You are on page 1of 47

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit campak merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-
anak di seluruh dunia yang meningkat sepanjang tahun. Pada tahun 2005 terdapat
345.000 kematian di dunia akibat penyakit campak dan sekitar 311.000 kematian
terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun. Pada tahun 2006 terdapat
242.000 kematian karena campak atau 2- kematian terjadi setiap jamnya.
!ematian campak yang meliputi seluruh dunia pada tahun 200 adalah 1".000
dengan inter#al 141.000 hingga 26.000 kematian dimana 1.000 kematian
terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun. $ebih dari "5% kematian campak
terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan in&rastruktur kesehatan
lemah '()*+ 200,-.
Pada sidang ()* 'World Health Organization- tahun 1""6
menyimpulkan bahwa campak dimungkinkan untuk dieradikasi+ karena satu-
satunya pejamu 'host- atau reser#.ir campak hanya manusia. /radikasi akan dapat
dicapai 10-15 tahun setelah di eliminasi. 0enurut (.rld )ealth 1ssembly '()1-
pada bulan mei 2010 menyepakati target pencapaian pengendalian penyakit
campak pada tahun 2015 yaitu 2 mencapai cakupan imunisasi campak d.sis
pertama 3 "0% secara nasi.nal dan minimal ,0% diseluruh kabupaten4 k.ta.
0enurunkan angka m.rbiditas campak menjadi kurang dari "0% penduduk setiap
tahunnya dan menurunkan angka m.rtalitas menjadi kurang dari "5%. 5eberapa
negara seperti 1merika+ 1ustralia dan beberapa negara lainnya telah memasuki
tahap eliminasi campak 'cakupan imunisasi sangat tinggi dan kasus campak
jarang terjadi- '6epkes 78+ 2005-.
0enurut regional and global summaries of measles incidence ()* tahun
200,+ angka insidens campak di wilayah South-East Asia '9/17*- adalah 5.0
'()*+ 200,-. 0asalah kematian campak di dunia yang dilap.rkan pada tahun
2002 sebanyak .000 dan 202.000 di antaranya berasal dari negara 19/1:
1
serta 15% dari kematian campak tersebut berasal dari 8nd.nesia '6epkes 78+
2006-. 8nd.nesia termasuk salah satu dari 4 negara penyumbang kasus campak
terbesar di dunia '6epkes 78+ 200,-. Pada tahun 200,+ angka abs.lut campak di
8nd.nesia adalah 15.36" kasus '()*+ 200,-. !ematian anak akibat penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi 'P638- di 8nd.nesia adalah 1+ juta
kematian dan 5% penyebab kematian anak di bawah lima tahun '6epkes 78+
2006-.
Pada anak-anak dalam k.ndisi garis batas kekurangan gi;i+ campak sering
kali sebagai pencetus terjadinya kwarshi.rk.r akut dan eksaserbasi de&isiensi
#itamin 1 yang dapat menyebabkan kebutaan '6epkes 78+ 2005-. 5erdasarkan
riset kesehatan dasar 8nd.nesia tahun 200+ pre#alensi nasi.nal campak
'berdasarkan diagn.sis tenaga kesehatan dan keluhan resp.nden- adalah 1+,%
'6epkes 78+ 200-.
8nd.nesia pada saat ini berada pada tahap reduksi dengan pengendalian
dan pencegahan kejadian luar biasa '!$5-. <ingkat penularan in&eksi campak
sangat tinggi sehingga sering menimbulkan !$5. =umlah kasus campak menurun
pada semua g.l.ngan umur di 8nd.nesia terutama anak-anak di bawah lima tahun
pada tahun 1""" s4d 2001+ namun setelah itu insidence rate tetap+ dengan kejadian
pada kel.mp.k umur > 1 tahun dan 1-4 tahun selalu tinggi daripada kel.mp.k
umur lainnya. Pada umumnya- !$5 yang terjadi di beberapa pr.#insi
menunjukkan kasus tertinggi selalu pada g.l.ngan umur 1-4 tahun '6epkes+
2006-.
?ambaran ini menunjukkan bahwa balita merupakan kel.mp.k rentan dan
perlu ditingkatkan imunitasnya terhadap campak. )al ini menggambarkan
lemahnya pelaksanaan dari pemberian satu d.sis sehingga perlu dilakukan
imunisasi campak pada semua kel.mp.k umur tersebut di seluruh desa yang
mempunyai masalah cakupan imunisasi. <anpa pr.gram imunisasi+ attack rate
"3+5 per 100.000 kasus campak dengan gi;i buruk akan meningkatkan @A7 'case
fatality rate- '6epkes 78+ 2006-.
2
!ejadian penyakit campak sangat berkaitan dengan keberhasilan pr.gram
imunisasi campak. 8ndikat.r yang bermakna untuk menilai ukuran kesehatan
masyarakat di negara berkembang adalah imunisasi campak. Pada tahun 2006
()* bersama B:8@/A 'United Nations Childrens !und- membuat rencana
strategi gl.bal maupun regi.nal 2006-2010 yang memiliki tujuan pr.gram
pengendalian penyakit campak dengan mengurangi angka kematian campak
sebesar "0% 'estimated- pada tahun 2010 dibanding tahun 2000. Bntuk mencapai
tujuan tersebut diatas+ perlu dilakukan beberapa upaya. 9alah satu upayanya
adalah melaksanakan sur#eilans berbasis indi#idu 'case based sur"eillance-
dengan penguatan strategi imunisasi '6epkes 78+ 200,-. 5ila cakupan imunisasi
mencapai "0%+ maka dapat berk.ntribusi menurunkan angka kesakitan dan angka
kematian sebesar ,0% - "0% '6epkes 78+ 2004-.
6i 8nd.nesia+ pr.gram imunisasi campak dimulai pada tahun 1",2 dan
masuk dalam pengembangan pr.gram imunisasi. Pada tahun 1""1+ 8nd.nesia
dinyatakan telah mencapai B@8 'Uni"ersal Child #mmunization- secara nasi.nal
yang berdampak p.siti& terhadap penurunan insidensi campak pada balita. 9elama
peri.de 1""2 C 1"" terjadi penurunan dari 20+0, per 10.000 .rang menjadi 3+4
per 10.000. (alaupun imunisasi campak telah mencapai B@8+ tetapi di beberapa
daerah masih mengalami !$5 @ampak+ terutama di daerah dengan cakupan
imunisasi rendah '6epkes 78+ 2006-
?ambar 1.1 @akupan 8munisasi @ampak di 8nd.nesia <ahun 2011
3
0enurut data 6irjen PP$+ tahun 2011 cakupan sasaran imunisasi campak
untuk Pr.#insi 9umatera 5arat sebesar ,6+4% sedangkan per 9eptember 2012
sebesar 36%. Bntuk cakupan imunisasi kabupaten <anah 6atar sebesar ,%+
sedangkan cakupan imunisasi <anah 6atar per 9eptember 2012 sebesar 34+"%.
Puskesmas $ima !aum tahun 2012 untuk sasaran imunisasi campak sejumlah 331
.rang dengan pencapaian sebesar ,"+%. sedangkan tahun 2013 sasaran imunisasi
campak sejumlah 544 .rang dengan pencapaian 1%. 9ecara cakupan imunisasi
yang dicapai dengan target ()* masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar
"0%.
1.2 Tujuan Penulisan
1. 0engidenti&ikasi kejadian campak di lingkungan Puskesmas $ima !aum
8.
2. 0enentukan s.lusi untuk menangani !ejadian $uar 5iasa @ampak di
lingkungan Puskesmas $ima !aum 8.
3. 0elaksanakan !ampanye imunisasi @ampak sebagai s.lusi terbaik untuk
menangani !$5 @ampak di lingkungan Puskesmas $ima !aum 8.
4. 0eningkatkan pencapaian target pr.gram imunisasi pada bayi dan balita di
lingkungan Puskesmas $ima !aum 8.
1.3 Manfaat Penulisan
1. 6apat menjadi in&.rmasi kepada masyarakat+ aparat pemerintah+ petugas
puskesmas dan khususnya keluarga pasien mengenai pentingnya imunisasi
pada bayi dan balita sebagai upaya untuk mencegah terjadinya !$5
campak di masyarakat.
2. 9ebagai re&erensi pembelajaran dan menambah pengetahuan penulis dalam
