You are on page 1of 27

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari maka trauma pada sendi pergelangan kaki


dan terutama dari sendi talo-cruralnya, adalah trauma yang sering sekali terjadi.
Tidak hanya mereka yang aktivitasnya menggunakan sendi ini secara dipaksakan
(seperti misalnya olahragawan dan terutama pemain sepakbola) tetapi juga para
wanita yang menggunakan sepatu berhak tinggi beresiko terkena trauma di
daerah ini. Selain sering, trauma yang ringan saja sudah akan menimbulkan
kesulitan berjalan. esulitan ini tidak hanya berupa kecacatan yang temporer, tapi
dapat berubah menjadi suatu kecacatan permanen apabila tidak dilakukan
penanganan serta penatalaksanaan secara baik.
Trauma pada daerah ini sering disertai oleh penyakit lain, seperti
!steoarthritis post-traumatika dan "raktur karena bentuk persendiannya yang khas
dan majemuk, sehingga dapat menyebabkan robekan ligamen, dan apa yang
disebutkan sebagai Ligamentous Fracture terlepasnya insersi ligamen pada tulang.
!leh karena itu, pengelolaan trauma pada sendi ini mempunyai arti estetika dan
sosial yang cukup penting dan harus diakui bahwa pengobatannya memang sulit.
Sebelum mempelajari cara-cara penatalaksanaan yang terbaru, penting
sekali kita memahami betul-betul anatomi dari persendian ini dan memahami
"aktor-"aktor penyebabnya. Dengan kata lain, mekanisme terjadinya sprain,
ligamentous injuries dan "raktur sekitar sendi ini adalah sama. #ntuk pengelolaan
yang baik maka perlu kita perhatikan beberapa hal, antara lain $
a. %erlu mempunyai ketrampilan yang tinggi
b. &engenal jenis trauma secepat mungkin
c. &encegah salah-tindak sejak semula (mismanagement)
d. &encegah over-treatment dari trauma yang tidak begitu berat'ringan.
2
DAFTAR ISI
D()T(* +S+ ........................................................................................................
(T( %,-.(-T(*............................................................................................
/(/ + %,-D(0#1#(-
/(/ ++ (-(T!&+ %,*.,1(-.(- (+
++.2 1igamen %ada (nkle
++.3 !tot %ada (nkle
/(/ +++ )*(T#* (-1,
+++.2 De"inisi
+++.3 ,pidemiologi
+++.4 ,tiologi
+++.5 lasi"ikasi
+++.6 %ato"isiologi
+++.7. .ejala linis
+++.8 %emeriksaan )isik
+++.9 %emeriksaan *adiologik
+++.: %enetalaksanaan
+++.:.2 %enatalaksanaan /erdasarkan ;enis )raktur
+++.:.3 %enatalaksanaan )raktur (nkle
+++.2< %rognosis
+++.22 omplikasi
,S+&%#1(-
D()T(* +S+
3
ANATOMI PERGELANGAN KAKI
Sendi pergelangan kaki (ankle joint) merupakan sendi engsel yang
dibentuk antara ujung posterior maleolus medialis, maleolus lateralis dari os
"ibula yang bersama-sama membentuk sebuah tulang untuk menerima badan talus
juga diperkuat dengan ligament deltoid di sisi medial berjalan dari maleolus
medial ke os tarsal yang mendampinginya dan sering mengalami robekan bila
pergelangan kaki terkilir. (nkle ;oint (pergelangan kaki) merupakan persendian
yang paling sering mengalami cedera pada orang dewasa.
%ada sisi medial talotibial joint di topang dengan kuat oleh malleolus
medial dan ligamen medial collateral. %ada sisi lateral terdapat penopang "leksibel
yang dibentuk oleh lateral comple= yang terdiri dari "ibula, syndesmosis dan
lateral >ollateral bands.
1igamen tibio"ibula anterior dan posterior juga disebut sebagai
syndesmosis anterior dan posterior. Syndesmosis ini merupakan serat pengubung
antara tibia dan "ibula yang dibentuk oleh ligamen tibio"ibular anterior dan
posterior yang letaknya setinggi cekungan tibia dan ligamen intraosseus yang
tebal, berada di bawah membran intraosseus dan terletak 3 cm di atas cekungan
tibia dimana ruang kecil bagian superior dari persendian berakhir. 1igamen lateral
collateral menghubungkan distal "ibula dengan talus dan calcaneus. )leksibilitas
dari lateral comple= membuat talus dan "ibula bergerak dan berputar selama
pergerakan normal dari ankle. %ergerakan "ibula ini pada syndesmosis merupakan
bagian penting dari "ungsi "isiologis ankle.
.erakan sendi pergelangan kaki adalah "leksi (gerakkan melipat sendi) dan
ekstensi (gerakkan membuka sendi) atau lebih biasa disebut dorsi-"leksi dan
plantar-"leksi.
Stabilitas pada mortise ankle joint bergantung pada struktur tulang-tulang
dan ligamen. %ersendian utama yang berada diantara talus dan cekungan tibia.
Talus yang berbentuk seperti pelana kuda sangat pas kedudukannya dengan
cekungan tibia dan benturan kecil saja pada tibiotalar joint ini akan mengurangi
4
kontak area dan akan membebani articular cartilago. 0al ini yang akan
menyebabkan adanya arthrosis.
