di SMA negeri 04. Setelah lulus SMA pasien
mengakui mengikuti Tes masuk Perguruan Tinggi Negri dan diterima di
Jurusan Sastra Inggris Universitas Indonesia, serta di akademi sekretaris
Tarakanita. Pasien akhirnya mengambil kedua-duanya dan kuliah pagi-
sore, namun setelah berjalan 1 semester, pasien sakit karena kelelahan
dan akhirnya berhenti kuliah. Kemudian melanjutkan kuliahnya ke salah
satu universitas di Singapore mengambil jurusan yang sama yaitu Sastra
Inggris di Stanford College, namun kurang lebih 1 tahun pasien pulang
kembali ke Indonesia. Pasien tidak ingin melanjutkan kuliah lagi karena
keuangan keluarga cukup banyak, namun kakak-kakak pasien memberi
nasihat bahwa pasien tetap perlu kuliah agar nantinya tidak hanya
bergantung pada suami, dan akhirnya pasien menurut dan melanjutkan
pendidikan lagi di USA, di kota Washington DC. Di Amerika pasien tinggal
bersama kakak laki-laki pasien yang ke-6 di kondominium. Pasien
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 17
mengambil jurusan bisnis di Washington business College, namun setelah
kurang lebih 1 tahun pasien berpindah jurusan ke jurusan Fashion Design
di French Design Institute, namun pasien hanya sampai tingkat pertama
dan tidak melanjutkan ke tingkat II. Menurut pengakuan pasien hal ini
dikarenakan pasien sudah dapat membuat pola-pola baju pesta yang
akan diajarkan di tingkat II. Setelah itu pasien pulang kembali ke
Indonesia.
2. Riwayat Pekerjaan
Pasien belum pernah bekerja
3. Riwayat Perkawinan
Pasien belum menikah
4. Riwayat Agama
Pasien memeluk agama Islam sejak lahir. Saat remaja pasien selalu sholat
5 waktu dan berpuasa saat bulan ramahdan. Namun saat ini pasien hanya
berdoa saja dan tidak pernah lagi puasa ataupun sholat 5 waktu
dikarenakan kepala pasien yang sering sakit, mumet dan berat.
5. Riwayat Psikoseksual
Pasien mulai berpacaran saat SMA dengan mahasiswa ITB. Pasien
mengaku belum pernah melakukan hubungan seksual.
6. Riwayat Pelanggaran Hukum
Pasien tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum maupun
berurusan dengan pihak berwajib.
7. Riwayat Aktivitas Sosial
Pasien jarang mengikuti kegiatan di lingkungan rumahnya dan terkadang
berpergian bersama teman-temannya ke luar kota. Pasien sering pergi ke
luar negeri bersama anggota keluarga.





Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 18
8. Riwayat Keluarga
Genogram




: Laki-laki hidup

: Perempuan hidup

: Laki-laki meninggal

: Klien


9. Situasi Kehidupan Sekarang
Sebelum masuk RS Khusus Jiwa Dharma Graha pasien tinggal sendiri di
rumah pasien di Gandaria bersama seorang pembantu, namun pasien
lebih sering tinggal bersama dirumah kakak ke-3 dari atas. Saat ini pasien
tinggal di RS Khusus Jiwa Dharma Graha Pavilion Anggrek Wanita kurang
lebih sudah 8 tahun. Pasien tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan yang
diadakan karena seperti kegiatan anak-anak, pasien lebih banyak
menghabiskan waktu dikamar, namun pasien tetap menjalin komunikasi
yang baik dan bersosialisasi dengan pasien lainnya.

10. Persepsi Tentang Diri Sendiri dan Kehidupan
Pasien tidak sadar akan penyakit kejiwaan yang dialaminya, namun pasien
sadar bahwa saat ini dia berada di RS karena kakak pasien menasehati
lebih baik berada di RS karena jika ada apa-apa dapat langsung ditangani
dokter daripada dirumah hanya bersama pembantu. Selain itu pasien juga
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 19
disuruh Al-gore untuk menunggu hingga dijemput di rumah sakit. Pasien
mau minum obat teratur karena pasien mengetahui obat yang diberikan
adalah obat untuk mengurangi sakit kepala , penyakit gulanya dan
vitamin. Pasien mengaku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan
penghuni RS yang lain

11. Mimpi, fantasi, khayalan
Pasien jarang bermimpi ketika tidur. Pada saat ini pasien mempunyai
khayalan dan fantasi tentang masa depan bahwa setelah keluar dari RS,
pasien akan menjadi Ratu Amerika yang mengurus Negara Amerika dan
akan dinikahi oleh 7 orag pria yaitu 5 orang anggota CIA serta Bill Clinton
dan Al-Gore.