menganalisa dan memberikan s.lusi pada permasalahan !$5 @ampak di
masyarakat.
4
BAB II
ANALISIS SITUASI
2.1. a!"aran e#grafis
2.1.1. Letak
Puskesmas $ima !aum 8 terletak di =.r.ng <ig. <umpuk :agari
$ima !aum !ecamatan $ima !aum !abupaten <anah 6atar dengan luas
wilayah kerja D 36 !m dan dengan batas wilayah sebagai berikut 2
• 9ebelah Btara berbatas dengan !ecamatan 9ungai <arab.
• 9ebelah 9elatan berbatas dengan !ecamatan 7ambatan.
• 9ebelah 5arat berbatas dengan Puskesmas $ima !aum 88.
• 9ebelah <imur berbatas dengan !ecamatan <anjung /mas.
2.1.2. $ila%a& 'erja
(ilayah kerja Puskesmas $ima !aum 8 terdiri dari 2 !enagarian
yaitu :agari $ima !aum yang mempunyai , j.r.ng dan :agari 5aringin
yang mempunyai 13 j.r.ng.
6alam wilayah kerja Puskesmas $ima !aum 8 terdapat 2
a. Puskesmas Pembantu sebanyak 3 buah yaitu 2
 Puskesmas Pembantu Piliang
 Puskesmas Pembantu 5ukit ?.mbak
 Puskesmas Pembantu 5aringin
b. P.nd.k 5ersalin 6esa sebanyak 2 buah yaitu 2
 P.lindes 5alai $abuh 1teh
 P.lindes !.t. ?adis
c. P.syandu sebanyak 42 buah berikut dengan tingkat kemandiriannya2
Ta"el 2.1 (u!la& P#s%an)u )i $ila%a& 'erja Puskes!as Li!a 'au! I
:* :101 1$101< 9<71<1 P*9E1:6B
Pratama 0adya Purnama 0andiri
5
P*9E1:6B
1 7estu 5unda 5.?.mbak F
2 0amedah Pasar F
3 @empaka !p.5aru F
4 *rchid !p.5aru F
5 0elati =l.0inang F
6 Alamb.yan 0alana F
9er.ja 0alana F
, )arapan <.<umpuk F
" 0awar
0erah
5lk.Pajak F
10 <ikam 9akti 6usun
<u.
F
11 !enanga 6usun
<u.
F
12 0ekar =ati F
13 0elati Prk. =uar F
14 )arapan
5unda
5.?.mbak F
15 0elati !p.9udut F
16 !asih 8bu 9igarung F
1 0awar
0ekar
!t.?adis F
1, 5aler.ng
9akti
Piliang F
1" )arapan
5angsa
Piliang F
20 5elaian 8bu Piliang F
6
21 <abek 5iri 5.$.1tas F
22 Alamb.yan 5.$.1tas F
23 !enanga 5.$.5awa
h
F
24 0elati 5.$.5awa
h
F
25 !emala 5aringin F
26 !.bra 5aringin F
2 5aringin
9akti
5aringin F
2, !asih 5unda 5.?.mbak F
2" @endana 6ip.neg.r
.
F
30 0awar $. 5atu F
31 @inta 9ehat $. 5atu F
32 1nggrek !uburaj. F
33 0elati !uburaj. F
34 0awar !uburaj. F
35 5unga 0ekar !uburaj. F
36 !asih 8bu !uburaj. F
3 1rpinca !uburaj. F
3, 5alai 5atu 8 5alai 5atu F
3" 5alai 5atu 88 5alai 5atu F
40 0ekar 0alana F
41 !amb.ja !uburaj. F
42 Pelita 5unda !p. 5aru F
= B 0 $ 1 ) 2 21 10 "
7
2.2. a!"aran De!#grafis
2.2.1. (u!la& Pen)u)uk
(ilayah !erja Puskesmas $ima !aum 8 terdiri dari 2 40% daerah
daratan dan 60% daerah perbukitan. =umlah penduduk wilayah kerja
Puskesmas $ima !aum 8 sebanyak 2,.6,2 jiwa yang terdiri dari 2
• $aki-laki 2 13.,2 =iwa
• Perempuan 2 14.,55 =iwa
2.2.2. Data 'ea)aan Daera&
<erletak lebih kurang 500 0 dari permukaan laut+ sehingga
sebagian besar '20%- adalah daerah berbukit dan lainnya adalah daerah
pemukiman serta daerah hutan.
2.3. Data Ek#n#!i )an S#sial Bu)a%a
9ebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah bertani+
pegawai+ berdagang+ hampir seluruh penduduk beragama 8slam.
2.*. +asilitas Pen)i)ikan
• =umlah P1B6 2 5 buah
• =umlah <! 2 13 buah
• =umlah 96408: 2 21 buah
• =umlah 90P49ederajat 2 buah
• =umlah 90B 2 , buah
• Perguruan <inggi 2 3 buah
2.,. -isi )an Misi Puskes!as
2.,.1. -isi
G0enjadi Puskesmas terbaik dalam pelayanan kesehatanH
2.,.2. Misi
1. 0eningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat.
2. 0emperbaiki+ memelihara dan meningkatkan kesehatan indi#idu+
keluarga dan masyarakat serta lingkungan.
8
3. memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat
sesuai standar pelayanan.
2... 'etenagaan
<enaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas $ima !aum 8
berjumlah 3 .rang terdiri dari 2
• 6.kter umum 2 2 .rang
• 6.kter ?igi 2 1 .rang
• 1p.teker 2 1 .rang
• 9arjana !esehatan 0asyarakat 2 1 .rang
• 5idan 2 .rang
• Perawat 2 10 .rang
• 9anitarian 2 1 .rang
• <enaga ?i;i 2 1 .rang
• Perawat ?igi 2 2 .rang
• 1sisten 1p.teker 2 2 .rang
• <enaga 7ekam 0edik 2 1 .rang
• <enaga $ab.rat.rium 2 1 .rang
• <enaga 1dministrasi '$@P!- 2 1 .rang
• 5idan 6esa 2 2 .rang
• <enaga 9atpam 2 1 .rang
• <enaga !3 2 1 .rang
• <enaga 9.pir 2 1 .rang
!ader di 42 P.syandu sebanyak 16, *rang+ kader yang akti& 150 .rang.
=umlah P.syandu $ansia 41+ P.syandu yang akti& 23.
2./. Sarana
9arana !esehatan yang ada di Puskesmas $ima !aum 8 adalah sebagai
berikut 2
• Puskesmas 8nduk 2 1 buah
9
• Puskesmas Pembantu 2 3 buah
• P.lindes 2 2 buah
• P.syandu 2 42 buah
9arana transp.rtasi yang ada adalah sebagai berikut 2
• Puskel 2 1 buah
• 9epeda m.t.r 2 4 buah
9arana penunjang kegiatan adalah sebagai berikut 2
• @.mputer Pentium 3 2 2 unit
• @.mputer pentium 4 2 unit
• @.mputer 98! '8n.#asi- 2 5 unit
• $apt.p 2 1 buah
• 0esin <ik 2 3 buah
2.0. U1a%a 'ese&atan
Bpaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas $ima !aum 8
terdiri dari upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan.
Eang termasuk dalam upaya kesehatan wajib adalah 2
1. Bpaya Pr.m.si !esehatan
2. Bpaya !esehatan $ingkungan
3. Bpaya !esehatan 8bu dan 1nak serta !eluarga 5erencana
4. Bpaya Perbaikan ?i;i 0asyarakat
5. Bpaya Peng.batan 6asar
9edangkan upaya kesehatan pengembangan adalah upaya
kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang
ditemukan dimasyarakat setempat serta disesuaikan dengan kemampuan
puskesmas. 1da pr.gram pengembangan 'pr.gram in.#ati&- yaitu 2
1. Bpaya !esehatan ?igi dan 0ulut
2. Bpaya !esehatan 9ek.lah
3. Bpaya !esehatan $anjut Bsia
4. Bpaya !esehatan 0ata
5. Bpaya !esehatan =iwa
6. Bpaya !esehatan <elinga
. Bpaya Perawatan !esehatan 0asyarakat
10
11
BAB III
TIN(AUAN PUSTA'A
2AMPA'3 M45BILI
3.1. Definisi
0.rbili adalah penyakit #irus akut yang sangat menular+ disebabkan .leh
#irus yang umumnya menyerang anak. 0.rbili memiliki gejala klinis khas
yaitu terdiri dari 3 stadium yang masing-masing mempunyai ciri khusus2
masa tunas 10-12 hari+ '1- stadium pr.dr.mal dengan gejala pilek dan batuk
yang meningkat dan ditemukan enantem pada muk.sa pipi 'bercak k.plik-+
&aring dan peradangan muk.sa k.njungti#a+ '2- stadium erupsi+ pada stadium
ini muncul ruam makul.papular dengan p.la cephal.caudal mulai dari
belakang telinga menyebar ke muka+ badan+ lengan dan kaki yang didahului
dengan suhu badan yang meningkat dan '3- stadium k.n#alesen selanjutnya
ruam menjadi menghitam dan mengelupas.
1
0.rbili adalah penyakit anak menular yang la;im biasanya ditandai
dengan gejala gejala utama ringan+ ruam serupa dengan campak ringan atau
demam scarlet+ pembesaran dan nyeri kelenjar lim&e.
2
3.2. Eti#l#gi
Firus berada di sekret nas.&aring dan di dalam darah+ minimal selama
masa tunas dan dalam waktu yang singkat sesudah timbulnya ruam. Firus
tetap akti& minimal selama 34 jam pada temperatur kamar+ 15 minggu di
dalam pengawetan beku+ minimal 4 minggu disimpan dalam temperatur
35I@+ dan beberapa hari pada suhu 0I@. Firus tidak akti& pada p) rendah.
1

5entuk Firus
Firus m.rbili termasuk g.l.ngan $aramy%o"irus berbentuk bulat dengan
tepi yang kasar dan bergaris tengah 140 nm+ dibungkus .leh selubung luar
yang terdiri dari lemak dan pr.tein. 6i dalamnya terdapat nukle.kapsid
yang berbentuk bulat l.nj.ng+ terdiri dari bagian pr.tein yang mengelilingi
12
asam nukleat '7:1- C yang merupakan struktur heliks nukle.pr.tein dari
myJ.#irus. Pada selubung luar sekali terdapat t.nj.lan pendek. 9alah-satu
pr.tein yang berada di selubung luar ber&ungsi sebagai hemaglutinin.
1

!etahan Firus
Firus m.rbili adalah .rganisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi.
1pabila berada di luar tubuh manusia+ keberadaannya tidak kekal. Pada
temperatur kamar ia akan kehilangan 60% si&at in&ekti#itasnya setelah 3-5
hari+ pada suhu 3I@ waktu paruh usianya 2 jam+ sedangkan pada suhu
56I@ hanya satu jam. 9ebaliknya #irus ini mampu bertahan dalam keadaan
dingin. Pada suhu - 0I@ dengan media pr.tein ia dapat bertahan hidup
selama 5+5 tahun+ sedangkan dalam lemari pendingin dengan suhu 4-6I@+
dapat hidup selama 5 bulan. <etapi bila tanpa media pr.tein+ #irus ini
hanya mampu bertahan selama 2 minggu+ dan dapat dengan mudah
dihancurkan dengan sinar ultra#i.let.
1
*leh karena selubungnya terdiri dari lemak maka #irus campak termasuk
mikr..rganisme yang bersi&at ether labile. Pada suhu kamar+ #irus ini akan
mati 20% ether setelah 10 menit dan dalam 50% aset.n setelah 30 menit.
Firus camapak juga sensiti& terhadap 0+01% betapr.piacet.ne C pada suhu
3I@ dalam 2 jam+ ia akan kehilangan si&at in&ekti#itasnya namun tetap
memiliki antigenitas penuh. 9edangkan dalam &.rmalin 1 4 4.000+ #irus ini
menjadi tidak e&ekti& setelah 5 hari+ tetapi tetap tidak kehilangan
antigenitasnya. Penambahan tripsin akan mempercepat hilangnya p.tensi
antigenik.
1

Pertumbuhan Firus
Firus m.rbili dapat tumbuh pada berbagai macam tipe sel+ tetapi untuk
is.lasi primer digunakan biakan sel ginjal manusia atau kera. Pertumbuhan
#irus m.rbili lebih lambat daripada #irus lainnya+ baru mencapai kadar
tertinggi pada &ase larutan setelah -10 hari. Firus tidak akan tumbuh
dengan baik pada perbenihan primer yang terdi dari continuous cell lines+
tetapi dapat diis.lasi dari biakan primer sel manusia atau kera terlebih
13
dahulu dan selanjutnya #irus ini akan dengan mudah menyesuaikan diri
dengan berbagai macam biakan yang terdiri dari continuous cell lines yang
berasal dari sel gana maupun sel n.rmal manusia. 9ekali dapat
menyesuaikan diri pada perbenihan tersebut+ ia dapat tumbuh dengan cepat
dibandingkan dalam perbenihan primer+ dan mencapai kadar
maksimumnya dalam 2-4 hari.
1
Firus m.rbili menyebabkan dua perubahan sit.patik. Perubahan sit.patik
yang pertama berupa perubahan pada sel yang batas tepinya menghilang
sehingga sit.plasma dari banyak sel akan saling bercampur dan
membentuk anyaman dengan pengumpulan 40 nukleus di tengah.
#nclusion bodies tamapak pada kedua sit.plasma dan intinya. /&ek
sit.patik yang kedua menyebabkan perubahan bentuk sel perbenihan dari
p.lig.nal menjadi bentuk gl.nd.ng. 9el ini menjadi lebih hitam dan
membias daripada sel n.rmal dan jiak di cat menunjukakn inclusi.n
b.dies yang berada di dalam inti. /&ek pada sel gel.nd.ng lebih sering
terjadi pada sub-kultur yang berurutan+ terutama apabila #irus telah
menyesuaikan diri dalam sel amni.n manusia.
1
1da atau tidak adanya glutamin dalam media mungkin menentukan e&ek
sit.patik utama mana yang akan timbul+ terutama bila #irus ditumbuhkan
dalam sel )./p2. <ipe e&ek sit.patik yang ber#ariasi ini tergantung pada
tipe sel penjamu+ media+ jalur #irus yang dilalui dan genetik strain #irus itu
sendiri+ struktur serat dan pipa kecil terlihat dalam inti sel yang terin&eksi
#irus m.rbili+ namun struktur tersebut bukan merupakan partikel #irus
melainkan tanda istimewa dari in&eksi #irus m.rbili. 9truktur serupa juga
terlihat pada kasus subacute sclerosing ence$halitis&
1

9truktur antigenik
Firus m.rbili menunjukkan antigenitas yang h.m.gen+ berdasarkan
penemuan lab.rat.rik dan epidemi.l.gik. 8n&eksi dengan #irus m.rbili
merangsang pembentukan neutralizing antibody' com$lement fi%ing
antibody dan haemaglutinine inhibition antibody& 8mun.gl.bulin kelas
14
8g0 dan 8g? distimulasi .leh in&eksi m.rbili+ muncul bersama-sama
diperkirakan 12 hari setelah in&eksi dan mencapai titer tertinggi setelah 21
hari. !emudian 8g0 menghilang dengan cepat sedangkan 8g? tinggal
tidak terbatas dan jumlahnya terukur. !eberadaan imun.gl.bulin 8g0
menunjukkan pertanda baru terkena in&eksi atau baru mendapatkan
#aksinasi+ sedangkan 8g? menunjukkan bahwa pernah terkena in&eksi
walaupun sudah lama. 1ntib.di 8g1 sekret.ri dapat dideteksi dari
sekret nasal dan terdapat di seluruh saluran na&as. 6aya e&ekti#itas #aksin
#irus m.rbili yang hidup dibandingkan dengan #irus m.rbili yang mati
adalah adanya 8g1 sekret.ri yang hanya dapat ditimbulkan .leh #aksin
#irus m.rbili hidup.
1
9eluruh #iri.n penting untuk in&eksi+ tetapi antib.di pr.tekti& sudah dapat
terbentuk dengan penyuntikan antigen hemaglutinin murni. 5ila lebih dari
satu bagian #irus muncul+ dapat menyebabkan hemaglutinasi pada sel
darah merah kera dan baboon& 1ntigen ini dapat dipisahkan dari antigen
lainnya yang terbawa bersama #irus+ dengan membubuhkan ()een *+ ether&
6engan pemberian ()een *+ ether' terlepaslah inti kapsul yang
bertanggungjawab terhadap terbentuknya com$lement fi%ing antibody&
)em.lisin mungkin berasal dari selubung luar yang dapat menyebabkan
perubahan sit.patik+ namun tidak ditularkan.
1
• Penularan
@ampak biasanya ditularkan sewaktu sese.rang menyed.t #irus campak
yang telah dibatukkan atau dibersinkan ke dalam udara .leh .rang yang
dapat menularkan penyakit. @ampak merupakan salah satu in&eksi manusia
yang paling mudah ditularkan. 5erada di dalam kamar yang sama saja
dengan se.rang penderita campak dapat mengakibatkan in&eksi.
1
Penderita campak biasanya dapat menularkan penyakit dari saat sebelum
gejala timbul sampai empat hari setelah ruam timbul. (aktu dari eksp.sur
sampai jatuh sakit biasanya adalah 10 hari. 7uam biasanya timbul kira-
kira 14 hari setelah eksp.sur.
3
3.3 Pat#genesis
15
Penularannya sangat e&ekti&+ dengan sedikit #irus yang in&eksius sudah
dapat menimbulkan in&eksi pada sese.rang. Penularan campak terjadi secara
dro$let melalui udara+ sejak 1-2 hari sebelum timbul gejala klinis sampai 4 hari
setelah timbul ruam. 6i tempat awal in&eksi+ penggandaan #irus sangat
minimal dan jarang dapat ditemukan #irusnya. Firus masuk ke dalam
lim&atik l.kal+ bebas maupun berhubungan dengan sel m.n.nuklear+
kemudian mencapai kelenjar getah bening regi.nal. 6i sini #irus
memperbanyak diri dengan sangat perlahan dan dimulailah penyebaran ke
sel jaringan lim&.retikular seperti limpa. 9el m.n.nuklear yang terin&eksi
menyebabkan terbentuknya sel raksasa berinti banyak 'sel (arthin-+
sedangkan lim&.sit-< 'termasuk ( su$ressor dan (-he,$er- yang rentan
terhadap in&eksi+ turut akti& membelah.
1
?ambaran kejadian awal di jaringan lim&.id masih belum diketahui
secara lengkap+ tetapi 5-6 hari setelah in&eksi awal+ terbentuklah &.kus in&eksi
yaitu ketika #irus masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar ke
permukaan epitel .r.&aring+ kunjungti#a+ saluran na&as+ kulit+ kandung kemih
dan usus.
1
Pada hari ke-"-10+ &.kus in&eksi yang berada di epitel saluran na&as dan
k.njungti#a+ akan menyebabkan timbulnya nekr.sis pada satu sampai dua
lapis sel. Pada saat itu #irus dalam jumlah banyak masuk kembali ke
pembuluh darah dan menimbulkan mani&estasi klinis dari sistem saluran
na&as diawali dengan keluhan batuk pilek disertai selaput k.njungti#a
yang tampak merah. 7esp.ns imun yang terjadi ialah pr.ses peradangan epitel
pada sistem saluran perna&asan diikuti dengan mani&estasi klinis berupa
demam tinggi+ anak tampak sakit berat dan tampak suatu ulsera kecil pada
muk.sa pipi yang disebut bercak .o$lik+ yang dapat tanda pasti untuk
menegakkan diagn.sis.
1
9elanjutnya daya tahan tubuh menurun. 9ebagai akibat resp.ns delayed
hy$ersensiti"ity terhadap antigen #irus+ muncul ruam makul.papular pada
hari ke-14 sesudah awal in&eksi dan pada saat itu antib.di hum.ral dapat
dideteksi pada kulit. !ejadian ini tidak tampak pada kasus yang mengalami
16
de&isit se1-<.
1
A.kus in&eksi tidak menyebar jauh ke pembuluh darah. Fesikel
tampak secara mikr.sk.pik di epidermis tetapi #irus tidak berhasil tumbuh di
kulit. Penelitian dengan imun.&lu.resens dan hist.l.gik menunjukkan adan#a
antigen campak dan diduga terjadi suatu reaksi 1rthus. 6aerah epitel yang
nekr.tik di nas.&aring dan saluran perna&asan memberikan kesempatan
in&eksi hakteri sekunder berupa br.nk.pneum.nia+ .titis media dan
lain-lain. 6alam keadaan tertentu pneum.nia juga dapat terjadi+ selain itu
campak dapat menyebabkan gi;i kurang.
1
Ta"el 3.1 Pat#genesis 2a!1ak Tan1a Pen%ulit
*
Hari Manifestasi
0 Firus campak dalam dr.plet k.ntak dengan permukaan epitel
nas.&aring atau kemungkinan k.njungti#a in&eksi pada sel epitel dan
multipikasi #irus.
1-2 Penyebaran in&eksi ke jaringan lim&atik regi.nal
2-3 Firemia primer
3-5 0ultiplikasi #irus campak pada epitel saluran na&as di tempat in&eksi
pertama dan pada 7/9 regi.nal maupun daerah yang jauh
5- Firemia sekunder
-11 0ani&estasi pada kulit dan tempat lain yang ber#irus+ termasuk
saluran na&as
11-14 Firus pada darah+ saluran na&as dan .rgan lain
15-1 Firemia berkurang lalu hilang+ #irus pada .rgan menghilang.
17
a!"ar 3.1 Pat#genesis Pen%akit 2a!1ak
3.* Manifestasi 'linis
6iagn.sis campak biasanya dapat dibuat berdasarkan kel.mp.k gejala
klinis yang sangat berkaitan+ yaitu k.ri;a dan mata meradang disertai batuk dan
demam tinggi dalam beberapa hari+ diikuti timbulnya ruam yang memiliki ciri
khas+ yaitu diawali dari belakang telinga kemudian menyebar ke muka+ dada+
tubuh+ lengan dan kaki bersamaan dengan meningkatnya suhu tubuh dan
selanjutnya mengalami hiperpigmentasi dan mengelupas. Pada stadium
pr.dr.mal dapat ditemukan enantema di muk.sa pipi #ang merupakan
tanda pat.gn.m.nis campak 'bercak !.plik-.
1
18
3., Ana!nesis

1danya demam tinggi terus menerus 3,+5I@ atau lebih disertai batuk+
pilek+ nyeri menelan+ mata merah dan silau bila terkena cahaya '&.t.&.bia-+
seringkali diikuti diare.
5

Pada hari ke 4-5 demam timbul ruam kulit+ didahului .leh suhu yang
meningkat lebih tinggi dari semula. Pada saat itu anak mulai mengalami
kejang demam.
5

9aat ruam timbul+ batuk dan diare dapat bertambah parah sehingga anak
mengalami sesak na&as atau dehidrasi. 1danya kulit kehitaman dan
bersisik 'hiperpigmentasi- dapat merupakan tanda penyembuhan.
5
3.. Pe!eriksaan fisik
?ejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari terdiri dari 3 stadium2
5
• 9tadium pr.dr.mal 2 berlangsung 2-4 hari+ ditandai dengan demam yang
diikuti dengan batuk+ pilek+ &aring merah+ nyeri menelan+ st.matitis dan
k.njungti#itis. <anda pat.gn.m.nik timbulnya enantema muk.sa pipi
depan m.lar tiga disebut bercak k.plik
• 9tadium erupsi 2 ditandai dengan timbulnya ruam makul.papular yang
bertahan selama 5-6 hari. <imbulnya ruam dimulai dari batas rambut
dibrlakang telinga kemudian menyebar ke wajah+ leher dan akhirnya
ekstremitas.
• 9tadium penyembuhan 'k.n#alesen-2 setelah 3 hari ruam berangsur-angsur
menghilang sesuai urutan timbulnya. 7uam kulit menjadi kehitaman dan
mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu.
3./ Pe!eriksaan 1enunjang
6arah tepi 2 jumlah leuk.sit n.rmal atau meningkat apabila ada
k.mplikasi in&eksi bakteri
5
19
Pemeriksaan untuk k.mplikasi
5
• /nsepal.pati dilakukan pemeriksaan cairan serebr.spinal+ kadar elektr.lit
darah dan analisis gas darah
• /nteritis 2 &eses legkap
• 5r.nk.pneum.nia 2 dilakukan pemeriksaan r.ntgen th.rak dan analisa
gas darah.
3.0 Diagn#sis
6iagn.sis dibuat dari gambaran klinis+ selama stadium pr.d.rmal+ sel
raksasa multinuklear dapat ditemukan pada apusan muk.sa hidung. Firus
dapat diis.lasi pada biakan jaringan. 1ngka leuk.sit cenderung rendah dengan
lim&.sit.sis relati&. Pungsi lumbal pada penderita dengan ense&alitis campak
biasanya menunjukkan kenaikan pr.tein dan sedikit kenaikan lim&.sit. !adar
gluk.sa n.rmal. 5ercak k.plik dan hiperpigmentasi adalah pat.gn.m.nis
untuk rube.la4campak.
1
3.6 Diagn#sis Ban)ing
6iagn.sis banding penyakit campak yang perlu dipertimbangkan adalah
campak jerman+ in&eksi enter.#irus+ eksantema subitum+ mening.k.ksemia+
demam skarlantina+ penyakit riketsia dan ruam kulit akibat .bat+ dapat
dibedakan dengan ruam kulit pada penyakit campak.
1
1. @ampak jerman.
Pada penyakit ini tidak ada bercak k.plik+ tetapi ada pembesaran kelenjar
di daerah sub.ksipital+ ser#ikal bagian p.steri.r+ belakang telinga.
2. /ksantema subitum.
Perbedaan dengan penyakit campak. 7uam akan timbul bila suhu badan
menurun.
3. 8n&eksi enter.#irus
7uam kulit cenderung kurang jelas dibandingkan dengan campak. 9esuai
20
dengan derajat demam dan berat penyakitnya.
4. Penyakit 7iketsia
6isertai batuk tetapi ruam kulit yang timbul biasanya tidak mengenai
wajah yang secara khas terlihat pada penyakit campak.
5. 0ening.k.ksemia
6isertai ruam kulit yang mirip dengan campak+ tetapi biasanya tidak
dijumpai batuk dan k.njungti#its.
6. 7uam kulit akibat .bat
7uam kulit tidak disertai dengan batuk dan umumnya ruam kulit timbul
setelah ada riwayat penyuntikan atau menelan .bat.
. 6emam skarlantina.
7uam kulit di&us dan makul.papuler halus+ eritema yang menyatu dengan
tekstur seperti kulit angsa secara jelas terdapat didaerah abd.men yang
relati& mudah dibedakan dengan campak
3.17 '#!1likasi
• $aringitis akut
$aringitis timbul karena adanya edema hebat pada muk.sa saluran
na&as+ yang bertambah parah pada saat demam mencapai puncaknya.
6itandai dengan distres perna&asan+ sesak+ sian.sis dan strid.r. !etika
demam turun keadaan akan membaik dan gejala akan menghilang.
1
• 5r.nk.pneum.nia
6apat disebabkan .leh #irus campak maupun akibat in#asi bakteri.
6itandai dengan batuk+ meningkatnya &rekuensi na&as+ dan adan#a
r.nki basah halus. Pada saat suhu turun+ apabila disebabkan .leh
#irus+ gejala pneum.nia akan menghilang+ kecuali batuk yang masih
dapat berlanjut sampai beberapa hari lagi. 1pabila suhu tidak juga
turun pada saat yang diharapkan dan gejala saluran na&as masih terus
berlangsung dapat diduga adanya pneum.nia karena bakteri yang telah
21
mengadakan in#asi pada sel epitel yang telah dirusak .leh #irus.
?ambaran in&iltrat pada &.t. t.raks dan adanya leuk.sit.sis dapat
mempertegas diagn.sis. 6i negara sedang berkembang dimana
malnutrisi masih menjadi masalah+ penyulit pneum.nia bakteri bisa
terjadi dan dapat menjadi &atal bila tidak diberi antibi.tik.
1
• !ejang demam
!ejang dapat timbul pada peri.de demam+ umumnya pada puncak
demam saat ruam keluar. !ejang dalam hal ini diklasi&ikasikan sebagai
kejang+ demam.
1
• /nse&alitis
0erupakan penyulit neur.l.gik yang paling sering terjadi+ biasanya terjadi
pada hari ke-4- setelah timbuln#a ruam. !ejadian ense&alitis sekitar 1 dalam
1.000 kasus campak+ dengan m.rtalitas antara

