You are on page 1of 10

BAB 43

RADIKULOPATI LUMBAL
Maury Ellenberg, MD, dan Joseph C. Honet, MD
Definisi
Radikulopati lumbal merupakan sebuah proses patolohi yang melibatkan serabut saraf lumbal.
Radikulitis lumbal mengarah pada inflamasi serabut saraf. Istilah-istilah tidak harus dibingungkan
dengan herniasi disus, yang merupakan perubahan posisi diskus lumbal dari posisi anatomisnya
antara !ertebrae "sering menapai analis spinalis# "$ig %&-'#. (alaupun radikulopati lumbal sering
disebabkan oleh herniasi diskus lumbal, ini tidak selalu ter)adi. *anyak proses patologis, seperti
perambahan tulang, tumor, dan gangguan metabolik "ontoh+ diabetes#, dapat )uga menyebabkan
radikulopati lumbal. ,ebih penting, herniasi diskus sering ditemukan seara tidak senga)a pada
gambaran radiologi !ertebrae lumbal pasien yang tidak memiliki ge)ala.
',-
.etika herniasi diskus ter)adi pada radikulopati, penyebab pasti ter)adinya rasa nyeri belum dapat
sepenuhnya dimengerti. /da dua kemungkinan yaitu kompresi mekanik dan inflamasi. Ini telah
dibuktikan bah0a pada saraf 1non-iritasi2 stimulus mekanis )arang menyebabkan nyeri, sedangkan
pada saraf 1iritasi2 akan menyebabkan nyeri. 3elan)utnya, mediator inflamasi telah diteliti seara
eksperimental dapat menyebabkan nyeri radiular pada daerah yang tidak mengalami kompresi.
&
/da
kemungkinan bah0a kedua faktortersebut dapat ter)adi seara terpisah maupun timbul seara
bersamaan. 4leh karena itu, tidak perlu kaget apabila herniasi diskus dan kompresi serabut saraf
dapat ter)adi pada pasien asimtomatik "tidak memiliki ge)ala#
-
dan pasien dapat mengalami
radikulopati tanpa heniasi diskus atau kompresi serabut saraf.
%
pre!alensi radikulopati lumbal
ber!ariasi dari -,-5 sampai 65, bergantung pada penelitian, dan angka ke)adian antara 7,85
sampai 9,:5.
;
3ebuah penelitian menyatakan insiden lebih tinggi ter)adi pada laki-laki ":85# dan
berhubungan dengan obesitas dan kebiasaan merokok. 3ebuah hubungan )uga ditemukan antara
peker)aan berat dan radikulopati,
;
dengan pre!alensi tertinggi pada pasien beusia %; sampai :;
tahun.
<EJ/,/
<e)ala yang paling sering dikeluhkan pada penderita radikulopati lumbal adalah nyeri. Rasa nyeri
bisa ber!ariasi der)at keparahan dan lokasinya. =yeri bisa berat dan sering bertambah parah atau
ditimbulkan dengan berdiri, duduk, batuk dan bersin. ,okasi nyeri bergantung pada serabut saraf
yang terlibat dan banyak tumpang tindinh diantara dermatom. *iasanya, radikulopati 3' akan
menimbulkan nyeri pada belakang paha dan betis+ ,;, nyeri pada pantat dan anterolateral tungkai+
,%, nyeri pada paha depan, lutut depan atau dalam, tungkai bagian dala+ dan ,&, nyeri pada daerah
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 1
serangkangan. >asien tidak bisa menun)ukkan onset nyeri seara tepat. =yeri bisa bermula pada
punggung, tetapi pada saat pasien die!aluasi, nyeri hanya dapat timbul pada pantat atau ektremitas.
>arastesia sering timbul di daerah dermatom dari serabut saraf yang telibat "kehilangan sensasi
)arang ter)adi#. >asien terkadang mengalami kelemahan pada bagian ekstremitasnya. >ada ke)adian
yang sangat )arang ter)adi, saluran kemih dan saluran erna ikut terlibat, terutama retensi urin.