A. Ligamen Pada Ankle
Sendi memerlukan ikatan yang menjaga kohesi tulang yang terbentuk,
mencegah terjadinya pergeseran, dislokasi dan memungkinkan pergerakan secara
spesi"ik. Deskripsi dari semua ligamen pergelangan kaki dan kaki akan bidang
yang sangat khusus karena jumlah dan kompleksitas. apsul sendi di sekitar
sendi, menciptakan ruang tertutup, dan membantu menstabilkan ligamen dalam
misinya.
2. 1igamen dibagian lateral. &ulai dari ujung maleolus lateral, ligamentum
di bagian lateral dibagi menjadi tiga, yaitu ligamentum talo"ibular anterior,
talo"ibular posterior, dan calcano"ibulare.
3. Deltoid ligamen. Sebaliknya, ligamentum ini dari ujung medial dan
malleolar memegang bagian dalam pergelangan kaki.
4. Syndesmosis ligamen, syndesmosis atau ligamen tibio"ibular. &em"iksasi
bagian distal tibia dan "ibula untuk menahan keduanya untuk tetap berada
di atas permukaan artikular atas kubah talus. erusakan menimbulkan
banyak masalah. Dibutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan dan dapat
meninggalkan gejala sisa berupa rasa sakit dan ketidakstabilan permanen
yang memerlukan intervensi bedah. 1igamentum menghubungkan dua
tulang di jarak anteroposterior, tidak hanya di bagian depan pergelangan
kaki.
5. Di bagian belakang pergelangan kaki juga ada jaringan ligamen yang
menghubungkan tibia dan "ibula (tibio"ibular posterior), tibia dan talus.

B. Otot Pada Ankle
!tot-otot ekstrinsik kaki bertanggung jawab untuk gerakan pergelangan
kaki dan kaki. .erakan pada ankle dapat berupa dorso"leksi, plantar"leksi, inverse,
dan eversi kaki.
5
2. !tot-otot intrinsik jari-jari kaki berada di kaki yang sama, mendapatkan
gerakan jari$ "leksi, ekstensi, penculikan dan adduksi.
3. %lantar "leksor. !tot-ototnya terletak di bagian belakang kaki di betis.
&ereka adalah soleus dan gastrocnemius pada tendon (chilles.
4. Dorso "leksor adalah mereka yang mengangkat ke atas kaki dan terletak di
bagian depan kaki. &ereka adalah tibialis anterior, Tertius peroneus dan ekstensor
digitorum.
5. +nventor di kaki. Tibialis anterior dimasukkan ke metatarsal pertama dan
baji pertama.
6. ,vertors kaki. %ara longus peroneus dan peroneus brevis dimasukkan ke
dalam baji pertama dan dasar metatarsal pertama sedangkan peroneal anterior
dimasukkan ke dalam basis keempat dan kelima.
%emegang peranan paling penting pada trauma dari pergelangan kaki
adalah sendi talocrural, karena itu yang biasanya diartikan dengan ankle joint
adalah sendi ini. %enting oleh karena pada sendi talocrural ini os talus diapit oleh
kedua tangkai garpu yang dibentuk oleh kedua malleoli. +ntegrasi peranan tulang
dan ligamenta pada sendi ini unik sekali. %ada sisi medial kita lihat dengan jelas
ligamen deltoid yang amat kuat yang terdiri dari tiga bagian, mengikat malleolus
medialis pada os navicular serta calcaneus dan talus (Tibionavicular,
tibiocalcaneal dan talotibial ). %ada sisi lateral ligamen sekuat ligamen deltoid
mengikat malleolus lateralis pada calcaneus dan talus serta tibia ()ibulocalcaneal,
(nterior talo"ibular serta anterior tibio"ibular). 0ubungan tibia dan "ibula
(syndesmosis) dipertahankan oleh (nterior Tibio"ibular dan %osterior Tibio"ibular
serta ligamen interosseus yang merupakan lanjutan daripada membrana interossea
pada tungkai bawah. 1igamenta ini yang mempertahankan stabilitas sendi
talocrural dan menentukan gerakan lingkup sendinya (*!& ? *ange o" &otion),
juga bertanggung jawab terhadap penentuan jenis trauma yang terjadi.
ebanyakan patah tulang malleoli tidak disebabkan oleh trauma yang langsung
tetapi oleh trauma yang indirek berupa $ (i) bending, (ii) twisting dan (iii) tearing
6
pada ligamentanya. /entuk tulang-tulang sekitar sendi ini juga memainkan
peranan yang penting. Dulu ada dua persangkaan yang salah, yaitu $
2. )ibula'&alleolus lateralis tidak berperan dalam menahan daya (berat
badan) pada sendi ini.
3. %ersendian "ibula-tibia distal adalah sesuatu yang rigid'kaku.
alau diperhatikan perbedaan sumbu anatomik dan sumbu "ungsionil
sendi talocrural yang cukup besar serta beda lebar os talus bagian depan dan
bagian belakang (2,6 -- 3 mm lebih lebar pada bagian depan), maka dengan
sendirinya pada waktu dorsi"leksi tangkai garpu malleolar akan melebar serta
menyempit lagi waktu plantar"leksi. Dengan kata lain gerakan-gerakan melebar-
menyempit oleh karena terdorong, terdapat pada sendi tibio"ibular distal ini. &aka
dari itu mempertahankan hal ini juga penting pada pengobatan trauma sekitar
sendi pergelangan kaki ini. Tidak lengkap kiranya mempelajari anatomi sendi
pergelangan kaki tanpa menyebut bermacam-macam istilah yang terdapat pada
sendi ini seperti $
2. %lantar"leksi dan dorsi"leksi
3. ,versi dan inversi atau *otasi ,ksternal dan +nternal
4. %ronasi-supinasi untuk kaki bagian depan("ore"oot) serta
5. (bduksi-adduksi untuk bagian belakang (hind"oot).
