You are on page 1of 6

Dewan Asisten Biokimia 2009 1

Kumpulan Soal Blok 2.6 Angkatan 2010
Malondialdehyde
1. Pada percobaan ini yag digunakan sebagai
standart adalah
Jawab : 1,1,3,3 tetrametoxypropane (gambar di
bawah)

2. Fungsi NaOH pada percobaan ini adalah??
Jawab : Bersama dengan CH3COOH (asam asetat)
membuat buffer Asam yang ber pH 3,5

3. Tulis bentuk enol dari MDA!
Jawab : rumus kimia MDA : CH
2
(CHO)
2
(aldehid
form) → HOCH=CH-CHO (enol form)

4. MDA merupakan hasil peroksidasi
Jawab : polyunsaturated fatty Acid atau PUFA
So ceritanya begini,si PUFA ini kan kena reaksi
sama radikal bebas / oksidan sehingga dia akan
berubah menjadi beberapa senyawa, diantaranya
MDA, nah, MDA bisa dijadikan kadar pendeteksi
radikal bebas secara tidak langsung. Kalo mau
dijabarin lebih jauh, lihat lah gambar di bawahnya
lagi, jadi si PUFA  Peroksi radikal  silik
peroksida  siklik endo peroksida  MDA


5. Mengapa inkubasi dilakukan pada suhu 90
derajat celcius selama 80 menit??
Jawab : Jadi dari beberapa jurnal yang saya baca,
beberapa kriteria, nah tujuan semuanya itu sama
yaitu untuk memberikan waktu reaksi dan suhu
optimum agar TBA dan MDA bereaksi sempurna,
nah metode ini tuh diadaptasi dari ( high
performance chromatographyc liquid based
thiobarbituric acid test by Chirico S. ) semakin
banyak jumlah sample nya, inkubasinya akan
semakin memakan waktu lama pada suhu yang
sama.

6. DNA adduct merupakan hasil reaksi antara
……………… dengan …………….
Jawab : MDA dengan Adenin dan guanin.
Bisa dilihat digambar dibawah ini, kalo MDA akan
bereaksi dengan komponen DNA, nah nanti
menjadi M1G (bereaksi dengan guanin) M1A (
bereaksi dengan Adenin), dan M1C (bereaksi
dengan cytosine)

7. Mengapa metode determinasi MDA dinamakan
dengan metode TBARS?
Jawab : Karena MDA merupakan salah satu spesies
reaktif TBA ( TBARS = Tiobarbituric acid reactive
species) jadi dia akan bereaksi dengan dua molekul
MDA membetuk kompleks warna yang nanti akan
di deteksi dengan spektofotometer (lihat gambar di
bawah)
Dewan Asisten Biokimia 2009 2


8. MDA terutama dalam betuk Enol, persamaan
reaksi dari perubahan dialdehid ke bentuk enol
adalah
Jawab : (lihat penjelasan di nomor sebelumnya)

9. Menagapa MDA dapat menimbulkan terjadinya
mutasi?
Jawab : sebab MDA merupakan reactive
electrophile species sehingga akan bereaksi dengan
Adenin dan Guanin dalam DNA

10. Interaksi antara thioarbituric acid dengan MDA
akan membentuk ………………………
Jawab : senyawa kompleks TBA2-MDA dengan
panjang gelombang 532 nm.

11. Fungsi campuran butanol – air – pyridine ?
Jawab : untuk ekstraksi kompleks TBA-MDA yang
terbentuk.

12. Larutan standart yang digunakan adalah
…………………………… dan blanko yang digunakan
adalah …………...
Jawab : 1,1,3,3 tetramethoxypropane; aquadest

13. Formula menghitung hasil akhir percobaan ini
adalah?
Jawab : Act532 = 1,22 ( A532 – ((0,56xA510) +
(0,44xA560))
Baru deh dihitung pake rumus absorbansi biasa =
(Abs. sample –Abs. Blanko) / (abs. Standard-Abs
Blanko) x (conc. Standard)

14. Tuliskan secara ringkas prosedur penentuan
MDA yang akan dilakukan?
Jawab : Pertama MDA dalam plasma direakskan
dengan reagen campuran (TBA, SDS, Na-Asetat)
lalu di inkubasi selama 80 menit pada 90 derajat,
setelah itu di ekstraksi denganbutanol dan di baca
absorbansinya pada 510 532 dan 560 nm

