You are on page 1of 11

1

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan
keahlian khusus. Jenis pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di
luar kependidikan, walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar
kependidikan. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pelaksanaan
pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas. Disini
guru mempunyai tugas dan peranan dimana dalam pelaksanaanya guru dituntut untuk
mempunyai kemampuan dan keterampilan yang memadai sehingga pelaksanaan
pendidikan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, keberhasilan
suatu proses pembelajaran dalam hal ini pendidikan sangat ditentukan oleh tugas dan
peranan guru tersebut.
Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang
dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan
perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya
(Wrightman, 1977). Kompetensi berarti

Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang
dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan
perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya
(Wrightman, 1977). Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk
memutuskan atau menentukan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency)
yakni kemampuan atau kecakapan. Adapun kompetensi guru (teacher competency)
adalah the ability of a teacher to responsibility perform has or her duties
appropriately, yaitu kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam
melaksanankan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.
Dengan gambaran dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa
kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan
profesi keguruannya. Selanjutnya beralih pada kata “professional” yang berarti a
2

vacation an wich professional knowledge of some department a learning science is
used in its applications to the of other or in the practice of an art found it.
Dalam pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu pekerjaan yang
bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus
dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Atas dasar
pengertian ini, ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya
karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam
melaksananakan profesinya.
.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah tugas guru sebagai profesi?
2. Bagaimanakah peran guru dalam bidang kemanusiaan
3. Bagaimanakah peran guru dalam bidang kemasyarakatan

C. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan tugas guru sebagai profesi.
2. Mendeskripsikan peran guru dalam bidang kemanusiaan.
3. Mendeskripsikan peran guru dalam bidang kemasyarakatan.







3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Profesi Guru
Ada beberapapa ahli mendefinisikan pengertian profesi guru di antaranya:
1. Menurut Makagiansar, M. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki
latar belakang pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam
melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh
pendidikan keguruan tertentu
2. Nasanius, Y. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak
dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti
pendidikan keguruan.
3. Galbreath, J. 1999 frofesi gurtu adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati
nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya
didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani.
Gagasan pendidikan profesi guru semula dimaksudkan sebagai langkah
strategis untuk mengat `asi problem mutu keguruan kita karena perbaikan itu tidak
akan terjadi dengan menaikkan remunerasi saja. Oleh sebab itu, pendidikan profesi
diperlukan sebagai upaya mengubah motivasi dan kinerja guru secara terencana,
terarah, dan berkesinambungan.
B. Tugas seorang guru terhadap profesi keguruan.
Pada dasarnya, guru memiliki banyak tugas baik secara dinas, maupun diluar
dinas. Tugas guru tersebut dapat digolongkan menjadi 3, yaitu : tugas guru dalam
bidang kemanusiaan, bidang kemasyarakatan, dan di bidang profesi.
1. Tugas Guru dalam Bidang Kemanusiaan
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai
orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya.
Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi
hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka
kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
4

Di masyarakat guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju
pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya yang berdasarkan Pancasila. Tugas
dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru dalam
hakekatnya merupakan komponen strategis yang memiliki peran penting dalam gerak
laju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan factor condisio sine
quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan
bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak
hal seperti mengajar, memimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan,
ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor, (Adam dan Decey, Basic
principles of student teaching). Secara dominan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
a. Guru sebagai demonstrator
Melalui perannya sebagai demonstrator, lecture atau pengajar, guru
hendaknya menguasai bahan ajar atau materi yang akan diajarkannya. Serta
senantiasa mengembangkannya dalam artian meningkatkan kemampuan ilmu yang ia
miliki karena ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
b. Guru sebagai pengelola kelas
Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan
fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar guna mencapai
tujuan pendidikan yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan
kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-
kondisi yang memungkinkan siswa untuk belajar, serta membantu siswa untuk
memperoleh hasil yang diharapkan.
Tanggung jawab yang lain sebagai manajer yang penting bagi guru adalah
membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari kearah self directed
behavior. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi
siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap guru
sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri. Siswa harus melakukan
self control dan self activity malalui proses bertahap.