IV. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
a. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Pasien seorang wanita berusia 53 tahun, dengan penampilan lebih tua
dari usianya, perawakan sedang dengan tinggi badan 164 cm, berkulit
sawo matang, rambut cukup rapih diikat seperti konde dengan karet
rambut, panjang sebahu, bergelombang, berwarna hitam dengan uban.
Cara berpakaian sederhana, menggunakan daster berlengan panjang.
Perawatan diri cukup baik.

2. Perilaku Dan Aktivitas Motorik
Selama wawancara, antara pasien dan pemeriksa, terdapat kontak mata.
Perilaku dalam batas normal. Aktivitas motorik dalam batas normal, tidak
terdapat perlambatan psikomotor dan aktivitas tanpa tujuan. Pasien
sering mengipas-ngipas dengan kipas plastik yang ia bawa, karena
kepanasan, dan terkadang pasien sambil merokok saat dilakukan
wawancara.

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 20
3. Sikap terhadap Pemeriksa
Sikap pasien terhadap pemeriksa kooperatif, bersahabat, tidak bersikap
defensif.

b. Mood dan Afek
1. Mood : Hipothyme
2. Afek : Terbatas
3. Keserasian : Serasi

c. Bicara
Pembicaraan spontan, mampu menjawab pertanyaan, volume suara cukup
dengan artikulasi yang jelas, dan isi pembicaraan dapat dimengerti.

d. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi audiotorik :
Ada, Pasien mengaku mendengar suara dari chip yang ada di kepalanya.
Suara laki-laki yang merupakan anggota-anggota CIA.
2. Halusinasi visual :
Ada namun tidak sesering halusinasi auditorik. Tahun 2003 dari catatan
medis, pasien pernah melihat setan di RS Ongko Mulyo, kemudian
menurut pengakuan pasien, pasien lupa kapan, saat pasien tidur, pasien
pernah melihat ada tangan hitam yang membekap kedua matanya,
tangan dirasakan dingin. Kemudian pasien membacakan Ayat Qursi, dan
tangan hitam tersebut menghilang. Saat ini, terkadang pasien dapat
berkomunikasi dengan Al Gore, Bill Clinton, Obama dan anggota CIA
dengan melihat gambar mereka dengan proyeksi alat CIA ke tembok,
sehingga terlihat seperti bertemu langsung.
3. Ilusi : Tidak ada
4. Depersonalisasi : Tidak ada
5. Derealisasi : Tidak ada

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 21
6. Halusinasi Taktil :
Menurut pengakuan pasien, pasien lupa kapan, saat pasien tidur, pasien
pernah merasakan ada tangan yang membekap kedua matanya, tangan
terasa dingin.

e. Pikiran
1. Proses pikir
 Produktivitas : Cukup
 Kontinuitas pikiran : Cukup
 Hendaya bahasa : Tidak ada
2. Isi pikir
 Waham : Waham bizarre, Waham kebesaran, waham
somatik dan Erotomania
 Gagasan bunuh diri : Tidak ada
 Gagasan membunuh : Tidak ada
 Fobia : Tidak ada
 Obsesi dan kompulsi : Tidak ada
 Preokupasi : Tidak ada
 Kemiskinan isi : Tidak ada
 Ideas of reference : Tidak ada
3. Bentuk Pikir
 Asosiasi longgar : tidak ada
 Ambivalensi : tidak ada
 Ekolalia : tidak ada
 Flight of ideas : tidak ada
 Inkoherensi : tidak ada
 Verbigerasi : tidak ada
 Perseverasi : tidak ada


Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 22
f. Kesadaran dan Kognisi
1. Taraf Kesadaran dan Kesiagaan : Compos mentis, kesiagaan baik
2. Orientasi
 Waktu :
Baik, pasien dapat membedakan pagi, siang dan malam,
pasien dapat mengingat tahun, bulan, tanggal dan hari.
 Tempat:
Baik, pasien dapat menyebutkan tempat dimana pasien
dirawat
 Orang :
Baik, pasien dapat mengenali teman-teman di rumah sakit
3. Daya Ingat
 Daya ingat jangka panjang
Baik, pasien dapat mengingat tanggal lahir pasien, dan mengingat
nama ke-8 kakaknya, serta dimana tempat bersekolah dulu.
 Daya ingat jangka sedang
Baik, pasien masih mengingat kegiatan 1-2 bulan yang lalu
 Daya ingat jangka pendek
Baik, pasien dapat mengingat menu makan kemarin siang dan sore
 Daya ingat segera
Baik, pasien dapat mengulang 3 kata yang baru saja diucapkan
pemeriksa
4. Konsentrasi dan Perhatian
Baik, pasien dapat melakukan pengurangan 100 dikurangi 7 dan
seterusnya (hingga 5 kali pengurangan), serta dapat mengeja huruf
dari sebuah kata.
5. Kemampuan Membaca dan Menulis
Kemampuan membaca terbatas karena pasien mengaku tidak
memiliki kacamata padahal pasien minus 10. Saat diminta membaca
tulisan cukup besar pada baju pasien lain dari jarak + 1 meter pasien
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 23
dapat membacanya, namun tulisan tangan di kertas pasien kesulitan
untuk membacanya karena buram. Pasien menolak menulis dengan
alasan pandangan yang kabur.
6. Kemampuan Visuospasial
Pasien menolak melakukan clock drawing test dengan alasan
pandangan sudah kabur
7. Pikiran Abstrak
Baik, pasien dapat mengartikan peribahasa “ Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang kemudian” dan “Besar pasak daripada tiang”
dengan benar.
8. Intelegensi dan Kemampuan Informasi
Baik, pasien dapat menyebutkan siapa Presiden RI dan Presiden
Amerika saat ini. Pasien juga mengetahui ibukota Indonesia dan
dipulau mana Jakarta berada.

g. Kemampuan Mengendalikan Impuls
Selama wawancara pasien terlihat tenang, sopan, dan tidak agresif.

h. Daya Nilai dan Tilikan
Daya nilai realita :
 Discriminitive insight : Terganggu
 Discriminative judgement : Terganggu
 Kesadaran : Compos mentis
Daya Nilai Sosial : Baik
Tilikan :
Insight terganggu, insight derajat 2, Pasien mempunyai sedikit pemahaman
terhadap penyakitnya tetapi juga sekaligus menyangkalnya pada waktu yang
bersamaan.

i. Reabilitas
Secara umum pasien dapat dipercaya
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 24
V. PEMERISKAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT
a. Status Internus
 Keadaan Umum : Baik
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tanda Vital :
 Nadi : 76x / menit
 Tekanan Darah: 110/60 mmHg
 Keadaan Gizi :
 Berat badan : 58 kg
 Tinggi badan : 164 cm
 IMT : BB ( kg ) = 58 = 21,64
TB
2
(m) (1,64)
2

Normal (N :18,5 - 23)

b. Pemeriksaan Fisik
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut
beruban dan tidak mudah dicabut.
 Mata : Sklera tidak ikterik, conjunctiva tidak anemis, pupil
bulat, isokor, diameter 3mm/3mm, refleks cahaya
+/+, arcus senilis -/-
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada sekret
 Telinga : Bentuk normal, tidak ada sekret
 Mulut : Bibir tidak kering, letak uvula ditengah, tidak ada
sariawan, tidak ada luka
 Jantung :
o Inspeks : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat
o Palpasi : Ictus cordis teraba di MCL sinistra ICS V, tidak
kuat angkat
o Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
o Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler, gallop &
murmur (-)
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 25
 Paru-Paru :
o Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis
o Palpasi : stem fremitus kiri dan kanan sama kuat
o Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru
o Auskultasi : vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-
 Abdomen :
o Inspeksi : Tampak datar, tidak tampak luka
o Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak
teraba
pembesaran
o Perkusi : Timpani pada keempat kuadran
o Auskultasi : Bising usus dalam batas normal
 Ekstremitas : Tidak ada edema, tidak ada deformitas pada
extremitas atas dan bawah
 Kulit : Tidak ada kelainan