15. Tuliskan komponen reagen TBA
Jawab : Reagen TBA merupakan Reagen campuran
yang terdiri dari
a. SDS : sebagai emulgator
b. NaOH + As. Asetat : buffer asam pada pH 3,5
c. Tiobarbituric Acid : kromogen yang memberi
warna pada saat membentuk ikatan TBA2-MDA

16. Tulislah struktur kimia MDA
Jawab : lihat no. sebelumnya. Jadi kalo soalnya
struktur kimia,, jawabannya CH
2
(CHO)
2
(aldehid
form) atau HOCH=CH-CHO (enol form).
Kalo pertanyaannya tuliskan Rumus kimia MDA
maka ditulisnya C3H4O2

17. Mengapa Larutan standart MDA yang
digunakan adalah 1,1,3,3 tetrametoxypropane
?
Jawab : karena 1,1,3,3 tetra metoxypropane dapat
berubah menjadi MDA ketika di hidrolisis dan
memiliki absorbansi yang hamper sama dengan
MDA dari plasma

18. MDA bersifat toksis dan berimplikasi pada
penyakit apa saja ?
Jawab : Kanker dan Degeneratif Disease, juga
edema cytotoksik,dan merusak protein protein
fungsional tubuh.

19. MDA bereaksi dengan DNA membentuk
…………………. dan ………………. Sehingga
akibatnya adalah …………………
Jawab : Deoxyguanin dan DeoxyAdenin. Akibatnya
adalah terjadinya mutasi DNA dan menjadi Kanker

20. Malondialdehid merupakan hasil oksidasi dari
lipid tidak jenuh ganda (PUFA) oleh ……………..
dan …………….
Jawab : golongan Radikal bebas seperti Reactive
oxygen species (ROS) dan Reactive nitrogen species
(RNS)

21. Bila MDA bereaksi dengan DNA akan terbentuk
Adduct pada basa ……………… dan …………….
Jawab : Adenin dan Guanin

22. Adduct DNA edogenous yang utama pada
manusia adalah
Jawab : M1G

Dewan Asisten Biokimia 2009 3
23. MDA tidak mempunyai absorbansi spesifik
sehingga dalam analisis perlu dibaca pada tiga
panjang gelombang, yaitu………….., ………………,
dan …………
Jawab : 510, 532, dan 560

24. Senyawa yang mempunyai absorbansi hampir
sama dengan MDA adalah
Jawab : 1,1,3,3 tetramethoxypropane

25. MDA dalam tubuh dapat berasal dari proses
apa?
Jawab : Dari proses peroksidasi lipid tak jenuh
ganda (PUFA) oleh ROS atau NOS atau Radikal
bebas

26. Mengapa MDA bagi tubuh bersifak toksis?
Jawab : Karena dapat bereaksi dengan membrane
sel, dan DNA dan membentuk mutasi genetic
setingkat gen dan DNA, dengan terminal stage
menjadi kanker

27. Apa fungsi reagen campuran pada MDA
Jawab : sudah di jelaskan diatas

28. Beda sifat MDA dalam bentuk cis dan trans
adalah?
Jawab : Perbedaan terletak pada kelarutan dan
reaktivitasnya.


Calcium Serum
1. Fungsi kalsium dalam tubuh adalah
Jawab : 1) faktor koagulasi darah, 2) kontraksi otot,
3) potensial aksi/konduksi bagi sel saraf, kelenjar
dll, 4) second messenger, 5) Osteogenesis

2. Fraksi kalsium dalam darah yaitu
Jawab : Kalsium dalam darah terdapat dalam 3
bentuk yaitu : terionisasi, terikat protein dan
membentuk senyawa kompleks (sitrat dll).