30-40%. <erjadinya
ense&alitis dapat melalui mekanisme imun.l.gik maupun melalui in#asi
langsung #irus campak ke dalam .tak.. ?ejala ense&alitis dapat berupa
kejang+ letargi+ k.ma dan iritabel. !eluhan nyeri kepala+ &rekuensi
na&as meningkat+ twitching+ dis.rientasi juga dapat ditemukan.
Pemeriksaan cairan serebr.spinal menunjukkan ple.sit.sis ringan+
dengan pred.minan sel m.n.nuklear+ peningkatan pr.tein ringan+
sedangkan kadar gluk.sa dalam batas n.rmal.
1
• 99P/ /Subacute Sclerosing 0anence$halitis-
Subacute sclerosing $anence$halitis merupakan kelainan degenerati&
susunan sara& pusat yang jarang disebabkan .leh in&eksi #irus campak
yang persisten. !emungkinan untuk menderita 99P/ pada anak yang
sebelumnya pernah menderita campak adalah 0+6-2+2 per 100.000 in&eksi
campak. 7isik. terjadi 99P/ lebih besar pada usia yang lebih muda+ dengan
masa inkubasi rata-rata tahun. ?ejala 99P/ didahului dengan gangguan
tingkah laku dan intelektual yang pr.gresi&+ diikuti .leh ink..rdinasi
m.t.rik+ kejang umumnya bersi&at mi.kl.nik. $ab.rat.rium menunjukkan
peningkatan gl.bulin dalam cairan serebr.spinal+ antib.di terhadap
campak dalam serum '@A dan )18- meningkat '1212,0-. <idak ada
terapi untuk 99P/. 7ata-rata jangka waktu timbulnya gejala sampai
meninggal antara 6-" bulan.
1
• *titis media
8n#asi #irus ke dalam telinga tengah umumnya terjadi pada campak.
22
?endang telinga biasanya hiperemis pada &ase pr.dr.mal dan
stadium erupsi. =ika terjadi in#asi bakteri pada lapisan sel muk.sa
yang rusak karena in#asi #irus akan terjadi .titis media purulenta.
6apat pula terjadi mast.iditis.
1
• /nteritis
5eberapa anak yang menderita campak mengalami muntah dan mencret
pada &ase pr.dr.mal. !eadaan ini akibat in#asi #irus ke dalam sel muk.sa
usus. 6apat pula timbul enter.pati yang menyebabkan kehilangan pr.tein
/$rotein losing entero$athy-&
1
• !.njungti#itis.
Pada hampir semua kasus campak terjadi k.njungti#itis+ yang ditandai
dengan adanya mata merah+ pembengkakan kel.pak mata+ lakrimasi dan
&.t.&.bia. !adang-kadang terjadi in&eksi sekunder .leh bakteri. Firus
campak atau antigennya dapat dideteksi pada lesi k.njungti#a pada hari-
hari pertama sakit. !.njungti#itis dapat memburuk dengan terjadinya
hip.pi.n dan pan-.&talmitis hingga menyebabkan kebutaan. 6apat pula
timbul ulkus k.rnea.
1
• 9istem kardi.#askular
Pada /!? dapat ditemukan kelainan berupa perubahan pada gel.mbang
<+ k.ntraksi prematur aurikel dan perpanjangan inter#al 1:. Perubahan
tersebut bersi&at sementara dan tidak atau han#a sedikit mempunyai arti
klinis.
1+5
• 1denitis ser#ikal
• Purpura tr.mb.sit.penik dan n.n-tr.mb.sit.penik
• Pada ibu hamil dapat terjadi ab.rtus+ partus prematurus dan kelainan
k.ngenital pada bayi
• 1kti#asi tubercul.sis
• Pneum.mediastinal
• /m&isema subkutan
• 1pendisitis
• ?angguan gi;i sampai kwasi.rkh.r
• 8n&eksi pi.genik pada kulit
• !ankrum .ris 'n.ma-
3.11 Penatalaksanaan
Pasien campak tanpa penyulit dapat ber.bat jalan. 1nak harus diberikan
23
cukup cairan dan kal.ri+ sedangkan peng.batan bersi&at simt.matik+ dengan
pemberian cairan yang cukup+ suplemen nutrisi+ antipiretik+ antitusi&+
ekspekt.ran+ dan antik.n#ulsan bila diperlukan. 9edangkan pada campak
dengan penyulit+ pasien perlu dirawat map. 6i rumah sakit pasien campat
dirawat di bangsal is.lasi sistem perna&asan+ diperlukan perbaikan keadaan
umum dengan memperbaiki kebutuhan cairan dan diet yang memadai.
1
Peng.batan m.rbili tanpa penyulit 2
5

<irah baring di tempat tidur

Fitamin 1 100.000 8B per .ral diberikan satu kali+ apabila terdapat
malnutrisi dilanjutkan 1500 8B tiap hari.
6
o Bsia 6 bulan C 1 tahun 2 100.000 unit d.sis tunggal p...
o Bsia 3 1 thn 2 200.000 unit d.sis tunggal p...
o 6.sis dapat diulang pada hari ke-2 dan 4 minggu kemudian bila
telah didapat tanda de&isiensi #itamin 1.
Fitamin 1 diberikan untuk membantu pertumbuhan epitel saluran na&as
yang rusak+ menurunkan m.rbiditas campak juga berguna untuk
meningkatkan titer 8g? dan jumlah lim&.sit t.tal.
6
• 6iet makanan cukup cairan+ kal.ri yang memadai. =enis makanan
disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya
k.mplikasi.
1pabila terdapat penyulit+ maka dilakukan peng.batan untuk mengatasi
penyulit yang timbul+ yaitu 2
5
• 5r.nk.pneum.nia
6iberikan antibi.tik ampisilin 100 mg4kg554hari dalam 4 d.sis
intra#ena dik.mbinasikan dengan kl.ram&enik.l 5 mg4kg554hari
intra#ena dalarn 4 d.sis+ sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat
minum .bat per .ral selama -10 hari. *ksigen 2 liter4menit. 1pabila
dicurigai in&eksi spesi&ik+ maka uji tuberkulin dilakukan setelah anak sehat
kembali '3-4 minggu kemudian- .leh karena uji tuberkulin bisanya negati&
'anergi- pada saat anak menderita campak. ?angguan reaksi delayed
hi$ersensiiti"ity disebabkan .leh sel lim&.sit- < yang terganggu
&ungsiinya.
5
• /nteritis
Pada keadaan berat anak mudah jatuh dalam dehidrasi. Pemberian cairan
24
intra#ena dapat dipertimbangkan apabila terdapat enteritis D dehidrasi.
• *titis media
9eringkali disebabkan .leh karena in&eksi sekunder+ sehingga perlu
diberikan antibi.tik k.trim.ksa;.l-sul&amet.k;as.l '<0P 4 mg4
kg554hari dibagi dalam 2 d.sis-
• /nse&al.pati+
6iberikan antibi.tik ampisilin 100 mg4kg554hari dalam 4 d.sis
intra#ena dik.mbinasikan dengan kl.ram&enik.l 5 mg4kg554hari
intra#ena dalarn 4 d.sis+ sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat
minum .bat per .ral selama -10 hari. Perlu reduksi jumlah pemberian
cairan hingga 344 kebutuhan untuk edema .tak+ di samping pemberian
k.rtik.ster.id+ deksametas.n 1 mg4kbb4hari sebagai d.sis awal dilanjutkan
0+5 g4kgbb4hari dibagi dalam 3 d.sis sampai kesadaran membaik 'bila
pemberian lebih dari 5 hari dilakukan tappering .&&-. Perlu dilakukan
k.reksi elektr.lit dan gangguan gas darah.
1+5
8ndikasi rawat 2
5
- hiperpireksia 'suhu 3 3"I@-
- dehidras
- kejang
- asupan .ral sulit
- adanya k.mplikasi
3.12 Pen8ega&an
Pencegahan campak dilakukan dengan pemberian imunisasi akti& pada
bayi berumur " bulaan atau lebih. Pr.gram imunisasi campak secara luas baru
dikembangkan plaksanaannya pada tahun 1",2.
1
Pada tahun 1"63 telah dibuat dua macam #aksin campak+ yaitu '1-
#aksin yang berasal dari #irus campak yang hidup dan dilemahkan 'tipe
/dm.nst.ne 5- dan + #aksin #ang berasal dari #irus campak yang
25
dimatikan '#irus campak #ang berada dalam larutan &.rmalin #ang
dicampur dengan garam aluminium-. 9ejak tahun 1"6 #aaksin yang
berasal dari #irus campak #ang telah dimatikan tidak digunakan lagi .leh
keren e&ek pr.teksinya hanya bersi&at sementara dan dapat mcnimbulkan
gejala aty$ical meales yang hebat. 9ebaliknya #aksin campak yang berasal
dari #irus hidup yang dilemahkan dikembangkan dari /dm.nst.ne strain
menjadi strain 9chwar; '1"65- dan kemudia menjadi strain 0.raten '1"6,-
dengan mengembangbiakan #irusnya pada embri. a#am. Faksin
/dm.nst.ne Kagreb merupakan hasil biakan dalam human di$loid cell yang
dapat digunakan secara inhalasi atau aerosol dengan hasil yang
memuaskan.
1
6.sis baku minimal untuk pemberian #aksin campak yang dilemahkan
adalah 1.000 <@86-50 atau sebanyak 0+5 ml. <etapi dalam hal #aksin hidup+
pemberian dengan 20 <@8650 saja mungkin sudah dapat memberikan hasil
yang baik. @ara pemberian yang dianjurkan adalah subkutan+ walaupun dari
data yang terbatas dilap.rkan bahwa pemberian secara intramuskular
tampaknya mempunyai e&ekti#itas yang sama dengan subkutan. 8ntranasal
dan cara in.kulasi k.njungti#a sampai sekarang masih terus dilakukan
penyelidikan untuk mengetahui e&ekti#itas pemberian #aksin /dm.nst.ne
5 yang dilemahkan. 9ebaliknya pada pemberian #aksin /dm.nst.ne
Kagreb secara aerosol didapatkan resp.ns antib.di yang baik walaupun
pada anak usia di bawah " bulan. Pemberian aerosol ini sulit dan kurang
praktis.
1
!.mbinasi beberapa #aksin dalam satu semprit atau secara simultan
di beberapa tempat pada waktu #ang sama sering digunakan untuk
men#ederhanakan pr.sedur dan mengurangi biaya. 6alam hal demikian
ada 2 kemungkinan yang mungkin terjadi+ #aitu peningkatan resp.ns imun
atau sebaliknya+ menunggu resp.ns imun. $ap.ran mengenai peningkatan
reaksi yang lebih baik karena pemakaian #aksin yang dik.mbinasikan di-
bandingkan dengan #aksin tunggal+ .leh peneliti tidak ditemukan. 6ikatakan
bahwa pada k.mbinasi dengan #irus mati tidak didapatkan penurunan
26
resp.ns imun akan tetapi #iruc hidup dapat saling mempengaruhi. Faksin
campak sering dipakai bersama-sama dengan #aksin rubela dan par.titis
epidemika yang dilemahkan+ #aksin p.li. .ral+ #aksin di&teriatetanus dan
lain-lain. $ap.ran beberapa peneliti men#atakan bahwa k.mbinasi tersebut
pada umumn#a aman dan tetap e&ekti&. 9eperti yang ditemukan .leh
9chwar; '1"
-
15-+ ser.k.n#ersi dapat terjadi antara "-100%+ sedangkan
geoimetric mean &iter-n#a sama tinggi dengan yang didapatkan pada
pemberian #aksin tunggal.
1
/&ek pr.teksi dari #aksin campak diukur dengan berbagai macam cara.
9alah satu indikat.r pengaruh #aksin terhadap pr.teksi adalah penurunan
angka m.rbiditas kasus campak sesudah pelaksanaan pr.gram imunisasi.
1
!rugman+ dkk mencatat bahwa sebagian besar kasus campak dari
suatu p.pulasi kel.mp.k anak sek.lah akan menghilang setelah pr.gram
imunisasi berjalan lancar+ sedangkan di masyarakat sekitarnya tingkat
penularan yang tinggi masih dijumpai. )asil pengamatan tersebut sesuai
dengan hasil nilai secara nasi.nal di 1merika 9erikat maupun negara lainnya
yang sudah melaksanakan pr.gram imunisasi campak secara meluas. 0et.de
lain untuk mengukur e&ek pr.teksi dari #aksin campak ialah membandingkan
angka kejadian sakit pada kel.mp.k anak yang sudah diimwlisasi dan
mengukur e&ekti#itas #aksin dengan &.rmula '17B-17B- J 100417B.
/&ekti#itas #aksin dapat dihitung dengan memakai pendekatan kasus dan
k.ntr.l+ yaitu membandingkan pr.p.rsi kasus dan k.ntr.l yang sudah
diimunisasi. 6an data yang benar+ e&ekti#itas #aksin adalah sebesar "0-"5%
atau lebih. )asil ini harus didukung dengan data ser.k.n#ersi. Perhitungan
ini sangat berman&aat apabila angka cakupan imunisasi campak sangat
tinggi+ #aitu lebih dari "5%. =ika pr.p.rsi kasus campak pada kel.mp.k
#an'+ sudah diimunisasi masih tetap tinggi berarti bahwa #aksinn#a yang
kurang baik. Pr.teksi dapat dicatat dengan memeriksa resp.ns imun dan
mani&estasi klinis yang timbul akihat pemberian imunisasi dengan #irus
#aksin yang tidak ganas. 1kibat setiap pemberian imunisasi akan
men#ebabkan resp.ns imun anamnestik pada kasus yang tidak
27
menunjukkan gejala klinis dari pen#akitnya.
1
8ndikasi k.ntra pemberian imunisasi campak berlaku bagi mereka yang
sedang menderita demam tinggi+ sedang mendapat terapi imun.supresi+
hamil+ memiliki riwayat alergi+ sedang memper.leh peng.batan
imun.gl.bulin atau bahan-bahan berasal dari darah.