c. Status Neurologi
Tanda Rangsang Meningeal : (-)
Peningkatan TIK : (-)
Tanda Efek Ekstrapiramidal : (-)
Nervus cranialis : Dalam batas normal
Pupil : Bulat, isokor, diameter 3mm/3mm, refleks
cahaya langsung dan tidak langsung +/+
Motorik : Baik
Sensorik : Baik
Fungsi serebelum & koordinasi: Baik
Refleks Fisiologis : +/+
Refleks Patologis : -/-



Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 26
D. Pemeriksaan Laboratorium
Hasil pemeriksaan kimia darah, tanggal 5 Januari 2008
KIMIA DARAH HASIL NILAI RUJUKAN INTERPRETASI
Glukosa Puasa 91 mg/dl 80-100 mg/dl Dewasa, Pengelolaan DM:
80 – 100 Baik
100 - 125 Sedang
> 126 Buruk
Glukosa 2 jam PP 218mg/dl 80-144 mg/dl Dewasa, Pengelolaan DM:
80-144 Baik
145-179 Sedang
> 180 Buruk


VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien adalah seorang wanita berumur 53 tahun, beragama Islam,
suku bangsa Indonesia. Belum pernah menikah. Pendidikan terakhir SMA,
pasien pernah melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di beberapa jurusan,
namun tidak ada yang tamat. Pertama kali pasien menunjukkan gejala
gangguan jiwa pada tahun 1980 dan telah menjalani perawatan dan
pengobatan dan mengalami perbaikan. Namun pada bulan Juni 2003, Gejala
pasien kambuh kembali, pasien menjadi sangat curiga dan emosi labil,
sehingga pasien dirawat di RS Ongko Mulyo selama 3 hari. Saat dirawat di RS
Ongko Mulyo, pasien melihat setan sehingga keluarga meminta pihak RS
Khusus Jiwa Dharma Graha untuk menjemput pasien di RS Ongko Mulyo dan
selanjutnya dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha. Setelah kurang lebih
pasien dirawat selama 3 tahun, pada Maret 2006 pasien diperbolehkan
pulang dan pasien tinggal bersama kakak pasien. Namun pasien tidak mau
kontrol dan tidak mau minum obat dari dokter. Pasien hanya mau minum
obat-obatan herbal yang didapatkan dari kakak pasien. Sehingga pada bulan
Mei 2006, pasien kembali di rawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha, dengan
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 27
gejala sering tertawa berlebihan, marah-marah dan membentak pembantu
tanpa alasan yang jelas, dan keluar rumah tanpa memakai pakaian.
Dari anamnesa didapatkan pasien tampak tenang dan kooperatif,
tidak curiga, insight buruk, masih terdapat halusinasi dengar dimana pasien
dapat mendengar suara laki-laki yang keluar dari microchip yang dipasang di
kepala pasien. Suara-suara tersebut berasal dari angota-anggota CIA yang
mengajaknya berbincang-bincang mengenai banyak hal termasuk pekerjaan
mereka di CIA. Pasien menanggapi suara-suara tersebut, namun jika pasien
letih, pasien tidak menanggapinya.
Kemudian didapatkan pula waham kebesaran, dimana pasien merasa
pasien adalah Ratu Amerika dan diutus untuk memajukan Amerika serta
membuat dunia lebih damai. Pasien juga memiliki waham bizarre, dimana
pasien merasa yakin bahwa CIA telah menanamkan Chip di kepala pasien
sejak pasien berusia 23 tahun, agar CIA dapat selalu memonitornya dan
berhubungan dengan pasien. Pasien juga memiliki waham somatik, dimana
pasien sering merasakan kepalanya seperti keram, mumet dan berat sejak
chip berada di kepalanya, pasien percaya hal ini disebabkan ada anggota CIA
yang iseng memainkan tombol-tombol keyboard yang berhubungan dengan
chip di kepala pasien. Selain itu, pasien juga memiliki erotomania, dimana
pasien mengaku adalah calon istri dari Al Gore yang merupakan mantan wakil
presiden Amerika.
Dari pemeriksaan status mental didapatkan seorang wanita 53 tahun,
tampak lebih tua dari usianya, berperawakan sedang, berkulit sawo matang,
rambut beruban. Perawatan diri cukup baik. Perilaku dan aktivitas motorik
dalam batas normal. Pasien bersikap kooperatif dalam menjawab pertanyaan
yang diajukan pemeriksa, mood euthyhipome, afek terbatas, dan terdapat
keserasian. Pembicaraan spontan, menjawab pertanyaan dengan volume
cukup dan artikulasi jelas, dengan isi pembicaraan yang dapat dimengerti.
Ditemukan gangguan persepsi berupa halusinasi audiotorik, halusinasi
visual dan halusinasi taktil. Proses pikir baik, pada isi pikir terdapat waham
Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 28
kebesaran, bizarre, somatik, dan erotomania. Pada pemeriksaan sensori dan
kognitif didapatkan kesadaran dan kesiagaan baik, orientasi baik, daya ingat
baik, konsentrasi dan perhatian baik, kemampuan baca dan tulis terbatas,
kemampuan visuospasial tidak dapat diperiksa, pikiran abstrak baik,
intelegensi dan kemampuan informasi baik. Daya nilai terganggu, pasien
berada pada insight 2. Secara umum pasien dapat dipercaya.
Dari hasil pemeriksaan internis yang ada tidak ditemukan kelainan
yang mengarah ke gangguan mental organik, termasuk gangguan mental
simptomatik, ataupun gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat.
Dari hasil pemeriksaan penunjang kimia darah, didapatkan pasien menderita
Diabetes Melitus II dan terkontrol dengan Glibenclamid 1 x 1 tablet.