3. Vitamin dan hormon yang terlibat dalam
pengaturan kalsium dalam darah adalah
Jawab : regulasi kalsium dipengaruhi oleh tiga hal
(3 rules) yang meliputi 3 jenis hormon, 3 target
organ dan 3 sel tulang.
- 3 Hormon yang terliat dalam regulasi kalsium :
a. PTH/Parathormon
Pada tulang PTH berfungsi untuk meningkatkan
resorpsi tulang oleh osteoclast dan menghambat
sintesis kolagen oleh osteoblas sehingga proses
penulangan terhambat. Reseptor PTH sebenarnya
ada di osteobalst. Ketika PTH berikatan dengan
reseptor di osteoblast, osteoblas akan
mensekresikan osteoclast stimulating factor yg
berakibat meningkatnya aktifitas dari osteoclast.
Pada ginjal, PTH akan meningkatkan reabsorpsi
calcium dan membantu proses perubahan terminal
calcidiol menjadi calcittriol oelh enzim 1-alfa-
hidroksilase sehingga vitamin D menjadi bentuk
paling potennya.
b. Vitamin D :
GIT  vit.D bermanfaat dalam membantu
absorbsi calcium.
Tulang  Vit.D meninduksi diferensiasi
osteoblast menjadi osteosit dan stimulasi deposisi
calcium kedalam tulang. Namun, agaknya vit.D juga
bersinergi dengan PTH dalam meresorpsi tulang.
(Saladin)
c. Calcitonin (CT)
Calcitonin hanya berefek pada tuang saja. CT
mampu menginhibisi osteoclast sehingga proses
resorpsi terhambat. CT juga mampu menstimulasi
osteoblast sehingga deposisi kalsium kedalam
tulang meningkat.
- 3 target organ  GIT, tulang dan renal
- 3 sel tulang  osteoclast, osteoblas dan osteosit.


4. Bagaimana prinsip penentuan kadar kalsium
dalam darah dengan menggunakan metode
titrasi?
Jawab : Penambahan ammonium oxalat pada
serum akan menghasilkan endapan calcium oxalat
yg kemudian dititrasikan dengan kalium
permanganat pada kondisi asam.

5. tuliskan reaksi yang terjadi pada proses
pengendapan kalsium!
Dewan Asisten Biokimia 2009 4
Jawab :
Pengendapan : Ca
2+
+ C
2
O
4
2-
 Ca C
2
O
4

Kalo ditanya yg pengendapan ya jawabannya
cuman yg diatas itu ya, bukan ketiga reaksi ditulis.

6. Fungsi Ammonium oksalat adalah …………
sedangkan fungsi ammonia 2% adalah …….
Jawab : Sebagai donor oxalat yang akan berikatan
dengan calcium serum membentuk calcium oxalat.

7. Bilamana titrasi dikatakan telah selesai ?
Jawab : bila terbentuk warna pink yang tidak hilang
minimal dalam 30 detik.

8. Berapa mg kalsium yang terdapat dalam 100 ml
darah jika serum yang digunakan sebanyak 2 ml
dan memerlukan 4 ml dan blanko 0,5 ml
KMnO
4
( 1 ml KMnO
4
setara dengan 0,2 mg
kalsium) ?
Jawab :
(a-b) x 0,2 x 100 = (4-0,5) x 0,2 x 100
2 2
Kadar calcium = 35 mg/dL

9. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada proses
titrasi !
Jawab : H
2
C
2
O
4
+ KMnO
4
/ On  H
2
O + CO
2

10. Sebutkan faktor yang menyebabkan
berkurangnya fraksi kalsium dalam darah !
Jawab : diet rendah kalsium, gangguan absorpsi
(defisiensi vit.D), hyoparatyroid (pasca
paratiroidectomi), peningkatan eksresi.

11. Pada praktikum kali ini, kalsium diendapkan
oleh ……………… Sedangkan asam sulfat
berfungsi untuk ………………….
Jawab : a) amm.oxalat; b) memberi suasana asam,
ionisasi, oxidator

12. Berapa mg kalsium dalam 100 ml darah jika
KMnO
4
yang digunakan untuk titrasi 2 serum
adalah 1,4 ml dan blanko 0,2 ml ( 1 ml KMnO
4

setara dengan 0,2 mg kalsium) ?
Jawab :
(a-b) x 0,2 x 100 = (1,4-0,2) x 0,2 x 100
2 2
Kadar calcium = 12 mg/dL
13. Berapakah kadar range normal kalsium dalam
tubuh ?
Jawab : 9 – 11,5 mg/dL

14. Apa yang terjadi jika kalsium dalam tubuh
kadarnya kurang dari normal?
Jawab : hypocalcemia bisa menyebabkan tetani,
aritmia,

15. Mengapa titrasi harus dilakukan pada suhu
80
0
C ?
Jawab : karena pada suhu ini reaksi berjalan
optimum dan cepat sehingga bisa diamati dengan
mudah jika titrasi telah selesai.