5

c. Guru sebagai mediator dan fasilitator
Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman
yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat
komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Selain itu guru
harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta menyediakan media
itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan
tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan
siswa.
Sebagai fasilitator, guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar
yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar,
baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.
d. Guru sebagai evaluator
Dengan evaluasi, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan,
penguasaan siswa terhadap pelajaran serta ketepatan atau keefektifan metode
mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan
siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat
mengklasifikasikan siswa.
Demikian sedikit uraian tentang tugas, peran serta kopetensi guru yang
merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya. Guru yang profesional tidak
hanya mengetahui, tetapi betul-betul melaksanakan apa yang menjadi tugas dan
peranannya.
2. Tugas Guru dalam Bidang Kemasyarakatan
Dan tugas guru dalam bidang kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru
sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang
telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. Dan untuk
melaksanakan tugas guru dalam bidang profesi, seorang guru harus memiliki
keahlian khusus sebagai seorang guru, yang tidak bisa dilakukan oleh orang diluar
profesi ini.
Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat
(social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat
(social agent). Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan
6

pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun
dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan
guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan
terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang
tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan
sangat bergantung dari "citra" guru di tengah-tengah masyarakat.
3. Tugas Guru dalam Bidang Profesi
Tugas guru dalam bidang profesi meliputi tiga hal, yaitu :
a. Mendidik
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Oleh
karena itu, guru diharapkan tidak hanya menyampaikan materi yang harus diterima
siswa, akan tetapi juga memberikan arahan kepada siswa tersebut.
b. Mengajar
Tugas guru sebagai seorang pengajar berarti guru memiliki kewajiban untuk
berperan sesuai dengan perannya yang berkaitan dengan manajemen sekolah. Peran
tersebut meliputi peran guru dalam proses belajar mengajar dalam kelas yang sering
disebut dengan manajemen kelas.
c. Melatih
Sebagai seorang pelatih, guru melatih siswa dalam belajar cara berpikir dan
bekerja, juga berdialog dengan siswa untuk memperbaiki miskonsepsi atau
pemahaman siswa yang keliru dan cara-cara berpikir yang kurang logis dan
sistematis.

C. Tanggung jawab seorang guru terhadap profesi keguruan.
Peters dan Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi lima
kategori, yakni:
1. Guru bertanggung jawab dalam pengajaran. Tanggung jawab guru yang
terpenting ialah memberikan pengajaran kepada siswa guna mencapai
pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing
siswa agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman,
7

perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan
perkembangan sikap serasi.
2. Guru bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan. Guru memberi
tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan
masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik, sebab tidak
hanya berkenaan dengan penyampaian ilmu pengetahuan tetapi juga
menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para
siswa.
3. Guru perlu menghormati pribadi anak, supaya mereka menjadi pribadi
yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan, sikap, dan apresiasinya harus
dikembanggkan, hingga pada waktunya mereka menjadi nabusia yang
mengerti akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang
berdiri sendiri. Karena itu guru harus memahami benar tentang masalh
bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil
dalam memberikan penyuluhan dengan tepat.
4. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan
kurikulum. Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling
mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa. Untuk mengubah kurikulum itu bukan tidak mungkin,
akan tetapi dalam rangka mambuat atau memperbaiki proyek-proyek
pelaksanaan kurikulum, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung
jawabnya. Paling tidak dia berkewajiban memberi saran-saran yang berguna
demi penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang. Dalam
hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan
ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan
kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan siswa,
berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan
masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan
bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan
praktek sehari-hari.
8

5. Tanggung jawab dalam mengembangkan profesional guru. Guru sangat
perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya
kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi
guru tersebut mengembang dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan
cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan
untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas di
dalam sekolah dan kemampuannya yang diperlukan untuk merealisasikan
tanggung jawabnya di luar sekolah. Kemampuan-kemampuan itu harus
dipupuk dalam diri pribadi guru sejak ia mengikuti pendidikan guru sampai ia
bekerja.