?able %&-' Diagnosis Radikulopati ,umbal
3erabut
saraf
Radiasi =yeri De!iasi <ait .elemahan
motorik
.ehilangan
sensasi
.ehilangan
reflek
,& Inguinal dan paha
dalam
?erkadang
antalgik
$leksi
panggul
/nteromedial
paha
>atela
,% >aha atau lutut
anterior, tungkai
medial
?erkadang
antalgik,
kesulitan
mengangkat
alat atau kursi
dengan
menggunakan
satu kaki
E@tensi lutut,
fleksi dan
aduksi
panggul
>aha lateral
atau anterio,
tungkai
medial dan
lutut
>atela
,; >antat, tungkai
anterior atau
lateral, punggung
kaki
.esulitan
men)in)it
?rendelenburg
gait
Dorsofleksi
pergelangan
kaki,
e!ersidan
in!ersi kaki,
ektensi
ibu)ari kaki,
abduksi
panggul
>osterolateral
paha,
anterolateral
tungkai, mid-
dorsal kaki.
Medral
hamstring
3' >aha posterior,
betis, telapak kaki
.esulitan
ber)alan
menggunakan
ibu )ari, atau
tidak bisa
mengangkat
ibu )ari kaki
-7 kali
$leksi
telapak kaki
>osterior
paha, lateral
betis, palntar
kaki
/iles
>EMERI.3//= $I3I.
*agian terpenting dalam menye!aluasi radikulopati lumbal adalah anamnesis dan pemeriksaan
fisik.
8
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 2
>emeriksaan muskuloskeletal dan saraf perifer harus dilakukan. >eriksa apakah terdapat keadaan
asimetris dari punggung atau pergeseran salah satu sisi pel!is. >eriksa pergerakan punggung dan
lihat apakah terdapat ge)ala radikular "nyeri men)alar ke ekstremitas#.
>emeriksaan otot manual adalah bagian !ital dalam pemeriksaan untuk radikulpoati. .elemhan otot
utama yang dipersarafi oleh serabut sarat tertentu adalah sebagi berikut+ ,&, fleksor panggul+ ,%,
ekstensor lutut dan adduktor panggul+ ,;, abduktor panggul, fleksor lutut, dorsifleksor pergelangan
kaki, e!ersi kaki, in!ersi kaki dan ekstensor ibu )ari kaki+ 3', fleksor plantar "?able %&-'#. Coba
deteksi kelemahan dari distribusi saraf perifer yang berasal dari serabut saraf yang sama..elemahan
otot proksimal pada distibusi serabut saraf yang terkena berfungsi menyingkirkan diagnosis
radikulopati bilateral dari neuropati perifer.
>emeriksaan mengangkat lurus tungkai bisa dilakukan pada saat pasien dalam posisi duduk ataupun
supinasi. ?ungkai diangkat lurus ke atas oleh pemeriksa, dan hasil positif didapatkan apabila pasien
mengeluh nyeri pada ekstremitas "bukan pada punggung#, terutama pada distrubusi serabut saraf
spesifik. Jika nyeri te)adi pada punggung, ini bukan merupakan indikator radikulopati, keadaan ini
biasanya ter)adi pada nyeri punggung ba0ah "low back pain# nonspesifik. ?erkadang, proses
radikulopati lumbal bera0al dari low back pain, dan beberapa hari atau minggu kemudian, ge)ala
akan timbul pada tungkai. ?erdapat kemungkinan bah0a proses utama ruptur nukleus melalui anulus
dapat mengakibatkan nyeri punggung tetapi patogenesis tidak sepenuhnya diketahui. *andingkan
sisi satu dengan sisi yang lainnya untuk memastikan tidak membingungkan rasa sakit yang
dihasilkan dari peregangan hamstring. *anyak !ariasi-!ariasi dari )enis tes ini.
>emeriksaan rektal dan pemeriksaan sensori perianal dan inguinal harus dilakukan apabila ada
ri0ayat inkontinesi rekti atau urin atau retensi atau onset a0al dari disfungsi ereksi.
