You are on page 1of 17

Case Report Session

VERTIGO
Pembimbing:
dr. Hj. Meiti Frida, Sp. S (K)
dr. Hendra Permana, Sp. S
Oe!:
"#r# Ma#id$a H ( %&'%('()') )
*+GI+" I,M- PE".+KIT S.+R+F
F+K-,T+S KE/OKTER+" -"IVERSIT+S +"/+,+S
RS-P /R. M. /0+MI,
P+/+"G
)%'1
TI"0+-+" P-ST+K+
1
+. /e2ni3i
Vertigo adalah sensasi rotasi tanpa adanya perputaran
yang sebenarnya
(1,2,3)
. Penderita merasa dirinya berputar atau
lingkungannya yang bergerak mengelilinginya.
(4)
.
*. +nat4mi dan Fi3i44gi Si3tem Ve3tib#ari3
Membran labirin berisi endolimf dan dikelilingi perilimf,
terletak di dalam rongga labirin tulang. istem !estibularis terdiri
dari labirin statik yang memberikan informasi mengenai posisi
kepala di dalam ruang (makula dan utrikulus), dan labirin kinetik
yang mengirimkan informasi mengenai pergerakan kepala dari
area khusus di dalam ampula
(1,2)
. eluruh peralatan !estibuler
memberikan informasi yang membantu dalam mempertahankan
keseimbangan dan bersama"sama dengan sistem penglihatan
dan proprioseptif, memberikan rasa posisi yang kompleks di
dalam batang otak dan serebelum.
5. Pat423i44gi dan Eti44gi
Vertigo timbul bila terdapat gangguan pada alat"alat
!estibuler atau pada serabut"serabut yang menghubungkan
nukleus !estibularis dengan pusatnya di serebelum atau di
korteks #erebri
(1)
.
$angguan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal yang dapat
dikelompokkan men%adi
(1,1&,11)
'
1. (isiologis , seperti mabuk kendaraan
2. )elompok penyakit yang menimbulkan gangguan di bagian
perifer dari susunan !estibularis, diantaranya '
- Penyakit"penyakit telinga
- *euronitis !estibularis
2
- Vertigo posisional benigna
- Penyakit meniere
3. )elompok penyakit yang menimbulkan gangguan di bagian
sentral dari susunan !estibularis, antara lain '
- *eoplasma
- Migren basiler
- $angguan di serebelum
- +pilepsi
- troke batang otak atau ,-. di daerah arteri !ertebro
basilaris
- pondilitis ser!ikalis, dll
4. )elompok penyakit sistemik yang menimbulkan gangguan
di bagian perifer atau sentral, seperti /iabetes Mellitus,
hipoglikemi, anemia, hipotensi postural, dll.
/. Gejaa Kini3
)eluhan dari pasien dapat berupa rasa berputar, atau
tempat di sekitarnya bergerak atau perasaan bah0a mereka
mengelilingi sekitarnya dan tidak dapat menentukan tempatnya.
1eberapa orang menggambarkan perasaan tertarik ke arah
lantai atau ke arah satu sisi ruangan, sukar untuk memfokuskan
penglihatan dan merasa tidak enak untuk membuka mata
selama serangan. /isertai pula dengan mual muntah, keringatan
dan dada berdebar"debar
(4)
.
/ari ge%ala yang didapatkan dapat dibedakan apakah
kelainannya di perifer atau sentral, seperti terlihat pada tabel 1.
,abel 1. Perbedaan !ertigo tipe perifer dengan sentral
Gejaa Peri6er Sentra
2nset ,iba"tiba Perlahan
1eratnya keluhan $e%ala hebat, episodik $e%ala ringan, kontiniu
/urasi dan $e%ala 1eberapa menit
sampai %am
)ronik
ifat !ertigo 3asa berputar 3asa melayang, hilang
keseimbangan, light
3
headed
*istagmus (4) satu arah (dengan
fase #epat atau
lambat)
)adang"kadang dua
arah
(iksasi !isual /ihambat oleh
nistagmus dan !ertigo
,idak ada hambatan
.rah post
pointing
)e arah fase lambat 1erubah"ubah
.rah %atuh pada
3omberg test
)e arah fase lambat 1erubah"ubah
$angguan lain ,uli, tinitus, mual,
muntah
5arang
E. Pemeri73aan Penderita dengan Vertig4
'. +namne3i3
.namnesis merupakan bagian pemeriksaan yang paling
penting untuk penderita !ertigo, oleh sebab itu diperlukan
anamnesis yang #ermat dan banyak memerlukan 0aktu
(6,7)
.