D. Peran guru terhadap profesi keguruan
Sehubungan dengan fungsinya sebagi pendidik dan pembimbing, maka
diperlukan adanya berbagi peranan pada diri guru. Peranan guru ini akan senantiasa
menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya baik
dengan siswa (yang terutama) , sesame guru, maupun dengan staf yang lain. Peranan
guru dalam kegiatan belajar mengajar, secara singkat dapat disebutkan sebagai
berikut.
1. Sebagai Informator.
Sebagi pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan
sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. Dalam pada itu berlaku teori
komunikasi berikut:
a. Teori stimulus-respon
b. Teori dissonance-reduction
c. Teori pendekatan fungsional
2. Sebagai Organisator
Guru sebagai organisator, pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop,
jadwal pelajaran dan lain-lain. Komponen yang berkaitan dengan kegiatan belajar
mengajar, semua diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga dapat mencapai
efektifitas dan efesiensi dalam belajar pada diri siswa.

9

3. Sebagai Motivator
Peran guru sebagai motivator ini penting artinya dalam rangka meningkatkan
kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus dapat merangsang
dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi
siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan
terjadi dinamika dalam proses belajar mengajar.
4. Sebagai Pengarah/Direktor
Jiwa kepemimpinan bagi guru dalam peranan ini lebih menonjol. Guru dalam
hal ini harus membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan
tujuan yang dicita-citakan, guru harus juga “handayani”.
5. Sebagai Inisiator
Guru dalam hal ini sebagi pensetus ide-ide dalam proses balajar. Sudah
barang tentu ide-ide itu merupakan ide-ide kreatif yang dapat dicontoh oleh anak
didiknya. Jadi termasuk pula dalam lingkup semboyan “ing ngarso sungtulodo”.
6. Sebagai Transmitter
Dalam kegiatan belajar guru juga akan bertindak selaku penyabar
kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
7. Sebagai Fasilitator
Berperan sebagai fasilitator, guru mamberikan fasilitas atau kemudahan
dalam proses belajar-mengajar, misalnya dengan menciptakan menciptakan suasana
kegiatan belajar yang sedemikian rupa, serasi dengan perkembangan siswa, sehingga
interaksi belajar-mengajar berangsung secara efektif. Hal ini bergayut dengan
semboyan “Tut Wuri Handayani”.
8. Sebagai Mediator
Guru sebagai mediator dapat diartikan sebagai penengah dalam kefiatan
belajar siswa. Misalnya memberikan lajan keluar kemacetan dalam kegiatan diskusi
siswa. Megiator juga diartikan penyedia media. Bagaimana cara memakai dan
mengorganisasikan penggunaan media.



10

9. Sebagai Evaluator
Evaluator yang dimaksud adalah evaluasi yang mencangkup pola evaluasi
intrinsic. Untuk ini guru harus hati-hati dalam menjatuhkan nilai atau kriteria
keberhasilan.



























11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tugas seorang guru terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
1. Tugas dalam bidang profesi
2. Tugas bidang kemanusiaan
3. Tugas bidang kemasyarakatan
Dalam kaitannya dengan tugas di bidang profesi, guru mempunyai beberapa peran,
yaitu:
1. Peran guru dalam manajemen kelas
2. Peran guru sebagai manajer kelas
3. Peran guru dalam manajemen perilaku siswa
4. Peran guru dalam pengadministrasian
5. Peran guru secara pribadi
6. Peran guru secara psikologis

B. Saran
Sampai saat ini masih sering ditemui guru-guru yang belum dapat
melaksanakan tugas dan perannya dengan baik sehingga tujuan-tujuan pendidikan
belum belum dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, hendaknya para guru
meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan tugas dan perannya, khususnya dalam
manajemen sekolah sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal.