You are on page 1of 11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Industri Karet
2.1.1 Perkembangan Industri Karet
Seiring dengan meningkatnya konsumsi karet dalam negeri, industri barang jadi
karet menjadi industri yang diminati oleh para investor untuk dikembangkan.
Pertumbuhan rata-rata konsumsi karet alam sejak tahun 1993 sampai tahun 2002 rata-rata
mengalami peningkatan sebesar 3,9, sedangkan pertumbuhan rata-rata konsumsi karet
sintetik berkembang lebih lambat yaitu 2,2 pada periode yang sama. Pertumbuhan total
konsumsi karet alam dan karet sintetik adalah 2,3 pada periode tersebut, yaitu dari
219.000 ton menjadi 2!3.000 ton "#onggokusumo, 200$%.
Sementara itu menurut &udiman "200$%, kebutuhan untuk karet alam dan karet
sintetis di dunia se'ara kasar akan meningkat sebanyak dua kali lipat pada 30 tahun ke
depan. Pada tahun 2000 kebutuhan akan elastomer berkisar sejumlah 1( juta ton,
sedangkan pada tahun 203! diyakini akan meningkat hingga 3) juta ton dengan
perbandingan jumlah karet sintetik terhadap karet alam sebanyak )0 * $0. +umlah
kebutuhan yang besar ini tentunya akan diikuti dengan peningkatan jumlah produk
berbahan baku elastomer, antara lain ban kendaraan, komponen kendaraan, selang, pipa,
alas kaki, karpet, bola olahraga, rol, belts, sarung tangan, dan lain-lain. #al ini
men'irikan besarnya peluang ekspor yang dapat diambil oleh industri barang jadi karet di
,ndonesia, sehingga pertumbuhan jumlah industri barang jadi yang berbahan baku
elastomer dapat terus meningkat.
2.1.2 Jenis-Jenis Karet
-da dua jenis karet, yaitu karet alam dan sintetis. Setiap jenis karet ini memiliki
karakteristik yang berbeda, sehingga keberadaannya saling melengkapi. .elemahan karet
alam bisa diperbaiki oleh karet sintetis dan sebaliknya, sehingga kedua jenis karet
tersebut tetap dubutuhkan.
1. .aret -lam
.aret alam adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis
tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para
atau #evea brasiliensis "suku /uphorbia'eae%. &eberapa tumbuhan lain juga
menghasilkan getah lateks dengan si0at yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota
suku ara-araan "misalnya beringin%, sa1o-sa1oan "misalnya getah per'a dan sa1o
manila%, /uphorbia'eae lainnya, serta dandelion. Sekarang, getah per'a dipakai dalam
kedokteran "guttaper'ha%, sedangkan lateks sa1o manila biasa dipakai untuk permen
karet "'hi'le%.
.aret alam mengandung seratus persen 'is-1,$-poliisoprena, yang terdiri dari rantai
polimer lurus dan panjang dengan gugus isoprenik yang berulang, seperti pada tabel
berikut *
2abel 1. .omposisi 3ateks
&anyak si0at-si0at karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau
kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk karet atau
kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. 4alam bentuk bahan mentah, karet alam
sangat disukai karena mudah menggulung pada roll se1aktu diproses dengan penggiling
terbuka dan dapat mudah ber'ampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di
dalam pembuatan kompon. 4alam bentuk kompon, karet alam sangat mudah
dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang
yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan.
.eunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh
karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol
karet yang sepatunya diproduksi dengan 'ara vulkanisasi langsung.
Protein dalam karet alam dapat memper'epat vulkanisasi atau menarik air dalam
vulkanisat. &eberapa lipid ada yang merupakan bahan pen'epat atau antioksidan. Protein
juga dapat meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan sobek.
.aret alam lama kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi keras.
-da jenis karet alam yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin sehingga tidak
bisa mengeras dan disebut karet 56 "'ontant vis'osity%. .aret alam bisa mengkristal pada
suhu rendah "misalkan -2)75% dan bila ini terjadi, diperlukan pemanasan karet sebelum
diolah pabrik barang jadi karet.
2. .aret sintetis
+ika karet alam dibuat dari getah pohon karet, karet sintetis atau karet buatan dibuat
dari bahan baku minyak bumi. .aret sintetis lebih tahan terhadap berbagai bahan kimia.
5ontoh karet sintetis yang banyak digunakan yaitu styrene butadiene rubber "S&8%.
2.2 Proses Industri Karet
&ahan baku yang diperoleh industri karet berasal dari industri perkebunan, bahan
baku tersebut berbentuk lateks dan dari perkebunan rakyat berbentuk koagulum yang
sudah dia1etkan dengan asam sul0it. &ahan baku tersebut harus dibersihkan dan juga
harus dalam kondisi stabil. 4alam proses pen'u'ian dan penstabilan karet tersebut
diperlukan bahan pen'u'inya adalah air bersih 'ukup banyak, dan umumnya diambil dari
air pemukaan sungai.
Sebelum dilakukan proses pen'a'ahan karet yang berbentuk koagulum terlebih
dahulu dilakukan pen'u'ian dengan menyemprotkan air ke tumpukan koagulum karet
tersebut, selanjutnya dilakukan peme'ahan "breaker%, dan pen'a'ahan re9tunderyang
ditindaklanjuti dengan mi9ing tank. .emudian dilakukan proses penggilingan di 'rapper
berulang-ulang sampai diperoleh karet yang benar-benar murni atau berdih dan kondisi
stabil. .emudian dilakukan pengeringan selama kurang lebih dari ( jam, kemudian
dipotong-potong.
Proses produksi karet meliputi hal-hal berikut *
1. &ahan baku "lateks kebun%
2. Penerimaan lateks di gudang pabrik
3. Pengen'eran 3ateks
$. Penambahan bahan kimia
!. Penggumpalan
). Penggilingan
:. Pengemasan
Pasokan air bagi proses produksi maupun untuk penunjang memerlukan jumah
yang besar;banyak dengan 0ungsinya sebagai pembersih atau pen'u'i. -pabila air yang
diperoleh dari sumbernya sudah layak sebagai pen'u'i maka langsung digunakan atau
sebaliknya. Pembakuan air bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang berada dala
air baku berupa padatan tersuspensinya, padat terlarutnya dan kontaminasi logam.
-pabila tidak ditemukan unsur logam, maka pengbakuan air dilakukan se'ara 0isika saja
yaitu 'ara 0iltrasi dan sedimentasi.
2.3 Limba Industri Karet
2.3.1 Sumber Limba Industri Karet
-pabila dilihat dari tahapan poduksi baik dari bahan baku berasal dari lateks dan
bahan olahan karet rakyat "bokar%, maka limbah yang terbentuk pada industri karet dapat
berupa limbah padat, limbah 'air, dan limbah gas. .ualitas bahan baku berpengaruh
terhadap tingkat kuantitas dan kualitas limbah yang akan terjadi dengan rin'ian sebagai
berikut *
1. makin kotor bahan karet olahan akan makin banyak air yang diperlukan untuk
proses pembersihannya, sehingga debit limbah 'airpun meningkat.
2. makin kotor dan makin tinggi kadar air dari bahan baku karet olahan, akan makin
mudah terjadinya pembusukan, sehingga kuantitas limbah gas;bau pun meningkat.
3. bahan baku karet olahan yang kotor menyebabkan kuantitas lumpur, tatal dan
pasir relati0 tinggi.
Pembersihan dilakukan melalui penge'ilan ukuran, proses ini juga bertujuan untuk
memperbesar luas pemukaan karet agar 1aktu pengeringan relati0 singkat. 4engan
demikian, limbah yang terbentuk dominan berbentuk limbah 'air.
Sumber limbah 'air dapat dikategorikan dari proses produksi dengan rin'ian
sebagai berikut*
1. &ahan baku olahan karet rakyat
&ahan baku karet rakyat berbentuk koagulum "bongkahan% yang telah dibubuhi asam
semut, dan banyak mengandung air dan unsur pengotor dari karet baik disengaja maupun
tidak disegaja oleh kebun rakyat. Sumber limbahnya antara lain*
a. penyimpanan koagulum
b. sebelum produksi terlebih dulu karet disempot air sehingga menghasilkan limbah
'. pen'a'ahan koagulum lalu di 'u'i dengan air lagi
d. proses peremahan dengan hammer mill juga menghasilkan limbah 'air, 1aaupun
jumlahnya relati0 ke'il
2. &ahan baku berasal dari lateks kebun
4alam proses produksi untuk meghasilkan karet digunakan air lebih sedikit, tetapi
mempunyai bahan kimia didalam air limbahnya. Sumber limbahnya adalah dari proses
pen'a'ahan dan peremahan.
Pengaruh tiap parameter terhadap lingukungan dapat dijelaskan sebagai berikut*
a. &<4
&<4 merupakan salah satu parameter limbah yang memberi gambaran atas tingkat
polusi air. Semakin tinggi nilai &<4 menunjukkan makin besar oksigen yang dibutuhkan
oleh mikroorganisme merubah organik. =akin tinggi kandungan bahan organik akan
menyebabkan makn berkurangnya konsentrasi oksigen terlarut di dalam air yang
akhirnya berakibat kematian berbagai biota air. Pengurangan konsentrasi oksigen terlarut
menyebabkan kondisi aerob bergeser ke kondisi anaerob.
b. 5<4
5<4 mirip dengan &<4, bedanya osigen yang diperlukan merupakan oksigen
kimia1i seperti <2 atau oksidator lainnya untuk mengoksidasi se'ara kimia bahan
organik menjadi senya1a lain seperti gas metan, amoniak, dan karbon dioksida. >ilai
5<4 selalu lebih tinggi daripada nilai &<4 karena hampir seluruh jenis bahan organik
dapat teroksidasi se'ara kimia termasuk bahan organik yang teroksidasi se'ara biologis.
'. Padatan 2erendap
Padatan terendap menunjukkan jenos padatan yang terkandung di dalam 'airan limbah
yang mampu mengendap di dasar 'airan se'ara gravitasi dalam 1aktu paling lama sekitar
1 jam.
d. Padatan 2ersuspensi
Padatan tersuspensi adalah padatan yang membentuk suspensi atau koloid. Se'ara
kasat mata padatan ini terlihat mengapung atau mengambang serta mengeruhkan air
karena berat jenisnya relati0 rendah.
e. Padatan 2erlarut
Padatan ini bersama-sama dengan suspensi koloid tidak dapat dipisahkan se'ara
penyaringan. Pemisahannya hanya dapat dilakukan dengan proses oksidasi biologis atau
koagulasi kimia.
0. .andungan >itrogen
&entuk senya1a nitrogen yang paling umum adlah protein amonia, nitrit dan nitrat.
.etiga jenis terakhir ini dihasilkan dari perombakan protein, sisa tanaman dan pupuk
yang tersisa di dalam 'airan limbah.
g. 4erajat .easaman "p#%
Suatu 'airan dikatan bersi0at normal bila p# ? : . makin rendah nilai p# artinya air
makin bersi0at asam, sebaliknya makin tinggi bersi0at basa.
2.3.2 Karakteristik dan !am"ak Limba Industri Karet
.arakteristik dan jumlah limbah yang dihasilkan dari proses produksi karet
dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan.
1. 3imbah 5air
Proses pengolahan karet tergolong proses basah, banyaknya kebutuhan air untuk
keperluan pngolahan akan menentukan banyaknya limbah 'air yang dihasilkan,
sekaligus menetukan ran'angan ukuran sarana pengolah limbah. +umlah air yang
digunakan dalam proses produksi, hampir seluruhnya menjadi limbah, karena
karet baik berupa bahan baku maupun setengah jadi tidak menyerap air. Pengaruh
kebutuhan air adalah tingkat kotoran yang ada dalam bahan baku, serta e0esiensi
kinerja sarana pengolahan. >ilai parameter limbah pada setiap bagian proses
pengolahan berbeda-beda. >ilai parameter &<4 atau 5<4 yang sangat besar dari
air buangan menunjukkan tingginya kadar bahan organiknya, peningkatan kadar
bahan organik akan makin mengganggu ekosistem lingkungan yang menerima air
buangan karena oksigen banyak digunakan oleh bakteri pengurai untuk
menghan'urkan bahan organik tersebut. 2otal padatan merupakan bahan yang
berasal dari peme'ahan komponen organik, sedangkan padatan tersuspendi
merupakan bahan yang tidak larut di dalam air dan 'enderung mengalami
pembusukan jika suhu air meningkat "musim panas%. 4ampak negati0 juga timbul
jika air limbah langsung dibuang ke sungai atau perairan umum. &agi pabrik yang
berlokasi di areal perkebunan, penanganan limbah 'air relati0 mudah, bahkan
dapat diman0aatkan menjadi pupuk tanaman karetnya.
2. 3imbah Padat
Se'ara umum limbah padat yang terbentuk pada pengolahan karet tidak tergolong
limbah bera'un. 3imbah biasanya hanya berupa tatal, lumpur, pasir rotan, kayu,
daun, dan plastik bekas kemasan. &okar yang kotor merupakan sumber utama
pemba1a limbah padat. &eberapa jenis padatan dalam jumlah yang sudah
sedemikian besar akan mengganggu keseimbangan ekosistem. 3imbah tersebut
jika dibuang ke sungai, dalam jangka 1aktu tertentu akan menyebabkan
pendangkalan badan air. 3imbah padat akan dikirim ke 2P- dalam keadaan sudah
'ukup kering, lebih baik lagi jika sudah bersi0at kompos, sehingga di 2P- tinggal
proses pelapukan akhir.
3. 3imbah @as
Pabrik karet dalam proses pengolahan menggunakan bahan kimia berupa
ammonia dan asam 'uka serta dalam proses pengasapan menggunakan kayu
bakar. -mmonia dan asam 'uka yang digunakan berupa gas yang dapat menguap
dan dapat men'emari udara jika penggunaannya melebihi ambang batas yang
ditentukan. 4alam proses pengasapan penggunaan kayu bakar sebagai bahan
bakar juga dapat menyebabkan pen'emaran udara. .ayu yang dibakar
mengasilkan polutan berupa 5arbon 4ioksida, >itrogen <ksida dan >itrogen
4ioksida.
2.# Pengo$aan Limba
Perusahaan harus menyadari bah1a apabila limbah yang dihasilkan dibuang ke
linkungan sekitarnya akan mempengaruhi keseimbangan alam atau lingkungan hidup
dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 4alam jangka pendek dapat dirasakan oleh
masyarakat setempat se'ara langsung maupun se'ara tidak langsung yag membuat respon
negati0 terhadap perusahaan dan jangka menengah dan panjang akan mempengaruhi
lingkungan yang lebih luas.
Pengolahan limbah dapat dikelompokkan edalam pengolahan dari sumbernya
yang disebut sebagai proses produksi bersih, dan pengelolaan saat limbah tersebut keluar
dari proses produksi.
1. pengolahan limbah dari sumbernya
pengolahan limbah dapat dilakukan mulai dari sumber limbah itu dihasilkan, yaitu
dengan meminimalisasi limbah yang dihasilkan, reuse, rey'ling. 4alam industri
karet meminimalisasi limbah 'air dapat dilakukan dengan 'ara*
a. gudang penyimpanan bahan baku sebaiknya beratap dan air yang keluar
dari bahan baku berupa limbah dialirkan langsung ke ,P-3 ",nstalasi
pengolahan air limbah%.
b. limbah yang berasal dari pen'u'ian a1al koagulum dan pen'a'ahan di
mesin Pre Beaker, dan di Hammer Mill dipisahkan saluran airnya serta
diarahkan langsung ke ,P-3.
'. -ir limbah yang berasal dari proses di tahap ke dua atau ketiga di 'reper,
tngkat kualitas air tersebut masih dapat digunakan pen'u'ian tanpa
pengolahan.
d. Pemisahan dari saluran air limbah yang haus diolah terpisah dengan air
limbah yang masih dapat digunakan
e. -ir yang keluar dari ,P-3 dapat digunakan kembali sebagai pen'u'i di
lantai gudang baha baku.
2. ,P-3 ",nstalasi Pengolahan -ir 3imbah%
4alam pengolahan limbah 'air ini perlu diperhatikan menajemen pengolahan
limbah di perusahaan dan pengolahan 0isik limbah sebagai e0luen dari proses
produksi.
 Pengo$aan $imba "endau$uan bertujuan untuk memisahkan Aat atau unsur
padatan kasar yang ada dalam air limbah dengan 'ara penyaringan untuk
meminimalisasi gangguan dalam proses pengolahan limbah berikutnya. Proses
pengolaha a1al ini juga disebut sebagai pengolahan proses 0isika
a. penyaringan
bertujuan untuk memisahkan pengotor yang berupa padatan kasar atau serpihan
yang terba1a oleh limbah 'air.
b. sedimentasi
sedimentasi adalah proses pemisahan padatan dari 'airannya dengan 'ara
mengendapkan se'ara gravitasi. Proses ini juga dapat memisahkan jenis padatan
berupa 0lok hasil proses kimia1i dan hasil proses biologi
'. netralisasi
limbah 'air industri pengolahan karet bersi0at asam, maka proses penetralan perlu
dilakukan terlebih daulu sebelum pengolahan lanjutan.
d. /Bualisasi
Pross eBualisasi sangat dibutuhkan agar aliran relati0 konstan dan kinerja proses
operasi pada sistem pengolahan meningkat.
 Pengo$aan $imba $an%utan dapat dilakukan dengan beberapa 'ara, yaitu *
a. pengolahan se'ara kimia1i
b. pengolahan se'ara sistim kolam;0lokulasi "aerob atau anaerob%
'. pengolahan se'ara lumpur akti0 "biologi%
d. pengolahan se'ara pemanenan ganggang
 "engo$aan se&ara kimia
a. koagulasi
proses koagulasi adalah perlakuan kimia1i terhadap limbah 'air dengan 'ara
penambahan bahan elektrolit yang berla1anan muatan dengan koloid. &ahan
kimia yang bisa digunakan sebagai koagulan adalah ta1as; alum, 0ero sul0at, 0eri
sul0at dan 0eri khlorida.
b. 0lokulasi
0lokulasi adalah proses pengadukan lambat dan terus meneris terhadap air yang
dikoagulasikan dengan tujuan membentuk 0lok.
 Pengo$aan se&ara sekunder
Pengolahan se'ara sekunder juga disebut pengolahan se'ara biologi yang
bertujuan untuk mengurangi senya1a organik terlarut dalam air limbah.
 Pengo$aan se&ara ko$am 'aku$tati'
Pabrik karet yang terletak di lokasi dengan ketersediaan lahan terbuka yang masih
luas seperti di P2 Perkebunan atau perkebunan s1asta bersistem kolam
arobik;anaerobik yang dilanjutkan dengan kolam 0akultati0 dinilai merupakan
sistem penanganan limbah yang paling memadai.
a. proses aerob
bahan-bahan organik terlarut akan masuk ke dalam sel se'ara absorpsi, sedangkan
yang bersi0at koloid masuk se'ara adsorpsi. Proses espirasi sel mengoksidasi
senya1a organik dan menghasilan senya1a 0os0at yang digunakan sebagai sumber
tenaga.
1. kolam stabilisasi
proses pengolahan limbah 'air dengan 'ara kolam stabilisasi berdasarkan
konsep pemurnian di alam. Proses biologis dapat terjadi se'ara aerobik,
0akultati0 dan anaerobik.
3umpur-lumpur yang mengendap dan organik terlarut yang berada di bagian
ba1ah akan didegradasi oleh bakteri anaerobik menghasilkan bahan-bahan
anorganik dan komponen-komponen lain yang berbau.
2. kolam aerasi
kolam aerasi merupakan engolahan degan sistem aerasi dimana pelarutan
oksige diperoleh dari alat-alat mekanis. -lat-alat untuk aerasi ada yang di
permukaan dan ada pula ditempatkan di dalam air. Pada bagian akhir kolam
aerasi harus dilengkapi dengan alat pengendapan untuk pemisahan lumpur
yang dihasilkan dari proses.
b. proses anaerob
pada kolam anaerobik berlangsung serangkaian reaksi seperti hidrolisis senya1a
organik C organik oleh enAym ekstraselular menjadi organik terlarut, reaksi
aeidogenesis terhadap produk hidrolisis oleh bakteri 0akultati0;obligat anaerob
menjadi molekul C molekul.
!A(TA) PUSTAKA
&udiman, -DS. 200$. 2he @lobal >8 ,ndustry * 5urrent 4evelopment and Duture
Prospe'ts. =akalah dalam ,nternational 8ubber 5on0eren'e 200$, +akarta, 13-1!
4esember 200$.
#onggokusumo, S. 199:. .ursus 2eknologi &arang +adi .aret. &P2. &ogor, &ogor.
+ana, @. . dan 5. .. 4as. 200!. 8e'y'ling >atural 8ubber 6ul'aniAates through
=e'hano'hemi'al 4evul'aniAation. =a'romole'ular 8esear'h 6ol .13 >o. 1*30-3(.
-nonim. 200:. Gambaran Sekilas Industri Karet.
http*;;111.depperin.go.id;Paket,n0ormasi;.aret;.aret.pd0. 4i akses pada tanggal 0) +uli
201$
.resna1aty, ,rma dkk. 200(. Optimisasi produksi biogas dari limbah lateks cair pekat
dengan penambahan logam. 4i akses pada tanggal 0) +uli 201$
Suhartini, =eri. Modiikasi produk dan daur!ulang limbah karet alam. 4i akses pada
tanggal 0: +uli 201$