Waddell signs adalah sekelompok indikator bah0a proses nonorganik menginter!ensi ketepatan
hasil pemeriksaan fisik. <e)alanya adalah nyeri superfisial, non anatomis+ simulasi denganbeban
aksialatau rotasikepala, menyebabkan keluhan nyeri punggul+ distraksi oleh duduk sambil
mengangkat kaki dibandingkan supine regional disturbance, itu kelemahan atau kehilangan sensasi
pada bagian tubuhyang berdistribusi nonanatomis+ dan o!er reaksi, yang dideskripsikan sebagai
nyeri yang berlebihan. <e)ala-ge)al ini sering timbul pada pasien dengan kompensasi, ligasi atau isu
psikoemosioanal.
6
E!aluasi Waddell signs harus dilakukan seara rutin pada pasien denga isu ini.
.E?ER*/?/3/= $A=<3I
.eterbatasan fungsi bergantung pada dera)at keparahan. .eterbatasaan biasanya ter)adi akibat nyeri
tetapi terkadang )uga disebabkan kelemahan. *erdiri dan ber)alan men)adi terbatas, dan kemampuan
untuk duduk menurun. >asien dengan radikulopati ,% memiliki risiko untuk ter)atuh dari tangga )ika
tungkai yang terlibat merupakan tumpuan tungkai berpi)ak pada tangga. >asien dengan radikulopati
3' berat tidak bisa berlari akibat kelemahan pada betis, sekalipun rasa nyeri teratasi. >asien dengan
radikulopati ,; akan ber)alan di pinggiran atau )ika dalan keadaan berat, pada tanah. Mereka
membutuhkan penyangga "ankle dorsifle@ion assist#. >ada pasien radikulopati aku yang berat, nyeri
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 3
akan mengganggu akti!itas-rumah tangga, rekreasi, dan peker)aan. >ada kebanyakan pasien, ketika
proses akut sudah teratasi, dapat kembali melakukan akti!itas keuali kegiatan rumah tangga berat
dan beker)a. 3etelah & sampai : bulan, mereka dapan melakukan akti!itas sepeti biasa, tetapi tidak
pada pasien yang mengalami kelemahan residual, pada kasus ini mereka akan tetap mengalami
keterbatasan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bergantung pada dera)at radikulopati.
3?ADI DI/<=43?I.
A)i diagnostik memiliki dua bentukB yang pertama berkolaborasi dengan diagnosis, yang kedua
menentukan etiologi. >ada kasus yang sederhana, u)i diagnostik dibutuhkan dan gambaran klinis
dapat menentukan terapi. Ri0ayat trauma, kanker, infeksi, infeksi HIC, diabetes, dan lainnya adalah
indikasi u)i diagnostik.
E,E.?R4MI4<R/$I
Elektromiografi dan u)i konduksi saraf, ketika dilakukan oleh indi!idu berpengalaman dalam
diagnosis gangguan neuromuskuler, dapat dilakukan dalam diagnosis radikulopati lumbal.
>emeriksaan ini )uga dapat membantu dlaam menyngkirkan diagnosis banding dan pada pasien
dengan hasil pemeriksaan fisik yang meragukan. Elektromiografi memiliki keuntungan melebihi
teknik imaging yang memiliki spesifisitas tinggi, dan rekamannya )arang abnormal pada pasien
asimptomatik.
9
>enelitian ini tidak seara langsung memberikan informasi tetntang penyebab
radikulopati.
>E=CI?R//= D IM/<I=<
?eknik penitraan yang berhubungan dengan radikulopati lumbal adalah radiologi !ertebra
lumbosakral, computed tomography "C?#, dan magnetic resonance imaging "MRI#.
$oto polos radiologi dapat digunakan untuk menyingkirkan kerusakan tulang traumatik atau
metastase penyakit. Ini akan mem!isualisasikan ruang diskus tetapi tida bagian analis spinalis atau
serabut saraf. C? dan MRI akan mem!isualisasikan diskus, analis spinalis, dan serabut saraf yang
dapat ditemukapan pada orang asimtomatik, rasio herniasi diskus berkisar dari -'5 pada kelompok
usia -7 sampai &9 tahun sampai &8,;5 pada kelompok usia :7 sampai 67 tahun.
-
Antuk
mendapatkan hasil yang berarti, C? dan MRI harus memiliki hubungan yang )elas dengan gambaran
klinis. >emeriksaan ini dapat dilakukan apabila diurigai adanya tumor atau operasi perlu dilakukan.
