You are on page 1of 22

REFERAT

DERMATITIS ATOPI
Disusun Guna Melengkapi Tugas Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Kulit dan
Kelamin
Fakultas Kedokteran Uniersitas Tarumanagara
Disusun Oleh !
"enn# "eroni$a %&'()*+)',-
Pem.im.ing !
dr/ Renni 0uniati1 Sp/KK
)
KEPA2ITERAA2 I3MU KESE4ATA2 KU3IT DA2 KE3AMI2
FAKU3TAS KEDOKTERA2 U2I"ERSITAS TARUMA2AGARA
PERIODE 5+ APRI3 6 *) MEI 5')&
RUMA4 SAKIT UMUM DAERA4 KA7UPATE2 KUDUS
5
KATA PENGANTAR
Pu8i s#ukur dan terima kasih kepada Tuhan 0ang Esa atas .erkat dan
karunia2#a1 sehingga re9erat .er8udul :Dermatitis Atopi; dapat diselesaikan
dengan .aik dan tepat <aktu/
Re9erat ini disusun guna melengkapi tugas kepaniteraan Ilmu Pen#akit
Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Uniersitas Tarumanagara di RSUD
Ka.upaten Kudus periode 5+ April 6 *) Mei 5')&1 selain itu pen#usun .erharap
re9erat ini 8uga dapat menam.ah pengetahuan .agi kita semua mengenai
Dermatitis Atopi/
Pada kesempatan ini1 pen#usun ingin men#ampaikan terimakasih #ang
se.esar=.esarn#a kepada !
)/ dr/ Renni 0uniati1 Sp/KK 1 selaku kepala SMF .agian Kulit dan
Kelamin RSUD Ka.upaten Kudus dan se.agai dokter pem.im.ing
#ang telah .an#ak men#ediakan <aktu1 .im.ingan motiasi1 dan
ilmu pengetahuan #ang sangat .erman9aat dalam pen#usunan
re9erat ini dan selama pen#usun men8alani kepaniteraan/
5/ dr/ Endang Soekma<ati1 Sp/KK selaku dokter pem.im.ing #ang
telah mem.erikan .im.ingan kepada pen#usun selama kegiatan
kepaniteraan di RSUD Ka.upaten Kudus/
*/ I.u >uroh1 pera<at poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ka.upaten
Kudus #ang telah mem.antu dan mem.erikan saran=saran #ang
.erman9aat selama penulis men8alankan kepaniteraan/
&/ Keluarga1 rekan se8a<at1 dan teman=teman #ang telah mem.erikan
dukungan dan .antuan kepada pen#usun dalam men#elesaikan
re9erat ini/
Kudus1 )& Mei 5')&
Pen#usun
*
BAB I
PENDAHULUAN
Dermatitis atopi1 atau ek?ema1 merupakan pen#akit kulit
kronik #ang umum dan sering dihu.ungkan dengan pen#akit atopi
lainn#a1 seperti rinitis alergi dan asma/ Mani9estasi klinik dari
dermatitis atopi .erariasi .erdasarkan usia@ dapat diidentiAkasikan
ke dalam tiga tahap/ Pada .a#i1 lesi pertama .iasan#a mun$ul di
pipi dan kulit kepala1 #ang 8ika digaruk maka akan ter8adi erosi
krusta/ Selama masa kanak=kanak1 .iasan#a lesi terdapat pada
tengkuk dan .agian lipatan=lipatan/ Pada masa rema8a dan de<asa1
ter8adi plak likeniAkasi pada daerah lipatan1 kepala dan leher/ 3esi
terasa gatal sepan8ang hari1 semakin parah pada <aktu malam1 dan
men#e.a.kan pasien men8adi kurang tidur serta kualitas hidupn#a
menurun/
)
Dalam makalah ini akan di.ahas le.ih lan8ut mengenai dermatitis
atopi/
&
BAB II
DERMATITIS ATOPI
A. Defnisi
Dermatitis atopik %D/A/- ialah keadaan peradangan kulit
kronis dan residi91 disertai gatal1 #ang umumn#a sering ter8adi
selama masa .a#i dan anak=anak1 sering .erhu.ungan dengan
peningkatan kadar IgE dalam serum dan ri<a#at atopi pada
keluarga atau penderita %D/A/1 rinitis alergik1 dan atau asma
.rokial-/ Kelainan kulit .erupa papul gatal1 #ang kemudian
mengalami ekskoriasi dan likeniAkasi1 distri.usin#a di lipatan
%Beksural-/
Kata CatopiD pertama kali diperkenalkan oleh Eo$a %),5*-1
#aitu istilah #ang dipakai untuk sekelompok pen#akit pada
indiidu #ang mempun#ai ri<a#at kepekaan dalam
keluargan#a/ Misaln#a! asma .ronkial1 rinitis alergik1 dermatitis