• Penderita diminta melukiskan dengan kata"kata sendiri apa
yang dimaksudnya dengan pusing
• .namnesis khusus dengan !ertigonya
o .dakah kekhususan sifat !ertigo yang timbul,
keparahan !ertigonya
o -ntensitas timbulnya !ertigo berkaitan dengan
per%alanan 0aktu
o 1agaimana timbul dan bagaimana berakhirnya
o Pengaruh lingkungan atau situasi
o )eluhan lain seperti telinga berdenging, mual,
muntah dll
• .namnesis untuk keluhan"keluhan lain (drop attack,
gangguan penglihatan, disatria, disfonia, gangguan
pergerakan atau sensibilitas) bilamana keluhan ini ada dan
bersamaan dengan penurunan kesadaran maka perlu
di#urigai kelainan serebro!askuler.
4
• .namnesis intoksikasi8pemakaian obat"obatan, sepeti
streptomisin, anti kon!ulsan, gentamisin, anti hipertensi,
kanamisin, penenang, neomisin, alkohol, fenilbuta9ol, kinin,
asam eta"akrinik, tembakau.
). Pemeri73aan Fi3i7
Pemeriksaan mata dilakukan pada kondisi mata bergerak dan
dalam posisi netral.
(6,7,:)
1. Men#ari adanya strabismus dan atau diplopia
2. Men#ari adanya nistagmus
• *istagmus yang disebabkan oleh kelainan sistem
syaraf pusat mempunyai #iri"#iri '
a. *istagmus pendular ' nistagmus yang tidak
memiliki fase #epat dan lambat.
b. *istagmus !ertikal yang murni ' nistagmus yang
geraknya ke atas dan ke ba0ah
#. *istagmus rotarorri yang murni ' nistagmus yang
geraknya berputar
d. $erakan nistagmoid ' gerakan bola mata yang
bukan nistagmus sebenarnya
e. *istagmus tatapan yang murni ' nistagmus yang
berubah arahnya bila arah lirik mata berubah.
• Pemeriksaan nistagmus dengan tes elektronistagmogra;
Pemeriksaan dengan alat ini diberikan stimulus kalori
ke liang telinga dan lamanya serta #epatnya nistagmus
timbul dapat di#atat pada kertas, menggunakan teknik
yang mirip dengan elektrokardiogra;.
3. Pemeriksaan dengan rangsangan perubahan posisi kepala
dan tubuh
• <ari kemungkinan posisi yang membangkitkan
nistagmus atau !ertigo.
5

,est baring terlentang, baring miring ke kiri, kanan dan
tes baring terlentang dengan kepala menggantung.
,iap"tiap test dilakukan selama 1 menit dengan
ke#epatan perubahan posisi =& dera%at dalam > detik
sehingga pengaruh gaya gra!itasi ditiadakan
(=)
4. Manuver Hallpike
?angkah"langkah '
" ,olehkan kepala pasien 4>
&
ke arah kiri
" )emudian pasien direbahkan sampai kepala
bergantung di pinggir tempat tidur
" Pasien tetap membuka mata agar pemeriksa dapat
melihat ge%ala nistagmus.
" ,olehkan kepala pasien ke arah kanan, perhatikan
mun#ulnya nistagmus ke arah yang berla0anan.
Pemeriksaan )eseimbangan
• 1erdiri tegak, ber%alan, ber%alan di atas %ari kaki, ber%alan di
atas tumit dan ber%alan se#ara tandem.
• /uduk di kursi dan angkat kedua lengan serta kedua kaki
dengan mata tertutup.
Pemeriksaan Pendengaran
• $arpu tala
• .udiometri
F. Peng4batan
1. Medikamentosa
@mumnya merupakan pengobatan simptomatis. 1eberapa
obat yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut
(6,7)
'
1. antikolinergik8parasimpatolitik
2. antihistamin
3. penenang minor dan mayor
4. simpatomimetik
>. !asodilator
6
2. (isioterapi
1ertu%uan untuk memper#epat tumbuhnya mekanisme
kompensasi8 adaptasi atau habituasi sistem !estibuler
yang mengalami gangguan tersebut
(6,7)
.