7
Gama! ". Anatomi Pe!gelangan Kaki
8
FRAKTUR ANKLE
A. De#ini$i
)raktur (patah tulang) pada ujung distal "ibula dan tibia merupakan istilah
yang digunakan untuk menyatakan "raktur pergelangan kaki (ankle "racture).
)raktur ini biasanya disebabkan oleh terpuntirnya tubuh ketika kaki sedang
bertumpu di tanah atau akibat salah langkah yang menyebabkan tekanan yang
berlebihan (overstressing) pada sendi pergelangan kaki. )raktur yang parah dapat
terjadi pada dislokasi pergelangan kaki. )raktur ankle itu sendiri yang
dimaksudkan adalah "raktur pada maleolus lateralis ("ibula) dan'atau maleolus
medialis. %ergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan
dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang
diikat dengan ligament. Dahulu, "raktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai
"raktur %ott. )raktur pada pergelangan kaki sering terjadi pada penderita yang
mengalami kecelakaan (kecelakaan lalu lintas atau jatuh). /idang gerak sendi
pergelangan kaki hanya terbatas pada 2 bidang yaitu untuk pergerakan dorso"leksi
dan plantar "leksi. &aka mudah dimengerti bila terjadi gerakan-gerakan di luar
bidang tersebut, dapat menyebabkan "raktur atau "raktur dislokasi pada daerah
pergelangan kaki. /agian-bagian yang sering menimbulkan "raktur dan "raktur
dislokasi yaitu gaya abduksi, adduksi, endorotasi atau eksorotasi.
B. E%idemiologi
+nsidens sering terjadi pada $
2. )raktur pergelangan kaki menduduki posisi kedua sebagai "raktur yang
sering ditemukan.
3. )raktur pada anak-anak pada umunya melibatkan lempeng pertumbuhan.
4. )raktur pada remaja ()raktur Tillau=) memiliki pola khusus karena
penutupan parsial pada lempeng pertumbuhan.
5. (ngka kejadian "raktur ini lebih tinggi pada kelompok dewasa muda.

9
&. Etiologi
2. )raktur pergelangan kaki paling sering terjadi pada trauma akut, seperti
jatuh, salah langkah, atau cedera saat berolahraga
3. 1esi patologis jarang menyebabkan "raktur pergelangan kaki
ondisi yang /erkaitan dengan )raktur %ergelangan aki
2. eseleo pergelangan kaki (sprain ankle)
3. eseleo %TT (sprain %TT)
D. Kla$i#ika$i
Suatu sistem klasi"ikasi berguna untuk memilih tatalaksana yang tepat,
dapat digunakan untuk menentukan prognosis dari hasil pengobatan, atau
membuat perbandingan dari hasil pengobatan pada cedera yang serupa. /anyak
sistem klasi"ikasi telah dilaporkan, masing-masing berdasarkan kombinasi dari
klinis, penelitian, dan kriteria radiologis dengan beberapa sistem juga
menyebutkan mekanisme cederanya, cedera tulang dan ligamen yang terjadi, dan
stabilitas sendi.
(. Sistem 1auge-0ansen
lasi"ikasi ini didasarkan dari pengamatan eksperimental, klinis,
dan radiogra"ik.1auge-0ensen menemukan bahwa cedera muncul pada
pola sekuensial, yang dipisahkan menjadi beberapa tahap. %ada sistem ini
posisi dari kaki (pronasi dan supinasi) pada saat cedera dideskripsikan
terlebih dahulu dan arah gaya yang menyebabkan de"ormitas
dideskripsikan kemudian.1ebih dari :6@ dari cedera pergelangan kaki
dapat digolongkan pada 2 dari 5 kelompok yang ada. +stilah eversi dan
inversi yang digunakan oleh 1auge-0ensen artinya sama dengan e=orotasi
dan endorotasi dari kaki.
.rup kelima, pronasi-dorsi"le=i, ditambahkan kemudian untuk
"racture yang diakibatkan oleh beban aksial.&asing-masing grup ini
memiliki beberapa derajat cedera yang disebutkan pada tabel 2.
10
Tabel 2.>lasi"icasi 1auge-0ansen- %engelompokan dengan derajat cedera.
&la$i#i'a$i La(ge)Han$en
+. Supinasi-,=orotasi tanpa diastasis
Talus tereksorotasi dan strukturnya mengalami kerusakan.
Tahap
2 $
*uptur ligamentum tibio"ibularis anterior (in"erior) atau "racture
Tillau=
Tahap
3$
)racture "ibula dengan pola oblik atau spiral
Tahap
4$
)ragmen dari "ibula menarik maleolus posterior atau
menyebabkan robeknya ligamentum tibio"ibularis.
Tahap
5 $
)racture maleolus medialis atau robeknya ligamentum deltoidea
++. >edera pronasi' abduksi
aki tereversi dan talus terabduksi
Tahap
2 $
/isa terjadi ruptur ligamentum deltoidea atau adanya "racture
avulsi (horiAontal) dari maleolus medialis.
Tahap
3$
1igamentum tibio"ibularis anterior dan posterior keduanya ruptur
(atau tulang tempat melekatnya teravulsi).