!egagalan #aksinasi perlu dibedakan antara kegagalan primer dan
sekunder. 6ikatakan primer apabila tidak terjadi ser.k.n#ersi setelah
diimunisasi dan sekunder apabila tidak ada pr.teksi setelah terjadi
ser.k.n#ersi. 5erbagai kemungkinan yang menyebabkan tidak
terjadinya ser.k.n#ersi ialah2 'a- 1danya antib.di yang dibawa sejak
lahir yang dapat menetralisir #irus #aksin campak yang masuk+ 'b-
Faksinn#a yang rusak+ 'c- 1kibat pemberian imun.gl.bulin yang diberikan
bersama-sama. !egagalan sekunder dapat terjadi karena p.tensi #aksin
yang kurang kuat sehingga resp.ns imun yang terjadi tidak adekuat dan
tidak cukup untuk memberikan perlindungan pada bayi terhadap serangan
campak secara alami.
1
3.13 Pr#gn#sis
Pr.gn.sis baik pada anak dengan keadaan umum yang baik+ tetapi
pr.gn.sis buruk bila keadaan umum buruk+ anak yang sedang menderita
penyakit kr.nis atau bila ada k.mplikasi.
1
5iasanya sembuh dalam -10 hari setelah timbul ruam. 5ila ada
penyulit in&eksi sekunder4malnutrisi berat akan menyebabkan penyakit berat.
!ematian disebabkan karena penyulit 'pneum.nia dan ense&alitis-.
6
1ngka kematian kasus di 1merika 9erikat telah menurun pada tahun-
tahun ini sampai tingkat rendah pada semua kel.mp.k umur+ terutama karena
keadaan s.si.ek.n.mi membaik.
6
28
29
BAB I-
LAP45AN 'ASUS
*.1. IDENTITAS
PASIEN 9
:ama 2 0A1
Bmur 2 , bulan
=enis kelamin 2 $aki-laki
1lamat 2 5alai 5atu
45AN TUA
1. 1yah
a. :ama 2 <n. 7
b. Bsia 2 3, tahun
c. Pendidikan terakhir 2 901
d. Pekerjaan 2 petani
2. 8bu
a. :ama 2 :y. :
b. Bsia 2 3, tahun
c. Pendidikan terakhir 2 901
d. Pekerjaan 2 ibu rumah tangga
*.2. ANAMNESIS
9e.rang pasien $aki-laki+ umur , bulan diantar .leh ibunya datang
ber.bat ke Puskesmas $ima !aum 1 pada tanggal 2" 0aret 2014+ dengan 2
!eluhan utama 2
7uam-ruam kemerahan di wajah+ leher+ belakang telinga+ punggung+
perut+ pantat+ kedua lengan+ dan kedua tungkai sejak 1 hari yang lalu.
30
5i:a%at Pen%akit Sekarang
• 7uam-ruam kemerahan di wajah+ leher+ belakang telinga+
punggung+ perut+ pantat+ kedua lengan+ dan kedua tungkai sejak 1 hari
yang lalu. 1walnya timbul ruam-ruam kemerahan di belakang telinga dan
leher sejak 2 hari yang lalu dan menyebar ke seluruh tubuh.
• 6emam sejak 5 hari sebelum ber.bat ke puskesmas+ hilang timbul+
tidak tinggi+ tidak berkeringat malam+ tidak mengigil.
• 5atuk dan pilek sejak 3 hari sebelum ber.bat ke puskesmas+ tidak
berdahak dan tidak berdarah.
• 0ata merah tidak ada+ mata silau terkena cahaya tidak ada
• 9esak na&as tidak ada.
• !eluarga dan tetangga sekitar rumah pasien tidak ada yang sakit
seperti ini.
• 5uang air besar dan kecil tidak ada keluhan.
• Pasien sudah datang ber.bat ke bidan+ diberikan .bat puyer 'tidak
diketahui kandungannya- dan sirup antibi.tik.
5i:a%at Pen%akit Da&ulu
Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.
5i:a%at Pen%akit 'eluarga
• <idak ada angg.ta keluarga yang menderita penyakit seperti ini
• 7iwayat alergi terhadap makanan dan .bat pada pasien dan keluarga
disangkal
5i:a%at 'e&a!ilan3kela&iran3i!unisasi9
• !ehamilan 2 9elama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit berat+
ibu tidak pernah mengk.nsumsi .bat-.batan+ tidak pernah mendapat
penyinaran selama hamil+ tidak ada kebiasaan mer.k.k dan minum
alk.h.l+ k.ntr.l ke Puskesmas secara teratur. 9untikan imunisasi << 2L+
hamil cukup bulan.
31
• !elahiran 2 $ahir sp.ntan dit.l.ng .leh bidan+ cukup bulan+ saat lahir
langsung menangis kuat+ berat badan lahir 3300 gram+ panjang badan 50
cm+ tidak kuning.
• 8munisasi2
o 5@? 2 1J+ usia 2 bulan+ scar ada
o 6P< 2 3J+ usia 2+3+4 bulan
o P.li. 2 4J+ usia 1+2+3+4 bulan
o )epatitis 5 2 3J+ usia 2+3+4 bulan
o @ampak 2 -
!esan 2 imunisasi dasar lengkap menurut umur di p.syandu.
5i:a%at Tu!"u& 'e!"ang9
• Pertumbuhan2
5erat badan terus meningkat sejak lahir. 7iwayat penurunan berat badan
disangkal. Pertumbuhan sesuai dengan umur. 5erat badan saat ini 2 ,+5
kg sesuai dengan umur
• Perkembangan
Ta"el *.1 5i:a%at Perke!"angan Pasien
U!ur M#t#rik kasar M#t#rik &alus Bi8ara S#sial
4 bulan <engkurap
terlentang
sendiri
0emegang
mainan
<ertawa4berteriak 0emandang
tangannya
6 bulan 6uduk tanpa
berpegangan
0eraih+
menggapai
!ata tanpa arti 0eraih
mainan
, bulan 5erdiri
berpegangan
0emasukkan
benda ke mulut
5erbicara mama
mama
0elambaikan
tangan
!esan 2 pertumbuhan dan perkembangan dalam batas n.rmal
5i:a%at !akanan
32
Pasien mendapatkan asi eksklusi& selama 6 bulan. 9aat ini masih mendapat
asi dan sudah mendapat makanan pendamping asi.
As1ek Psik#l#gis )i keluarga
• Pasien disayangi .leh .rangtua+ nenek+ dan angg.ta keluarga lainnya
• )ubungan dengan keluarga baik
Latar Belakang s#sial;ek#n#!i;)e!#grafi;lingkungan keluarga
• =umlah 9audara 2 -
• 9tatus /k.n.mi !eluarga 2 @ukup+ penghasilan ayah pasien
7p.2.000.0004bulan+ sebagai se.rang petani
• !.ndisi 7umah 2
-
$uas rumah J 15 meter
2+
luas tanah , J 20 meter
2
-
7umah semi permanen+ pekarangan cukup luas+ kamar 6 buah
-
$antai rumah sebagian terbuat dari kayu sebagian lagi dari tanah+
#entilasi udara dan sirkulasi udara cukup + pencahayaan cukup+
kamar pasien berukuran 3 J 3 meter
-
$istrik ada
-
9umber air 2 air sumur
-
=amban ada 1 buah+ di dalam rumah+ septic tank berjarak M 6 meter
dari sumber air.
-
9ampah dibakar
-
<erdapat kandang kambing di halaman belakang rumah+ k.t.ran
kambingnya dipakai untuk pupuk. <erdapat juga kandang ayam+
ayam dibiarkan berkeliaran di halaman rumah.
-
<idak terdapat saluran pembuangan air limbah rumah tangga.
-
=umlah penghuni " .rang2 pasien+ .rang tua pasien+ paman dan bibi
pasien dan 3 .rang anaknya+ serta nenek pasien
-
!esan 2 higiene dan sanitasi kurang baik
• !.ndisi $ingkungan !eluarga
-
Pasien tinggal di lingkungan perumahan yang tidak padat penduduk+
-
$ingkungan sekitar bersih.
*.3. PEME5I'SAAN +ISI'
Status eneralisata
!eadaan umum 2 tampak sakit sedang
!esadaran 2 @.mp.smentis
:adi 2 112 J4menit
:a&as 2 34 J4menit
33
9uhu 2 36+,
.
@ 'aksila-
9tatus gi;i 2
-
!linis 2 edema '--
-
1ntr.p.metri 2
• 5erat badan 2 ,+5 kg
• <inggi badan 2 0 cm
• 554B 2 ,+54,+2 J 100 % N 103 %
• <54B 2 046" J 100 % N 101 %
• 554<5 2 ,+54,+6 J 100 % N "6 %
'0enggunakan kur#a @6@4:@)9-
9impulan status gi;i 2 gi;i baik
'e1ala 2 tidak ditemukan de&.rmitas+ ubun-ubun besar cekung+ rambut
hitam+ jarang+ tidak mudah dicabut dan tipis.
Mata 2 tidak ditemukan k.njungti#a anemis+ tidak ditemukan sclera ikterik+
kel.pak mata cekung+ pupil bulat is.kh.r+ air mata 'D-
Telinga 2 tidak ada secret+ tidak ditemukan serumen.
Hi)ung 2 ditemukan sekret+ tidak ditemukan perna&asan cuping hidung.
Mulut 2 tidak ditemukan hipertr.&i gusi+ tidak ditemukan perdarahan+ tidak
ditemukan peri.ral cyan.sis.
Tengg#r#k 2 &aring dan t.nsil sulit dinilai.
Le&er 2 kelenjar getah bening tidak teraba pembesaran+ tidak ditemukan
retraksi suprasternal.
'ulit 2 status dermat.l.gis
Da)a 2 simetris dalam keadaan statis dan dinamis
(antung
8nspeksi 2 iktus k.rdis terlihat disela iga ke-5 sedikit medial dari linea
midcla#icula sinistra
Palpasi dan Perkusi 2 tidak dilakukan
1uskultasi 2 bunyi jantung 8-88 'D- n.rmal+ tidak ditemukan bising+ tidak
ditemukan irama derap.
Paru
!anan !iri
8nspeksi Pergerakan simetris Pergerakan simetris
Palpasi Aremitus n.rmal Aremitus n.rmal
Perkusi <idak dilakukan <idak dilakukan
1uskultasi Fesicular 'D-+ r.nki '--+ Fesicular 'D-+ r.nki '--+
34
whee;ing '--+ slym '-- whee;ing '--+ slym '--
A")#!en 9 $embut+ turg.r baik< )epar tidak teraba< $ien tidak teraba<
5ising usus 'D- n.rmal
Ekstre!itas 9 1kral hangat+ capillary re&ill O 2 detik+ tidak sian.sis
Status Der!at#l#gikus 9
a!"ar *.1 5ua! 2a!1ak )i Bagian $aja& )an Ba)an Pasien
o $.kasi 2 wajah+ leher+ belakang telinga+ punggung+ perut+
b.k.ng+ kedua lengan dan kedua tungkai
o 6istribusi 2 generalisata
o 5entuk4susunan 2 <idak khas
o 5atas $esi 2 <idak tegas
o Bkuran $esi 2 0iliar-$entikular
o /&&l.resensi 2 0akula eritem
35
• Status -ener#l#gikus 9 <idak ditemukan kelainan
• 'elainan Sela1ut 9 <idak ditemukan kelainan
• 'elainan 'uku 9 <idak ditemukan kelainan
• 'elainan 5a!"ut 9 <idak ditemukan kelainan
• 'elainan 'elenjar Li!fe 9<idak ditemukan adanya pembesaran kelenjar
getah bening
*.*. DIAN4SIS
0.rbili stadium erupsi
*.,. PENATALA'SANAAN
0anajemen
a. Pre#enti& 2
• 8stirahat yang cukup minimal , jam sehari.
• 0akan makanan yang bergi;i serta perbanyak pemberian 198 untuk
meningkatkan daya tahan tubuh
b. Pr.m.ti& 2
• 0enjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa m.rbili adalah
penyakit anak yang menular sehingga pasien harus diis.lasi minimal
hingga 5 hari setelah gejala kulit muncul untuk mencegah penularan
in&eksi kepada .rang lain.
c. !urati& 2
• Paracetam.l 100 mg
Fitamin @ 25 mg
0& pul# dtd n..J
3J1 pul# ʃ
• Fitamin 1 100.000 8B 1J1 tab untuk hari 8 dan hari 88
d. 7ehabilitati& 2
• 9egera bawa anak ke puskesmas apabila gejala bertambah parah yaitu
kejang+ sesak na&as+ dan telinga berair.
*... P54N4SIS
36
• Pu. ad #itam 2 5.nam
• Pu. ad sanam 2 5.nam
• Pu. ad &ungsi.nam 2 5.nam
• Pu. ad k.smetikum 2 5.nam
*./. FOLLOW UP
Home Visite tanggal , A1ril 271*
'elu&an 9
• 7uam kemerahan di tubuh sudah berkurang.
• Penyakit kulit lain tidak ada
• *bat pasien sudah habis
• 0untah dan diare tidak ada+ demam tidak ada
• !eluhan lain tidak ada
• 51! dan 515 n.rmal
Analisa kese&atan ru!a& )an lingkungan 9
• Pasien sudah diis.lasi di rumah dan tidak ada k.ntak antara pasien dengan
anak balita lain selama masa peng.batan.
Pe!eriksaan +isik 9
• Fital sign baik
• 9tatus generalis dalam batas n.rmal
• 9tatus 6ermat.l.gikus2
37