16. Apa pengaruh parathormon terhadap kalsium
dan fosfat darah ?
Jawab : parathormon secara umum berfungsi untuk
meningkatkan kadar kalsium dalam darah dan
menurunkan kadar phosphat dalam darah.
Mekanisme PTH secara lebih lanjut lihat no.3

17. Hitung kadar kalsium jika diketahui : serum
yang digunakan 2 ml, KMnO
4
untuk titrasi =
0,45 ml. Bagaimanakah kadar tersebut jika
dibandingkan dengan range normal ?
Jawab :
(a-b) x 0,2 x 100 = (0,45 - 0) x 0,2 x 100
2 2
Kadar kalsium = 4,5 mg/dL. Kadar ini jauh dibawah
normal dan bisa dikatakan hipocalcemia yang bisa
menyebabkan terjadinya tetani.

18. Satu mgrek KMnO
4
setara dengan ………………
mg ca
Jawab : 0,2 mg kalsium


VITAMIN E
1. Bagaimanakah prinsip percobaan praktikum
penentuan kadar vitamin E?
Jawab : Vitamin E serum diekstrak dengan xylene
kemudian direaksikan dengan FeCl
3
dan TPTZ dan
dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 460
nm dan 520 nm.

2. Apakah fungsi xylene pada percobaan ini?
Jawab : Mengekstraksi vitamin E

3. Sumber utama vitamin E berasal dari a)
…………… dan b) ……………………
Jawab : gandum (120mg/100g); Sunflower oil
(50mg/100g); minyak jagung (12mg/100g).
Sumber vitamin E bisa didapatkan dari nabati
maupun hewani namun yang paling utama dan
paling bagus adalah dari nabati.
Dewan Asisten Biokimia 2009 5
Sumber vitamin E hewani bisa diperoleh dari
ikan, telur dan daging.
Alfa-Tocoferol dalam tumbuhan terdapat pada
kloroplast sedangkan bentuk lain tocoferol ada di
bagian lain dari tumbuhan. Sedangkan tocotrienol
tidak ditemukan pada bagian hijau tanaman tapi
berada di kulit ari biji-bijian.

4. Dua kelompok utama senyawa vitamin E
adalah a)………………….. da b)…………………………
Jawab : tocoferol dan tocotrienol

5. Bentuk vitamin E pada makanan yang paling
banyak adalah …………………………….
Jawab : tz-tocoferol

6. Kadar normal vitamin E serum pada manusia
adalah ……………………
Jawab : 8-16 µg/mL atau 0,8-1,6 mg/dL

7. Defisiensi vitamin E dapat menimbulkan gejala
neurologis berupa a) ………………… dan b) …………
Jawab : ataxia, hiporefleks, penurunan sensasi
vibrasi dan pralisis otot mata.
Pada bayi, defisiensi vitamin E bisa menyebabkan
anemia hemolitika akibat peningkatan fragilitas
membran RBC karena oksidan.

8. Defisiensi vitamin E berisiko pada penderita
dengan sindrom …………………. Sedangkan kasus
pada bayi baru lahir berkaitan dengan …………….
Jawab : fat-malabsorsption syndrom (sistik fibrosis,
cholestatik liver disease) dan gangguan fungsi
lipoprotein. Kasus pada bayi berkaitan dengan
malabsopsi lemak.

9. Bentuk vitamin E dalam makanan yang
mempunyai potensi terkuat adalah
…………………. Sedangkan vitamin E yang punya
potensi terlemah adalah ……………………..
Jawab : terkuat  alfa-tocoferol. Terlemah  delta
tocoferol.