Tahap
4$
)racture "ibula tertutup setingkat sendi. .aris "racture sering
horiAontal, dapat muncul kominusi, dan "ragmen "ibula distal
tertarik ke lateral.
+++. >edera pronasi' e=orotasi dengan diastasis
Tahap
2 $
Talus yg terotasi menyebabkan "racture oblik dari maleolus
medialis atau ruptur dari ligamentum deltoidea
Tahap
3$
1igamentum tibio"ibularis anterior atau avulsi dari tempat
perlekatannya ("racture Tillau=)
Tahap
4$
(danya "racture spiral atau oblik dari "ibula yang bisa terletak
pro=imal ("racture &aiAonneuve)
Tahap
5 $
*uptur ligamentum tibio"ibularis posterior atau tertarik lepas dari
tulang tempat melekatnya. &embran interoseus robek dan terjadi
diastasis yang jelas ()racture Dupuyren- dislocasi pergelangan
kaki).
+B. >edera supinasi'adduksi
Talus teradduksi dalam mortise pergelangan kaki.
Tahap
2 $
Terdapat robek total dari ligamentum lateral atau "racture avulsi
dari ujung lateral maleolus. /ila gaya yang ditanggung ringan
akan menghasilkan suatu robekan parsial dari ligamentum
lateralis
Tahap
3$
Talus yang teradduksi melawan maleolus medialis menyebabkan
"racture vertikal atau oblik. /isa terjadi "racture kompresi dari
sudut dan seringkali maleolus medialis bisa "racture tanpa adanya
kerusakan ligamentum lateralis lebih dahulu.
B. >edera pronasi-dorsi"le=i (cedera kompresi)
Dorsi"le=i dari pergelangan kaki dikombinasikan dengan kompresi
11
vertikal paling sering terjadi karena jatuh dari ketinggian.
Tahap
2 $
/agian talus anterior yang lebar dipaksa melalui kedua maleolus
sehingga menyebabkan patahnya maleolus medialis.
Tahap
3$
/atas anterior tibia mengalami "racture
Tahap
4$
dengan tingkat keparahan cedera yang tinggi, permukaan
artikular in"erior dari tibia ( pla"on tibia) akan mengalami
"racture dengan pola ireguler, sering dengan kominusi hebat.
B+. >edera kompresi lainnya
/ila seseorang jatuh dengan posisi kaki plantar"le=i, permukaan
artikulasi posterior dari tibia dapat mengalami "racture.
Sebagai tambahan, "racture kedua maleolus (seperti pada cedera
pronasi'dorsi"le=i) dapat terjadi ketika bagian anterior yang lebar dari
talus mengarah ke antara kedua maleolus.
/. lasi"ikasi Ceber
lasi"ikasi yang sering dipakai adalah klasi"ikasi dari DanisDCeber yang
berdasarkan pada level "raktur "ibula. lasi"ikasi lainnya adalah dari (! serta
1ange-0ansen yang berdasarkan patogenesanya. lasi"ikasi Danis D Ceber
adalah sebagai berikut $
2. Ceber type (
)raktur "ibula dibawah tibio"ibular syndesmosis yang disebabkan adduksi
atau abduksi. &edial maleolus dapat "raktur atau deltoid ligamen robek.
3. Ceber type /
)raktur obliEue dari "ibula yang menuju ke garis syndesmosis. Disebabkan
cedera dengan pedis e=ternal rotasi syndesmosisnya intak tapi biasanya struktur
dibagikan medial ruptur juga.
4. Ceber type >
)ibulanya patah diatas syndesmosis disebut >2 bila 2'4 distal dan >3 bila
lebih tinggi lagi. Disebabkan abduksi saja atau kombinasi abduksi dan e=ternal
rotasi. Syndsmosis F membrana interosseus robek juga.
12

Gama! *. Kla$i#ika$i +ee! Pada F!akt(! Ankle
>. lasi"ikasi %ott
lasi"ikasi ini telah jarang digunakan karena dianggap kurang
dapat diterapkan tapi masih belum sepenuhnya hilang.>lasi"icasi ini
memiliki keuntungan karena sederhana dan memiliki relevansi yang cukup
dalam memutuskan cara tatalaksana.
%ada "racture %ott derajat +, terdapat "racture maleolus tunggal
(medial atau lateral). %ada "racture %ott derajat ++, malelolus medialis dan
lateralis keduanya mengalami "racture.
%ada "racture %ott derajat +++, maleolus medialis, lateralis, dan posterior
semuanya mengalami "racture.
13
egunaan clasi"icasi ini dapat ditingkatkan dengan$
(2) &enganggap bahwa "racture maleolus lateralis berhubungan dengan
robeknya ligamentum deltoidea sebagai cedera derajat ++.
(3) &enambahkan adanya diastasis pada deskripsi.
(4) &enambahkan adanya kompresi vertikal dari permukaan artikulasi
in"erior tibia.
E. Pato#i$iologi
%enyelidikan-penyelidikan mekanisme trauma pada sendi talocrural ini
telah dilakukan sejak lama sekali. Tapi baru setelah tahun 2:53 oleh penemuan-
penemuan berdasarkan penyelidikan eksperimentil pada preparat-preparat
anatomik, 1auge 0ansen dari Denmark berhasil melakukan pembagian dari jenis-
jenis trauma serta berdasarkan pembagian ini hampir semua "raktur serta trauma
dapat dibagi dalam 6 dasar mekanismenya.
2. Trauma supinasi',versi
Dalam jenis ini termasuk lebih dari 7<@ dari "raktur sekitar sendi
talocrural.