atopik1 dan kon8ungtiitis alergik/
5
B. Sinonim
7an#ak istilah lain #ang dipakai se.agai sinonim D/A/1 #aitu
ek?ema atopik1 ek?ema konstitusional1 ek?ema Beksural1
neurodermatitis diseminata1 prurigo 7esnier/ Tetapi1 #ang
paling sering digunakan adalah dermatitis atopik/
5
C. Epidemioloi
Prealensi ter8adin#a dermatitis atopi meningkat pada *'
tahun terakhir/ Sekarang ini diperkirakan )'=5'F anak=anak
dan )=*F orang de<asa di negara=negara .erkem.ang terkena
pen#akit ini/ Dermatitis atopi dimulai se8ak .a#i@ kira=kira &GF
G
dari seluruh kasus dimulai dalam ( .ulan pertama kehidupan1
('F selama tahun pertama1 dan +GF se.elum .erusia G
tahun/
*
Prealensi dermatitis atopi le.ih rendah di daerah
perdesaan di.andingkan dengan di daerah perkotaan/ 4al ini
mungkin .erhu.ungan dengan :h#giene h#pothesis; #ang
mendalilkan .ah<a kurangn#a paparan terhadap agen=agen
in9eksius semasa kanak=kanak meningkatkan kerentanan
terhadap pen#akit=pen#akit alergi/
)
D.P!"oenesis
Patogenesis ter8adin#a D/A/ .elum sepenuhn#a
dimengerti1 .agaimanapun1 pen#akit ini tim.ul se.agai hasil
dari interaksi #ang kompleks antara gangguan pada 9ungsi
sa<ar kulit1 a.normalitas pada sistem imun1 9aktor lingkungan
dan agen=agen in9eksius/
Ter8adin#a a.normalitas pada sa<ar kulit dihu.ungkan
dengan mutasi flaggrin
1
gene1 #ang men#andi protein
struktural esensial untuk pem.entukan sa<ar kulit/ Indiidu
dengan dermatitis atopi1 kulitn#a mengalami kekurangan
ceramides %molekul lipid- dan kekurangan peptida=peptida
antimikro.a seperti cathelicidins #ang .erperan pada lini
pertama dalam pertahanan terhadap agen=agen in9eksius/
A.normalitas pada sa<ar kulit ini mengarah pada kehilangan
air dari dalam tu.uh ke lingkungan luar melalui epidermis
%transepidermal water loss) dan meningkatn#a penetrasi
alergen=alergen dan mikro.a ke kulit/
)
Filaggrin ! a protein that is s#nthesi?ed in the granular la#er o9 the epidermis
and aggregates intermediate Alaments o9 keratin .# promoting 9ormation o9
disulAde .onds/
(
Agen in9eksius #ang paling sering terli.at dalam D/A/
adalah Staphylococcus aureus1 #ang ditemukan .erkoloni pada
,'F dari pasien=pasien dengan D/A/ Meningkatn#a in9eksi
.akteri dan irus pada pasien D/A/ 8uga dise.a.kan karena
adan#a kerusakan pada respon imun %defective innate
immune response)/
H
Faktor=9aktor #ang saling mempengaruhi ini mengarah
pada respon sel T terhadap kulit %a<aln#a se.agian .esar
diperankan oleh respon Th5 dan selan8utn#a le.ih .an#ak
diperankan oleh respon Th)- dengan menghasilkan pelepasan
kemokin=kemokin dan sitokin=sitokin pro=inBamasi %seperti I3=&1
I3=G1 T2F- #ang meningkatkan produksi IgE dan respon
inBamasi sistemik1 sehingga men#e.a.kan inBamasi #ang
terasa gatal pada kulit %pruritic infammation of the skin)/
*
E. G!m#!$!n Klinis
Kulit penderita D/A/ umumn#a kering1 pu$atIredup1 kadar
lipid epidermis .erkurang1 dan kehilangan air le<at epidermis
meningkat/ Jari tangan tera.a dingin/
5
Ge8ala utama D/A adalah pruritus1 dapat hilang tim.ul
sepan8ang hari1 tetapi umumn#a le.ih he.at pada malam hari/
Aki.atn#a penderita akan menggaruk sehingga tim.ul
.erma$am=ma$am kelainan di kulit .erupa papul1 likeniAkasi1
eritema1 erosi1 ekskoriasi1 eksudasi1 dan krusta/
5
Mani9estasi klinik pada D/A/ .erariasi dan dapat
digolongkan .erdasarkan usia/
*
+
D/A/ dapat di.agi men8adi * 9ase1 #aitu!