Pengobatan !ertigo '
 ,erapi kausal : merupakan pengobatan terbaik yaitu sesuai
dengan etiologi
A Pengobatan terhadap kelainan susunan saraf pusat
seperti iskemia, hipotensi, infeksi, trauma kepala,
tumor, migren
A Pengobatan kelainan sistem !askuler perifer seperti
kelainan telinga tengah8dalam
 ,erapi simptomatik (medika mentosa) ditu%ukan kepada 2
ge%ala
a. rasa !ertigo, mutar melayang
b. ge%ala otonom (mual, muntah)
Pemilihan obat' sesuai efek obat, berat dan fase !ertigo
$olongan obat '
a. Menekan irritabilitas !estibular
" .nti histamin' dimenhidrinat (dramamin)
" Prometa9ine (phenergan)
" inari9in (!erti9in, stugoron)
" 1en9odia9epin
" 1eta blo#ker ' #ar!edilol
" <a entry blo#ker (Bunari9ine)
b. Memperbaiki aliran darah ke labirin dan batang otak
(meningkatkan oksigenasi)
" Cistaminik ' betahistin (merislon)
" <a entry blocker (Bunari9ine)
#. Mengatasi mual, muntah
" (enotia9ine (proklorpera9in, stemetil)
7
 ,erapi rehabilitatif
D Meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pasien
dengan gangguan !estibular
Menimbulkan habituasi, yaitu berkurangnya respon terhadap
stimulasi yang dilakukan berulang"ulang.
I,-STR+SI K+S-S
,elah dira0at seorang pasien laki"laki berumur 61 tahun di
1angsal Penyakit yaraf 3@P /r. M. /%amil Padang dengan
nomor rekam medik :&.12.3> se%ak tanggal &3 .pril 2&14
dengan'
+"+M"ESIS
• Ke#!an -tama ' Pusing berputar.
• Ri8a$at Pen$a7it Se7arang '
• Pusing berputar se%ak 4 %am sebelum masuk rumah
sakit. ,er%adi tiba"tiba ketika pasien sedang duduk, saat
akan berobat pada dokter spesialis syaraf.
• Pasien tiba"tiba merasakan sekelilinnya berputar. Pusing
dipengaruhi oleh posisi kepala, terutama saat menoleh
kesebelah kiri, sehingga pasien lebih suka dalam posisi
tidur miring ke arah kanan.
• Pusing diperberat dengan membuka mata.
• )eluhan ini desertai mual dan muntah berisi makanan
sebanyak 3 kali, dan %uga berkeringat dingin.
• ,idak ada kesemutan disekitar mulut, kebas sesisi
0a%ah, bi#ara pelo, telinga berdenging maupun
kelemahan anggota gerak.
• )eluhan nyeri dan kebas diu%ung"u%ung %ari se%ak kurang
lebih 2 tahun.
8
• *yeri terutama saat #ua#a dingin. )ontrol ke dokter
spesialis syaraf teratur.
• 3i0ayat penyakit %antung dan stroke tidak ada.
• Ri8a$at Pen$a7it /a!## '
• 3i0ayat pusing berputar sebelumnya ada 2 tahun yang
lalu.
• Pasien telah berobat ke dokter spesialis syaraf dengan
diagnosa Vertigo dan /iabetik *europati. Mendapatkan
obat Merolon 2E12 mg (p.o), sinral 2E> mg(p.o),
#ardioaspirin 1E1&& mg, berti#o 3E1&& mg dan membaik
setelah minum obat.
• 3i0ayat diabetes meilitus se%ak 1& tahun yang lalu,
kontrol tidak teratur, obat yang diminum tidak diketahui.
• Ri8a$at Pen$a7it Ke#arga '
• )eluarga tidak ada yang mengalami penyakit yang
sama.
• 3i0ayat /iabetes Meilitus dalam keluarga.
• Ri8a$at Pe7erjaan, S43ia, E74n4mi, dan Kebia3aan :
• Pasien seorang dosen @*P.
• .kti!itas ;sik #ukup.
PEMERIKS++" FISIK
I. -M-M
• )esadaran ' <M<
• ,/ ' 13&87&
• *adi ' 62E8menit
• uhu ' 36,6F#
• Pernafasan ' 1:E8menit
9
• )eadaan umum ' edang
• )eadaan gi9i ' 1aik
• ,inggi badan ' 17&#m
• 1erat 1adan ' 6&kg
• ianosis ' "
• +dema ' "
• .nemis ' "
• -kterus ' "
KE,E"0+R GET+H *E"I"G
• ?eher ' ,idak ada pembesaran )$1
• .ksilla ' ,idak ada pembesaran )$1
• -nguinal ' ,idak ada pembesaran )$1
TOR+K
P.3@ '
I ' imetris kiGka
Pa ' (remitus kiGka
Pe ' onor
+#3 ' Vesikuler, rh "8", 0h "8"
5.*,@*$ '
I ' -ktus tidak terlihat
Pa ' -ktus teraba 1 %ari medial ?M< 3-< V
Pe ' .tas' 3-< --, kanan' ?/, kiri' 1 %ari medial ?M< 3-<
V
+#3 ' -rama teratur, bising "
.1/2M+* '
I ' ,idak membun#it.