3. Trauma %ronasi',versi
Tidak begitu sering, hanya kurang lebih 8 -- 9@ "raktur sekitar sendi
talocrural.
4. Trauma Supinasi'(dduksi
(ntara : -- 26@ dari "raktur sendir talocrural termasuk golongan ini.
5. Trauma %ronasi'(bduksi
Sekitar 7 -- 28@ "raktur sendi talocrural.
6. Trauma %ronasi'Dorsi"leksi
Sangat jarang terjadi tapi perlu disebutkan.
14
)raktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus, dapat terjadi
dalam beberapa macam trauma$
2. Trauma abduksi
Tauma abduksi akan menimbulkan "raktur pada maleolus lateralis
yang bersi"at oblik, "raktur pada maleolus medialis yang bersi"at avulsi
atau robekan pada ligamen bagian medial.
3. Trauma adduksi
Trauma adduksi akan menimbulkan "raktur maleolus medialis yang
bersi"at oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya. Trauma adduksi
juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral,
tergantung dari beratnya trauma.
4. Trauma rotasi eksterna
Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi
dan terjadi "raktur pada "ibula di atas sindesmosis yang disertai dengan
robekan ligamen medial atau "raktur avulsi pada maleolus medialis.
(pabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus.
5. Trauma kompresi vertikal
%ada kompresi vertikal dapat terjadi "raktur tibia distal bagian
depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi "raktur
komuniti" disertai dengan robekan diastasis.
/anyak pengarang telah melakukan penyelidikan pada material klinis
mereka berdasarkan pembagian dari 1auge 0ansen ini. Satu hal yang penting
yang dapat selalu ditarik dari dasar pembagian ini adalah kita dapat mengenal
mekanismenya dari trauma dan kemudian setelah melihat penemuan radiologik ,
menghubungkan trauma yang terdapat pada ligamen-ligamennya. &engenai
trauma inversi juga telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan eksperimentil dan
memang dapat dihasilkan secara eksperimentil tapi suatu trauma inversi hampir
tidak pernah akan ditemukan dalam kehidupan sehari- hari. %erlu ditekankan
kembali bahwa sprain , robekan ligamen serta patah tulang pada sendi talocrural
adalah suatu kesatuan etiologi. ekuatan-kekuatan indirek yang sama, tergantung
dari kedudukan kaki pada saat itu serta arah rotasi sendi talocrural'yang bekerja
15
pada setiap jenis trauma. ekuatan indirek ini sebenarnya kecil, dibanding dengan
panjang lever yang misalnya satu meter sudah dapat menimbulkan "raktur.
1esis menemukan bahwa untuk "ulcrum 2 m cukup kekuatan sebanyak 6 --
9 kg saja. Sedangkan suatu kekuatan direk yang diperlukan untuk menyebabkan
kerusakan yang sama, harus kurang lebih 2<< kali lebih kuat.
Gama! ,. Po$i$i Kaki Do!$o#lek$i
%ada gambar di atas, kaki dalam keadaan netral atau dorsi"leksi. /ila
trauma menimbulkan rotasi eksternal yang hebat maka ligamentum tibio"ibular
anterior akan teregang. /ila rotasi terjadi terus menerus maka kerusakan
ligamentum deltoid dapat terjadi.
16
Gama! -. Po$i$i Kaki Planta! Flek$i Mak$imal
%ada gambar di atas, kaki dalatn keadaan plantar "leksi maksimal. /ila
trauma menimbulkan rotasi eksterna yang hebat maka dapat tcrjadi ruptur dari
ligamentum talo"ibular, disertai lu=asi antcrior dari talus.
Gama! .. F!akt(! Maleol($ Late!ali$
%ada gambar di atas, "raktur maleolus lateralis yang terjadi bila trauma
menimbulkan rotasi eksterna dan abduksi yang hebat memutar os talus dan
mendorong melcolus latcral ke posterior /ila trauma cukup kuat ruptur dari
17
ligamentum dcltoid anterior (tibiotalar dan tibio navicular) serta ligamentum
tibio"ibular anterior dapat tcrjadi
F. Diagno$a Klini$
Diagnosa pasti mengenai trauma pada sendi talocrural tidak dapat
didasarkan secara radiologik saja, karena pemeriksaan ini hanya akan memberikan
keterangan yang sedikit sekali mengenai kerusakan pada ligamenta. Diagnosa
pada sendi talocrural membutuhkan palpasi secara metodik oleh karena
kebanyakan struktur yang penting berada langsung dibawah permukaan kulit.
1akukanlah palpasi pertama pada daerah yang paling tidak memberikan rasa
nyeri, dan singkirkan kemungkinan adanya kerusakan dengan tidak terdapatnya
nyeri tekan setempat serta tidak adanya pernbengkakan pada daerah tersebut.
&isalnya kedua malleoli dapat diraba, dan bilamana tidak memberi rasa nyeri
pada penekanan maka kemungkinan "raktur pada kedua nya kecil sekali.
1igamenta yang mudah diperiksa antara lain adalah $
2. &edial ligamen. omponen "ibulocalcaneal serta talo"ibular anterior dari
ligamen lateral.
3. 1igamen tibio"ibular in"erior. /ilamana ligamenta ini tidak nyeri pada
perabaan dan dapat ditegangkan tanpa memberi rasa sakit, kemungkinan
kerusakan adalah kecil.
%ada setiap pemeriksaan, lingkup gerak sendi harus diperiksa secara teliti.