Ini dapat berguna pada perubahan lokasi patologik untuk kebituhan in)eksi steroid epidural selektif.
>emeriksaan yang paling akurat adalah MRI dan peningkatan gadolinium tidak dibutuhkankeuali
diurigai terdapat tumor atau pasien yang harus men)alani operasi. >eningkatan gadolinium berguna
post operasi untuk membedakan herniasi diskus dan )aringan parut.
Diagnosis *anding
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 4
?rohanteri bursitis
/nserine bursitis
Hamstring strain
,umbosaral ple@opathy
Diabeti amyotrophy
>eripheral neuropathy siati, tibial, peroneal,
femoral
/!asular nerosis of the hip
Hip osteoarthritis
3hin splints
,ateral femoral utaneous neuropathy "meralgia
paresthetia#
3pinal stenosis
Cauda eEuina syndrome
Demyelinating disorder
,umbar faet syndrome
>iriformis syndrome
?ER/>I
?u)uan utama terapi ini adalah menurunkan inflamasi dan dengan demikian meringankan rasa nyeri
serta mengatasi radikulopati terlepas dari kelainan anatomis yang mendasari. Istirahat, yang men)adi
terapi nonoperatif andalan, sekarang direkomendasikan hanya untuk mengontrol ge)ala. >enelitian
menun)ukan bah0a istirahat memiliki efek pada hasil akhir kelainan.
'7
3elama pasien menghindari
akti!itas seperti membungkuk dan mengangkat, yang enderung meningkatkan tekanan intradiskus,
mereka bisa melakukan sebagian besar aktifitas sehari-hari.
>enggunaan obat anti inflamasi non-steroid "=3/IDs# untuk mengurangi inflamasi dan
memperepat hilangnya nyeri. =3/ID efektif pada low back pain akut.
''
=amun, sebuah
pembahasan yang mengikutsertakan tiga randomized controlled trial menggunakan =3/ID
menun)ukan tidak efekti!itas melebih plaebo.
'-
Itu masih beralasan untuk memberikan =3/ID
pada perobaan singkat pada radikulopati lumbal akut. >enggunaan steroid oral lebih kontro!ersial
dan tidak mele0ati studi kontrol yang baik, meskipun pada low back pain akut.
4pioid dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. /da sedikit kekha0atiran terhadap efek
adiksi pada kasus akut dan dibutuhkan pengobatan yang memadai. .isaran kebutuhan dari nol
sampai dosis tinggi, seperti ekui!alen :7 sampai '77 mg morfin "ontoh, M3 Contin# per hari.
Mulai dengan hydroodone atau o@yodone dan lakukan titrasi )ika dibutuhkan.Antuk nyeri berat,
gunakan opioid longacting, seperti o@yodone "4@yContin# atau M3 Contin+ Antuk mele0ati
kesakitan, menggunakan tindakan epat opoid, seperti hydroodone, o@yodone, atau tindakan epat
morphin. /da beberapa data san pengobatan lain yang digunakan pada akut radikulopati lumbalis.
>engobatan seperti ylobenFaprine, met@alone, methoarbamol dan hlorFo@aFone, beberapa dari
itu mungkin memiliki keefektifan pada nyeri ringan akut belakang,
'&
belum terbukti afektif pada akut
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 5
radikulopati. /ntikon!ulsan dan antidepresan trisiklik, yang menun)ukkan aktifitas menghilangkan
rasa nyeri pada neuropati perifer dan neuralgia postherpeti, belum dipela)ari seara baik pada
lumbar atau ser!iks neuralgia. >ada pembela)aran yang tidak dimonitor, lamotrigine menun)ukkan
kefektifitasan pada radikulopatis dalam durasi '- sampai &: bulan.seara klinis, dapat
dipertimbangkan untuk menoba keduanya baik sebuah antikon!ulsan, seperti gabapentin atau
lamotrigin, dan sebuah triyli, seperti doksepin atau nortriptilin, pada radikulopati yang bertahan
lebih lama. Mulai dengan dosis rendah dan titrasi seara bertahap untuk menentukan dosis efektif
minimal.