D.A. in%!n"il &'si! ( #'l!n s!mp!i ( "!)'n*
D/A paling sering mun$ul pada tahun pertama
kehidupan1 .iasan#a setelah usia 5 .ulan/ 3esi mulai di
muka %dahi1 pipi- .erupa eritema1 papulo=esikel #ang
halus1 karena gatal1 digosok1 pe$ah1 eksudati91 dan
akhirn#a ter.entuk krusta/ 3esi kemudian meluas ke
tempat lain #aitu ke s$alp1 leher1 pergelangan tangan1
lengan dan tungkai/ 7ila anak mulai merangkak1 lesi
ditemukan di lutut/ 7iasan#a anak mulai menggaruk
setelah .erumur 5 .ulan/ Rasa gatal #ang tim.ul sangat
mengganggu sehingga anak gelisah1 susah tidur dan
sering menangis/ Pada umumn#a lesi D/A/ in9antil
eksudati91 .an#ak eksudat1 erosi1 krusta dan dapat
mengalami in9eksi/ 3esi dapat meluas generalisata1
.ahkan1 <alaupun 8arang1 dapat ter8adi eritroderma/
3am.at laun lesi men8adi kronis dan residi9/ Sekitar usia
)+ .ulan mulai tampak likeniAkasi/ Pada se.agian .esar
,
penderita sem.uh setelah 5 tahun1 mungkin 8uga
se.elumn#a1 se.agian lagi .erlan8ut men8adi .entuk
anak/

D.A. p!d! !n!+ &'si! ( s!mp!i ,- "!)'n*
Dapat merupakan kelan8utan .entuk in9antil atau
tim.ul sendiri/ 3esi le.ih kering1 tidak .egitu eksudati91
le.ih .an#ak papul1 likeniAkasi dan sedikit skuama/ 3etak
kelainan kulit di lipat siku1 lipat lutut1 pergelangan tangan
.agian Beksor1 kelopak mata1 leher1 8arang di muka/ Rasa
gatal men#e.a.kan penderita sering menggaruk@ dapat
ter8adi erosi1 likeniAkasi1 mungkin 8uga mengalami in9eksi
sekunder/ Aki.at garukan1 kulit mene.al dan peru.ahan
lainn#a #ang men#e.a.kan gatal1 sehingga ter8adi
lingkaran setan :siklus gatal=garuk;/

D.A. p!d! $em!.! d!n de/!s!