/atasan dari gerak atau adanya rasa nyeri harus diperhatikan. #ntuk mengetahui
stabilitas sendi talocrural perlu hubungan talus dengan kedua tangkai garpu
malleolar diperiksa. %enting pula diingat bahwa nyeri daerah ini mungkin juga
disebabkan oleh karena terdapatnya "raktur pada os calcaneus atau pada basis os
metatarsal ke lima.
18
Ge/ala Klini$
%ada "raktur pergelangan kaki penderita akan mengeluh sakit sekali dan
tak dapat berjalan. Ditemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki,
kebiruan atau de"ormitas. Gang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri
tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen.
-yeri pada pergelangan kaki dan ketidakmampuan menahan berat tubuh.
De"ormitas dapat timbul bersama dengan "raktur'dislokasi. Sering juga
ditemukan pembengkakan dan ekimosis.
Peme!ik$aan Fi$ik
2. %engkajian primer
a. (irway $ (danya sumbatan'obstruksi jalan napas
oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan re"lek batuk.
b. /reathing $ elemahan menelan' batuk' melindungi jalan
napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan ' atau tak teratur, suara
na"as terdengar ronchi 'aspirasi.
c. >irculation $ Tekanan darah dapat normal atau meningkat ,
hipotensi terjadi pada tahap lanjut, takikardi, bunyi jantung normal
pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pucat,
dingin, sianosis pada tahap lanjut.
3. %engkajian sekunder
a. (ktivitas'istirahat $ ehilangan "ungsi pada bagian yang dan
eterbatasan mobilitas.
b. Sirkulasi $ 0ipertensi ( kadang terlihat sebagai respon
nyeri'ansietas), hipotensi ( respon terhadap kehilangan darah),
tachikardi, penurunan nadi pada bagian distal yang cidera, cailary
re"il melambat, pucat pada bagian yang terkena, dan masa
hematoma pada sisi cedera.
c. -eurosensori $ esemutan, de"ormitas, krepitasi,
pemendekan, dan kelemahan
d. enyamanan $ -yeri tiba-tiba saat cidera dan spasme '
kram otot
e. eamanan $ 1aserasi kulit, perdarahan. perubahan
warna dan pembengkakan lokal
19
%alpasi pada daerah yang terpengaruh dan menginspeksi tiap patahan pada
kulit atau tenting. &emeriksa pulsasi arteri dorsalis pedis dan tibia posterior dan
semua sara" sensoris maupun motoris pada kaki. >ederan inverse pada
pergelangan kaki dapat menyebabkan palsy nervus peroneus. &emeriksa ada
tidaknya pembengkakan yang parah dan kemungkinan terjadinya sindrom
kompartemen pada kaki.
G. Peme!ik$aan Radiologik
%emeriksaan radiologik perlu dilakukan bilamana dicurigai adanya patah
tulang atau disangka adanya suatu robekan ligamen. /iasanya pemotretan dari dua
sudut, anteroposterior dan lateral sudah akan memberikan jawaban adanya hal-hal
tersebut. %andangan obliEue tidak banyak dapat menambah keterangan lain.
#ntuk mendapatkan pandangan yang lebih baik mengenai permukaan sendi
talocrural, suatu pandangan anteroposterior dengan kaki dalam inversi dapat
dilakukan. Suatu stress X-ray dapat dibuat untuk melihat berapa luas robekan dari
ligamen, hal ini terutama berguna untuk ligamenta lateral. Diastasis sendi
(syndesmosis) tibio"ibular distal penting sekali untuk dikenali. Tapi tidak ada
suatu cara khusus untuk melihat luasnya diastasis ini. Suatu "raktur "ibula diatas
permukaan sendi talocrural (dapat sampai setinggi 2'4 proksimal "ibula) secara
tersendiri (tanpa "raktur tibia pada ketinggian yang sama), selalu harus
diperhatikan akan kemungkinan adanya suatu diastasis. Diastasis juga jelas bila
ada subluksasi talus menjauhi malleolus medialis. Tapi bila tidak terdapat
subluksasi ini, belum berarti tidak adanya suatu diastasis.
20
Gama! 0. Rotgen F!akt(! Ankle
H. Penatalak$anaan
Penatalak$anaan Be!da$a!kan 1eni$ F!akt(!
2. )raktur terisolir maleolus lateralis
/ilamana hanya sebagian tulang yang kecil teravulsi, ini dapat
diperlakukan sebagai suatu robekan ligamen lateral yang partial . /ilamana
"ragmen lebih besar maka lebih baik dilakukan immobilisasi dengan gips selama
dua sampai tiga minggu, setelah mana mobilisasi dilakukan tapi dengan %artial
Ceight /earing, dan masih melakukan proteksi dengan elastisch verband.
3. )raktur maleolus medialis
Dapat dicoba dengan reposisi tertutup. /ila berhasil baik dipertahankan
dengan imobilisasi gips di bawah lutut selama 9 minggu. /ila hasil reposisi jelek,
harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua
"ragmen. #ntuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi, dipasang internal "iksasi
dengan pemasangan screw.
4. )raktur maleolus lateralis
#mumnya dengan melakukan reposisi tertutup hasilnya baik. +mobilisasi
dengan gips di bawah lutut selama 7 minggu. )raktur maleolus lateralis disertai
dengan robeknya ligamen deltoid. Terjadinya "raktur maleolus lateralis dan
dislokasi tulang talus terkena ke lateral. 0al ini dapat coba ditanggulangi dengan
21
reposisi tertutup. /ila hasil reposisi tertutup gagal, dilakukan tindakan open
reduksi dengan pemasangan internal "iksasi pada tulang "ibula.