Pa ' Cepar dan ?ien tidak teraba.
Pe ' ,impani.
+#3 ' 1@ 4 *
KORP-S VERTE*R+E
10
I ' koliosis ", kifosis ", lordosis "
Pa ' *yeri tekan ", nyeri ketok "
II. ST+T-S "E-RO,OGIK-S
+. Tanda Rang3angan Seap#t Ota7
)aku )uduk' " 1rud9inki - ' "
1rud9inski -- ' " ,anda )ernig ' "
*. Tanda Pening7atan Te7anan Intra7rania
Pupil isokor, d' 3mm83mm, 3< 484, 3) 484. $erak bola
mata kesegala arah. *istagmus ".
5. Pemeri73aan "er9#3 Kraniai3
• $< ' +
4
M
6
V
>
G 1>
• ,anda rangsangan meningeal ' kaku kuduk ("), 1rud9insky -
("), -- ("), )ernig (")
• ,anda peningkatan tekanan intrakranial ' muntah proyektil
("), sakit kepala progresif (").
• *er!i #ranialis '
*. - ' pen#iuman baik
*. -- ' ta%am penglihatan baik
*. ---, -V, V- ' pupil isokor kanan dan kiri, bulat, H 3
mm83mm, reBek #ahaya (48
4), nistagmus ("), diplopia ("), tes tun%uk ("), tes
koordinasi belum bisa dilakukan.
* V ' membuka mulut (4), menggigit (4),
mengunyah (4)
11
*. V-- ' raut muka simetris, plika nasolabialis kanan G
kiri
*. V--- ' fungsi pendengaran baik
*. -I, I ' ar#us faring simetris, u!ula ditengah, nadi
teratur, reBek muntah ("), disfoni ("), disfagi (")
*. I- ' gerakan mengangkat bahu baik
*. I-- ' lidah tidak de!iasi dan tidak atro;
• Motorik ' > > > > > >
> > > > > >
• ensorik ' sensibilitas halus dan kasar baik
• 2tonom ' 1.1 dan 1.) terkontrol
• 3eBek ;siologis ' 484
• 3eBek patologis ' "8"
• ,es )eseimbangan ' belum dapat dilakukan
• ,es )oorinasi ' ;nger to ;nger ", nose to ;nger 4
• +)$ ' dalam batas normal
PEMERIKS++" ,+*OR+TORI-M
• Cb ' 12.3 gr8d?
• Ct ' 3:J
• ?eukosit ' 6.>&&8mm3
• ,rombosit ' 1>&.&&&8mm3
• *a8)8<l ' 13483.681&> mmol8?
• @r8<r ' 1824 mg8d?
• $/ ' 331 mg8d?
/I+G"OS+
12
/-.$*2. )?-*- ' 1PPV
/-.$*2. ,2P-) ' .pparatus !estibular
/-.$*2. +,-2?2$- ' -diopatik
/-.$*2. +)@*/+3 ' /M tipe -- tidak terkontrol 4 *europati
/iabetik
PE"GO*+T+"
• @mum '
o /iet M1 // 1=&& kkal8hari
• )husus '
o Merislon 2E12 mg (po)
o inral 2E>mg (po)
o 1erti#o 3E>&mg (po)
o <ardioaspirin 1E1&&mg (po)
o *o!orapid 3E: -@
FO,,O: -P
 %( +pri )%'1
S; p#3ing berp#tar 3#da! er7#rang, m#nta!
<
O; 7#: 3edang, 7e3: 74mp43menti3, T/:
'(%;=%, "adi: =%>;i,
"a6a3 : )%>;i, T: (?,=@A
SI: daam bata3 n4rma
S": G5S 'B, "n. 5raniai3 daam bata3
n4rma,
Motorik ' > > > > > >
> > > > > >
ensorik ' sensibilitas halus dan kasar baik
2tonom ' 1.1 dan 1.) terkontrol
3eBek ;siologis ' 484
3eBek patologis ' "8"
T!; @mum '
 /iet M1 // 1=&& kkal8hari
)husus '
13
 Merislon 2E12 mg (po)
 inral 2E>mg (po)
 1erti#o 3E>&mg (po)
 <ardioaspirin 1E1&&mg (po)
 *o!orapid 3E: -@
 %1 +pri )%'1
S; p#3ing berp#tar 3#da! er7#rang, m#nta!