10. Kadar vitamin E dalam plasma darah sangat
dipengaruhi oleh kadar …………. Dalam darah.
Jawab : lipid plasma.

11. Vitamin E banyak terkandung dalam ...........
Jawab : lihat no.3

12. Rasio kadar alfa tocoferol: total lipidd serum
lebih baik digunakan untuk mengukur kadar
vitamin E serum. Defisiensi vitamin E terjadi
apabila rasio tersebut ………………
Jawab : defisiensi vitamin E terjadi apabila rasionya
<0,8.

13. Kadar vitamin E pada bayi umumnya kurang
dari ………………..
Jawab : kadar vitamin E bayi biasanya setengah
lebih rendah dari orang dewasa, jadi kadarnya <0,4
mg/dL. Namun, kadar ini akan meningkat seiraing
dengan pertambahan usia bayi ketika sudah mulai
menyusui.

14. Senyawa yang mempunyai aktifitas vitamin E
tetapi tidak ditemui di hijau daun adalah
…………
Jawab : tocotrienol. Lihat no.3

15. Vitamin E mempunyai bagian kepala dan ekor.
Apakah fungsi dari kedua bagian tersebut ?
Jawab : kepala (tocoferol,tocotrienol) terdiri dari
cincin chroman yang mengandung alkohol sehingga
disebut chromanol. Fungsi dari kepala ini adalah
sebagai antioksidan karena bisa mendonorkan
proton nya pada reaksi oksidasi.
Bagian ekor dari tocoferol adalah gugus phytyl
sedangkan tocotrienol adalah gugus poliisoprenoid.
Keduanya sama-sama berfungsi untuk
menancapkan vitamin E ke membran sel atau
lipoprotein.

16. Fungsi etanol pada percobaan penentuan
vitamin E adalah …………. Sedangkan fungsi dari
FeCl
3
adalah ……………..
Jawab : Etanol  Pelarut organik nonpolar
FeCl
3
 Sumber Fe
3+
yang akan direduksi vitamin E

17. Sumber vitamin E yang baik berasal dari a)
……………. Dan b) ……………………
Jawab : sumber nabati lihat no.3

18. Bagian kepala tocoferol tersusun atas
……………… yang disebut sebagai …………………
dan berfungsi untuk ………………… sedangkan
bagian ekornya tersusun atas ……………………..
yang berfungsi untuk …………………….
Jawab : cincin chroman; chromanol; antioksidan;
gugus phytyl; penancap ke membran sel.

19. Kenapa vitamin E dapat berperan sebagai
antioksidan ? jelaskan !
Jawab : Vitamin E berperan sebagai antiksidan
karena bisa mendonorkan proton yang terdapat
Dewan Asisten Biokimia 2009 6
pada chromanol kepada senyawa yang
terokasidasi.

20. Pada percobaan ini, pembacaan absorbansi
dilakukan pada panjang gelombang …….. dan
…………… mengapa dilakukan dua kali
pembacaan ?
Jawab : 460 dan 520 nm. Pembacaan dilakukan
sebanyak dua kali karena senyawa TPTZ tidak
spesifik berikatan dengan tocoferol saja namun
juga bisa berikatan dengan senyawa pengganggu
seperti caroten. Sehingga pembacaan dilakukan
sebanyak dua kali yaitu pada 420 nm untuk
membaca senyawa pengganggu dan 520 nm untuk
membaca absorbansi vitamin E total.

21. Larutan standar yang digunakan adalah
……………
Jawab : alfa-tocoferol 1 mg/dL


22. Jika diketahui larutan standart stok 200
,mg/100 ml maka berapa mg alfa-tocoferol
yang terdapat dalam 0,5 ml larutan tersebut ?
Jawab :
Alfa-toco = 0,5 ml x 200 mg
100 ml
Alfa-toco = 1 mg

23. Vitamin E yang mempunyai aktifitas biologis
sebesar 100 % adalah …………………..
Jawab : 100%  alfa tocoferol.

24. Hitung kadar vitamin E dalam serum jika
diketahui :
520 460
Sampel-blanko 0,4 0,25
Standar-blanko 0,5 0,3
Dengan kadar standart 10 mg%
Jawab : kadar vitamin E =
(A sp520 – A bl520) - 0,40(Asp460 – Abl460)
X 10 mg%
A st520 – A bl520
0,4 – 0,4 . 0,25 X 10 mg%
0,5
Kadar vitamin E = 6 mg%