>EMA,IH/=
>ada radikulopati akut dengan tingkat kesakitan tinggi, biasanya ara terbaik adalah menunggu
beberapa fase akut agar mereda sebelum mengan)urkan terapi fisik. >ada masalah yang lebih serius,
terapi adalah pendekatan pertama terbaik.
Metode fisik adalah sebuah tambahan berguna untuk perlakuan pengobatan. *eberapa metode,
termasuk fleksi dan latihan e@tensi" sering disebut sebuah program stabilisasi lumbosakral#, yang
telah diu)i. /papun metode yang digunakan, apabila munul nyeri radikular, maka latihan harus
dihentikan. 3etelah radikulopati selesai, pasien diresepkan latihan regimen yang tepat untuk
meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan. ,atihan stabilitas lumbar dan tetap aktif mungkin bisa
men)adi yang paling efektif dari beberapametode yang telah dipela)ari seara hati-hati pada lumbar
radikulopati. 3atu pela)aran menun)ukkan tidak ada efektifitas lumbartraksi.
';
Modalitas lain, seperti
stimulasi listrik saraf transutane, akupuntur, manipulasi pi)at dipela)ari tidak baik dengan menoba
lumbar radikulopati seara aak.
%
karena tidak mungkin menyebabkan idera, mereka dapat
diberikan semaam perobaan. Manipulasi seharusnya dapat terselesaikan.
>R43EDAR
In)eksi steroid dapat sangat efektif pada lumbar radikulopati dengan atau tanpa herniasi, terutama
pada pasien dengan akut radikulopati.
';,':
3ebuah respons yang rendah telah ditemukan pada pasien
dengan masalah yang lebih lama dan memperkuat mereka, seperti litigasi atau klaim kompensasi
peker)a. (alaupun hal ini belum )elas selama hasil lama telah diubah, steroid epidural
menguntungkan selama & bulan pertama dan dapat memungkinkan untuk menghilangkan nyeri
dengan epat dan kembali berfungsi.
';
>rosedur ini harus dilakukan seara fluorosopik.
'8
Hal ini
beralasan praktis untuk dilakukan epidural meskipun sebelum teknik gambar. ?idak ada efek pada
suntikan pertama, selektif melayani in)eksi akar "in)eksi transforminal# dapat dilakukan.
'8
3untikan
transforaminal dapat men)adi sangat efektif apabila didasarkan pada hasil MRI, terutama
herniasinya sesuai dengan tingkat radikulopasi sekarang. Hal ini dapat diterima untuk melakukan
satu suntikan dan untuk menge!aluasi kembali pasien untuk men)elaskan apakah lebih banyak
suntikan dibutuhkan. Maksimum tiga suntikan dapat dilakukan untuk satu episod radikulopati, tapi
ini beralasan untuk mengulangi prosedur untuk episode berulang dari radikulopati setelah & G :
bulan.
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 6
>engobatan nonoperatif memungkinkan resolusi radikulopati pada lebih dari 975 kasus. Hang lebih
menarik, telah ditemukan oleh para pendahulu ketika radikulopati adalah hasil dari herniasi, yang
sebenarnya dari herniasi dapat menyembuhkan kasus keseluruhan, dan bahkan ketika sisa-sisa
herniasi, ge)alanya akan mereda.
4>ER/?I$
4perasi sesuai diba0ah dua kondisi. >ertama, operasi dilakukan pada basis darurat ketika hadir
pasien dengan herniasi sentral usus dan kandung kemih inkontinensia atau retensi dan bilateral
kelemahan ekstremitas ba0ah. >ada kondisi langka ini, ahli bedah ortopedi atau tulang belakang
neuropedik harus segera dikonsultaskan dan pasien segera dioperasi, selama : )am. .edua, ahli
bedah adalah pilihan )ika seorang pasien melan)utkan untuk nyeri yang membatasi fungsi setelah
sebuah perobaan yang memadai dari perlakuan nonoperatif.