5. )raktur maleolus lateralis dan medialis (/imaleolus)
Terjadi "raktur maleolus lateralis dimana garis patahnya terletak di atas
permukaan sendi pergelangan kaki dan "raktur avulsi maleolus medialis. 0al ini
dapat dicoba dengan melakukan reposisi tertutup. alau hasilnya jelek, dilakukan
tindakan operasi reposisi terbuka dengan pemasangan internal "iksasi pada kedua
maleolus.
Penatalak$anaan F!akt(! Ankle
2. *eduksi "raktur terbuka atau tertutup
Tindakan manipulasi "ragmen-"ragmen tulang yang patah sedapat
mungkin untuk kembali seperti letak semula.
3. +mobilisasi "raktur
Dapat dilakukan dengan "iksasi eksterna atau interna
4. &empertahankan dan mengembalikan "ungsi
*eduksi dan imobilisasi harus dipertahankan sesuai kebutuhan,
pemberian analgetik untuk mengerangi nyeri, status neurovaskuler (misal$
peredarandarah, nyeri, perabaan gerakan) dipantau, latihan isometrik dan
setting otot diusahakan untuk meminimalakan atro"i disuse dan
meningkatkan peredaran darah
5. 1angkah #mum
a. (nalgesik dan elevasi adalah terapi yang harus dilakukan.
b. b. Semua "raktur pergelangan kaki harus dipasangi splint dalam posisi
netral.
c. )raktur "ibula yang terisolasi atau "raktur malleolus media yang tak
bergeser harus dipasangi casting below-the-knee.
d. )raktur stabil harus diterapi secara "ungsional dengan splint udara dan
peningkatan "ungsi weightbearing secara bertahap.
e. esesuaian sendi pergelangan kaki penting untuk dipikirkan ketika
melakukan reduksi pada arthritis post-trauma.
". Dislokasi harus secepatnya di reduksi dengan menggunakan sedasi
yang sesuai.
22
g. %asien yang mengalami "raktur terbuka harus dimasukan ke ruang
operasi untuk dilakukan irigasi, debridement, dan "iksasi dalam jangka
waktu 9 jam.
h. %asien dilarang bertumpu pada pergelangan kaki yang mengalami
"raktur hingga tidak ada lagi nyeri dan tanda-tanda penyembuhan
"raktur telah tampak pada gambaran radiologis.
i. )raktur bimalleolar atau "raktur "ibula dengan cedera ligament media
atau cedera syndesmosis hanya dapat diterapi dengan melakukan
operasi.
6. (ktivitas
a. %ergelangan kaki harus diangkat untuk mengurangi pembengkakan.
b. Ceightbearing dan *!& yang lebih dini sangat penting dilakukan
untuk mencegah kekakuan.
7. %erawatan
%enggosokan pada splint atau cast sebaiknya tidak dilakukan.
8. Terapi khusus
a. Terapi )isik
*!& pada sendi &T% dan, kemudian, pada pergelangan kaki dan
pertengahan kaki penting dilakukan untuk mencegah kontraktur dan
mengurangi parut jaringan lunak.
9. &edikamentosa
a. 1ini %ertama $ (nalgesik
b. !perasi
Selain persoalan yang terdapat mengenai tindakan operatip pada "raktur
yang tidak stabil ada beberapa trauma pada sendi talocrural yang memang
merupakan indikasi untuk tindakan operatip, seperti $
2) )raktur &alleolus medialis dengan interposisi jaringan lunak.
3) Diastasis syndesmosis Tibio"ibular in"erior (distal).
23
4) )raktur %osterior marginal (B!1&(- Striangle) daritibia, bilamana
lebih dari 2'4 permukaan sendi.
5) )raktur (nterior marginal dari Tibia (%ronation'dorsi"le=ion injury).
Sebaiknya tindakan operatip dilakukan secepatnya. %enting diingat bahwa
tindakan operatip pada penderita, dimana harus dijelaskan bahwa tujuannya
adalah mendapatkan sendi yang sebaik mungkin dan kemauan penderita untuk
melatih setelah operasi akan memegang peranan terjadinya kekakuan atau tidak.
Dengan menekankan bahwa rehabilitasi setelah tindakan konservatip maupun
operatip adalah suatu keharusan, kiranya pengertian dasar mengenai trauma pada
persendian talocrural dalam karangan ini telah diuraikan.
#ntuk menentukan ada tidaknya cedera medial, kita dapat melakukan
eksternal rotasi disertai penekanan. )raktur "ibula biasanya ditangani dengan plat
melalui pendekatan insisi lateral (kita dapat menggunakan plat lateral atau
posterior yang bersi"at antiglide). )raktur malleolar medial dapat distabilisasi
dengan sekrup kompresi. Sebuah plat penopang dapat digunakan untuk mengatasi
"raktur vertical. >edera sindesmosis yang bersi"at tidak stabil pada tes
"luoroskopis harus ditangani dengan "iksasi sekrup sindesmosis. )raktur terbuka
atau tidak stabil membutuhkan sebuah "iksator eksternal dengan atau tanpa
internal "iksasi.
:. )ollow #p
a. .ambaran radiogra"i pasien harus di-"ollow up tiap 2-3 minggu
b. Setelah splint awal dilepaskan, pasien sebaiknya dipasangi cast below-
the-knee atau moon boot selama 5 minggu.
c. Setelah itu gambaran radiogra"i di-"ollow up lagi tiap 7 minggu hingga
"raktur sembuh.