3esi kulit D/A/ pada .entuk ini dapat .erupa plak
papular=eritematosa dan .erskuama1 atau plak likeniAkasi
#ang gatal/ Pada D/A/ rema8a lokalisasi lesi di lipat siku1
lipat lutut1 dan samping leher1 dahi1 dan sekitar mata/
Pada D/A/ de<asa1 distri.usi lesi kurang karakteristik1
sering mengenai tangan dan pergelangan tangan1 dapat
pula ditemukan setempat1 misaln#a di .i.ir %kering1
pe$ah1 .ersisik-1 ula1 puting susu1 atau s$alp/ Kadang
erupsi meluas 1 dan paling parah di lipatan1 mengalami
likeniAkasi/ 3esi kering1 agak menim.ul1 papul datar dan
)'
$enderung .erga.ung men8adi plak likeniAkasi dengan
sedikit skuama1 dan sering ter8adi ekskoriasi dan eksudasi
karena garukan/ 3am.at laun men8adi hiperpigmentasi/
3esi sangat gatal1 terutama pada malam hari
<aktu .eristirahat/ Pada orang de<asa sering mengeluh
.ah<a pen#akitn#a kam.uh .ila mengalami stres/
Mungkin karena stres dapat menurunkan am.ang rasa
gatal/ Pada umumn#a D/A/ rema8a atau de<asa
.erlangsung lama1 kemudian $enderung menurun dan
mem.aik %sem.uh- setelah usia *' tahun1 8arang sampai
usia pertengahan@ han#a se.agian ke$il #ang terus
.erlangsung sampai tua/ Kulit penderita D/A/ #ang telah
sem.uh mudah gatal dan $epat meradang .ila terpa8an
oleh .ahan iritan eksogen/
5
))
)5
)*
F. Di!nosis
Tidak ada tes diagnostik spesiAk untuk dermatitis atopik/
Diagnosis pen#akit dilakukan .erdasarkan kriteria spesiAk
#ang didapatkan dari ri<a#at pasien dan mani9estasi klinikn#a/
7erikut ini terdapat ta.el .erisi kriteria=kriteria untuk
mem.antu diagnosis1 #ang mudah digunakan dan tidak
mem.utuhkan pemeriksaan inasi9 !
*
)&
G.Peme$i+s!!n Pen'n.!n
Peranan makanan dan alergen=alergen dari udara
%aeroallegens) terhadap patogenesis dan eksaser.asi D/A/
masih kontroersial/ Meskipun ke.an#akan pasien D/A/
menun8ukan peningkatan kadar anti.od# IgE spesiAk terhadap
makanan dan alergen=alergen udara pada pengukuran kadar
serum IgE spesiAk dan pada u8i tusuk kulit %skin prick test-1 arti
se$ara klinisn#a masih .elum 8elas/ Dengan kata lain1 ketika
serum IgE spesiAk atau u8i tusuk kulit menun8ukkan hasil #ang
positi9 dan mengindikasikan adan#a sensitisasi terhadap
alergen1 hal ini tidak mem.uktikan adan#a hipersensitiitas
atau adan#a hu.ungan se.a.=aki.at se$ara klinis/
*
Pemeriksaan la.oratorium tidak diperlukan dalam
ealuasi rutin dan penanganan D/A/ tanpa komplikasi/ Kadar
IgE serum meningkat pada kurang le.ih H'F=+'F pasien D/A/
4al ini .erhu.ungan dengan sensitisasi terhadap inhalant dan
allergen makanan danIatau .ersamaan dengan rinitis alergi
dan asma/ Se.alikn#a1 5'F=*'F pasien D/A/ memiliki kadar
IgE serum #ang normal/
G
H.Di!nosis B!ndin
Se.agai diagnosis .anding D/A/ ialah ! dermatitis se.oroik
%terutama pada .a#i-1 dermatitis kontak1 s$a.ies1 dan psoriasis
%terutama di daerah palmoplantar-/
5

Terkadang sulit untuk mem.edakan D/A/ dari pen#akit
kulit lainn#a/ 2amun1 ri<a#at atopi pada keluarga dan
distri.usi dari lesi dapat mem.antu untuk menegakkan
diagnosis/
*
)G
Dermatitis se.oroik sering tim.ul pada area popok pada
.a#i dan area muka pada de<asa %di sisi=sisi hidung1 alis1 liang
telinga luar-/
*
Pada dermatitis kontak dan dermatitis se.oroik umumn#a
tidak disertai dengan ri<a#at atopi pada keluarga/
*
Ska.ies .iasan#a disertai dengan adan#a pustul pada
telapak tangan1 telapak kaki1 genitalia dan di sela=sela 8ari/
*
Psoriasis umumn#a tim.ul pada daerah ekstensor dan
sering disertai kelainan pada kuku1 telapak tangan dan telapak
kaki/
*
I. Pen!"!l!+s!n!!n
Pengo.atan pada D/A/ .ertu8uan untuk mengurangi
gatal1 memper.aiki kulit dan mengurangi inBamasi/ Dapat
di.erikan anti=inBamasi seperti kortikosteroid topikal danIatau
$al$ineurin inhi.itor topikal1 penggunaan antihistamin generasi
pertama dapat di.erikan pada pasien dengan gangguan tidur1
dan anti.iotik di.erikan untuk mengatasi in9eksi pada kulit/
Kortikosteroid sistemik dapat dipertim.angan untuk di.erikan
pada kasus=kasus .erat #ang tidak dapat dikendalikan dengan
terapi topikal/
*
• Ko$"i+os"e$oid Topi+!l
Kortikosteroid topikal merupakan tatalaksana
9armakologi lini pertama untuk pengo.atan D/A/ O.at ini
e9ekti9 mengontrol ruam melalui mekanisme anti=
inBamasi1 anti=proli9erasi1 dan imunosupresi/
Kortikosteroid topikal diaplikasikan ke area kulit #ang
terlihat merah dan mengalami inBamasi/
*
)(
• Topical Calcineurin Inhibitors – TCIs
TEIs merupakan o.at imunosupresi #ang 8uga
e9ekti9 dalam mengatasi D/A/ Terdiri dari ta$rolimus dan
pime$rolimus #ang dera8at keamanann#a dalam
penggunaan 8angka pan8ang .elum diketahui dengan
pasti1 sehingga han#a digunakan pada pasien dengan
pen#akit #ang persisten atau ruamn#a sering mun$ul
atau 8ika ruam mun$ul pada daerah kulit #ang sensiti9
%seperti pada daerah genital1 leher1 <a8ah1 area sekitar
mata-/
*
)H
• An"i)is"!min
Meskipun antihistamin generasi pertama %seperti
h#droK#?ine1 diphenh#dramine1 $hlorpheniramine- tidak
se$ara langsung mengurangi rasa gatal pada pasien D/A/1
e9ek sedati9 dari o.at ini .erman9aat untuk men.antu
pasien D/A/ agar dapat tidur/ Jadi1 o.at ini
dipertim.angkan untuk di.erikan se.agai o.at tam.ahan
8angka pendek pada pasien=pasien #ang mengalami ruam
hingga sulit tidur atau pada pasien #ang terus menggaruk
ruam n#a selama tidur/ Antihistamin generasi ke dua
kurang .erman9aat pada pasien D/A/1 tetapi .erman9aat
pada pasien=pasien alergi/
*

• An"i#io"i+
Jika ditemukan in9eksi sekunder oleh .akteri1 maka
perlu di.erikan terapi dengan anti.iotik topikal atau oral
dalam 8angka pendek/ Apa.ila in9eksi sekundern#a luas1
maka dapat di.erikan anti.iotik sistemik dengan penisilin
atau se9alosporin selama H=)' hari/
*
• Ko$"i+os"e$oid Sis"emi+
Kortikosteroid sistemik di.erikan han#a untuk
mengatasi D/A/ akut dengan disertai mun$uln#a ruam=
ruam #ang sangat parah/ 7agaimanapun1 penggunaan
steroid oral 8angka pan8ang memiliki e9ek samping #ang
serius1 sehingga penggunaan#a dalam 8angka pan8ang
perlu dihindari/
*
)+
0. Ed'+!si
Untuk penanganan pen#akit #ang optimal1 pasien atau
pengasuhn#a perlu di.erikan edukasi mengenai pen#akit ini1
perlun#a mem.iasakan diri mera<at kulit dengan tepat1 dan
menggunakan o.at=o.atan topikal dengan tepat/ Pasien 8uga
perlu di.erikan instruksi tertulis mengenai $ara penggunaan
o.at dengan tepat1 pera<atan kulit dan $ara mengatasi ruam
#ang tim.ul/
*
Kun$i utama dalam mengatasi D/A/ terletak pada
pera<atan kulit #ang dilakukan setiap hari dengan tepat/
Mandi atau .erendam dengan air hangat selama )'=)G menit
#ang dilakukan ) atau 5 kali sehari direkomendasikan untuk
mem.antu menghidrasi dan mem.ersihkan kulit1 mem.antu
debridement dari kulit #ang terin9eksi1 dan meningkatkan
penetrasi dari o.at=o.atan topikal/ Se.aikn#a menggunakan
sa.un #ang melem.a.kan dan menghindari sa.un dengan
kadar pe<angi #ang sangat tinggi karena dapat mengiritasi
kulit/ Setelah mandi1 kulit tu.uh pasien dikeringkan dengan
handuk1 di.erikan pelem.a. dan emollient
2
%seperti baby oil,
mineral oil, petroleum jelly- untuk men8aga agar kulit tetap
lem.a. dan men$egah agar kulit tidak kering/
*
K. Kompli+!si
Jika kortikosteroid topikal digunakan se$ara tidak tepat1
maka dapat ter8adi striae
*
/ Penipisan kulit 8uga dapat ter8adi
5
Emollient ! an agent <hi$h so9tens or soothes the skin
*
Striae ! linear1 atrophi$1 pink to purple1 s$arlike lesions1 <hi$h later .e$ome
pale in light=skinned indiiduals1 seen most o9ten on the a.domen1 .reasts1
.utto$ks1 or thighs/ The# are due to <eakening o9 the elasti$ tissues1 and are
asso$iated <ith pregnan$#1 eK$essie o.esit#1 rapid gro<th during pu.ert# and
),
apa.ila steroid digunakan dengan tidak tepat pada pasien=
pasien #ang sudah .erusia le.ih tua/
&
L. P$onosis
Prognosis untuk pasien D/A/ umumn#a .aik1 ke.an#akan
anak=anak dapat mengatasi keadaann#a pada a<al masa
rema8a/ 7agaimanapun1 pasien dengan pen#akit #ang .erat1
men#e.ar luas dan disertai dengan kondisi atopik lain1 seperti
asma dan rinitis alergi1 prognosisn#a le.ih .uruk/
*

adoles$en$e1 Eushing s#ndrome1 or topi$al or prolonged treatment <ith
$orti$osteroids/
5'
BAB III
KESIMPULAN
Dermatitis atopi merupakan pen#akit kronik #ang .an#ak
ter8adi dan dapat menurunkan kualitas hidup penderita/ Ge8ala
utaman#a adalah gatal/ 7iasan#a penderita memiliki ri<a#at
atopi pada keluarga/
Pen#akit ini tim.ul se.agai hasil dari interaksi #ang
kompleks antara gangguan pada 9ungsi sa<ar kulit1 a.normalitas
pada sistem imun1 9aktor lingkungan1 dan agen=agen in9eksius/
Untuk mengatasi pen#akit ini1 diperlukan pera<atan kulit
#ang optimal dan penggunaan o.at dengan tepat/ O.at #ang
.iasa digunakan adalah kortikosteroid topikal/
5)
D!%"!$ P's"!+!
)/ 7ie.er1 Thomas M/D/1 Ph/D/ topic !ermatitis" Jerman!
Uniersit# o9 7onn/ 5''+/ Diunduh dari
http!II<<</ne8m/orgIdoiI9ullI)'/)'G(I2EJMra'H&'+)
5/ D8uanda1 Adhi1 et al/ #lmu $enyakit %ulit dan %elamin
&d" '" Jakarta! Fakultas Kedokteran Uniersitas
Indonesia/ 5')*/
p/ )*+=)&H
*/ Latson1 Lade and Sandeep Kapur/ topic !ermatitis"
Eanada! Dalhousie Uniersit#/ 5'))/ Diunduh dari
http!II<<</aa$i8ournal/$omI$ontentIHIS)IS&
&/ Kim1 7rian S MD/ topic !ermatitis" Diunduh dari
http!IIemedi$ine/meds$ape/$omIarti$le
G/ Fit?patri$k1 Thomas1 et al/ !ermatology in (eneral
)edicine seventh edition" The M$Gra<=4ill Eompanies1
In$/ 5''+/ p/ )G'
55