>emilihan pasien sangatlah penting untuk hasil operasi yang baik. Hasil terbaik tergantung pasien
dengan keterlibatan akar tingkat satu+ ketika rasa nyeri dirasakan lebih pada anggota ba0ah tubuh
darpada di belakang, dan dengan abnormalitas anatomi dengan menggambarkan koresponden pada
ge)ala yang dimiliki pasien, temukan latihan fisik, dan elektromyografik ditemukan pada pasien
tanpa psikologis atau maslah pertumbuhan kedua. ?ipe operasi ditentukan oleh penyebab dari
radikulopat. Antuk kasus herniasi, laminektomi sederhana dan disektomi ukup. Dalam hal in fusi
harus dihilangkan. Dengan stenosis spinal, lebih dibutuhkan laminektomi ekstensif dengan
foraminotomi. $usi harus dimiliki untuk kasus frekuensi yang relatif instabilitas spinal dengan
demonstrasi yang baik bersama dengan radikullopati atau )ika prosedur operasi akan menghasilkan
instabilitas spinal.
>4?E=3I >E=H/.I? .4M>,I./3I
.omplikasi berhubungan dengan terlibatnya akar saraf di auda eEuina. Hang paling serius adalah
1paraplegi dis2. Dalam kasus ini, herniasi dapat menyebabkan aat, namun ini sangat langka.
,ebih umum, namun masih tidak biasa, halini menyebabkan kelemahan dan keterlibatan fungsi
ususu dan kandung kemih. .elemahan residual mungkin ter)adi pada saat setelah operasi seara
spontan. >asien mungkin berkembang untuk sindrom nyeri punggung ba0ah kronis+ hal ini
memungkinkan ter)adi masalah pertumbuhan kedua pada pasien.
E$E. 3/M>I=< >E=<4*/?/=
=3/IDs dapat menyebabkan pendarahan gastrointestinal, bisul mulut, dan komplikasi gin)al dan
hati. Cylo-o@ygenase - "C4I--# terbaru pendarahan gastrointestinalnya ditolak oleh inhibitor.
Antuk penyakit kardio!akular, banyak pertanyaan yang ditimbulkan oleh inhibitor C4I-- dan
=3/IDs lainnya. >engobatan ini harus dilakukan dengan hati-hati, dengan dosis tepat, dan pada
period tertentu.
3untikan steroid epidural )arang sekali menghasilkan abses epidural dan hematoma epidural. pasien
tidak boleh mengosumsi aspirin dalam ; hari sebelum disuntik. *eberapa mengatakan bah0a
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 7
=3/IDs tidak boleh dikonsumsi & sampai ; hari sebelum prosedur, 0alaupun tidak ada literatur
dokumen yang menyataakan insiden kenaikan dari komplikasi pendarahan dari suntikan epidural
atau spinal ketika pasien mengonsumsi =3/IDs. (arfarin )uga harus dihentikan, )ika meragukan,
rasio normalisasi internasional harus diek. Clopidogrel bisulfat"pla!i@# dan sama dengan agen
antiplatelet harus dihentikan seminggu sebelum penyuntikan. 3untikan dapat menyebabkan nyeri
lokal, dan apabila dilakukan tanpa fluorosop, hal ini dapat sering menyebabkan sakit kepala spinal
menusuk dari dura dan kebooran airan tulang belakang. Hal ini ter)adi kurang dari ketika
fluoroskopik digunakan.
.omplikasi bedah termasuk infeksi, luka akar saraf, aat, nyeri lokal punggung, dan yang paling
biasa komplikasi postoperatif " seperti., tromboplebitis, infeksi kandung kemih#. .omplikasi bedah
yang lebih serius termasuk akar saraf atau auda eEuina edra, arahnoiditis, dan sindrom nyeri
post-laminetomy.
RE$ERE=3I
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 8
'. Jensen MC., *rant-Ja0adFki M=., 4buho0ski =, et al. Magneti resonane imaging of the
lumbar spine in people 0ithout bak pain. = Engl ' Med '99%.&&' B:9-8&.
-. *oden 3D., Da!is D4., Dina ?3, et al. /bnormal magneti-resonane sans of the lumbar
spine in asympromati sub)ets. J *one Joins 3ung /m '997+8'B%7--%76.
&. Murata H., 4lmarker .., ?akahashi l, et al. Effets of seleti!e tumor nerosis fator-alpha
inhibition to pain-beha!ioral hanges ause by nuleus pulposus-indued damage to the
spinal ner!e in rats. =eurosi ,eft -77;+&6'B'%;-';-.