a!"ar *.2 5ua! 2a!1ak )i Bagian $aja& )an Ba)an Pasien
Berkurang
o $.kasi 2 wajah+ leher+ belakang telinga+ punggung+
perut.
o 6istribusi 2 generalisata
o 5entuk4susunan 2 <idak khas
o 5atas $esi 2 <idak tegas
o Bkuran $esi 2 0iliar
o /&&l.resensi 2 0akula eritem
9tatus #enere.l.gikus 2 <idak diperiksa
!elainan selaput 2 <idak ada kelainan
!elainan kuku 2 <idak ada kelainan
!elainan rambut 2 <idak ada kelainan
!elainan kelenjar lim&e2 <idak ditemukan pembesaran kelenjar lim&e
Diagn#sis 9
0.rbili stadium k.n#alesen
38
Manaje!en !asala& 9
- =aga kebersihan rumah dan lingkungan
- 8stirahat yang cukup minimal , jam sehari.
- )indari menggaruk dan meng.rek kuku serta kulit sekitar kuku jika gatal
- 0eningkatkan asupan gi;i untuk daya tahan tubuh.
BAB -
E-ALUASI MASALAH
,.1. I)entifikasi Masala&
1. Penemuan !asus $uar 5iasa '!$5- @ampak di wilayah kerja Puskesmas
$ima !aum 8+ dimana ditemukan lebih dari 5 .rang bayi dan balita
menderita campak di tempat penitipan anak di wilayah kerja Puskesmas
$ima !aum 8. 0elaksanakan kampanye campak sebagai s.lusi terbaik
untuk menangani !$5 @ampak di lingkungan Puskesmas $ima !aum 8
yang melibatkan kerjasama lintas sekt.ral di !abupaten <anah 6atar.
2. 0asih rendahnya angka pencapaian pr.gram imunisasi di Puskesmas
$ima !aum 8. <arget angka pr.gram imunisasi di wilayah kerja
Puskesmas $ima !aum 8 yang pada tahun 2013 adalah "0 %+ sedangkan
angka pencapaian adalah 1%.
3. 0asih rendahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya
man&aat imunisasi pada bayi dan balita di Puskesmas $ima !aum 8. )al
ini dapat disebabkan .leh tingkat pendidikan &.rmal yang rendah+
s.sialisasi man&aat imunisasi dasar bagi bayi dan balita yang belum
maksimal+ serta masih berkembangnya p.lemik di masyarakat mengenai
39
man&aat dan kehalalan imunisasi ' #aksin campak - di wilayah kerja
Puskesmas $ima !aum 8.
4. $uasnya wilayah kerja Puskesmas $ima !aum 8 dan wilayah kerja
did.minasi perbukitan menyebabkan akses menuju tempat diadakan
imunisasi yang sulit dijangkau.
5. !urangnya peran serta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam
bidang kesehatan.
,.2. Pe!e8a&an Masala&
1. 0elakukan pendataan jumlah anak yang terkena campak di setiap tempat
penitipan anak di wilayah kerja Puskesmas $ima !aum 8 dimulai dari
bulan =anuari hingga bulan 0aret terlihat adanya kejadian penyakit
campak yang cukup signi&ikan. 9etelah dilakukan pendataan di bulan
=anuari berjumlah 1 .rang+ di bulan Aebruari berjumlah " .rang serta
bulan 0aret berjumlah " .rang.
2. 7endahnya angka pencapaian target imunisasi dapat ditingkatkan
dengan menjadikan imunisasi menjadi salah satu pr.gram yang
dipri.ritaskan di Puskesmas.
3. 0eningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dengan
melakukan pr.m.si kesehatan yang dilakukan .leh tenaga Puskesmas
mengenai man&aat imunisasi pada balita dengan lebih interakti& + lebih
kreati& dan menggunakan bahasa yng dimengerti .leh masyarakat awam
sehingga imu dan pengetahuan lebih banyak diterima. Pendekatan
dengan t.k.h agama dan t.k.h masyarakat setempat tentang kehalalan
#aksin dan man&aatnya sehingga dapat membantu menyampaikan
kepada masyarakat.
4. 1kses ke Puskesmas yang belum lancar dapat diatasi dengan menambah
jumlah dan pembinaan kader dan P.syandu sehingga dapat menjangkau
seluruh wilayah Puskesmas.
5. !urangnya peran serta masyarakat ditingkatkan dengan melakukan
pendekatan dengan t.k.h masyarakat serta pendekatan ke setiap kepala
keluarga mengenai pentingnya P.syandu dimana P.syandu merupakan
suatu wujud partisipasi masyarakat terhadap kesehatan dari
masyarakat+.leh masyarakat dan untuk masyarakat
40
BAB -I
'ESIMPULAN DAN SA5AN
..1. 'esi!1ulan
6ari mini $ro1ect ini dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit campak
di wilayah kerja Puskesmas $ima !aum 8+ hal ini dipengaruhi .leh beberapa
&akt.r+ yaitu 2
 !urangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit campak dan
pr.ses penularannya
 !urangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya imunisasi lengkap
 !urang .ptimalnya kerjasama lintas sekt.ral dalam menyukseskan
pr.gram menurunkan angka kejadian penyakit campak terutama melalui
pr.gram imunisasi campak dan pemberian #itamin 1 secara rutin.
..2. Saran
5erdasarkan pembahasan dari bab-bab sebelumnya+ kami
merek.mendasikan hal-hal sebagai berikut2
 0empersiapkan media dan cara penyajian yang menarik dan in&.rmati&
untuk penyuluhan mengenai campak.
 0empersiapkan media dan cara penyajian yang menarik dan in&.rmati&
untuk penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi bagi bayi dan balita.
 0elaksanakan !ampanye 8munisasi @ampak sebagai s.lusi terbaik
untuk menangani !$5 @ampak di lingkungan Puskesmas $ima !aum
41
DA+TA5 PUSTA'A
1. P..rw.+ 9umarn. 9. dkk. 2uku A1ar #nfeksi 3 0ediatri (ro$is anak. 5adan
Penerbit 8katan 6.kter 1nak 8nd.nesia @etakan kedua. =akarta2 2010.
2. :els.n+ #lmu .esehatan Anak #.l 2. =akarta. /?@ 2 2000
3. www.health.nsw.g.#.au4res.urces4publichealth4in&ecti.us4diseases4measlesQc.
ntactQ&actsheetQpd&.asp
4. Phillips @.9. 1",3. 4easles. 8n2 5ehrman 7./.+ Faughan F.@. 'eds- :els.n
<eJtb..k .& Pediatrics. 12
th
editi.n. =apan. 8gaku-9h.in49aunders. p.43
5. Pudjiadi+ 1nt.nius )+ dkk. 0edoman 0elayanan 4edis. 8katan 6.kter 1nak
8nd.nesia =ilid 1. =akarta 2 2010
6. ?arna+ )erry+ dkk. 0edoman 5iagnosis dan (era$i #lmu .esehatan Anak /disi
ke 3. 5agian 8lmu !esehatan 1nak A! B:P16. 5andung 2 2005
. 9.egeng 9.egijant.. 2001. 6aksinasi Cam$ak. 6alam2 8.?.:. 7anuh+ dkk. 'ed-
5uku 8munisasi di 8nd.nesia. =akarta. Pengurus Pusat 8katan 6.kter 1nak
8nd.nesia. )al. 105
,. 6/P17</0/: !/9/)1<1: 78+ 9cabies+ Ped.man Peng.batan 6asar di
Puskesmas+ 6/P!/9 78+ =akarta. 200. )al 20,-10.
". )and.k.+7.P+ 9kabies+ 6juanda 1+ )am;a 0+ 1isah 9+ edit.r. 6alam2 8lmu
!ulit !elamin A!B8+ edisi keempat+ 2006+ =akarta2A!B8. )al 122-25.
42
LAMPI5AN
Te!1at Tinggal Pasien
Ta!1ak De1an
Ta!1ak Sa!1ing
43
5uang 'eluarga
'a!ar Ti)ur Pasien
44

Da1ur

(a!"an )an Dru! Pena!1ung Air )i 'a!ar !an)i
45
enangan Air Li!"a& 5u!a& Tangga )i Pekarangan Belakang ru!a&

'an)ang 'a!"ing )an Be"ek )i Pekarangan Belakang 5u!a&
46
'an)ang A%a! )i Pekarangan Belakang 5u!a&
47