2<. Disposisi
22. *ujukan
24
)raktur tidak stabil atau yang bergeser harus segera dirujuk ke dokter
spesialis ortopedi.
I. P!ogno$i$
%ada umumnya "raktur pergelangan kaki dapat sembuh tanpa komplikasi
dan pasien dapat kembali beraktivitas sebagaimana biasanya.
2) %ada "raktur yang parah, lepuhan dapat timbul dan menyebabkan
gangguan pada integritas kulit.
3) 1esi tendon peroneal dapat disebabkan oleh plat posterior antiglide.
4) %iranti keras yang menyakitkan harus dilepaskan segera setelah "raktur
sembuh.
5) Sindrom kompartemen.
6) )raktur terbuka dapat mengalami in"eksi dan membutuhkan irigasi dan
deridemen
7) -onunion,sering membtuhkan operasi "usi.
8) &alunion, kadang-kadang membutuhkan osteotomy korekti"
9) %ada pasien tua memiliki tulang osteoporotik, yang menyulitkan proses
operasi.
:) 1ebih rentan mengalami kerusakan kulit atau luka, dan membutuhkan
terapi khusus untuk memastikan asupan darah tetap lancar.
2<) (rtritis pasca-trauma$
a. Terjadi pada 36@ pasien yang mengalami "raktur pergelangan kaki dan
membutuhkan "usi pergelangan kaki untuk mengatasinya.
b. Terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengalami nyeri pergelangan
kaki dan arthritis yang berbanding lurus dengan panjangnya masa
"ollow up setelah "raktur.
22) %engawasan %asien
%emeriksaan radiogra"i harus dilakukan tiap 3-7 minggu, tergantung pada
pola "raktur dan tanda-tanda penyembuhan.
25
1. Kom%lika$i
2. Baskuler
(pabila terjadi "raktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan
pembuluh darah yang segera, sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya.
3. &alunion
*eduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang
tidak akurat yang akan menimbulkan osteoarthritis.
4. !steoartritis
5. (lgodistro"i
(lgodistro"i adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri, terdapat
pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki. Dapat terjadi
perubahan tro"ik dan osteoporosis yang hebat.
6. ekakuan yang hebat pada sendi
KESIMPULAN
)raktur (patah tulang) pada ujung distal "ibula dan tibia merupakan istilah
yang digunakan untuk menyatakan "raktur pergelangan kaki (ankle "racture).
)raktur ini biasanya disebabkan oleh terpuntirnya tubuh ketika kaki sedang
bertumpu di tanah atau akibat salah langkah yang menyebabkan tekanan yang
berlebihan (overstressing) pada sendi pergelangan kaki.
lasi"ikasi yang sering dipakai adalah klasi"ikasi dari DanisDCeber yang
berdasarkan pada level "raktur "ibula. , 1auge 0ansen dari Denmark berhasil
melakukan pembagian dari jenis-jenis trauma serta berdasarkan pembagian ini
hampir semua "raktur serta trauma dapat dibagi dalam 6 dasar mekanismenya,
26
yaitu $ trauma supinasi ' eversi, trauma pronasi ' eversi, trauma supinasi ' adduksi,
trauma pronasi ' abduksi, dan trauma pronasi ' dorsi"leksi.
Sebaiknya tindakan operatip dilakukan secepatnya. %enting diingat bahwa
tindakan operatip pada penderita, dimana harus dijelaskan bahwa tujuannya
adalah mendapatkan sendi yang sebaik mungkin dan kemauan penderita untuk
melatih setelah operasi akan memegang peranan terjadinya kekakuan atau tidak.
Dengan menekankan bahwa rehabilitasi setelah tindakan konservatip maupun
operatip adalah suatu keharusan, kiranya pengertian dasar mengenai trauma pada
persendian talocrural dalam karangan ini telah diuraikan.
DAFTAR PUSTAKA
2. Sjamsuhidajat.*H De ;ong.C, ,ditor. /uku (jar +lmu /edah. ,disi *evisi,
>etakan %ertama, %enerbit ,.>H ;akarta.2::8. 2<69-2<75.
3. Sabiston. D>H alih bahasa$ (ndrianto.%H ,ditor *onardy D0. /uku (jar
/edah /agian 3. %enerbit ,.>H ;akarta.
4. SchwartA.S+H Shires..TH Spencer.)>H alih bahasa$ 1aniyatiH artini.(H
Cijaya.>H omala.SH *onardy.D0H ,ditor >handranata.1H umala.%.
+ntisari %rinsip %rinsip +lmu /edah. %enerbit ,.>H ;akarta.3<<<.
5. *eksoprojo.S$ ,ditorH %usponegoro.(DH artono.DH 0utagalung.,#H
Sumardi.*H 1uth"ia.>H *amli.&H *achmat. /H Dachlan.&. umpulan
27
uliah +lmu /edah. %enerbit /agian +lmu /edah )#+'*S>&H
;akarta.2::6.
6. (pley (... et al$ (pleyIs System o" !rthopaedics and )ractures, 8
th

edition. /utterworth 0einemann, 2::4, p. 7::-823
7. /ucholA et al$ !rthopaedic Decisiton &aking, /> Dekker +nc. 2:95 p. 73-
79
8. )ractures in (dults >harles (. *ockwood ;r. F David %. .reen, 3
nd
ed,
2:95
28