%. Rhee JM., 3haufele M., /bdu (. Radiulopathy and the herniated lumbar dis.
Contro!ersies regarding pathopsyology and management. J bone Joint 3ung /m
-77:+8-B;&6-;%-.
;. Hounes M., *e)ia l., /guir J., et al. >re!alene and rih fators of disk-related siatia in an
urban population in ?unisia. Joint *one 3pine -77:+8-B;&6-;%-
:. >raemer /., $urner 3., Rie Dp. Musuloskeletal Conditions in the Anited 3tates, -nd ed.
Rosemont, III. /merian /ademy of 4rthopaedi 3urgeons. '999.
8. Deya R/., Rain!illel., .ent Dl. (hat an the history and physial e@amination tell us about
lo0 bak pain. J/M/ '99-+-:6B8:7-8:;.
6. (addell <., MCAlloh I/., .ummel E., Cenner RM. =onorgani physial signs in lo0
bak pain. 3pine '967+;B''8-'-;.
9. Robinson ,R. Eletromyography, magneti resonane imaging, and radiulopathy, it2s time
to fous on speifity. Musle =er!e '999+--B'%9-';7.
'7. Croomen >., de .rom M., (ilmink J?, et al. ,ak of effeti!eness of bed rest for siatia. =
Engl l Med '999+&%7B%'6-%-&.
''. Can ?ulder M(., 3holten R), .oes *(., Deyo R/. =onsteroidal anti-inflaminatory drugs
for lo0 bak pain. / systemati re!ie0 0ithin the frame0ork of the Cohrane Collaboration
*ak re!ie0 <roup. 3pine -777+-;B-;7'--;'&.
'-. Croomen >C, /,., de .rom MC., 3lofstra >D., .nottnerus J/. ?reatment of siatia B a
systemati re!ie0. l 3pinal Disord -777+'&B%:&-%:9.
'&. Can ?ulder M(., ?ouray ?., $udan /D, et al. Cohrane *ak re!ie0 <roup. Musle
rela@ants for nonspeifi lo0 bak pain B a systemati re!ie0 0ithin the frame0ork of the
Cohrane Colaboration. 3pine -77&+-6B'986-'99-.
'%. Eisenberg E., Damunni <., Hoffer E, et al. ,amotrigine for intratable siatia B orrelation
bet0een dose, plasma onentration and analgesia. Eur l >ain -77&+8B%6;-%9'.
';. Carette 3., ,elaire R., Marou@ 3, et al. Epidural ortoosteroid in)etions for siatia due
to herniated nuleuspulposus. = Engl l Med '998+&&:B':&%-':&8.
':. ?homas $., Cyte!al C., /biad ,, et al. Effiay of tranforaminal !ersus interspineus
ontiosteroid in)etion in disal radiulalgia-a prospeti!e randomised, double-blind study
Clin Rheumatol -77&+--B-99-&7%.
'8. ,utF <E., !ad C*., (isneski RJ. $luorosopi transferaminal llumbar epidural steroidsB an
outome study. /rh >hys Med Rehabil '996+89B'&:--'&::.
'6. 3aal J/., 3aal J3. =onoperati!e treatment of herniated lumbar inter!enebral dis 0ith
radiulopathyB an outome study. 3pine E998+'%B%&'-%&8.
'9. Ellenberg M. Reina =., Ross M, et al. Regression of herniated nuleus pulposus t0o patients
0ith lumbar radiulopathy. /rh >hys Med Rehabil '969+87B6%--6%%.
-7. Ellenberg M., Ross M., Honet JC, et al. >rospeti!e e!aluation of the ourse of dis
herniations in patients 0ith pro!en radiulopathy. /rh >hys Med Rehabil '99&+8%B&-6.
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 9
-'. 3aal J/., 3aal J3., HerFog I. ?he natural history of iner!ertebral dis e@trisons treated
nonoperati!ely. 3pine '997+8B:6&-:67.
--. $inneson *E., Cooper CR. / lumbar dis surgery prediti!e soreard. / retrospeti!e
e!aluation. 3pine '989+%B'%'-'%%.
Oleh : Monica Imelda, Atika Pusparani, Dewi Putri Page 10