<, pa3ien 3#7a
tid#r 7e3i3i 7anan.
O; 7#: 3edang, 7e3: 74mp43menti3, T/:
''%;=%, "adi: =%>;i,
"a6a3 : ))>;i, T: (?,=@A
SI: daam bata3 n4rma
S": G5S 'B, "n. 5raniai3 daam bata3
n4rma,
Motorik ' > > > > > >
> > > > > >
ensorik ' rasa kebas di tangan dan ditungkai
2tonom ' 1.1 dan 1.) terkontrol
3eBek ;siologis ' 484
3eBek patologis ' "8"
T!; @mum '
 /iet M1 // 1=&& kkal8hari
)husus '
 inral 2E>mg (po)
 1erti#o 3E>&mg (po)
 <ardioaspirin 1E1&&mg (po)
 $limepiride 1E2mg (po)
 Metformin 3E>&mg (po)
/ISK-SI
14
,elah dira0at seorang pasien laki"laki berumur 61 tahun
di 1angsal Penyakit yaraf 3@P /r. M. /%amil Padang dengan
nomor rekam medik :&.12.3> se%ak tanggal &3 .pril 2&14 dengan
diagnosis 1PPV dan /M tipe -- tak terkontrol.
/iagnosis klinis ditegakkan dari anamnesis dan
pemeriksaan ;sik. /ari anamnesis didapatkan bah0a pusing
berputar, disertai mual dan muntah, dan dipengaruhi oleh posisi.
/ari pemeriksaan ;sik status internus dalam batas normal dan
status internis ditemukan tidak ada kelainan. 3omberg tes dan
stepping gait test tidak dapat dilakukan karena pasien merasa
sangat pusing bila berdiri, namun pada pemeriksaan koordinasi
ditemukan ada gangguan pada ;nger to ;nger tes dan nose to
;nger tes.
+tiologi 1PPV pada pasien ini idiopatik karena tidak
ditemukan ge%ala infeksi yang sembuh tanpa pengobatan, tanpa
peningkatan %umlah leukosit serta ge%ala klinis !ertigo yang di
alami pasien berlangsung beberapa hari. Kalaupun intensitas
!ertigo berkurang namun pasien tidak pernah bebas dari ge%ala.
Casil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, namun
pada hasil gula darah se0aktu pasien #ukup tinggi hingga
didapatkan diagnosa sekunder /M tipe -- selain itu pasien %uga
mengeluhkan nyeri kesemutan dan kebas pada tangan dan
tungkai, maka dapat kita pikirkan bah0a pasien mengalami
*europati /iabetik akibat /M yang tidak terkontrol.
15
Pemeriksaan brain <, s#an harus sudah dipikirkan se%ak
a0al sehingga dapat kita tentukan etiologinya karena prognosis
penyakit !ertigo umumnya baik, %ika etiologi bisa diatasi. elain
itu kita %uga menatalaksana /M dan *europati /iabetik sehingga
dapat men#egah ke komplikasi yang lebih lan%ut.
16
/+FT+R P-ST+K+
1. *goerah -. $. *. /alam ' /asar"dasar -lmu Penyakit yaraf.
Penerbit dan Per#etakan @ni!ersitas .irlangga. /enpasar,
1==&.
2. /ebroot 5. /alam ' *euroanatomi )orelatif. Penerbit 1uku
)edokteran +$<. 5akarta, 1==7.
3. Mar%ono M, dharta P. /alam ' *eurologi )linik /asar. /ian
3akyat. 5akarta, 1==7
4. *eurologi <hannel, Vertigo. /iakses dari '
http'88000.neurology#hannel.#om8!ertigo. Pada .pril 2&14.
>. ../...M. Vertigo"assosiated disorder. /iakses dari '
http'88000.health.yahoo.#om8health. Pada .pril 2&14.
6. Carsono. )apita elekta *eurologi. $ad%ah Mada Press.
Logyakarta, 2&&&.
7. Mans%oer ., uprohaita, Kardhani K.-, etio0ulan K. /alam '
)apita elekta )edokteran, edisi tiga, %ilid kedua. Media
.es#ulapius (akultas )edokteran @ni!ersitas -ndonesia.
5akarta, 2&&&.
:. ?umbantobing .M. *eurologi )linik, Pemeriksaan (isik dan
Mental. 1alai Penerbit (akultas )edokteran @ni!ersitas
-ndonesia. 5akarta, 2&&3.
=. idharta P. /alam ' *eurologi )linis /alam Praktek @mum.
/ian 3akyat. 5akarta, 1===.
17