VII. DAFTAR MASALAH
Organobiologik : Tidak ada masalah (DM tipe II terkendali dengan obat)
Psikologik :
 Gangguan persepsi : Halusinasi audiotorik, visual dan taktil
 Isi pikir : Waham kebesaran, bizarre, somatik dan erotomania.
 Tilikan : Derajat II, RTA terganggu
Lingkungan dan Sosial Ekonomi : Tidak terdapat masalah lingkungan dan
sosioekonomi

VIII. DIAGNOSIS
Pada Pada pasien ini ditemukan adanya perubahan pola perilaku atau
psikologis yang secara klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan suatu
gejala yang menimbulkan penderitaan dan gangguan dalam berbagai fungsi
psikososial dan pekerjaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien ini
mengalami gangguan jiwa.

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 29
Berdasarkan dari hasil anamnesa, wawancara, pemeriksaan fisik, dan
menurut PPDGJ III, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
Aksis I:
F0. Berdasarkan anamnesa, didapatkan bahwa pasien tidak pernah
mengalami trauma yang menyebabkan kelainan di otak dan pasien juga
tidak pernah menderita sakit yang berhubungan dengan kemunduran
fungsi otak. Maka disimpulkan bahwa tidak terdapat Gangguan Mental
Organik termasuk Gangguan Mental Simptomatik.
F1. Berdasarkan:
 Kesadaran : Compos Mentis
 Orientasi : Baik
 Daya Ingat : Baik
 Kemunduran Intelektual : Tidak ada
 Tidak terdapat kelainan organik yang dapat dikaitkan dengan
gangguan jiwa atas dasar pasien tidak terkena trauma yang berat,
tidak kejang, dan tidak ada riwayat gangguan kesadaran.
 Tidak didapatkan riwayat penggunaan Zat Psikoaktif
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien tidak menderita Gangguan
Mental Organik serta Gangguan Mental dan Gangguan Perilaku
Akibat Zat Psikoaktif.
F2. Dari auto dan allo anamnesa didapatkan :
1. Reality Testing Ability (RTA)
Kesadaran : Compos mentis
Discriminative insight : Derajat II
Discriminative Judgment : Terganggu
Disimpulkan RTA terganggu
2. Lingkungan mengeluh
3. Ada gangguan psikopatologik (gangguan isi pikiran, gangguan
persepsi, gangguan tilikan dan pertimbangan).
Maka dapat disimpulkan pasien menderita Psikosis.

Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 30
Dari hasil wawancara, pengamatan dan observasi, didapatkan :
 Gejala-gejala positif, seperti: Halusinasi auditorik, halusinasi visual
dan halusinasi taktil serta waham kebesaran, bizarre, somatic dan
erotomania
 Gejala-gejala negatif, seperti: Penarikan diri dari pergaulan sosial,
afek yang terbatas
 Gejala tersebut berlangsung lebih dari 1 bulan
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien tersebut menderita
SKIZOFRENIA (F20)

Berdasarkan adanya :
 Memenuhi kriteria umum diagnosa Skizofrenia
 Halusinasi auditorik dan visual yang menonjol
 Waham-waham yang terus dsipertahankan
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita
SKIZOFRENIA TYPE PARANOID (F 20.0)

Aksis II
Berdasarkan autoanamenesa dan alloanamnesa, tidak ditemukan data secara
klinis yang cukup bermakna untuk menentukan suatu gangguan kepribadian
karena itu tidak ditemukan diagnosis untuk Axis II.

Aksis III
Berdasarkan auto dan allo anamnesa, pemeriksaan fisik, neurologis dan
laboratorium didapatkan bahwa pasien memiliki penyakit Diabetes Melitus
Tipe II, namun penyakit ini tidak mempengaruhi kondisinya sekarang.
Maka diagnosa untuk Axis III adalah E00 – E99 yaitu Penyakit Endokrin,
nutrisi dan metabolic



Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 31
Aksis IV
Berdasarkan auto dan alloanamnesa, didapatkan gejala timbul setelah pasien
tidak menyelesaikan pendidikannya di Amerika dan adanya riwayat
pendidikan yang berpindah-pindah jurusan, sehingga masalah dalam
pendidikan dapat menjadi stressor.

Aksis V
Global Assesment of Functioning (GAF) Scale:
Dalam 1 tahun terakhir ini adalah 60-51 ( gejala sedang – moderate,
disabilitas sedang)

IX. EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I : Skizofrenia Tipe Paranoid (F20.0)
Aksis II : Tidak ada diagnosis
Aksis III : E00-E99 Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik
Aksis IV : Masalah pendidikan
Aksis V : GAF 60-51 ( gejala sedang – moderate, disabilitas sedang)

X. RENCANA TERAPI
Psikofarmaka
Olanzapine 2 x 5mg

Psikoterapi
1. Psikoterapi: Supportive Therapy
 Pengawasan minum obat, agar gejala dan keluhan berkurang
 Memotivasi pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur demi
kesembuhannya
 Memotivasi dan memberi dukungan kepada pasien untuk dapat melakukan
aktivitas seoptimal mungkin


Status Psikiatri-Prensentasi Kasus Jennifer (406107071)

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha
Periode 5 Februari 2012 - 10 Maret 2012 Page 32
2. Terapi Psikososial:
 Family counseling: memberikan informasi kepada keluarga pasien tentang
penyakit yang diderita pasien dan pentingnya dukungan serta motivasi dalam
kepatuhan pengobatan pasien
 Recreation therapy: mengikutsertakan pasien dalam kegiatan rekreasi dan
kesenian yang diadakan
3. Behavioural Therapy:
 Mengajakan pasien untuk mendengarkan musik dan bernyanyi untuk
mengalihkan perhatian pasien terhadap halusinasi audiotorik
 Pasien diajak untuk mengembangkan hobinya
 Pasien diingatkan untuk rajin berdoa

Anjuran pemeriksaan lain:
 Pemeriksaan kadar gula darah berkala
 Pemeriksaan laboratorium darah (anjuran pemeriksaan 6 bulan sekali):
o Fungsi ginjal: ureum, kreatinin
o Fungsi hati: SGOT, SGPT
o Pemeriksaan darah perifer lengkap

XI. PROGNOSIS
Quo ad Vitam : ad Bonam
Quo ad Functionam : dubia ad Malam
Quo ad Sanationam : ad Malam